Hape "Flagship" Samsung Paling Nyaman + Aman !! (YouTube Video)
Ini adalah Samsung Galaxy S25 Fi. FI-nya ini for everyone atau for emosian. Desain sih lebih tipisan, baterai sekarang juga lebih tahan. Kamera juga ningkat dari sisi kestabilan. Performanya sih ada kenaikan. Tapi apakah benar demikian? Yuk kita bahas pelan-pelan. Selamat menonton. Yang mau ngasih gizi tapi malah bikin keracunan. Hai Andika, Guys. Di sini kalau kita ngomongin Galaxy S25 FE sebenarnya dia ada tiga major upgrade ya tahun ini. Yang sekarang jadi lebih tipis, lebih ringan, ngecasnya lebih kencang, dan AI-nya makin seabrek dengan One UI barunya. Pertanyaannya dengan tiga major upgrade ini, apakah sih FE edition tahun ini jadi alternatif flagship Samsung setelah dua generasi sebelumnya di S23 dan juga S24 FI? Sering dikritik karena setengah matang, terutama di bagian bobot dan juga isu termal. Secara desain Samsung ya being Samsung lah ya, enggak ada perubahan yang signifikan. Masih mempertahankan ciri khas atau signature Samsung dengan tiga kamera vertikal tapi sekarang lebih tipis dan lebih ringan. Kita ingatlah si S23 FE itu tebalnya 8,2 mili, beratnya 209 gr. S24 FI lebih berat lagi dengan 213 gr. Nah, di S25 FI Samsung akhirnya sadar dan memangkas habis dimensinya. sekarang itu cuma di 7,4 mili dan bobotnya cuma 190 gr. Samsung berhasil memotong 0,6 mili dan 20 gr bobot dari S24 FI ke S25 FI. Kedengarannya memang kayak sepele ya, cuman 0 kom dan 20 gr. Tapi secara religious skenarionya ketika digenggam lebih ringan dan lebih tipis gini feel-nya jadi lebih nyaman. Dipegang lama itu enggak gampang kram dan feel flexip dalam tanda kutipnya juga lebih terasa. material yang dipakai walaupun ini versi fan edition juga gak main-main ya. Frame-nya ini pakai armor aluminium sama kayak seri flagship tertingginya. Ada IP rating 68 bagian depan layarnya pakai Corning Gorilla Glass Victus Plus. Warnanya ada beberapa dengan premium H finish. Jadi ada navy, jet black, ice blue, dan juga white. Setelah dimensinya dipangkas, apakah baterainya juga ikut kepangkas? Jawabannya enggak ya. Bisa loh Samsung ternyata mangkas dimensi tapi mempergede baterai. Sekarang jadi 4900 mAm. Bukan baterai yang gede memang kalau dibandingkan dengan HP-HP Cina ya, tapi setidaknya Samsung cara angka ada peningkatan. Kapasitasnya ini sama kayak S25 Plus 4.900. Kalau untuk kelihatan baterainya pas kita coba PUBG 30 menit dia berkurang 9%, Mobile Legends 30 menit berkurangnya 6%, Gensin Impact berkurang 12%, Boering Wave 12% juga. Dan kalau misalkan kita coba record video 4K 60 fps 30 menit, dia berkurangnya 12%. Ngecasnya sekarang juga naik ya, jadi 45 watt. Sama kayak di S25 non F series lebih kencang. 0 ke 50 menit itu butuh waktu sekitar 23 menit, ke 100% butuh waktu 80 menit. Dan di seri FE sekarang juga udah support sama wireless charging 15 wat. Jadi flagship-nya makin kerasa. Kalau untuk performa chipset ya sebenarnya ada upgrade tapi tipis karena si S25 FE ini pakai Exyos 2400. Sementara S24 FI itu pakai Exyos 2400i yang sebenarnya clock speed-nya nambah. Dulu 3,1, sekarang 3,2 GHz naik 0,1 GHz. Yang secara performa kalau digunain harian ya enggak begitu kerasa banget sih. Tapi yang lebih kelihatan itu di isu thermalnya si Samsung Galaxy S25 F sekarang punya Viper Chamber yang kata Samsung 10% lebih gede dibandingkan sebelumnya ya. performanya cuma naik 0,1 yang enggak bakalan kerasa tapi lebih sustain aja, lebih stabil ketika digunain untuk main game yang cukup lama. Dan hasilnya pas kita coba main game Gensin Impact selama setengah jam dan watering wave setengah jam memang kalau kita bandingin dengan S24 FE dia lebih dingin ya dengan suhu bagian depan itu enggak ada 40 derajat celcius belakang di 39,9 derajat Celcius. Sementara F dulu pas kita tes itu bagian depan 43 derajat Celcius belakangnya 42,3 derajat Celcius. Jadi turunnya 3 derajat Celcius lebih. Lumayan banget. Kalau suhu permukaannya udah aman, gimana suhu bagian dalamnya? Oke juga sih pas kita test stability pakai CPU throttle selama 30 menit. Kalau kalian lihat charge-nya cukup aman. Enggak ada yang warna urin sampai merah throtringnya. Terus ketika kita tes pakai solar B extreme stress test itu juga dapatnya di 97,1% kestabilannya. Kalau untuk main game langsung aja kita lihat chartnya ya. Ini game Gin Impact. Kita coba settingan medium nih. Kalau kalian lihat dia dapat average FPS-nya di 56,9 FPS. Cukup stabil jarang drop. Dropnya itu cuman ketika pas loading ngambil tas ya biasa lah ya game G Impact dan dia butuh power sekitar 3,55 watt dengan temperatur bagian dalam di 41,5 derajat celcius. Terus booting wave dia dapat average FPS itu di 54,6 FPS dengan power yang mirip-mirip juga 4,36 watt. Temperaturnya juga sama di 41 derajat Celcius. Dan untuk chartnya kalian bisa lihat di sini nih. Tuh lebih okah dibandingkan sebelumnya. Lebih naik FPS-nya. Mobile Legends dia kebukanya di 90 FPS dan aman-aman aja. Ini saya coba main rank 1 match aman. Kalian bisa langsung lihat chartnya di sini. Dan PUBG saya coba main satu match juga aman-aman aja. Dia kebukanya di 60 fps. Cuman pas dia kemarin itu baru datang kita tes ya performanya enggak kayak gini ya. Lebih kayak lebih rendah gitu. Terus ada software update dan akhirnya kita update. Nah, performanya lebih matang kayak sekarang. Kayak AnTu aja sebelum ada software update, dia skornya cuma dapat sekitar R1,7 juta. Setelah di-update AnTutu 11-nya dia dapat 2,1 juta naik sekitar Rp400.000. Lumayan. Kalau untuk GigB 6-nya skor single core-nya itu di 2000.000-an, multiore-nya di hampir 7.000 poin. Fitur AI yang biasanya ada di seri terflexagship-nya Samsung di FE ini juga kebagian. Kebagiannya juga lumayan banyak. Misal kita lagi foto UTD, tiba-tiba ada foto bom di belakang itu ada foto mas-mas yang lagi jualan 19 juta lapangan pekerjaan. Gampang aja, tinggal dihapus. Beres. Misal mas-masnya tadi ternyata onframe bagus tapi pengin digeser ke kiri kanan bisa juga dan hasilnya terlihat rapi. Tapi setelah diiin akan muncul watermark kalau fotonya ini dimanipulasi sama AI. Jadi jangan dibuat AI generative edit ini karena saking smooth-nya. Dan kalau kita ngomongin generative edit AI-nya Samsung harus diakui dia yang paling smooth ya dibandingkan yang lain. Cuman pakailah dengan voice ya. Jangan dibuat untuk malsuin dokumen negara ataupun malsuin ijazah. Jangan. Audio Era yang biasanya ada di seri flagship juga hadir. Kalau misalnya lagi ngonten ada suara angin atau suara sepeda dua tak gitu ya. Tinggal di audio Eraser aja, beres. Misal ada video yang pengen cinematick, kita tinggal buka galeri aja, tahan layar dan video akan diproses secara instan sama AI untuk menghasilkan video slowo walaupun video tersebut enggak direkam di mode slowmo. Dari sisi kamera, yang paling dapat upgrade sih jelas selfie kameranya ya. Kalau dulu itu 10 megapel, sekarang 12 megapel ya. Sekitar 20% peningkatannya lah. Yang hasil fotonya terlihat lebih detail. Warnanya juga lebih akurat, tekstur lebih halus, terutama di kondisi pencahayaan yang sulit. Dan ini hasil-hasil sampelnya yang menurut saya sih lebih oke sih memang ya. Tapi menurut kalian gimana? Coba tulis di kolom komentar. Kalau untuk kamera belakang secara hardware di atas kertas memang gak ada peningkatan ya dibandingkan S24 Fe. Secara hardware spesifikasi benar-benar sama tapi di S25 FE ini pemrosesannya yang berbeda. Jadi ada dua fitur yang dikasih sama Samsung. Yang pertama ada prov visual engine dan juga night to graphic yang mampu meningkatkan kualitas gambar secara real time dari sisi akurasi warna dan ketajaman serta kontras. Dan hasilnya kalau kita lihat sampel-sampel ini noise di lul LED Light emang lebih bersih dan lebih sedikit. Flaring juga berkurang dan S25 FE mampu menangkap shadow atau area yang lebih baik. Dan S25 FE sekarang kayak lebih menangkap shadow atau area yang lebih baik lah tanpa harus menaikkan exposure secara berlebihan. Tapi kalau untuk ta sih ya kayak mirip-mirip aja ya sama versi sebelumnya. Oke, jadi ini adalah kualitas kamera depan dari Samsung Galaxy S25i di 4K 60 fps. Kira-kira seperti ini. Skin tone saya suka sih ya. Coba lihat detailnya enggak terlalu yang pixelated. Terus bopeng-bopengnya juga kelihatan yang artinya berarti detail, tajam. Dan kalau kita ngomongin dynamic range, kita coba seperti biasa kita coba back kayak gini. Uh, jadi tembok dan juga langit itu enggak jadi satu gitu. Biasanya kan jadi satu dan dinamiknya jadi sempit. Ya, kalau ini coba kalian lihat hijau daunnya itu juga detailnya cakep, shadow-nya cakep, bagian area gelap dan terangnya cakep. Untuk kamera depan sih cakep ya. Terus kalau misalnya kita gunain untuk jalan juga smooth. Dan kalau misalnya kita gunain untuk fast movement kayak gini karena 4K 60 fps tuh lihat enggak ada yang namanya starter ya. Mulus, aman aja. Sekarang kita coba perpindahan dari gelap keterangnya. Ini sambil saya jalan pegang tangan satu aja. Coba lihat tembok di belakang mulus kan ya. Nah, kalau misalkan perpindahan dari daylight ke low light, kita coba masuk ke ruang editor yang remang-remang seperti ini. Masih oke juga. Cakep sih. Oke, sekarang kita coba. Kalau misalkan pakai kamera belakang ya. Sebenarnya bisa di-flip langsung pakai kamera depan. Ini bisa di-flip langsung pakai kamera belakang. Plus kita juga bisa taking picture nih. Tuh ada tombolnya untuk selfie. Buat video kamera belakang 4K 60 fps. Dynamic R-nya malah lebih detail ya. Tadi kan awan-awannya enggak begitu kelihatan kalau pakai kamera depan. Ini tekstur-tekstur awannya jadi lebih kelihatan. Terus shadow dan kontras antara tumbuhannya itu pohonnya itu juga kelihatan. Dan kalau kita gunain untuk kayak gini, ini fast movement masih smooth tuh. Enggak ada patah-patahnya sama sekali. Terus kalau misalkan penning kiri kanan aman juga. Coba sekarang kita coba lihat detailnya ya. Kita zoom di tomat ini. Uh, cakep ya. Coba lihat tekstur-tekstur daunnya juga kelihatan. Tapi ini pakai main kameranya. Kalau misalkan kita pakai dua kali set. Uh, masih bisa sedekat ini dan fokus ya. Kalau misalkan terlalu dekat ah enggak fokus seginilah kira-kira ya. baru dia mau fokus kira-kira sekitar 10 cent kalau misalkan pakai main kamera kita zoom sama juga sekitar 10 cent tapi untuk warnanya detailnya bokehnya saya suka terus kita zoom out rotary shot pun juga masih aman untuk autofokus kita coba autofokusnya cepat juga tuh ya perpindahannya juga smoot enggak yang langsung tap gitu kalau kita coba autofokusnya dari sini pindah ke area yang lebih gelap Wih, oke juga kok. Wih, mantap. Nah, kalau ini pakai lensa ultrawide-nya. Cuman lensa ultrawide-nya ini enggak bisa 4K 60 fps ya. Jadi, bisanya 4K 30 fps. Agak sedikit patah-patah. Kalau kalian lihat tuh, ultrawide-nya beda banget dengan 60 fps-nya tadi. Cuman karena pakai lensa 4K 30 fps. Jadi kalau misalnya mau kita zoom ini satu kali, dua kali, tiga kali, 10 kali. Uh, detailnya masih cakep ya di rooster tuh 12 kali. Wah, 12 kali udah mulai agak terlihat noise. Cuman kalau mau pengen pindah-pindah lensa antara ultrawide, main kamera dan pindahnya pun juga oke ya. Kayak yang langsung tap gitu, masih ada transisi smooth-nya. Nah, itu pakainya 4K 30 fps karena di 60 fps dia enggak mau pindah. Nah, kalau di sini sih enggak patah-patah ya. Semoga nanti pas dipindah di PC enggak patah-patah. Dan kalau untuk autofokus coba ya ultrawide-nya ini bisa sedekat apa? Apakah dia ada makronya? Hmm, enggak ada ya. Tapi kalau secara warna sih saya suka masih sama dengan main kameranya tadi. Cuman agak patah-patah aja sih. Nah, ini kalau misalnya digunain untuk jalan kira-kira ultraw-nya seperti ini. Rotary shot setah dari sisi layar ya. Layarnya Samsung itu saya enggak ada komplin ya karena yang bikin panel itu kebanyakan juga Samsung dan masih pakai panel yang menurut saya juga masih salah satu terbaik di industri. 6,7 inch dynamic AMOLED dengan resolusi full HD plus. Reference rate-nya 120 Hz. Tapi kalau kita perhatikan dengan seksama, beasel di S25 FI sekarang lebih tipis dibandingkan sebelumnya. Kalau untuk color gamutnya, pas kita tes pakai Kalman sRGB-nya sudah nyentuh di atas 100% dengan 116,8%, adop RGB di 90,5%, P3 90,3%, NTSC di 84,7% dan brightness-nya dapat di 485 nitch yang artinya kalau kalian pakai odor ya aman-aman aja lah dengan tipical brightness gitu. Warnanya juga cukup akurat. Jadi warna ijaunya itu muncul hijau, enggak jadi kuning. Amanlah kalau soal warna. Buat software dia pakai Android 16 dengan One UI yang baru, One UI 8. Dan untuk software update-nya kita dapat 7 tahun pas banget sama cicilan rumah saya. 7 tahun lagi itu rumah saya lunas. Jadi ketika dia udah enggak dapat support, yah saya juga enggak di-support sama bank untuk KPR. Lama banget ya 7 tahun. Di One UI 8 tampilannya ada sedikit perubahan ya, terutama di aplikasi bawahnya Samsung. Terus split screen-nya sekarang menurut saya lebih baik, lebih fleksibel. Jadi lebih enak aja buat multitasking. Samsung Dex di FE Edition juga tetap ada. Ini fitur yang kepakai banget. Kalau misalkan saya lagi liputan, malas bawa laptop, tinggal saya koneekin aja pakai kabel ke monitor hotel. Dari sisi konektivitas ada yang dipangkas ya. Kalau seri tertingginya flexib-nya itu dia pakai WiFi 7. Sementara FE di sini nih pakai WiFi 6ei yang sebenarnya juga kalau buat saya enggak ada masalah karena router wifi saya aja WiFi6 tapi provider saya enggak support Wi6 jadi ya tetap pakai WiFi 5 karena kebanyakan provider di Indo memang belum support WiFi 6 ya jadi amanlah. Terus sama ada UWB juga atau ultra wide bandnya enggak ada di seri FE Edition ini. Tapi lagi-lagi ultra wide band di Indonesia juga enggak kepakai. Okelah. Jadi mungkin cukup segitu aja video review dari Samsung Galaxy S25 F yang harganya itu di Rp9 jutaan, 999. Pertanyaannya apakah worth it? Worth it kalau kalian punya S21 FE, S22 atau S23 FE ya. Karena peningkatannya bakal lebih terasa terutama di performa. Terus buat yang suka ngonten S25 FE ini juga worth it karena dengan harga R jutaan kalian udah dapat spek flagship, fitur generative edit-nya juga nyaman yang setara sama seri S flagship ya. Plus kamera selfie-nya lebih powerful untuk kebutuhan konten sehari-hari. Terus kalau kalian punya S24 FI apakah wajib upgrade? Tergantung ya. Kalau prioritasnya pengin HP Samsung yang lebih tipis, charging-nya 45 watt lebih kencang, dengan selfie kamera yang lebih better, ya bisa dijadiin pertimbangan. Atau kalau kalian suka dengan S24 F sebelumnya, tapi kalian mungkin gemes dengan isu thmalnya, nah di S25 FE ini dengan vaper chamber-nya yang lebih gede juga bisa jadi pertimbangan buat upgrade. Overall si Samsung Galaxy S25 FI ini adalah usaha Samsung untuk nanggepin langsung kritikan konsumen dari seri FE sebelumnya. Jadi dia ngerjain PR-nya dari sisi desain sekarang jauh lebih tipis dan lebih ringan, chargingnya lebih kencang, dan fitur next gen-nya diintegrasi Galaxy AI terutama dengan Gemininya. Saya budi and see you on the next video.
Video Lainnya
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Memulai bisnis laundry sering kali terlihat sebagai ladang uang yang mudah dan menjanjikan, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara sebaliknya. Berangkat...
Pasar perangkat audio nirkabel premium bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini Soundcore Liberty 5 Pro Series. Di tengah dominasi merek-merek mapan...
Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Memilih ponsel kelas menengah terbaru sering kali berujung pada dilema antara performa gaming yang buas atau kenyamanan ekosistem perangkat yang matang. Samsung...
Sistem operasi robot hijau kembali membawa lompatan besar lewat kehadiran Android 17 yang kali ini tidak sekadar bersolek di sektor visual. Google tampak sangat...
Langkah berani Samsung dalam merombak lini audio nirkabelnya lewat Galaxy Buds 4 Pro berhasil mencetak standar baru yang belum pernah dicapai generasi sebelumnya....
Bagi kaum mendang-mending yang enggan melirik jenama asal Tiongkok, bursa ponsel pintar sering kali terasa sempit dan penuh kompromi. Namun, episode terbaru Kotek...

















