HAPE INI SULIT DILAWAN | POCO X8 Pro Max setelah 7 hari (YouTube Video)
POCO itu selalu tentang performa dan value for money. Tahun ini POCO udah naik levelnya kayak POCO X8 Pro Max ini ya. Terlihat kayak HP yang normal-normal aja, enggak ada yang bakal nyangka kalau ini HP baterainya 8.500 mAh. Bismillah, alhamdulillah kita ketemu lagi bareng gua Romi. Kalau kita beli HP ini, kita masih bakal dapat casing ya kayak gini abu-abu tua. Okelah daripada yang clear transparan karena yang itu bakal cepat menguning. Terus juga kita dapat kepala charger 100 watt dengan kabel USB A to USB C. Nah, untuk desainnya dia simpel ya pilihan warnanya juga kalem. Yang gua pegang ini warnanya biru matte, kalem banget kan ya. Terus ada dua warna lagi, ada putih dan hitam. Nah, untuk modul kameranya juga terlihat sederhana disatuin dengan kamera bump yang bentuknya pil dan punya warna silver. Materialnya dia pakai glass fiber, ini adalah campuran kaca dengan polimer ya. Pas dipegang sih feel-nya ya kayak megang kaca. Nah, untuk frame-nya dia modelnya flat datar pakai aluminium. Di sebelah kiri ada satu garis antena, di kanan ada tombol power dan volume dengan tiga garis antena. Terus di atas ada satu mikrofon, ada grill speaker dengan dua garis antena dan di bawah ada grill speaker, ada port charging type C, satu mikrofon, ada dual SIM tray dan dua garis antena. Sesuai namanya Pro Max ini adalah HP yang gede ya panjang 16,2 cm, lebar 7,7 cm dengan ketebalan 8,2 mm. Nah, untuk dipegang satu tangan sih sebenarnya ini masih aman aja tapi ya better dua tangan. Nah, bodinya dia agak licin jadi gua lebih recommend untuk selalu pakaiin case minimal case bawaannya lah. Untuk ketahanan airnya juga udah lengkap banget ya, dia udah support IP 66, 68, 69 dan 69K. Oke, kita beralih ke depan. Di sini ada layar gede juga ya, AMOLED M10 6,83 inci dengan resolusinya 1 1/2K. 120 Hz. Eh, kontras rasionya 8 juta banding 1, peak brightness-nya 3.500 nits. Punya color depth 12 bit dengan 68 juta warna. Udah support HDR 10 plus dan juga Dolby Vision. Sertifikasinya ada TUV low blue light eh, dan juga flicker free. Pelindungnya dia pakai Gorilla Glass 7 i. Nah, yang pertama gua notice dari layarnya adalah bezel-nya ini tipis dan presisi banget. Untuk kamera punch hole-nya juga terasa kecil ya, ini bikin HP ini sedap dipandang. Di sini juga ada ultrasonic fingerprint under display yang akurat, responsif, dan punya speed unlock yang relatif cepat. Nah, untuk layarnya juga punya detail yang tajam ya kualitasnya, warnanya juga vibran, kontrasnya dapat banget. Eh, layering-nya, warnanya itu rich banget. Di YouTube dia support HDR dan di Netflix sama, support HDR 10, HDR 10 plus, sama Dolby Vision. Pokoknya lengkap. Untuk speaker-nya sudah stereo pastinya. Suaranya sih ini termasuk lantang ya dan dia ada fitur boost volume 400%. Di volume mentok itu suaranya masih bulat, enggak pecah. Untuk kualitasnya menurut gua ini masih cukup aja, masih bisa dibilang ya khas HP mid range lah. Lanjut untuk chipset-nya dia pakai Dimensity 9500S, terus GPU-nya pakai Immortalis G925 MC11 dan NPU-nya 890. RAM-nya dia pakai 12 GB LPDDR5X 9.600 Mbps. Storage-nya ada dua pilihan, 256 dan 512. Udah UFS 4.1. Konektivitas udah Wi-Fi 7, Bluetooth-nya versi 6, dan sudah support e-sim. Nah, untuk cooling system-nya dia pakai liquid cool technology 3D dual layer ice loop yang size-nya 5.800 mm persegi. Gua tes di AnTuTu Benchmark, HP ini bisa dapetin overall score akhirnya nyentuh 3 jutaan ya dengan CPU score-nya 90.000-an, GPU score-nya di 104.000-an. Kemudian di 3DMark Wild Life Stress Test, untuk angka stability-nya ini ternyata B aja ya di 52% an dengan base loop score-nya ada di 20.000-an dan lowest-nya 10.000-an. Untuk baterainya berkurang sebanyak 7% selama pengujian dengan suhu naik sebanyak 18° C. Ini lumayan banget. Di Geekbench 6, score-nya untuk single core 2.706, untuk multi core-nya 8.520 poin. Gua juga running GPU Benchmark dengan API OpenCL dapat 21.522 poin dan untuk API Vulkan dapat 21.067 poin. Ini mantul sih. Kemudian gua juga langsung tes ya pakai game yang lumayan Honkai Star Rail. Dia aman banget di setting-an very high 60 FPS asalkan mode ultimate-nya nyala dengan warm boost on ya. Ya, cuma memang agak anget aja kalau udah dipakai agak lamaan. BTW dia ada dua pilihan fitur, ada super resolution untuk bikin detail dan dynamic range-nya jadi lebih tajam dan juga ada smart frame rate yang nge-boost frame rate-nya itu up to 120 FPS. Surprisingly, untuk main game yang lumayan berat Genshin Impact di setting-an very high 60 FPS juga lancar banget ya, smooth ya. Cuma memang lumayan panas kalau kita mainin lebih dari 30 menit. Di sini juga ada dua pilihan fitur, ada super resolution dan juga smart frame rate sama kayak sebelumnya. Nah, yang paling goks dari HP ini tentunya adalah baterainya sih ya. Ini outstanding banget. Pakai teknologi silikon karbon, kapasitasnya 8.500 mAh kayak baterai tablet. Gua kadang baru nge-charge di hari ketiga, itu pun kebanyakan udah mau masuk hari keempat. Speed charging-nya ada di 100 watt yang bener-bener kenceng banget dan dia bisa reverse charging juga up to 27 watt, gokil. Kemudian untuk sistem operasinya dia pakai Hyper OS 3.0.2 dengan basisnya Android 16 dan saat video ini dibuat security patch-nya di bulan Februari 2026. Hyper OS Gen 3 ini memang aku akuin udah smooth banget ya, animasinya juga enak dilihat, terasa fluid pas kita scroll-scroll. Dan seperti biasa dia lumayan ngasih banyak kustomisasinya, tapi mungkin yang terasa agak jadul tuh kayak kalau kita mau cari tema ataupun font baru kita harus masuk ke aplikasi temanya. Jadi ini agak ribet aja sih menurut gua. BTW gua suka nih sama style untuk lock screen-nya, dia tuh estetik dan nyediain banyak kustomisasi juga. Untuk bloatware-nya sendiri ini enggak terlalu banyak, bisa kita langsung uninstall aja. Notifikasi aplikasi bawaan Xiaomi juga udah enggak yang seheboh yang sebelum-sebelumnya dan gua selalu matiin opsi personalize ads. Jadi pas buka aplikasi bawaannya ini lebih jarang ketemu ada iklan. Nah, untuk dipakai sehari-hari kayak buat chatting atau medsosan, multitasking, ini berasa smooth banget, kencang banget karena memang pakai chipset-nya kelas atas ya. Jadi experience-nya HP flagship banget lah. Buat software katanya bakal dapat 4 tahun upgrade Android ya versinya dan 6 tahun untuk security patch-nya. Jadi POCO X8 Pro Max ini aman dari segi software buat pemakaian yang lumayan panjang. Untuk AI-nya nah untuk Gemini-nya ini lengkap, circle to search juga aman udah embed build in. Fitur AI bawaannya juga cukup lengkap kayak AI writing yang bisa benerin tulisan kita, ini harus di aplikasi notes bawaannya ya. Sisanya bisa teman-teman lihat sendiri di sini. Kemudian untuk AI di galerinya juga cukup lengkap ya, ada AI beautify yang bisa bantu editin foto kita secara otomatis. Kemudian di menu create ada AI expand, AI erase, AI sky buat ganti langit. Ada AI dan AI cut out. Nah, ketika dipakai hasilnya itu termasuk rapi ya dan prosesnya juga cepat. Nah, ngomong-ngomong untuk haptic feedback-nya ini terasa cukup smooth, enak buat eh feedback pas kita ngetik ya, tapi memang kualitasnya masih ada di bawah HP-HP flagship. Kemudian untuk NFC, pastinya ada dan dia juga bisa dijadiin remote, tapi jujur gua belum nemu ya di mana posisi infrared blaster-nya. Nah, untuk kameranya dia pakai sistem dual kamera, main lens 50 megapixel F 1.5 dengan sensor light fusion 600 OIS dan ada kamera ultra wide 8 megapixel F 2.2. Untuk kamera depannya ada 20 megapixel. Kamera utamanya ini terlihat menghasilkan gambar yang tajam, dynamic range-nya juga terasa luas dan untuk warnanya juga berasa pas ya, tapi waktu eh kita zoom terlihat kalau detailnya itu biasa aja dan eh agak-agak over sharpening ya, tapi ya menurut gua overall ini udah cukup sih untuk sebuah kamera HP mid range dan expert yang smart portrait-nya juga ini enak ya, smooth. Kemudian untuk low light, eh detailnya dia masih lumayan terjaga, noise reduction-nya juga masih kelihatan tapi enggak terlalu lembay, warna yang dihasilkan termasuk baik. Untuk videonya dia mentok di 4K 60, detailnya sih oke banget tapi memang agak jitter dan kedap-kedip dangdut kalau kita bawa jalan, apalagi jalan cepat. Jadi better eh enakan untuk ambil video yang still aja yang enggak banyak gerak. Nah, ini untuk kamera primary-nya ya, main kamera di 4K 60 dia bisa. Nah, kalau dari viewfinder sekarang sih sebenarnya cukup stabil, cuma memang dia pergerakannya itu kayak agak kasar, ada sedikit kasar gitu, enggak terlalu smooth. Wah, habis panas langsung mendung. Entar ya, kita lihat dulu ke luar. Ini gua jalan agak cepat. Kemudian untuk kamera ultra wide-nya, ya memang pastinya agak jomplang, detailnya juga kurang dan sharpening-nya mentok banget. Enaknya ini buat dipakai di outdoor saja. Oke, ini gua lagi siang-siang panas-panas lagi hunting makanan di pasar yang semi tradisional sekaligus buat ngetes nih kamera depan dari Poco X8 Pro Max ini resolusi mentok di full HD 60 FPS. Gitu ya, teman-teman bisa lihat kayak gini. Bentar ya. Gua coba jalan cepat. Kayak gitu. Bagus apa enggak? Komen ya di bawah. Nah, kesimpulannya untuk performa dan baterai ini memang tidak bisa dipungkiri adalah jualan utama dari Poco X8 Pro Max ini. Performa untuk daily use ataupun main game sudah kayak menyerupai pakai HP flagship ya. Apalagi baterainya ini susah dihabisin. Jadi, kita enggak perlu lagi bawa casan ataupun power bank ke mana-mana. Ya, kita tahulah ya kalau Poco ini bukan HP yang kameranya bagus, bukan kamera main detail, tapi kameranya ya menurut gua sudah cukup baik untuk kelasannya. Kalau teman-teman fokus ke kamera, mungkin bisa beli saudaranya kayak Xiaomi Mi 15T. Ya, intinya overall gua puas pakai HP ini kalau buat eh ngincer performa, buat gaming, dan yang paling penting ini harganya ya. Ini juga sangat-sangat menarik.
Video Lainnya
Pasar smartphone midrange di pertengahan tahun 2026 ini sedang menghadapi badai kenaikan harga yang kian tidak masuk akal, memaksa konsumen untuk ekstra jeli dalam...
POCO X8 Pro Max mendadak jadi perbincangan hangat di pasar gadget setelah dua bulan perilisannya karena fenomena harga yang justru merangkak naik, sebuah anomali...
Membawa ponsel berspesifikasi garang ke dunia nyata selalu memicu rasa penasaran, terutama saat menguji baterai monster 8500 mAh milik POCO X8 Pro Max dalam...
POCO X8 Pro Max hadir menggebrak pasar dengan kapasitas baterai monster 8500 mAh dan performa paling kencang di kelasnya, namun di balik spesifikasi di atas kertas...
Fenomena HP "ghoib" kembali memicu rasa penasaran lewat POCO X8 Pro Max, sebuah perangkat yang langsung memikat perhatian berkat spesifikasinya yang di atas kertas...
Keriuhan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah lini terbaru POCO yang dibanderol di angka enam jutaan memicu perdebatan sengit akibat isu suhu ekstrem yang...
Persaingan ponsel di kelas harga 7 hingga 8 juta rupiah kini memasuki babak baru yang semakin membingungkan sekaligus menarik bagi konsumen. Pertarungan sengit...
Klaim baterai badak berkapasitas 8500mAh pada POCO X8 Pro Max jelas memicu skeptisisme di tengah tren ponsel modern yang sering kali mengorbankan efisiensi demi...
POCO kembali mengguncang pasar smartphone tanah air lewat gebrakan terbarunya yang menembus batas ekspektasi kelas menengah. Di saat harga komponen global sedang...
POCO kembali mengacak-acak pasar kelas menengah dengan meluncurkan POCO X8 Pro yang membawa spesifikasi ekstrem di harga empat jutaan kecil. Lewat performa chipset...
Kehadiran POCO X8 Pro Edisi Spesial Iron Man Avengers ini siap menggegerkan pasar smartphone kelas menengah dengan perpaduan performa impresif dan desain yang...
Langkah POCO yang kembali menggebrak pasar melalui POCO X8 Pro Global Version ini sukses memicu perdebatan hangat di kalangan pencinta gadget. Berbekal paket...
Pasar smartphone kelas menengah bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini yang digadang-gadang sebagai calon POCO X8 Pro Max. Menariknya, perangkat...
Menanti suksesor salah satu lini ponsel paling fenomenal di kelas menengah selalu membawa ekspektasi tinggi sekaligus tanda tanya besar. Kali ini, sorotan tertuju...

















