POCO X8 Pro Max vs Samsung A57 Indonesia (YouTube Video)
Ketika punya duit 6 atau 7 juta, pengen beli HP baru, keluaran yang paling baru juga, enaknya beli HP apa ya? Bismillah, alhamdulillah kita ketemu lagi bareng gua Romi. Nah, dua HP budget 6 sampai 7 jutaan resmi yang paling hangat saat ini adalah nih POCO X8 Pro Max dan Samsung A57. Disclaimer, kedua HP ini punya target market yang berbeda. A57 lebih general ya, cowok-cewek masuk, bukan buat mendang-mending. Kalau X8 Pro Max, ini jelas buat mendang-mending garis keras, mentingin performa di atas segalanya. Kalau user cewek ini belum tentu familiar dengan brand POCO, tapi enggak apa-apa, tetap akan kita adu aja karena price point-nya mirip. Sejujurnya, kalau ngelihat bentukannya, kedua HP ini tuh cenderung kalem dan cocok buat unisex cowok-cewek. X8 Pro Max, ini malah enggak kelihatan kayak HP performance ya, karena dia terlalu kalem, apalagi yang warna biru kayak gini. Untuk dimensi kayak panjang dan juga lebarnya ini beda tipis ya, 1 cm gedean sih X8 Pro Max, tapi kalau pengen yang tipis, ini A57 juara ya, cuma 6,9 mm, asli tipis dan dia enteng juga, 179 gram. Sebaliknya, X8 Pro Max, dia tebalnya 8,2 mm, bobotnya lebih padat, 218 gram. Kenapa bisa beda jauh? Karena baterainya ya ini lebih gede ya, tapi nanti kita bahas belakangan. Feel kesolidannya sama-sama dapat ya, sama-sama solid, frame-nya udah aluminium semua, back door-nya kaca, urusan adu tangguh, di atas kertas sih X8 Pro Max ini menang secara dia udah IP69K, walaupun A57 juga ini not bad ya, karena tahun ini udah naik dari sebelumnya IP67 ke IP68. FYI, seperti biasa ya, kalau kita beli POCO udah dapat anti gores sama case bawaannya. Charger juga sudah termasuk. Sementara kalau Samsung ini cuma dapat kabel saja. Jadi perlu beli anti gores dan case lagi. Dengan price point 6 sampai 7 jutaan ya, Poco menawarkan kapasitas dia lebih gede. Gua cek di Tokped budget 6,7 jutaan dapat eh X8 Pro Max yang 12 256. Eh 7,5 juta dapat yang 12 512. Kalau Samsung di 6,5 juta dapat 8 128, kalau 7 juta dapat 8 256 dan 7,5 juta dapat 12 256 giga. Dari sini saja sudah kelihatan kan ya mana yang lebih menggoda terutama buat kaum mendang-mending. Nah, untuk chipset juga sama ya X8 Pro Max dia dapat Dimensity 9500S 3 nanometer 3,7 GHz. Ini chipset kelas atas. Kalau A57 dapatnya Exynos 1680 4 nanometer 2,9 GHz. Ini chipset mid range lah. Nah, makanya enggak heran ya kalau kita coba compare pakai benchmark sintetis perbandingan angkanya ya cukup mencolok. Di AnTuTu 11 misalnya ya overall score-nya itu selisih 1,2 juta dengan eh CPU score X8 Pro Max dia unggul 300.000 poin dan GPU score-nya unggul 400.000-an poin. Ini lumayan jauh. Di Geekbench 6 juga sama mau itu single core ataupun multi core poinnya sama-sama unggul X8 Pro Max cukup jauh. Kemudian buat main game dengan grafis yang high demanding frame rate-nya juga lebih tinggi X8 Pro Max. Ini bisa kita lihat dari score eh di 3D Mark ya. Kecuali angka kestabilan A57 ini jauh lebih baik karena memang chipset high performance. Itu kan pasti lebih panas ya di Poco. Makanya enggak sestabil chipset mid range yang ada di A57. Jadi sangat clear buat yang doyan banget main game jelas X8 Pro Max ini sangat menggoda. Sebaliknya buat user biasa yang kebanyakan ya paling cuma pakai HP buat medsosan ataupun buat nonton multimedia ya akan ngerasa cukup-cukup saja dengan A57. Jadi enggak perlu chipset yang setinggi di X8 Pro Max. Tapi ada satu hal yang bikin Poco X8 Pro Max ini enggak masuk akal yaitu baterainya 8.500 mAh 100 watt ini nyaris kayak baterai tablet. 3.500 mAh lebih tinggi dari A57 yang cuma 5.000 mAh 45 watt. Nah, gua iseng ngetes saja ya buat streaming YouTube pakai Wi-Fi selama 2 jam baterai X8 Pro Max ini cuma kurang 2% sementara A57 itu berkurang 4 sampai 5% tapi kalau buat game berat ya main sejam X8 Pro Max habis 24% sementara A57 cuma berkurang 21%. Kenapa? Ini karena chipset X8 Pro Max kan lebih kencang jadi dia lebih nguras baterai untuk dapatin frame rate yang lebih tinggi. BTW kenyamanan main game ataupun multimedia itu kan tergantung juga sama layar dan speaker ya. Nah, dimensi layar X8 Pro Max dia lebih gede 1 inci. Bezel-nya lebih tipis dan sedikit lebih simetris. FYI A57 ini sebenarnya juga tipis simetris ya bezel-nya. Sama-sama enak dilihat lah tapi kalau memang mau diadu tipisan mana ya memang masih tipisan si X8 Pro Max. Nyetel konten HDR di YouTube ya gua pakai brightness 50% terangnya sama. Kalau lihat secara langsung dynamic range keduanya ini sama-sama mantap juga. Bedanya layar A57 dia ngasih kontras yang lebih pekat dan warna lebih vibran serta dramatis. Ini cocok buat yang suka layar gonjreng. Sebaliknya layar X8 Pro Max dia lebih balance ya skin tone-nya juga terlihat lebih natural. Nah, begitu brightness-nya dipentokin ke 100% kecerahan layar X8 Pro Max ini dia lebih tinggi. Dan untuk speaker nah ini di volume maksimal sama-sama aman enggak ada yang berasa pecah. X8 Pro Max dia lebih lantang karena ada fitur boost 400% jadi suaranya lebih keluar lebih menyebar juga. Tapi kalau bicara kualitas ya kuping gua sih ngedengarnya keduanya ini sama-sama bisa ngasih level yang on par alias sekelas. Ah Sekarang kita masuk ke kamera, ya. Setup-nya mirip main kamera 50 MP OIS, sama-sama tidak punya lensa tele dan ada ultra wide-nya kalau Poco 8 MP nih, Samsung 12 MP. Di sini gua mau ngetesnya fokus di main kameranya aja ya dengan setting serba auto semua. Langsung aja untuk motret outdoor dengan cahaya yang berlimpah, yang bolong maksudnya. Dynamic range lebih terang di X8 Pro Max, shadow-nya lebih ngangkat juga. Kemudian untuk detail, ini sama-sama oke. Kalau dipakai buat motret objek dengan warna-warna cerah, mostly jepretan X8 Pro Max dia lebih vibrant tapi enggak yang lebay over saturated. Kalau motret jaraknya lumayan dekat, area fokus A57 dia masih lebih lebar, jadi pinggiran foto enggak se ngeblur yang dihasilkan di X8 Pro Max. Kemudian motret muka orang, skin tone-nya sama-sama cakep tapi kalau gua pribadi ya lebih cocok sama A57 yang enggak terlalu terang. Dan kalau kita zoom fotonya, ternyata processing-nya si Samsung ini dia lebih natural, enggak soft ngilangin detail. Sebaliknya, ketika kita motret muka orang tapi pakai mode portrait dan kita zoom hasilnya, nah processing-nya malah kebalik, gantian lebih bagus di X8 Pro Max lebih natural. Nah, terus untuk motret zoom karena ini kan sama-sama enggak ada lensa tele, jadi ya gua cuma coba di 4 kali aja lah ya karena di atas itu udah kurang sih hasilnya. Kalau scene-nya ini lumayan kompleks, processing-nya itu lebih bagus di A57 enggak terlalu berasa lah ya AI-nya. Kalau di X8 Pro Max itu kayak berasa banget ditajemin banget-banget lah. Tapi kalau scene-nya enggak kompleks, sederhana. Nah, X8 Pro Max ini jadi lebih cakep ya, lebih rapi dan lebih enak dilihat hasilnya. Oke, ini contoh perekaman kamera belakang main kamera ya, sama-sama Poco dan eh Samsung. Oke, ini gua jalan santai. Eh BTW si Samsung ini dia bisa merekam sampai dengan 4K 30, sementara kalau si eh Poco dia bisa 4K 60, tapi gua menyesuaikan di 4K 30 aja ya biar sama. Oke, ini teman-teman bisa lihat tuh. Langitnya, shadow-nya, kestabilannya. Oke. Cuma enaknya kalau di Samsung kita bisa ganti-ganti lensa ya ke 0,6. Terus bisa satu kali, gitu. Jadi bisa pindah lensa kalau di Poco ini tidak bisa. Ini contohnya ya. Tuh. Terakhir buat penutup gua bahas OS sedikit lah. One UI 8.5 lawan HyperOS 3. Secara visual kalau gua pribadi sih ya masih tetap lebih enak ngelihat One UI ya, bloatware bawaannya juga lebih dikit, notif aplikasi bawaannya juga enggak banyak, enggak ngeganggu kayak yang ada di HyperOS. Terus jaminan update software juga dia lebih lama. Samsung janjiin dapat 6 kali, kalau Xiaomi cuma 4 kali. Kemudian kalau untuk AI sih ya sebenarnya enggak beda jauh lah, sama-sama ngasih banyak fitur, terutama fitur di editor galeri foto bawaan ya. Samsung ada object eraser, ada best face, ada auto trim, sama edit suggestion. Kalau di Poco ada object eraser, ada AI expand, bisa bikin bisa ubah awan, bisa ngasih efek beauty, pertajam resolusi foto, kayak gitu ya. Intinya sama-sama oke, tapi yang jelas, at the end, untuk final verdict-nya, walaupun harganya ini setara, kedua HP ini ternyata memang ya tetap punya segmen pasar yang berbeda. X8 Pro Max, dia udah pasti no debat jadi pilihan cowok-cowok yang kebutuhan utamanya main game. Cewek juga bisa sih. Sementara kalau A57, dia lebih ke unisex ya, cowok-cewek yang sekedar pengen HP yang nyaman aja buat aktivitas harian, yang penting enggak nge-lag dipakainya dan UI-nya bikin betah, bisa pilih yang ini. Tapi gimana pun juga ya intinya kita tetap perlu appreciate ya buat Poco yang berani ngasih spek ngepol di harga 6 sampai 7 jutaan, apalagi baterainya ini enggak kira-kira dan improvement kameranya juga makin berasa dibanding seri-seri yang sebelumnya. Nah, kalau teman-teman semua pilih yang mana? Apakah kalian tim Poco atau tim Samsung? Coba komen di bawah.
Video Lainnya
Pasar smartphone midrange di pertengahan tahun 2026 ini sedang menghadapi badai kenaikan harga yang kian tidak masuk akal, memaksa konsumen untuk ekstra jeli dalam...
POCO X8 Pro Max mendadak jadi perbincangan hangat di pasar gadget setelah dua bulan perilisannya karena fenomena harga yang justru merangkak naik, sebuah anomali...
Membawa ponsel berspesifikasi garang ke dunia nyata selalu memicu rasa penasaran, terutama saat menguji baterai monster 8500 mAh milik POCO X8 Pro Max dalam...
POCO X8 Pro Max hadir menggebrak pasar dengan kapasitas baterai monster 8500 mAh dan performa paling kencang di kelasnya, namun di balik spesifikasi di atas kertas...
Fenomena HP "ghoib" kembali memicu rasa penasaran lewat POCO X8 Pro Max, sebuah perangkat yang langsung memikat perhatian berkat spesifikasinya yang di atas kertas...
Keriuhan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah lini terbaru POCO yang dibanderol di angka enam jutaan memicu perdebatan sengit akibat isu suhu ekstrem yang...
Persaingan ponsel di kelas harga 7 hingga 8 juta rupiah kini memasuki babak baru yang semakin membingungkan sekaligus menarik bagi konsumen. Pertarungan sengit...
Klaim baterai badak berkapasitas 8500mAh pada POCO X8 Pro Max jelas memicu skeptisisme di tengah tren ponsel modern yang sering kali mengorbankan efisiensi demi...
POCO kembali mengguncang pasar smartphone tanah air lewat gebrakan terbarunya yang menembus batas ekspektasi kelas menengah. Di saat harga komponen global sedang...
POCO kembali mengacak-acak pasar kelas menengah dengan meluncurkan POCO X8 Pro yang membawa spesifikasi ekstrem di harga empat jutaan kecil. Lewat performa chipset...
Kehadiran POCO X8 Pro Edisi Spesial Iron Man Avengers ini siap menggegerkan pasar smartphone kelas menengah dengan perpaduan performa impresif dan desain yang...
Langkah POCO yang kembali menggebrak pasar melalui POCO X8 Pro Global Version ini sukses memicu perdebatan hangat di kalangan pencinta gadget. Berbekal paket...
Pasar smartphone kelas menengah bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini yang digadang-gadang sebagai calon POCO X8 Pro Max. Menariknya, perangkat...
Menanti suksesor salah satu lini ponsel paling fenomenal di kelas menengah selalu membawa ekspektasi tinggi sekaligus tanda tanya besar. Kali ini, sorotan tertuju...

















