Jungkat

Harga HP Lagi Naik Gila-Gilaan, Masih Worth It Beli Sekarang? (YouTube Video)

  • 07/07/2026

Apa yang sebenarnya terjadi dengan smartphone di Indonesia? Kenapa kayak tiba-tiba itu brand janjian naikin semua harganya dan naiknya itu gila-gilaan. Ada yang naiknya 15%, ada yang 20%. Bahkan King Phoenix yang dapat julukan King karena harganya affordable itu naik sampai 40% di seri Infinix GT series. Bang, udahlah ini pasti udah gara-gara pemerintah nih karena rupiah melemah nih. Hmm. Sebenarnya iya, itu salah satunya. Tapi enggak sesimpel itu sih. Di video kali ini kita akan bahas kenapa banyak brand naikin harga HP-nya dan buy data ya, bukan by opini. Dan sebagai brand, gimana saran kita untuk brand dan sebagai customer gimana kita sebaiknya untuk menyikapinya? Banyak yang nyalain rupiah, yaitu enggak sepenuhnya benar, tapi enggak sepenuhnya juga salah. Karena memang kalau rupiah melemah jangankan gadget ya, kayak saya aja punya usaha FnB ya, kayak minyak goreng yang awalnya itu Rp37.000 sekarang Rp45.000. Kayak beras lahap 25 kilo awalnya itu kalau enggak salah Rp350.000 sekarang Rp450.000. Jadi semuanya naik. Yang enggak naik itu cuman UMR Jogja. Itu baru bahan pokok ya, belum cabe, telur, dan lain-lain. Dan kalau masalahnya cuman di rupiah aja ya naik, tapi naiknya paling ratusan ribu enggak sampai dua sampai tiga kali lipat. kayak gini. Nah, khusus untuk gadget ya, rupiah memang menjadi salah satu tapi yang paling ngena untuk gadget itu ada istilahnya bahkan banyak media yang bilang Ramagedon itu kayak kiamat RAM gitu ya. Karena bom atau bills of material dari pabriknya aja itu udah meroket di tahun 2026. Jadi biaya pokok komponen kayak RAM N Flash itu udah naik memang dari pabriknya. Jadi menurut The Indian Express, dunia saat ini tuh lagi ngalamin yang namanya Ramagedon atau kiamat RAM di mana industri HP murah, terutama segmen entry level itu kewalahan karena naiknya harga memori RAM. Karena kalau kita ngomongin memori RAM, memori RAM di HP flagship dan di HP entry level misalkan sama-sama pakai LPD5X, ya udah sebenarnya komponennya sama. Kalau kalian mau nyari siapa penjahat di balik kenaikan semua ini semua sebenarnya ya bukan Pak Balil ya, itu enggak ada hubungannya penjahatnya. Ya, satu AI. EAI itu memang bikin HP makin pintar, tapi ironinya EI juga bikin HP makin mahal. Karena di balik EA yang pintar ini, mereka butuh HBM atau memori yang high bandwid memori yang kencang untuk supply ke data center dan juga server. Makanya para produsen chip memori kayak Samsung, SK, Hinix, siapa lagi Mikron dan teman-temannya itu mereka lebih memilih untuk memasuk data center karena marginnya lebih tebal. ya kita gak bisa nyalain mereka sih karena kalau kita di posisi mereka pun pasti mereka ambil margin lebih tebal. Karena si data center ini mau bayar lebih mahal dibandingkan harus jual ke smartphone entry level yang marginnya sebenarnya receh. Akhirnya suplly mereka untuk memori RAM itu habis dihabisin sama data center. Buat yang tahu TSMC ini ibaratnya dapur yang paling gede lah di dunia gadget. Monopolinya gila-gilaan. Hampir semua otak atau chipset yang ada di HP kalian itu diproduksi sama TSMC, sama satu negara kecil aja, Taiwan. Dan gongnya lagi, bos TSMC udah ngasih kode keras kalau mereka bakalan naikin harga nyetak chipsetnya untuk ke depannya. Alasan dia sih ya masuk akal katanya energi makin mahal, minyak juga tren dunia lagi kayak gini, inflasi dan juga suplly untuk ke data center AI tadi. Jadi bayangin aja kalau ada dapur yang dia itu memproduksi silikon paling enggak paling gede di dunia, hampir separuh di dunia, tiba-tiba ketok palu untuk naikin harganya. ya brand-brand kayak Xiaomi, Oppo, apapun itu yang pakai chipset di SMC ya mau enggak mau harus ngikutin itu karena enggak ada alternatif lain. Berdasarkan data dari notebook Check aja untuk HP-HP yang flagship killer atau midrange yang rasa flagship itu udah enggak bisa main di kelas harga performance to price lagi. Dan diprediksi bakalan naik gila-gilaan ya. Poco X8 kemarin termasuk anomali sama IQ 15 itu juga termasuk anomali. Apa hubungannya emang perang sama Timur Tengah? Kan kita di Indonesia ya, kita baik-baik aja sekarang. Enggak ada tuh rudal yang mampir ke sini. Tapi jawabannya jelas minyak. Karena minyak itu kan sumber energi tergede di dunia ya. Jadi bayangin aja kalau misalkan ya chipsetnya ditambang di Afrika, terus panelnya dari Korea mana lagi ya? Ya pokoknya semua part yang ada di HP kalian itu bukan hanya dari satu negara aja. Nah, semuanya itu dikumpulin jadi satu terus dirakit di Cina misalkan. Terus setelah selesai dikirim lagi ke Tanjung Priuk yang ada di Indonesia sampai ke Mangga 2. Nah, semua beban tadi logistiknya, distribusinya itu yang nanggung bukan brand, yang nanggung adalah user, customer. Makanya harganya jadi lebih naik lagi. Jadi dari semua faktor-faktor tadi, ini bukan double kill lagi ya, triple kill, maniac, savage kalau kata Mobile Legends. Jadi itu adalah faktor-faktor yang mempengaruhi kenapa harga HP sekarang bukan HP aja, laptop, TV, kulkas, semuanya yang pakai RAM itu naik. Om dia bahkan ngerilis data kuarter pertama kuarter 1 ya di 2026 buat pasar Southe East Asia atau Asia Tenggara total pengirimannya itu anjlok 9%. Jadi cuma sekitar 21,6 juta unit aja di seluruh Asia Tenggara ya. Dan yang menarik masih dari laporan Om dia patternnya udah berubah gak kayak tahun lalu. Sekarang average selling-nya itu justru naik. Harga jual rata-ratanya itu sekarang tembus di 349 atau 5,5 jutaan. Naik 19% dibandingkan tahun lalu. Yang artinya brand udah enggak mau lagi main di segmen entry level kayak R jutaan, 2 jutaan, bahkan Rp3 jutaan. Kalau kita lihat juga udah jarang. Bahkan kayak brand itu ngasih nama embel-embel ada Pro, ada Max, ada Ultra. Biar kita tuh gak ada pembanding dengan seri sebelumnya dan harganya dinaikin. Udah pada ngeh kan ya brand-brand apa yang saya sendiri tuh. Karena kalau misalkan brand masih tetap mau main di entry level ya market share mungkin mereka gede tapi secara margin bisa jadi mereka rugi sebenarnya dan enggak mungkin rugi itu terus-terusan. Apa gunanya markare kalau misalkan rugi terus? Padahal ya kalau kita lihat Southeast Asia itu adalah pasar mendang-mending yang paling gede. Nah, gimana sekarang datanya kalau di Indonesia? Kita coba zoom in ke pasar Indonesia aja. Indonesia juga enggak kalah dramatis ya riset dari Counter Point pengiriman di Indonesia itu turun 9% secara year to year di kuartal pertama 2025 gara-gara konsumen nahan diri buat ganti HP yang harganya naik. Dan dari data ya segmen kayak entry level di bawah 150 atau di bawah 2,5 juta itu anjlok parah sampai 19%. Kenapa ya? Seperti yang saya bilang tadi, brand-brand sekarang udah enggak mau main di kelas entry level karena udah enggak mungkin main di harga entry level. Sedangkan komponennya aja udah naik berkali-kali lipat. Segmen premium, midrange, pokoknya kalau kata counterpoint, segmen-segmen harga 600 ke atas itu malah naik. Padahal ekonomi ini lagi susah ya, tapi di segmen ini malah naik 30%. Dan dia nyumbang rekor tertinggi sepanjang sejarah 8,3%. Yang artinya berarti orang Indonesia ini sebenarnya mendang-mending memang, tapi mereka ini lebih kritis. Mereka sebenarnya punya duit kok mau beli di segmen itu asalkan HP-nya masuk akal. Orang Indonesia ini udah gak bisa lah dikasih gimmik kayak ini RAM hasilnya 4 GB, virtual RAM-nya 20 GB. Jadi RAM total 24 GB itu kalau dijual di mungkin di negara tertinggal itu masih bisa ya. Tapi kalau di Indonesia gimik-gimik kayak gini udah enggak bisa. Mereka udah tahu mana brand yang benar-benar punya value, punya after seale yang jelas, dan mana brand yang ya sekedar cuma gimik aja. Gen juga ggak mungkin mau dong beli HP entry level yang dipamerin virtual RAM gitu kan. Kayaknya nih lihat virtual RAMku 24 GB itu udah enggak relate di tongkrongannya Gening. Dan yang menarik kalau kita lihat datanya ya dari counterpoint Oppo memang masih menguasai market share tapi turun 24%. Disusul Xiaomi turun 4%. Samsung nomor 3 tapi malah naik di 8%. Dilanjutkan sama Vivo dan Infinix yang sama-sama turun di sekitar 30-an%. Indonesia itu termasuk pasar yang paling enaklah buat industri smartphone. Karena menurut digitalia.com ya, smartphone adalah salah satu gerbang buat hiburan digital sebagian besar orang Indonesia. Karena kita tuh punya basic download game aja itu miliaran. Apalagi game esport itu basisnya gede banget. Dan sekarang Indonesia itu kan katanya 2023 itu Indonesia emas ya. Karena banyak Genzinya lah, banyak anak mudanya lah. Dan Gen ini mereka itu enggak mau gengsinya gede lah. Gensi itu gampang banget pindah-pindah brand tapi juga mereka masih masuk akal. Nah, buktinya di smartphone bekas saja sekarang penjualannya itu makin naik. Berdasarkan data dan riset dari research and market soal usage smartphone market outlook di 2026, gila si ya pasar HP Bekasi di Indonesia itu sekarang lagi gila-gilaan. Karena dibanding harus beli HP midange anyar yang speknya cuma gitu-gitu aja tapi harganya selangit, orang-orang sekarang lebih milih mending sikat HP flagship pemakaian 1 2 tahun yang garansinya masih jalan gitu. Tapi sebenarnya kalau kita milih HP second itu kayak gaca gitu ya, kayak judi. Kecuali kalau kalian beli HP second itu tahu historynya atau kalian beli dari teman kalian yang memang benar-benar kalian tahu gimana pemakaian HP bekasnya itu masih okelah dan yang penting garansinya masih jalan. Karena kalau enggak contohnya aja banyak kasus orang beli HP Samsung bekas, beli HP Android lain bekas. Ya, ternyata setelah dipakai 2 bulan, HP-nya kelock karena ternyata historinya mereka itu beli dari leasing dan belum lunas terus dijual gitu dan akhirnya di-lock sama leasingnya. Banyak tuh kasus yang kayak gitu atau yang enggak bisa caranya milih HP bekas ya. Jatuhnya di awal pengen hemat malah jatuhnya boncos berat. Kalau ditanya sampai kapan harga ini bakal normal lagi, saya lihat sih katanya Bos IDC ini enggak bakalan turun katanya. Tapi semoga aja dia salah dan saya pun juga enggak setuju karena kata dia kalau misalkan harga itu sudah memasuki era new normal brand BR itu enggak mau nurunin harga lagi. Menurut saya enggak bisa sih. Karena kalau misalkan brand enggak mau nurunin harga, pasti ada brand yang melihat celah untuk ngasih harga murah. Yang penting dia margin. Jadi pendapat ini saya kurang setuju sih. Kalau ditanya kapan normal lagi? Mungkin di 2028 ketika pick atau bubble atau semua data center itu RAM-nya sudah terpenuhi atau pabrik-pabrik itu udah bisa bikin pabrik RAM yang baru. Tapi katanya sih bakalan 2 tahun lah. Tapi kalau kata Bos IDC kayaknya enggak mungkin turun lagi. Saya enggak setuju sih. Kalau kita lihat beberapa strategi brand di tahun ini menurut saya agak unik. Jadi mereka itu kayak ya kalau dulu itu kayak contohnya HP in level. mereka kayak lomba berlomba-lomba bikin HP entry level paling terbaik gitu ya, paling price to performance gitu. Tapi kalau sekarang kita lihat polanya itu berbeda. Jadi mereka milih sesuatu kayak contohnya baterai, IP rating tapi kameranya dikurangi. Chipsetnya juga pakai chipset yang lama, terus kasih embel-embel pro atau Max atau ultra. Jadi biar kita enggak ada pembanding ini kalau sebelumnya apa ya? Enggak ada karena ada kata Proya tadi ya. Mungkin itu strategi yang bagus. Tapi kalau saran saya sih mungkin bisa pakai strateginya Apple atau Samsung ya. Apple kan kemarin pas BBDC itu mereka announce kalau di iOS 27 itu performanya bisa lebih tinggi. Padahal kan jumlah RAM-nya sama ya, bahkan sampai ke iPhone 11 kalau enggak salah kemarin bisa dapat performa yang lebih tinggi. Nah, secara software coba brand itu bikin software yang enteng gitu. Jadi walaupun RAM-nya cuman 4 GB tapi bisa enteng dan dipakai enak. itu menurut saya sih ya untuk menanggulangi atau untuk meng-counter kondisi saat ini itu penting sih karena daripada perang hardware terus ya enggak ada habisnya dan enggak ada kepastian kapan harga hardware ini turun. Jadi mending mainlah di software. Bikinlah orang ketergantungan dengan software-nya. Bikinlah ekosistem yang bagus. Jadi orang tuh udah enggak peduli mau hardware-nya apa. Yang penting dipakai enak dan nyaman. Itu udah cukup. Terakhir adalah sekarang kembali ke pertanyaan. Gimana kita sebagai customer seharusnya menyikapi hal ini? Beli HP keluaran tahun lalu yang baru itu juga jadi obsisi ya. Asalkan memang beneran baru. Tapi HP keluaran tahun lalu yang baru itu kan enggak mungkin last forever ya. Stoknya pasti habis. Jadi kalau emang masih ada dan harganya masih terjangkau, gas aja enggak usah pakai mikir. Dan kalau memang butuh dan pastiin dulu kredibilitas sellernya ya. Karena kan sekarang lagi musim tuh kalau kalian lihat banyak HP yang katanya repack. Nah, repack ini agak ambigus ya. Ada yang HP beneran beneran ada, tapi karena istilah repack ini jadi common, banyak orang yang tanda kutip itu curang oknum ya yang HP-nya itu sebenarnya bekas tapi diperbarui lagi, diganti backovernya, diganti baterai, diganti boknya, diganti plastiknya, diwing lagi, terus muncul istilah repack. Nah, kalau repack dari brandnya langsung sih oke, tapi kalau repack dari seller ini kan kita harus curiga ya. Terus opsi lain beli HP bekas ya. Beli HP bekas itu ya saya saranin sih beli di yang teman aja l yang kalian tahu historynya. Kalau di Facebook bisa ada penipuan segitiga kalau kalian paham ya. Terus apaagi ya? Itu tadi kayak dikunci sama leasing. Terus tiba-tiba kalian pakai 1 bulan ternyata udah rusak. Ya penginnya hemat tapi ternyata malah biaya keluar lagi di service center atau malah harus beli HP dua kali. Itu kan jadinya boncos. Jadi di kondisi keuangan kayak gini menurut saya harus benar-benar pintar. Paling enggak bawalah teknisi atau bawa bayar teknisi lah. Kalau di mobil itu kan ada inspeksi mobil ya, coba cari inspeksi HP atau itu bisa jadi jasa baru nih. Kalian bisa buka jasa inspeksi HP juga. Dan di kondisi sekarang menurut saya cari HP itu yang cost per use. Karena HP itu kan sebenarnya bukan investasi ya. Cost per use itu maksudnya kayak depresiasi. Jadi misalnya kalian beli HP R juta tapi software update-nya 2 tahun berarti cost per-nya adalah R2 juta per tahun. Tapi kalau kalian beli HP R juta atau R juta misalkan cost per-nya itu software update-nya 6 tahun gitu ya, berarti setahunnya berarti kalian cuman bayar sekitar R jutaan. Nah, sebenarnya kalau dihitung cost per-nya selama kalian pakai HP itu selama 6 tahun sebenarnya lebih murah yang harga Rp6 juta ini loh. Ya, lebih mahal beberapa persen tapi kalian cost per-nya lebih panjang. Ya memang bukan berarti kalau misalkan HP itu software update-nya udah habis dia langsung enggak bisa dipakai gitu enggak. Tapi ya itu istilahnya kalian ditinggal brandnya, udah brandnya udah enggak ngasih kalian perhatian untuk software update. Security bahkan enggak dikasih. Jadi ya HP-nya enggak selalu langsung rusak sih, tapi kalian ditinggal duck gitu ya sama brandnya. Kok ditinggal bosa cowok mali. Kalau ditanya HP apa aja yang bisa sampai 4 atau 6 tahun banyaklah kalian coba cari di pasaran. Banyak Android sekarang yang juga software update-nya itu 4 bahkan sampai 6 tahun dan cari aja yang after seals-nya. Jelas di HP itu belum ada ADP kayak di laptop ya. Kalau misalkan ada brand yang mau nih nih kita kasih ADPh tapi Samsung ada ya? Scare ada tapi harus bayar lagi. Scare itu masuk ADP enggak ya? Bentar ya saya cari tahu dulu. Scare itu. Wih, iya ternyata ya. Jadi Samsung Samsung Scare itu ternyata ADP accage protection. Jadi cari brand juga yang punya istilahnya ADP lah. Acidental damage protection kayak Samsung Scare. Ternyata dia termasuk ke ADP. Jadi kalau misalkan human error contohnya kebanting dibanting enggak sengaja kebanting human error lah. Masukkan air laut misalkan ya. kalian bisa langsung klaim ke Escare-nya. Nah, untuk brand lain yang ada Scare, coba saya juga belum tahu ya, belum update ya, ada lagi enggak yang brand Android lain yang ada Scenya? Coba kalian tulis di kolom komentar. Dan di bawah ini saya udah kasih rekomendasi HP-HP yang keluaran tahun lalu yang sebenarnya masih baru di sini ya. Tapi kalian ini cepat-cepatan aja karena biasanya stoknya enggak banyak dan saya juga ngasih HP keluaran tahun 2026 yang harganya udah turun harga di bawah aja. Jadi enggak saya mau sebutin HP-nya karena ini durasinya udah panjang banget. Tapi kalian termasuk tim yang mana nih di kondisi sekarang? Kalian termasuk tim yang beli HP baru yang after sales-nya jelas, software update-nya jelas, kalian beli keluaran HP lalu tapi baru, atau kalian beli HP bekas, atau kalian tim yang ya udahlah dipakai aja HP sampai rusak karena kondisi keuangan lagi enggak baik-baik aja. Coba tulis di kolom komentar ya. Sayik and see you on the next video.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Samsung

Samsung menghadirkan smartphone Galaxy, tablet, wearable, TV, dan perangkat rumah tangga dalam satu ekosistem terintegrasi. Samsung dikenal dengan teknologi layar terbaik, performa tinggi, dan inovasi global untuk kebutuhan modern.