Jungkat

HP 5 jutaan Tecno ini bisa ngelawan HP 7 jutaan Xiaomi.. (YouTube Video)

  • 10/10/2026

Seru itu ketika ada dua HP spec oriented asal China adu jotos, Tecno Pova 8 Pro vs Redmi Note 17 Pro Max. Bismillah, alhamdulillah kita ketemu lagi bareng gua Romi. Redmi atau Xiaomi ini jelas statusnya brand legend banyak yang jagoin, tapi Tecno sebagai brand yang lebih muda ini juga ngeri-ngeri sedap suka ngobral spec dengan harga yang rasional. Physically, Redmi Note 17 Pro Max dan Pova 8 Pro dia ngadut desain berseberangan yang satu punya desain yang sewajarnya HP pada umumnya, yang satu lagi gaming centrist. Tapi dengan begini segmentasi marketnya jadi jelas berbeda. Redmi Note 17 Pro Max dia cakupannya lebih luas ya buat unisex cowok-cewek cocok dari yang muda sampai yang tua aman aja. Nah, Pova 8 Pro dia lebih mencolok otomatis target marketnya juga lebih segmented ya, dia cocoknya buat anak muda under 25 khususnya cowok-cowok. Kalau megang tanpa casing, Pova 8 Pro dia lebih tipis dan jauh lebih enteng bahkan lebih tipis dari HP pada umumnya. Sementara Redmi Note 17 Pro Max bobotnya tembus 200 gram udah kayak megang iPhone yang seri Pro Max. Tapi ada alasannya nanti kita bahas belakangan. Kedua HP ini juga punya keunikannya sendiri-sendiri ya. Pova 8 Pro dia punya active matrix display yang unik, sedangkan Redmi Note 17 Pro Max back door-nya bisa berubah warna dan muncul motif kalau kena sinar matahari atau UV. Dan terakhir soal durabilitas keduanya sama-sama punya IP 68 69 kah? Tapi Redmi Note 17 Pro Max dia lebih unggul ya karena di proses produksinya udah lolos drop test 3 meter dan tahan air 2 meter selama 3 hari, ngeri banget. Bahasan spec kedua HP ini asli seru banget ya, ini pertarungan chipset 5G 4 nanometer yaitu antara Snapdragon 6 Gen 5 dan Dimensity 7400. Yang menarik lagi adalah konfigurasi kedua chipset ini sama. Langsung aja kita tes benchmark. Di AnTuTu 12 ini skornya ketat banget, apalagi kalau kita fokus ke CPU dan GPU. Skor CPU di Dimensity 7400 dia lebih unggul 8000 poin aja. Sementara skor GPU-nya Snapdragon 6 Gen 5 gantian lebih unggul 3000 poin. Jadi ini memang benar-benar selevel ya. Next, gua tes CPU-nya lagi di Geekbench 7. Ternyata kembali nunjukin kalau Dimensity 7400 ini memang unggul soal komputasi, baik di performa single core maupun multi core. Gimana kalau dipakai buat main game? Nah, kita tes pakai simulasi 3DMark Wild Life. Hasilnya, POVA 8 Pro dapat nyaris 23 FPS dan Redmi Note 17 Pro Max dapat 27 FPS. Jadi dari data AnTuTu, Geekbench, dan 3DMark ini sama-sama nunjukin kalau urusan komputasi CPU ya, POVA 8 Pro dia lebih unggul. Tapi kalau buat gaming, Redmi Note 17 Pro dia lebih baik. Oh ya, satu lagi. Soal kestabilan Dimensity 7400 ternyata juga sedikit lebih oke di angka 97% berbanding 93% untuk Snapdragon 6 Gen 5. Gua juga penasaran sama speed storage-nya. Urusan yang satu ini, Redmi Note 17 Pro Max dia lebih baik. Speed untuk write dan juga read dari storage-nya jauh lebih kencang. Dan setelah gua cari tahu, ya cukup wajar karena POVA 8 Pro memang pakai UFS 2.2, sedangkan Redmi Note 17 Pro Max udah pakai UFS 4. Sekarang kita bahas soal baterainya. Di awal gua sempat singgung kalau Redmi Note 17 Pro ini dia lebih tebal. Ternyata alasannya karena ngegendong baterai 10.000 mAh dengan fast charging-nya itu 100 watt. Ini masif banget. Sementara si Tecno, dia memang lebih kecil walaupun hitungannya tetap oke sih ya, 6500 mAh tapi ngecasnya cuma 45 watt. Kalau buat main game sebenarnya konsumsinya mirip ya karena chipset-nya kan sekelas. Kayak di stress test 20 menit di 3DMark itu sama-sama ngabisin baterai 4% aja. Nah, yang bikin beda itu akumulasi konsumsinya. Misal dipakai kombinasi buat chatting, nonton, browsing, nelpon, si Redmi Note 17 Pro Max overall dia bisa jauh lebih irit. Sekarang kita move on ke multimedia, kita tes enakan mana kalau dipakai nonton. Nah, ketika mutar klip HDR di YouTube dengan brightness yang sama-sama mentok di sini no doubt tanpa ada keraguan layar Redmi Note 17 Pro Max lebih greget. Enggak cuma lebih terang, tapi juga punya dynamic range yang lebih luas. Bakal terasa banget ketika nampilin scene gelap. Skin tone kulit orang juga kelihatan lebih realistis, lebih natural. Terus by default nih ya, tone layar Pova 8 Pro gua ngerasa ini terlalu warm ya. Nah, untuk spesifikasinya sendiri sebenarnya cukup berimbang. Brightness dan refresh rate Pova 8 Pro dia lebih tinggi ya. Tapi untuk daily use, terutama dipakai nonton ternyata lebih nyaman lihat layar Redmi Note 13 Pro Max. Ini karena pengaruh sertifikasi HDR 10 dan juga Dolby Vision ya. Lanjut kita bahas speaker. Kalau di setel yang di volume maksimal gua ngerasa ini kualitasnya 11-12. Sebenarnya Redmi Note 17 Pro Max dia punya volume boost up to 400% tapi ketika gua putar di volume maksimal ini tingkat kelantangannya mirip-mirip ya, enggak beda jauh. Walaupun nutup di video komparasi kali ini sudah pasti dong soal kamera yang mana ini mirip ya untuk aspeknya. Yaitu 50 MP untuk wide dan 8 MP untuk ultra wide. Hal basic yang membedakan hasil foto kedua HP ini itu dari color balance-nya ya. Tone kamera Pova cenderung lebih warm. Untuk level detail, jujur sulit dibandingin karena ada di level yang sama. Tapi di Pova 8 Pro kadang processing-nya dia kurang sempurna, terutama kalau motret subjek yang bergerak ya. Tapi ini cuma kejadian sesekali aja sih. Untuk foto portrait juga sama variasinya sama-sama rapi, bokeh-nya sama-sama natural. Kalau ketemu scene dynamic range atau warna-warna mencolok kayak yang hijau-hijau, dedaunan, warna si Pova dia cenderung jadi lebih pekat. Dan di foto ini kamera Pova, surprisingly, bisa nangkap matahari bulat-bulat kayak gini ya, keren juga. Tapi begitu berhadapan dengan objek berwarna kayak buah-buahan ya, reproduksi warna Redmi Note 17 Pro Max lebih fresh, lebih eye candy, dan keseringannya terasa lebih mendekati warna aslinya. Di foto low light juga sama, warna dan kontras dari Redmi Note 17 Pro Max dia lebih segar di mata. Untuk perekaman video, main kameranya sama-sama bisa 4K 30. Kamera depan juga sama. Level stabilisasinya enggak beda jauh. Yang paling kelihatan eh bedanya itu ada di kontras dan juga warna ya. Si Redmi Note 17 Pro Max dia lebih pop up. Selebihnya mirip nih. Setelah lihat komparasi barusan, overall Redmi Note 17 Pro Max lebih unggul ya. Kalau desainnya sih ya memang biasa aja, tapi peruntukannya, segmentasinya cocok buat eh lebih banyak orang. Sementara Pova 8 Pro dia memang desainnya terlihat lebih menonjol, tapi enggak semua orang cocok. Tapi dia tipis dan enteng enaknya. Soal durabilitas, bodinya lebih kuat si Redmi. Untuk performa, CPU-nya seimbang buat gaming, GPU Redmi itu sedikit lebih oke. Dan storage sama baterai, Redmi juga lebih gacor. Untuk kamera, kedua HP ini bisa ngasih kualitas yang sebenarnya enggak terlalu beda jauh, susah untuk milihnya. So, segala keunggulan si Redmi Note 17 Pro Max ini dibanding Tecno Pova 8 Pro ya cukup wajar ya mengingat harganya si Redmi ini lebih mahal 1 sampai dengan 1,5 Eh, tapi gua eh, kepo juga ya. Kalau teman-teman punya budget 5 sampai 7 juta ya, kira-kira bakal milih yang mana antara ini atau ini? Komen di bawah.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Xiaomi Redmi Note 17 Pro Max 5G

Sering mencari colokan saat bepergian bisa mengganggu rencana, apalagi ketika ponsel masih dibutuhkan sepanjang hari. Xiaomi REDMI Note 17 Pro Max 5G menjawab kebutuhan tersebut lewat baterai 10.000 mAh dan pengisian cepat 100W. Kombinasi ini menjadi dasar jargon....

Xiaomi Redmi Note 17

Sering mencari colokan bisa mengganggu pekerjaan, perjalanan, hingga waktu menikmati hiburan. Xiaomi REDMI Note 17 menjawab masalah tersebut melalui baterai 7.700 mAh dan pengisian daya 45 W. Jargon "Lebih Lama Aktif, Lebih Jarang Cas" merangkum daya tarik....