Jungkat

HP ini Masih Ok Kok! Redmi Note 17 Pro Max (YouTube Video)

  • 21/10/2026

Ternyata perlu sampai akhir 2026 untuk kita sadar bahwa yang namanya kenaikan harga RAM dan juga storage mempengaruhi keseluruhan harga handphone, laptop, dan segala macamnya. Sudah tidak bisa tutup mata lagi. Kita dengan lihatlah harga-harga handphone entry level yang tadinya sejutaan jadi 2 sampai 3 jutaan. Dan salah satu yang kena impact banget-bangetan tentu adalah untuk Xiaomi hadir di Redmi Note Series ya. Salah satunya handphone yang satu ini, Redmi Note 17 Pro Max. Salah satu wake up call terbesar di tahun ini menurut gue. Bismillah alhamdulillahirobbil alamin washolatu wassalamu ala rosulillah bareng sama Nub dan Redmi Note 17 Pro Max ini sudah gue pakai selama kurang lebih 3 minggu, hampir 1 bulan dan gue paham ya gimana cara Xiaomi mencoba navigating di era ramageddon seperti ini. Kalau dia nyoba bertahan dengan specs tinggi harga rendah sudah enggak mungkin. Kalau dia bertahan dengan specs yang tinggi pasti harganya akan melejit lebih tinggi dari 7 jutaan. Jadi opsi terbaiknya ya dia sekarang hadir dengan device seperti ini. Stay di Snapdragon 6 Gen 5 dengan kamera main di 50 megapixel, RAM storage mentok di 8512 tapi masih bisa ngasih harga 7,3 juta kurang 1000. Dan ini adalah kompromi yang sebenarnya masih tepat mengingat ada device-device di luar sana yang jatuhnya mid to entry main di area 10 juta lebih. [tertawa] Tapi terus pertanyaannya apa Vic yang bisa dibanggain dari si Redmi Note 17 Pro Max ini kalau misalnya performa dan juga kamera bukan menjadi bahan utamanya. Oke, jawabannya simpel. Yang dikedepankan oleh Xiaomi untuk Redmi Note 17 Series yang pertama masih bermain di area kekuatan dari device-nya yaitu dengan IP rating yang banyak dan juga tinggi plus daya tahan yang oke kalau misalnya jatuh. Dan tentu satu lagi itu hadir di bagian baterai. Daya kapasitas itu 10.000 miliampere hour. Dan good news-nya memang daya tahan baterainya ini juga terasa ajaib ya. Kayak hari ini deh gue terakhir ngecharge handphone ini itu 4 hari yang lalu. Hari Kamis tanggal 15 Oktober. Sekarang gua syuting tanggal 19 Oktober. Dan sisa daya baterainya itu masih ada di 33%. Ini adalah satu buah angka yang sebenarnya sangat-sangat menarik ya. Mengingat selama beberapa hari terakhir koneksi yang gua andalkan itu benar-benar mix antara Wi-Fi dan juga GSM. Bahkan ada satu hari gua full menggunakan GSM. Sayangnya memang gua memiliki kendala untuk ngelihat seperti apa screen on time dari handphone yang satu ini. Jadi gua keluarkan data benchmark aja ya. Untuk YouTube-an 30 menit dia ini mengalami pengurangan daya 3%. Sementara untuk TikTok-an 30 menit dia hanya mengalami pengurangan daya 1%. Sementara untuk main game CODM dan juga MLBB selama 15 menit gua hanya mengalami pengurangan daya 2%. Sementara untuk ngisi daya dari 1 ke 100% sendiri gua memerlukan waktu 1 jam 42 menit. Mungkin ngerasa ini agak lama, tapi mengingat penggunaan sekali nge-charge-nya bisa lebih dari 4 hari jadi gua tidak bermasalah dengan hal itu. Nah, untuk masalah performanya sendiri tadi gua sempat nyinggung soal main game. Ada dua game yang gua coba yaitu MLBB dan juga CODM. Di CODM memang dia hanya menyentuh angka maksimal FPS itu 60 FPS. Tapi good news-nya dia punya rata-rata atau average FPS-nya di 59 FPS yang berarti kita bisa lihat dari sisi grafiknya cenderung aman ya, enggak ada yang drop gimana gimana normal-normal aja. Sementara untuk MLBB dia bisa mendapatkan top FPS 120 FPS. Tapi emang kalau kita ngelihat dari grafik performance-nya ini ada beberapa kali FPS-nya sempat turun sampai ke 90 FPS. Sementara untuk yang frame drop jatuh sampai 0 di tengah-tengah ini seperti biasa adalah proses saat gua melakukan screenshot. Sementara untuk skor benchmark sendiri data yang gua punya ini jatuhnya lumayan ternyata ya si Snapdragon 6 Gen 5 ini. Bermain di versi untuk AnTuTu score single core dan 3.372 untuk Geekbench multi core score. OpenCL-nya di 3.700-an, Vulkan-nya di 5.049 dan yang enggak kalah menarik adalah saat kita ngetes menggunakan 3D Mark Wild Life Stress Test, stabilitasnya bermain di area 99,6% dan kita bisa ngelihat dari sisi grafiknya, it's practically rata. Jadi bisa dibilang performa GPU-nya oke dan ini sejalanlah dengan tes yang kita lakuin pas lagi main game tadi. Sementara untuk performa editing video sendiri, gua mencoba ngedit video yang gua ambil pakai handphone ini, berjalan dengan lancar menggunakan aplikasi edit. By the way, dan untuk render time-nya sendiri bukan yang paling cepat, tapi masih di bawah durasi video. Jadi video 1 menit 17 detik, ini bisa gua render dalam waktu 50 detik. Tentu untuk yang pengen mengandalkan speed, ini enggak ideal, tapi balik lagi handphone ini bukan soal speed, handphone ini soal daya tahan dan juga daya tahan baterai sebenarnya. Nah, ngomongin soal daya tahan sendiri, jujur gua enggak tega untuk banting-banting handphone ini, but let's just say menggunakan casing bawaannya, handphone ini udah beberapa kali mengalami kondisi-kondisi yang tidak ideal-lah. Kebanting-banting dalam tas, jatuh dari posisi kasur dan segala macamnya, tapi bertahan dengan masih aman-aman aja. For those who might live under the rock, ya untuk si Redmi Note 17 Pro Max ini, dia udah memiliki berbagai macam sertifikasi IP rating seperti IP 66, IP 68, IP 69 dan juga IP 69K. Udah menggunakan Corning Gorilla Glass Victus 2 untuk bagian layar depannya dan udah punya sertifikasi SGS Premium Performance untuk crash resistance, drop resistance dan juga bending resistance. Untuk bagian layarnya sendiri, si Redmi Note 17 Pro Max ini tetap masih menggunakan 1.5K Crystal Res AMOLED display. Secara warna masih nyaman untuk nonton menggunakan handphone ini, tapi memang secara suara bukan yang paling wah ya. Rasanya tetap masih di area mid phone, di mana penekanannya itu ada di area mid dan juga di treble. Bagian low-nya ini kurang nendang. Sementara dari sisi desain sendiri untuk Redmi Note 17 series itu jatuhnya mengingatkan kita dengan 13 series ya, di mana dia banyak bermain dengan blok kotak seperti ini, instead of bermain dengan kamera di tengah seperti generasi sebelumnya. Kalau buat gua sih itu lebih mencirikan bahwa memang dia kembali ke fitrahnya yang bermain dengan daya tahan dan segala macamnya, instead of bermain dengan kamera seperti di seri 15 sebelumnya. Untuk masalah suka atau tidaknya itu balik ke preferensi masing-masing sebenarnya. Tapi memang untuk dipegang hari-hari untuk yang seri Pro Max ini berasa bobotnya karena ya bobotnya sendiri dengan penambahan daya kapasitas dan segala macamnya yang memang membuat dia jadi agak lebih berat dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Sementara untuk hasil foto dan juga videonya sendiri menggunakan settingan terbarunya si Redmi 17 Pro Max ini, ya kelasannya [mendengus] adalah handphone mid-range loh ya. Gua bisa bilang secara hasil bukan yang wah-wah banget, tapi juga bukan berarti enggak bisa dipakai. This is enough, this is enough, balik lagi tergantung gimana kita melihat satu buah situasi, framing dan juga cahaya gitu ya. Tapi tips gua untuk bermain-main foto menggunakan si Redmi Note 17 Pro Max ini seperti biasa, main aja di under exposure minus 0,3 atau minus 0,7 untuk ngedapatin dimensi lebih atau pop out dari objek yang kita ambil. Nah, pada akhirnya si Redmi Note 17 Pro Max ini adalah salah satu cara untuk Xiaomi navigating di era Armageddon ini. Seperti yang tadi gua bilang ya, suka atau enggak itu masalah preferensi masing-masing, tapi ini usahanya mereka untuk tetap bisa ngasih harga yang oke dengan spesifikasi yang menurut mereka maksimal untuk harga 7,3 juta kurang 1.000. Pertanyaannya adalah apakah menurut kalian this is enough atau kalian malah lebih suka atau lebih tertarik dengan yang varian Redmi Note 17 Pro-nya? Karena somehow gua mendengar banyak sekali kabar bahwa yang varian Pro-nya itu menarik untuk dimiliki dibandingin varian-varian lainnya. Tapi gua enggak tahu, coba kalian tulis di kolom komentar, gua pengen tahu pendapat kalian seperti apa. Taufik Nobo undur diri. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kita ketemu di video berikutnya. Bye.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Xiaomi Redmi Note 17 Pro Max 5G

Sering mencari colokan saat bepergian bisa mengganggu rencana, apalagi ketika ponsel masih dibutuhkan sepanjang hari. Xiaomi REDMI Note 17 Pro Max 5G menjawab kebutuhan tersebut lewat baterai 10.000 mAh dan pengisian cepat 100W. Kombinasi ini menjadi dasar jargon....

Xiaomi Redmi Note 17

Sering mencari colokan bisa mengganggu pekerjaan, perjalanan, hingga waktu menikmati hiburan. Xiaomi REDMI Note 17 menjawab masalah tersebut melalui baterai 7.700 mAh dan pengisian daya 45 W. Jargon "Lebih Lama Aktif, Lebih Jarang Cas" merangkum daya tarik....