iPhone Duo Review Setelah 5 Hari (YouTube Video)
5 hari bareng iPhone duo udah cukup banyak yang gua laluin sama HP lipat bantetnya Apple ini. Ada yang bikin gua ngerti kenapa Apple bangga banget sama HP-nya, tapi ada yang bikin gua sebelah. Dan berita baru yang cukup menggemparkan isu layar atau angsel retaknya itu. Dan punya gua gimana? Ayo kita cari garisnya. Selamat pagi, Guys. Ini hari keempat pakai iPhone Duonya dan hari ini gua mau bawa dia terbang, ya, Guys. Tapi sebelumnya gua mau update dulu soal app-f yang ada di Duo ini. Ada yang makin matang, tapi ada juga yang mggGTA. Masih gitu-gitu aja. Contohnya Instagram. Di video pertama itu kan gua sempat bilang ya kalau IG itu termaksud yang optimal. Tapi ternyata detailnya lebih dari itu. Kalau posisi landscape gini dan kita buka komen, komennya muncul di sebelah kanan. Dan kalau kita geser ke konten berikutnya, komennya ikut nyesuain dong. Mau balas tinggal pencet ini aja. Keyboard kegedean bengkokin dikit jadi lebih gampang dijangkau tuh. Cuma tetap ya ada yang kelewat. Kalau gua buka profile sendiri dan mau balas komen masih jadul tuh. Komennya muncul di tengah dan nutupin konten. Yah, pelan-pelan lah ya. Paling enggak udah kelihatan progresnya. Dan enggak cuman IG ya, tapi kalau gua lihat app-f meta itu gecep semua sih. Mau di IG, Facebook, TR, sampai WhatsApp. Kontrolnya itu udah pindah ke kanan semua. Nah, yang MGGTA justru app-nya Google. Enggak cuma di layar dalam, tapi layar luarnya juga masih banyak area hitamnya gini. Hmm, ada apa nih di antara Google sama Apple? Ada masalah kah? Yuk, kita panas-panasin, Guys. Oke, Guys. Sekarang kita mau keluar makan dulu dan sekarang lagi dioot di selfie layar luar ya, iPhone 2. Oh, ya, gua juga sempat kasih tahu informasi menarik tentang selfie layar luarnya. Oke, hari kedua pakai iPhone Duo. Gua baru sadar satu hal, Guys. Kalau ternyata HP ini kita bisa shoot vertikal dengan posisinya itu horizontal, ya. Jadi, ini sama persis kayak yang ada di iPhone 17 sama 18 Pro ya. Ini keren sih karena fitur ini kepakai banget buat gua. Kalau buat fotonya pun juga jarak pandangnya cukup luas ya. Kalian bisa lihat contohnya nih. Cuma satu yang mesti kalian perhatiin karena kameranya ada di ujung kanan atas jadi kita lihatnya juga mesti ke kameranya ya. Kalau lihat ke layar bakal ada off gitu eye contact-nya. Dan enggak cuman sekedar eye contact, tapi cara pegang kalian mesti agak dikekiriin dikit buat ke tengah. Kalau kalian benar-benar lurus sama HP-nya di tengah, bakal ada space di sini sebelah kanan. Jadi itu yang mesti dibiasain sih. Oke, guys. Lanjut ngomongin 4 hari bareng iPhone duo ini. Dan ada tiga hal yang jujur gua masih kagok dan satu yang gua ketemu triknya. Kalau yang masih kagok itu contoh barusan ya. Jadi habis cuci tangan masih agak basah, mau buka HP enggak dapat tuh touch ID-nya enggak kebaca. Jadi perlu diingat kalau tangan kalian masih basah mesti gelap dulu. Terus ini yang masih ke bawaah dari HP lama ada. Kadang tuh kalau mau unlock gua udah beberapa kali angkat HP-nya dulu terus bengong 2 sampai 3 detik. nunggu kebuka sendiri dan eh baru ingat ini kan bukan Face ID masih di-touch dulu kacau. Eh makanan gua datang. Nah satu lagi guys. Kalau biasanya kan kita buka app mau back kan kita swipe ke samping atau pencet tombol back di kiri atas. Nah di duo tombol back-nya itu ada di kanan sini ya. Jadi tinggal tap aja, tangan kiri enggak perlu ikut kerja deh. Sedangkan buat trik yang orang jarang tahu, kalau mau buka control center itu kita enggak usah harus swap dari atas ke bawah loh. Tapi tinggal tap aja icon sinyal atau baterainya langsung kebuka deh. Yuh, kenyang. Dan udah telat, Guys. Udah jam . Ayo buru-buru. Gimana di sana? Aku bentar lagi udah mau pulang loh. Eh, udah mau pulang, udah mau ke sana. Pulang ke Cina. Pulang ke sini kan rumah kamu. A huh telat. Udah jam .30 salat gua jam dan gua ada satu yang bikin penasaran sebenarnya pas cobain Grab nanti live activity-nya bakal kayak gimana ya? Oke, Guys. Sambil nunggu boarding, ada hal yang pengen gua share ke kalian, ya. Itu saat lagi HP-nya dibuka gini, bentar, ya. Lebih suka pegangnya landscape gini, apa potret, Bang? Nah, gua bisa jawab ya itu potret sih favorit gua karena ada dua alasan. Scroll sos jadi lebih puas, ya. layarnya enggak pakai full. Kalau landscape tuh masih banyak area kosongnya. Terus yang kedua secara pegangan sebenarnya lebih mantap kayak gini sih. Lebih stabil aja menurut gua. Dan bahkan kalian bisa pegang langsung satu genggaman kayak gini, Guys. Dibanding sama landscape. Bisa kayak gini cuman enggak stabil sih. Pasti ada aja ngejengkang jatuh gitu. Cuma ada saatnya juga pakai landscape ya. Biasanya itu pas lagi buat nonton atau buat split screen. Dan itu pun lebih enak kalau HP-nya ditaruh di meja sih. Oke, Guys. Kita mau boarding dulu. Sampai juga, Guys, di Shanghai. Huh, dingin. Tadi gua sempat Netflix sekitar 2 jam dan baterai berkurang. Langsung tampilin aja di layar, lupa gua. It's full of apps. Is it heavy? Not heavy. Not heavy. Wow, you're strong. Nah, Boy. Ada tablet dua, duo. Selamat pagi, Guys. Hari kelima pakai iPhone 2. Oh ya, Guys, sambil tunggu update, gua kelewatan belum kasih tahu kalian tentang penggunaan Max Saave di HP ini. Ya, so far ada tiga nih. Ada yang meletot, ada yang offside, sama ada yang aman-aman aja. Contohnya yang meletot yang kemarin. Kalau HP-nya lagi kebuka dan nempel di Maxsaf Charger gua ini dia merosot gitu ya. Kemungkinan ya gara-gara HP-nya emang berat sih. Terus buat yang offside karena bodinya dia ini yang bantet. Kalau gua tempelin ke Maxsave power bank gua bakal ada nongol gini sih. Sama kayak MaxSave Wallet juga kayak gitu. Gua ada lihat di postingan siapa gitu. Dan yang aman itu sih kalau nempel di tripod gua ini. Dan karena magnetnya kuat, pas gua unfold juga gak terlalu melorot sih. Cuma yang melorot tadi ada kemungkinan ya seberapa kuat magnetnya. Dah kita mau syop-sap keluar dulu. By the way, gua baru menemukan satu manfaat dari posisi tombol volumenya yang ada di atas, Guys. Ini tips yang sangat berguna sih. Jadi, dia bisa buat pakai sebagai shutter kalau mau selfie pakai kamera belakang, ya. Oke, guys. Sambil makan gua pengen bahas case-nya dia dulu yang mana gua ada komplain juga. Jadi yang pertama itu emang dari sisi tampilan kelihatan banget kayak bapak-bapak ya karena layarnya ketutup kayak dompet gini nih. Tapi yang gua suka justru di situ ya. Jadi karena ketutup kalau dia lagi mode tripod ditaruh gini layarnya enggak langsung kena lantai atau tanahnya nih. Jadi terlindungi layarnya. Ya enggak apa-apalah dianggap bapak-bapak yang penting layar iPhone 17 lagi R juta gua terlindungi guys. Terus karena dia ada standnya kayak gini juga enak ya pas buat nonton kayak di pesawat tadi bisa langsung tutup taruh gitu aja dan nonton. Jadi enggak usah putut stand-stand kayak gitu lagi, Guys. Cuma yang bikin rempong ini juga sih penutup layarnya. Jadi kalau gua balik kayak begini, pertama enggak bisa pakai kamera belakang. Terus kalau mau gua unfold misalnya gini mesti dibalikin dulu taruh kayak begini. Oi oi. Dan satu lagi yang paling nyebelin kalau kita mau selfie pakai layar belakangnya. Gua tunjukin. Misalnya kan gua pengen selfie ya pakai layar belakangnya ya. Terus gua swipe gini tuh. Ini gimana caranya mau selfie kayak begini? Ini sih yang paling nyebalin sih. Finally, I can eat strawberry baru ada selfie. Dan ini salah satu enaknya punya HP lipat ya, Guys. Jadi enggak usah bungkuk-bungkuk, tinggal kayak begini doang. Oh ya, Guys, kalau ngomongin Touch ID dia itu maksimal bisa regis lima jari ya. Dan dua yang paling penting wajib kalian masukin itu pertama jempol kanan dan ada telunjuk kiri ya. Jadi telunjuk kiri ini kadang penting juga saat kalian lagi portret pakai tunjuk kiri kalian nih. Terus tiga lagi pakai jari apa? Kalau gua sih pertama yang jari tengah kiri karena lebih natural ya kalau lagi genggam gini pegangnya. Sama satu lagi itu jempol kiri juga. Jadi kalau lagi ditaruh gini HP-nya kita pegang bisa langsung ke open sih. Dan terakhir jari apa? Ji aku. Dan inilah kenikmatan pakai HP lipat ya, Guys. Mau foto bareng enggak perlu minta tolong orang. Taruh aja di mana jadi tripod. Apalagi di combo sama Smart Takech yang walaupun hasilnya ada beberapa yang ngaco tapi lebih mending sih daripada gak ada sama sekali. Ini sih lengkap. Buset baru jam . Guys, di sini guys. Tapi udah gelap banget dan ramai. Ini kalian sekalian bisa lihat low light ultra white dari iPhone Duo. Oh ya, Guys, banyak yang nanya tentang garis hijau atau angsel yang ada di iPhone 2 ini. Ya, jujur awalnya gua kira editan AI atau apal ya. Tapi setelah lihat beberapa artikel mulai percaya juga sih. Apalagi ada yang bilang langsung diganti baru sama Apple Store. Dan akhirnya kemarin Apple ngomong juga ke media katanya kena di sebagian kecil unitnya. Dan yang kena itu disuruh konakct Apple Care buat diganti baru. Dan buat unit gua sampai saat ini sih aman-aman aja ya. Dan kalau amit-amit kenap pun nanti gua pasti bakal update ke kalian. Nah, kalau emang kejadian retak itu kan pasti masih masuk garansi ya. Tapi gimana kalau retak gara-gara kesalahan kita sendiri? Buat yang enggak tahu, sebenarnya gua sempat share ini di IG Reels ya. Dan layar lipatan dalamnya itu kalau mesti ganti seharga iPhone 17 baru loh, atau sekitar R1 jutaan. Sedangkan kalau buat layar luar plus kaca belakang sekitar 10,6. Sedangkan baterai 4,7 juta buat gantinya. Cuma kalau kita pakai Apple CarP lebih murah jatuhnya. Layar dalam jadi sekitar R2 juta. Layar luar atau kaca belakang Rp600.000-an. Tapi Apple Care Plus-nya sendiri kita mesti bayar sekitar R juta ya buat 2 tahun. Dan biaya klaim yang tadi juga masti tetap bayar. Jadi gimana menurut kalian, Guys? Apakah asuransi seharga R7 juta ini merupakan suatu keharusan buat ngelindungin HP puluhan juta kalian? Coba kasih tahu di komen Oke, guys. Hari kelima sudah selesai. Dan duonya gak cuman gua yang pegang, tapi si Nyonya ada pakai sampai si bocil juga. Dan untungnya duonya masih selamat yah. Enggak kejadian apa-apa yang aneh-aneh. Dan kalau ditanya keluhan terbesar gua selama 5 hari ini masih sama sih dari sisi software. Kadang masih ketemu bug, sempat nge-freeze juga dan app-app yang belum kompatibel kayak yang gua tunjukin sebelum-sebelumnya. Oke, guys. Jadi, pas edit video ini ternyata app YouTube-nya itu udah dapat update ya. Jadi kalau kalian lihat tuh kontrol-kontrolnya itu udah ditaruh di pinggir. Enggak cuman layar luar, tapi layar dalamnya juga. Mantap sih. Ya udah kita balik lagi ke videonya. Tapi ya gua ngerti juga sih dari sisi developer. Adjust layout itu enggak gampang loh, Guys. Mereka mesti mikirin layar depan, layar dalam, portrait, landscape, 10 mod, sampai dynamic island yang sekarang pindah ke bawah. Pusing enggak tuh? Jadi ini ya masalah waktu dan prioritas buat masing-masing app. Kalau buat baterai gua cek di sini sih dapat SOT 6 jam ya. Buat standar HP lipat itu udah termakud oke sih. Apalagi pemakaiannya berat tuh. Kamera aja udah sejam lebih. Tapi kalau dibilang awet enggak juga. Cuma kalau pemakaiannya lebih ke nonton atau sosem. Di hari kedua kalau enggak salah gua dapat sot sampai 7 jam dan itu pun masih sisa sekitar 33%. Nah, itu baru awet. Terus ada dua hal dari video pertama. Eh, ada Nyonya. Hmm. Apalagi ya kalau berat jujur gua masih belum kebiasa sih. Masih ada yang ngeganjal aja gitu. Kalau buat kamera udah bagus kok. Cuman kalau emang dibilang standar flagship sih belum ke sana juga. Apalagi dia belum ada telefoto kan. Kayaknya udah sih guys itu dulu update dari gua. Sebenarnya masih banyak juga yang bisa di-share ke kalian mungkin setelah 2 minggu pemakaian. Sekalian nih gua putusin apakah gua bakal lanjut pakai HP ini atau pulangin aja ke Apple Store. Dan satu lagi sebenarnya gua masih pengin dengar beberapa pendapat orang sekitar tentang iPhone 2 ini. Apakah impresinya wah pas cobain langsung? Wah lebar juga ya. Jadi biar enggak ketinggalan, subscribe dulu video ini. Oke dan sampai ketemu di 2 minggu bersama iPhone Duo. Bye byye. Bocil mana lagi nonton dia? Aku di sini. Yeah.

















