Jangan Salah Setting iPhone Duo ‼️ (YouTube Video)
Papa namanya iPhone 2 karena layangnya ada dua. Iya karena siko duo tig enggak ada, Papa lah. Akhirnya paket yang ditunggu-tunggu datang juga, Guys. Karena besok pagi subuh gua harus terbang ke LA Amerika Serikat untuk datang ke event Apple [musik] yang pro ya, di mana kita diundang lagi. Tapi yes, yang ini gua sangat-sangat tunggu banget karena di dalamnya ya mungkin kalian semua dari kemarin udah ngelihatin ya ada tada iPhone Duo yang mana sebenarnya udah kita unbox, [tertawa] sudah di-unboxing, [musik] udah lagi gua set up dan ada beberapa aksesoris yang mana di konten ini gua pengen share ke kalian aja beberapa settingan fitur-fitur yang kalian harus cekin ya kalau kalian pengin tahu lebih dalam [musik] soal iPhone Duo. Jadi, langsung aja tanpa basa-basa lagi kita mulai videonya. Let's go. Oke, jadi kita bakal unboxing sama duo bocah [mendengus] gua. Dan fun facto itu kalau bahasa daerah gua artinya dua. Jadi sekalian ya kita ajak si duo Malvin Junior ini. Oh. Woi. Udah udah udah udah [berteriak] sudah lengkapnya. Kalian juga bisa cek di Instagrams kita. Jadi jangan lupa follow dan subscribe ke sosial media basing. Nah, setelah momen unboxing yang agak mengerikan sama bocah tadi, akhirnya ini dia si iPhone [musik] Duo Gills. Build quality-nya emang kerasa gitu premiumnya ya, dibandingin e foldable lain yang pernah gua pegang. Bobotnya pun juga lumayan tapi menurut gua masih cukup balance. Nah, ini gua coba setup dulu dari yes, the comeback of touch ID alias fingerprint sensornya. Jadi, Face ID di sini tuh absen yang mana mungkin akan butuh adaptasi nih ya. Karena gua jujur udah terbiasa banget sama Face ID [musik] dari zaman iPhone X atau iPhone X ya. Sip, kelar. Kita restore dulu dari iCloud yang tulisannya cuma beberapa menit doang, tapi aslinya lumayan lama. Jadi ya sabar [musik] aja. Dan akhirnya kelar juga nih ya. Dan saatnya kita setting-setting si iPhone Duo ini. Oke, Guys. Ini dia untuk iPhone 2 in flash ya. Kita buka ke layar dalamnya untuk multitasking. Yes, itu di animasinya tadi yang smooth banget karena ini iPhone 2 ya dengan HP lipatnya ini layar yang lebar di bagian dalamnya. Ini iPhone pertama yang bisa jadi multitasking. Jadi kalian pengen buka YouTube gitu ya, terus di sampingnya kalian pengen buka lagi. Caranya adalah kalian swap dulu dari atas terus kalian geser ke kiri. Nah, baru kita pilih lagi aplikasi [musik] yang mau kita buka. Misalnya kita mau sambil buka SMS gitu ya. Dan kalau kalian [musik] pengen ini jadi pairing, kalian tekan yang tengah ini. Tuh, kalau ditekan dia jadi warna putih ya. Semacam kayak buku gitu. Jadi desainnya menarik banget UI-nya sebenarnya. Tapi memang sayangnya itu tadi multitasingnya cuma bisa [musik] dua aplikasi aja dan enggak bisa juga ketika kalian geser ke portrait gitu. Kalau kalian geser ke portrait, dia otomatis pindah ke aplikasi yang tadi di kiri gitu. Sayangnya kayak gitu sih. Cuma kalau kalian balik ke landscape lagi, dia akan otomatis buka jadi dua [musik] window lagi gitu. Dan ya tadi sayangnya kalau kayak Volf Volult lain itu udah bisa sampai tiga. Ada yang berapa, empat l aplikasi [musik] di iPhone 2 masih dua aja. Tapi menurut gua secara penggunaan ya cukup intuitif ya, cukup gampang untuk dimengerti. Oke, next kita bahas ke bagian kameranya di mana kalau kalian semua udah cek ya, iPhone 2 ini memang kameranya cuma dua di bagian belakang. Satu di kamera selfie layar utamanya dan satu lagi ada kamera FaceTime di layar dalamnya. Nah, di dalam aplikasi kameranya sendiri ini tuh ada beberapa mode yang bisa kalian [musik] pakai. Yang pertama kalian karena punya dua layar, dia ada mode duo preview ya. Nanti kalian bisa lihat tuh [musik] yang bakal difoto. Jadi bisa dibilang ini kayak mode buat istri ya. Kalau kita lagi foto buat suami-suami yang bingung angle-nya gimana gitu, dia bisa lihat ya. Terus kayak geser, geser geser mungkin ya atau kayak di vertikal yang gini juga bisa ya [musik] atau kurang bawah, kurang atas, kurang kurus gitu-gitu. Nah, itu bisa pakai mode duo [musik] preview ini. Kalau mau foto anak, ada juga mode namanya KitQ ya. Jadi, kalau KitQ ini lucunya adalah nah dia bisa nongolin si animasi-animasi kayak Snoopy ya dengan beberapa ee tampilan-tampilan menarik ya. Tujuannya untuk menarik perhatian bocah-bocah. Mereka akan bisa ngelihat ke arah HP atau ke arah kamera. Nah, satu lagi yang menarik adalah ketika kita lagi buka kamera dari layar dalam dan kita split ya. Nah, di sini ada tulisan slide to show camera ya. Jadi, kita gesek di sini dan kameranya langsung pindah ke layar luar ya. Layar covernya di mana di sini kita bisa pakai untuk let's say kita mau selfie gitu ya. Yang mana ini gua suka banget. Biasa di HP lipat pasti gua selalu pakai selfie dengan kamera belakangnya karena kamera belakangnya punya kualitas yang lebih tajam gitu. Jadi kita bisa selfie sama-sama di sini kita bisa tinggal klik aja tombolnya atau kita bisa juga pakai tombol volume yang ada di atas gini tuh. Nah, satu lagi yang memang menarik di sini adalah dia itu kamera di bagian dalamnya adalah kamera under [musik] display kamera atau kamera yang ada di bawah layar. Nah, kamera ini memang Apple menyebutnya sebagai FaceTime kamera yang mana memang tujuannya adalah biar kita bisa pakai ini untuk FaceTime [musik] aja bukan sebagai kamera selfie. Karena kamera selfie kita bisa pakai kamera depannya yang lebih bagus. Cuma ngomongin FaceTime sendiri walaupun ini jarang dipakai Indonesia, di iPhone 2 ada exclusive feature. Dia tuh bisa dual FaceTime [musik] ya, di mana dia bisa ngelihat ke arah kita dan kita juga bisa pakai kamera belakang untuk nampilin yang ada di belakang sana dan yang lagi ditelepon itu bisa nongol di layar belakangnya. itu jadi fitur yang eksklusif cuma ada di iPhone Duo. Next kita bahas soal settingan security dari iPhone Duo. Di mana memang seperti yang gua bilang di awal dia cuma ada Touch ID aja atau fingerprint di tombol samping atasnya ini. Nah, ada yang menarik di sini karena ketika kita tekan, Guys, dia enggak langsung ngebuka, tapi kalau kita tahan dia baru open. Fungsinya Apple tuh pengin kita bisa ngelihat dulu atau nge-glans [musik] notifikasi yang ada. Tapi itu bisa diganti settingannya di kalau kalian cek setting security masuk ke bagian di sini touch ID and pass code. Nah, di bawah ada tulisan rest finger to open yang artinya kalau kita pengen buka kita harus tahan jari kita di fingerprint-nya. Itu bukan fingerprint-nya yang lemot ya, emang disengaja sama Apple biar kita bisa lihat notifikasinya dulu. Tapi kalau kalian pengin lebih cepat itu bisa dimatiin aja fiturnya. Jadi kalau kita tekan pakai tombol yang enggak masuk fingerprintnya dia gemboknya enggak kebuka. Tapi kalau kita pakai ini gemboknya kebuka, ya. Tapi kita masih swipe atas secara [musik] manual gitu. Atau sebenarnya kalau kalian pengen cepat itu ya caranya adalah biasa gua tuh tekan aja satu terus pakai si fingerprint-nya dan dia bisa dibuka. Atau kalau kita dalam mode tadi kita nyalain lagi. Kalau kalian pengin lebih cepat ditekan tahan langsung kebuka kayak [musik] gitu. Nah, satu lagi yang menarik di sini adalah dia itu bisa pakai Apple Watch untuk menjadi kayak otomatis unlock proximity gitu lah. Jadi, selama ada Apple Watch di dekat iPhone 2 kalian, iPhone 2-nya akan otomatis ke-unlock. Nah, itu gua belum testing. Menurut gua sih itu mirip kayak yang ada di MacBook. Di mana kalau kalian e kunci MacBook kalian dan kalian ada Apple Watch, itu Apple Watch-nya bisa dipakai untuk ngebuka si [musik] MacBook-nya. Oke, next. Masih dari bagian setting. Ini ada beberapa yang menarik. Pertama soal tombol volumenya yang mana memang posisinya agak aneh nih ya di bagian atas mirip sama iPad mini. Cuma di iPhone 2 ini ada satu fitur yang cuma dimilikin sama iPad Pro yang mana sekarang ada di sini yaitu namanya adalah fixed position [musik] volume control. Jadi di sini kalian bisa aktifin atau nonaktifin di mana dia posisi volumenya akan ngikutin ya. Let's say kita ee ini kita kiri kanan dia volumenya mengecil ke kiri dan membesar ke kanan. Misalnya kita kebalik nih posisinya ya. Tombol volumenya ada di sini ya. Tuh, dia bisa ngikutin. Jadi, kayak ada gyroskop-nya gitu ya untuk dia tahu posisi dari HP-nya. Jadi kalau kita lagi nonton dengan posisi kayak gini, kita tekan tombol yang atas itu akan ngikutin orientasi dari device-nya. Dulu gua agak kagok awal-awal ya, tapi semenjak gua pakai yang iPad Pro itu emang fiturnya lumayan bikin lebih is off mind gitu kali ya. Kayak kalian enggak usah mikir ini tadi orientasinya di mana, tapi kalian tinggal tekan yang mana posisi atas yaitu volume up atau yang posisi kanan itu volume up, yang kiri itu volume down atau yang bawah. Next, masih di bagian setting kalian bisa search standby mode. Di mana standby mode di iPhone 2 ini unik ya, enggak kayak iPhone-iPhone sebelumnya. Di mana kalau iPhone sebelumnya itu kalian mesti ngecas baru dia bisa aktif si standby mode-nya. Nah, kalau di iPhone 2o itu kalian bisa kayak semacam ini ya ada gambarnya posisinya ya. Jadi bisa posisi terbuka setengah sama posisi tidur atau kayak tenda gitu. Di mana kalau kita kayak lipat nih, kita tutup ya, kita kunci terus kita kayak buka kayak gini kita taruh tuh dia bisa munculin si standby mode-nya ya. Sama satu lagi adalah posisinya ketika kita tidurin kayak gini. Nah, ya ini karena mungkin gua baru set up jadi belum ada. Tapi kalian bisa gonta-ganti ya pilihan-pilihannya tuh untuk foto ada yang jam-jamnya juga. Ini unik banget sih sebenarnya dan ya cuma iPhone 2 yang bisa diposisi tanpa harus ngecas. Walaupun gua enggak tahu nanti bakal makan baterai seberapa, tapi ini cakep banget sih. Emang unik gitu dan ya tampilannya desainnya juga sangat-sangat menarik untuk dilihat gitu. Terakhir masih dietting adalah soal baterai di mana kalau kalian ngecek ya bater health kalian, nah di sini [musik] iPhone 2 itu menggunakan dua sel baterai. Jadi dia ada tulisan baterai 1 dan baterai 2 [musik] di mana ada capacity-nya, ada cycle count-nya, dan ada manufacture date-nya gitu. Jadi yang atas gua udah satu cycle, yang bawah tuh masih nol cycle-nya. [musik] Bikin deg-degan ya sebenarnya Apple ya. kayaknya di foldable enggak ada deh yang sampai masukin settingan ini. Karena kan mereka juga rata-rata mungkin pakai dua baterai [musik] ya, kurang lebih kayak gitu kan posisinya. Baterainya satu di sini katanya satu lagi ada di belakang layarnya. Oke, yang kelima last but not least gua pengen juga share soal aksesoris yang mesti kalian cek. Pertama adalah case dari Apple first party, ya. Jadi, ada dua yang Apple keluarin. Kemarin gua udah sempat cobain iPhone duo case yang polikarbonat atau plastik ya. Dan satu lagi adalah iPhone 2 dengan Folio Kick stand case-nya. Kita langsung buka aja ya. Nah, ini yang warna S ya, pasir gitu ya. Jadi emang ini yang cocok banget sama yang warna star white ini. Nah, di sini yang menarik adalah semua bagian ujung-ujungnya ini ada kayak semacam lemnya yang mana ada green peel-nya juga nih ya. Jadi, kita bisa copot si green peel-nya. Kita tinggal pasang ini di bagian belakang. Tuh, ada bunyinya juga ya. Kita bisa copot juga ini. Nah, ini untuk nempel bagian ujung frame-nya. Uh, lemnya banyak banget yang ini, Guys. Oh, ini diskujur bodinya. Wah. Oke. Nah, kalau kita pasang. Oke, udah terpasang ya. Nah, setelah dipasang ternyata ada tulisan ini nih, optimize iPhone display for this case. Turn on shift left edge in display and brightness settings. Kita klik. Nah, di sini kalau kita cek ada shift left edge di mana kalau kita aktifin dia akan agak geser sedikit [musik] bagian kirinya. menarik banget karena sebelumnya kalau gua pakai foldable memang ya ketika kita pakai case biasanya susah ngetik jadinya ujung-ujungnya jadi sering typo. Jadi ini menarik sih Apple mikirin ya dari segi tadi interface-nya untuk bisa adaptasi ketika dipakaiin case dan case-nya pun juga depan belakang karena beberapa brand gua lihat sekarang cuma bikin bagian belakangnya aja. Next, satu case lagi yang bisa dibilang sangat menarik di sini adalah si iPhone 2 Folio case ya. Nah, case ini kemarin gua sempat coba dan unik banget karena dia nempelnya kalau tadi semuanya pakai lem, di sini dia pakai magnet aja. Oke. Nah, ini yang warnanya navy blue dan kalian bisa lihat tipis banget packaging-nya ya. Nah, Guys, ini dia. Bisa dibilang case ini adalah case iPhone termahal yang pernah dibuat sama [musik] Apple kayaknya sih ya. Nah, ini yang warna blue. Dia ada warna juga satu lagi yang terang e taupe ya kalau enggak salah namanya ya. Tapi gua pilih yang hitam karena ini kan bahannya tuh dia lebih kayak fabrik ya. Jadi kalau nempel kotoran gua takut lumayan nempel karena kalau ini bahannya plastik. Jadi harusnya lebih gampang dibersihin. So, kita akan coba ya pasang. Nah, ini karena kita nempel ada lemnya tuh. Ada bunyi-bunyi sedikit ya bunyi lemnya. Nah, ini agak susah nih. Oke. Oke, kebuka. Ngeri cuy. Nah, jadi kita kalau mau dipakai tinggal nempel aja pup gitu. Beres deh. Dan yang menarik di sini sebenarnya adalah perlindungannya terutama di bagian hingch di mana ketika kita lipat ya dia itu ada tuh ada kayak semacam kain lagi di bagian dalamnya. Nah, ini bahannya kayak lebih kerubber gitu ya. Dan ya kalian lihat ini secara proteksi memang lebih elegan sih cuma gua ngelihatnya ini kayak lebih ke bapak-bapak ya. Karena kalian mesti kayak buka dulu bagian luarnya which is ada magnetnya juga ditaruh di belakang baru kita bisa mengoperasikan si HP-nya gitu ya. Ya, ini tadi menariknya adalah ini, Guys. Ketika ditarik dia ada tersimpan tuh fabrik di dalamnya. Ini lumayan jenius desainnya dan enggak pernah gua lihat di foldablefolable lain kepikiran case kayak gini gitu. Yang kedua ada fitur yes, si folio kick stand-nya di mana dia bisa berdiri sendiri. Jadi kalau kita pengin sambil nonton gitu atau kita sambil ngapain ini bisa berdiri dengan tenang ya. Kayak tadi bisa juga kelihatan tuh si standby [musik] mode-nya. Oh ya ada Maxift di bagian belakangnya yang mana posisinya agak aneh nih ya. Jadi kalau kita pengen nempel ke Maxsafe stand kita harus angkat dulu si belakangnya ini. Yes. Ini enggak ada magnetnya. Jadi ini cuma untuk pure berdiri aja. Jadi kalau kita mau nempel harus nempel di bagian dalam tuh. Uh cut gitu. Jadi aman [musik] secara ini enggak enggak goyang-goyang juga ya, enggak miring-miring gitu. Nice. Itu dia. Satu lagi gua nemuin akhirnya aksesoris yang emang dibikin buat iPhone Duo yaitu [musik] power bank. Yes. Karena bentuk iPhone 2 yang mengkotak ya powerbank powerbank Maxif yang ada sekarang itu rata-rata enggak kompatibel. Dan ternyata ada nih yang udah ngebikin yaitu dari Fansion namanya adalah powerbank Age Duo. Yes. Jadi sesuai banget sama namanya gitu ya. dan warnanya bergendy gitu. Sayangnya memang iPhone-nya yang duo tidak ada bergendya, tapi yes, ukurannya udah menyesuaikan ya bisa dibilangnya sama bentuk si iPhone 2. Kapasitasnya sendiri 5000 mAh dan ini dia bisa output charging-nya 15 watt wireless dan 20 wat untuk wired alias kabel. Mungkin karena ukurannya yang tipis ya, setipis iPhone dulu juga jadi watt-nya enggak terlalu gede biar safety dan thermalnya terjaga. So, ya itu dia buat iPhone Duo. Beberapa hal yang harus kalian otak-atik ya dari segi settingan, dari segi fitur, dari segi aksesoris juga. [musik] Semoga videonya bermanfaat karena yini gua cuma punya waktu sedikit banget karena habis ini mesti packing lagi karena besok subuh gua harus ke airport untuk terbang. Jadi, gua harap semoga videonya bermanfaat. Dan next akan ada coverage lagi dari event Apple di Los Angeles ya, [musik] di LA yaitu event Pro Entel yang mana katanya bakal banyak produk-produk baru lagi. Gila, Apple enggak [musik] kasih kendor ya Om John. Semangat banget rilis produk terus dari kemarin. Tapi yes, next kita akan coba lagi pasti lebih bahas detail soal si iPhone [musik] 2 ini. Kita akan compare sama HP lipat lainnya dari segi kamera, dari segi performance, dari segi durability-nya [musik] pastinya. Dan let me know kalau kalian ada yang mau ditanya lagi soal HP ini. Kita ngobrol bareng langsung di kolom comment section di bawah. [musik] Itu aja guys. Thank you semua sudah nonton. Nama gua maafin. I'll see you guys on the next video. Ciao. Ya, walaupun mungkin belum bisa dibeli sampai tahun depan katanya. Tapi ya udah bikin dulu aja kontennya.

















