Kalian tau vivo X200 Pro? Begini sekarang nasibnya setelah 3 bulan.. (YouTube Video)
Halo, SOB. Kali ini saya gak mau ng-review karena jujur HP ini juga udah keluar beberapa bulan lalu ya, udah lama gitu maksudnya. Dan seri ultranya juga udah keluar. Tapi yang pasti di video ini saya cuma mau sedikit sharing aja cerita bagaimana pengalaman saya menggunakan Vivo X200 Pro sebagai daily driver selama lebih dari 3 bulan. [Musik] Kalau harus menceritakan dalam satu kata, saya akan milih diksi climax. Karena memang itu yang saya rasain selama pakai HP ini. Kenapa saya bilang klimax? Ya karena hampir semua bagian di HP ini itu menurut saya kayak enggak ada cela aja gitu. Selain desain yang bagus, build quality-nya juga terasa mahal dengan pemilihan frame metal dan finishing itu brush metal gitu ya bagian frame-nya gitu yang enggak ngasih kesan murah kayak finishing glossy gitu. Terus model kameranya yang bulat gede di tengah itu kerasa agak intimidatif gitu tapi bikin si HP kelihatan kayak sebuah kamera pocket gitu. Perhati deh ya kan? Y. Dan percaya atau enggak, setiap saya bawa HP ini buat nongkrong sama teman-teman, bisa dipastikan mereka akan bertanya, "HP apaan tuh? HP apaan tuh? HP apaan tuh? Apaan tuh?" Mereka pasti bertanya begitu karena memang seintimidatif itu bentuknya gitu. Ini juga yang bikin pakai HP ini tuh kerasa kayak naikin tingkat kepercayaan diri dan kesombongan gitu. Intinya mah buat desain enggak malu-maluin lah iPhone. Apa itu bosan? Untuk layar sejauh ini nyaman-nyaman aja. Dia memang enggak punya refresh rate yang sangat tinggi kayak HP-HP gaming ya. Tapi layar di HP ini bisa saya pastikan adalah salah satu yang terbaik yang pernah Vivo buat. Layarnya tajam, warnanya enak dilihat, responsivitas juga bagus, beratasnya tinggi, enak buat dipakai kondisi terang atau outdoor ya pokoknya enaklah. Enggak ada komplain lah buat saya. Satu hal yang paling saya suka dan saya sangat apresiasi terhadap Vivo adalah Vivo tidak memilih menggunakan layar curve di HP ini. Karena jujur saya selalu deg-degan kalau pakai HP dengan layar melengkung di samping. Dan keputusan untuk menggunakan layar yang rata adalah sebuah keputusan yang tepat menurut saya ya. Walaupun kalau kita perhatiin sebenarnya enggak rata-rata banget sih karena ada sedikit lengkungan gitu di bagian ujung gitu. Tapi ini masih bisa ditoleransi lah. Dan saat saya menggunakan casing, lemungan ini cukup terlindungi, terutama saat jatuh dan terjadi impact dengan lantai. Kalau kalian nanya udah berapa kali jatuh, enggak usah dijawab lah ya. Kalian tahulah kalau cuma 2 3 4 kali mah biasa. Kayaknya lebih dari 10 kali yang ba jatuh. Oh iya, satu keluhan yang saya rasakan selama pakai Vivo X200 Pro ini adalah sulitnya mencari casing untuk HP ini, coy. Di mana kalau kita searching di e-commerce, baik itu di Shopee atau di Tokopedia gitu, kita hanya akan menemukan berapa casing aja. Untungnya pilihan casing yang sedikit itu cukup terobati dengan desain dan quality casing yang menurut saya bagus loh ya walaupun agak mahal harganya gitu. Untuk performa HP ini juga sudah lebih dar cukup menurut saya. Dia pakai di City 9400 yang mana nota bn-nya SOS ini tuh ngebut sebenarnya karena waktu presentasi launching pihak Vivo itu ngeklaim kalau SOS ini bisa tembus di angka Rp3 juta untuk di benchmark. Which is anjay. Saya juga enggak peduli-peduli amat sebenarnya. Selagi saya merasa nyaman menggunakan smartphone dan si smartphone enggak ngasih keluhan atau kendala saya enggak akan pusing berapa skor anut yang didapat gitu. Dan untuk HP ini sejauh ini saya gak nemu ada kendala yang berarti gitu. Baik itu untuk skenario casual kayak cuma main media sosial atau nonton YouTube atau ngscroll TikTok atau untuk main game ya. Karena kebetulan juga ada beberapa game yang masih rutin saya mainin gitu dan sejauh ini game-game tersebut bisa berjalan dengan sangat lancar gitu. Fitur-fitur di HP ini juga sangat lengkap menurut saya. Layaknya sebuah flagship, konektivitas dia juga lengkap. Dia juga punya dual speaker yang suaranya enak. Standar suara enak untuk dual speaker itu sebenarnya simpel ya. di mana kalau si HP nyaman buat dipakai nonton Netflix dan YouTube harusnya itu udah cukup membuat saya berkesimpulan kalau kualitas speakernya itu enak dan tentu aja parameter lain yang menentukan speaker di sebuah smartphone itu enak atau enggak adalah kuantitas bass-nya. Di mana banyak banget kita tahu speaker smartphone-sartphone murah menawarkan setup dual speaker tapi isinya tuh cuman trble doang gitu dan tentunya HP ini kualitasnya ada di atas HP murah tersebut. Saya dulu sempat gak suka loh sama UI dari Vivo yaitu Fanta Choice ya. Di mana kalau saya ingat dulu itu bentuknya enggak sesuai selera saya aja gitu. Karena saya menganggap bahwa desainnya itu terlalu ramei, terlalu childish gitu, terlalu Tiongkok sekali gitu. Tapi di versi 15 ini fantas-nya kerasa beda banget dari versi-versi sebelumnya gitu. Di versi ini jauh lebih terlihat slik, lebih profesional, lebih cantik, lebih nyaman buat digunain menurut saya. Hal-hal yang saya enggak suka di versi sebelumnya enggak saya temukan di versi ini gitu. Walahu kalau B jujur saya lebih suka tampilan dari original OS. Sistem antar muka buatan mereka yang diperuntukkan untuk HP-HP regional Cina. Tapi untuk Fantacho S15 sekarang ya enggak ada komplain lah bos saya. Hal gila yang saya temukan di HP ini lainnya adalah daya tahan baterainya yang di atas rata-rata. Ya, ingat ya, ini HP flagship loh. HP ini tuh punya baterai yang gede banget dan awet banget. Ya, bayangin baterainya 6000 mAh. Dia juga pakai teknologi blue batery, yaitu baterai berjenis silikon carbon. Ya, untuk sebuah flagship, saya yakin HP ini adalah flagship dengan daya tahan baterai yang paling awet yang pernah saya coba. Dipakai seharian itu tuh baterainya enggak habis-habis, coy. Padahal skenarya penggunaannya itu banyak loh. Mulai dari penggunaan casual sampai bermain game hingga penggunaan kamera yang tentu aja sangat intens. Mengingat kualitas kamera dari HP ini tuh bagus banget. Bnya tebal tuh, tebal gede kapital lagi pakai new roman lagi. Bagus banget. Saya berani jamin kalau kamera Vivo X200 Pro ini lebih bagus daripada flagship lain seperti Samsung Galaxy S25 Ultra atau Xiaomi 15 Ultra yang baru aja keluar kemarin. Ya, saya berani bilang begini karena memang saya udah coba ketiga smartphone tersebut ya. Dan pendapat saya juga ternyata diamini oleh Moldi gitu. Percaya atau enggak? Memang kamera di HP ini itu sebagus itu gitu loh. Dipakai di kondisi apapun, buat moto apapun dia kayak bagus terus aja gitu. Udah enggak kehitung deh berapa kali saya bawa HP ini ke acara kumpul sama teman-teman ya. Dan biasanya kalau habis acara malamnya saya upload semua hasil dokumentasi ke Google Drive gitu. Dan saat saya share hasil dokumentasinya bisa dipastikan teman-teman akan bilang begini, "Ini kameranya bagus banget." Yo. Enggak gitu sih nadanya, tapi ya begitulah. Dan mereka selalu bertanya, "Ini HP apa?" Anjay. Oke, karena biasanya setiap saya gunakan HP ini buat dokumentasi, saya tidak menyalakan watermark-nya. Jadi kayak misterius gitu loh. Biar mereka nanya. Dan ternyata memang mereka nanya mereka sepenasaran itu, "Ini HP-H bagus banget gitu." Artinya untuk orang-orang awam maksudnya N user yang memang enggak pusing soal teknik fotografi, foto yang dihasilkan oleh Vivo X200 Pro ini memang sebagus itu gitu loh. Okelah, banyak yang bilang kualitas foto dari Vivo X200 Pro itu terlihat sangat palsu, terlihat overprocessing, terlihat enggak natural. terlihat e sekali atau apalah itu. Jujur saya enggak peduli ya, karena pada akhirnya semua foto yang saya tangkap atau kita tangkap di smartphone kita biasanya akan berakhir di media sosial gitu. Dan parameter foto di media sosial itu cuma satu yaitu bagus atau enggak. Enggak ada tuh netizen awam berkomentar terhadap sebuah foto terus dia bilang, "Eh, fotonya ini komposisinya kurang deh. Ini kayaknya aperture-nya kurang besar deh." Enggak ada yang komen begitu, Guys. Karena mereka juga enggak peduli-peduli amat gitu. Sekali lagi, parameter mereka cuma satu, yaitu bagus atau enggak. Itu doang. Logo Ze kamera HP ini itu enggak sekedar gimmik doang ya, karena beneran ngasih warna yang berbeda dari HP-HP lain. Salah satu kemampuan dari kamera ini yang pengin saya highlight adalah lensa 200 megap ZIS IPO telefoto kamera yang mana ini kamera gila banget, coy. Karena mau kita zoom berapa kalip pun fotonya tetap tajam. Di sektor ini juga yang bikin HP ini susah banget dikalahin sama flagship lain kayak S5 Ultra atau Xiaomi 15 Ultra. Ada teknologi AI dari Vivo yang disematkan di kamera ini di mana dia bisa membuat foto yang dizoom beratus 100 kali terlihat tetap tajam dan AI tersebut mampu membuat foto yang ngeblur jadi tajam berkat teknologi generatif AI. Canggih banget emang ini generatif AI gila gila gila. Enggak cuma kemampuan telefotonya aja yang dasar rata-rata ya. Foto di HP ini juga dimanfaatkan dengan sangat baik untuk mengambil foto potret. Vivo sendiri punya fitur bernama Ziz multical Portrait di mana kita bisa ngambil foto potret dengan pilihan fokaleng yang berbeda-beda mulai dari 24 mm, 35 mm, 50 mm sori, dan 85 mm sampai 135 mm. ini enggak akan kita temukan di flagship manapun loh. Selain memanfaatkan lensa tele untuk mengambil foto portrait, Vivo juga menurut saya jenius dengan memanfaatkan lensa tele beresolusi yang sangat tinggi ini untuk mengambil foto makro. Foto makro yang ditangkap menggunakan lensa tele ini juga sangat-sangat man blowing menurut saya. Bahkan saya udah amaz sejak HP ini diluncurin di Cina tahun lalu ya. Dan bisa saya pastikan HP ini adalah HP terbaik dalam urusan menangkap foto makro. Selama ini saya berpikir bahwa untuk urusan video Android tidak akan pernah mampu untuk menyaingi iPhone. Karena sampai detik ini pun saya tetap berpendapat bahwa kualitas perekaman video di iPhone ada di kelas yang berbeda. Tapi karena saya ini orangnya sangat cinematik sekali ya maksudnya saya tuh suka banget bikin video-video bertema cinematic ala-ala film gitu. HP ini justru bikin saya jadi semakin berpikir. Kualitas perekaman video di HP Android tuh sekarang bagus banget, coy. HP ini punya fitur yang namanya 4K HDR cinematic video di mana kita bisa buat video ala-ala film gitu. Jadi video yang kita tangkap itu ngasih efek depoke seperti kita menggunakan kamera cinema. Bahkan kamera ini mampu merekam video dalam format lock. Jadi buat yang suka ngedit-ngedit video setelah video diambil seperti ngasih grading atau apalah gitu. HP ini sangat manjain banget. X200 Pro ini juga punya kemampuan merekam video dengan konfigurasi manual. Artinya kita bisa ngatur berapa shutter speed yang mau dipakai, berapa ISO yang mau diset dan lain-lain gitu. Pokoknya fleksibilitasnya itu dalam merekam video itu bagus banget menurut saya. Brand lain dengan flagship mereka mungkin bisa melakukan hal ini tapi biasanya mereka membutuhkan aplikasi pihak ketiga untuk melakukannya. Sementara di HP ini sudah build in di kamera bawaannya dan ini sangat saya apresiasi. Sok gila sih keren banget. Kayaknya saya sudah berkali-kali nge-share hasil video dengan format log di Instagram kita deh. Coba dicek. Intinya selama 3 bulan menggunakan HP ini, tingkat kepuasan saya mencapai 98% lah. Dengan sisanya adalah kekecewaan saya terhadap sedikitnya pilihan casing yang bisa dibeli gitu. Saya jadi berpikir bagaimana kualitas dari HP-HP Vivo ke depan ya kalau HP ini aja punya kualitas seperti ini gitu. Sampai ada obrolan dengan Moldi ya. Ini saya ceritanya lagi ngobrol sama Moldi gitu. di mana saya bilang kualitas kamera dari HP-HP flagship sekarang itu jelek-jelek gitu. Saya komentar gitu ke Mold itu. Tapi Mold itu punya pendapat lain. Dia bilang bahwa kualitas HP flagship yang lain itu enggak jelek. Masalahnya adalah kualitas Vivo X200 Pro ini yang terlalu bagus gitu. Dan saya setuju dengan pendapat beliau. Pokoknya untuk Vivo, kalian tega, kalian tega banget sama brand lain. I love Vivo X200 Pro.
Video Lainnya
Bursa ponsel 2026 memanas oleh inovasi brutal. Persaingan kini berpusat pada pesona lensa periskop, monster baterai ekstrem, dan cip pendingin cair. Panduan taktis...
Langkah tidak biasa diambil oleh Jagat Review saat mendadak menunda ulasan mendalam untuk vivo X300 Ultra, kasta tertinggi ponsel flagship di tahun 2026. Di balik...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sederet perangkat antimainstream yang siap mengubah total kenyamanan setup harian Anda. Mulai dari inovasi TWS dengan konsep...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Tren ponsel pintar berdimensi ringkas kembali mencuri perhatian lewat kehadiran vivo X300 FE, sebuah perangkat kompak yang digadang-gadang menjadi idaman baru para...
Pertarungan supremasi fotografi seluler tahun 2026 akhirnya mencapai klimaks melalui benturan dua raksasa: OPPO Find X9 Ultra dan vivo X300 Ultra. Lebih dari...
Di tengah sengitnya kompetisi adu tajam lensa smartphone, kemunculan sebuah ponsel pintar yang sepenuhnya menanggalkan kamera justru memicu rasa penasaran yang...
Persaingan vivo X300 Ultra dan OPPO Find X9 Ultra melampaui sekadar adu spesifikasi di atas kertas. Melalui pengujian ekstrem dari stabilitas suhu, efisiensi daya,...
Pasar smartphone kelas menengah kembali diguncang oleh inovasi radikal yang menjawab keresahan terbesar setiap pengguna gawai: daya tahan baterai. Kehadiran lini...
iQOO kembali menggebrak pasar smartphone tanah air lewat lini terbarunya yang membawa spesifikasi baterai di luar nalar. Melalui impresi pertamanya, David GadgetIn...
Bagi seorang tech enthusiast yang dikenal setia pada satu brand, berpaling ke perangkat lain bukanlah perkara mudah. Namun, kehadiran OPPO Find X9 Ultra tampaknya...
Bagi para gamer yang sering frustrasi karena baterai smartphone mendadak sekarat di tengah-tengah push rank, iQOO Z11 5G hadir membawa dobrakan teknologi yang sulit...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Pasar smartphone flagship kembali diguncang oleh kehadiran vivo X300 Ultra, sebuah perangkat yang tidak hanya mengaburkan batas antara ponsel dan kamera...
Pasar ponsel kelas menengah kembali diguncang dengan kehadiran vivo T5 Series yang mendefinisikan ulang arti ketahanan sebuah smartphone. Dijuluki sebagai "HP...


















