Kamera HP ini WOW BGT!! Unboxing Vivo X200 ULTRA (YouTube Video)
Ini nih yang menarik nih. Ada tombol kamera shutter ya, bisa digeser-geser juga kayak punyanya iPhone. Yo, what's up guys and welcome back to Bas YouTube channel sama gua Alfin dan i di depan kita sekarang udah ada box dari HP yang bisa bilang cukup mengguncang dunia smartphone ya di tahun ini. Yes, ada Vivo X200 Ultra. Nah, yes ini adalah versi ultranya ya. Jadi yang mana versi Pro-nya itu memang dirilis resmi di Indonesia dan yang versi ultra sayangnya dia enggak dirilis di Indonesia tapi dijual nih sama beberapa online e-commerce dan ini resmi nanti gua share di akhir gua belinya ini dari toko Billy lagi yang mana mereka biasa ngimpor-ngimpor HP yang emang inter istilahnya ya enggak dirilis di Indonesia tapi resmi IMEI-nya terdaftar. Nah, Vivo X200 Pro sendiri gua kemarin sempat adu ya sama iPhone 16 Pro Max sama S25 Ultra dan hasilnya kalian bisa lihat dari segi kamera ini HP benar-benar gila banget dan versi ultranya dia itu naikin satu level lagi di atasnya ya dari segi kualitas. Makanya di video kali ini kita bakal lihat desain unboxing, kita tes, kita rasain OS-nya juga karena OS-nya juga agak beda sama yang versi Indonesia. So, langsung aja kita mulai videonya. Let's go. [Musik] Oke, jadi ini dia untuk boxnya ya X2 Ultra yang mana ada tulisan Mandarin karena Yes ini ada versi yang dijual cuma di China aja dan ada logo size-nya. Jadi dia tuh ada beberapa versi cuma yang kita pilih ini adalah versi yang ya 16 + 512 GB. Yes. Jadi, ada beberapa versi mulai dari yang 256 yang mana RAMnya itu 12 GB terus ada yang 512, tapi yang 512 pun ada yang versi RAM 12 dan RAM 16 sama terakhir ada yang versi 1 TB yang RAM-nya 16 GB. Nah, kita pilih yang tengah-tengah. Bal menurut gua mungkin ini yang switch spot ya. Ini sebenarnya udah dibuka sama gua karena gua penasaran banget waktu itu datangnya udah agak e keburu-buru ya. Jadi gua penasaran sekalian gua cobain dan ini gua reunboxing lagi aja ke kalian semua sekaligus biar kita bisa lihat apa aja yang kita dapat di dalamnya. Nah, ini dia. Nah, jadi dia tuh modelnya begini. Dan yang paling menarik pastinya nih ini nih belakangnya dong yang uh look at that camera bum. Oke, nanti kita bahas. Kita taruh dulu di samping. Kita cek bagian dalam dapat apa lagi. Oke, pertama dapat case ya. Case-nya silikon standar ya. Gak ada make atau apa-apa. Cuma buat si kamera bumnya aja yang kalian bisa lihat ya. dan ada beberapa lubang-lubang lain. Desainnya sih cukup oke sih ya. Gua suka sih kalau casing silikon tuh dapat kayak warna gitu. Jadi kasih karakter gitu kan. Nah, terus ada charger dan ada kabel. Chargernya sendiri ini kalau kita cek Vivo flash charge yang 90 watt. Jadi yang standar flash charge yang beredar ya dari yang V series-nya Vivo juga kalau enggak salah udah yang flash charge 90 watt juga. Terus ada SIM ejector dan kalau dicek katanya SIM-nya sendiri. itu tuh dual nano SIM gitu. Last but not least ada manual book yang semuanya berbahasa Mandarin karena balik lagi ya ini adalah versi yang dijual di China. Dan guys inilah dia untuk HP-nya Vivo X200 Ultra ini yang warna silver ya atau warna putih kali bisa dibilang. Jadi dia ada total tiga warna. Ada warna merah yang hero color-nya yang mana merahnya merah MKB HD banget ya. merah sama hitam frame-nya. Terus warna putih ini sama warna hitam yang mana dia all black. Nah, kalau yang warna silver ini gua suka kenapa gua pilih warna ini? Karena dia ada tekstur garis-garisnya ini ya yang mana emang lagi kayak lumayan ngetren gitu kan kayak koper gitu loh. Koper-koper mahal. Walaupun demikian ini aslinya tuh sebenarnya soft ya, mulus. Enggak ada gerigi-geriginya yang kayak sesuai sama tekstur. Jadi cuma smooth matte aja. Matte finish. Ya. Ya. Balik lagi ke atasnya di si kamera bumnya yang segede ini. Yang mana kalian bisa pegang nih pakai tangan. saking dia tebalnya ya. Jadi gua yang gede pun bisa menggenggam ini dengan sangat mudah. Nah, kalau kita cek ke bagian samping dia frame-nya kalian bisa lihat ya ada tombol-tombol volume power dan ini nih yang menarik nih ada tombol kamera shutter ya. Sebenarnya Vivo enggak tulis ini nama exact-nya apa. Kalau gua cek-cek online ya. Cuma e dimention katanya ini sebagai shutter button aja. Padahal dia fungsinya enggak cuma sekedar buat jepret aja, bisa digeser-geser juga kayak punyanya iPhone. Nanti kita coba. Adu ya. Oke, ke bagian kiri enggak ada apa-apa ya. Jadi kosong di bagian kirinya. Dan kalau kita cek ke bagian depan nih. Nah, ini dia untuk layarnya yang mana sebenarnya udah gua set up ya. Oke, nih gua kasih kalian lihat nih home screen-nya kurang lebih kayak gini. Dan kalau kita ngomongin sebelum masuk ke dalam ya, lihat bagian luarnya masih ya dia ada curve-curve sedikit nih di bagian layarnya. Jadi dia enggak fully flat ya. yang mana di Vivo X200 Pro itu juga masih ada lengkungan sedikit. Tapi yang di sini di Vivo X200 Ultra dia frame-nya lebih flat. Kalau aja ini benar-benar fully flat kayak S25 Ultra gitu menurut gua bakalan lebih cakep sih. Cuma kayaknya Vivo masih pengin mempertahankan gitu kan style dari HP X200 series-nya. So, itu tadi untuk bagian fisik dari X200 Ultra. Sekarang kita cek ke bagian spesifikasi dari HP ini. Pertama untuk segi prosesor dia menggunakan Snapdragon 8 Elite ya. Jadi perbedaan sama Pro, kalau Pro itu pakai Diamond City yang versi ultra pakai Qualcom Snapdragon dengan Adreno 830 graphic. Dan tadi varian RAM dan storage-nya gua udah bahas ya. Jadi kita langsung lanjut aja ke bagian depan bagian layarnya yang mana ini ukurannya 6,82 inci LTPO AMOLED 120 Hz dengan resolusi up to 3K ya dengan 510 PPI. Jadi rapat banget pikelnya jadi tajam. Nah, untuk layarnya sendiri dia dilindungi sama armor glass protection dan dia juga udah ada onsreen fingerprint-nya menggunakan ultrasonic. Nah, untuk IP rating dia udah 6968. Jadi, dust tight sama water resistant bisa 1,5 m sampai dengan 30 menit direndamnya. Oke, lanjut kita masuk ke bagian paling penting dari HP ini. Yaitu di bagian ini nih yang paling gede kameranya ya. Kalau kita lihat ya, ada tiga buah lensa di dalamnya. Yang mana satu lagi ini cuma sekedar hiasan doang ya yang di atas nih ya. Karena bagian lensa periscopnya nih yang sebenarnya gede. Nanti kita bahas. Nah, kita cek speknya. Oke, untuk main kameranya dia pakai resolusi 50 megapel F1,7 dengan focal lengnya di 35 mm. Yang mana unik nih ya, kita bakal bahas lebih detail nanti. Ultrawide-nya juga sama 50 megapel F2.0, lensanya 14 mm. Yang mana keduanya ini pakai sensor yang sama nih, yaitu Sony Lia 818 yang ukuran sensornya gede, cuy. Di 1/1,28 inci atau 0,8 inci. Jadi, dia itu hampir 1 inci ya. gede banget buat sebuah kamera HP. Kemudian untuk periscope telefotonya dia pakai yang sama dari X200 Pro yaitu 200 megap F2,3 focal lengnya di 85 mm ya. Nah, sensornya sendiri dari Samsung ya. Kodenya HP9 yang mana ukurannya gede ya 1/1,4 inci. Nah, untuk kamera selfie dia 50 megap f2.5 dengan e focal lenguran sensornya 1/2,76 inci. Nah, seperti yang gua bilang tadi memang kamera utama dari X2 Ultra ini agak unik karena dia menggunakan focal lengumnya HP-HP tuh ya kayak Samsung, iPhone atau apapun di pasaran itu dia lensa utamanya 23 mm. Jadi lebih lebar dibandingin sama si Vivo X200 Ultra. Cuma memang 35 mm itu adalah focal lengar ya. Karena apa? Karena mata kita ini sebenarnya ngelihatnya itu 35 mm gitu. Jadi lebih menyerupai ke peripheral vision kita. Nah, gua lihat juga ini menarik karena apa? Karena Vivo juga naruh sensor yang sama tadi yang 1 inci di kamera ultra wide-nya ya, yang 14 mm. Jadi kalau kalian pengen foto yang e menyerupai lensa umumnya yang 2324 mm, Vivo ngerekomenin kita tuh pakai lensa ultrawide-nya. Karena tadi sensor 1 inci-nya yang gede, dia bisa nge-crop dan bisa menghasilkan tadi ya 23 mm. itu hasil yang cukup bisa dibilang tajam juga walaupun dia menggunakan lensa ultrawide. Dan tadi karena dia menggunakan sensor yang sama ya secara color shifting gua ngelihat enggak terlalu ada perbedaan atau bahkan bisa dibilang ini udah mirip banget untuk kualitas warnanya. Jadi kalau kalian memang butuh yang lebih lebar ya foto pakai lensa ultraw-nya tapi dizoom 1,5 1,8 kali gitu kan. Nah, sekarang kita lihat aja langsung ya ke bagian software dari kameranya di mana nih kalau kalian lihat ya untuk kita pilihan foto dia sekarang jadi kayak gini nih 14 3570 sampai 230. Cuma kalau 14-nya sendiri kalau kita klik dua kali dia jadi 28 mm. Yang mana ini tadi ya bisa dibilang ini menyerupai sama kayak jepretan kamera utama gitu. Nah, kalau kita pindah ke 35 ini udah menggunakan lensa kayak utamanya gitu ya. Nah, kita coba tes nih. Oke, kita pindah dari 14. Nah, dia ganti 28 dan kita ganti ke 35. Tuh, lihat ya, ada sedikit transisi ya dari lensanya yang mana memang enggak smooth, tapi karena ini difoto mungkin ya, jadi dia tidak terlalu perlu ya smoothness-nya dan dia bisa ke 85. Nah, 85 pun dia juga udah ganti lensa lagi. Dan 85 mm-nya ini menurut gua lensa yang killer banget ya. Karena tadi di X200 Pro itu ya karena dia menggunakan sensor tadi gede 200 megap resolusinya ya dan sensornya juga tadi 1/14/4 inch yang mana hampir 1 inci lah bisa dibilang ya. Jadi teknologinya kayak dia bisa nge-crop tetap tajam enggak perlu lensa yang sampai 200 apa berapa dia tetap bisa ngasilin gambar yang tajam dan kualitasnya juga bagus gitu. Menurut gua ini sweet spot banget dan gua bingung kenapa teknologi-teknologi ini enggak dipakai di HP-HP yang lain kayak Samsung. Padahal ini sensornya Samsung gitu kan sih 85 mm-nya gitu. Jadi hopefully sensor ini dipakai sama HP-HP lain karena menurut gua ini sensor yang killer banget, bagus banget hasil-hasilnya. Dan gua juga udah buktiin itu ya di kamera tes kita adu sama HP-HP lain. Nah, sekarang gua mungkin pengen langsung aja nih kasih kalian juga lihat ya perbandingan ya antara si X200 Ultra kita compare sama S25 Ultra dan juga kita compare sama iPhone 16 Pro Max. Oke, guys. Jadi, ada sedikit pergantian rencana ya. Awalnya gua pikir gua langsung mau adu aja sih Vivo ini sama iPhone dan yang lain-lain. Tapi gua sekalian gua mau keluar kota nih ya. Gua mau ke Palembang sebentar doang sih. Jadi gua pikir gua bawa aja sekalian kita adu di sana buat foto-foto. Kita lihat ya comparison-nya gimana. Dan ya sekarang gua packing dulu. Kita cekin bareng-bareng. Kopernya udah di belakang. Let's go. Oke, udah kelar untuk packing-nya. Ini buat barang anak-anak ya, ada pampers segala macam. Dan ini buat barang kita dipisahin. Dan ada sistem compression-nya juga nih ya. Yang mana? Kita tinggal kaitin aja. Oke, sebelum kalian nanya itu koper apaan, Bang? Yes, ini adalah koper brand lokal ya dari Bowler dengan material yang aluminium. Guys, jadi ini koper metal pertama gua dan harus gua bilang ini puas banget karena build quality-nya solid banget ya. Finishing-nya juga premium dan handlennya ini yang menurut gua super solid dari sebelumnya kita juga pernah pakai yang versi polikarbonatnya ya. Ini smooth banget juga buat diajak jalan. Dan yang paling keren itu kita bisa engrave. Jadi kita bisa e tulis inisial kayak gua bisa pakai bat dan inisial gua sekeluarga. Nah, gua sendiri pilih warna silver karena memang kelasi banget ya secara looks ya dan kelihatannya juga mewah gitu kan kayak koper-cover mahal. Tapi kalau kalian pengin warna lain, ada total tujuh warna plus ada tiga size secara keseluruhan. Ada yang small yang kayak gua pakai carryon sampai yang checkin. Checkinnya juga ada yang 20 inci. Ini yang gua pakai 28 inci. Nah, gua udah pakai ini kurang lebih sebulan terakhir dan secara overall value ini menurut gua oke banget ya. Nah, di bagian luar dia nguncinya pakai TSA Lock Guard yang mana itu nguncinya simpel banget, tinggal diklik aja dikunci terus ya secara keamanan pasti oke dan emang ini udah standar kelas dunia gitu kan. Nah, di bagian interior sendiri dia pakai material polyester yang mana kh warna biru ya yang soft dan ada sistem compression-nya bowler ya. Jadi itu juga biar barang tetap aman, tetap rapi ketika kita taruh di dalam. Nah, yang di versi 20 inci pun ini ada slot buat power bank ya yang mana ini include kalau kalian beli paket aksesorisnya ya. Dan ini ngasih convenience yang oke banget. Kalau kalian selama perjalanan pengen ngecas tinggal dicolokin aja. Dan last but not least ini koper ngasih garansi 10 tahun yang coverage-nya kalian bisa lihat ya ini oke banget. Nah, yang pastinya paling menarik buat gua adalah harganya yang bisa dibilang ini value for money ya. Kayak gua bilang di awal, terutama dibandingin sama koper-kopper metal sejenisnya di pasaran. Nah, sekalian gua juga dapat kode diskon dari Bowler nih. Buat kalian yang pengen upgrade koper kalian ya bisa dipakai kodenya. Gua taruh di sini dapat potongan juga lumayan bisa buat dipakai untuk engak buat beli aksesorisnya. Jadi langsung aja klik. Gua juga taruh link paling pertama di kolom deskripsi di bawah. Lanjut. Oke, Guys. Jadi, gua udah balik ya sebenarnya dari Palembang dan kemarin rencananya gua sebenarnya pengen ngontennya kan di Palembang sambil jalan-jalan, tapi ternyata tidak semudah yang dibayangkan ya karena faktor gua bawa bocah ya dua sama ya mungkin itu juga faktor skill issue ya. Gua adalah sedikit-sedikit jepret-jprret foto sekalian gua juga pengen share aja sih sekalian ya. Kumpulin gua rangkum experience si X200 Ultra sebagai kamera buat liburan. Pertama kita bahas dari segi UI atau software-nya sendiri ya, yang mana ini beda sama Vivo X2. 200 Pro yang dirilis global dan di Indonesia. Nah, X200 Ultra ini pakai origin OS yang mana dia ngasih tampilan lebih modern dibandingin sama Van Fantasou OS-nya Vivo yang ada di Indonesia yang mana kesannya itu dia kayak plain banget gitu ya. Dia itu kayak ada widget kalau di Origin OS namanya origin Kids yang elemennya itu memang grafisnya lebih modern ya walau seperti yang kalian bisa lihat ini memang bahasanya mostly Mandarin ya karena memang X200 Ultra ini cuma dirilis buat pasar China. Nah, berikut juga karena emang cuma dirilis di pasar China ya, pas awal beli memang enggak ada Google Play Store. Tapi gampang banget tinggal di-instal aja via App Store-nya Vivo, yaitu V App Store dan beres, langsung bisa download aplikasi-aplikasi Google dan bisa langsung nyambung juga ke servis-service yang ada di HP-nya. Walau demikian, ada beberapa aspek Google lain yang saat ini memang belum bisa gua pakai. Misalnya shortcut untuk Gemini dari power button itu enggak bisa karena AI-nya yang bisa dipakai di sini adalah AI bawaan Vivo yang namanya Blue AI. Bisa sih diinstal Gemini terus ya mesti hidupin Gemini aja gitu kan kayak circle to search gitu-gitu yang enggak ada. Terus di home screen itu juga kalau kita swipe ke kanan yang biasanya paling e kiri page-nya hom screen itu biasa isinya Google Now atau yang berita-berita itu di sini juga udah enggak bisa dan gua sempat cobain install launcher third party cannoova launcher itu juga tetap enggak bisa karena dia auto balik sendiri ke default launchernya jadi kita enggak bisa ganti launcher gitu. Nah, satu yang biasanya HP interak bisa pas dulu gua tes adalah Android Auto. Tapi pas di sini gua tes ternyata udah bisa. Mungkin memang versi Android yang terbaru ini udah lebih compatible. So, that's good. Satu lagi sebelum kita bahas jepetan-jpretan kameranya, gua pengen share sedikit soal tombol shutter ya yang ada di X200 Ultra yang mana kalau dicek di settingannya ini memang namanya sama persis dengan punyanya Apple yaitu kamera control. Dan di sini juga memang kita bisa pakai kurang lebih mirip ya, kita bisa swipe-swipe, kita bisa dipencet persis lah bisa dibilang kayak memang kamera kontrolnya si iPhone. Cuma di sini ada satu fitur yang gua suka dan di iPhone itu enggak ada, yaitu kita bisa semacam kayak half press ya untuk lock fokus sama exposure-nya. Jadi kayak kamera beneran gitu, kayak kamera mirless beneran. So, mantap gitu, enak gitu, kayak berasa pakai kamera beneran gitu kan. Cuma harus gua bilang kalau memang untuk elemen swipe-swipe-nya itu di iPhone kayak masih lebih responsif, masih lebih mulus. Kalau di sini kayak ada delay tipis-tipisnya gitu. Kayak enggak seless banget. Oke, mungkin dari tadi gua juga sempat share-share dikit ya hasil jepretannya di awal dan ya menurut gua simpel ini kamera bisa dibilang the best yang ada di HP saat ini. Kameranya versatile banget, konsisten banget hasilnya ya dari kamera ultrawide sampai ke kamera telefotonya. ultrawide dan main kameranya tadi ya pakai sensor yang bisa dibilang sama juga itu seper seekian inci jadi hampir 1 inci ya karena sensornya sama warnanya jadi konsisten. Jarang ada color shifting yang mana memang masih sering terjadi di HP-HP flagship sekalipun kayak di iPhone ataupun Samsung. Cuma memang di sini gua ngerasa perlu sedikit adaptasi dengan lensa utamanya yang 35 mm gitu. Karena dia sedikit lebih ng-crop ya, kayak lebih nge-zoom dibandingin kamera HP pada umumnya yang kamera utama. Tapi memang dari segi ketajaman ini bisa dibilang yang wah banget. Ini yang terbaik yang gua coba buat sebuah HP. Nah, ini yang gua adu juga sama iPhone 16 Pro Max sama X Ultra. Bisa kalian coba nilai sendiri ya. Kayak menurut gua ini hampir beda kelas gitu ya. Warnanya juga udah oke banget, natural banget ya. Wallu terkadang memang di beberapa skenario terutama untuk low light itu kayak ada enhancement gitu ya. Kayak tiba-tiba ada noise gitu. Kayak gua ngelihat ini problem satu mungkin bug ya. Ketika gua foto di layarnya, di viewfindernya itu kelihatan hasil jepretannya oke, tapi pas dijepret hasilnya jadi noise banget. Mungkin problem software. Jadi ya hopefully nanti di-update, ya. Tapi kalau memang kalau di kondisi terang, kondisi biasa ini enggak terjadi sama sekali. Oke. Nah, ini kita coba rekam ya di kondisi terang dan ini eh hasil video dari Vivo X200 Ultra pakai lensa utama 35 mm. Nah, kita masukin side by side ya, samping-sampingan sama iPhone 16 Pro Max dan S25 Ultra. Dan kalian bisa lihat dari segi kedalaman itu ya, kayak ke belakang tuh ya, depeld-nya itu memang keduanya juga kesemua HP tuh blur, tapi memang berasa yang paling detail terus yang paling ngeblur ya dari si Vivo X200 Ultra. Nah, cuma gimana menurut kalian? Apakah ini worth it gitu ya istilahnya ya signifikan itu menurut gua sih ada perbedaan yang berasa walau memang kayaknya enggak semua orang bakal ngerasa ini terlalu kayak noticeable gitu. Oke, kalau selfie-nya sendiri ini kita pakai mode portrait video ya, yang ada juga di X200 Ultra dan bisa kalian nilai untuk bokehnya sendiri gimana karena ini resolusinya memang cuma terbatas di 1080p aja yang mana di iPhone itu cinematic mode bisa 4K30 dan di Samsung S25 Ultra itu bisa 4K juga di portrait videonya namanya. So, yes, paling itu aja buat Vivo X200 Ultra. Kesimpulan gua ya, HP ini dari segi kamera bisa dibilang yang terbaik, paling mantap untuk saat ini ya. Hasil jepretannya tajam, zoom lens-nya juga bisa di-andelin banget walaupun ya ini bisa dibilang sensornya sama ya untuk lens sensa telefotonya dengan yang X200 Pro. Pembedaannya memang lebih berasa di kamera ultrawide dan main kamera yang pakai sensor gede. Ditambah main kameranya juga pakai lensa 35 mm yang bikin para pecinta fotografi ini pasti langsung berasa ngeklik gitu bisa dibilang ya. Sayangnya memang bagian software aja nih yang memang karena ini bukan buat pasar global jadi banyak fitur-fitur yang enggak bisa dipakai. So, mungkin perlu cari cara atau ya mengubah kebiasaan kalau emang pengin pakai HP ini sebagai daily driver. Nah, untuk Vivo X200 Ultra ini kemarin gua beli dari toko Billy lagi ya, yang mana dia sering banget ngimpor-impor. Gua juga sering banget beli sama dia. Dan itu starting harganya dari Rp2 juta ya untuk yang varian standarnya yang 12256. Nah, ini yang gua pilih yang 16512 ya seperti yang kalian lihat di awal unboxing. Jadi harganya bervariasi. Ada juga yang versi 1 TB sampai ada juga yang buat si kamera attachment-nya itu juga lumayan Rp9 jutaan harganya. So, nanti gua taruh aja linknya langsung di bawah e buat kalian yang pengen ngecekin ya mana tahu di wishlist dulu. Tapi ya gila sih mantap banget kameranya gua ya suka banget pakai ini walau ya buat dipakai jadi daddy driver mesti ada adaptasi. Sip itu aja. Thank you semua yang sudah nonton. Semoga videonya bermanfaat dan let me know kalau kalian ada yang mau ditanyain kita diskusi aja langsung di kolom komen section di bawah. Boleh kasih jempol kalau kalian suka videonya subscribe ke Basing RAT YouTube channel. Itu aja nama gua Malvin. I'll see you guys on the next video. Ciao. Ya, sesekalilah kita bahas HP-HP inter ya, spesial gitu. Kalau yang spesial banget baru gua mau bahas serius gitu. Mm.
Video Lainnya
Bursa ponsel 2026 memanas oleh inovasi brutal. Persaingan kini berpusat pada pesona lensa periskop, monster baterai ekstrem, dan cip pendingin cair. Panduan taktis...
Langkah tidak biasa diambil oleh Jagat Review saat mendadak menunda ulasan mendalam untuk vivo X300 Ultra, kasta tertinggi ponsel flagship di tahun 2026. Di balik...
Kehadiran bocoran seputar iPhone 18 Pro di tengah riuhnya pasar smartphone tahun ini memicu perdebatan sengit mengenai urgensi melakukan upgrade. Lewat pendekatan...
Kabar mengejutkan datang dari jagat media teknologi tanah air seiring keputusan DKID Media untuk menyudahi KOTEK (Komedi Teknologi) tepat di episode kesepuluhnya....
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Rumor mengenai lonjakan harga ekstrem pada lini Reno terbaru sukses memicu perdebatan hangat di kalangan pencinta gawai. Pasalnya, seri yang biasanya menyasar kelas...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Kabar kurang menyenangkan datang bagi para pencinta ekosistem Apple, menyusul rumor kuat mengenai lonjakan harga perangkat masa depan mereka akibat ketergantungan...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Pasar ponsel murah kembali diguncang oleh kehadiran perangkat sejutaan yang sekilas membawa visual mewah layaknya lini premium masa depan. Di balik desainnya yang...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sederet perangkat antimainstream yang siap mengubah total kenyamanan setup harian Anda. Mulai dari inovasi TWS dengan konsep...


















