Jungkat

KATANYA iQOO 13 Lebih BAIK Dari POCO F7 Ultra? (YouTube Video)

  • 17/04/2025

Oke, jadi pas lihat harga resmi Poco F7 Ultra kemarin di 9,6 juta, gua berasa lebih worthnya di IQ 13 gak sih? Dengan beberapa keunggulan yang dimiliki. Tapi setelah gua lakuin tes yang lebih menyeluruh, ternyata banyak juga hal menggiurkan di F7 Ultra. Jadi mending IKU atau Poco? Yuk kita bahas. Seperti biasa, kita mulai dari desainnya dulu yang secara looks. Poco lebih berani nih dengan warna favorit kuningnya. Sedangkan Iiku tampilannya sih lebih keren ya buat gua, apalagi dengan warna putih yang ada kolaborasi khusus dengan BMW Motorsport. Perbedaan kedua juga terletak di kamera bnya nih. Poco berbentuk lingkaran kecil dengan sentuhan ring kuningnya yang keren. Sedangkan Iiku jauh lebih gede dan agak mengotak. Plus jangan lupa ada juga lampu joget-joget yang bisa dicustom buat nampilin notifikasi. Secara berat kedua HP ini berasa mirip ya, tapi untuk dimensi IQ lebih bongsor. Lebih lebar sekitar 1,7 mili dan lebih tinggi 3 mili. Untuk frame-nya sama-sama pakai metal yang finishingnya matte di Poco dan glossing di dan glossy dan glossy di IQ. Serta keduanya punya back cover dari kaca dengan finishing mat yang punya sedikit lengkungan. Terus satu lagi yang kalian mesti tahu di bagian atas HP ini IQ ada lubang speaker sama mic ya. Sedangkan Poco polos aja yang mana speakernya nyatu sama earpiece. Overall, gua lebih prefer desain di IQ ya, terutama kolaborasi dengan BMW-nya. Plus ada lampu RGB juga lebih khas aja gitu. Tapi balik lagi desain ini selera sih. Ada yang enggak setuju sama gua? Coba kasih tahu kenapa. Secara layar IQ punya tampilan lebih gede di 6,82 inch, sedangkan Poco 6,67. Pastinya kalau buat nonton atau nge-game, layar lebih gede bakal lebih enak. Dan secara beasel mirip ya di kedua HP-nya atau IQU lebih tipisan dikit. Keduanya juga pakai panel AMOLED dengan resolusi yang sama di 2K dan Brightness HBM di 1800 nit. Saat gua cek di outdoor gini mirip-mirip aja enggak sih buat kecerahan layarnya? Sama-sama mantap. Tapi IQU udah pakai panel Airtpo yang bisa naikin atau turunin refresh rate dari 1 ke 144. Efeknya jadi lebih bisa hemat baterai ya. Dan apakah betul? Tungguin nanti kita tes baterainya. Dan yes, kalian gak salah dengar IQ punya refresher 144 Hz dibanding Poco yang cuman 120. Tapi buat gua sih ya 144 Hz ini enggak terlalu kelihatan beda banget dari 120 dan rata-rata game populer masih mentok di 120. Buat kaca depan Poco udah pakai perlindungan Poco Shield Glass sedangkan Ikiku pakai Scot Sensation Alpha. Susah banget dah. Jujur gua gak tahu sih mana yang lebih durable karena tiap brand pasti punya klaimnya sendiri. Terus keduanya juga punya fitur always on display yang udah ggak ada batasan durasi. Mantap teneng. Nah, kita masuk ke bagian yang paling ditunggu-tunggu, yaitu performance. Untuk chipset sama-sama pakai Snapdragon 8 Elite, tapi yang menarik secara cooling system tampaknya IQ lebih luas ya di 7.000 mm², sedangkan Poco 5.400. Kira-kira dengan kombinasi ini mana yang lebih baik? Jadi di sini gua bakal lakuin berbagai tes buat cek kemampuan kedua HP ini. Tapi sebelumnya gua pastiin kedua HP ini ada di 100% connect di Wii dan settingan yang sama update software terbaru refresh rate default dengan resolusi standar sama performance mod-nya gua pakai yang balance. Dan langsung aja kita ke tes pertama Antutu yang kelihatan Snapdragon 8 elite di IQ ini lebih buas ya dapat skor tinggi di, juta terpaut Rp300.000 R000 dari Poco. Untuk suhunya sendiri juga tinggi nih di 47 derajat, sedangkan Poco 45,7. Habis itu gua lanjutin dua kali tes Anutu berturut-turut dan hasilnya IQ tetap lebih tinggi dengan skor rata-rata 2,2 di Poco dan 2,5 juta di IQ. Untuk penuruan performance-nya Pokok sedikit lebih baik ya, berkurang 12% berbanding 19% di IQ. Dan suhu rata-ratanya sendiri IQ sedikit lebih tinggi di 0,8 derajat. Cuma perlu diingat ini tes dengan performance mode balance. Nanti kita bakal coba aktifin dan lihat hasilnya beda atau enggak. Sama satu lagi gua lupa kasih tahu kalau virtual RAM di kedua HP ini sama-sama gua mentokin di 16. Jadi total 32. Setelah kelar istirahat, kita tes geekbench yang secara single core dan multiore lebih tinggi di Poco. Wah, kenapa bisa gitu ya? Terp lumayan jauh, 600-an poin buat single core dan hampir 3.000 poin multiore. Coba keluarkanlah teori-teori kalian, Guys. Next, setelah adem kita coba gas lagi buatnya 3DMX stress test. Dan ternyata Poco F7 Ultra overheat nih. Sedangkan IQ 13 selesai dengan skor 5.400-an dengan stabilisasi di 60-an. Dan di sini byriku sisa 76% ya, sedangkan Poco 71. Enggak tahu kenapa bisa overheat nih, karena di video sebelumnya yang gua bandingin sama Poco F7 Pro bisa kelar dengan sukses yang dapat skor di 6.000 dengan stabilisasi 71%. Cuman tanda overheat ini bukan sesuatu yang buruk juga sih karena koreksi kalau salah. Sebenarnya ini malah salah satu langkah si brand buat ngejaga suku HP-nya supaya enggak melebihi batas. Tapi, Bang, apakah artinya HP Poco ini gampang panas? Nah, nanti kita buktiin di tes-tes keseharian selanjutnya, ya. ada download rendering 4K recording sama nonton YouTube. Tapi sebelumnya sesuai janji mari tes Antutu lagi. Tapi kali ini dengan performance mod-nya gua nyalain dan hasilnya terjadi peningkatan di Rp2.570.000-an yang sebelumnya mentok di 2,4 aja. Sedangkan IQU ada perubahan ya masih sama strong di 2,7 juta. Habis itu gua sempat lakuin storage test di Antutu yang gua kira hasilnya bakal mirip karena tipe storage-nya sama. Tapi ternyata Poco bisa lebih unggul lumayan jauh loh. Beda sekitar 50.000 poin dengan selisih terbesar ada di bagian RAM. Hm, kenapa ya? Padahal di background prosesnya udah bersih nih dua-duanya. Fuh, melelahkan. Tapi tes kita belum kelar, masih banyak. Dan sekarang lanjut ke tes download dari Google Drive yang gua pasin connect di Wii yang sama. Cuma yang aneh saat mulai enggak keluar notif download-nya loh. Tahu-tahu udah nongol di galeri sedangkan IKU masih download. Habis itu biar valid, gua coba download sekali lagi. Dan kali ini Iiku jalan duluan. Terus 2 sampai 3 detik setelahnya baru disusuk pokok. Dan terakhir biar gua bisa tidur nyenyak dan gak penasaran, tes terakhir gua nyala matiin Wii dua-duanya nih. Terus kasih IQ download 3 detik lebih dulu. Hasilnya pokok masih selesai duluan ya. Dan lagi-lagi notif download-nya enggak muncul nih. Feeling gua kayaknya permission notif buat Google Drive-nya belum aktif kali. Terus dari file tadi gua lakuin rendering pakai Kin Master yang editannya gua kasih scale dan satu filter. Terus export dalam 4K30 dengan bit rrate yang gua mentokin yang file outputnya sekitar 5 gigaan. Hasilnya IQ bisa selesai duluan tapi selisihnya cuman 2 detik aja dari Poco terakhir kita tes recording 4K 30 selama 30 menit. Terus dilanjutin nonton YouTube 30 menit juga. Dan hasilnya Poco lebih menguras daya masing-masing berkurang 2% lebih. Dan di akhir tes baterai Poco sisa 44% sedangkan IQ lebih banyak 55. B guys, serius bikin video perbandingan ini menguras waktu banget. Jadi biar usaha yang gua lakuin ini enggak sia-sia, boleh bantuin gua dengan like video ini, ya. Dan subscribe juga biar gua makin sering bikin video duel kayak gini. Thank you. Nah, selain performance, kita juga mesti tahu gimana pengalaman buat nge-game-nya. Karena keduanya sama-sama punya gaming chipset tersendiri, Vision Boost D7 di Poco dan Super Computing chip Q2 di IKU. Emang kelas berat nih dua-duanya. Jadi langsung aja kita tes Gin Impact highest 60 fps selama 20 menit yang mana di Poco dapat FPS rata-rata di 59,9 ya dengan suhu 39,5 derajat. Sedangkan IQ sedikit lebih baik dan melebih mentok di 60,5 dengan suhu beda tipis di 40,5 derajat. Untuk baterainya sendiri, Poco berkurang 9% sedangkan IQ 7%. Next kita coba di game yang lebih berat yaitu Wooding Wave yang settingannya gua mentokin rata kanan. Di Poco sendiri dapat FPS rata-rata di 59,3 FPS ya dengan suhu 42,5 derajat. Dan IQU ternyata lebih rendah loh di FS rata-rata 56,8 dengan suhu mirip kayak di Poco 42,1 derajat. Untuk baterainya lagi-lagi IQ lebih awet ya berkurang 9% sedangkan Poco 11% selama 20 menit main. Dan karena enggak yakin gua coba tes woodering wave sekali lagi di IQ dan hasilnya ternyata mirip di 56,5 fps. Mungkin bisa jadi gameennya enggak sekompatibel di Poco. Tapi jangan salah paham juga ya. Dapat FPS di 56-an itu juga udah termaksud bagus banget, terutama buat game berat kayak Wing Wave ini. Jadi kesimpulannya untuk performance menurut gua mirip-mirip ya. Ada benchmark yang lebih optimal di IQ kayak AnTutu, tapi di Geekb lebih baik di Poco. Cuman satu yang cukup kelihatan, yaitu dari sisi daya tahan baterai IQ lebih awet yang mungkin salah satu penyebab dari kapasitas baterainya sendiri yang lebih besar sampai 850 mAh. Cuman di luar itu kedua HP ini sama-sama punya charging yang ngebut di 120 wat. Terus tambahan aja Poco udah support 50 wat wireless charging, sedangkan IQ enggak ada, tapi dia support bypass charging yang enggak di punya Poco. Next, kamera. Kedua HP ini punya konfigurasi yang mirip ya, tiga kamera belakang tanpa gimmik yang kita mulai dari ultrawide. Di mana Iik punya gambar yang lebih cerah nih, sedangkan Poco enggak bisa dibilang gelap juga sih. Lebih ke balance. Selebihnya untuk detail dan dynamic range mirip-mirip aja. Terus buat lensa utama IQ punya warna yang lebih keluar ya. Karena perlu diingat kalau Ikiku punya tiga color profile dan gua pakai yang Vivit. Jadi untuk warna gua enggak terlalu bahas, sedangkan Poco enggak ada pilihan itu dan karakter warnanya lebih mendekati natural. Nah, lanjut telefoto ini menarik yang mana dua kali optical di IQU dan 2,5 kali optical di Poco. Tapi buat zoom maksimal Poco bisa lebih jauh di 60 kali sedangkan IQ 30 dengan detail yang bisa gua bilang lebih baik di Poco. Kelihatan dari tekstur kalamari sama spring roll-nya yang terlihat lebih siap buat dimakan. Terus lensa telefoto di Poco juga punya fitur makro ya, yang mana kalau di-shoyoot dekat gini IQ udah ngeblur, mesti dijauhin dulu baru dapat fokus. Tapi setelah gua otak-atik, ternyata ada settingan khusus di IQ yaitu nyalain auto switch lens-nya. Dan hasilnya IQ bisa dapetin Hasi makro yang mirip walaupun secara detail lebih baik di Poco. Buat portrait ada perbedaan di fokaleng ya sama-sama pakai 24 mili dan 35 terus Poco di 60 dan 75 mili sedangkan IQ 50 dan 100 mili. Hasil keduanya mirip, bokenya rapi, detailnya juga tajam. Beda di karakter warna aja. Iu lebih kontras dan sedikit kekuningan, Poco lebih akurat. Habis itu buat selfie, Poco punya kontras yang lebih tinggi ya. Gambarnya juga cukup pekat dibanding Iku. Untuk dynamic range sama-sama baik dan satu lagi secara jarak pandang Poco lebih luas karena bisa shoot di 0,8 kali. Next kita ke video yang mana buat resolusi kamera belakang sama-sama bisa 4K60 dan 8K. Tapi bedanya IQ bisa record EC30 dan Poco 24 FPS. Terus saat recording, IQ bisa pindah lensa di resolusi 4K ya. Sedangkan Poco cuman bisa di 1080p aja. Dan buat transisi gua berasa Ikiku sedikit lebih cepat ya dengan konsistensi warna yang mirip-mirip antara white dengan ultra white. Kalau buat hasil video secara warna saturasi IQ lebih tinggi di mana Poco lebih mendekati natural. Buat dinamic renang-nya sama-sama baik. Terus kalau ngomongin zoom lagi-lagi Poco bisa lebih jauh di 15 kali berbanding 10 kali di IQ. Yang hasilnya kalau gua bandingin buat sesama 10 kali, Poco lebih baik ya, minim noise dan lebih detail juga enggak sih? Oh ya enggak lupa untuk ultrawide di IQ dia support autofokus kelihatan jelas baretan di cincin gua sedangkan Poco udah ngeblur tapi tidak sengeblur cintaku kepada istriku C ilahik kik wik. Dan terakhir mari kita ngomongin selfienya yang secara resolusi Iiku bisa sampai 4K60 ya. Sedangkan Poco cukup disayangkan masih 1080p60. Cuman secara stabilisasi lebih baik di Poco. Enggak cuman 4K-nya yang gempa, tapi 1080p-nya juga cukup disayangkan banget. Semoga bisa dibenerin di update software. Jadi, mana yang lebih baik? Buat kesimpulannya sabar ya. Nanti kita bahas di belakang. Oke, buat spek lainnya keduanya itu udah 5G, NFC, fingerprint Ultrasonic, AR Blaster, dan dual stereo speaker yang hasilnya terus untuk IP rating Poco cuman support IP68 ya, sedangkan IQ bisa IP69 yang lebih tahan tekanan air. Dan terakhir ini cukup penting buat sebagian orang yaitu IQU udah pakai USB type C 3.2 genen 1. Yang penting nih buat kalian yang suka streaming game via kabel atau pindahin file secara cepat. Misalnya di sini gua coba transfer file di Poco F7 Ultra sekitar 2,5 gig ya dan butuh semenitan udah kelar. Sedangkan IQ mungkin enggak sampai 20 detik udah selesai dia. Habis itu kalau ngomongin AI keduanya punya Gemini dan Circle to Search. Tapi selain itu menurut gua Poco punya fitur AI yang lebih lengkap kayak AI interpreter, speech recognition, dan fitur di galeri yang lebih banyak kayak AI image expansion. Kalau buat dukungan software, Poco support 1 tahun security page lebih lama di 6 tahun dan keduanya mendukung sampai 4 tahun Android update. BTW buat perbandingan OS untuk Hyper OS 2 di Poco ataupun Fouage OS di IQ gua enggak bahas lagi ya. Buat kalian yang belum familiar bisa cek video gua yang ini deh. Terus ini mungkin bakal jadi nilai plus buat Poco yaitu dukungan ekosistem di mana dia bisa connect sama tabletnya Pocopet ya ataupun bisa masuk juga ke ekosistem Xiaomi misalnya connect ke IoT atau peralatan rumah tangga pintarnya Xiaomi. Tapi jujur ini gua belum sempat coba sih. Sedangkan Ikiku belum punya ekosistem yang lengkap. Apakah Ikiku harus bawa produk ekosistem lainnya? Kira-kira apa yang kalian paling tunggu? Dan terakhir harga Poco F7 Ultra 12+ 256 dijual di 6,9 6,9 dijual di Rp9,6 juta ya di penjualan perdananya lebih murah sekitar Rp400.000 dari IQ 12+ 256. Tapi ini yang lumayan bikin goyang buat varian 16 plus 512-nya. Poco dijual di R10,6 juta, sedangkan IQ di 11,999 juta. Cuma bukan enggak mungkin IQ bakal turunin harganya ya. Yuk, Guys. Coba kita panas-panasin biar kedua brand ini makin bersaing. Dan yang diuntungan siapa? Kita dong sebagai konsumen. Oke, jadi kalau boleh gua ringkas dari tes-tes tadi, secara desain gua lebih suka warna putihnya IQ yang collab sama BMW. Cuma ingat, ini balik lagi ke selera masing-masing. Walaupun frame metal glossy-nya bikin kelihatan cepat kotor dan jiprak sidik jari, tapi kalau dipakaiin case harusnya aman. Terus buat layar IQ jelas lebih unggul ya dengan panel LTPO dan refresh rate yang lebih tinggi di 144 Hz. Sedangkan performance sama-sama pakai Snapdragon 8 elite yang dari hasil pengetesan tadi plus minus. Anutu sama Genchin lebih baik di IQ 13 tapi Geekbench dan Wering wave-nya lebih baik di Poco. Cuman satu yang pasti dari sisi daya tahan baterai IQ13 juara sih dengan kapasitas 6.150 150 mAh-nya. Dan ada tambahan nilai plus juga buat IQ karena dia ada fitur bypass charging. Sedangkan Poco enggak punya itu, tapi dia udah support 50 wat wireless charging. Habis itu buat kamera juga plus minus nih. Buat foto gua ngerasa mirip-mirip aja. Bedanya cuma di dua kali optical zoom di IQ dan 2 seteng kali optical di Poco yang support telemakro. Tapi di IQ juga support autofokus di mode ultrawide. Selain itu warna IQ juga cenderung lebih kontras dan punchy. Buat video, tingkat resolusi lebih tinggi di Ikuya, bisa support sampai 8K30 dan kamera depan 4K60. Buat kamera belakang, hasilnya mirip, tapi pokok emang enggak bisa ganti lensa aja di resolusi 4K. Secara warna juga lebih keluar di IQ ya. Sedangkan di selfie walaupun IQ punya resolusi lebih tinggi tapi stabilisasinya masih kurang nih dibanding Poco. Kalau kalian banyak ambil video pakai tripod atau diam gitu, IQ sih cocok, tapi kalau lebih banyak vlogging, gua saranin pakai Poco. Dan buat fitur lainnya, Poco punya fitur AI yang lebih lengkap dengan dukungan ekosistem produk Xiaomi tadi. Tapi ICO punya IP 69 dan port USB type C 3.2 genen 1. Oke, jadi itu ya, Guys, perbedaannya. Cuman kalau gua disuruh pilih, kalau misalnya punya duit di R jutaan mentok ke 10 pas, IKU bisa jadi pilihan yang lebih menarik. Khususnya kalau kalian suka pakai buat nge-game. Performance yang ngebut, bypass charging, baterai lebih awet, dan layar yang lebih gede, plus bagus. Tapi kalau kalian cari storage yang lebih gede, support wireless charging, dan udah ada di ekosistem Poco atau Xiaomi, Poco 16 Plus 51 gigya bisa jadi pilihan yang pas. Karena secara harga pun selisih lumayan juga tuh sekitar 1,4 juta dibanding Iiko.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Xiaomi

Xiaomi adalah brand elektronik inovatif dengan produk smartphone, AIoT, dan smart home berteknologi canggih. Xiaomi menghadirkan perangkat berkualitas dengan harga kompetitif, mulai dari HP, tablet, wearable, hingga perangkat rumah pintar.

Poco F7

POCO F7 adalah smartphone yang sudah dipasarkan resmi di Indonesia dan ditempatkan sebagai model yang menonjolkan performa tinggi. Perangkat ini memakai platform Snapdragon 8s Gen 4 dengan proses manufaktur TSMC 4 nm. Konfigurasi CPU-nya octa-core dengan kecepatan hingga 3.21 GHz, dan GPU yang digunakan adalah Adreno 825. Untuk kebutuhan AI,...

Poco F7 Ultra

POCO F7 Ultra adalah smartphone kelas flagship yang dipasarkan di Indonesia dengan performa tinggi sebagai fokus utamanya. Perangkat ini ditenagai oleh Qualcomm Snapdragon 8 Elite Mobile Platform, sebuah chipset unggulan yang dibuat dengan proses fabrikasi 3 nm untuk kombinasi performa tinggi dan efisiensi energi terbaik di kelasnya. Snapdragon 8 Elite...