Ketika Xiaomi dan iPhone bikin HP Murah 2 Jutaan ๐๐ (YouTube Video)
Ini jadinya kalau iPhone 18 Pro bergendi digabung sama Xiaomi 18 Pro yang punya back cover layar, tapi mereka itu diakuisisi sama orang Jawa. Nah, jadinya Itel A300 karena lihat aja nih warnanya udah bergendi banget terus ada back covernya ini kayak sengaja gitu menggabungkan ini. Kayak misalkan mereka pas meeting ya kita kayaknya harus bikin seri baru deh dengan desain baru. Oh ini aja ambil bergedenya iPhone, ambil backovernya [musik] Xiaomi dan jadilah A300 Plus. Karena memang paling enak desain itu ya ATM aja. Amati, tiru, plek keciplek. Dan yang menarik karena ini itel harganya itu super super terjangkau in this economy ya. Harganya itu saya beli kemarin berapa ya? 2,3 juta kalau enggak salah. Nah, dengan harga 2,3 juta kita udah dapat layar dua ya. Tapi tolonglah ya untuk gimmik-gimmik RAM kayak gini tuh dikurangilah ya. Ini RAM-nya 18 GB. udah tahu RAM itu adalah hal sensitif di kondisi sekarang, tapi masih aja pakai gimmic marketing virtual RAM 12 GB, Rel-nya 6, jadi total 18 GB. Nah, ini kalau misalkan orang-orang yang di desa sana yang informasinya belum sampai virtual RAM itu apa kan kasihan. Karena menurut saya dengan harga segitu dikasih 6 gig aja itu udah oke kok in this economy ya. Jadi enggak perlu lebay. Jadi virtualnya 18 GB sekalian aja nih karena kan dia sebenarnya minjam dari storage ya. Sekalian aja 100 GB-nya ini dipindah ke sini. Jadi virtual memorynya itu 106 GB. Sekalian tuh biar nyain RTX Park-nya Nvidia dengan Unified memori 128 GB. Nah, ini padahal udah oke loh kalau misalkan enggak pakai gimmik-gimmik virtual udah military standar 6,78 inch plus 2,01 inch dia jadi dua layar. Baterainya juga gede 7000 mAm NFC. Udahlah, gimik-gimik yang ini tuh dihilangin aja. Terus, terus di sini juga udah lengkap ya selling point-nya. Kalian tinggal pause saja videonya karena jangan jadi orang malas ya, harus mau membaca. Masa saya bacain satu-satunya jadi terlalu panjang nanti. Okelah, langsung aja kita buka si Itel AR300 ini dengan harga Rp2 jutaan kita dapat apa aja? Bentar ini kita taruh sini dulu 7.000 watt tadi ya. Kita coba lihat adapternya. Kita dapat adapter yang gimana wei? tetap dapat silicon case kayak gini dengan ini lumayan niat ya karena enggak transparan. Biasanya kan transparan aja. Ini ala-ala carbon look walaupun karbonnya warna biru biru-biru dan ini begitu. Terus yang saya bingung sebenarnya dari semuanya transent holding itu ada license by Qualcom. Nah, chipsetnya pakai Mediatek, licens-nya by Qualcom. Mungkin jaringannya pakai Qualcom lah ya. Jadi it's ok lah. Terus ada buku panduan kayak gini. Adapternya kok kecil banget. Adapternya ini 5 volt weh 18 volt ya totalnya untuk ngisi baterai 7000 mampu kalian ngecas kalian tinggal untuk mademin kebakaran hutan di Kalimantan baru penuh tuh kan lama ya untuk mademin kebakaran. Terus kita juga dapat kabel type A to type C plus ada sim ejector. Udah sih ya ya yang paling penting sih dapat adaptor lah ya. Karena kalian tahulah beberapa brand udah mulai wacananya bakalan enggak dapat adapter. Karena katanya Uni Eropa enggak boleh pakai adapter sampah plastik. M iso iso ae. Nah, ini sekarang HP-nya kayak gini. Kita coba lihat. Dan kebetulan saya udah pernah hands on si Xiaomi 18 Pro ya ketika di [musik] Hawai dulu. Nah, kalau secara Oh, beda sih. Tapi guys, kalau si Xiaomi itu kan kayak full ya layarnya ya. Nah, ini kayak cuman satu kotak ini aja nih. Jadi karena memang harganya R2 jutaan kalau mau dibikin full ini kan kelihatan ya ketika layarnya mati kan layarnya itu cuman 2,01 inch. Jadi enggak full kayak di flip-nya Samsung, kayak di Xiaomi. Jadi ada area batas di sini. Ini mungkin layarnya Itel smartwatch ya, terus mungkin enggak laku dibongkar, ditaruh di sini mungkin loh ya. Enggak, enggak, enggak gitu, Guys. Itu mah namanya Suzuzon aja, gosip aja ya. Wow, di sini tuh ada tulisannya AI apa nih? Kecil banget. AI dual Vision Display. Wow, bukan AI kamera ya, tapi AI dual Vision display. Terus warnanya juga warna-warna bergendi walaupun desainnya beda ya. Ini kayak ada kotak hologram yang menjorok ke sana kayak 3D gitu. Kayak kalau kita lihat kita kayak terhipnotis gitu ya. Kayak 3D perspektif gitulah. Terus bingkai kameranya. Nah, bingkai kamera yang kayak gini itu sebenarnya yang saya suka. Kenapa? Karena ketika kita taruh di meja seperti ini, dia enggak jongkat jangkit gitu ya, karena pas. Jadi, bingkainya itu kanan kirinya rata gitu. Terus di sini wis udah ada island-nya langsung di stikernya ini ya. Jadi, udah ada island-nya nanti. Terus volumenya bisa 300% IP65 juga. Oke, kita kletek dulu. Untuk ukurannya sih lumayan gede ya untuk 7000 mamp karena memang layarnya ini 6,78 inch. Baselnya. H, basel-nya. Aduh, pakai Android Go Edition ya. Ini udah kompromonya udah kelihatan nih. OS-nya itu Android Go Edition. [musik] Buat kalian yang enggak tahu Go Edition itu apa, intinya itu adalah versi murahnya Android yang biasanya [musik] RAM-nya itu di 4 GB terus chipsetnya chipset lama gitu, tapi dia untungnya ngasih 6 GB. Ya, sambil kita nunggu booting, uh, layar brightness-nya terang banget nih. BTW nih. Tuh, ya. Oke, jadi si Itel A300 Plus-nya udah selesai kita instalasi untuk hands on dan coba kita lihat. Nah, ini kalian coba editor nanti di slow ya. Uh, masih kerasa hmm ya kalian lihat sendirilah, Guys, ya. Experience-nya ketika pindah-pindah aplikasi kayak gini itu masih kayak apa ya istilahnya ya? Lumayan patah-patah gitu ya. Karena memang chipsetnya ini G81 yang nanti kita coba lihat untutunya berapa. Tapi coba kalian pause, kalian lihat basel-nya. Basel-nya ya ukuran standarnya HP entry level lah dengan dagin table. Tapi untungnya udah enggak pakai water drop, udah pakai pool. Terus wih layarnya ini ada bergendya juga. [tertawa] Eh sayangnya menurut saya adalah dia enggak sampai sini gitu, enggak full gitu. Jadi kalau di ngomong mewah enggak mewah, di ngomong mewah kok mepet sawah gitu. Enggak. Intinya dia enggak full gitu loh, Guys. Jadi kayak gatle pengen saya tarik gitu. Tapi coba ya kita lihat. Oh, ada kalender juga. Dan dia jelas bukan OLED. Harusnya kalau dibikin OLED dia akan lebih bagus sih. Kenapa? Karena warna hitam pekat di sini akan terlihat kayak blending jadi satu di layarnya gini. N kan enggak kelihatan ya kayak hitamnya di layar tuh. Jadi kayak abu-abu jatuhnya ya. Karena dia pakai panel IPS. Wuh. Tapi sekarang nih coba lihat kalau misalkan kalian pengen selfie bisa pakai register enggak? Weh, gak bisa pakai [musik] jadi harus dipencet. We, jadi kita bisa selfie pakai kamera belakang dan tanpa ngubah UI yang di depan. Kalau di Xiaomi itu kalian harus open kameranya dulu, habis [musik] itu kalian ini baru kebuka gitu. Tapi kalau ini enggak. Jadi kalau misalkan nih ini saya buka kamera, ini saya buka kamera juga apakah bisa? Oh, enggak bisa. Jadi harus satu-satu ya, kamera occupied. Nah, coba sebelum kita lihat yang lain-lainnya kita coba lihat selain kamera ini bisa apa. Uh, bisa lihat action center, ada Wi-Fi, terus telepon bisa juga, tapi dia nyangkut ya. Itulah ya kalau pakai G81 dual screen kadang ada nyangkutnya tuh. Ada musik juga. M nyangkut lagi. M ini ada jamnya lagi. Jadi kayak gini ya. Jadi karena memang dia pakai chipset G81 walaupun RAM-nya 6 gig, ingatlah harganya ini R jutaan in this economy R jutaan kalian berharap apa? Untung-untungan Itel itu mau ngeluarin produk yang harganya R2 jutaan karena brand lain aja udah enggak ada tuh yang mau ngeluarin Rp jutaan. Paling Advan ya, Advan Neo kemarin yang juga mirip-mirip warna orange-nya iPhone itu R1 jutaan dan saya juga udah beli juga. Nanti kita tes ya. Tapi intinya ini agak melatih kesabaran, Guys, ya, di bagian second screen-nya ini. Karena kalau misalkan kalian kayak saya ya, yang biasa pakai HP flagship, harus sabar. Bukanya itu pelan-pelan gitu loh, srut gitu. Pelan-pelan. [musik] Eh, ini aja masih nyantol srut. Nah, intinya itu buat kameranya tadi bisa langsung selfie. Oke, sekarang kita coba lihat. Aduh, saya ini kalau mau lihat performance-nya G81, oke deh. Enggak apa-apa deh. Kita coba lihatin deh. Harusnya sih di sekitar berapa ya, R.000-an ya? Coba kita langsung lihat screenshot-an kita aja karena tadi udah kita tes. Nah, ini AnTuTu di versi terbaru ya, versi 12.0.2 R43.000. Terus storage [musik] size-nya speed-nya segini tuh ya. Sling shot segini. Kalian bisa lihat sendiri-sendiri aja deh. Single core, multiore, ya G81 lah ya intinya. Tapi untuk kameranya lumayan kok ya. Ini tadi dipakai Azura untuk coba selfie. Wih, lumayan better kok. Coba [musik] ya kita lihat. Wah, ini masih ada blurnya nih. Kucingnya pasti gerak nih. Jadi karena memang dia ggak ada ketika ada gerakan dikit harus agak lumayan tahan napas lah intinya. Nah, ini nih lumayan juga kan ya. Nah, ini di Mobile Legends kalian bisa lihat average-nya di 56 maksimum 61. Masih ok lah ya walaupun kadang masih suka patah-patah dan turun di bawah sampai 8 FPS nih. Terus kalau di PUBG, PUBG kebukanya 40 fps masih oke juga. Walaupun kadang drop bisa sampai di bawah 30 FPS ya. Intinya kalau pakai HP ini misalkan kalian lebih sabar sih oke sih ya. Kenapa kita gak coba Boering Wave atau Gensin Impact itu namanya kalian ngelunjak sih ya G81 walaupun namanya ultimate. Ultimate-nya pangkat 3 pun kalau G81 tetap enggak kuat main mobile eh enggak kuat main Gin Pack atau Wave. Nah, kalau untuk suhunya pas kita coba main game tadi suhunya relatif aman ya. Bagian depan itu cuma 42 derajat Celcius belakang di 38 derajat celcius. Oke. Nah, untuk layarnya sayangnya dia belum di full HD, masih HD tapi dikasih yang [musik] 120 Hz. Dan untuk color akurasinya udah kita tes juga ya. Kalian bisa lihat cat berikut ini aja. SRGB-nya coverage di 87%, volume 98%. Adob RGB P3 kalian bisa baca sendiri untuk brightness-nya tipikalnya ada di 412 Nitch. Yang untuk ukuran HP R jutaan layarnya udah lumayan. Kekurangannya cuman belum full HD plus. Ya, in this economy sih brand harus mutar otak biar HP-nya itu tetap kerasa worth it walaupun sebenarnya ada yang di downpack ya. Lanjut kita bahas baterainya. Nah, ini baterainya tadi kita coba PUBG. PUBG itu sekitar kita coba 30 menit dia berkurangnya 7%. Mobile Legends 30 menit berkurangnya sekitar ya di 6% lah. Nah, ini untuk lock file-nya tadi tuh. Jadi dia running 33 menit terus kita dapat screen on time dari 100 tadi untuk buka aplikasi ini ya. itu di 4 jam 21 menit dan masih sisa 42% ya karena memang layarnya HD plus terus chipsetnya juga G81 yang enggak kenceng-kenceng amat unut Rp400.000 dan baterainya 7000 mamp. Jadi kalau soal baterai sih saya jamin dia bisa minimal 2 hari sekali ngecas lah. Kalau untuk fitur-fitur lain dia juga masih ada itel AI ya, ada AI node. Nah, di harga segini kita dapat AI itu lumayan. Tapi coba kita lihat apakah dia dapat circle toch. Ini harusnya ditahan circle to. We [musik] mana circle to sh-nya? Kok enggak ada ya? Bentar. Apa nahan yang ini. Mmm enggak ada juga. Oh ada guys. Eh bukan ternyata mati tadi. Kok sempat keluar ya? Oh ini loh. Oh maksudnya ke sola ya kita ganti Gemini bisa? Wah bisa Gox kita ganti dipsepsik CHGBT Gemini Meta II Grock bisa semua. Coba kita ganti Gemini ya. Agree. Oke coba kita tanya pakai bahasa Indonesia aja. Kenapa Malang sekarang panas banget ya? Hm, bahasanya [musik] belum bahasa Indonesia, Guys. Bisa diganti enggak ya? Coba. Wuh, ini EA-nya nih banyak banget nih dokumen mub. Wuh, buuh. Ini sama kayak di Techno AI ya. Iya, karena memang dia satu company sama transition holding. Jadi, AI-nya ini kalian bisa masuk ke explore. Ada banyak banget di sini. Can you please change the language to bahasa [musik] Indonesia? Weh, bisa guys ini langsung bahasa Indonesia nih. Tadi saya nyari bahasanya enggak bisa. Coba sekarang kita ganti ke Mini. Apakah sekarang bisa bahasa Indonesia? Weh, bisa dong. Kita coba ya. Hai Gemini, kenapa Malang hari ini panas sekali? Nah, dia berpikir, "Ah, iya nih cuaca hari ini memang terasa kok enggak ada suaranya tapi ya." Oh, ini sekali ya bikin cepat gerah. Kamu sudah minum air putih yang cukup belum supaya tetap segar? Mantap. Coba sekarang kalau kita pakai chat GPT, kamu pakai model apa sekarang? Maaf, itu sedikit sulit. He, biar saya pikirkan dulu. Oke, oke, oke. Bentar kita tanya yang lebih gampang lah ya. Gimana caranya memadamkan hutan Kalimantan? Wah, maaf itu sedikit sulit. Sulit. Biar saya pikirkan dulu. Aduh, cat aja sulit kalian nyalain pemerintahan nih. Ai aja enggak bisa nih. Ini tolol. Tapi si Ei-nya sih. Kenapa dia? Bentar kita ganti model ke Gemini deh. Apakah Gemini bisa ya? Gimana caranya memadamkan hutan Pemadaman kebakaran hutan dan lahan karutua di Kalimantan dilakukan melalui kombinasi ya intinya ya. Nah, ini saya gak tahu sistemnya umum sebagai Bentar bentar bentar sistemnya si AI-nya ini apakah kita harus berlangganan Gemini atau dia udah punya kerja sama sama karena banyak banget nih AI-nya nih. Ada Grock, ada Meta AI, ada Chat GPT, ada Sola di bawaannya dia sendiri. Nah, apakah mereka punya kerja sama yang official antara transing dengan LLM ini? Mm saya belum tahu sih. Karena kalau kita lihat dari jawaban chat GPT tadi kayaknya harus masukin akun chat GPT atau gimana gitu ya. Karena enggak mungkin chat GPT itu [musik] maaf itu sulit, enggak mungkin itu pasti tahulah sekedar jawaban untuk memadamkan hutan aja pasti dia tahu harusnya. Terus saya penasaran sama audionya karena kan tadi katanya bisa dibost di 300%. Wah, langsung aja kita coba putar soundk ya. Kita buka putar ini aja yang noncopyright. Hm. Htik feedback-nya ini, Guys. Hapt feedback-nya R jutaan banget feelingnya, ya. Jadi, ada delay-nya juga. Jadi, pas kalian tekan getarnya itu kayak 1 detik 1 detik setelahnya gitu. Eh, enggak 1 detik sih, lebih baik sih 0 koman mili lah. Jadi, pas diketik itu getarnya kayak telat gitu. Jadi, ada kayak ada latensinya gitu ya. Nah, sekarang kita coba lagu Mangu Remix seperti biasa. Kenapa kita pilih Mangu Remix? Karena itu adalah lagu yang noncopyright. Kita boost sampai 300%. Coba ya. Hm. Ini apakah antenanya si Itel ataukah wifi saya 300%? Ni [musik] suaranya menurut saya bassnya itu bisa diconvert jadi trible gitu ya. Jadi keistimewaannya HP ini kalau kalian enggak suka lagu yang Jin Rre bass itu bakal disulap dia jadi trible karena bassnya auto jadi cempreng gitu ya. Jadi suaranya ya jangan berharap banyak lah ya dengan bassnya ya walaupun dia stereo dong gila. Jadi kalau gitu bagian bawah bagian atasnya tetap walaupun bagian bawahnya yang paling dominan tapi suaranya kalau punya TWS mending pakai TWS lah ya. Kalau enggak punya TWS pakai yang kabel lah ya. Minimal ya pakailah karena suaranya menurut saya ya itu bass-nya diconvert jadi trible. Fitur-fitur lain sebenarnya untuk harga R jutaan ini fiturnya oke banget loh ya. Banyak banget AI-nya. Jadi AI yang kita explore tadi terus juga ada AI ini ada bawaannya juga. Cuman sayangnya memang satu itu tadi sih ya chipsetnya. Nah, mungkin mungkin kalau misalkan Itel ini mau pakai chipset yang agak bagusan [musik] dikit deh, misalkan mm Snapdragon 6 Sen 4 diamond city [musik] 6.000 sekian mungkin ya. Walaupun harganya naik jadi Rp3 juta atau R juta kayaknya masih ada yang mau beli kok. Karena menurut saya pesaingnya yang lain itu pada kemahalan semua. Saya enggak mau sebut brandnya, kalian sudah tahulah ya siapa. Menurut saya terlalu kemahalan dengan RAM 6 GB juga ya. Ini sayangnya chipsetnya [musik] buttlencket-nya di chipset. Masalahnya chipset itu kayak istilahnya otak dari semuanya. Jadi kadang kameranya ini kalau misalkan ya itu tadi nyangkut-nyangkut terus agak legi patah-patah gitu ya. Apalagi kalau misalkan kalian tipikal orang yang pernah pakai HP flagship terus kalian jadiin HP ini HP kedua dia itu kayak aduh ya gitulah kalian paham maksud saya ya. Tapi sekarang kita coba untuk kameranya dan biar kameranya lebih bagus tampilannya kita coba Azura aja. Oke, ini adalah kamela belakang dari Itel A300 Plus. Nih kalau soal gempa dia ya gempa ya, gempa sekali. Tapi kalau soal warna sih ini masih oke ya. Kayak warna kuning masih kelihatan, melah masih melah, hijau masih hijau gitu. Cuman kalau misal kita mutel nih coba lihat ngeng tuh [mendengus] dia kayak masih patah-patah banget. Soalnya dia ini ee resolusinya tuh cuman 30 fps aja. 1080 30 fps. Terus kalau soal fokus nih ya, kita cobain fokus ke daun. Nih ada daun nih di bawah, Guys. Nih daun. Ah, ada putih-putihnya. Takut. Nah, nih. Tuh, ini daun ya. Kita gesel. Perpindahan fokusnya itu enggak yang patah banget. Tapi kalau semisal ini nih kan kita coba ya fokus ke daun ini. Terus habis itu kita mutel dia tuh kayak kayak tuh pindah-pindah telus enggak? kayak harus selalu di tengah gitu buat dia ngefokusin kayak enggak bisa oke fokusnya cuman satu doang gitu kayak sama dia dicali terus fokusnya tapi kalau soal tekstur dia masih oke ya kayak masih kelihatan tekstur batu tekstur daun tuh masih kelihatan tuh ada kucing juga masih kelihatan terus ini bisa dizoom dua kali satu kali cuman perpindahannya juga enggak halus ya patah tapi enggak apa-apalah ya nah ini adalah kamela depan dari Itel A300 plus kalau soal gempa dia masih gempa. Tapi kalau soal walna dia masih cukup natural sih aku lihatnya kayak enggak jadi pucet atau terlalu kuning gitu kan. Terus soal tekstur tuh dia juga masih manusia gitu enggak dibikin kayak halus banget gitu. Jadi masih kelihatan natural tapi enggak di-enhance gitu loh teksturnya sama dia. Jadi masih ya udah tekstur apa adanya gitu. Terus habis itu kalau soal solusi dia 1080 30 fps ya maksimal sama kayak kamera belakangnya. Nah, soal damic range nih, lihatlah langitnya hilang, Guys. Terus dinding tuh kayak nyalu tuh lihat nyalu sama langit jadi enggak kelihatan dindingnya. Jadi, damic lch-nya mungkin masih kurang. Tapi overall sih kalau semisal kayak cuman buat ngirimin vlog ke keluarga gitu kan atau cuman ngirimin video, "Mama aku di sini Mama". gitu masih cukup ok lah ya di harga Rp jutaan. Oke, okelah. Jadi mungkin cukup segitu aja video unboxing dan juga hands on dari iPhone 18 Pro Max bergendi ketika digabungkan dengan Xiaomi 18 Pro tapi mereka diakuisisi sama orang Jawa makanya kenama namanya Itel ya Itel A300 Plus ya. Sebenarnya HP ini kekurangannya banyak ya kayak chipsetnya nge-lag ya. Seperti kalian lihat tadi dual screen-nya aja enggak di-optimize dengan bagus terus juga enggak full sampai sini kadang nyangkut-nyangkut terus ya secara F juga ya G81 banget. Tapi in this economy saya tetap salut sama Itel karena belum ada brand lain yang berani ngasih HP di harga R jutaan apalagi dengan RAM 6 GB ya. Ini kalau misalkan RAM-nya jadi 4 GB chipsetnya lebih tinggi percuma juga batterai juga. Ini kayaknya memang konfigurasi yang pas di harga R jutaan in this economy ya. Kalau kalian jadiin HP ini sekedar HP admin dengan baterainya yang awet, terus kalian mau jadi HP admin itu gaya-gayaan ya dengan dua layar seperti ini masih oke sih sebenarnya ya. tuh. Cuman kayak kalau misalkan full itu lebih oke sih menurut saya ya. Tokah mahal ya kalau misalkan full ya. Kalau full tuh kayak value-nya jadi lebih gitu. Kalau ini kan dia mau nyontek Xiaomi tapi enggak full. Mau enggak full tapi enggak Xiaomi yah. Tapi overall dengan harga 2,3 juta ya saya beli ya dengan warna bergendir indis ekonomi. Menurut saya sih HP ini masih sangat-sangat bisa saya rekomendasikan indis ekonomi kalau budget kalian memang mentok di R jutaan karena enggak ada pilihan lain ya selain ini sama Advan yang nanti Advan MEnya R jutaan. Nah kita coba review juga itu nanti si Advan. Tapi overall kalau kalian memang budgetnya R jutaan ya, Itel ini bisa jadi rekomendasi yang gak ada pilihan lain sih. Menurut saya yang paling worthed di harga segitu [musik] ini karena RAM-nya gede terus secara desain juga bagus cuman ya komprominya di G81nya tadi. Saya and see you on the next video. Bye bye.
Video Lainnya
Pasar ponsel bekas sering kali menyimpan permata tersembunyi yang menawarkan rasio harga dan performa luar biasa. Penasaran lini flagship lama mana yang masih...

















