KINGFINIX KEMBALI BERULAH! - Infinix Hot 60 Pro+ (YouTube Video)
Smartphone setipis ini biasanya dijual dengan harga 2 digit. Sama Infinix dijual dengan harga 2 jutaan. Setresss kata gue mah, udah kayak badan amal anjir. Halo Sob, saat ini saya sedang berada di Chongqing, China untuk nyobain smartphone terbarunya dari Infinix, yaitu Infinix Hot 60 Pro Plus. Seri Hot ini adalah seri entry level-nya Infinix, tapi saya jamin kalau kalian udah pegang ini HP, nggak akan kerasa kayak smartphone entry level. Pertama, desain smartphone ini punya ketebalan di 5,9 mm aja. Desain setipis ini sebelumnya nggak akan bisa kalian dapetin di harga entry level. Yang belum lama keluar aja, yaitu Samsung Galaxy S25 Edge, itu kan dijual dengan harga berapa? Rp 18.000.000-19.000.000. Lah, Infinix ngejual ini Ini tuh berasa kayak magic, Sob. Kayak sesuatu yang nggak mungkin, at least butuh waktu lah kayak 3-4 tahun gitu ya, smartphone yang sebelumnya- Eh! fitur yang sebelumnya ada di smartphone flagship, turun ke smartphone entry level. Nah ini, kagak sampai 6 bulan... keluar smartphone yang punya desain setipis ini. Buset dah, kagak ngerti gue beneran. Tapi itu bukan bagian terbaiknya. Samsung Galaxy S25 Edge itu tuh menuai kritik dari netizen, karena demi mengasih desain tipisnya, dia tuh mengorbankan kapasitas baterainya. Jadi, sekitar 3.900 mAh. Nah, kalau Infinix Hot 60 Pro Plus ini, baterainya berapa sih? 5.160 mAh, guys. Kan keren banget ya? Kok bisa? Ya bisa lah. Wong pake silikon karbon. Makanya pake silikon karbon dong. Gitu aja mah, repot. Tentu, dengan kapasitas baterai segini, smartphone tuh jadi aman buat dipake seharian. Selama saya pake di Chongqing, ini baterainya tuh selalu tahan seharian. Ngecas-nya juga lumayan ngebut. Support daya maksimal di 45 Watt. Selain tipis dan ringan, Infinix Hot 60 Pro Plus ini juga enak buat dipegang. Frame pinggirannya ini bagian luarnya pake plastik, jadi nggak ada garis antenanya. Tapi di bagian dalamnya ini tuh pake frame Aerospace Grade Aluminium, biar kokoh bagian dalamnya. Kemudian layar bagian depannya ini curve. Keliatan cakep karena bezel tuh jadi keliatan lebih tipis. Dan buat pengoperasian dengan mode gesture juga lebih nyaman. Mau ke home tuh tinggal swipe dari bawah, dan back dengan swipe dari samping. Layarnya juga bukan kaleng-kaleng ya. Panelnya AMOLED, resolusinya 1.5K, punya 144Hz refresh rate, peak brightness di 4500 nits. Ini tuh bukan spesifikasi smartphone entry-level sumpah. Kagak ada smartphone Rp 2 jutaan yang layarnya sebagus ini. Terus di dalam layarnya ada fingerprint sensor juga lagi. Response-nya aman, cukup ngebut. Untuk wallpaper ada ceweknya, karena ini adalah smartphone kolaborasi Infinix dengan JKT48. Layar yang bagus sayang banget kalo nggak dipake buat nonton film. Biar nonton film makin asik, Infinix tuh ngasih Hot 60 Pro Plus ini speaker stereo yang dituning sama JBL. Jujur agak wow ya, lihat HP setipis ini punya output suara kayak begini, mana harganya murah lagi. Kamu tuh masih bisa dapet bass yang oke dari speakernya. Nah, untuk spesifikasinya, menggunakan chipset dari Mediatek, yaitu Helio G200. Ini sebenernya adalah chipset baru tapi lama. Bass-nya itu tuh dari Mediatek Helio G99. Dia tuh CPU sama GPU-nya tuh sama kayak G200 ini. Tapi karena G99 itu tuh terkenal sangat stabil, terus juga bagus performance-nya, chipset itu tuh sampe reborn 2 kali, yaitu di G100 dan sekarang reborn lagi di G200 ini. Nah, bedanya chipset G200 ini tuh, dia tuh punya sedikit performa bump di GPU-nya karena punya clock speed yang lebih tinggi. Jadi kalau buat main game, harusnya sedikit lebih enak. Performa yang dihasilkan si Mediatek G200 ini tuh cukup untuk dipakai push rank Mobile Legends. Chipset ini memang chipset standar nyaman menurut saya. Dipakai hari-hari itu nyaman dan diajak main game masih aman. Catatan tambahan, Mediatek Helio G200 ini adalah chipset 4G ya, belum 5G. Untuk kamera utamanya, menggunakan kamera beresolusi 50MP. Dan hasilnya adalah sebagai berikut. Ngerjain kameramen. Hahaha. Nah, untuk perekaman video kamera depannya, Infinix Hot 60 Pro Plus ini bisa merekam di resolusi maksimal 2K 30 fps atau 1080p 60 fps. Maaf, ke-distract. Karena mau kasih lihat tuh, ada kereta yang keluar dari bangunan. Nah, ini adalah salah satu ciri khasnya Chongqing. Jadi dia tuh ada kereta yang masuk ke dalam apartemen. Saking padatnya tempat di sini dan ini kan banyak perbukitan, jadi ada apartemen dibangun di tembing. Nah, kayak begitu. Nah, ini adalah hasil kualitas videonya ya. Video dari Infinix Hot 60 Pro Plus. Jadi dia bisa merekam di resolusi maksimal 2K 30 fps Cuman, di resolusi itu stabilizernya nggak nyala. Nah, kalau mau nyala, kamu tuh harus pakai sambil diturunin ke 1080p 30 fps. Kayak sekarang saya ini. Kalau saya pakai sambil jalan, ini tuh akan lebih kepake hasilnya. Gitu. Asyik kan? Jadi kalau pas mau jalan, itu harus turunin ke 1080p 30 fps. Itu aja catatannya. Tapi bisa merekam 1080p 60 fps itu hal yang baik sebenarnya untuk HP 2 jutaan ya. Karena buat Instagram Story, tentu fitur itu akan sangat kepake. Nah, sekarang adalah sampel perekaman video di resolusi tertingginya, yaitu di resolusi 2K 30 fps. Saat ini kita tuh sedang berada di tempat yang cukup spesial sebenarnya, di Chongqing. Jadi, di bumi. Ya, cukup spesial di Chongqing, karena kita nih saat ini lagi ada di bawah ya. Lagi ada di bawah, mungkin temen-temen bisa lihat. Nah, kita ada di bawah dan lihat bangunan yang ada cina-cinanya ini. Jadi kita akan coba naik ke atas sana sekarang. Nah, saat ini sudah naik ke lantai 22. Dan bisa dilihat ya, ini beneran di lantai 22. Tapi... kalau kita ke belakang, ini lantai dasarnya, guys. Jadi, karena Chongqing itu ada di tebing gitu, dan area ini terbangun sempurna, maksudnya bangunan semua, jadi yang di sini adalah lantai dasar. Yang ini, atap gedungnya. Jadi waktu itu, kalau nggak salah, speed shooting di sini. Jadi ngasih lihat ya, ini kayak... Wah, ini lantai dasarnya nih. Kita ke sini, tiba-tiba langsung jalanan. Nih, lihat. Tuh. Anjir, tinggi banget lagi. Takut jatuh hape-nya. Seru banget ya. Nah, sedangkan kamera belakangnya sebenarnya sama. Maksimal resolusinya ada di 2K, di 30 fps. Dan sekali lagi, untuk bisa menggunakan resolusi yang paling tinggi, kita akan merekam video tanpa stabilizer. Cuma kelebihannya dibandingkan kamera depan tentunya adalah dia punya autofocus, yang mana untuk bikin konten seperti sekarang, dia lebih enak fokusnya. Yang kedua, karena ukuran aksesori lebih besar, jadi bisa ngasih efek depth lebih tebal, bokeh maksudnya gitu, dibandingkan kamera depannya. Begitu. Untuk kualitas video dan suara, seperti yang kalian dengarkan dan kalian lihat ya, gimana, asik nggak? Kalau dilihat, kamera dari Infinix Hot 60 Pro Plus ini ada 3. Kenapa yang dibahas cuma 1 aja? Well, karena yang 2 ini tuh sebenarnya bukan kamera. Yang kedua ini, yang di tengah ini, ini adalah light sensor buat ngebantu exposure. Dan yang paling bawah ini, remote. Jadi, Infinix Hot 60 Pro Plus ini bisa kamu pakai sebagai remote control. Mau buat remote TV, AC, bisa semua. Dan di pinggirannya ini juga berfungsi sebagai LED notifikasi. Infinix tuh ngasih nama fitur ini Active Hello. Jadi, kalau kamu lagi naruh HP ini di kondisi tengkurep, kamu akan tahu kalau ada notifikasi di HP-mu. Out of the box dan saya suka. Sementara untuk kamera depannya yang 13MP, sampel kameranya adalah sebagai berikut. Infinix Hot 60 Pro Plus ini tersedia dalam 2 varian. Yang pertama, itu adalah varian RAM Storage 8256 yang saya pakai ini. Harga resminya di Rp 2.799.000. Tapi, selama masa Flash Sale, harganya jadi Rp 2.649.000. Dan untuk varian di bawahnya, yang RAM Storage 8128, itu punya harga resmi di Rp 2.599.000, tapi dijual di selama masa Flash Sale di Rp 2.499.000. Apakah harga segini worth it atau tidak? Jelas, worth it banget. Gak apa-apa, keep rolling ya. Nah, mari kita tutup aja pakai pantun ya. Naik bus ke Chongqing. Beli Infinix Hot 60 Pro Plus ya di YouTube Shopping. Dadah! Rame banget cok ini, buset dah. Orang semua, bukan tetelan.
Video Lainnya
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Debat klasik "mendang-mending" di kalangan pencinta gawai kembali memanas lewat komparasi sengit antara lini flagship killer dan jagoan kelas menengah teranyar...
Berburu ponsel kasta tertinggi di momen Lebaran selalu menghadirkan dilema tersendiri, terutama saat anggaran di atas Rp 10 juta sudah berada di genggaman. Pasar...
Pasar ponsel pintar di rentang harga Rp 7 hingga 10 juta tahun ini membawa kejutan yang tak terduga, di mana peta persaingan justru terasa kurang bergairah akibat...
Pasar smartphone kelas menengah ke atas kini semakin sengit dengan kehadiran deretan perangkat flagship killer yang menawarkan performa monster tanpa harus menguras...
Persaingan smartphone berukuran ringkas memasuki babak baru lewat lompatan teknologi yang dihadirkan Samsung pada lini reguler teranyarnya. Ketika bodi mungil...
Satu tahun berselang sejak peluncurannya, Samsung Galaxy S25 Ultra kini berada di persimpangan jalan yang sengit di tengah gempuran inovasi agresif dari para...
Persaingan pasar gawai sepanjang dua belas bulan terakhir melahirkan berbagai kejutan yang menjungkirbalikkan prediksi banyak pihak. Lewat kurasi ketat yang...
Persaingan ponsel pintar di atas angka Rp10 juta bukan lagi sekadar adu angka di atas kertas, melainkan pembuktian gengsi teknologi mutakhir dari setiap produsen....
Rentang harga Rp 7 hingga 10 Juta kini menjadi wilayah abu-abu yang menjebak di pasar smartphone, di mana batasan antara perangkat mid-range ambisius dan varian...
Berlibur ke Korea Selatan sering kali identik dengan pengeluaran yang menguras kantong, namun perjalanan kali ini membuktikan bahwa strategi hemat ala tech reviewer...
Menjelajahi batas baru produktivitas seluler, Samsung meluncurkan tablet raksasa 14,6 inci dengan bodi super tipis 5,1 mm yang digadang-gadang siap menggeser peran...
Seri Fan Edition (FE) dari Samsung kembali menggebrak pasar lewat Samsung Galaxy S25 FE, sebuah perangkat yang sukses mengaburkan batas antara ponsel kelas menengah...
Teknologi seamless kini benar-benar mengubah cara kita berinteraksi dengan kendaraan modern melalui integrasi ekosistem ponsel pintar yang semakin intuitif. Lewat...

















