Kok Nyaman ?! OPPO Reno 16 Pro Setelah Beberapa Waktu (YouTube Video)
Udah 2 minggu aku pakai si Oppo Leno 16 ini. Dan selama aku pakai, aku ngerasa HP ini udah jadi bagian penting di hidup aku. [musik] Ya, kayak pasangan yang ngertiin aku lah, bikin happy gitu. Apalagi tiap aku bawa jalan, pergi ke kafe dilihatin banyak orang, aku ngerasa pede banget, Bang dia. Ya udah, daripada kebanyakan senyum-senyum mulu, yuk dengerin cerita aku. Pas pertama kali HP ini aku pegang, jujur yang aku notice pertama adalah ukulannya. Karena HP ini punya ukulan kompact dengan layar 6,32 inch dan clean to body Lio sekitar 89,5%. Di tangan lata-lata cewek yang mungkin ukurannya sama kayak tangan aku, HP ini itu udah pas banget digenggam di tangan. Apalagi HP daily driver aku yang iPhone 13 itu ukurannya 1112 sama si Oppo Leno 16 Pro ini. Aku jadi gak perlu adaptasi lagi. Telis mereka juga mirip, tapi kapasitas baterainya bisa dua kali lipat dibanding iPhone 13. Dan masih enggak jauh-jauh soal desain, back panelnya si Oppo Leno 16 ini menurut aku punya desain yang cakep banget. Bisa-bisanya ya Oppo bikin desain Galaxy yang punya efek tiga dimensi. Jadi, pas dimiling-milingin gitu, dia bakal kelasa pop kayak keluar. Mungkin bagi sebagian orang desain ini bukan desain yang wah, tapi menurut aku detail kecil ini justru bikin HP ini bakal sering digandungi oleh cewek-cewek. Tapi jangan pikir HP ini kalau dipakai cowok jadi enggak cocok ya. Contoh, pas Mas Jika pakai HP ini ya enggak jadi melambai. Sebenarnya desainnya masih netal sih. Toh kalaupun dipakai cewek ada satu aspek yang jadi konsern utama yaitu kamela. Karena mostly HP ini aku pakai itu setelah pulang dari studio. Jadi emang foto-foto yang aku ambil akhirnya jadi malam aja. Ternyata hasil foto maupun videonya bagus dan sebagai HP yang ada di kelas Apple Midlange, HP ini ternyata berhasil memenuhi ekspektasi dari sisi kamera. Cuman emang ya sama kayak yang udah diomongin sama Mastika di videonya kemarin, dia itu positioning price-nya masih agak aneh gitu. malah seolah-olah kayak saling sikut sama kakaknya sendiri si Oppo Fine X9s. Kalau kalian lihat si Oppo Leno 16 Pro ini dibandel dengan harga Rp14.99. Sedangkan dengan 6 dan storage yang sama, Oppo Fine X9 dijual dengan harga Rp14.489.000 R kalau promo. Aku sih curiganya si Oppo Leno 16 Pro ini harganya jadi cukup sih. Bukan cuman karena harga komponen yang lagi naik gila-gilaan, tapi karena blend ambasadolnya yaitu Baby Monster. Soalnya dari video plomonya selalu nampilin tujuh membelnya secara telus-menelus. Jadi wajah kalau semisal mahal ya dibanding brand sebelah yang cuman ngambil satu orang buat dijadiin brand ambasador. Padahal membel di bandnya itu ada lima orang. Tapi balik lagi kita fokus sama si Leno 16 Pro ini. Soal Camela sih mulut aku udah bisa mencakup semua scan lio ya. Semisal aku mau foto menu dari jarak jauh tulisannya tetap kelihatan jelas lewat 50 megapel telefotonya yang punya optical zoom sampai 3,5 kali. Terus buat foto-foto makanan pakai main kamera 50 megapel-nya bikin makanan yang aku foto itu jadi mengugah selela gitu saking detailnya. Dan untuk ultra white HP ini juga pakai kamera 50 megapel. Ini sih aku pakai buat foto suasana kafe biar banyak detail yang bisa ditangkap. Jadi bisa dibilang kamera belakangnya ini macam tuh Selba. Selba ada. Aku sih tipe yang jarang selfie ya, tapi beberapa kali aku coba buat selfie dan menurut aku hasilnya ya cukup ok lah. Efek filter atau post processing dari HP ini juga enggak yang alay dan enggak jahat banget. Dan menurut aku dari segi skin tone terus habis itu tekstur wajah itu juga enggak yang dibikin kayak oil painting gitu. Masih kelihatan natural. Warnanya juga enggak overly blend. Terus habis itu juga dia enggak over proses. Jadi hasilnya tuh tetap kelasa natural dan beneran kayak kita lagi ngaca. Ditambah fitur editnya yang menurut aku cukup variatif sih ini yang bisa menampung jiwa kreatifku biar bisa tersalurkan lah. Tapi menurut aku kalau selfie yang lam sih mending pakai kamera tele belakangnya biar enggak ada wajah teman kita yang kepotong. Dan jangan khawatir buat foto pakai kamera belakang misalkan kalian takut flamingnya enggak tepat atau gimana. Karena Oppo mengakomodasi dengan kasih kita Oppo bubble yang itu bakalan ngebantu banget kita buat selfie pakai kamera belakang. Tapi sayangnya Oppo Bubble ini dijual terpisah sama si Oppo dan kalian perlu nambah lagi R jutaan buat dapetin aksesoris ini. Kalau dihitung-hitung sih mungkin kurang worth it ya, kita nambah R1,2 juta lagi cuman buat selfie pakai kamela belakang. Tapi untungnya hidup harus tetap perang. [musik] Oppo Bubble ini juga bisa buat aksesoris kayak digantung di tas atau dipakai buat gantungan di HP. Apalagi Oppo Bubble ini bisa dipasang semacam video looping gitu. Mau dipasang muka bias kalian, paca kalian, atau bisa juga kayak aku. Aku pasang video loopingnya Husbu aku. Gojok. Bisa dibilang ini gimik yang sengaja dibuat sama Oppo biar konsumen cewek itu makin demen sama HP ini. Istilahnya kalau Oppo ini Itachi, Oppo bubble tu adalah teknik genjutsunya biar cewek-cewek ini pada tertarik gitu. Dan menurut aku gimik-nya ini cukup berhasil ya. Soalnya kalau dibekel lagi dari segi fungsionalitasnya HP ini selain buat second screen juga bisa dipakai buat wireless shuttle interactif yang terhubung lewat Bluetooth. Jadi kalau semisal lagi solo vlog dan kalian itu cukup pemalu buat minta tolong ke orang lain ngefotoin kalian, ini jadi berguna banget. Tapi ada kekulangannya menurut aku itu ada di vitol dan di batnya. Kalau dari segi fitol, bolo-bolo ngustom widget. Cuman buat nampilin jam aja dia belum bisa. Menurut aku ini potensi fitur fungsional yang terlewat dari si Oppo Bubble ini. Dan soal baterai selama penggunaanku itu yang cuma nampilin video looping doang ya, itu dia cuman bertahannya itu enggak nyampai sehali lah. Jadi setiap aku pulang itu harus dicas lagi. Semoga aja OPPO bakalan bikin versi upgrade-nya versi 2-nya. Dan ini nanti bisa diperbaiki sama dia. Dan enggak menutup kemungkinan kalau ide ini sukses dari sisi konsumen maupun produsennya, plan-plan naik juga bisa jadi mengikuti. Sebenarnya rasanya agak enggak afdol ya kalau semisal review itu enggak ngomongin soal performatnya, tapi aku enggak bakal bahas soal technicalities-nya dan sebagainya karena itu udah dibahas sama Masika nanti jadi kedobel nih. Nah, jadi aku bakal lebih banyak bahas soal softwareell-nya apalagi sejak rilisnya si Color OS1 ini. Jujur waktu pertama kali aku pakai si Kalau OS1 ini di Oppo Find X9 Pro itu aku ngerasa nyaman dan suka banget gitu. Kalau semisal kalian mau nonton videonya, aku udah pernah cobain ini buat jalan-jalan seharian di kayu tangan itu kalian bisa lihat di sini atau di sini nanti kita kasih deh linknya. Nah, yang aku suka lagi karena si Oppo Leno 16 Pro ini dia juga punya fitur Snapy dedicated-nya yang bikin pengalaman pemakaian itu jauh lebih dimanjain gitu. Nah, soal fitur Snapkey ini kita udah pernah bahas ya di video yang tadi aku udah linkin. Terus kalau semisal kalian itu bandingin sama HP lain di halga yang sama, spek yang didapetin mungkin akan lebih baik. Tapi dari sisi kamela, si Oppo Leno 16 Pro ini jauh lebih oke sih kalau menurut aku. [musik] Jadi, itu tadi cerita aku baleng si Oppo Leno 16 Pro ini. Walaupun HP ini unggul di beberapa aspek, tapi emang gimiknya yang sukses bikin aku gemes sama HP ini. Mulai dari desain backavelnya yang lucu sampai Oppo bubble-nya yang bermutu. Tapi di balik itu memang ada beberapa hal yang bikin kita menggelutuk. Kayak harganya yang enggak ada bedanya sama sally flagship-nya dan fungsi opo bubble yang terkesan nanggung buat dibilang sempurna. Jadi kalau kalian itu tanya apakah what it atau tidak, semisal kalian itu memang cewek-cewek yang nyalinya itu adalah Camela di Apple midange ini menurut aku recommended buat dicoba. Tapi kalau kalian cari yang speknya itu lebih mumpun, terus habis itu mungkin kalian lebih banyak buat main game, mungkin kalian bisa cek HP yang lain dengan harga yang sama. Tapi menurut kalian gimana? Aku tunggu komentar kalian ya. Ya udah segitu dulu aja. Aku Azula. Bye- bye.
Video Lainnya
Menembus kelas harga dua belas juta rupiah dengan spesifikasi yang dipertahankan, Oppo Reno 16 5G memicu perdebatan sengit tentang nilai dan kelayakannya. Simak...
Memilih ponsel kelas atas keluaran sebelumnya kini menjadi strategi cerdas ketika harga perangkat baru terasa semakin melambung. Menelusuri penawaran menarik HP...
Di tengah dinamika harga ponsel yang meroket tahun ini, GadgetIn membedah pilihan terbaik dari berbagai kelas. Simak ulasan lengkapnya sekarang!
Mencari ponsel berperforma tinggi dengan bujet Rp 7 hingga 10 juta kini penuh pertimbangan akibat tren kenaikan harga. Ulasan dari Jagat Review ini membedah...
Buka Harga Gadget Makin Gak Masuk Akal?? 😭 BIT Podcast COME BACK! untuk mengupas tuntas alasan harga gawai dan laptop yang melambung drastis akibat krisis chip...
Dilema muncul kala OPPO Reno16 Pro dan Find X9s bertarung di harga setara. Reno memikat lewat bodi ringkas dan kamera 200MP, sementara Find X9s pamer cip Dimensity...
Desain ringkas OPPO Reno 16 Pro 5G sukses menyembunyikan performa buas Dimensity 8550 dan sensor 200MP. Pesonanya mengaburkan batas kelas menengah dengan flagship....
Bursa rekomendasi HP flagship terbaik di 2026 kian memanas. Inovasi mutakhir beradu, dari baterai raksasa bodi tipis Oppo Find X9 hingga takhtanya Samsung S26...
Pesona OPPO Reno16 Pro 5G langsung mencuri panggung lewat desain premium dan performa gahar. Kehadiran aksesoris eksklusifnya memang memukau, namun manuver harga...

















