Jungkat

Hape Flagship Terbaik (per Juni 2026) | OPPO FIND X9 Ultra (YouTube Video)

  • 04/07/2026

di pertengahan Juni 2026, kalau ada satu handphone e yang bisa dinobatkan sebagai handphone paling worthy untuk dibeli dengan harga Rp20 juta ke atas, mungkin handphone yang satu ini semuamuanya ngumpul nih yang seru-seru di sini ya. Mulai dari tele yang cakep, ultra wide angle yang oke, main kamera yang juga udah mantap, performa baterai charging speed yey. Sampai chipsetnya juga udah galak banget performanya. Tapi emang di awal kemunculan tidak mudah menyarankan pembelian handphone ini karena memang harganya lumayan. But now the story is actually different. Yuk kita bahas Oppo Fine X9 Ultra. Bismillah. Alhamdulillah. Bbil alamin wasalatu wasalam ala rasulillah. Barengan sama Novo dan Oppo Fin Ultra ini udah saya pakai sekitar kurang lebih 1 bulanan ya. Jadi udah banyak cerita-cerita yang bisa saya share menggunakan handphone yang satu ini. Kita akan mulai pembahasannya secara berurutan dimulai dari desain deh. Dan saya suka banget sama desain handphone ini. Benar handphone ini tebal, benar handphone ini agak berat dan benar kamera bumpnya juga enggak main-main. Bahkan bisa dipegang seperti ini gitu ya. But for me, this is actually really makes sense dan design yang bisa dibilang cukup mastery. Alasannya sangat simpel. Yang pertama adalah ukuran bodinya. Enggak dipaksain terlalu besar, enggak dipaksain terlalu kecil. Jadi even atau seimbang di saat kita menggunakan pakai satu tangan. Dan kalau teman-teman perhatiin dari tadi kalau saya megang handphone ini pakai tangan kanan ataupun juga pakai tangan kiri, lihat apa yang nyangkut di bawah kamera bom. Jadi seperti punya tempat untuk ditaruh gitu ya. Rasanya nyaman dan lagi-lagi jadi seimbang. Enggak terlalu berat ke depan, tidak juga ada efek enggak nyaman. Pokoknya rasanya itu pas. Dan ukuran layarnya pun juga kalau kita mencoba bermain-main dengan layar depannya pun is actually feels nice. Didukung juga dengan basel yang terlihat tipis dan juga simetris. Intinya adalah e mastery dari bagian desainnya itu cakep. Apalagi varian warna yang kayak hazle blood itu. Yang gua pegang kan warna orange nih. Agak terlalu iPhone banget ya. Tapi ya [berdehem] udahlah seenggaknya kalau pengen ngadu handphone ini dengan iPhone tuh jadinya kayak Sense sama-sama orange gitu kan. Tapi warna yang satu lagi sih itu emang cakep banget. Kalaupun ada satu hal yang ee saya kurang nikmati dari penggunaan handphone ini ada dua yaitu bentuknya buttons yang hadir di bagian body. Pertama adalah snap button dan satu lagi enggak tahu nih nama button siapa karena segitu enggak boleh dipakainya. Camera button, action button, whatever button it is namanya lah. Kenapa saya enggak suka? Karena yang pertama snap button ini. Snap button ini sering banget saya pencet enggak sengaja. Dan ini kan saya set sebenarnya ke tombolnya ke AI-nya ya si Mend apalah itu namanya. Kalau misalnya lagi pengin dipakai itu ngebantu. Cuman kalau lagi enggak dipakai kok ya jadi ganggu sayang. Jadi kayak ada button tapi enggak dipakai gitu. Sementara tombol yang kamera ini juga sama nih. Kalau misalnya lagi ngambil-ngambil foto ya posisi begini suka tiba-tiba kepencet. Tapi ya ini total jatuhnya preferensi pribadi yang saya rasain sih kurang lebih seperti itu. Satu hal yang juga saya suka dari layarnya itu enggak cuman ukurannya aja yang 6,82, tapi juga masalah kualitas layarnya. Tentu udah menggunakan panel AMOLED, refresh rate-nya 144 Hz dan juga tingkat kecerahan tipikalnya ada di 800 nitz dengan tingkat kecaan optimal itu sampai dengan 1800 nitz. Kalau kita pakai nonton layarnya ini secara pewarnaan udah enak menggunakan mode standar. mode R of the box-nya ini standar by the way. Dan saya suka karena agak lebih warm, enggak terlalu vivid, enggak juga terlalu dingin, pas gitu enak di mata. Tapi ada satu hal yang bikin saya gemes ya untuk masalah multimedia dari handphone ini dan itu bukan masalah layar, melainkan masalah speaker. Speakernya sih udah stereo, tapi secara kualitasnya kurang banget tendangannya di bagian bas. Kebanyakan ngumpul semuanya di mid dan juga high. Entah kenapa gitu ya. Dibandingin handphone-handphone bitrin sih tetap secara suara masih lebih baik buat sampai somehow kalau dibandingin dengan iPhone, dibandingin dengan Samsung, bahkan Samsung Galaxy ZF 7 sekalipun bassnya berasa kurang nendang. Entah apa yang terjadi di sini tapi ya itu fakta di lapangan ya. Dari sisi performa, nah ini udah terlalu optimal lah ya. datang dengan Snapdragon 8 Elite G5 berpadu dengan RAM 12 GB atau 16 GB LPDDR5X dan juga storage 512 atau 1 TB UFS 4.1. Tentu handphone ini kalau kita ngelihat dari sisi benchmarking, mau itu Antutu, mau itu Geekbench, aman aman. Yang bikin kaget sebenarnya adalah performa e 3D mark-nya. Saya sudah cukup yakin bahwa ini tidak akan tinggi gitu ya, enggak akan sampai 99%. mungkin main di 50, 60 dan benar main di area situ sebenarnya. Tapi kita bisa ngelihat ya kalau performanya ini emang menurun secara gradual tapi cenderung enggak yang terlalu jauh-jauh banget. Barulah akhirnya setelah cycle ke-13 terjadi penurunan yang sangat patah dan akhirnya ini naik turun, naik turun, naik turun. Inilah saat di mana stabilisasi untuk performa 3D mark-nya jadi lebih berantakan. Tapi kan ini kalau kita push GPU-nya secara optimal ya. Kalau kita coba ngelihat dari sisi performa gaming-nya sendiri, walaupun ini bukan handphone gaming, tapi ya udah diukur FPS-nya menggunakan aplikasi game Call of Duty, dia bisa nih ngedapetin mentok FPS sampai 144 FPS. Dan untuk performa grafiknya sendiri pas kita ngelihat stabilisasinya sih ini oke ya. Emang average-nya pun juga di 144 FPS. Untuk MBB gimana? Ini dia grafik yang bisa saya dapetin kalau misalnya main MLBB. Silakan diperhatiin untuk average FPS-nya dan juga grafik di bagian bawahnya. Untuk ng pengin menggunakan handphone ini e ngedit-ngedit video ee karena saya bermasalah dengan CapCut yang harus login di banyak device. Jadi saat ini saya lebih banyak menggunakan edits untuk ngedit-ngedit simpel aja dan hasilnya bisa dibilang it is [berdehem] actually good. Swiping jatuhnya masih aman-aman aja enggak ada masalah. Dan walaupun ee dipakai render juga, render time-nya termasuk dalam kategori cepat. Menariknya kekuatan dari performa handphone ini didukung dengan daya tahan baterai yang juga anomali ya, awetnya keterlaluan. [tertawa] Jadi si Oppo Find X Ultra ini ya kalau kita pakai koneksi WiFi bercampur dengan GSM, dia bisa nih ngedapetin total standby time sampai lebih dari 2 hari dan screen on time itu bisa sampai 9 jam. Jadi kayak emang anomali sih ya handphone yang satu ini. Kalaupun emang lagi dipush menggunakan banyak ee penggunaannya itu di koneksi GSM dan menggunakan aplikasi kamera secara ekstensif tetap masih bisa tembus lewat dari 1 hari. Jadi, ini adalah pertanda ya bahwa memang optimalisasi dari Oppo yang ditaruh di handphone ini baik dari sisi software dan juga hardware itu udah menyentuh eh satu buah kondisi yang sangat baik dan very usable. Enggak ketinggalan untuk charging time-nya pun juga sangat cepat. Untuk ngisi daya 0 1% sampai 100% itu saya selalu mengalami di bawah 1 jam. Nah, untuk masalah experience penggunaan harian dengan hadirnya si Color OS1 Oppo Fex dan Ultra ini juga udah enak sebenarnya buat dipakai hari-hari. Benar, benar. Akan e gue akui masih belum mentok kayak e Samsung ataupun juga iOS yang bisa dibilang itu rajanya kenyamanan e untuk UI. Color OS ini getting better day by day lah. Dan enggak itu aja untuk yang pengin menggunakan handphone ini menjadi content creating machine, you'll be very happy sih dengan cara kita bisa memonitor hasil atau memonitor kamera handphone ini. Yang pertama tentu kalau misalnya kita udah punya smartwatch-nya Oppo itu bisa ya kayak Oppo Watch X3. Kita bisa e lihat dari sana. Tapi [berdehem] kalau kalian menggunakan e macOS misalnya, wah atau mungkin e Windows, kita bisa install nih aplikasi OPL Connect di laptop kita dan kemudian kita bisa casting layar dari Oppo Fine X Ultra kita yang berarti jadinya kita bisa monitoring secara real time baik menggunakan kabel ataupun wireless connection. Seperti apa sih framing kita kalau lagi syuting menggunakan handphone ini? Apakah emang udah tepat, udah oke apa belum dan bisa framing menggunakan kamera terbaiknya yaitu main kameranya si Oppo Find X9 Ultra di mana berpadu [mendengus] dengan mode potrait video jadinya ini lebih canggih lagi gitu ya seakan-akan merekam menggunakan mirrorless dan sampai somehow saya bisa bilang untuk mode potrait videonya ini e looks-nya itu cukup pintar gitu ya enggak terlalu yang kayak digital banget rasa-rasanya itu kayak yang masih masuk akal. Nah, dari sisi kamera settingnya emang kalau ini mah enggak main-main ya. Oppo FX 10 Ultra itu udah datang dengan main kamera 200 megap. Tele kamera three time zoom ini 200 megap. 10 time zoom 50 megap dan juga ada ultra wide angle 50 megap. Kamera depannya pun juga menggunakan settingan 50 megapel. semuanya udah bisa ngerekam up to 4K 60 fps. Semuanya udah bisa ngerekam di mode 4K30 dengan portraet video kamera depan dan juga kamera belakang. Dan yang menarik adalah untuk field view dari kamera depannya sendiri ini bisa dibilang cukup lebar ya, up to 0,8x dan jatuhnya kalau misalnya kita pengin ngerekam video menggunakan kamera depan pun juga rasa-rasanya udah enak field of view-nya gitu. berpadu dengan portit video juga bokeh-bokehnya itu bisa hadir dan bisa cakep juga. Tapi yang menarik sebenarnya adalah pendekatan Oppo untuk kamera handphone ini secara hasil. Tidak terlalu e AI driven banget, tapi masih masuk dalam kategori nice, bukan yang oversharpen dan segala macamnya. Sementara untuk mode videonya sendiri juga bisa dibilang sangat-sangat berkompetisi. Akan gua akuin tidak hadirnya false color, tidak hadirnya zebra. itu ngebikin kalau kita menggunakan mode pro jadi agak kesulitan untuk mengukur exposure. But then again, bare minimumnya seperti wave form itu tetap hadir, ya. Dan mungkin itu alasan kenapa akhirnya untuk ee si Oppo Fly X9 Ultra ini untuk pengambilan video akhirnya lebih banyak menggunakan mode video biasa aja dengan portraet video instead of menggunakan mode pro. Tapi kalau kita ngomongin masalah bokeh-bokeehan ya sebenarnya natural dari handphone ini pun juga untuk mode videonya udah cakep. Dan beneran deh untuk pengguna hari-hari you'll be very happy karena secara hasil itu enggak ada yang warnanya terlalu geser ke mana-mana, enggak ada yang spesifik khas terlalu gimana pleasing aja dilihat baik itu undertone ataupun juga exposure-nya dibikin nol itu enak aja dilihat. Nice to have, nice to look. Oppo FX Ultra ini pas awal muncul walaupun emang dia bisa dibilang handphone terbaik sampai dengan bulan Juni 2026 untuk kelasan flagship Ultra gitu ya. Saya sulit merekomendasikannya karena memang harganya tadinya lumayan R8 juta. Ngerti untuk beberapa orang, it means nothing R8 juta. Tapi mengingat per hari ini saya bisa menemukan harga Oppo Fine X9 Ultra itu mulai dari Rp23.695.000. I don't think it's actually interesting untuk kita bisa beli dan juga bermain-main dengan handphone yang satu ini. Tapi emang titan satu ya, handphone ini banyak di-lukan oleh para creator karena mereka tahu cara mengoptimalkan handphone ini dan cara mengembalikan uang yang mereka keluarkan. Nah, pertanyaan adalah apakah kalian bisa mengembalikan uang yang kalian keluarkan untuk handphone ini dan mendapatkan lebih. Tapi ya udahlah, it's your money anyway. [tertawa] That was the video for today. Gimana menurut kalian tentang handphone yang satu ini? Tulis kolom komentar. E buat sekarang ini dulu kali ya. Ketemu di video berikutnya. Taufik diri. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Oppo Find X9

OPPO Find X9 merupakan smartphone flagship yang dipasarkan secara resmi di Indonesia dengan kode model CPH2797. Perangkat ini dirancang untuk menghadirkan kombinasi performa tinggi, sistem kamera canggih, daya tahan fisik yang kuat, serta pengalaman penggunaan yang stabil untuk aktivitas harian. OPPO memposisikan Find X9 sebagai perangkat premium yang fokus pada...

Oppo Find X9 Ultra

OPPO Find X9 Ultra menawarkan sistem pencitraan Hasselblad yang lengkap, mulai dari kamera utama 200MP, telefoto 200MP, hingga ultra‑telefoto 50MP dengan stabilisasi OIS,untuk menangkap detail halus dan warna alami. Hasilnya, kebutuhan memotret di kondisi beragam dapat diandalkan tanpa banyak kompromi; ciri khas produk ini adalah “Kamera Hasselblad, detail tiap momen”....

Oppo

Oppo menghadirkan smartphone, tablet, earbuds, dan perangkat pintar dengan teknologi inovatif dan desain modern untuk hidup lebih mudah. Oppo dikenal dengan kamera canggih, fast charging cepat, dan performa andal untuk produktivitas serta hiburan digital.