Lebih bagus ini daripada vivo X200? - Review OPPO Find X8 (YouTube Video)
Sebenernya saya agak bias waktu pertama kali melihat dan memegang hape ini. Karena sebelum pake hape ini, saya terlebih dahulu mencoba seri X200 versi biasa. Yang mana menurut saya, hape tersebut adalah salah satu hape flagship terbaik di 2024. Atau bahkan mungkin di 2025 ya. Tapi setelah saya pake hape ini, Oppo Find X8, versi biasa tanpa Pro selama hampir 1 bulan. Saya yakin X200 bukanlah satu-satunya hape flagship yang bagus dan layak untuk dibeli. Oppo Find X8. X8 atau X8 ya? Flagship dari Oppo ini sebenernya bukan favorit saya. Karena jujur saya nggak suka sama warna hapenya. Yang kayaknya polos aja gitu. Dibilang silver bukan, dibilang emas juga bukan. Tapi yang pasti hape ini terasa sangat-sangat mewah. Bahkan jauh lebih mewah menurut saya dibandingkan vivo X200 yang desainnya masih terasa. Tiongkoknya lah gitu. Soal desain ini selera ya. Jadi pendapat saya hanya berlaku untuk saya pribadi. Jadi besar kemungkinan kalian akan punya pendapat yang berbeda. Saya nggak suka sama warnanya aja sebenernya. Karena untuk bagian-bagian lainnya, ya nggak ada keluhan gitu. Kayak nggak ada alasan buat nggak suka gitu. Punya frame metal dengan back cover kaca. Plus sebuah frame kamera yang gede. Berisikan tiga buah kamera gitu. Di tengah frame kamera ini ada sebuah logo. Itu logo Hasselblad ya. Yang memang diganding Oppo untuk mengembangkan sistem kamera pada seri flagship mereka. Terus tiba-tiba saya berpikir. Kenapa vivo bisa membawa Zeiss ke line up premium mid-range mereka? Seperti vivo VT30 Pro, V40. Tapi kenapa Oppo tidak melakukannya itu di handphone mid-range premium mereka? Padahal seandainya seri Reno punya embel-embel Hasselblad. Bisa jadi hape tersebut akan lebih banyak peminatnya. Tapi soal ini ya hanya Oppo yang tau ya. Saya mah sotoy aja. Cuma nanya aja kenapa gitu. Satu bagian yang unik di hape ini adalah adanya slider alert di samping. Sebuah switch yang bisa kita geser. Ini fungsinya untuk mengubah mode ring menjadi mode silent. Serta mode getar atau vibrate. Setahu saya hanya dua handphone yang punya fitur ini. Pertama ada flagshipnya Oppo. Yang kedua ada flagshipnya OnePlus. Yang mana keduanya juga satu kandung ya. Eh satu kandung. Saudara kandung gitu. Jadi kalau punya fitur ini sama ya bukan hal yang aneh. X8 ini sangat nyaman dipakai karena ukurannya compact ya. Lebih kecil daripada vivo X200. Gripnya itu solid. Dan pengalaman saya menggunakan hape ini hampir satu bulan terakhir. Sangat nyaman. Saya suka sama desainnya. Bagus. Soal desain memang sangat subjektif. Kadang diceritain doang tuh tetap susah ngebayanginnya gitu. Nah kalau penasaran kalian bisa coba langsung ke Erafone. Buat pegang langsung barangnya. Saya jamin kalian pasti akan jatuh cinta sama hape ini. Layar di hape ini menurut saya bagus banget ya. Warnanya terlihat lebih appealing gitu loh. Lebih warm, lebih enak dilihat dibandingkan layar flagship vivo menurut saya. Ukurannya 6,59 inch. Resolusi 1.5K dan punya refresh rate 120hz. Eh bukan 1.5K ini. Oppo itu nggak pernah ngasih istilah 1.5K ya di layar mereka ya. Karena setau saya yang suka pake istilah ini tuh ya cuma Xiaomi gitu. Dimana ini me-refer antara resolusi Full HD dan 2K gitu. Jadi di tengah-tengahnya. Padahal brand lain nyebut resolusi ini sebagai Full HD+. Tapi entahlah. Xiaomi memang sering ngidul aja gitu. Kalau saya harus nilai berapa kualitas layar di hape ini. Saya berani kasih angka 9 untuk kualitas. Itu skor di luar refresh ratenya ya. Karena konteksnya kualitas layarnya aja. Hardware hape ini bisa dibilang identik dengan hardware-nya vivo X200 ya. Dia sama-sama menggunakan Mediatek Dimensity 9400 yang sudah pake proses fabrikasi 3nm. Nah SoC ini jadi salah satu SoC yang paling ngebut yang ada untuk sekarang. Walaupun belum bisa saya ngebut Snapdragon 880. Waktu SoC ini di launching, mereka nggak claim kalau AnTuTu-nya itu bisa tembus 3 juta. Tapi sayangnya angka tersebut masih terasa fana. Karena sulit sekali untuk mendapatkan skor AnTuTu yang tinggi di hape ini. Angka tertinggi yang saya bisa dapat itu cuma 2,6 juta kalau nggak salah ya. Saya merasa OPPO memang tidak menggunakan kapabilitas dari SoC ini secara penuh atau 100%. Hal ini mungkin demi mendapatkan stabilitas performa yang lebih baik. Mungkin. Tapi terbukti saat saya coba tes menggunakan aplikasi 3D Mark dan throttling test, SoC ini performanya sangat stabil ya. Bahkan tidak mengalami throttling sedikit. Buset. Artinya memang SoC-nya bisa didinginkan dengan sangat baik di hape ini. Ya mungkin efek dari nggak terlalu dibikin ngebut aja si SoC-nya. Jadi nggak terlalu panas juga mungkin ya. Varian yang saya punya adalah varian 12GB RAM dan 256GB Storage. Kecepatan bagian tulisnya juga ngebut. Karena ini juga performa di hape ini terasa sangat smooth dan sangat cepat. Mulai dari membuka aplikasi sampai waktu yang dibutuhkan untuk melakukan booting gitu. Cepat banget hape ini. Untuk RAM-nya sendiri tentu saja kita bisa menaik-turunkan ukuran RAM-nya menggunakan RAM extension. Sampai 12GB lagi gitu. Artinya hape ini bisa punya total RAM 24GB. Buset gede banget loh. Buat apa coba 24GB? Skor-skor yang didapat oleh aplikasi benchmark sintetis juga sangat memuaskan. Dalam skenario sesungguhnya, saat saya pakai hape ini untuk bermain game, dia surprisenya cukup nyaman. Ukurannya yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil bikin si hape itu terasa enak banget waktu digenggam gitu. Luar speaker-nya juga bekerja dengan sangat baik. Plus punya kualitas suara yang sangat bagus menurut saya. Posisi lubang speaker-nya juga didesain untuk tidak tertutup oleh tangan saat kita nyum-nyum si hape secara horizontal gitu. Si lubang speaker-nya itu nggak tertutup gitu. Saya juga suka sama haptic di hape ini yang terasa haus banget gitu. Nyaman banget waktu dipakai buat ngetik. Ya nyaman aja gitu. Nggak bikin semutan lah. Saya menemukan sebuah fakta unik dari hape ini ya. Yaitu bagian belakang Oppo Find X8 ini ternyata memiliki magnet ya. Ya walaupun tidak sekuat magnet di makeshift-nya iPhone ya. Saya coba tempelin hape ini di magsafe holder punya saya. Surprisingly dia bisa nyantol dengan sempurna loh. Plus nge-charge lewat wireless charging. Walaupun nyantolnya bukan karena magnetnya. Tapi karena kamera menonjolnya yang nahan si hape biar nggak jatuh gitu. Sebuah kebetulan yang sangat membahagiakan menurut saya. Mengingat saya adalah heavy user dari magsafe gitu. Selain soal Oppo Mag, sebutan buat sistem magnet Oppo yang mirip ke iPhone tadi. Faktanya hape ini juga sangat kerasa iPhone sekali ya. Misalnya adanya sesuatu yang mirip dengan Dynamic Island saat kita melakukan beberapa haptic crash di hape ini. Seperti charging dan saat kita memutar musik misalnya. Bukan hal yang buruk. Karena jujur saya suka banget ya sistem seperti ini. Karena buat kontrol musik kita nggak perlu lagi buka notification panel. Karena kita tinggal tap si Dynamic Island-nya terus muncul kontrolnya. Pokoknya enak banget lah. Selain kedua hal tadi, ada satu lagi hal yang bikin hape ini semakin terasa iPhone. Yaitu adanya teknologi yang memungkinkan dia mengirimkan file ke iPhone. Bahkan cara kerjanya pun mirip dengan bagaimana antara iPhone itu berkomunikasi gitu. Yaitu dengan menempelkan bagian kepalanya gitu. Dan nggak cuma itu. Ternyata foto atau live photo yang ditangkap oleh Oppo Find X8 ini bisa dibuka dengan baik di iPhone saya. Nice. Sebenernya ada teknologi AirVOOC ya. Protokol wireless fast charging punya Oppo yang bisa mengandalkan daya sampai 50 Watt. Yang mana itu cepat banget kok. Sayangnya saya nggak punya wireless charging dengan teknologi AirVoox tersebut. Tapi kalian bisa beli charger ini karena waktu saya coba cari di Tokopedia, saya nemu beberapa seller yang menjual produk ini. Sekarang kita akan bahas kualitas kamera dari hape ini. Untuk sebuah hape yang nggak pake embel-embel Pro, kameranya menurut saya bagus banget. Ada 3 buah kamera di bagian belakang yang semuanya beresolusi 50MP. Berjenis wide, ultra wide, dan telephoto periscope. Salah satu keunggulan utamanya adalah konsistensi kualitas foto di semua kamera belakang. Yang bisa memastikan hasil foto dari ketiga lensa tersebut konsisten. Di kondisi cahaya yang cukup, tajem banget fotonya, terus dynamic range-nya luas, dan warnanya juga menurut saya akurat. Kualitas foto kayak gini juga terlihat pada hasil foto dari lensa ultra wide-nya. Tapi walau bagus, saya melihat beberapa foto yang white balance-nya agak ngaco. Seperti foto-foto dalam ruangan dengan lampu yang agak kuning, yang terlihat tetap kuning, terlihat terlalu warm menurut saya bahkan. Lensa ultra wide 50MP juga bagus banget. Lensa ini bisa menangkap foto yang bagus, bahkan punya warna yang mirip dengan lensa utamanya. Untuk foto portrait-nya juga dapet dua jempol dari saya. Pemisahan subjek dan background nyaris terlalu akurat, termasuk bagian-bagiannya agak rumit. Kita bahkan bisa ngatur aperture atau bukaan si lensa setelah foto diambil. Ini kepake saat kita ngerasa bokehnya terlalu kuat dan pingin kita turunin gitu. Mungkin bukan yang terbaik, karena saya tetap berpendapat soal portrait, vivo X200 series itu susah buat dikalahin. Tapi portrait di hape ini tetap jadi one of the best lah. Kualitas foto pada kondisi low light-nya juga impresif menurut saya. Noise-nya itu terlihat minim, fotonya cukup tajem dengan dynamic range yang bagus menurut saya. Prosesing foto low light-nya juga kerasa cepet ya, pokoknya bisa diandalkan banget lah. Flagship banget lah ini hape. Ya emang flagship sih. Diajak ambil foto low light secara handheld, tapi ini enak banget loh. OIS-nya bekerja dengan sangat baik, dan besar kemungkinan foto akan jadi blur gitu. Cerita yang sama juga terjadi di kamar depan beresolusi 32MP-nya. Foto yang ditangkap tajem banget. Skin tone-nya juga bisa di maintain dengan baik, nggak terlalu pucat dan nggak terlalu merah-merahan gitu. Detailnya bagus, dynamic range-nya juga oke. Pokoknya cakep banget lah. Kekurangannya paling nggak ada autofocus di kamar depannya, yang mana ini sangat disayangkan gitu. Tapi apakah mengurangi experience penggunaan? Menurut saya nggak ya. Punya autofocus di kamar depan tuh nice to have, tapi bukan sebuah keharusan gitu. Kamera depan dari OPPO Reno lagi, OPPO Find X8 mungkin bisa jadi adalah salah satu kamera smartphone terbaik dalam merekam video. Cuman kekurangannya satu, yaitu dia tidak bisa atau tidak punya fitur autofocus. Yang mana handphone 14 juta kamar depannya tidak punya autofocus. Terpinggal jauh dengan Samsung yang punya autofocus. Tapi soal kualitas, saya akuin videonya bagus. Dia bisa merekam video 4K di 60p, 60 fps, dengan kualitas seperti yang kalian lihat sekarang. HDR-nya, dynamic range-nya oke. Langitnya masih bisa diharapkan dengan baik, tidak overblown. Yang pasti kualitasnya sangat flagship sekali. Eh, ada mobil. Jadi untuk dipakai buat nge-vlog, handphone ini sangat proper ya. Kualitas audio-nya juga seperti yang kalian dengarkan sekarang. Sedangkan ini adalah hasil perekaman video dari kamera belakang, yang tentunya memang lebih baik dari kamera depannya. Dengan aperture yang lebih besar, ngasih efek depth of field atau bokeh yang lebih tebal dibandingkan kamera depannya tadi. Kualitasnya saya suka, bagus. Sudah sangat flagship sekali. Walaupun, somehow dynamic range saya lebih suka video dari iPhone, karena HDR-nya masih menjadi yang terbaik. Salah satu yang terbaik, atau mungkin yang terbaik untuk sebuah smartphone. Tapi handphone ini sudah sangat bagus untuk sebuah flagship Android. Dan satu lagi kelebihan dari smartphone flagship ini adalah lensa ultrawidenya mampu merekam video 4K di 60fps, yang mana ini menjadi pembeda antara hape mid-range mereka, yaitu Oppo Reno 13 yang ultrawidenya cuma bisa merekam footage di 30fps, sementara flagship-nya bisa di 4K 60fps. Kualitasnya seperti yang kalian lihat sekarang, bagus. Saya suka. Sangat flagship. Sangat bisa diandalkan. Mantap. Saya yakin secara spesifikasi hape ini bukan yang terbaik, bahkan banyak banget brand yang bisa bikin hape dengan spesifikasi yang lebih tinggi daripada Oppo Find X8, dan dijual dengan harga yang lebih murah. Tapi bisa ngasih user experience atau kenyamanan dalam penggunaan, hape ini menurut saya ada di level yang berbeda. Kalian ngerti nggak sih? Gimana rasanya senang dengan apapun yang kita kerjakan di hape ini. Buat dipakai secara casual dia nyaman banget, buat dipakai main game dia enak, buat ngambil foto point and shoot juga dia sangat-sangat bisa diandalkan. Kayak nyaris nggak ada keluhan gitu lho. Foto landscape-nya oke, foto potrait-nya bagus, foto tele-nya no complain, foto selfie-nya cakep, rekam video juga sangat reliable. Kenyamanan seperti ini yang harusnya ada di semua hape-hape flagship menurut saya. Apakah harga 14 juta adalah harga yang mahal? Tergantung se-prioritas apa hape ini di mata calon pembelinya. Untuk sebuah flagship menurut saya ini sangat layak buat dibeli lho. Alternatif yang sangat bagus dari versi standar Vivo X200. Atau mungkin biar lebih yakin kita bikin video versusnya aja kali ya? Gimana? Yaudah deh saya buat. Pokoknya tunggu aja videonya sob. Yaudah segitu aja video singkat kali ini soal review dari Oppo Find X8. Ini sekali lagi kalau mau beli hape ini, tapi masih ragu bisa langsung ke Erafone aja buat nyobain langsung. Karena terkadang dengan megang langsung si unitnya, kita bisa semakin yakin dengan pilihan kita gitu. Cobain deh. Klik tombol like kalau kalian suka dengan video ini, dan kita akan ketemu lagi di video berikutnya. Irwan pamit dan adios. Closed Caption by @subbox.id
Video Lainnya
Bursa ponsel 2026 memanas oleh inovasi brutal. Persaingan kini berpusat pada pesona lensa periskop, monster baterai ekstrem, dan cip pendingin cair. Panduan taktis...
Pasar jam tangan pintar Android kedatangan penantang serius lewat kehadiran OPPO Watch X3 yang digadang-gadang sebagai upaya terbaik sang produsen sejauh ini....
Langkah tidak biasa diambil oleh Jagat Review saat mendadak menunda ulasan mendalam untuk vivo X300 Ultra, kasta tertinggi ponsel flagship di tahun 2026. Di balik...
Kehadiran bocoran seputar iPhone 18 Pro di tengah riuhnya pasar smartphone tahun ini memicu perdebatan sengit mengenai urgensi melakukan upgrade. Lewat pendekatan...
Kabar mengejutkan datang dari jagat media teknologi tanah air seiring keputusan DKID Media untuk menyudahi KOTEK (Komedi Teknologi) tepat di episode kesepuluhnya....
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
OPPO tampaknya sedang menguji batas kewajaran pasar lewat lini Find X9 Series terbaru mereka. Alih-alih memangkas banyak fitur esensial demi menekan harga seperti...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Rumor mengenai lonjakan harga ekstrem pada lini Reno terbaru sukses memicu perdebatan hangat di kalangan pencinta gawai. Pasalnya, seri yang biasanya menyasar kelas...
Kabar kurang menyenangkan datang bagi para pencinta ekosistem Apple, menyusul rumor kuat mengenai lonjakan harga perangkat masa depan mereka akibat ketergantungan...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Pasar ponsel murah kembali diguncang oleh kehadiran perangkat sejutaan yang sekilas membawa visual mewah layaknya lini premium masa depan. Di balik desainnya yang...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sederet perangkat antimainstream yang siap mengubah total kenyamanan setup harian Anda. Mulai dari inovasi TWS dengan konsep...
OPPO Find X9s membuktikan bahwa bodi ringkas tak berarti mengorbankan performa beringas. Dibanderol separuh harga varian Ultra, perangkat 14 jutaan ini konsisten...


















