Jungkat

LET'S GO! Tablet murah Xiaomi nongol lagi.. (YouTube Video)

  • 09/06/2026

Sebenarnya tablet ini biasa saja, tapi kalau harganya cuma 2 jutaan kecil, ini jadi lumayan menarik sih. Bismillah, alhamdulillah kita ketemu lagi bareng gua Romi. Redmi masukin satu lagi tablet baru ke Indonesia. Ini tablet entry level, compact, harganya miring. Catat, ini namanya Redmi Pad 2 9,7. Jangan sampai ketukar-tukar karena sebelumnya juga sudah ada SKU produk yang pakai nama mirip. Ada Redmi Pad 2 sama Redmi Pad 2 Pro yang itu lebih gede dan harganya juga lebih mahal. Balik ke Redmi Pad 2 9,7. Di dalam box-nya ini sudah dikasih batok charger dan kabel USB A to C. Jadi, PR-nya tinggal beli casing sama anti gores buat layarnya saja. Nah, ini harga retail-nya 2,399 juta. Dapat build quality yang solid, cutting-an dan sudut-sudutnya rapi. Ditambah lagi sudah pakai aluminium ya. Opsi warnanya dia ada dua. Semuanya netral. Ada grey sama silver. Desain back door-nya dia simpel. Paling cuma tulisan AI Smart Camera saja nih yang menurut gua ini enggak perlu. Kesannya terlalu memaksa ya. Tapi, overall ini berasa clean. Pas dipegang back door-nya agak licin. Jadi, gua suggest langsung cari casing-nya lah. Gua cek di e-commerce sudah ada yang jual. Ini enggak sampai 100.000. Size atau dimensinya ini juga compact banget ya dengan layar 9,7 inci. Asli tablet ini bakal enak banget kalau mau dipakai buat anak belajar. Handling-nya nyaman. Tebalnya cuma 7,4 mm. Bobotnya 406 gram. Kalau mau dipakai satu tangan ini juga masih oke. Enggak cuma back door-nya yang metal, tapi frame-nya juga karena dia jadi satu. Desainnya flat dengan lengkungan di setiap sudutnya. Body tour sisi kiri polos. Sisi kanan ada slot micro SD up to 2 tera. Ada tombol volume dan satu mikrofon. Sisi atas ada grill speaker dan tombol power. Di bawah ada 3,5 mm headphone jack. Ada port charger type C sama satu grill speaker lagi. Sekarang kita lihat ke depan. Menurut gua Xiaomi sudah buat pilihan tepat. Kenapa? Layar 9,7 inci ini adalah size yang pas, tapi jadi berasa lega karena rasio yang dipakai itu 16:10 bukan 16:9. Pakai panel IPS tentunya enggak mungkin AMOLED juga ya. Resolusinya tinggi nyampe 2K, refresh rate 120 Hz. Peak brightness-nya standar 600 nits dan sudah tersertifikasi TUV Rheinland Low Blue Light sama Flicker Free. Mungkin bezel-nya aja sih ya yang kurang seksi, tapi kita enggak bisa dapetin semua hal yang kita mau untuk sebuah tablet dengan harga 2 jutaan kecil dan karena target market-nya ini adalah anak sekolah, gua rasa mereka enggak akan protes soal ini. Kualitas tampilan layarnya ada di atas tablet-tablet entry level pada umumnya. Buat YouTube-an itu mentok full HD, dia enggak juga enggak support HDR. Tapi di Netflix sertifikasinya udah Widevine L1, jadi masih lumayan enaklah buat dipakai streaming, enggak burik resolusinya. Speaker-nya udah stereo, suara yang dihasilkan juga cukup lantang di volume maksimal pun dia masih bulat enggak pecah. Sound stage dan separasinya lumayan terasa, tapi tingkat detail-nya biasa aja. Saya dapat info dari bagian administrasi kalau BPJS Bapak Asin enggak aktif ya, Bu. Kalau kalian ngira gadget entry level itu selalu pakai MediaTek, nah yang ini enggak dia pakai Snapdragon 6S 4G Gen 2 yang gua curiganya ini adalah rebranding dari Snapdragon 685 karena fabrikasinya masih sama 6 nanometer. GPU-nya juga Adreno 610 dan sayangnya dia enggak dikasih jaringan 4G. RAM-nya juga relatif ngepas di 4 GB LPDDR4X dengan dua pilihan storage ada 64 sama 128 GB. Tipenya UFS 2.2 dan ini bisa di-expand sampai 2 TB via micro SD. Yang kepo skor benchmark-nya, let's go. Di AnTuTu Benchmark 11.12 dapat overall skor 463 ribuan dengan CPU skor 186 ribuan dan GPU skornya cukup rendah ya 29 ribuan aja. Selama ngetes suhunya stabil 35 derajat Celsius, baterainya berkurang 4%. Kemudian di Geekbench 6 dapat 491 buat single core dan 1.378 multi core. Untuk GPU benchmark-nya pakai API OpenCL skornya cuma 383 dan di API Vulkan ini cuma dapat 50 poin karena ada satu tes yang gagal. Jadi memang GPU-nya sudah cukup kewalahan buat handle grafis zaman now. Tapi buat kestabilan sudah pasti superior ya di 3DMark Wild Life Stress Test dia solid 99% selama pengetesan suhunya naik sebanyak 2 derajat Celcius dengan baterai cuma berkurang 3% saja. Buat main Mobile Legends gua set map quality ultra, efek quality high, frame rate high dengan resolusi HD. Awalnya gua skeptis tapi surprisingly selama main terasa smooth, beneran enggak ketemu tuh namanya lag ataupun frame nge-drop yang mengganggu. Baterainya ini ada di 7600 mAh untuk pemakaian sehari-hari non gaming biasanya baru nge-charge 2 hari sekali. Nah, untuk nge-charge-nya bisa 18 watt tapi sayangnya batok charger yang dikasih itu cuma 15 watt. Nanggung ya kenapa enggak 18 watt sekalian. Pakai spek chipset 3 tahun lalu RAM-nya juga cuma 4 giga tapi ngejalanin HyperOS 3.0 dengan basis Android 16. Bakal keberatan enggak nih? Nah, untuk animasinya pas scroll-scroll itu kadang terasa ada delay tipis untuk buka aplikasi atau sekedar buka menu setting atau control panel pun masih kayak berasa delay sedikit ya. Tapi untuk pemakaian daily use sebenarnya ini sudah cukup pakai banget ya buat chatting atau scroll-scroll medsos juga aman yang penting jangan kebanyakan buka apps barengan buat multitasking dan kalau browsing itu juga jangan kebanyakan buka tab. Bloatware-nya sedikit dan bisa kita langsung uninstall untuk beberapa aplikasi bawaan Xiaomi-nya so far gua belum nemu yang ada iklannya ya tapi gua pribadi enggak yakin ke depannya bakal selalu bebas iklan seperti ini atau enggak. BTW gua juga sering bahas lock style di HyperOS 3 ya yang jadi poin estetik. Pilihannya banyak dan bisa di-custom juga. Untuk biometrik unlock-nya dia cuma ada face unlock yang masih 2D praktis ini kurang aman bahkan kita dikasih peringatan security risk pas lagi daftarin muka kita dan perlu dicatat tablet ini juga enggak punya NFC sama infrared blaster. Kalau kameranya di belakang ada lensa 8 megapixel F2.0 dan kamera depannya dia pakai lensa 5 megapixel F2.2. Keduanya bisa rekam video up to full HD di 30 FPS. Kesimpulannya apakah tablet Redmi Pad 2 9,7 inci ini recommend? Ya, mungkin ini bisa jadi best deal buat harga 2 jutaan kecil kita bisa dapatin tablet yang bodinya ini solid, size-nya juga compact buat anak sekolah. Paling deal breaker-nya itu kapasitas RAM-nya yang cuma 4 giga ini rasanya pas-pasan ya buat zaman now.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Redmi Pad 2

Kombinasi layar 11 inci 2.5K dan baterai 9.000 mAh memosisikan Redmi Pad 2 sebagai perangkat andalan. Multitasking mulus berkat Helio G100-Ultra.

Redmi Pad

Redmi Pad resmi dipasarkan di Indonesia sebagai tablet serbaguna yang difokuskan pada hiburan, pembelajaran, dan penggunaan harian berbasis Wi-Fi. Tablet ini dirancang untuk pengguna yang membutuhkan layar besar dengan pengalaman multimedia yang nyaman. Redmi Pad....

Redmi Pad

Layar 2K 90Hz dan baterai 8000 mAh membuat Redmi Pad solid sebagai tablet hiburan. Quad speaker Dolby Atmos menjamin audio memukau tanpa henti.