LUMAYAN LAAAH... | Unboxing POCO C85 Indonesia (YouTube Video)
Pada setuju enggak kalau tulisan ini mendingan dihapus? [Musik] Bismillah. Alhamdulillah kita ketemu lagi barang gua, Romi. Ada yang kuning-kuning di atas meja. Ini adalah Poco C85 handphone e entry level yang paling baru yang dijual resmi di Indonesia dari Poco nih. Kardusnya ngomong-ngomong polosan aja nih ya. Biasanya kalau handphone entry level yang harganya R jutaan, R juta itu biasanya suka ada gambar handphone-nya. Nah, yang ini pokok enggak ada. Jadi cuman tipenya aja. Di belakang kita bisa lihat ini udah dibuat di Indonesia. eh diproduksi oleh Nusa Persada. Terus versinya warna hitam dengan kapasitas 8256 GB. Garansinya seperti biasa ya 15 bulan untuk perangkat headsetnya sendiri. Langsung yuk kita buka. Nah, Poco C85 ini sebenarnya bisa dibilang adalah kembaran dari handphone Xiaomi yang sebelumnya entry level juga udah dirilis duluan kurang lebih sekitar sebulan yang lalu. Tapi nanti kita akan bahas belakangan. Kita lihat headphone-nya dulu. Ada beberapa selling point-nya, ada baterainya 6.000, layarnya gede, terus udah fast charging pakai octa core ya, dan juga clear 50 megap AI dual kamera. Oke, ya. Kalau gua sih sebenarnya dengan kata-kata ini ya menurut gua kata-kata marketing lah. Enggak terlalu ee apa ya? Enggak terlalu wah gitu ya karena biasanya tidak terlalu terbukti. Tapi ya kita lihat nanti. Nah, ini wujud dari handphone-nya berwarna hitam lah. Cuman ada ini ya kita lihat ya ada tulisannya di sini Poco C85. Di sini juga ada logo Pok. Jadi menurut gua ini kayak double-dble ya, kayak tumpang tindih. Dan honestly ini menurut gua pribadi ya, ini enggak kurang kurang enak sih, kurang estetik dilihatnya ada tulisan pokok C85 kayak gini. Polos aja dah. Tuh kayak gitu lebih enak kan daripada harus ada tulisan yang kayak gini. Oke. Nah, kita bahas lebih lanjut entar ya. Kita coba cek dulu sebentar untuk isi paket penjualan yang lain. Sini ada SIM SIM ejector, terus ada quick guide, ada pembatas buku stiker, dan juga ada casing. Nah, casing-nya jelly cas yang transparan aja seperti ini seperti biasa, ya. Kemudian ini kabel datanya warna putih USB A to USB C. Lalu ada chargernya dengan daya 33 watt. Portnya USB. Oke, kita balik lagi ke handphone-nya. Seperti yang gua bilang tadi, ini warnanya hitam. Dia seperti dual tone. Enggak tahu deh kelihatan ya. Harusnya kelihatan ya. Tuh, kalau kena cahaya di sebelah kanan ini warnanya dia lebih pekat dan juga sebenarnya ini agak gampang kotor kalau tangan kita berminyak. Misalkan habis megang gorengan ya, makan gorengan terus megang langsung megang handphone ini enggak pakai casing. Nah, itu bisa ngejiplak ya. Kalau dibilang tebal sih ini enggak terlalu tebal ya, standar ya. Ini kalau enggak salah di 7,9 mm. Jadi masih termasuk normal, masih termasuk wajar banget apalagi mengingat baterainya nih 6000 mAh. Kita body tour ya. Di sebelah atas ini tumbenan nih kosong polos kagak ada apa-apaan. Di sebelah kanan ada tombol volume dan juga tombol power. Nih tombol power-nya pipih yang artinya ini ada sensor fingerprint. Kemudian di bawah ada grill speaker, terus ada port USBC, ada mikrofon, dan ada jack audio. Di sebelah kiri ini ada slot SIM card yang juga ada slot untuk micr SD. Balik lagi ke belakang. Jangan lupa nih ya kita copotin stikernya. Gua masih sering banget ngelihat orang pakai handphone, stikernya enggak dicopot. Mungkin ya nih karena ada tulisan kayak gini nih, untuk melindungi hak-hak konsumen harap jaga keutuhan label ini. Oke, jadi kita jaga tetap cuman jangan berarti ini tetap ditempelin gitu. Ini stiker kita jaganya dengan cara kita tempel di dalam boknya. kita simpan di situ, jangan di belakang handphone-nya. Kenapa? Karena berkali-kali gua bilang nih, enggak ada bosannya gua omongin ya, itu bisa bikin handphone belang. Coba deh kalian pai nanti 6 bulan di atas 6 bulan pas dibuka apalagi ni handphone udah kena sinar matahari, bagian yang ketutup stikernya itu masih polos, masih terang maksudnya masih kinclong. Yang lainnya tuh udah berubah warna kayak gitu. Oke. Nah, seperti yang gua bilang tadi, ini sebenarnya handphone adalah kembaran dari Nah, nih ada yang udah mengenal handphone ini. Ini adalah Redmi 15C. Jadi, kedua handphone ini plek ketiplek sama dari dimensi, dari ketebalannya, dari bobotnya gitu ya. Dan sebenarnya kalau kita lihat layout-nya juga sebenarnya sama. Kameranya dibuat seperti ini ya. Agak e lebih ke kiri ditaruhnya. Cuman bedanya kalau yang si Redmi 15C modul kameranya melotot ya, terpisah. Kalau si Poco ini menjadi satu ada di dalam housing frame kameranya. Udah itu aja sih. Lebihnya sih sama tuh. Kita lihat ya bagian bawah nih. Tuh bagian bawahnya sama, bagian samping sama. Terus tombol power-nya tuh kan sama lagi ya. Jadi ini memang adalah handphone yang sama cuma dijual dengan dua tipe menjadi dua tipe yang berbeda. Oke, sekarang kita lanjut lagi fokus ke si Poco CD85. Oke, sudah gua set up nih handphone-nya. Tampilannya seperti ini tuh ya. Ini appdrawer aplikasi yang terinstall seperti biasa cukup banyak untuk bloodware apalagi game-game yang cemen nih ya teman-teman tinggal hapus-hapusin aja kalau dirasa tidak perlu tidak suka. Gua sudah install juga ada eh Anut benchmark 3D Mark dan juga ada PUBG Mobile. Ini buat iseng-iseng ngetes aja. Terus juga yang sebenarnya gua kurang suka nih kalau misalkan handphone-nya e Xiaomi atau Poco ya yang apalagi yang kelas entry itu ada gangguan dari Get Apps ini biasanya gua disable karena gua merasa notifnya itu sangat-sangat mengganggu. Nah, ini setelah gua set up tadi sebenarnya awal-awal berasa agak nge-lag ya, standar lah ya. Karena setting awal memang cukup berat, tapi setelahnya ini masih termasuk enak ya, cukup fluid lah. Terus juga btw dia ada minta update ya, cuma gua nanti aja deh belakangan gua update-nya karena size-nya lumayan gede. Nah, kita lihat dulu deh untuk Android version-nya dia Android 15. Kemudian security patch-nya ini belum versi update, masih ada di bulan Juni. Nah, kalau setelah di-update gua enggak tahu dah nanti akan masuknya ke bulan apakah Juli atau edisi Agustus. Storage-nya 256 yang terpakainya 39 gig untuk sistem dan juga aplikasi yang sudah gua install tadi, termasuk ada aplikasi benchmark dan juga PUBG. Nah, sekarang kita mau fokus ke layar ya. Jadi kalau bagian belakangnya nih dilihat dari belakang back door-nya menurut gua ini oke cukup kekinian kurangnya cuma satu aja nih tulisan Poco C85-nya ini menurut gua enggak asik ya dengan font yang seperti ini juga aduh enggak cocoklah gitu kalau bisa sih enggak usah ada ini tulisannya sebenarnya. E kalau bagian depan ini terlihat cukup eh klasik ya, cukup jadul karena bagian bawah baselnya ini tebal. bagian atas waterdrop ya ponyya tuh masih model zaman dulu banget seperti ini. Jadi ya ketika ngelihat dari depan ya udah pasti tahu dah orang ini handphone harganya enggak mungkin nyampai R juta, pasti cuman sejutaan aja karena melihat desainnya seperti ini. Tapi ngomong-omong layarnya gede dimensinya 6,9 inci, brightness-nya ada di 600-an nits dan refresh rate-nya katanya ini udah 120 Hz. Yuk, kita coba lihat. Nah, di sini screen brightness-nya enggak full ya. Gua coba fullin aja karena cuma 600 nit aja. Dan lampu pencahayaan di studio ini cukup terang. Jadi takutnya ini kalah ya ee tingkat kecerahannya. Tuh kayak gini kan auto brightness-nya. Sebenarnya kalau buat mata sih enak tapi kalau di layar takutnya kurang terang kita polin aja kita mentokin. Dan dia juga ada sunlight mode-nya nih ya buat dipakai di bawah trik matahari membantu untuk nge-boost kontrasnya. Kemudian refresh rate-nya. Nah ini kita bisa set up to 120 Hz ya. ini up to 120 Hz. Jadi dia tidak bisa manteng fix di 120 dan enggak ada pilihan aplikasi apa aja yang bisa berjalan di 120 Hz-nya. Tadi kan kalau dari spek ya kapasitas itu cukup oke ya, 8 gig/256 gig. Untuk eh storage-nya kayaknya ini pasti pakai EMMC ya chipsetnya. Nah, yuk kita lihat bareng-bareng. Nih, gua udah benchmark tadi. Skornya dapat R77.000 dengan CPU skore R2.000 dan GPU skornya cuman 23.000. Ini relatif e kecil ya untuk skor GPU-nya. Kenapa? Karena memang chipsetnya ini masih 4G. dia pakai Helio G81 Ultra dengan GPU Mali G52 dual core dan resolusinya biar enggak terlalu berat kalau misalkan dipakai main game ataupun ee yang game cemen ataupun game yang agak berat ya kelas menengah gitu biar enggak terlalu berat rendernya ternyata layar ini cuman 720p aja ya belum full HD. Kemudian untuk baterainya seperti yang gua bilang di awal, kapasitasnya 6000 mAh. Nge-charge-nya bisa 33 watt dan juga bisa reverse charging di 10 watt. Sekarang kita coba untuk nonton YouTube ya. Ini HDR udah pasti enggak bisa untuk nonton YouTube. Bisa resolusinya, tapi dia bisa sampai pilihannya 2160 loh ya, bisa 4K. Gokil juga. Cuman internetnya enggak kuat nih ya. Kalau sampai 4K kita coba yang 1440p aja. Nah, ini gambarnya ya menurut gua kita enggak bisa komplain kayak gimana-gimana banget ya. Maksudnya untuk performa, chipset, GPU, dan juga kualitas layar. Karena kan ini harganya cuman R1 jutaan aja. Eh, ya tampilannya sih enak-enak aja dilihatnya. Cuman ya memang brightness-nya eh sori bukan dynamic range-nya memang karena dia enggak ada HDR. Jadi untuk warna gelapnya ya cenderung shadow-nya itu pekat ya, jadi enggak ngangkat, enggak kayak layar-layar kelas menengah ke atas. Tapi overall kalau teman-teman enggak biasa maksudnya bukan sehari-hari pakai layar HDR ya akan melihat layar ini dengan asik-asyik aja, enak-enak aja gambarnya menurut gua tajam. Jadi 720p-nya itu enggak apa ya, enggak kelihatan eh pixelated lah, enggak kelihatan kayak pixelnya tuh kecil gitu. Jadi kalau buat nonton ini samar. Kelihatannya sih bagus-bagus aja ya dan dia bisa resolusi tinggi juga. Kemudian sekarang kita coba untuk speakernya. Oke. Ee volume mentoknya itu tadi tulisannya itu ya 200% ya. Cukup lantang sih cuman memang detailnya sih bisa dibilang kuranglah. E bassnya juga enggak berasa. Dan ini balik lagi nih speakernya cuman ada di bawah sini aja ya. Jadi enggak stereo harusnya ya untuk Xiaomi ya yang istilahnya mengedepankan spek dan dari dulu kita tahu ya handphone-handphone-enya udah sering stereo. Banyak yang stereo. Sekarang dia balik lagi ke single. Nah, ini yang cukup disayangkan ya. Oh ya, kelupaan gua pengen ngetes untuk circle to search-nya nih, bisa atau enggak ya. Kita coba tekan tombol eh bukan tombol ya. Kita navigasi bar yang bawah. Tahan. Oi, ternyata dia sudah bisa native circle to search. Ya, lumayanlah ini kalau kita pakai untuk cari sesuatu dengan singkat dan cepat gitu ya. Walaupun pas bukanya ini enggak terlalu responsif banget tuh. Tuh, agak lama ya. Oke, kita coba lagi tuh. Ya, ada prosesnya lah gitu cuman ya at least masih bisa. Nah, sekarang kita coba untuk kamera. Jadi, setup-nya seperti biasa ini kan ala-alanya tuh dua atau bahkan tiga kamera ya. Dua dua kamera lah. Eh, jadi kamera utamanya yang benar adalah yang sebelah atas. Kalau yang bawah ini ya bonus aja. Dan yang ini yang kecil juga sama. Ini bonus bukan sensor apa-apa. Resolusinya 50 megapel untuk kamera belakang dan kamera depannya di 8 megap. Nah, interface kameranya seperti ini. Yuk, kita coba langsung sambil foto. Kita dikasih satu kali atau dua kali togle untuk lensanya ya. Vokal leng-nya nih dua kalinya digital zoom. Kemudian maksimum zoom-nya bisa sampai dengan 10 kali. Kemudian ada mode potret. Portretnya enggak bisa ganti eh focal leng. Jadi cuman satu kali lensa pilihan lensanya. Tapi tingkat blur-nya aperturnya bisa diubah dari 1 sampai 16. Kemudian ada mode night. Nah, night juga sama bisa satu kali atau dua kali. Kemudian ada mode ultra HD ya. Ini untuk resolusi maksimalnya di 50 megapel. Bisa satu kali ataupun dua kali juga sama ya. Terus di sini ada menu lain bisa ganti aspek rasio timer watermark bisa dinyalain ya. Wuh watermarknya keren juga nih. Udah ala ala-ala kayak Leik ya. Nanti kita coba foto nih shutter lag-nya apakah cepat ya. Gua sih enggak expect cepat-cepat banget ya. Masih okelah. Masih okelah ya hasil fotonya ya untuk handphone R jutaan jangan berharap yang kayak gimana-gimana banget ya. Tapi kalau yang gua lihat di sini ini cukup detail tuh. Okelah ini ee akan memenuhi ekspektasi kita sebagai penggunanya kalau menurut gua. Kecuali kalau kita foto di tempat gelap ya itu jangan berekspektasi lebih. Tapi kalau kondisi cahaya oke, handphone R1 jutaan zaman sekarang juga menurut gua hasilnya udah ya memenuhi ee harapan dari penggunanya. Kemudian untuk videonya ini mentoknya di full HD di 30 fps. Lalu untuk kamera depannya yang 8 megap ini, surprisingly menurut gua bagus sih kamera depannya ya. Dia bisa di full HD juga. Mentoknya sama ya di 30 fps. Tapi kalau untuk foto menurut gua kamera depan ini masih oke sih. Enggak burek gitu ya. 8 megapel. Oh cakeplah. Masih okelah, masih detail. Oke, kemudian untuk harganya nih ya. Jadi ee karena pas gua syuting ini tanggal 9 adalah tanggal handphone ini launching di Indonesia dan gua udah syuting di pagi ya. Jadi gua enggak tahu harganya ini bakal berapa. Yang pasti harganya Rp1 jutaan, harus di bawah R2 juta ya. Nah, Teman-teman bisa dapat opsi ee handphone yang ee layarnya gede, baterainya gede 6000 mAh. Ngecasnya juga enggak lemot ya di 33 watt. Desain bagian belakangnya juga menurut gua cukup oke ya walaupun agak mengganggu. Ada tulisannya Poco C85 ini jauh lebih baik. Gua yakin ya. Coba teman-teman komen di bawah ya. Pada setuju enggak kalau tulisan ini mendingan dihapus coba ya kalau teman-teman pendapatnya gimana? Nah, nanti kalau sudah ada link yang jual gua akan update di deskripsi. Jadi teman-teman bisa langsung intip harganya berapa. Terima kasih.
Video Lainnya
Mencari ponsel murah dengan layar lega dan baterai badak yang tahan cipratan air kini bukan lagi hal mustahil. POCO C85 hadir mendobrak pasar kelas entri dengan...







