Jungkat

Mencari Snapdragon 8 Elite TERBAIK (YouTube Video)

  • 24/04/2025

Pakai chipset sama, belum tentu keempat HP ini punya kemampuan sama dalam ngejalanin test-tes yang udah gua siapin di sini. Ada yang lebih ngebut performance-nya, ada yang lebih adem, lebih stabil, hemat daya, sampai ada yang 2 HP sekaligus. Kira-kira siapa yang paling bisa ngejinakin Snapdragon 8 Elite ini? Dari sisi baterai, keempat HP ini punya kapasitas baterai yang bervariasi ya, dari 5.000-an sampai R.000. Dan gua kasih spoiler dikit kalau yang paling gede belum tentu yang paling awet. Nanti kita cari tahu siapa yang paling hemat. Dan kayak biasa gua bakal jalanin Antu itu tiga kali. Recording 4K, YouTube, download, rendering, stress, test, dan gaming. Tapi sebelum itu, gua cek suhu ketiga HP ini dulu yang ada di sekitar 31-an derajat. Baterai sama-sama di 100% connect di Wii dan settingan yang sama. Update software udah terbaru dan refresh rate yang gua mentokin nih. Dan di bagian baterai, performance mod-nya gua aktifin juga. BT untuk red magic enggak ada fitur ini di baterai ya. Cuma untuk kipasnya gua nyalain. Oke, PL. Langsung aja kita mulai tawurannya. Prit prit. Oke, jadi setelah 12 menit IQ 13 bisa kelar duluan dengan suhu yang langsung ngegas di 48an derajat dan skornya paling tinggi di 2,78 juta. Habis itu disusul sama Red Magic yang suhunya lebih tinggi sederajat tapi dengan Sor Rp100.000 lebih rendah di 2,6 jutaan. Habis itu ada Xiaomi 15 yang lebih tinggi lagi di 50 derajat dengan skor 2,5 juta. Dan terakhir ada Poco F7 Ultra yang paling adem di 47 derajat dengan skor mirip Xiaomi di R 2,5 juta. Untuk konsumsi dayanya sendiri, IQ dan Poco yang paling awet nih berkurang 2%, sedangkan Xiaomi 4% dan terakhir Red Magic di 6. Yang perlu diingat kipasnya nyala ya tadi. Habis itu gua lanjut jalanin AnTu kedua. Yang jelas masing-masing HP ini terjadi penurunan skor dan peningkatan suhu juga. Tapi untuk Xiaomi malah turun 1 derajat. Dan di Antutu ketiga terjadilah hal yang sebenarnya udah diduga yaitu Xiaomi 15 mesti ditanduk keluar lapangan saudara-saudara. Kena overheat. Sebenarnya gua sempat cek suhunya sih, tapi kayaknya udah rada telat. Ada di sekitar 48 derajat. Terus apakah HP ini artinya reflek? Enggak ya. Nanti gua kasih tahu sudut pandang lain tentang ini di belakang. Selebihnya tiga HP ini bisa menyesuaikan Antutunya ya. Dan mari kita lakuin sedikit analisa cupu dari data-datanya. Pertama, dari sisi stabilisasi penurunan performance-nya yang paling kecil ada di Red Magic sekitar 5% aja. Cukup stabil dari 2,66 juta turun ke 2,51 juta. Sedangkan ketiga HP lainnya penurunannya ada di atas 10% tuh. Tapi harga yang mesti dibayar untuk penurunan 5% tadi adalah rata-rata suhunya yang lebih tinggi di 51,8 derajat dan konsumsi daya terpaut cukup jauh tuh kalau buat Xiaomi 15. Paling rendah sih berkurang 13%. Tapi ini enggak bisa dijadiin patokan juga karena sempat keestop tadi. Jadi menurut gua yang lebih baik adalah IQ 13 plus punya rata-rata skor yang paling tinggi di 2,6 juta ya walaupun selisihnya sekitar 20.000 poin aja dari Redmi J. Dan suhunya pun juga terbilang rendah sih, selisih 0,3 derajat aja dari Poco. Oh ya, gua juga ngerti banget kalau tiap-tiap HP ini punya kapasitas yang beda. Jadi, gua sertain juga penurunan daya dalam MAAH yang kalian bisa lihat di sini. Terus kalau kalian pengen video tawaran chipset ini rutin gua bikinin, boleh kasih tahu gua dengan like video ini ya. Thank you. Oke, setelah gua ademin HP-nya dan matiin performance mode plus kipas di red magic, mari kita tes yang lebih manusiawi, yaitu kalau keempat HP ini dibuat record video 4K30, kira-kira siapa yang lebih hemat daya dan lebih adem? Jadi, gua lakuin tes ini selama 30 menit ya. Dan secara suhu tampaknya Xiaomi lebih tinggi di 42an derajat. Habis itu IQ di 40 dan Poco juga mirip kayak Xiaomi di 42-an. Dan terakhir yang adem ternyata red magic 38an derajat. Dan buat konsumsi daya cukup sejalan nih dengan suhunya di mana red magic paling dikit cuman berkurang 6%. Habis itu diikuti IQ, Xiaomi dan Poco. Lanjut. Kalian pasti penasaran juga kalau buat nonton YouTube selama 30 menit bisa berkurang berapa. Yang bisa gua bilang mirip-mirip sih buat keempat HP ini. Sama-sama berkurang 2% kecuali Poco di 3% dengan suhu yang mirip di 31an derajat. Jadi aman. Oke, sekarang kita balik lagi ke benchmark dan enggak lupa nyalain lagi yang perlu dinyalain. Dan langsung aja ke hasilnya yang mana paling tinggi di sini ada Red Magic 10 Pro dengan single core 3096 dan multiicall 9.600-an. Sebenarnya enggak jauh beda sama IQ 13 ya yang selisih skornya enggak sampai 100 poin. Sedangkan buat suhu dan konsumsi daya enggak terlalu jauh beda di antara kedua HP ini. Habis itu secara skor disusul Xiaomi 15 dan setelahnya Poco F7 Ultra yang secara suhu paling adem di antara ketiga HP-nya. Terus buat kondisi baterai saat ini, IQ dan Xiaomi paling awet di 73%. Sedangkan Poco ada di 69 yang selisih 1% aja dari Red Magic. Terus hasil ini jadi ingetin gua sama duel IQ 13 versus Poco F7 Ultra kemarin yang kayaknya di tes kemarin sempat anomali ya untuk IQ karena skornya cukup rendah di 1600-an single core. Bedanya hampir setengah loh dari sekarang. Gua kurang tahu sih kenapa, tapi saat itu emang hasilnya cukup rendah. Ada bug mungkin. Anyway, buat full detail perbandingan kedua HP ini, kalian bisa chose ke video ini ya. Gue cukup lengkap sih bandingin dari berbagai sisi. Next kita tes yang enggak kalah seru yaitu download barengan yang disclaimer dulu. Kalau tes ini bukan buat tahu kecepatan maksimal suatu HP ya, tapi saat download barengan siapa yang sedot lebih kuat sesuai penggunaan real aja. Tapi sayangnya gua dapat masalah. Ternyata notif download di IQ dan Red Magic enggak keluar. Cuma gua ingat kayaknya kita mesti tongkrongin di galeri buat kedua HP tadi sambil lihat mana yang keluar duluan dan akhirnya Poco bisa kelar ya. Tapi enggak lama sekitar 5 sampai 6 detik Xiaomi juga kelar. Habis itu Ikiku kelar dan Red Magic ternyata enggak nongol-nongol, Guys. Dan sambil tunggu gua ingat komen kalian yang bilang kemungkinan enggak keluar karena permission notif-nya belum dinyalain buat di Google Drive-nya. Dan ternyata benar ya, pas gua cek belum aktif. Jadi gua nyalain dulu. Dan setelah gua tungguin, ternyata Red Magic masih belum nongol-nongol di galeri sampai akhirnya gua cek di file manager ternyata ngumpet di situ dia. Ya udah biar lebih valid gua tes download sekali lagi. Tapi kali ini Ikiku dan Red Magic jalan duluan. Habis itu enggak lama Xiaomi dan Poco Iiku sempat unggul tapi akhirnya disusul Poco F7 Ultra yang finish duluan. Lanjut diikuti Ikiku dan Xiaomi yang selisihnya enggak sampai sedetik. Dan terakhir baru Red Magic bisa ngebut mengejar ketirtinggalan. Jadi kesimpulan untuk tes download Poco juara pertamanya ya. Sedangkan juara kedua gua kasih ke Xiaomi karena walaupun di tes kedua selisihnya tipis tapi kalau kita gambungin sama tes pertama Xiaomi bisa kelar duluan dan cukup ada jarak tuh. Sedangkan posisi terakhir ada di Red Magic. Terus dari file yang di-download tadi sekitar 1 gigaan. Lanjut kita pakai buat tes editing di Kinemaster yang gua kasih scaling dan satu filter. Habis itu gua export di 4K30 dengan bitrate yang gua mentokin dengan output file sekitar 5 gigan. Dan hasilnya lagi-lagi Poco F7 Ultra bisa kelar duluan. Habis itu disusul sekitar 4 detik kemudian oleh Ikiku yang enggak lama diikutin tipis juga oleh Red Magic dan Xiaomi. Rahasia Poco bisa duluan mungkin gara-gara suhunya yang ngegas sendiri di 36 derajat kali ya. Beda sama ketiga HP lainnya di 32 sampai 33. Oh ya, buat konsumsi daya sama-sama berkurang 1%. Nah, selanjutnya yang cukup menegangkan dan mungkin bisa memakan korban jiwa lagi, 3DM stress test. Dan gua kasih ancang-ancang dulu ya kalau di video tawuran tiga chipset terkuat dunia kemarin, Xiaomi 15 kena overheat dan sebenarnya kalau kalian intip di Antutu ketiga pun juga sama kena overheat. Jadi ada kemungkinan bisa kejadian lagi. So, langsung aja gua jalani ke 4 HP ini sampai akhirnya yes, di sekitar looping ke-16, Xiaomi 15 kena warning overheat dan suhunya mencapai 52-an derajat. Hm. Habis itu baru aja gua napas dikit dan padahal udah mau kelar di loop terakhir, loop 20, Poco F7 Ultra juga kena warning overheat. Yang mana ini? Enggak kaget juga sih gua karena di duel IQ versus Po kemarin kena overheat juga. Terus pertanyaannya apakah warning overheat ini sesuatu yang jelek buat Xiaomi dan Poco? Gua coba kasih perspektif lain ya. Kalau gua justru ngelihat kalau mereka masih ngejaga supaya suhunya enggak lewat dari yang udah ditentuin. Bayangin aja kalau enggak ada warning dan suhunya terus naik mungkin bisa meledak kali. Tiap-tiap HP atau brand pasti punya toleransi limit suhu sendiri. Sampai berapa derajat HP-nya masih bisa tahan. dan Xiaomi Poco udah kena di limit itu, maka mereka putusin buat stop proses yang lagi dilakuin sekarang. Makanya keluar tuh warning dan itu buat Xiaomi Poco untuk IQ misalnya, gua lihat mereka punya cara lain buat nge-handle-nya, yaitu dengan turunin performance yang ada. Karena kalau kalian perhatiin di footage Xiaomi overheat tadi, IQ udah mulai turunin performance-nya ya. Bisa dilihat FPS-nya yang ada di sekitar belasan atau mendekati 20 kecil. Sedangkan Poco masih nge-push di plus minus 30 fps. Kalau red magic lebih tinggi lagi sih di 37 atau 38 fps. Dan hasil ini terbukti saat lihat hasil skor dan stabilisasi IQ enggak setinggi red magic, tapi punya suhu yang terjaga di 43,2 derajat. Sedangkan red magic karena mungkin toleransi limit suhunya lebih tinggi karena mungkin panas tadi bisa langsung dialirin keluar sama kipasnya. Jadi mereka berani pertahanin suhunya yang lebih tinggi yang hasilnya terlihat skornya jauh lebih tinggi dengan stabilisasi yang baik juga di 80%. Dan ngelihat data ini menurut gua enggak ada yang benar atau salah tergantung racikan tiap-tiap HP yang ada kelebihan dan kekurangannya sendiri. Tapi satu yang perlu diingat kalau hasil benchmark ini enggak merepresentasikan penggunaan sehari-hari. Karena namanya juga benchmark emang tujuannya sengaja buat nge-push performance HP ke limit maksimal. Terus kalau aktivitas nggame gimana, Bang? Sabar nanti kita bahas setelah ini. Bt kalau terdengar sotoy maafkan ya guys tolong koreksi. Ini cuman logika simpel gua aja. Kalau ada informasi tambahan yang kalian dapat dari data-data tadi bisa kasih tahu di komen biar gua dan teman-teman lain bisa sama-sama belajar. Thank you. Oke buat gaming gua langsung kasih ringkasannya aja ya buat keempat HP ini. Yang kita mulai dari Genchin Impact High 60 FPS yang main sekitar 20 menitan. secara FPS bisa dibilang yang rata ya di 60 fps dan kayaknya emang Genchin udah terlalu gampang buat HP flagship mungkin butuh settingan 120 fps mungkin kayak di iPhoneel Genchin nih buat baterai IQ 13 dan red magic paling irit disusun sama Xiaomi 15 dan Poco F7 Ultra Sedangkan suhu yang paling adem ada di Red Magic dan paling tinggi suhunya di Xiaomi 15 yang sebenarnya udah enggak heran sih karena bentuknya yang kompact sehingga dalam menyalurkan panas enggak sebaik HP yang lebih gede tuh Dan lanjut buat withering wave yang terlihat emang lebih berat ya dari Genchin karena FPS-nya enggak bisa mentok 60 dan secara suhu pun rata-rata lebih tinggi dari sebelumnya. Dan sama Xiaomi 15 lebih tinggi dari sisi baterai dan suhu. Sedangkan IQ 13 yang paling irit di sini. Walaupun secara FPS terpaut sekitar 2 sampai 3 FPS yang pengalaman mainnya sih mirip-mirip aja di antara ketiga HP-nya. Huh, itu dia, Guys, buat gamingnya beserta tes dan analisa yang bejibunda. Dan biar usaha gua bikin video ini enggak sia-sia, jangan lupa subscribe buat yang belum. Matur [Musik] nuhun. Oke, kalau kita ngelihat tesnya sih ada di sini aja ya, dari Antu sampai 3D Max tadi tanpa lihat faktor lain kayak desain, kamera, fitur, harga, dan lainnya. Menurut gua HP yang paling ideal ngejalanin Tes tadi adalah IQ 13. punya performance benchmark yang tinggi walaupun untuk beberapa tes saingan sama red magic. Selain itu buat konsumsi dayanya juga paling rendah nih, bisa kelarin semua tes dan suhu pun termasuk salah satu yang lebih adem di beberapa tes. Jadi jempol sih buat IQ 13. Belum lagi dia punya layar udah LTPO, support bypass charging, IP 69, USB 3.2 dan lain-lainnya. Cuman sekali lagi ingat, fokus tes ini lebih ke performa sama daya tahan baterai aja ya. yang mana kalau kita masukin faktor-faktor lain pasti bakal beda ceritanya. Kayak misalnya Xiaomi 15 ini gua suka bentuknya yang kompact, kamera Leik yang enggak usah diagin lagi, dan fitur AI beserta ekosistem dan lain sebagainya. Sedangkan Poco F7 Ultra jelas punya harga yang lebih terjangkau. Terus fitur AI sama ekosistem Xiaomi juga masuk tuh, wireless charging juga ada dan lain-lain. Dan terakhir Red Magic. Ini HP sih keren banget. Kalau kalian anaknya gaming banget bisa lirik HP ini sih. Fitur gamingnya lengkap, layar luas tanpa tompel, ada kipas dan masih banyak lagi detailnya yang kalian bisa cek video review gua ini deh.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Xiaomi

Xiaomi adalah brand elektronik inovatif dengan produk smartphone, AIoT, dan smart home berteknologi canggih. Xiaomi menghadirkan perangkat berkualitas dengan harga kompetitif, mulai dari HP, tablet, wearable, hingga perangkat rumah pintar.

Xiaomi 15

Xiaomi 15 merupakan smartphone flagship ringkas yang secara resmi diperkenalkan oleh Xiaomi dan dipasarkan untuk konsumen Indonesia. Perangkat ini menjadi model dasar dalam lini Xiaomi 15 Series, namun tetap membawa teknologi kelas atas yang setara dengan smartphone flagship premium. Xiaomi 15 ditujukan bagi pengguna yang menginginkan performa tinggi, kamera profesional,...

Poco F7

POCO F7 adalah smartphone yang sudah dipasarkan resmi di Indonesia dan ditempatkan sebagai model yang menonjolkan performa tinggi. Perangkat ini memakai platform Snapdragon 8s Gen 4 dengan proses manufaktur TSMC 4 nm. Konfigurasi CPU-nya octa-core dengan kecepatan hingga 3.21 GHz, dan GPU yang digunakan adalah Adreno 825. Untuk kebutuhan AI,...

Poco F7 Ultra

POCO F7 Ultra adalah smartphone kelas flagship yang dipasarkan di Indonesia dengan performa tinggi sebagai fokus utamanya. Perangkat ini ditenagai oleh Qualcomm Snapdragon 8 Elite Mobile Platform, sebuah chipset unggulan yang dibuat dengan proses fabrikasi 3 nm untuk kombinasi performa tinggi dan efisiensi energi terbaik di kelasnya. Snapdragon 8 Elite...