Naik Harga atau Naik Kelas ?! OPPO Reno16 Pro 5G (YouTube Video)
Ini mungkin adalah Reno terbaik yang pernah dibuat sama Oppo. Masalahnya Reno ini bukan Find X series. Rumornya sih harganya pun bakalan ikut naik kelas. Ya, sama sih kayak brand lain juga. Harganya semuanya semuanya naik kelas. Dan sebenarnya setelah saya pakai si Uppo Reno 16 Pro ini setelah beberapa hari, saya jadi paham kenapa dia kok berani naik kelas. Keempat kameranya ini niat. Baterainya besar tapi di body yang komact dan color OS-nya punya fitur AI yang seabret mirip sama kakaknya di Find X series. Bahkan Oppo bikin benda aneh ini namanya Oppo bubble yang bisa jadi layar kedua dan portable. Pertanyaannya Oppo Reno 16 Pro ini apakah udah pantas naik kelas atau cuma harganya doang yang naik kelas? Kalau kita ngomongin Reno series ya mereka emang punya karakter dan ciri khas yang unik. kayak bagian belakangnya itu gak pernah mau diam. Ada aja harus ada yang menari berputar atau minimal kelihatan hidup pas kena cahaya. Di Renault 13 yang varian plum white ada pola bulunya yang menciptakan kayak permainan cahaya dan bayangan yang kayak muter gitu pas HP-nya digerak-gerakin. Di Reno 15 ada dancing Aurora Design. Jadi ada jutaan tekstur Oppo Glow yang ukurannya itu kecil dan pas HP dimiringin cahaya itu terlihat bergerak seperti Aurora. Nah, sekarang di Oppo Reno 16 Pro ini tetap bagian belakangnya ini gak mau diam. Jadi, ada desain baru khususnya yang putih Bima Sakti ini. Ada yang namanya desain Planet 3D. Dia pakai Holover first technology. Planet di belakangnya ini kayak seolah-olah keluar. Kalau dilihatin terus tuh rasanya pengen tak congkel gitu ya. Karena dia kayak ada di belakangnya back cover gitu. Tapi jangan dicongkel ya. Yang keluar bukan planet nanti, yang keluar malah invoice sekalian di service center. Cara kerjanya ini lapisan optik dan permainan bayangan. Jadi bayangan di bawah planet itu kayak ikut bergeser. Hasilnya otak kita membaca planet ini sedang mengambang di atas permukaan kaca. Sayangnya cuma otak aja yang bisa nangkap jadi kamera enggak bisa jadi kayak agak enggak bisa dipamerin gitu kalau di sosial media. Kalau di realita bisa. Contohnya kalau misalkan kalian taruh HP-nya di meja seperti ini. Terus teman kalian lihat, wah ini pakai casing apa nih? Kok cakep? Padahal enggak pakai casing. Bobotnya sekarang di bawah 200 gr. ketebalannya cuma sekitar 8 mm lebih komact dibandingkan Oppo Reno 15 Pro bahkan lebih komact juga dibandingkan dengan Oppo Find X9s. Di zaman ketika banyak HP gede bodinya ikut gede, Oppo Reno 16 Pro pakai pendekatan yang berbeda ya. Bahkan baterainya cuma selisih 300-an milamps dengan Fine X9 Ultra. Jadi di bawah itu lebih enteng ngetik pakai satu jari masih bisa dari ujung ke ujung. Buat yang suka HP compact ini sih nikmat sekali. Ketahanannya juga lengkap. Dia udah ada IP 66, 68, 69 sampai IPK. Sekarang kita bahas benda yang paling gampang mencuri perhatian si Oppo Bubble-nya. Bentuknya itu kayak smartwatch tanpa strap. Jadi layarnya ini AMOLED 1,73 inch. Resolusinya 466 * 466. Beratnya cuma sekitar 27,5 gr. Baterainya sekitar 550 m. Sudah USBC dan punya sertifikasi IP54. Fungsi paling bergunanya adalah jadi monitor kedua untuk kamera belakang. Jadi ketika kita selfie pakai kamera utamanya yang 200 megapel atau telefoto, kita tetap bisa lihat framing, ekspresi, dan posisi wajah pakai Oppo bubble. Ini praktikal sih ya, karena selama ini selfie pakai kamera belakang memang hasilnya bagus, tapi prosesnya itu kayak pemilu gitu. Jadi harus selesai dulu baru kita bisa lihat hasilnya. Nah, dengan Oppo bubble ini kita jadi enggak perlu menebak-nebak ini pas enggak frame-nya ya. Bubble ini juga mendukung preview beberapa fokaleng. Benda ini juga bisa dilepas dari HP dan digunakan sebagai remote kamera sampai jarak sekitar 10 m. Buat solo travel, vlogger, atau kreator yang biasanya minta tolong ke orang itu enggak enakan atau minta tolong tapi yang difoto itu cuman kakinya doang, ini sih enak banget. Fungsi keduanya bisa sebagai ebit atau kalian bisa pasang foto, motion foto, animasi, atau video pendek di layarnya bisa ditempel di HP atau pakaian. Apakah semua orang bakalan butuh? Enggak. Apakah ini barang aksesoris esensial selain charger? Hmm, tergantung penggunanya. Tapi yang jelas sebagai aksesoris, bubble ini punya fungsi yang jelas. Dia bukan sekedar layar bunder untuk menampilkan Oppo sambil habisin baterai, tapi semoga aja nanti bakalan include di dalam paket pembeliannya dan dia bakalan support di Oppo Reno 16 Pro dan juga beberapa HP Oppo yang lain. Dan kabarnya juga bakalan support di iOS juga. Selain Oppo bubble, Oppo juga bakal launching Incob air juga. Nanti kita bikin videonya terpisah lah ya. Nanti kalian cek aja. Di depan ada AMOLED 6,32 inch. Resolusinya full HD plus sudah 10 bit dengan basel yang tipis. Secara ukuran sih menurut saya enak ya walaupun 6,3 inch tapi karena bezel-nya ini tipis jadi seolah-olah kita bisa dapat layar yang 6,5 inch. Refreshing-nya bisa sampai 144 Hz tapi kita udah coba. Jalannya tetap di 130 Hz. Mungkin di aplikasi tertentu aja yang bisa 144, tapi kita belum nemu aplikasi apa yang bisa jalan di situ. Tapi di settingan layarnya kita bisa paksa jalan 120 Hz. Dan hasil pengukuran tim kami brightness-nya itu dapatnya di 621 nit gede untuk brightness tipical. Buat odor masih nyaman itu. Padahal fitur HBM-nya atau high bness mood-nya itu belum kita nyalain ya. Dan udah segede itu. Untuk color akurasi unit yang kita tes ini dia kan ada tiga mode ya, natural, boosted, dan juga adaptif. Dan kalian bisa langsung lihat aja cat-catnya pas kita tes di ketiga modenya. Ini saran saya sih kalau kalian suka yang warnanya enggak terlalu panci pakai mode natural aja. Karena modenya itu hampir mendekati 100% sRGB. Kalau dibosted volumenya itu bisa nyentuh di 110% SRGP. Nah, sekarang masuk ke bagian yang Oppo Reno ini menurut saya lupa akan kelasnya. Kayak bahasa jawanya itu ngelama sama kakak-kakaknya. Jadi, Oppo Find X9S regular itu kan kameranya 50 megapel ya. Dia ngelama pakai 200 megapel plus ada-nya. Ultrawide-nya juga udah 50 megapel, udah ada auto fokus, telefotonya juga 50 megapel, wise dengan opticalnya 3,5 kali. Kamera depannya juga 50 megapel. Konfigurasinya ini tanpa gimmik. Enggak ada kamera lensa bonus gitu, enggak ada. Dan kalian bisa lihat sendiri sampel-sampelnya di satu kali background-nya itu masih terasa dekat dan wajah bisa sedikit lebar. Di optikal 3,5 kali perspektifnya lebih rapi dan hasilnya lebih terasa seperti putrit yang profesional. Tapi karena opticalnya enggak lebih tinggi dibandingkan Fine X, kalau di atas 6 kali hasilnya udah mulai kelihatan AI banget. Masih oke, tapi enggak natural. Apalagi kalau dizoom sampai 120 kali, ya. Semakin tinggi semakin keenhand sama AI-nya. Kamera utama 200 megapel ini harus diaktifin dulu default-nya banding ke 12 megapel tapi default-nya aja udah cakep buat foto daily. Kalau kita compare hasilnya sama Oppo Find X9 Ultra atau Pro ya enggak kelihatan banget ya. Kalau misalkan kita lihat di layarnya yang 6 inch. Kalau butuh 200 megapelnya, saran saya pas vlogging atau pas liburan aja dan kalian gak ada waktu untuk framing-framing. Karena dengan 200 megapel, kita bisa croping lebih jauh dan ekstrem. Jadi bisa foto cepat aja dulu sampai rumah baru diatur framing-nya. Yang saya suka si Oppo Reno 16 Pro ini juga enggak mengorbankan kamera ultrawide-nya. Ultrawide-nya masih 50 megapel plus ada autofokus. Jadi dia enggak bakal jadi lensa yang cuma seminggu sekali dipakai. Bakal kepakai juga buat daily. Apalagi buat foto-foto landscape, foto di ruangan sempit. Low light-nya juga masih cukup bagus walaupun memang kalau dibandingin sama kamera utama masih kerasa jomplangnya. Kamera depan 50 megapel ultraw juga relevan kalau kalian suka vlogging. Untuk video dia juga bisa rekam 4K 60 fps depan belakang ya mirip sama Oppo F9s juga. Terus ada XDR, dual view video, video Pro mode underwater dan 4K auto straighten. Auto straighten ini menurut saya seru. Jadi kita bisa vlogging sambil jalan atau lari tetap stabil kayak gimbal. Koreksinya itu dibuat kemeringan kecil tapi ya sekitar 5 derajat. Tapi buat walking flock atau lari kecil-kecil horizontnya bisa terlihat lebih rapi. Dual view video 2.0 bisa rekam kamera depan belakang secara bersamaan. Fokus kamera belakang juga bisa dipindahkan dengan tab aja. Cocok kalau kalian suka vlogging atau tutorial. Dan sekarang kan lagi musim ya kayak video organik. Kamera depan dulu, ekspresif. Wah, habis itu kalian pindah kamera belakang. Itu kan lagi seru ya, konten-konten organik yang kayak gitu lagi ramai ekspresinya itu jadi hook. Fitur-fitur kameranya walaupun dia gak ada hassle Blood Master ataupun haszle Blood Plate ya, tapi ada filter yang cukup menarik namanya itu Pop Cam. Jadi di dalamnya itu ada sembilan style. Jadi ada digcam, instant film, Light Leck, dan beberapa karakter film lainnya. Digcam dia kayak ngasih warna lebih mencolok gitu, glow khas kamera digital lama dan cocok dipadukan dengan flash. Flash-nya bakalan auto nyala kalau kita pakai filter ini. Kira-kira seperti ini sampel hasil fotonya. Yang beda dari filter biasa, Popcam ini bisa dipakai di kamera depan maupun belakang, bisa di beberapa lensa dan bahkan bisa di motion foto. Ada juga AI flash fotography 3.0 dengan pilihan soft auto dan kontras. Jadi ada dua lampu flash yang bakalan ngebantu menyeimbangkan cahaya wajah dan juga background. Terus ada natural tone 2.0 yang tugasnya itu menjaga warna kulit dan pencahayaan supaya enggak terlalu terlihat puyeh atau terlalu putih dan terlalu diituin dan diiniin lah sama AI-nya. Terus ada AI remix juga. Jadi kita bisa motong orang atau objek dari foto, motion foto, bahkan video juga. Nah, potongan tersebut bisa kita simpan sebagai stiker terus digabungkan ke dalam satu kanvas. Jadi kita bisa numpuk foto, video teks, coretan, dan stiker animasi. Ini fitur yang sebenarnya kelihatan receh, tapi ternyata kalau dibuat konten menarik. Ini cocok sih buat Gency dan juga Creator yang mereka itu sebenarnya kreatif tapi malas kayak milih shortcut aja deh biar kelihatan estetik. Ada juga AI pop out 2.0. subjek bisa dibuat keluar dari frame ke arah atas, bawah, kiri, atau kanan. Sekarang dia bukan cuma ngenalin manusia atau hewan, tapi juga bisa ngenali bangunan, furnitur, kendaraan, dan berbagai objek lainnya. Apakah semua hasilnya itu bisa langsung estetik? Enggak juga ya. Tergantung bahan kalian. Karena sekali lagi AI itu bisa salah. Tapi yang jelas positioning-nya si Oppo Reno 16 Pro ini dia bisa jadi pembeda dari HP yang cuman menang sensor kamera aja. Karena setelah foto selesai, kita masih dikasih tools untuk bikin fotonya itu lebih estetik. Jadi enggak perlu aplikasi pihak ketiga lagi. Color OS1 di HP ini walaupun ini seri Renault ya, tapi enggak kalah juga sama Oppo Find X series. Di sisi bodinya sekarang ada AI Snapy. Ini juga pertama kalinya ya Snapkey itu ada di Renault biasanya ada di Oppo Find X series. Makanya dia ini kayak lupa kelas atau ngelama gitu sama kakaknya. Dia bisa jadi shortcut atau bisa jadi tombol AI yang berguna dan nyambung ke AI Mind Space. EA M Space ini kayak semacam gudang, tapi ada manajer gudangnya yang pintar gitu. Jadi misal kalian nemu tiket konser, jadwal, artikel, alamat, atau pesan penting, tinggal tekan aja snapy-nya atau swap tiga jari ke atas. Informasi yang ada di layar akan disimpan, dibaca, dan dikelompokkan sama dia. Jadi nanti lebih mudah dicari. Bahkan ketika kamera diarahkan ke poster acara, sistem bisa membaca tanggal dan waktunya. Setelah itu, HP bakal nyaranin untuk dimasukin ke kalender. Ini lebih berguna dibandingkan screenshot biasa ya. Karena biasanya kan kita screenshot, screenshot, wah rajin tuh nyimpan screenshot. Tapi pas nyarinya wah ini screenshot tanggal berapa ya? Kapan ya? Ribet gitu. Kalau pakai AI Mindspace itu lebih mudah karena udah dikategorikan sendiri sama dia. Terus ada AI bill manager juga. Jadi misalkan kita udah bayar bukti transaksinya itu bisa kita snapkiy juga bisa dimasukkan ke Mindspace untuk strukisik kamera bisa baca jumlah total dan mengelompokkannya. Nanti pengeluarannya itu per bulannya bisa dirangkum gitu. Jadi buat kalian yang malas nyatet ini enak banget. Kan biasanya kayak misal saya nih kayaknya kemarin ngopi cuman segini deh kok tiba-tiba pengeluaran segini ya. Nah itu buat kalian yang lupa ingatan berapa pengeluaran kalian bisa dicatat pakai ini pakai AI-nya. Terus ada AI main pilot juga. Fitur ini bisa menghubungkan beberapa model AI kayak Gemini, Perplexity, dan juga chat GPT dalam satu tempat. Kita bisa pilih satu model atau mau membandingkan jawabannya dengan beberapa model sekaligus. Dan yang menarik, main pilot ini bisa menggunakan konteks yang sebelumnya disimpan di Mindspace tadi. Jadi, misal kalian udah nyimpan tiket, daftar hotel, dan beberapa tempat makan, kalian bisa minta AI menyusun itinerary dari semua informasi tersebut tanpa harus menyalinya satu persatu. Tapi ingat ya, AI itu can make mistakes. Jadi, kalian harus cek juga satu persatu, double check. Jangan semua serahin ke AI karena AI itu bisa salah. Yang enggak bisa salah itu cuman perempuan. Apalagi ya, ada AI standar kayak Live translation untuk AI summarize juga ada. Terus ada AI scan dan AI extract juga. Jadi dokumen itu bisa dipindai kemeringan dan bayangannya itu dibersihkan. Ada juga Olct buat transfer file ke bukan device Oppo, HP Android lain dan juga ke iPhone. Di komputer layar HP-nya bisa dimirror dan beberapa aplikasi dapat dikontrol pakai mouse dan juga keyboard. Ini sih memudahkan buat content creator yang perlu sering transfer file antar device ya. Ada audio sharing juga. Jadi kalau misalkan kalian punya dua headphone, dia bisa diatur di masing-masing headphone-nya termasuk volumenya. Terus apalagi? Banyak sebenarnya. Ada live space juga. Tempat notifikasi penting dikumpulkan dalam bentuk kapsul. Dan intinya saking banyaknya fitur AI-nya, kalian harus sediakan waktu untuk learning curve-nya. Karena kalau misalnya kalian beli ini tapi fiturnya enggak kalian pakai semua, sayang banget ya. Apalagi di kondisi ekonomi kayak sekarang. Jadi harus diperas benar-benar fiturnya. Reno 60 Pro ini pakai chipset Diamond City 8550 Super. RAM-nya 12 GB LPDD R5X dengan UFS.1 penyimpanannya dan storage-nya ada di sayangnya 256 GB. Kalau atutunya sih ya dia di 2,2 juta kalau pakai cooler tambahan skornya naik 2,265 juta ya. naiknya enggak yang terlalu signifikan gimana, tapi dari sisi performa sebenarnya juga masih di bawah Oppo Find X9s. Tapi kalau kita buat daily aja sebenarnya udah cukup ya kayak editing ringan, multitasking, dan game-game populer kayak Mobile Legends setting ultra dengan opsi 144 FPS itu masih dapat rata-rata average di 120. PUBG di semut ekstrem dia kebuka settingan 120 FPS tapi rata-ratanya di 84 FPS. Gensin Impact di settingan highest itu masih bisa dapat rata-rata 44 fps. Wering wave juga masih playable di 32 FPS rata-ratanya ya. Walaupun kadang drop di 20 fps. Pas main game berat, super mukanya juga masih aman. Bagian depan itu cuma 40,9 derajat Celcius, belakangnya 40,7 derajat Celcius. Nah, si Color OS ini juga punya fitur gaming walaupun sebenarnya Oppo 16 Pro ini bukan dibranding atau didesain untuk HP gaming. Jadi, dia ada fitur hyper frame rate dan juga hyper HDR buat bantu kita gaming. Ada game capture 2.0, cross hair, game filter, terus juga buat peningkatan suara langkah kaki di bus itu ada pengaturan sensitivitas Gro ada ada Ai Link boost juga. Jadi yang menarik walaupun dia bukan HP yang di brand gaming, tapi fitur gaming-nya cukup lengkap. Baterainya di 6700 mamp dengan pengisiannya 80 watt dalam pengujian tim kami ya. PUBG selama 30 menit dia mengapiskan sekitar 10%, Mobile Legends 1 jam sekitar 16%. Gensin Impa Impact 30 menit tadi berkurang 8%, Boering wave sekitar 10%. Tapi angka-angka ini tergantung dengan ya tergantung dengan sinyal, tergantung dengan suhu juga suhu ruang. Jadi mungkin tesnya bakal berbeda-beda, tapi di pengujian kita seperti itu. Tapi secara kapasitas baterai 6700 mamp di body sekecil ini termasuk salah satu nilai jual terkuatnya sih ya. Ngecasnya juga enggak sampai sejam. Bukan yang paling kencang sih, tapi ngecas enggak sampai 1 jam itu sebenarnya udah lebih dari cukup. Untuk fitur lain kayak NFC, Asim, Infrared, terus Bluetooth 5.4 dan kodex seperti LDAC, aptxd, serta LHDC itu masih ada. Tapi sayangnya untuk micro SD tambahannya enggak ada ya. sayangnya ya, padahal seterusnya cuman 256. Kesimpulannya, balik ke pertanyaan tadi. Apakah si Oppo Reno 16 Pro ini termasuk Reno yang lupa kelas yang ngelama sama kakaknya? Jawabannya sih iya. Dan bukan cuma karena rumornya aja ya. Desainnya sekarang lebih berani. Bodinya kompact tapi baterainya itu 6700 m. Susunan kameranya lengkap. Kamera depan dan belakangnya juga sama-sama serius. Ada popcam, AI remix, AI pop out, bubble, dan fitur AI color OS yang nunjukin kalau HP ini memang dibuat untuk jenzi yang pengen pamer. Pamer karya, pamer konten, desenter di Planet dan enggak usah pakai aplikasi ketiga. Udah disediain semua fitur EA-nya di aplikasi bawaannya. Reno 16 Pro juga kencang, AnTutunya R jutaan, Mobile Legends bisa 144 FPS, PUBG-nya bisa 120 fps. Tapi ya dia enggak bisa sekencang Oppo Find X9 series ya. Performnya masih turun cukup jauh pas di stres tes. Apalagi kalau misalkan Gensin dan Wing wave belum konsisten 60 fps. Tulisnya juga masih UFS 3.1. Wii-nya juga belum kayak X9S yang Wi6 dan fingerprint-nya juga bukan yang ultrasonic kayak di Oppo Find X9 series. Tapi di kondisi kayak gini yang saya salut sama Oppo, dia udah berani ngasih software update yang lumayan lama ya. Jadi orang itu enggak usah beli HP berkali-kali gitu. Karena kalau software update-nya dikasih kita berapa? 5 tahun dan security update-nya dapat 6 tahun. yang artinya HP ini kalau misalkan dipakai untuk jangka panjang itu masih aman dan after seals-nya OPPO ini sejauh ini sih masih bisa diandelin ya. Dan apakah Oppo Reno 16 Pro ini worth? Wah, kalau untuk menjawab ini sih saya belum tahu harganya apa ya. Jadi kalau udah tahu tuh saya bisa simpulin dia worthed atau enggak. Semoga aja dengan rumor yang beredar itu harganya bisa di bawahnya dan semoga aja Oppo bubel-nya itu include di dalam paket pembelian. Kalau misalkan include dan harganya itu lebih terjangkau lagi, boh kita bisa dapat HP compact, kamera lengkap, fitur kreatifnya banyak, baterainya gede, dan desainnya yang beda dengan kebanyakan brand lain. Nantilah tanggal 3 ketika video ini tayang, seharusnya Oppo juga launching. Jadi saya udah tahu harganya berapa. Nanti kalau ada update-nya mungkin saya update di deskripsi atau di judul ya. Tapi menurut kalian gimana? Coba tulis di kolom komentar ya. Say and see you on the next video.
Video Lainnya
Bursa ponsel 2026 memanas oleh inovasi brutal. Persaingan kini berpusat pada pesona lensa periskop, monster baterai ekstrem, dan cip pendingin cair. Panduan taktis...
Pasar jam tangan pintar Android kedatangan penantang serius lewat kehadiran OPPO Watch X3 yang digadang-gadang sebagai upaya terbaik sang produsen sejauh ini....
OPPO tampaknya sedang menguji batas kewajaran pasar lewat lini Find X9 Series terbaru mereka. Alih-alih memangkas banyak fitur esensial demi menekan harga seperti...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Rumor mengenai lonjakan harga ekstrem pada lini Reno terbaru sukses memicu perdebatan hangat di kalangan pencinta gawai. Pasalnya, seri yang biasanya menyasar kelas...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sederet perangkat antimainstream yang siap mengubah total kenyamanan setup harian Anda. Mulai dari inovasi TWS dengan konsep...
OPPO Find X9s membuktikan bahwa bodi ringkas tak berarti mengorbankan performa beringas. Dibanderol separuh harga varian Ultra, perangkat 14 jutaan ini konsisten...
Pertarungan supremasi fotografi seluler tahun 2026 akhirnya mencapai klimaks melalui benturan dua raksasa: OPPO Find X9 Ultra dan vivo X300 Ultra. Lebih dari...

















