Ngapain beli "ITU kalau ada HP "INI" | Unboxing Seri baru realme P3 5G ! (YouTube Video)
Oke, jadi ini adalah Realme P3 5G. HP yang tiba-tiba muncul tapi gak bikin dompet berbisung. Harganya R3 jutaan, tapi lihat aja nih speknya nih. RAM-nya 12 GB 256. Dia pakai Snapdragon 6 G 4 120 Hz AMOLED, 6000 mAz baterainya, dan 45 wat charge. Jadi ini adalah Realme 14 5G tapi versi terjangkau. [Musik] Pertanyaannya, apakah dia enggak bakal ngebunuh kakaknya sendiri? Karena selisihnya sejuta loh ya. Ini bukan cuma memotong harga tapi juga motong silaturahmi antar seri. Tapi jelas kalau harga terjangkau kayak gini kita harus curiga. Pasti ada aja yang dipangkas. Apa aja itu? Yuk kita bahas. Kalau dari sisi BX sih khas Realme banget ya. Warnanya kuning terus enggak ada gambar HP-nya. Dan langsung aja kita buka desainnya. Apakah mirip juga sama Realme 14 5G? Kita coba lihat dulu di sini kita dapat seharusnya sih ini buku panduan kayak biasa aja. Nah, ada softcase juga. Ada sim tray buku panduan. Kita coba lihat softcase-nya sebagus apa. Uh, ini mirip kayak brand yang pernah launching itu ya. Jadi kayak ala-ala desain koper Rimoa gitu. Jadi enggak cuma polos aja, ada garis-garis abstraknya juga. Terus kita juga dapat adapter yang kalau di boxnya tadi 45 watt dan yap 45 watt plus kita juga masih dapat kabel type E2 type C. Sama juga paket pembeliannya kayak si kakaknya. Dan ini adalah Realme P3 5G-nya. Kalau di Indonesia nyebut P3 itu jadi kayak tetangga saya. Jadi ada tetangga saya itu namanya Sapi 3 gitu. Nah, ini si Sabi 3 ini kalau misalkan kita bandingkan dengan Realme 14 5G, sebenarnya kalau secara garis desain masih mirip-mirip ya. Cuman kalau Realme 14 5G memang dia pakai desain yang disebut Mecan. Dan ada dua kamera sama posisi flash-nya juga sama cuman bedanya di Realme 14 5G itu ada victory RGB Hollow Light-nya seperti ini yang dia bakalan nyala-nyala kalau misalkan kita main game ataupun bisa juga buat LED notifikasi. Kalau secara garis desain sih kalau kalian bukan orang yang gaming banget ya, Realme P3 5G ini sebenarnya desainnya minimalis, simpel, isthetic. Kalau di Realme 14 kan ada aksen orange kayak gini-gini warnanya. Tapi kalau dari sisi port ya bagian atasnya sama, ada mic, ada infrared blaster. Bagian sini juga sama bagian bawahnya type C, sim tray, speaker sama juga di bagian kanan ada volume up, volume down, dan juga tombol power. Sama. Sekarang saya coba nyalain dulu sambil kita instalasi beberapa aplikasi untuk hands on. Nanti kita coba main game juga apakah bakalan sama performanya dengan si Realme 14 5G. Sambil kita nunggu booting, kalau kita ngomongin Serie P, serie P ini sebenarnya baru masuk ke Indonesia ya. Jadi, Realme Indonesia ya akhirnya ada seri baru lagiah, P yang kalau saya research-research P-nya ini stand for power. Tapi bisa juga karena dia launching-nya setelah Realme 14 5G dan punya spek yang sama P-nya itu jadi parah. Oke, jadi si Realme P3 5G-nya udah selesai kita instalasi untuk hands on. Dan kalau tampak depan kita coba lihat apakah ada perbedaan. Oh, kalau untuk depan sih wallpaper pertama beda ya wallpaper bawaannya ya. Dan kalian kelihatan ggak ya kalau menurut mata saya dari beasel si Realme P35G ini lebih tebal tapi tipis banget. Apa cuman sekedar ilusi aja nih? Kayak lebih tebal dikit enggak sih? Coba kalian tulis di kolom komentar deh. Iya loh, kayak lebih tebal sedikit lah. Jadi kenapa bisa lebih terjangkau ya bezelnya walaupun tipis aja tapi terlihat lebih tebal dibanding Realme 14 5G. Kalau untuk layar sama layarnya ini pakai panel AMOLED. Jadi, makanya kalau kalian lihat hitamnya ini hitam pekat. Terus brightness nit speak-nya juga sama-sama di 2000 nits. Terus dia juga udah support sama 120 Hz yang bisa kita custom juga mau 60 atau 120 Hz tapi di auto select aja. Jadi scrolling sama-sama mulus kayak di Realme 14 5G. Secara resolusi juga sama, 1080 * 2.400. Dan setelah saya cek di GSM Arena untuk beel-nya tadi memang ya lebih gede Realme 14 5G ya, dengan 87% ini 86,9%. beda 0,1%. Untuk heptic feedback feel-nya juga sama kayak si Realme 14 5G. Jadi bukan heic feedback yang terlalu entel gitu enggak ya. Walaupun enggak yang tak tekr atau flagship, tapi enggak yang getar-getar geli gitu. Masih lumayan lah. Terus untuk YouTube kita coba lihat apakah dia bisa HDR juga sama kayak kakaknya dan oh bisa ya. Jadi dia bisa 2160p XDR dan untuk kualitasnya kira-kira seperti ini nih. Cakep sih ya, bening tuh dilihat dari segala sisi juga nyaman. Yang enggak nyaman itu Wi-Fi saya karena buffering. Untuk suaranya kita coba lihat. Uh, suaranya juga stereo ya. Jadi atas bawah bisa sama kayak kaknya juga. Cuman suaranya kalau 100% kalian coba dengerin agak-agak cempreng sih. Jadi saran saya sih 80% aja udah cukuplah. Dan kualitasnya kira-kira seperti ini. Ini tinggal ngasih layar reflektif aja sih karena masih ada reflek-reflek-nya ya. Coba kalau misalkan brightness-nya saya tambahin dikit apakah reflek-nya hilang? Nah, ini jadi kalau brightness-nya saya tambahin berkurang lah ya. Terus di sini ada beberapa fitur. Jadi ada theater sound, IMX sharpener. Jadi kalau misalkan kita lagi putar video, dia bakal muncul nih. Nah, kalau misalkan kita lagi main game, kita slide dari kiri bakalan muncul GT mode. Tapi ngomong-ngomong soal game, langsung aja kita coba cek performanya kayak gimana ya. Dan hasilnya lebih kencang si Realme P3 5G sih ya kalau secara untutup. Karena unit yang kita review yang 45G ini 8 GB bukan yang 12 GB. Nah, untuk P3 dia yang 12 GB ya, nambah sekitar Rp100.000 setara HP entry level ya lumayan lah ya. Lanjut kita coba untuk gaming. Saya pengin tahu GT mode-nya ini apakah sama fiturnya sama kayak di Realme 14 5G. Wah, ini sih udah kelihatan bypass charging-nya enggak ada ya. Jadi yang disunat ada bypass charging dan juga ada beberapa fitur tapi untuk AI motion control dan juga eh ada bypass charging. Ada ternyata, Guys. Bypass charging-nya ternyata ada juga di harga Rp3 jutaan. Coba deh kita lihat ya. Jadi yang atas itu Realme 14 5G ya. Yang bawah Realme P3. Coba kita lihat apa yang hilang dari fitur GT mode-nya. GT mode. Terus dari atas ya. Dari atas itu AI motion control. Ada AI Comfort for gaming. Ada juga. Terus Geek Power Tuning. Oh, Geek Power tuning-nya enggak ada ya. Jadi ada beberapa fitur yang disunat. Terus eh ada ternyata Geek Power Tuning ada juga. Wah, bentar nih. Coba kalian cek. Wah, kayaknya hampir semua fitur-fitur pentingnya ada semua loh. Gila, ternyata ada semua ya. Yang disunut cuma apa tahu coba? Breathing light RGB. Jadi karena memang di P3 ini gak ada breathing light atau victory RGB light-nya. Jadi dia enggak ada pilihan itu, tapi semuanya ada di Realme P3 5G. Gokil. Gokil. Ih, tapi ini kayak gini aja udah beda ya. Coba kalau kalian lihat di Realme P3 ini saya belum main ya, masih idle di home screen. Di Realme P3 itu 33 derajat celcius. Sementara di Realme 14 5G 30 derajat celcius. Jadi belum main aja dari sisi cooling. Bedanya mungkin di sisi cooling ya. Karena memang kalau di Realme 14 5G ini kulinnya dia pakai hyperterm graphit namanya yang dia cepat banget untuk meratakan panas, meratakan panas, menyebar panas. Sementara si Realme 14 5G coolingnya bukan yang itu sih, beda. Tapi coba kita lihat settingannya apakah sama. Kalau di Realme 14 5G settingannya dapat ultra sama resolusinya di bisa di XD ya. Oke, jadi kalau misal sama sih harusnya ya sama sih settingannya di Realme P3 5G juga dapatnya di frame rate-nya ultra. Dan tadi saya juga sempat main Mobile Legends satu match di Realme P3 5G ini. Dan kalau kalian lihat maksimum FPS-nya dapatnya di 71 ya, bukan di 90 FPS tapi dia bisa rata seperti ini nih. Nah, kalau di game lain coba PUBG Mobile. PUBG Mobile dia dapat settingannya di 90 FPS dan ini lancar banget sih, aman. Dan kalau misalkan Gensin Impact, bentar tadi udah ini Gensin Impact. Gensin Impact ini settingan low ya, bukan lowest. Dia masih bisa dapat segilah. Dan frame drop-nya paling turun itu di 34 FPS. Jadi masih playable. Kalau misalkan kita bandingkan dengan Realme 14 5G karena saya juga lupa ya skornya ya. Nah, ini main PUBG dia bisa juga 90 FPS. Nah, kalau Gensin kalau kita lihat grafiknya charge-nya itu ya dia lebih stabil si Realme 14 5G sih dengan minimum FPS-nya aja. dapatnya di 47 kalau ini 34. Terus untuk suhu temperaturnya di bagian dalam Realme 14 5G 38,5 derajat Celcius. Sementara Realme P3 5G 40 derajat celcius. Jadi dari sini kelihatan kenapa dia lebih terjangkau, coolingnya beda. Tapi kalau selisih sejutaan mah terus masih bisa playable ya kenapa enggak? Lanjut kita coba kameranya ya. Kameranya ini punya resolusi yang sama jadi 50 megapel Oy juga. Selfie kameranya juga 16 megapel, tapi langsung aja kita coba di luar lah sambil kita bandingin keduanya. Oke, jadi ini adalah kualitas kamera depan dari Realme P3 5G dan juga si Realme 14 5G yang kalau dari segi warna di layarnya ini sih mirip-mirip aja ya. Coba kita lihat dynamic range juga sama mirip-mirip. Terus kalau misalkan kita gunakan untuk bergerak movement kayak gini sama juga motion bur juga masih ada kalau digunain untuk jalan. Kestabilannya pun juga mirip. Belakang juga sama resolusinya sama di 4K 30 fps. Mentoknya enggak bisa 4K 60 fps, tapi bisa 1080p 60 fps. Coba kita lihat untuk detailnya dulu ya. Nah, detailnya kalau misalkan untuk shoot bunga ini sama aja keduanya. Terus kalau misalnya autofokus kita pindah. Uh, cepat juga autofokusnya. Set. Oke, sekarang kita coba untuk jalan sambil rotary shot di daun ini ya. Ah, seekinya sih mirip ya. Zoom out. Kalau untuk warna daun masih oke. Terus untuk warna langit damic range juga oke. Tapi keduanya mirip kayak memang enggak ada perbedaan sama sekali. Bahkan jarak POV-nya pun juga sama, bisa dua dan lima secara digital. Terus kita coba lagi kalau untuk auto atau fokus ke sini set. Iya, sama-sama aja sih. Kita coba kalau misalkan digitalnya dua ini lima ini juga lima. Dan hasilnya sama-sama aja ya sama. Tapi gimana untuk fotonya? Kita coba. Lanjut ke baterai. Baterainya sama-sama 6000 mAh, sama-sama 45 watt. Jadi enggak ada bedanya kalau dari sisi baterai. Terus kalau untuk fitur lain kayak fingerprint ada, semuanya juga cepat, sama aja. Jadi, ya bedanya di situ aja sih. Nah, sekarang kita bahas yang paling sensitif, harga. Jujur saya belum tahu harga dari Realme P35G ini berapa, tapi kata orang Realme harganya bakal di Rp3 jutaan dan RAM yang dikasih itu langsung 12 GB ya, enggak ada varian 8 GB. Jadi cuma satu seri aja 12 GB 256 Rp3 jutaan. Tapi ngjawab pertanyaan tadi, apa aja yang dipangkas dengan spek yang sebenarnya mirip-mirip sama Realme 14 5G? Pertama jelas seperti yang kalian lihat tadi, sistem coolingnya udah beda ya. Realme 14 5G lebih baik. Bahkan ketika launching, dia juga berani klaim kalau misalkan kita main di panas-panasan, di cuaca ekstrem, bakalan tetap bisa stabil main PUBG dan juga Mobile Legends berjam-jam. Tapi kalau di Realme P35G ini enggak ada klaim kayak gitu. Dan seperti yang kita lihat tadi di game Gin Impact-nya charge-nya aja beda. Terus juga ada desain. Desainnya ya di Realme 14 5G ini ada ini nih RGB Victory Light ini yang mungkin harganya mahal. Terus juga desainnya ada ala-ala Mekad desain, ala-ala Gundam. Kalau di P3 dia polos. aja. Tapi strategi yang paling cerdas untuk nekan harganya justru di cara jualnya. Karena untuk si Realme P35G ini dia cuma tersedia online, enggak ada offline. Jadi udah jelas Realme udah bisa motong kos dari distribusinya. Enggak ada tuh yang namanya solar, tol, terus sewa driver, terus sewa spanduk, terus support toko dengan etalase, enggak ada. Jadi costnya lebih murah. Sisi positifnya ya harganya lebih hemat, tapi sisi negatifnya ya kalian gak bisa pegang dulu di toko buat nyobain F-nya. Gak bisa bilang ke mas-mas counter, "Mas, boleh coba lihat HP yang itu enggak?" Tapi kalau misalkan kalian di Malang, santai aja. Kalian bisa main ke studio DKID kalau kalian cuman pengen megang aja. Ya megang aja tapi ya jangan dibawa pulang. Kesimpulannya ya si P3 ini buat siapa ya? Sebenarnya buat kalian gamer entry level juga yang budgetnya sekitar Rp3 jutaan tapi enggak butuh desain yang meka-mekaan seperti ini ya. Apalagi yang budgetnya mepet P3 ini cocok ya. Gak heran sih kalau namanya Realme P3 karena P-nya tadi pintar-pintaran milih HP. Kedi and see you on the next video.
Video Lainnya
Bursa ponsel 2026 memanas oleh inovasi brutal. Persaingan kini berpusat pada pesona lensa periskop, monster baterai ekstrem, dan cip pendingin cair. Panduan taktis...
Pasar smartphone midrange di pertengahan tahun 2026 ini sedang menghadapi badai kenaikan harga yang kian tidak masuk akal, memaksa konsumen untuk ekstra jeli dalam...
realme C100 membuktikan bahwa ponsel kelas menengah ke bawah tidak selalu harus berkompromi soal daya tahan. Di tengah persaingan pasar yang ketat, perangkat ini...
Menemukan True Wireless Stereo dengan fitur Active Noise Cancellation premium biasanya membutuhkan anggaran jutaan rupiah. Namun, kejutan datang dari Realme Buds...
Pasar True Wireless Stereo (TWS) ramah kantong kembali diguncang oleh kehadiran perangkat terbaru yang berani membawa spesifikasi kelas atas ke segmen harga...
Pasar ponsel pintar kelas menengah sering kali didominasi oleh nama-nama besar yang membuat kita abai terhadap permata tersembunyi dengan potensi luar biasa....
Pasar smartphone kelas terjangkau kembali diguncang oleh kehadiran realme C100 yang membawa spesifikasi di luar nalar, terutama lewat baterai raksasa berkapasitas...
Kapasitas daya yang masif sering kali menjadi daya tarik utama saat memilih ponsel pintar baru, tetapi benarkah angka besar pada spesifikasi menjamin daya tahan...
Di tengah gempuran ponsel pintar yang makin tipis dengan kapasitas baterai yang begitu-begitu saja, pasar teknologi dikejutkan oleh kehadiran sebuah perangkat yang...
Pecinta gadget kembali dikejutkan dengan kehadiran lini terbaru yang membawa spesifikasi di luar kebiasaan kelas entri. Kali ini, perhatian tertuju pada daya tahan...
Pertarungan di kelas flagship killer kembali memanas lewat duel sengit antara iQOO 15R dan Realme GT7, dua ponsel yang datang dari generasi berbeda namun membawa...
Tren perangkat audio open-ear kini semakin memanas dengan kehadiran realme Buds Clip, sebuah dobrakan baru yang siap menantang dominasi merek premium di pasar TWS...

















