Jungkat

Nyobain OPPO Reno12 Pro 5G, yang ternyata... (YouTube Video)

  • 31/07/2024

OPPO Reno 12 Pro 5G HP terbaru dari OPPO yang baru aja rilis. Jadi varian Reno ini memang rilis tahun 2 kali. Jadi ini adalah yang kedua untuk tahun ini. Dua minggu saya menggunakan HP ini, dan sekarang saya mau cerita apa aja yang saya rasakan selama nyobain OPPO Reno 12 Pro 5G ini. Ada yang berbeda dari desain HP midrange premium punya OPPO ini. Terutama bagian belakangnya, yang nggak tau kenapa. Saya ngerasain ini unik banget lho. Karena pas pertama saya pegang, saya tuh kaget lah. Kok bagian belakangnya penyok? Ternyata memang motifnya seperti ini, kayak gelombang air gitu. Jadi OPPO sendiri ngasih motif bagian belakang HP ini dengan nama Fluid Ripple Texture atau Riak Air. Riak tuh bahasa indonesianya apa sih? [Mouldie]: Gelombang, eh apa? [Irwan]: Riak, Fluid Ripple, Ripple kan? Riak? [Mouldie]: Ya kayak... [Irwan]: Bukannya... Nggak... Oh itu reak? Jorok lu. Untuk dimensinya, saya ngerasa HP ini tipis ya. Lebih tipis dibandingkan smartphone midrange kebanyakan. OPPO juga ngeklaim kalau HP ini punya durability yang sangat tinggi berkat High Strength Alloy Framework, yang diklaim ngasih tingkat kekuatan kayak metal. Padahal material bodi di HP ini bukan metal, tapi plastik di bagian frame dan back cover. HP ini punya dimensi 161,45mm dan lebar 74,79mm. Untuk ketebalannya sendiri, ternyata 2 varian warna di HP ini punya ketebalan yang berbeda. Dimana untuk varian berwarna coklat, dia punya ketebalan 7,40mm. Sedangkan untuk varian warna nebula perak, lucu banget namanya nebula perak, ketebalannya ada di 7,45mm. Berbeda sekitar 0,05mm. Nggak cuma ketebalannya aja yang berbeda, beratnya pun antara kedua varian ini berbeda ya. Dimana untuk warna coklat, beratnya ada di 180 gram. Sedangkan untuk yang warna nebula perak, beratnya ada di 181 gram. Saya nggak dapet informasi kenapa ketebalan dan bobot kedua varian warna ini bisa berbeda, tapi asumsi saya mengatakan bahwa pemilihan motif back cover kedua HP ini berbeda. Itu yang bikin tingkat ketebalannya bisa berbeda, dan beratnya pun dipastikan berbeda. Ini teori sotoy saya gitu. Perak lebih mahal bang. Oh iya, kalau nebula emas lebih berat lagi. Untung, takutnya yang nebula emas lebih mahal juga bang. Ada yang unik di bagian menu kamera. Kalau kalian perhatikan, frame kamera di HP ini ngasih aksen glitter gitu ya. Kayak yang ada di jam-jam mewah gitu. Dan aksen begini bikin HP ini terlihat nggak mainstream gitu. Kemudian untuk layar, OPPO Reno12 Pro 5G ini punya layar berukuran 6.7 inch dengan panel AMOLED dan sudah dilindungi oleh Corning Gorilla Glass Victus II. Salah satu kaca paling keras yang lazim ada di HP-HP flagship. Layar di HP ini melengkung, tapi tidak seperti HP-HP lain. Karena lengkungannya terasa lebih sedikit. Yang OPPO kasih nama Quad Micro Curve. Kayaknya kalau pake bahasa indonesia agak lebih murah ya bang ya? Iya bang. Makanya pake silabas inggris ya? Oh iya iya iya, baik. Jadi layar model ini diklaim bisa ngasih kenyamanan layaknya menggunakan layar curve, tapi tetap ngasih akurasi sentuhan yang presisi kayak di layar data. Pantes tipis saya, akurat banget kalau disentuh data soalnya layarnya. Padahal nggak usah sentuh. Anda juga kalau disentuh akurat, hidupnya datar. Itu betul, hehehe. Secara visual, sekilas saya lihat layar di HP ini memang terlihat cakep, tajam, dan vibrant. Layarnya sendiri sudah mendukung HDR, dimana nyaman banget buat nonton konten-konten HDR di YouTube ataupun di Netflix. Tingkat kecerahan layar di HP ini juga cukup tinggi, sampai 1200 nits. Saya coba langsung melihat HP ini di bawah terik matahari, dan memang visibilitas layarnya bagus. Karena saya masih bisa melihat dengan jelas apa yang ada di layar. Refresh rate layar di HP ini juga cukup tinggi, sampai 120Hz, dengan responsivitas layar yang juga cukup bagus. Karena saya coba main beberapa game, plus mencoba memainkan real drum, saya sama sekali nggak ngerasa adanya delay atau latency yang mengganggu. Untuk performa, HP ini pake SoC yang notabene-nya masih sangat baru, yaitu Mediatek Dimensity 7300 Energy, yang mana SoC ini didesain untuk ngasih performa yang tinggi, plus efisiensi daya yang tinggi juga. Karena SoC ini dibuat dengan proses pabrikasi 4nm. Bang itu energy abis minum energy drink atau gimana itu bang? Bener sih, nggak tau keratingdeng atau ornamensi ini ya? Eh ornamensi, ada jadi belum sih? [Mouldie]: Itu vitamin C! [Irwan]: Oooo... [Mouldie]: M150 bang! BISA! [Irwan]: Kayak menara di Itali ya bang ya? [Mouldie]: Itu Pisa bang! [Irwan]: Kayak makanan khas Italia? [Mouldie]: Hah? [Irwan]: Makanan khas Italia? [Mouldie]: Pizza bang! [Irwan]: Oh pizza... Ya mau terusin nggak nih? Boleh boleh! Jangan bang! [Mouldie]: Durasi ya? [Irwan]: Durasi! [Mouldie]: Memori card gua full entar! Lucu banget kameranya kalo dikosok-kosok bunyi. Untung nggak keluar Jin. Eh ada di belakang saya! Jinnya... [Mouldie]: Sudah sengaja dia set up guys! Sebel! [Irwan]: Saya kaget kok nggak keluar, udah disitu ternyata dia! Maaf guys... Angka-angka yang didapat dari beberapa aplikasi synthetis benchmark juga cukup tinggi. Mulai dari untutup benchmark sampe 3DMark. Saya juga coba main beberapa game yang belakangan ini rutin saya mainkan Dan sejauh ini saya nggak ngalamin kendala yang berarti ya. Game-game tersebut bisa berjalan dengan sangat lancar. OPPO juga melakukan optimalisasi terhadap hardware di hape ini dengan sebuah engine bernama Trinity Engine. Dimana engine ini terdiri dari CPU-Vita, RAM-Vita, dan ROM-Vita. Ini apanya buah Vita ya bang? Semua buah! Kayaknya buah Vita ada di paket penjualan. Untuk CPU-Vita, dia menggunakan model AI untuk mengoptimalkan efisiensi daya dengan menjadwalkan SoC resource. Jadi AI bisa membaca dari kebiasaan kita kapan... kebiasaan kita kapan kita... [Mouldie]: Jadi AI bisa membaca dari kebiasaan kita kapan si SoC harus bekerja secara berat atau kapan dia harus bekerja secara ringan. [Irwan]: Oh harusnya pas lo ngomong tadi mulut gua begini-begini ya? [Mouldie]: Oh iya iya iya... Jadi AI bisa membaca dari kebiasaan kita kapan si SoC harus bekerja secara berat, atau kapan dia Untuk RAM-Vita, dia bisa ningkatin penggunaan RAM untuk mempercepat waktu yang dibutuhkan saat membuka aplikasi atau berpindah antar aplikasi. RAM-Vita ini juga bikin setiap aplikasi yang ada di background tetap hidup selama 72 jam. Udah kayak apa satpam ya? Dua kali 24 jam... Dua kali 24 jam bang satpam bang... Iya iya, tempat saya kok 72 jam ya bang? Eksploitasi satpam itu bang... Jadi dia secara otomatis bikin aplikasi yang sering kita gunakan stay di background dan nggak akan di-close. Dan untuk ROM Vita, dia bisa melakukan lossless compression pada aplikasi yang jarang digunakan, dan dia juga bisa ngelola file-file duplikat yang makan tempat sehingga storage di hape ini jadi lebih efisien. Kita kan sering nemu ada banyak banget file-file yang sama di smartphone. Biasanya si hape akan nanya ke kita apakah file tersebut akan di -merge atau nggak. Nah ROM Vita ini yang bisa secara otomatis menggambungkan file-file tersebut. Selain SoC yang baru, ternyata ada beberapa hal menarik yang ada di hape ini dan mungkin yang pertama kali ada di sebuah smartphone Oppo. Misal AI Link Boost. Dengan 9 buah antena yang mengelilingi hape ini, fitur ini bikin si hape mampu menangkap sinyal dengan lebih optimal dan pintar. Saya bilang pintar disini karena memang dia mampu mengenali kondisi network pengguna dan melakukan perpindahan network secara cepat buat mastiin adanya koneksi yang lebih stabil dan cepat. Jadi dengan fitur AI Link Boost ini, memastikan user akan merasakan koneksi yang lebih stabil di beberapa skenario yang agak ekstrim gitu. Misalnya saat berada di kereta cepat. Terus sinyal juga akan cepat pulih saat kita keluar dari beberapa tempat yang sering disebut sebagai dead zone. Seperti lift, basement, dan lain-lain. Ada juga sebuah fitur bernama Beacon Link. Wah daging babi ini kayaknya. Beacon? [Irwan]: Itu bacon bang! [Irwan]: Salah ya? Ada juga sebuah fitur bernama Beacon Link, dimana fitur ini bikin kecepatan uplink koneksi bluetooth naik sampe 300%. Karena ini pula, kita bisa melakukan panggilan telepon device to device menggunakan protokol bluetooth. Dengan jarak sampe 200 meter di lokasi yang ga ada koneksi. Misal ga ada data atau wifi. OPPO Reno12 Pro 5G juga punya beberapa kelengkapan yang biasanya kita temukan di hape-hape flagship. Seperti NFC yang sudah 360 derajat, artinya kita bisa ngetap dimanapun pada bagian hape ini. Terus saya juga melihat ada peningkatan dari sektor audio. Hmm, ini nih yang penting. Dimana hape ini sudah punya setup dual speaker dengan output suara yang cukup nyaring plus frekuensi low yang masih terdengar jelas. Menikmati konten-konten multimedia atau bahkan bermain game tanpa menggunakan headphone tetap terasa nyaman di hape ini. Dan satu lagi saya mau nambahin, desain dari grill earphone bagian atas ini menurut saya pintar. Karena dia dibuat menyatu dengan lubang earpiece. Jadi pada saat kita main game, walaupun lubang tertutup, suaranya akan keluar dari lubang earpiece di atas kamera depan. [Mouldie]: Hah? Nyambung bang? [Irwan]: Pintar, nyambung. [Mouldie]: Nyambung dia ini sama ini? [Irwan]: Nyambung. Wih... Kamu acting ya barusan? Bagus deh actingnya. Kamu wajib diganjar piala Adipura nih kayaknya. Ada beberapa fitur yang bikin kualitas audio atau experience mendengarkan audio di hape ini jadi lebih baik. Pertama ada yang namanya Holo Audio. Fitur ini bikin sumber suara dari aplikasi yang dijalankan secara bersamaan nggak saling nabrak satu sama lain. Jadi kita bisa pake beberapa aplikasi yang membutuhkan audio secara bersamaan. Misalnya kita bisa dengerin musik sambil dengerin arahan dari mbak-mbak di Google Maps plus sambil nerima telpon. Jadi audio dari setiap aplikasi nggak saling nabrak. Karena pengalaman saya, waktu saya dengerin musik, dia akan otomatis mati waktu kita terima telpon. Fitur kedua yang juga bikin experience mendengarkan audio di hape ini jadi lebih baik adalah Ultra Volume Mode. Dimana fitur ini bisa ngeboost maksimal volume sampe 300%. Jadi pas saya coba mentokin, ini suara yang keluar dari dual speakernya kenceng banget. Untuk baterai, OPPO Reno12 Pro 5G ini punya baterai berukuran 5000mAh yang juga sudah dioptimalisasi dengan fitur Battery Health Engine yang bisa ngebantu untuk memperpanjang umur baterai biar selalu dalam kondisi yang oke sampe 4 tahun. Itu yang OPPO klaim lho ya. Kalo kalian tanya ke saya, saya nggak punya jawabannya. Kan saya baru pake 2 minggu, belum sampe 4 tahun. Gimana sih kalian? Jadi saya nggak tau apakah klaim OPPO ini bener atau nggak. Tapi untuk sekelas OPPO, rasanya sangat berisiko kalo mereka sampe bikin self-claim gitu. Tanpa adanya pengujian. Jadi saya sih percaya kalo OPPO bilang baterai healthnya akan tetap sehat walau dipake dalam waktu 4 tahun. Kalo kalian nggak percaya, ya nggak apa-apa. Itu kan masalah kalian, bukan masalah saya. Saya mau baca skrip doang lho ya. Baterai yang lumayan besar ini sempet bikin saya ragu. Karena hape ini tipis lho. Kalian liat ya? Tipis banget kan? Yang normalnya sulit untuk memasukkan baterai sebesar ini ke dalam bodi setipis ini. Kalo tipis di toilet bang. Itu tipis bang. Kayak jeruk tuh. Nipis bang. Oh nipis. Dah bang, nggak ada abisnya kalo begini mah. Kayak gaji bang. Kempis, nggak ada gaji. Udah tipis. Oh tiba-tiba. Baterai yang besar ini juga didukung oleh fast charging dengan output maksimal 80W. Yang diklaim bisa ngisi baterai dari 0-100% dalam waktu kurang dari 50 menit. Sepet banget coba. Untuk software, hape ini sudah menggunakan Android 14 dengan balutan antarmuka ColorOS 14. Yang mana? Seperti yang beberapa kali saya bilang di video sebelumnya, bahwa ColorOS adalah salah satu sistem antarmuka yang saya suka. Karena terlihat simpel dan elegan gitu. Saya juga suka sama font di ColorOS 14 ini. Saya nggak nemu ada kendala sama sekali waktu mengoperasikan antarmuka ini. Di ColorOS 14 ini juga ada beberapa fitur yang cukup menarik. Misalnya file dock, dimana kita bisa dengan mudah menyimpan gambar, teks atau file untuk kemudian kita drag and drop ke aplikasi yang lain. Misalnya saya mau ngedrag and drop gambar dari galeri langsung ke Google Drive. Itu gampang banget. Terakhir, saya mau cerita sedikit soal kamera di hape ini. Sebelum mulai, ada beberapa pertanyaan yang sebenarnya sempat mengganggu saya. Yaitu modul kamera ketiga yang terlihat cukup aneh. Karena kalau kita lihat, seolah dia ada 2 buah kamera di dalam 1 frame. Padahal cuma ada 1 ya. Dan satunya lagi tuh kayak ala-ala gitu lho. Pertanyaan saya, kok bisa ya? Oke, soal itu biar nanti OPPO aja yang menjawab. Yang pasti, setup kamera di hape ini adalah kamera dengan spesifikasi paling tinggi untuk sebuah hape mid-range. Kamera pertama beresolusi 50MP dengan sensor Sony LET600 dan sudah dilengkapi dengan OIS atau Optical Image Stabilization. Sementara kamera kedua beresolusi 50MP berjenis telephoto. Kamera ketiganya adalah kamera ultrawide beresolusi 8MP menggunakan sensor Sony IMX355. Dan terakhir, untuk kamera depannya beresolusi 32MP. Sejujurnya, saya butuh waktu yang lebih lama untuk mengetahui bagaimana kualitas sebenarnya dari kamera di hape ini. Tapi secara sekilas, saya melihat bahwa foto yang ditangkap oleh kamera di hape ini memang bagus. Mungkin terlalu bagus untuk sebuah hape mid-range ya. Dan mungkin bisa diadu dengan hape-hape flagship. Kamera utamanya bisa menangkap foto yang cukup vibrant dan cukup tajam. Saturasi warnanya juga cukup tinggi dengan warna yang menurut saya natural Plus akurat. Terutama untuk beberapa warna, seperti warna hijau dan warna biru. Fotonya juga menurut saya cukup oke. Lensatelephoto di hape ini bisa melakukan 2x optical zoom dengan kualitas yang tajam. Artinya dengan zoom 2x, tidak terjadi penurunan kualitas yang signifikan. Kalau kita zoom lebih dari 2x, sudah pasti ini adalah digital zoom. Dan seperti yang kita lihat, kualitas fotonya semakin menurun. Optical zoom 2x ini juga ngebantu banget pas saya ngambil foto portrait karena bisa ngasih efek depth of field yang alami dan natural. Untuk lensa ultrawidenya, beresolusi 8MP. Surprisingly, fotonya lebih bagus dari yang saya bayangkan. Karena bagaimanapun juga, saya agak skeptis dengan kamera beresolusi 8MP di hape ini. Tapi nyatanya, kamera ultrawidenya tidak mengecewakan untuk sebuah kamera beresolusi 8MP. Detail yang ditangkap cukup banyak, warnanya juga terlihat pop up, cukup vibrant gitu. Dan nggak terlalu jauh karakter warnanya dibandingkan kamera utamanya. Karena sekarang adalah zamannya AI, sudah pasti fitur-fitur AI juga akan kita temukan di kamera hape ini. Ada AI Eraser 2.0 yang bisa ngapus objek pada foto yang tidak kita inginkan. Misalnya gini, waktu kita foto sebuah objek gitu, katakanlah orang gitu ya. Nah di foto itu tuh secara nggak sengaja, ada orang lewat. Nah kita males buat retake foto lagi. Kita bisa ilangin si orang ini dengan AI Eraser 2.0. Dan percaya atau nggak, ini kepake banget. Karena sering banget saya ilangin beberapa objek sebelum pada akhirnya diposting di Instagram. Terus... Itu bisa ngilangin orang bang? Bisa, gua bisa ngilangin foto lu. Oh... Untung pas jaman Orba nggak ada ya? Wah ternyata Orba itu visioner bang! Mereka sudah bisa menghilangkan orang sebelum ada AI! Satu yang menghilang. Terus ada AI Clear Face yang bisa bikin muka yang dipoto jadi lebih detail dan kita pun bisa mengubah beberapa hal, seperti kontur, rambut dan alis. Bahkan kita bisa ngedit beberapa muka sekaligus. Misalnya, waktu kita melakukan selfie dengan 10 orang, kita bisa touch up muka semua orang yang ada di foto tersebut. Terakhir ada AI Studio, dimana dengan fitur ini, kita bisa mengubah foto jadi lebih unik dengan gaya unik pake teknologi Gen AI terbaru, atau Generative AI. Gua udah tau tuh... Itu dia soal impresi awal saya menggunakan OPPO Reno12 Pro 5G ini. Dimana smartphone di segmen midrange premium ini terlihat menarik ya. Dan terlalu banyak hal-hal detail yang nggak sempet saya bahas di video ini. Dan mungkin akan saya bahas nanti di video reviewnya. Saya juga mau tau deh, gimana pendapat kalian soal hape ini? Tulis di kolom komentar di bawah ya. Bang tapi kan sewanya masih 5 menit lagi bang, nambah doang sejam lagi bang! Udah, billingnya udah full bang! Oh billing Explorer ya bang? Udah, Dolby Dolby! Dolby? HAHAHAHAHA CIE TUAN! Udah beres, beres! Beres, beres! Ini pak, ini pak, pak! Beres! Lu padahal mau nambah pak! Belum level up itu ya!

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Oppo

Oppo menghadirkan smartphone, tablet, earbuds, dan perangkat pintar dengan teknologi inovatif dan desain modern untuk hidup lebih mudah. Oppo dikenal dengan kamera canggih, fast charging cepat, dan performa andal untuk produktivitas serta hiburan digital.