Review OPPO Enco Clip2 | Modern, Nyaman Dipakai, dgn Suara Berkelas (YouTube Video)
Ini TWS open ear yang berkelas. Dia menggunakan flagship dual drive acoustic engine dengan sound tuning by den audio. Udah sewajarnya kualitas suaranya mantap ya. Desainnya juga premium dan stylish. Cocok digunakan sebagai aksesoris pendukung penampilan. Effortless in style lah istilahnya ya. Tapi dia juga punya rating IP5 jadi aman kena hujan dan keringat. Bluetooth juga pakai standar yang baru ya terbaru bahkan Bluetooth 6.1. Lalu ada fitur EI translate untuk terjemahan otomatis ke-24 bahasa. Langsung aja kita mulai review Oppo Enco Clip 2 yang sudah saya jadikan daily driver beberapa minggu terakhir ini. Ya, OPPO sudah menawarkan banyak varian TWS Enco mereka. Tapi untuk TWS open ear atau open earbuds atau OWS ya ini memang yang pertama di Indonesia. Oppo Enco Clip 2 atau Clip 2. Menariknya untuk produk pertama ini terlihat bukan sekedar coba-coba OPPO malah terasa sudah menyiapkan produk ini dengan matang sekali. Kita akan coba lihat serius apa racikan Oppo dalam video ini. Tapi sebelum itu kita coba lihat dulu isi paket penjualan dari Oppo Enco Clip 2 ini. Untuk paket penjualannya isinya tuh hanya sepasang earbud, charging case, dan paket dokumen. Ini standar ya. Nah, untuk earbud ini tipe ear clip atau yang bisa juga sebut seperti anting gitu ya. Nah, Oppo menyebutnya sebagai unibody ear CF. Nah, earbud ini menggunakan futuristic liquid metal design dengan inspirasi dari tetesan air. Ada dua pilihan warna di sini, ada luminous gold dan ada slate gray seperti yang kami gunakan ini. Ya, menariknya kedua earbud ini punya desain yang sama persis yang berarti tidak ada earb kanan dan earb. Kedua earbad sama-sama bisa dipasang di telinga kanan maupun kiri. Ini membuatnya jadi terasa lebih praktis. Cukup keluarkan earbad dari case dan pasang ke daun telinga kita. Enggak perlu cari yang mana kiri, mana yang kanan. Nah, yang dibuat ini terdiri dari tiga bagian ya, yaitu ada acoustic ball, comfort bein, serta ada bridge yang jadi penghubungnya. Untuk bridge-nya ini menggunakan alloy stripe yang kuat tapi tetap lentur serta bisa selalu kembali ke bentuk asalnya. Ini juga memungkinkan earbud menawarkan ear comfortable fit. Jadi, earbud akan tetap terpasang erat di telinga tapi kita tidak merasa ini seperti menjepit daun telinga dengan keras. Bahkan sebetulnya rasanya kayak enggak terasa sama sekali sebetulnya nih ya. Nah, beralih ke akustick ball. Ini merupakan bagian earbud yang posisinya ada di dekat lubang telinga kita. Terlihat ada grill tempat keluarnya suara dari earbud ini. Di dalamnya ada flagship dual drive acoustic engine. Ada dual full range driver 11 mm dan 9 mm. Konfigurasi ini disebut menjanjikan bass yang dalam dan suara keseluruhan yang lebih natural. Permukaan luar dari akustic ball dan bridge ini juga digunakan untuk input gesture. Bisa untuk gesture slide dan bisa untuk tap. Lalu, ada juga dua buah lubang udara di akustic ball ini. Lanjut ke comfort bean. Ini yang posisinya ada di belakang daun telinga. Terlihat ada satu sensor seperti proximity sensor di bagian dalam. Ini untuk mendeteksi apakah earrbad terpasang di telinga kita atau tidak. Ada dua titik kontak. Ini untuk koneksi ke case lewat Pogo PIN. Tentunya fungsinya untuk isi ulang daya earbud ya. Kemudian ada juga dua buah lubang mikrofon. Secara keseluran setiap earbud itu punya tiga buah mikrofon. Kemungkinan satu lagi mikrofon itu ada dalam earbud ya dekat dengan posisi driver. Ebud ini punya rating ketahanan IP55. Artinya aman kalau kena cepetan air atau bahkan kehujanan tipis-tipis juga masih aman ya. Kalau kena keringat waktu olahraga pun ya aman juga pastinya. Sekarang kita beralih ke case. Warnanya serupa dengan warna earbud. Ukurannya masih terbilang relatif ringkas. Bentuknya kurang lebih seperti ini dengan penutup tipe flip di bagian atas. Saat penutup dibuka terlihat ada tempat untuk memasang kedua earbud. Ada satu lampu indikator di bagian depan case, sementara konektor USBC dan satu tabel pengendalian ada di bagian bawah. Nah, untuk bobot masing-masing earbud itu sekitar 5,2 gr. Sementara bobot case-nya ada di kisaran 35,3 gr. Jadi total bobot TWS open ear ini ada di kisaran 45,8 gr. Cukup ringan. Sementara untuk baterainya, Oppo menyebutkan daya tahan baterai earb ini bisa mencapai sekitar 9,5 jam untuk penggunaan dengan kodex AAC dengan volume suara sekitar 50%. Sementara kalau dengan case, total daya tahan baterainya bisa mencapai 40 jam. Nah, tentunya Oppo NC clip 2 ini harus kita pairing dulu ya sebelum kita bisa gunakan. Untuk ping pertama, lepas dulu semua stiker yang melindungi kedua earbud. Lalu pasang lagi kedua earbud ke case. Tutup case dan kemudian buka lagi. Model pairing akan otomatis aktif. Sementara kalau kita butuh melakukan pairing ke perangkat lain, cukup pasang kedua earbet ke dalam case. Tutup penutup case, lalu buka lagi. Kemudian tekan tombol di bagian dasar case selama kurang lebih 2 sampai 3 detik. Nah, untuk konektivitasnya TWS Open Ear ini mendukung Bluetooth 6.1 6.1 dan untuk Kodex tersedia untuk SBC, AAC, serta ada LHDC. Untuk masang earbud ke telinga, cukup kaitkan saja earbud ke daun telinga seperti ini ya. Sesuaikan posisi earbud agar akustik ball tepat ada di dekat lubang kenal telinga kita. Setelah terpasang dengan benar, earbud ini bisa terasa menempel dengan baik di telinga kita, enggak akan mudah lepas. Menariknya, irbat ini tidak terasa menjepit daun telinga juga. ini tidak menimbulkan rasa sakit di daun telinga dan juga tidak terasa berat. Bahkan dipakai berjam-jam pun enggak ada masalah. Ini terbilang nyaman dan sangat sesuai dengan janji dari OPPO. Nah, bagaimana kalau kita pakai untuk aktivitas? Misalnya dipakai untuk lari pagi atau olahraga atau berbagai aktivitas yang lain yang banyak bergeraknya. Ternyata earbudd masih menempel dengan relatif baik di tengah kami. Ya. Ya, walaupun ini bukan yang terasa sampai mencengkeram rati daun telinga, tapi dia juga enggak mudah lepas. Lanjut untuk pengendalian lewat gesture. Nah, kita bisa lakukan tap dan swipe di earbud. Tap bisa dilakukan di bagian tengah bridge, sementara swipe dilakukan di sisi luar area acoustic ball sampai ke tengah bridge. Fungsi yang ditawarkan oleh ini adalah tap dua kali dibat kiri atau kanan untuk play atau pause. Tap tiga kali dibat kiri atau kanan untuk next track. Swipe dari bridge ke arah ujung akustic ball untuk volume up. Swipe dari akustic ball ke arah bridge untuk volume down. Nah, untuk panggilan suara tap dua kali di earbud kiri atau kanan bisa juga digunakan untuk menerima atau menutup panggilan masuk. Apakah ini semua bisa diatur sesuai dengan kebutuhan kita? Ternyata bisa. Untuk pengguna OPPO ini bisa langsung diakses dari setting Bluetooth. Sementara untuk Android yang lain kita bisa gunakan aplikasi Hey Melody. Nah, ada opsi di sini untuk mengatur fungsi dari gesture double tap, triple tap, dan slide baik untuk irbat kiri maupun kanan. Kurang lebih seperti ini ya opsi pengaturannya ya. Lalu ada apa lagi nih dalam aplikasi Hey Melody ini? Tampilan informasi baterai tersisa di kedua earbet serta case tentunya ada, tapi ini terlihatnya per 10%. Lalu ada device management. Ini untuk melihat perangkat apa saja yang sudah terdaftar pernah dipairing dengan TWS open ear ini. Kita juga bisa mengikkan fitur dual connection dari device management ini ya. Lanjut lagi ada Oppo Alive Audio untuk sensasi spial audio membuat suara jadi lebih immersif untuk konten yang mendukungnya. Lalu ada Sound Master EQ. Nah, ini fitur equalizer yang tersedia. Opsiinya cuma ada empat memang di sini ya. yang semuanya ini adalah hasil tuning dari DIN audio. Di sini ada ultimate sound, vibrant, pure focals, dan DIN audio feature. Sayangnya di sini enggak ada opsi pengaturan equalizer secara manual, ya. Nah, opsi game mode untuk latensi Bluetooth yang lebih rendah juga tersedia. perlu ada pengaturan untuk Spotify tab, earbud fault detection, serta opsi find my earbuds, ada autoplay pause, serta ada Windows Swift Pair. Nah, soundspace untuk memutar white noise juga tersedia di aplikasi ini. Terakhir ada juga opsi upgrade firmware. Nah, apa ada bedanya dibandingkan pakai setting bawaan di smartphone Oppo? Nah, saat kami coba dengan Oppo Find Xs ada opsi high rest mode untuk audio high resolution, ada juga fitur AI translate serta ada setting untuk menggunakan gesture tab di earbud untuk mengambil foto dari kamera smartphone. Fitur-fitur ini tidak tersedia di aplikasi Holodi kalau kita pakai di smartphone Android yang non OPPO. Oke, sekarang bagaimana kualitas suara yang ditawarkan oleh Oppo Enco Clip 2 ini? Langsung aja kita coba dengan kodex AAC setting sound master IQ di Ultimate Sound. Secara umum kayak merasa suara yang dihasilkan cukup seimbang ya. Enggak ada yang terlalu menonjol di antara bass mid dan travel. Hah bass ya. Ada bass yang cukup terasa di sini bukan yang bisa sampai mendentum kencang dan bulat banget tapi ini sudah terbilang memadai sudah terdengar dan rapi. Sudah akan terasa mencukupi untuk banyak orang termasuk saya juga ya. Mid juga terbilang rapi dengan detail yang relatif baik di sini. Sementara untuk trable agak sedikit tertahan di preset ultimate sound ini. Tapi sebenarnya udah cukup jernih dan rapi. Bukan yang punya detail sangat tinggi, tapi udah jauh lebih dari cukup sebenarnya. Nah, untuk separasi belum yang terasa menawarkan separasi yang luar biasa banget tapi seaknya masih cukup untuk membuat suara yang dihasilkan tuh enggak terlalu tumpang tindih banget. Nah, bagaimana dengan preset yang lain? Menurut informasi di aplikasi, fibrin akan cocok untuk aktivitas di luar ruangan. Sementara pure focus akan lebih mengedepankan suara vokal. Untuk DIN audio features, kami merasa travel lebih diangkat dari peset ultimate sound. lebih terasa tapi tidak membuatnya jadi terlalu menonjol banget. Nah, pesan ini disebut lebih mendekati suara yang ditawarkan oleh speaker-speaker Din audio. Oke, bagaimana kalau kita pakai Kodex LHDC? Saat kami coba, kedalaman suara terasa sedikit meningkat tapi belum yang sampai mengubah jauh kualitas atau karakter suara. Secara seluran kami merasa bahwa Oppo Enco Clip 2 ini memang bisa menawarkan suara berkualitas sudah sangat memadai untuk mendukung berbagai aktivitas kita. Nah, bagaimana kalau kita pakai game mode? Apakah latenya benar-benar cocok untuk nonton video dan main game? Secara umum lat lensinya memang berkurang dan delay jadi hampir tidak terasa. Masih ok lah buat nonton video di sini. Tapi kalau untuk gaming, apalagi gaming kompetitif tentunya akan lebih pas kalau kita pakai headset dengan kabel ya. Nah, untuk volume suara setting di kisaran 50 sampai 60% itu sudah membuat suara yang dihasilkan terdengar sangat lantang selama kondisi sekitar kita memang enggak berisik ya. Nah, kalau memang suaranya mau lebih kencang tapi masih terjaga, kita bisa atur ke kisaran 65 sampai 70%. Bahkan 75% pun pergeseran suara tuh masih enggak terlalu jauh sebetulnya. Mengingat ini adalah TWS open air tanpa fitur noise reduction atau noise cancelling, bisa jadi volume agak tinggi akan kita butuhkan di lingkungan yang cukup ramai. Tapi begitu volume udah di atas 80% ini ada perubahan karakter suara sedikit mengurangi tingkat kerapian suara di sini saya parasi juga sudah turun ya. Menurut kami sih volume di kisaran 50 sampai 60% tuh sudah lebih dari cukup untuk berbagai aktivitas tapi suara di sekitar itu masih sedikit terdengarlah gitu ya. Kalau butuh suara di sekitar kita lebih terdengar jelas atau kita bersiap dari kemungkinan disapa orang lain, kami lebih menyarankan volume di kisaran 35 sampai 45% aja. Suara yang dihasilkan memang belum akan terasa lantang, tapi sudah mencukupi dan memungkinkan kita mendengar suara dari sekitar kita dengan jelas banget. Lalu, apakah suara dari TWS ini bocor keluar? Untuk volume 50% ada sedikit kebocoran suara tapi terbilang tipis ya ee enggak terdengar jelas dari sekitar kita. Untuk volume di atas 50% tentunya suara yang bocor akan lebih terasa oleh orang yang ada di dekat kita. Tapi ini memang belum sampaian terasa mengganggu atau terdengar jelas banget gitu sampai bisa dikupingin gitu. Enggak sih sebetulnya ya. Oke, sekarang kita beralih ke mikrofonnya. Langsung aja inilah hasil pengujiannya. Oke, sekarang kita sedang berada di studio untuk menguji kemampuan mikrofon dari OWS Oppo yang satu ini. Nah, jadi kita bakal menggunakan tiga skenario yang berbeda ya. Skenario pertama kita bakal simulasikan kemacetan di jalan raya. Oke, suara yang kalian dengar saat ini adalah suara yang direkam menggunakan kamera yang kita pakai untuk merekam video yang satu ini. Dan yang ini adalah hasil perekaman menggunakan mikrofon dari OWS Oppo Inol Clip 2 yang satu ini. Kita lanjut ke skenario selanjutnya. Kita menggunakan musik yang keras. Nah, kalian bisa dengar ya seberapa kencang musik yang diputar di belakang saya. Dan ini adalah hasil perekaman menggunakan mikrofon dari Oppo Encloud Clip 2 yang satu ini. Cukup jelas ya suara saya. Lanjut kita ke skenario terakhir. Kita masih menggunakan musik, tapi musiknya yang kali ini ada vokalnya. Jadi menurut kalian bagaimana? Apakah suara saya masih bisa terdengar dengan jelas atau suara saya malah kalah dengan vokal dari musiknya? Ya, mantap ya. Sekalipun ada suara berisik di sekitar kita, mikrofon masih bisa menangkap suara kita dengan baik. Hampir tidak terasa ada noise yang bocor. Udah mantap yang satu ini ya. Oke, singkat kata TWS open ear dari Oppo ini memang berkelas. Bukan cuma dari kualitas suaranya yang dihasilkan, tapi juga dari mikrofonnya ternyata. Mantap. Dan tadi ada apa ya? Oh iya, tadi ada bass-nya juga di sini. Lanjut ke daya tahan baterainya. Nah, di sini kita coba dengan volume 50% kodeek AAC. Kalau dihubungkan ke smartphone dengan Bluetooth 6, baterai bisa bertahan sekitar 8 jam. Sementara kalau pakai smartphone dengan Bluetooth 5, daya tahan baterai langsung turun sekitar 6 jam saja. Kalau kita pakai LHDC dengan sekitar 7 jam. Ini masih sedikit di bawah klaim Oppo ya, tapi udah terbilang daya tahan baterainya yang baik. Nah, tapi ini ya saya sudah pernah menggunakan yang satu ini untuk traveling selama perjalanan ke lokasi belanja kulineran ee kendaraan umum dalam kota gitu ya. Tentunya saya tidak bisa terus-menerus memutar musstop. Sesekali saya nonton video pendek saat menunggu dan sering juga tidak dihidupkan karena menikmati perjalanan, ngobrol dengan teman se perjalanan atau karena lagi menunggu pengumuman biasanya ya. Nah, saya tidak pernah nih melepas TWS open ear ini karena nyaris dia tuh nyaris enggak terasa sama sekali di telinga. Dalam skenario banyak standby seperti ini, saya tidak pernah merasa perlu charging dari berangkat sampai pulang. Itu kurang lebih 12 sampai 14 jam tiap harinya. Mantap kan? Oke, lanjut lagi. Untuk charging 10 menit awal baterai ear sebanyak 40%. Sementara untuk charging kedua earbud sampai penuh butuh waktu sekitar 35 menit saja. Ini cukup cepat ya. Nah, untuk isi ulang kedua earbud sampai penuh, baterai charging case ini berkurang sekitar 20%. Jadi memang case ini harusnya bisa mengisi ulang kedua earbud sampai sekitar lima kali. Oke, Oppo menawarkan TWS open ear-nya dengan harga kisaran Rp2.899.000. Harga yang menurut kami memang layak untuk apa yang ditawarkannya di tahun 2026 ini. Bahkan jika dibandingkan dengan beberapa TWS open ear tipe Cryp dari brand lain sekalipun. Oke, sekarang langsung kita lihat hal yang perlu diperhatikan. Pertama, kalau mau TWS ini benar-benar terasa open ear, volume suara tuh harus diatur di bawah 50% agar suara dari earbud tidak menutupi suara di sekitar kita. Ini biasanya yang akan dipakai untuk penggunaan sehari-hari. Lalu terasa ada penurunan kualitas suara kalau volumenya sudah mencapai di atas 80%. Meski memang 80% ini udah kencang banget ya. Harusnya kita akan sangat jarang nge-set setinggi ini. Kemudian belum ada pengaturan EQ secara manual ya, tapi seenggaknya ada tradia cukup banyak preset sih ya. Lalu untuk IP5 ini hanya untuk earbud. Ingat ya, hanya untuk earbud bukan untuk case-nya. Dari se menariknya kuota suaranya terbilang berkelas untuk TWS open ear-nya pun terasa di sini. Kemudian kita juga bisa melakukan pengaturan volume langsung pada unitnya dengan gesture. Ini langka ya untuk TWS open ear ya. Nah, lalu desainnya menarik, sederhana tapi terasa berkelas. Bobot earbud juga terbilang ringan. Irbud juga bisa menempel erat ke daun telinga tanpa menimbulkan rasa tidak nyaman. Saat dicoba dalam jangka waktu yang panjang sekalipun masih nyaman aja bahkan sampai kelupaan bahwa dia nempel di telinga. Kemudian ada dukungan aplikasi. Kalau pakai smartphone Oppo ini bahkan tidak perlu nginstal aplikasi tambahan lagi ya. Untuk game mode juga bisa membuat latasi jadi sangat rendah dan bisa untuk nonton video. Dan kalau untuk gaming selama memang bukan buat gaming kompetitif juga udah lumayan lah ya. untuk mikrofon. Nah, ini menawarkan no reduction yang mantap benar. Lalu desain dibatnya simetris. Jadi gak perlu cek dulu mana yang kiri, mana yang kanan, langsung pasang aja di telinga. Dia punya IP rating di IP55 jadi aman kalau kena keringat saat kita olahraga atau kuncan tipis-tipis juga bisa. Lalu ada dukungan kodex LHDC, jadi bukan sekedar SBC dan AC saja. Kemudian di support Bluetooth 6.1. Ini bikin jadi irit banget baterainya ya. Nah, oke. Cocoknya yang satu ini buat siapa? Buat kalian yang merasa butuh earphone tapi mungkin kurang suka model headphone karena enggak ringkas. Ee enggak suka model in ear karena rasanya intrusif masuk ke dalam telinga dan mungkin kurang cocok pakai earphone open tapi yang modelnya hook yang ada cantelannya gitu ya. Maka TWS open ear model clip ini akan cocok apalagi kalau suaranya berkelas. Untuk tipe clip on Oppo NC clip 2 ini bahkan bisa menawarkan bahasa yang cukup terasa ya. Apakah hanya cocok untuk mengguna HP Oppo? Tentunya tidak. Beberapa fitur memang hanya tersedia kalau dipasang dengan smartphone dari Oppo, tapi tidak banyak fitur atau kualitas yang turun saat dihubungkan ke smartphone yang lain. Dia akan cocok untuk menemani berbagai aktivitas mulai dari yang santai, kerja, olahraga, dan sebagainya. Khususnya saat kita ingin tetap sadar dengan kondisi di sekitar kita. Tenang, mau dipakai di luar ruangan pun aman ya. Ebat-nya bisa nempel dengan baik, enggak mudah jatuh lalu hilang. Enggak mudah itu ya. Untuk penggunaan seharian untuk senor traveling seperti yang saya bahas tadi, dia nyaman banget dan awet kok baterainya. Secara pribadi saya suka bahwa varian warna slate greay ini tidak menggunakan aksen mengkilap ya. Terlihat cocok untuk segala gender dan punya slider volume. Jadi secara umum Oppo Enco Clip 2 ini sangat menarik dan wajib dipertimbangkan kalau kita sedang mengincar TWS open eark.
Video Lainnya
Menembus kelas harga dua belas juta rupiah dengan spesifikasi yang dipertahankan, Oppo Reno 16 5G memicu perdebatan sengit tentang nilai dan kelayakannya. Simak...
Memilih ponsel kelas atas keluaran sebelumnya kini menjadi strategi cerdas ketika harga perangkat baru terasa semakin melambung. Menelusuri penawaran menarik HP...
Di tengah dinamika harga ponsel yang meroket tahun ini, GadgetIn membedah pilihan terbaik dari berbagai kelas. Simak ulasan lengkapnya sekarang!
Mencari ponsel berperforma tinggi dengan bujet Rp 7 hingga 10 juta kini penuh pertimbangan akibat tren kenaikan harga. Ulasan dari Jagat Review ini membedah...
Buka Harga Gadget Makin Gak Masuk Akal?? 😭 BIT Podcast COME BACK! untuk mengupas tuntas alasan harga gawai dan laptop yang melambung drastis akibat krisis chip...
Dilema muncul kala OPPO Reno16 Pro dan Find X9s bertarung di harga setara. Reno memikat lewat bodi ringkas dan kamera 200MP, sementara Find X9s pamer cip Dimensity...
Desain ringkas OPPO Reno 16 Pro 5G sukses menyembunyikan performa buas Dimensity 8550 dan sensor 200MP. Pesonanya mengaburkan batas kelas menengah dengan flagship....
Bursa rekomendasi HP flagship terbaik di 2026 kian memanas. Inovasi mutakhir beradu, dari baterai raksasa bodi tipis Oppo Find X9 hingga takhtanya Samsung S26...
Pesona OPPO Reno16 Pro 5G langsung mencuri panggung lewat desain premium dan performa gahar. Kehadiran aksesoris eksklusifnya memang memukau, namun manuver harga...

















