Jungkat

Review Redmi Pad 2 4G - Tablet 4G Paling Mantap di 2 Jutaan? (YouTube Video)

  • 01/01/1970

Lagi nyari tablet yang layarnya lega, ada dukungan stylus, performanya oke, ada koneksi 4G tapi harganya masih 2 jutaan. Nah, Redmi Pad 2 4G ini harusnya bisa jadi pilihan ya. Layarnya 11 inci, resolusinya 2,5K, refresh rate-nya 90 Hz. Dia punya dukungan stylus juga, jadi cocok untuk produktivitas. SOC-nya udah pakai Helio G100 Ultra dan ini sudah support konektivitas 4G. RAM-nya bukan 4 gig, yang ini udah 6 GB. Speaker ada 4 dan ada dukungan Dolby Atmos juga. Baterainya 9.000 mAh dan bisa tahan seharian dalam pengujian kami. Ya, berdasarkan kemampuan lengkapnya, simak review-nya kali ini. Ya, Redmi Pad 2 4G. Kalau dilihat dari namanya, ini berarti versi 4G dari Redmi Pad 2 yang dirilis tahun 2025. kami udah pernah ya bikin video review-nya. Kalau belum nonton mungkin kalian kelewat karena mungkin belum subscribe. Jadi tahu dong harus ngapain ya. Nah, balik lagi ke tablet yang satu ini. Menurut kami versi 4G ini hadir sebagai penyempurnaan dari versi Wii yang sebelumnya hadir. Nah, penasaran apa aja yang meningkat? Langsung aja kita mulai pembahasannya dari paket penjualannya. Di dalamnya tentunya ada unit tablet Redmi Pad 2 4G. Lalu ada chargernya, ada chargernya, ada chargernya. Ini charger yang 15 wat tentunya. Ada kabel USBC, ada sim tray ejector, ada kartu ucapan, dan ada dokumennya. Nah, untuk desain tablet ini pakai desain yang serba flat dan memang umum digunakan oleh kebanyakan tablet ya. Bagian belakangnya cenderung polos dengan logo Redmi di ujungnya. Secara umum ini terlihat mirip sekali dengan versi WiFi-nya. Opsi warnanya itu ada tiga ya, ada gravite gry, mint green, dan lavender purple seperti yang kita uji kali ini. Material body belakang dan frame-nya ini bahannya metal ya. Untuk dimensinya itu tinggi 254 mm, lebar 166 mm, dan tebalnya hanya 7,36 mm. Dan bobotnya juga lumayan ringan di 508 gr. Lanjut kita lihat sisi-sisinya ya. Tapi dengan posisi horizontal seperti ini. Di kanan ada port USBC, audio jack 3,5 mm, dan ada dua grill speaker. Di atas ada tombol volume, mikrofon, dan SIM tray hybrid. Ini bisa untuk dual nano SIM atau 1 nano SIM dan 1 micro SD card. Di bawahnya ini kosong ya. Dan di sisi kiri ada dua grill speaker lagi dan tombol power. Terlihat ya kalau tablet ini punya empat speaker. Konta speaker terbilang oke untuk kas harganya dan volume suaranya juga udah lantang yang satu ini. Di depan kita lihat ini adalah layar 11 inci panel IPS resolusinya 2560 * 1600 pikel refresh set-nya up to 90 Hz. Untuk brightness saat kami tes dalam kondisi indoor, brightness itu maksimal ada di 380 nits. Sementara saat kami simulasikan untuk kondisi outdoor, ya brightness-nya itu maksimal sama aja 380 juga. Nah, untuk color gamut tablet ini punya tiga mode warna yaitu saturated, vivit dan standar. Kalau dilihat ketiga mode ini diarahkan untuk dekat dengan 100% sRGB dengan mode satu rated dan vivit yang warnanya sedikit lebih gonjreng. Ya, memang belum ada opsi yang super gonjreng di sini, tapi udah cukup okelah untuk kelas harganya. Untuk basel layar memang bukan yang super tipis, tapi ini wajar untuk sebuah tablet ya. Jadi lebih nyaman aja megangnya dan yang penting ini udah simetris ya bezelnya di keempat sisinya. Layar ini juga tentunya sudah mendukung input stylus sementara untuk dukan multitouch ini bisa sampai 10 jari. Untuk kamera depannya ini 5 megap f2.2 2 fix fokus dan perekaman video up to 1080p 30 fps. Beralih ke belakang. Ini adalah kamera belakangnya ya 8 megap f2.2 autofokus. Video recordingnya up to 1080p 30 fps juga. Untuk fitur kameranya ada foto, video, dokumen, teleprompter, HDR dan lain-lain. Untuk spesifikasi internalnya SOC pakai Mediatch Helio G1 Ultra ya. Untuk RAM, nah ini peningkatannya ini 6 GB LPDDR 4X. Jadi, ini meningkat dari versi Wii-nya yang dulu tuh RAM-nya cuman 4 GB. Terlalu pas-pasan kalau 4 itu ya. Untuk storage 128 GB UFS 2.2. Nah, untuk baterai 9000 mAh dengan dukungan charging 18 watt. Jadi charger bawaannya memang 15 watt aja, tapi dukungan maksimalnya sebetulnya bisa nyampai 18 watt. Untuk sensor di sini ada asalometer, virtual light sensor, dan ada gyroskope hardware. Hah, ada hardware gyiroskop di sini ya. Untuk konaktivitas 2G, 3G, 4G ya. sesuai namanya aja lah ya. Untuk Wii-nya dia bisa WiFi 5. Bluetooth-nya versi 5.3. Untuk Bluetooth coddexnya dia bisa SBC, AAC, dan LDC bisa juga tentunya dia support USB OTG. FM radio juga ada ya, tapi butuh earphone yang terhubung ke audio jack sebagai antenanya. Nah, untuk sikamannya dia pakai Face Recognition. Untuk OS dia pakai Hyper OS3 yang berbasis Android 16. Untuk jatah update-nya tablet ini bakal dapat dua Android update dan 3 tahun security patch. Untuk iklan bagaimana? Sejauh pengujian kami sih kita enggak nemu ya ada pop iklan yang mengganggu ya. Tapi kami enggak tahu ya apakah ke depannya tablet ini akan seterusnya bebas dari iklan atau tidak. Nah, kalau tawaran instal aplikasi dari Get App sih sayangnya masih ada di sini. Solusinya ya matikan saja notifikasi dari Get Apps-nya ini. Untuk fitur andalannya tablet ini sudah mendukung interconnectivity dan juga wireless display extension. Interconnectivity ini adalah fitur yang memungkinkan tablet terhubung dengan perangkat lain yang juga pakai Hyper OS. Lewat fitur ini, kita bisa menggunakan berbagai fungsi cross devices dari antar perangkat Hyper OS. Misalnya shart clipboard, call sync, dan network sync. Lalu untuk wireless display extension ini membuat kita bisa membuat tablet ini jadi layar kedua untuk PC kita ya, laptop kita, PC kita ya. Jadi seperti monitor eksternal yang portable. Ini cocok buat yang kerjanya itu multitasking dan butuh lebih dari satu monitor. Apalagi kalau traveling gitu mungkin ya, bawa laptop sama satu tablet ini. Nah, multifungsi tabletnya jadinya ya. Oke, untuk dukungan aksesorisnya, tablet ini mendukung Redmi Smart Pen. Ini sama seperti versi Wii-nya. Sayang, stylus ini dijual terpisah dari tabletnya. Stylusnya diklaim punya 4096 pressure level dan lensinya di bawah 10 ms. Ini bisa dipakai buat menggambar atau bisa juga kalau suka membuat catatan dengan tulisan tangan misalnya ya. Untuk palm rejection tentunya ada di sini. Nah, untuk keyboard case khusus tablet ini sayangnya belum ada di Indonesia. Ini kita sudah pernah komplain ya saat versi Wii-nya keluar dulu ya. Nah, solusinya kita bisa pakai keyboard case universal untuk tablet yang ukurannya 11 inci atau kalau misalnya mau pakai keyboard Bluetooth yang lain itu bisa juga enggak ada masalah. Tinggal sambungin aja via Bluetooth enggak ada masalah. Atau mau connect via kabel bisa juga kok. Pakai USB-nya bisa dipakai. Oke, kita masuk ke pengujian performanya. Untuk Antutu 10 kita pakai 3D Lite ya kita dapat Rp367.000-an. Untuk Antutu 11 lagi-lagi pakai 3D Lite kita dapat R570.000-an. Untuk Geigband 6 core-nya di 719, multiore di 2023. Untuk slingshot extreme grafik scor-nya ada di 2.382. Untuk wife stress test tanpa kipas score di 1299, low score di 1292. Jadi stability-nya 99,5%. Udah aman, enggak usah dikipasin. Lanjut ke pengujian gaming. Untuk Mobile Legends, setting frame rate terbuka sampai high aja alias 60 fps. Kalau dimainnya masih lumayan ya, stabil di dekat 60 fps kalau enggak terlalu rameai. Tapi kalau battle-nya cukup rame, frame rate-nya sempat drop ke kisaran 45 fps. Ya udah lumayan lah. Untuk PUBG Mobile, setting maksimal yang terbuka itu di smooth extreme alias 60 fps. Kalau dimainin ya di kisaran 50-an sampai 60 fps. Untuk gyroing aman di sini enggak ada masalah karena ada sensor gyroscope ya yang hardware di sini ya. Nah, untuk Genin Impact kita coba langsung di lowest 60 fps selama setengah jam frame rate-nya ada kisaran 30 sampai 45 fps sepanjang pengujian. pernah turun di bawah 30 fps untuk beberapa kali. Tapi ini jarang sih enggak selalu terjadi ya. Untuk su permukaan titik terpanas di depan itu ada di 30 derajat celcius bukan 39 30 derajat celcius. Sementara titik terpanas di bagian belakang ada di kisaran 34 derajat celcius. Jadi cukup adem ya suhunya ya. Ini meningkat cukup signifikan ya ketimbang versi Wii-nya. Di versi wifi itu frame itu cuma kisaran 25 sampai 30 fps aja ya. Jelas ini karena RAM-nya pasti ya yang tadinya 4 gig. Nah, ini 6 GB. Jadi pas lah buat main game Impact atau game-game berat. Nah, kalau mau di ranking ini masuknya udah C masih cukup oke ya untuk kas harganya ya. Oke, sekarang kita masuk dalam pengujian kameranya. Oke, untuk pembahasan kamera dari tablet ini dilanjut bersama saya ya. Dan ini adalah hasil perekaman menggunakan kamera depan dari tablet Redmi Pad 2 4G. Kamera tablet ini bisa merekam video up to 1080 p 30 fps baik di kamera depan maupun kamera belakang. Dan untuk hasilnya kurang lebih seperti ini. Oh ya, video yang kalian lihat saat ini adalah video yang direkam menggunakan cahaya studio yang memadai ya. Selanjutnya kita juga uji kemampuan kamera depan dari tablet Redmi Pad 2 4G yang ini di kondisi cahaya normal. Untuk hasilnya kurang lebih seperti ini. Muka saya masih terlihat dengan jelas. Meski begitu detail udah turun ya dan muka terlihat soft. Oke, sekarang kita beralih ke kamera belakang. tablet Redmi Pad 2 4G di kondisi cahaya studio yang memadai. Oh ya, kamera belakang ini bisa merekam video up to 1080p 30 FPS dan hasilnya kurang lebih seperti ini. Oke, kamera belakang dari Redmi Pad 2 4G di kondisi cahaya normal. Untuk hasilnya kurang lebih seperti ini. Menurut kalian bagaimana? Sekarang kita uji kemampuan kamera dari Redmi Pad 2 4G yang ini di aplikasi Google Meet. Sebagai catatan dulu kita pengujiannya menggunakan cahaya studio ya. Jadi hasilnya kurang lebih seperti ini tanpa fitur apapun. Kalau kita pakai fitur blur, nah seperti ini fitur blur-nya. Beralih ke background yang lain. Nah, background-nya seperti ini untuk hasilnya. Terus kita juga coba pakai beberapa filter yang ada di aplikasi Google Meet. Nah, loading dulu. Hasilnya kurang lebih seperti ini. Kesimpulannya, tablet ini mempunyai kamera yang cukup oke untuk keperluan rekam video, meeting online, ataupun video call. Tapi sebagai catatan, kalau kalian mau videonya itu optimal, pastikan kalian juga berada di ruangan dengan kondisi cahaya yang memadai. Oke, lanjut lagi untuk daya tahan baterai. Kita lihat ya untuk local YouTube playback 1080p 30 fps non HDR. Jadi kita download dulu videonya dari YouTube ya, lalu kita putar secara offline. Itu baterai habis setelah 24 jam 26 menit memutar video secara nonstop. Lumayan oke di sini ya karena layarnya besar di sini. Untuk YouTube streaming ini berarti streaming ya kita pakai Wii ya 1080p non HDR selama 1 jam baterai berkurang 5%. Untuk swipe-swipe TikTok selama 1 jam baterai berkurang 6%. Untuk Genin Impact lowest 60 fps selama setengah jam baterai berkurang 5%. Jadi ya udah cukup ok lah ya. Nah untuk charging kita pakai charger bawaan yang 15 watt. Untuk mencapai 50% butuh waktu 1 jam 28 menit. Dari kosong sampai penuh butuh waktu 3 jam. Sekarang kita coba charger PD yang 18 watt ya. Untuk mencapai 50% butuh waktu 1 jam 9 menit. Sementara dari kosong sampai penuh butuh waktu 2 jam 36 menit. Jadi memang ya sedikit lebih cepat kalau kita gunakan charger yang bisa 18 watt. Ingat, charger yang kita pakai untuk 18 watt ini adalah charger yang pakai PD, USB PD ya, power delivery ini bukan charger khusus dari Xiaomi atau dari Redmi. Oke, lanjut lagi. Untuk Netflix dia sudah bisa white fan L1 tanpa dukungan HDR. Untuk YouTube streamingnya bisa nyampai 1440p 60 fps tanpa HDR juga. Untuk heptic feedback ini enggak tersedia tapi ya ini wajar ya untuk sebuah tablet ya. Untuk Wii sharing ini bisa tinggal aktifkan portable hotspot saat terhubung ke jaringan Wii. Oke, untuk harganya Redmi Pad 2 4G ini hadir dengan satu varian RAM storage saja ya, 6 gig RAM dan 128 gig storage. Harganya ada di Rp2.999.000. Sementara untuk Redmi Smartp-nya itu dijual secara terpisah dan harganya adalah Rp699.000. Untuk info lebih lengkapnya langsung aja cek di kolom deskripsi. Kita langsung masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. pertama hanya adaor 128 GB, tapi untungnya di sini masih ada slot untuk micro SD card kalau dibutuhkan. Kemudian tablet ini memang mendukung penggunaan stylus, tapi stylus pasangannya itu dijualnya secara terpisah. Kemudian di sini enggak ada keyboard case ya, solusinya memang pakai keyboard third party kalau memang dibutuhkan. Lalu charging dengan charger bawnya terasa kurang kencang. Untungnya baterai lumayan awet jadi masih pas untuk pemakaian seharian. Dari sisi menariknya ya, yang satu ini punya dukungan konektivitas 4G, tapi harganya enggak melompat jadi 3 atau R juta juga ya. Lalu layarnya udah lega di 11 inci, resonya juga tinggi di 2,5 dengan refres set di 90 Hz. Performanya udah cukup oke untuk kelas harganya. Nah, walaupun dijual terpisah tapi seenggaknya tablet ini udah support stylus ya. Baterai juga awet ya, bisa tahan seharian. Body bahannya udah dari metal jadi udah premium lah rasanya. Lalu dia masih punya slot SD card untuk ekspansi storage audio jack masih ada juga di sini. Lalu dia punya empat speaker dengan kualitas yang cukup oke untuk kelas harganya. Lalu ada fitur penunjang produktivitas seperti interconnectivity dan wireless display extension. Kemudian ini penting ya, dia support semua fitur Google Mobile Services. Jadi ada Play Store beneran dalam tablet yang satu ini. Bisa pakai Google Drive via aplikasi, Gmail via aplikasi, dan lain sebagainya. Intinya semua fitur Google dan Android-nya lengkap di sini. Oh ya, buat orang tua yang membelikan ini buat anaknya ya, ini ada parental controlnya juga datang dari Google sendiri namanya adalah family link ya kan karena ada Google-nya jadi family link-nya berfungsi secara penuh. Jadi terlihat ya kalau versi 4G ini terasa menjadi versi penyempurnaan dari versi Wii-nya. Hadirnya koneksi 4G serta peningkatan kapasitas RAM di tablet ini membuatnya jadi bisa digunakan dengan lebih banyak skenario penggunaan. Lalu, apakah pengguna versi Wii-nya perlu pindah ke sini? Kalau kebutuhannya adalah sebagai alat entertainment, kami rasa versi wifi-nya itu masih cocok-cocok aja. Tapi kalau memang budgetnya ada dan butuh RAM yang lebih besar untuk gaming mungkin ya, serta produktivitas juga ya dan juga butuh konektivitas 4G-nya biar bisa online di manapun, kami rasa cocok-cocok aja kalau mau pindah ke sini. Pada akhirnya kalau yang dicari adalah tablet 4G dengan layar lega, dukungan stylus dan performa cukup oke, serta baterainya awet tapi harganya enggak bikin kantong bolong ya. Redmi Pad 2 4G ini sangat menarik untuk dipertimbangkan.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Redmi Pad 2

Redmi Pad 2 resmi dipasarkan di Indonesia sebagai tablet yang menonjolkan layar 11 inci beresolusi 2.5K, baterai besar, dan pengalaman multimedia yang fokus pada hiburan harian. Perangkat ini menjalankan Xiaomi HyperOS 2, sehingga ekosistem dan fitur perangkat lunak mengikuti arah terbaru dari Xiaomi untuk lini tablet. Redmi Pad 2 juga...

Redmi Pad

Redmi Pad adalah tablet terjangkau dengan layar luas dan performa andal untuk belajar serta hiburan. Redmi Pad menghadirkan baterai tahan lama, desain modern, dan pengalaman multimedia nyaman untuk penggunaan sehari-hari.

Redmi Pad

Redmi Pad resmi dipasarkan di Indonesia sebagai tablet serbaguna yang difokuskan pada hiburan, pembelajaran, dan penggunaan harian berbasis Wi-Fi. Tablet ini dirancang untuk pengguna yang membutuhkan layar besar dengan pengalaman multimedia yang nyaman. Redmi Pad menempatkan keseimbangan antara performa, layar, dan audio sebagai kekuatan utamanya. Perangkat ini cocok digunakan di...