Review Samsung Galaxy S25 FE Setelah 1 Bulan! (YouTube Video)
Halo, apa kabar semuanya? Balik lagi dengan Butur Reza di Project Review dan langsung aja kita ngebahas smartphone baru lagi. Dan sekarang gilirannya untuk Samsung Galaxy S25 F series S paling murah, paling terjangkau tahun ini dengan fitur esensial yang sudah terbilang mirip sama flagship-nya. Saat video ah dibikin, Galaxy S25 Fi udah dijual resmi baik di official store Samsung maupun di marketplace. untuk harganya. Nah, di sini saya menemukan promo yang menarik sekali dari Samsung Indonesia di website resmi mereka. Jadi, untuk versi 8128 itu bakal dapat cashback Rp1 juta. Habis itu untuk yang versi 8256 itu bisa ditebus seharga yang R8 gig. Sedangkan untuk versi yang paling tinggi atau 8512 ini bisa dapat cashback Rp1,5 juta. Promo yang sangat menarik menurut saya bagi mereka yang emang ingin upgrade ke Galaxy S25 FE ya. Jadi sebelum kehabisan mendingan disikat aja nih selama masih ada. Nah, ini dia buat yang lupa bentuknya Galaxy S25 Fak nih. Saya masih suka banget dengan desainnya. Dual tone, beda warna antara back cover sama bagian frame tuh udah bikin handphone cakep. Finishing matte yang warna navy ini juga keren banget ya. Terus untuk Galaxy S25 FI itu dibikin lebih tipis dan ringan dibandingkan Samsung Galaxy S24 Fe. Semakin bikin lebih enak dipegang dan menarik juga secara desain. Meskipun lebih tipis, Samsung juga masih bisa nambahin baterainya. Jadi 4.900 mAh. Ini naik 200 mAh dibandingkan versi yang sebelumnya. Superf charging-nya 45 watt yang mana ini udah standar tinggi untuk smartphone Samsung saat ini. Kalau secara daya tahan ya menurut saya cukup oke karena masih bisa dapat screen on time di sekitar 5,5 jam dalam 1 hari standby. Nah, balik lagi ke soal desain. Material glass dengan rangka aluminium ini jadi kombinasi yang menurut saya bagus sekali dari segi build quality serta estetikanya si Galaxy S25 Fi. Tahan air dan debunya juga masih ada dengan IP68. Jadi kehujanan, kecepatan air ya, nyeluk-nyeluk dikit masih aman. Untuk bagian tombol, port dan segala macamnya sebenarnya sama-sama aja sih familiar sama smartphone Samsung yang lain. Enggak ada yang aneh-aneh. Untuk SIM card dia ada di bagian bawah dual nano tanpa ada slot micro SD. Jadi kalau emang ngerasa butuh storage yang lebih gede, belilah yang 256 gig seperti yang saya pakai sekarang atau 512 GB. Jadi, ini akan menjadi satu opsi yang bagus banget bagi mereka yang ngasa butuh storage lebih gede. Kalau ada yang nanya, apakah Galaxy S25 FI sudah support SIM? Sudah ada ya. SIM yang mana ini akan sangat berguna bagi mereka yang pengin pakai SIM card digital aja kayak gitu. Jadi buat yang mungkin lagi traveling n juga bakal bisa kepakai banget. Lanjut ke bagian layar. Secara SPX, Galaxy S25 F ini terlihat sebenarnya sama dengan Galaxy S24 Fe. Ukuran 6,7 inch, Dynamic AMOLED 2X 120 Hz. tapi dengan basel yang lebih tipis. Makanya kalau dilihat dari angka dimensi unit, Galaxy S25 FE ini kelihatan sedikit lebih kecil dan tipis dari Galaxy S24 Fe. Enggak cuma itu, karena basel yang lebih tipis. Nah, bagi yang sempat kepikiran mungkin kayak saya, "Ah, beli temperate glassnya S24 FV aja lah, gitu supaya pasang di sini karena kan ukurannya sama. Kalau sempat kepikiran gitu, mendingan jangan." Jadi saya tuat nyobain kan pas awal-awal saya pegang HP ini belum banyak yang jual tuh temperasi si Galaxy S25 FI karena saya lihat A6,7 inch sama saya pikir ya udah kita pakai aja yang punyanya Galaxy S24 F. Ternyata emang bisa dipasang. Bagus. Bagus aja nih. Ngepas nih masih saya pakai sampai sekarang. Cuma efek negatifnya adalah karena baselnya lebih tipis dan ya ukuran keseluruhan lebih kecil. Ini jadi kayak mentok di pojok-pojok air yang artinya kalau kita pakai casing dia bakal kedorong. Jadi enggak bisa casingnya ngepas gitu di sini. Itu sayang banget. Jadi kalau emang pengin yang lebih oke secara proteksi bisa pakai temper class plus pakai casing juga ya udah pakailah sesuai jenis tipe handphone ya. Nah, di luar soal intermezo tempered glass tadi, layar Samsung tentu masih salah satu yang bagus sekali ya manjain mata. Apapun jenis konten yang kita coba tampilin buat lihat sosial media, scrolling TikTok, nonton YouTube, Netflix, main game, semuanya udah enak di layar ini. Visibilitas pasti pakai outdoor trick juga tetap oke. Jadi enggak ada masalah untuk ngelihat layarnya. Nah, terus kita lanjut juga ke bagian specs lainnya. Di sini Samsung mempercayakan dengan chipset Exinless 2400. Chipset yang sebelumnya sempat mereka gunakan di Galaxy S24 dan S24 Plus. Jadi ya chipset flagship tahun lalu lah ibaratnya. Untuk RAMIL 8 GB aja dengan pilihan storage 128, 256, dan 512. Dari segi angka percobaan sintetis ini sebenarnya sama sekali enggak jelek. AnTutunya udah hampir R juta ya mantap untuk mayoritas pemakaian. Untuk user dengan kebutuhan multitasking biasa sih udah pasti lancar dan nyaman-nyaman aja. Saya cobain juga oke banget. Untuk usernya mungkin hanya butuh smartphone yang lancar, yang enak untuk komunikasi aktivitas sehari-hari. Galaxy S25 FE ini menurut saya udah cukup banget. Terus untuk yang mungkin berencana buat main game bisa-bisa aja enggak masalah meskipun memang bukan yang terbaik. Kalau untuk skala Mobile Legends sih ya lancar banget saya pakai untuk game kayak Hongkai Staril. Saya main Zen Zone Zero juga masih bisa dapat angka average yang cukup baik di settingan medium. Palingan mungkin sedikit catatan dari smartphone ini, saya gak tahu ini mungkin segi optimasi aja sih kayaknya adalah soal suhu di mana ini kalau misalnya dipakai main game dengan grafis yang intense dalam waktu yang cukup panjang itu bakal berasa ada panasnya di bagian back cover ini ya. Tapi itu dia saya enggak tahu apakah ini dari segi optimasi aja karena dulu pas saya nyobain Galaxy S24, S24 Plus untuk main game itu enggak kayak gitu. Jadi, ya memang agak hanget dulu, tapi enggak sampai sepanas yang ada di smartphone yang satu ini. Jadi, ya semoga nanti ada software update untuk ngoptimize performance-nya si Galaxy S25 Fe. Tapi untuk sekarang kalau emang pengin dipakai main game, menurut saya bantuan dari kipas itu akan sangat ngebantu dari si smartphone-nya. Nah, tes berikutnya kalau tadi kita udah gaming ke para content creator, sekarang pengguna CapC di smartphone. Saya cobain di sini render video 1 menit aja videonya enggak panjang-panjang. Resolusi 4K itu bisa beres dalam waktu 15 detik. Sedangkan kalau resolusinya 1080 itu beres dalam 10 detik saja. Ini bagus banget sih ya. Udah tergolong cepat banget. Kemudian kalau kita ngomongin Samsung tentu kita bahas software. Di sini ada Android 16 dengan One UI terbaru ya Onei 8. Smooth pas pemakaian udah pasti. Fitur kayak now bar, now brief udah ada dan pastinya bikin tampilan berasa beneran flagship gitu di S25 FE ini. Circle to search Gemini ada. Udah git enggak ketinggalan dengan fitur Galaxy AI yang lengkap. beneran Galaxy AI full version ya, termasuk dengan generative edit atau ya itu edit foto ajaib ala Samsung yang memang tidak ada lawannya gitu ya. yang bagus bangetlah gitu kayak Galaxy S25 series yang lebih mahal aja sekalipun ini adalah versi F. By the way, selain paling update dari segi experience software-nya pas baru rilis, Samsung juga ngasih janji update yang sangat panjang dengan tujuh generasi Android dan juga 7 tahun security patch untuk Galaxy S25 Fe. Jadi, masih bisa dipakai sampai 2032. Mantap sekali. Terakhir untuk bagian kameranya. Di bagian belakang kita bisa lihat ada triple kamera dengan setup yang familiar, lensa ultrawide, lensa utama, dan juga ada telefoto 3X. Terus untuk kamera depannya, nah ini di sini ada peningkatan menjadi 12 megapel dan ada pro visual engine-nya juga. Kalau kita lihat dari hasil foto, tentu ini udah terbilang bagus ya. Enggak sulit untuk dapatin foto yang siap posting di sosial media lewat smartphone ini. Warnanya oke dan akurat, tidak oversaturated, detailnya juga dapat, dynamic range-nya pun terlihat luas. Karakteristik fotonya Samsung emang bukan yang tajam banget gitu ya, tapi menurut saya tetap enak dilihat. Saya yakin banyak yang suka. Low light juga oke nih karena ada nitographynya Samsung ditambah dengan Object Aine ya. Jadi ini bisa mengurangi noise ya. Skin tone juga kelihatan lebih akurat walaupun dalam kondisi yang minim cahaya. Yang penting jangan terlalu ekstrem lah gelapnya. Palingan kalau menurut preferensi saya sih kalau beberapa foto dalam kondisi low light itu jadinya suka terlalu terang dan saya lebih sering pilih ya habis diap diturunin exposure-nya untuk dapetin foto yang menurut saya lebih ideal. Tapi balik lagi ini soal preferensi. Kalau emang kalian suka foto malam yang kata lebih terang, enggak masalah no problem gitu lanjut aja. Terus untuk kamera ultrawide ini juga menurut saya si Galaxy S25 F udah cukup. Meskipun tentu enggak sebaik lensa utama, tapi pada kondisi yang tepat tetap bisa diandelin. Next, untuk telefoto saya coba di berbagai macam kondisi ya, baik terang maupun lolet masih bisa banget ya untuk dapatin hasil yang baik. Kalau saat ngambil foto yang jauh-jauh banget ya mungkin emang kurang ya karena gimanapun kan optikalnya di sini hanya 3X aja. Tapi kalau jaraknya sedang ya seperti misalnya kita lihat tulisan di jalan, papan menu di restoran kayak lagi ngantri kay gak kelihatan gitu ya. Ini hasil fotonya juga udah cukup banget. Jadi kalau untuk foto-foto casual menurut saya sih ya Galaxy S25 F ini overall experience-nya sudah memuaskan. Lanjut ke kamera depan. Nah, ini yang tadi udah saya sebutin dia ada upgrade dan memang Galaxy S25 ini beda. Kamera depannya oke. Emang saya enggak bisa untuk langsung compare. Saya enggak punya Galaxy S24 FI sekarang. Tapi S25 FI ini kamera depannya cakep, terang, outdoor, indoor, low light. Selama enggak ekstrem gelap ini masih dapat hasil yang bagus. Lanjut di bagian video. Resolusi maksimal ini bisa sampai 8K di lensa utama kamera belakang. Kalau pengin yang lebih luas, kita bisa pakai 4K 30 fps aja. Ya, ini bisa semua lensanya ganti-ganti termasuk kamera depan. Kalau untuk 4K60 ini hanya bisa di lensa utama ditambah digital zoom 2X saja tapi masih bisa dipakai di kamera depan. Ya, ini dia sekarang buat sampel video kita rekam pakai Samsung Galaxy S25 FE di resolusi 4K30. Smartphone ini sebenarnya bisa resolusinya sampai di 8K30, tapi saya di sini pakai 4K aja yang bakal lebih banyak dipakai oleh orang. Ini 1Xnya kayak gini ya. Masih bagus ya. Dynamic range-nya nih lagi cerah-cerahnya, lagi terang-terangnya. Sini kita coba geser-geser. Oke. Nah, terus di sana kita coba untuk nge-zoom ya. Ini kan di satu ya. Kita pindah 0,6 dulu untuk lihat ultrawide-nya kayak gini. Ultra white-nya bagus. Langsung aja kita geser ketiga yang lebih jauh. Nah, itu tiga XS seperti itu kalau buat ngambil yang jauh-jauh. Stabilisasin juga masih bagus tuh. Bisa kita lihat ya sambil jalan kayak gini enggak gempa yang gimana gitu. Oke, kita geser lagi ini ke 10 seperti ini dan bisa juga sampai. Oke, bentuknya di 12 aja ya, jadi enggak bisa jauh-jauh banget ya. Bentuknya video di 12X seperti yang bisa lihat sekarang. Oke, kita balik ke 1X. Oke, setelah bisa saya sambil jalan seperti ini. Oke juga paras banget. By the way, seang kita pindah kamera depan. Ini terang banget ya. Tapi kalian bisa lihatlah hasilnya gimana kalau lagi ke tembak matahari banget skin tone warnanya. Ini saya engak ada matahari sekarang. Oh, kerah sekali. Dan kalau backlight ya itu backlightnya sebelah situ. Okelah ya. Sebenarnya untuk perkaman sih enggak ada masalah nih untuk sebuah smartphone Samsung kelas seri S yang bukan tir premium paling atas ya. Jadi bisa dibilang kan ini S versi murah dan hasilnya masih memuaskan sekali kalau menurut saya. Menurut kalian gimana? Oke atau enggak? Tulis aja pendapatnya di kolom komentar di bawah. Lanjut aja habis ini kita ke kondisi low light-nya. Oke jadi testing-testing buat kamera belakang dari Galaxy S25 FI ya untuk perakaman video di 4K 30 malam hari. Ya, lampu-lampu jalan dengan lampu-lampu ruangan seperti ini. Kalau buat traveling sebenarnya masih cukup banget hasilnya. Ini juga tuh kan masih bagus. Ini di 1X stabilisasinya masih cakep. Di 3X pun dia surprisingly stabilisasinya masih jalan masih bagus banget ya atau masih stabil walaupun dipakai jalan enggak gempa yang gimana-gimana banget. Balikin ke satu kayak gini. Ini di balik ke satu mau ambil ke ultrawide coba. Nah, ini dia ultrawide-nya kayak gini ya. Ini satu lagi hasilnya kayak gini. Jadi masih oke banget sih sebenarnya dalam kondisi gelap sekalipun si Galaxy S25 FE hasilnya seperti ini. Menurut kalian gimana? Oke. Atau enggak boleh tulis aja di kolom komentar di bawah. Dan buat yang penasaran, kamera depannya dari Galaxy S25 FI, hasilnya kayak gini di tempat yang sama seperti tadi ya, hasilnya kayak gini sambil jalan masih bagus. Okelah ya untuk rekam video jalan-jalan sih masih cakep kayak gini tuh. Oke kanya juga masih dengan baik. Sana hitamnya juga masih dapat ya. Audio bisa didengar, stabilisasi sambil jalan juga bisa langsung dicek aja ya dari sampel berikut ini. Oke atau enggak, silakan les pendapat kalian ke kolom komentar di bawah. Jadi nih kalau menurut saya lewat Samsung Galaxy S25 FI emang Samsung kembali hadir dengan solusi allrounder khas mereka banget, khas Samsung bangetlah. Sebuah smartphone yang mengisi berbagai macam aspek dengan merata dan tentu dibarengi dengan banyak sekali peningkatan. Kalau di breakdown ini banyak banget loh dari versi sebelumnya. Dari desain baru lebih ringan, lebih tipis. Basel layar juga menipis, baterai lebih gede, charging naik kelas. Cset ya baru di seri FI ya. Walaupun chipset flagship tahun lalu tapi baru di seri FI. Android sama seri OneUI juga udah yang paling baru. Kalau ada bagian saya berharap bisa lebih oke lagi ya di sini adalah RAM-nya ya bisa lebih gede dari 8 gig serta suhu perangkat yang lebih adem untuk pemakaian yang lebih intensif ya. Semoga ini yang dari soal suhu bisa di-optimize nanti lewat software update ke depannya sama Samsung supaya pemakaiannya juga bakal lebih enak. Kalau dibandingin sama Galaxy S24 FI yang umurnya beda setahun ini menurut saya sih ya banyak sekali peningkatannya. Tadi saya breakdown. Tapi kalau misalnya buat orang yang mungkin sekarang masih pakai S23 F atau mungkin masih Samsung seri A ini sih bakal berasa banget peningkatannya. Jadi emang beneran worth it yang paling penting kalau kalian suka bikin konten langsung dari smartphone ya Galaxy S35 FE ini ya worth it banget karena memang dengan harga yang masih di bawah flagship-nya mereka bakal dapat spek yang lebih bagus fitur generative edit Galaxy A yang sudah seperti seri flagship-nya plus kamera selfie yang memang powerful untuk kebutuhan konten sehari-hari. Jadi kalau emang dirasa cocok si Galaxy S25 FE ini bisa kalian coba dan menjadi smartphone baru kalian. Kalau kalian pengin lihat leil atau lihat segala macamnya, saya taruh linknya aja pada kolom deskripsi di bawah. Untuk sekarang kayaknya segitu aja dulu. Sedikit sharing pengalaman dengan Samsung Galaxy S25 Fi. Makasih banyak nonton sampai habis. Putriisa pamit. Sampai ketemu lagi di video berikutnya dan seperti biasa, have a nice day.
Video Lainnya
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Memulai bisnis laundry sering kali terlihat sebagai ladang uang yang mudah dan menjanjikan, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara sebaliknya. Berangkat...
Pasar perangkat audio nirkabel premium bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini Soundcore Liberty 5 Pro Series. Di tengah dominasi merek-merek mapan...
Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Memilih ponsel kelas menengah terbaru sering kali berujung pada dilema antara performa gaming yang buas atau kenyamanan ekosistem perangkat yang matang. Samsung...
Sistem operasi robot hijau kembali membawa lompatan besar lewat kehadiran Android 17 yang kali ini tidak sekadar bersolek di sektor visual. Google tampak sangat...
Langkah berani Samsung dalam merombak lini audio nirkabelnya lewat Galaxy Buds 4 Pro berhasil mencetak standar baru yang belum pernah dicapai generasi sebelumnya....
Bagi kaum mendang-mending yang enggan melirik jenama asal Tiongkok, bursa ponsel pintar sering kali terasa sempit dan penuh kompromi. Namun, episode terbaru Kotek...

















