Jungkat

Review Samsung Galaxy S26 | Versi "Polos", Termurah, yg Tidak Bisa Diremehkan! (YouTube Video)

  • 01/01/1970

Samsung Galaxy S26 ini smartphone paling ringkas di S26 series dan tentunya harganya juga yang paling rendah ya. Smartphone ini pakai Xnos 2600. Ini adalah salah satu pembeda dari Galaxy S26 Ultra. Nah, berapa waktu yang lalu kami tuh sudah sempat mencoba Exos 2600 ini ya. Ada preview-nya dan hasilnya terbilang menarik bahkan dengan mudah bisa bersaing dengan SOC premium lain dari generasi yang sama. Itu sebabnya kami jadi penasaran dengan kemampuan penuh dari si Samsung Galaxy S26 versi base polos ini ya. Dan ya memang karena kalian juga banyak yang minta supaya ini di-eview full. Jadi langsung aja kita kupas Samsung Galaxy S26. Oke sebelum kita bedah lebih lanjut, mari kita bahas dulu mengenai eIM. Nah, sebenarnya ini adalah fitur yang sering diremehkan padahal kepakai banget. Terutama buat kita yang pengin misalin nomor pribadi sama nomor kerja atau bahkan yang mau traveling ke luar negeri. Menarik ya, sekarang nih ada solusi yang cukup praktis ya, namanya ISIM Simpat GoPay. Dan sekarang kita bisa beli langsung di aplikasi Gopay yang paling terasa sih di aktivasi instannya. Kita jadi enggak perlu beli lagi kartu fisik dan enggak perlu ke gerai lagi. Tinggal buka aplikasi GoPay, beli ISIM-nya, terus langsung bisa diaktivasi di HP kita. Jadi semuanya serba digital. Caranya juga simpel ya, buka aplikasi GoPay, pilih ISIM Simpati GoPay, klik beli sekarang. Pilih nomor sesuai yang dimau, lalu masukkan nama dan email, lanjut bayar pakai GoPay. Download QR code dari email. Setelah itu tinggal aktifin di smartphone. Caranya masuk ke settings mobile network @ eim lalu pilih QR code dari galery. Untuk saat ini memang belum semua smartphone ya support ya. Kalau iPhone sejak iPhone XS juga sudah support ya. Jadi versi setelahnya bisa pakai SIM semua. Untuk Android tinggal cek aja di menu settings. Kalau ada opsi add eim berarti udah support. Kalau baru mau beli HP bisa juga cek di spesifikasinya. Di tahun 2026 ini kebanyakan ISIM tuh masih ada di smartphone kelas menengah ke atas. Paling terjangkau yang kami temukan ada di kesanan harga Rp3 jutaan. Ya, ISIM ini akan cocok banget ya kalau misalnya kita mau misalnya nomor kerja dengan nomor pribadi lalu enggak mau ribet-ribet tukar-tukar SIM card ya. Atau kalau kalian pakai iPhone atau mungkin Samsung yang flip ya. Nah, itu kan cuma mod satu SIM card. Nah, kalau kalian enggak mau bawa 2 HP untuk dua nomor kalian, nah isimnya cocok ya. Selain itu, dari si benefitnya itu juga menarik. Kita bisa dapetin ISIM plus kuota 3 GB di harga Rp35.000. Kita juga bisa dapetin reward hingga Rp35.000 dari GOP seharga ISIM yang dibeli tadi kan jadinya ya. Nah, kesimpulannya dengan adanya ISIM Simpat GoPay yang bisa dibeli di aplikasi GoPay ini prosesnya jadi jauh lebih simpel dan benefit yang didapat juga enggak kalah banyaknya. Oke, balik lagi ke bahasan si Samsung Galaxy S26 ini yang tentunya sudah mendukung isim bahkan bisa dual isim ya. Nah, kita mulai review smartphone ini dengan melihat isi paket penjualannya. Ini masih khas Samsung banget ya untuk jajaran smartphone kelas atas ee paket penjualan itu isinya cuman unit smartphone, kabel USBC, SIM trjector, sama paket dokumen. Seperti biasa enggak ada charger atau aksesoris yang lainnya di sini. Nah, untuk desain Galaxy S26 ini punya desain yang mirip dengan Galaxy S26 Ultra ya. Jadi, e ketiga anggota keluarga S26 series itu sekilas akan terlihat mirip. Samsung masih mempertahankan gaya yang serba flat body belakang dari glas sementara frame-nya pakai aluminium. Pilihan warnanya tuh seragam semua ya untuk GL S26 series. Ada cobalt, violet, sky blue, black, dan white seperti yang kita pakai kali ini. Ada juga warna spesial untuk pembelian online Samsung yaitu silver shadow dan pink gold. Dimensinya tinggi 149,6 mm, lebar 71,7 mm, dan ketebalannya di 7,2 mm. Ini sedikit lebih tinggi dan lebih lebar dikit juga ya. dari pendahulunya Galaxy S25 bobotnya 167 gr jadi naik beberapa gram dibandingkan S25 yang polos kemarin ya. Jadi sebetulnya smartphone ini terbilang tipis dan relatif ringan ya. Ada rating ketahanan IP68 juga jadi kecemplung dalam air juga harusnya aman. Tapi seperti biasa ini cuman untuk jaga-jaga aja. Jangan diajak berenang, diajak mandi, atau diajak snorkeling. Nah, di kanan kita lihat ada tombol power dan tombol volume up and down. Di atas ada mikrofon. Di kiri ini kosong ya. Di bawah ada SIM tray yang isinya bisa untuk 2 nano SIM. Lalu ada mikrofon, USBC, dan speaker. Sekilas seperti hanya punya satu speaker, tapi ada dua speaker kok ya. Yang satunya lagi kan gak ada di atas. Nanti kita bahas. Oke, dari depan ini adalah layar 6,3 inci Dynamic LTPO AMOLED 2X ya. Yang ini lebih besar 0,1 inci dibandingkan S25. Resolusinya 2340 * 1080 piksel dengan rasio 19,5 b 9 refresh rate up to 120 Hz adaptif. Untuk brightness layar di kondisi standar indoor kita mendapatkan sekitar 420 nit. Nah, saat fiturra brightness-nya diaktifkan, kecerahan layar bisa naik ke 700-an nits untuk indoor. Nah, untuk simulasi outdoor kita berhasil mendekati 1400 nits. Jadi, ini udah terang banget sebetulnya. Untuk screen mode itu ada dua yang tersedia, ada natural dan vivit. Ini standar Samsung banget ya. Naturalnya itu dekat dengan 100% sRGB. Jadi cocok buatit-edit foto atau ngedit video. Sementara untuk Vivit itu ada slider pengatur vfitness-nya untuk di mode ini. Nah, ini perbedaan antara vfitness diatur ke tingkat paling rendah dan paling tinggi ya. Nah, mode ini menawarkan kel gambut di atas yang ditawarkan mode natural. Tentunya kalau mau layar tampil dengan saturasi warna yang sangat tinggi, kita atur aja VVTesnya ke tingkat yang paling tinggi. Geser ke paling kanan. Oh ya, buat yang nanya apakah dia punya privacy screen? Enggak ada. Itu hanya ada di S26 Ultra aja. Lanjut untuk basel layarnya. Ini udah tipis dan simetris ya untuk empat sisinya. Ini pas banget ya tampilannya udah smartphone premium banget. Nah, untuk pelindungnya dia pakai Gorilla Glass Victus 2. Ada fingerprint scanner juga di layar ini ya. Lalu di basel atas layar ada earpiece yang berfungsi juga sebagai speaker kedua. terjadi ya tentunya ini ah dual stereo speaker ya untuk kualitas suaranya seperti biasa di smartphone premium Samsung lah ya suaranya ter rapi dengan sedikit bass serta separasi yang baik volume juga sudah mencukupi tapi ya kita berharap bisa sedikit lebih lantang aja ya meski demikian secara keseluran ini udah mantap banget lalu di sini ada kamera selfie dipansol di area tengah atas layar ini adalah kamera 12 megap dual pxel pda iya udah autofokus ya dan perkaman videonya sampai dengan 4K 60 fps. Berar ke belakang. Di sini ada sistem kamera utamanya. Kamera-kameranya disusun dengan gaya khas Samsung ya. Berjajar dari atas ke bawah gini. Desainnya ini mirip seperti ZF 7 ya kalau ditarik-tarik ya. Nah, ada 50 megapel main camera F1.8 dual peldaf optical im stabilizer. Lalu ada 12 megap ultra wide f2.2. Nah, tapi ini fix fokus sayangnya. Lalu ada kamera telefoto tiga kali yang 10 megapel f2.4. Lagi-lagi autofokus dan optical image stabilizer. Untuk main cameranya itu bisa sampai 8K 30 fps. Sementara untuk yang sisanya itu bisa 4K 60 fps. Dan untuk semua kameranya ada dukungan untuk video 10 bit HDR ya. Untuk fiturnya banyak banget ya. Banyak banget di sini. Horizon lock ya tentunya ada juga di sini. SOC-nya seperti dibahas dia pakai Xos 2.600. Spesifikasinya udah kita bahas di video yang terpisah ya. Nah, untuk RAM 12 GB LPDDR 5X. Untuk storage ada opsi 256 GB dan 512 GB. Tentunya ini udah pakai UFS 4. Untuk baterai ini 4300 mAh dan ini meningkat ya dibandingkan Galaxy X25 yang cuma 4000 mAh. Dan untuk charging dia support 25 wat. War charging dia support C2 atau C2 ya 15 wat tentunya dia juga bisa reverse wireless charging juga. Untuk sensor lengkap banget ya. Jero hardware tuh juga ada di sini. Konektivitas tentunya udah 5G, 2G, 3G, 4G, 5G bisa semua dan dia support isi bahkan bisa dual ISIM kalau dibutuhkan. Tapi tentunya cuma ada dua SIM yang bisa aktif dalam satu waktu. Jadi bisa dua SIM fisik atau satu SIM fisik plus satu IM atau dua ISIM. WiFi-nya Wii 7 triple band lalu Bluetooth-nya versi 5.4. NFC tentunya ada. USB-nya 3.2 gen 2 dan support display out lewat USBC. Ya, karena bisa display output tentunya karena ini Samsung ya, jadi akan tersedia DEX juga di situ untuk tampilan yang seperti desktop ya. Lalu untuk OS dia pakai One UI 8.5 dengan basis Android 16. update versi Android dan security update-nya tuh tersedia sampai tahun 2033 alias terjamin selama 7 tahun. Nah, untuk fitur-fitur di One UI dan fitur AI tentunya ada banyak banget ya dan kalau dibahas satu persatu bakal panjang sekali. Intinya berbagai fitur baru di Galaxy S26 Ultra itu banyak yang juga hadir di Galaxy S26 ini. Termasuk Bixby dengan AI, lalu Now Brief dengan fitur yang diperluas dengan nutch-nya sekarang. Lalu SC atau search dengan dukan multiobjek. Itu ada semua di sini termasuk semua fitur AI yang sudah diperkenalkan sejak awal ya, sejak S24 series. Oke, sekarang kita lihat benchmarknya. Untuk Antut 10 dia dapat 2,3 jutaan. Hampir 2,4 lah di sini ya. Nah, kalau dikipasin dia bisa dapat 2,7 jutaan untuk AnTutu 11 tanpa kipas dia dapat di Rp3 jutaan. Kalau dikipasin dia bisa dapat 3,2 jutaan. Jadi bisa dilihat ya performanya udah tinggi banget. Bahkan dengan body yang mungil seperti ini bisa keluar tuh performance tinggi itu. Untuk Geekbandch 6 tanpa kipas single core di 3085 dan multiore di 10.462. Ini tinggi banget. Tapi kalau dikipasin kita bisa lihat bahle core-nya tuh mencapai 3.233 dan multior-nya mencapai 11.297. Lagi-lagi ini performa yang monster banget. Untuk Trimax Sling Shot Extreme Unlimited Open GL graphic scornya ada di 40.154. Sementara untuk 3max solar Bay Racing dia dapat 13.884 poin atau 52,79 FPS. Lagi-lagi ini juga tinggi ya. Nah, untuk wildlife stress test unlimited tanpa kipas best loop skornya ada di 26.650 lalu lowest-nya ada di 11.685. Jadi, stability-nya ada di 43,8%. Nah, kalau kita kipasin base loop scornya ada 26.000. 1045 dengan lowest scor-nya ada di 24.240 langsung lompat stability-nya naik ke 93,1%. Jadi dia responsif banget ya terhadap dikipasin ya. Nah kita lihat untuk gaming sekarang subway server dulu. Game ini langsung jalan mulus di 120 fps. Nyaman sekali lah main game yang satu ini. Enggak ada setting-setting langsung jalan 120 aja. Lalu untuk PUBG Mobile settingan kebuka adalah extreme ultra alias sampai 120 FPS. Saat kita coba dengan kualitas smooth, frame rate yang kita dapatkan terbilang rata di 120 fps. Memang masih bisa ada penurunan frame rate, tapi tidak terasa dan tidak mengganggu sama sekali. Untuk gyro aiming tentunya mulus, responsif, dan akurat ya kan pakai hardware base gyroya terbuka sampai 120 fps lagi. Jadi langsung aja kita coba main dengan kualitas mentok kanan aja ya. Hasilnya frame rate yang dapatkan terbilang cukup rata dekat sekali dengan 120 FPS. Ada sedikit penurunan frame rate tapi cuma turun sedikit sekali ya. tidak terasa mengganggu sama sekali. Kita coba main beberapa match pun frame rate-nya masih dapat dipertahankan dekat dengan 120 FPS. Mantap. Padahal bukan HP gaming yang satu ini. Lanjut ke watering wave. Kita coba dulu main tanpa kipas ya dengan preset kuality 60 fps. Frame rate-nya itu ada kisaran 53 sampai 60 fps. Ini terbilang relatif stabil ya untuk kisaran segini ya. Rata-rata yang kami dapatkan setelah 30 menit ada di kesaran 57,4 fps. Game ini masih terasa nyaman dimainkan sekalipun tanpa kipas loh. Nah, kalau dikipasin gimana? Ternyata enggak jauh beda ya. frame rate kita dapatkan masih ada di kisaran 53 sampai 60 fps dengan rata-rata 30 menit itu juga ada di kisaran 57,8 fps. Lanjut untuk Gin Impact kita langsung set di highest 60 fps. Tanpa kipas kita bisa dapetin frame rate yang cukup dekat dengan 60 fps. Setelah 15 menit sesekali ada frame drop tapi masih di kisaran 50-an FPS enggak mengganggu sama sekali. Rata-rata frame rate-nya selama setengah jam ada di kisaran 59,6 frame pers. Kalau dikipasin gimana ya? Tanpa kipasnya udah stabil 60 fps. Kalau dikipasin ya jadi mirip-mirip aja di kisaran segitu ya. Karena memang game-nya ada limit di 60 fps. Rata-rata di sini kita dapatkan ada di kisaran 59,8 fps. Cuma beda tipis aja ya. Tapi frame rate memang jadi lebih stabil, lebih bebas frame drop dibandingkan saat enggak pakai kipas. Nah, tadi saat enggak pakai kipas ya, suhu body smartphone-nya setelah setengah jam itu di bagian depan titik suhu tertingginya itu ada di bawah kamera selfie. Suhunya mendekati 40 derajat celcius. Sementara area lain di depan itu suhunya masih terjaga di 37 derajat Celcius ke bawah. Sementara untuk sisi belakang area dengan suhu tertinggi ada di samping modul kamera. Suhunya di kisaran 39 sampai 40 derajat Celcius. Masih belum terasa panas juga. Area lain di sisi belakang itu ada di bawah 38 derajat Celcius. Jadi untuk ranking ya bahkan tanpa kipas pun ini sudah langsung S+. Oke kita lanjut ke pengujian kameranya ya. Jadi ee kali ini kita bakal ngetes kemampuan kamera dari Galaxy S26 ini, ya. Dan suara yang teman-teman dengar ini direkam langsung menggunakan mikrofon dari smartphone-nya. Jadi kalau mau langsung dipakai untuk nge-vlog, kira-kira suaranya kayak gini. Oh ya, untuk video kali ini nanti pembahasannya itu bareng sama Bang Kris, ya. Cuman berhubung dia lagi enggak ada di kantor saat ini, jadinya opening-nya bareng sama saya. Tapi nanti mungkin voice over-nya bakal dari Bang Kris. Nah, kali ini kita juga cobain nih bisa enggak sih HP ini menggunakan mikrofon eksternal dan ternyata ini aman ya, enggak ada masalah. Mikrofon eksternal ini bisa digunakan kalau misalnya kita lagi ngerekam dengan jarak yang cukup jauh dari smartphone-nya. Contohnya kayak gini nih. Bisa kalian lihat ya, jarak saya dengan smartphone tuh aslinya cukup jauh. Tapi berkat penggunaan mikrofon eksternal ini, suara saya masih bisa ditangkap dengan jelas. Oh ya, kalau di Samsung ini kita bisa ngelihat indikator mikrofon mana yang lagi digunakan. Ini cukup simpel, tapi belum semua smartphone itu punya fitur seperti ini. Jadi good job lah untuk Samsung. Sekarang kita lanjut bahas kamera selfie-nya. Untuk kualitas hasil videonya menurut kami sih ini udah terbilang sangat oke ya. Detailnya dapat, ketajamannya juga pas. Untuk dynamic range sudah tergolong oke tanpa perlu nyalain HDR10 Plus-nya, area gelap terangnya sudah dapat diekpos dengan baik. Konsisten juga nih mau di 30 fps atau 60 fps hasilnya mirip. Sekarang lanjut ke stabilizer. Dan ini aman ya. Mau di resolusi 4K 60 fps sekalipun stabilizernya bisa aktif tanpa ada masalah. Sekarang kita ke kamera utama. Kalau kamera utama ini sih enggak ada komplain ya. Di kondisi seperti ini mau dipakai di resolusi berapapun sih hasilnya udah mantap banget. Dan sama seperti di kamera utama Galaxy S26 series yang lainnya, di kamera utamanya ini juga bisa merekam 8K 30 fps. Hasilnya juga terbilang mantap nih di sini. Dari segi dynamic range ini udah aman banget ya. Mau di 4K 30 atau 60 fps hasilnya sudah mantap. di 8K juga sudah bagus, tapi kalau mau diperhatikan banget sih ada sedikit beda di area gelap yang sedikit lebih gelap nih dibandingkan dengan 4K tadi. Tapi overall masih tergolong ok lah. Dari segi stabilizer, mau diesolusi berap pun sudah bisa aktif tanpa masalah dan hasilnya juga cukup rapi. Berikutnya kita cek kamera telen-nya. Untuk kamera tele yang ini optical zoom-nya di tiga kali ya. Untuk kualitasnya sendiri kalau di kondisi yang seperti ini hasilnya cukup oke. Dynamic rate juga aman. Enggak ada masalah di resolusi berapapun. Dari segi stabilizer hasilnya kayak begini. Wajar ya kalau masih ada jaternya sedikit. Kamera telefoto itu memang lebih sulit untuk distabilkan. Jadi kurang pas kalau kita bandingkan stabilizernya dengan kamera utama atau ultrawide. Sekarang kita lihat kamera ultrawide-nya. Kualitasnya seperti ini ya. Lagi-lagi kalau di pencahaya yang seperti ini mah kami enggak ada protes. Hasilnya udah bagus. Dynamic r juga aman ya. Mau di 30 fps atau 60 fps. Sisi gelap terang dapat diekspos dengan baik juga. Dari segi stabilizer juga aman enggak ada masalah mau diolusi berapapun. Untuk pengalaman mult kamera, kita bisa pindah kamera langsung saat merekam di 4K 60 fps untuk semua kameranya ya. dari kamera ultra wide, kamera utama, kamera tele, bahkan ke kamera selfie-nya juga bisa. Transisinya sendiri mungkin bukan yang paling halus ya, tapi udah oke kok overall. Kita juga tes saat pindah kamera seperti ini apakah rekaman suara kita akan putus atau lancar-lancar aja. Ini dari ultrawide gua hitung dari 1 sampai 20 mungkin. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30. Overall pengaman multik kameranya Samsung Galaxy S26 ini adalah salah satu contoh yang konsisten. Dynamic range-nya konsisten bagus, stabilizernya konsisten bagus. Tuning warna antar kameranya juga cukup konsisten. Kami tahu dari segi kualitas hardware memang bukan yang terbaik sih di kelasnya, tapi konsistensi software masih jadi hal yang sulit ditiru smartphone Android lain. Lanjut ke low light. Di kamera selfie-nya ini sih kualitasnya udah cukup menurun ya. Detailnya juga udah kurang oke, gambarnya jadi soft. Noise-nya juga sudah mulai bermunculan. Tapi masih dalam kategori yang wajar kalau kita pakai 60 fps. Sayangnya gambar udah terlalu gelap nih. Jadi untuk selfie low light idealnya di 30 fps aja. Dari segi stabilizer, jaternya masih terasa ya kalau di bawaah jalan seperti ini. Di mode 60 fps memang bisa lebih rapi, tapi gambar sudah terlalu gelap. Jadi pintar-pintar atur pecahayaan aja kalau mau vlogging di kondisi low light seperti ini. Sekaligus kita cek autofokusnya dan hasilnya standar aja sih. Gua ganti fokusnya mungkin bukannya super cepat tapi bukan yang ngelambat juga. Kita lanjut ke kamera utama. Kalau di kamera yang ini hasilnya mantap ya. Ternyata detail dan ketajamannya masih cukup terjaga. Meskipun dengan kondisi seperti ini. Noise-nya juga minim. gambar masih bisa tetap terang meskipun kita pakai 60 fps loh. Nah, tapi ketika kita pakai 8K gambarnya terasa jadi lebih gelap di sini. Untuk giter stabilizer kalau di 30 fps sayangnya masih cukup terasa di sini. Tapi kalau di 60 fps lebih rapi videonya. Dari segi autofokus untuk kamera utamanya ini aman ya, enggak ada masalah. Sekarang kita cek kamera telen-nya. Untuk kondisi low light seperti ini hasilnya udah mulai menurun ya kualitasnya. Detailnya terbilang kurang dan noise di video juga mulai terlihat di sini. Kalau kita pakai 60 fps, sayangnya sudah terlalu gelap ya. Saran kami pakai 30 fps aja kalau butuh tele di kondisi low light. Giter stabilizer masih terasa di sini. Dan untuk autofokus di low light, sayangnya ini juga belum yang mulus-mulus amat ya. Pindah-pindah fokusnya terbilang agak kelambat ketika kita pakai telenya. Berikutnya kita cek kamera ultrawide-nya. Bagi kami ini hasilnya kurang lebih mirip lah seperti kamera telenya. Noise di video mulai terlihat dan detail juga menurun. Kalau kita pakai 60 fps juga terlalu gelap di sini. Stabilizer low light juga sayangnya belum terlalu rapi. Jiter masih cukup terasa saat tiba jalan seperti ini. Sekarang kita bahas hasil foto-fotonya. Untuk kami sih hasil foto-fotonya termasuk yang udah oke lah di sini. Mau foto pakai kamera mana pun hasilnya beres. Detail foto memang bukan yang paling luar biasa, tapi selama kita enggak pixel pip sih ya hasil fotonya udah mencukupi lah. Ini sekarang kita bahas fitur ekstranya. Pertama ada slow motion. Menariknya di sini kita bisa pakai kamera utama dan kamera ultrawide-nya juga. 4K 120 loh. Masih jarang nih ada yang bisa. Lalu kalau mau lebih lambat ada opsi 1080p 240 fps. Nah, kalau yang ini bisa semua kamera belakang nih termasuk telenya. Di kamera selfie juga bisa slow motion dan ini 1080p 120 fps aja untuk selfie-nya. Lalu ada fitur dual R. Dengan fitur ini kita bisa menggabungkan perekaman video dari kamera utama dan selfie jadi 1 frame. Untuk resolusinya bisa sampai 4K 30 fps loh. Berikutnya ada mode pro. Di sini bisa untuk foto dan video juga. Detail isoda shuthatter speed bisa dilihat aja di tabel ini. Fitur seperti expert route dengan filter di dalamnya ada juga di sini. Video lock juga ada. Lalu fitur ekstra berikutnya ada horizontal lock. Ya, ini sama seperti di S26 Ultra ya. Kalau kita merekam video sambil putar-putar HP-nya kayak begini hasilnya tetap bisa stabil. Yang jadi kelebihan dari horizontal lock di Samsung S26 ini adalah kita bisa pakai kamera utamanya juga. Enggak cuman kamera ultrawide. Dan resolusinya enggak cuma mentok di full HD loh, di sini bisa sampai 2K 60 fps. Belum banyak loh yang bisa. Fitur ekstra berikutnya jelas kamera assistant. Kalau butuh fitur kamera yang lebih canggih lagi, tinggal instal kamera assistant dari Galaxy Store. Asli seru banget ngulik fitur di kamera assistant ini. Sudah siaplah diajak ngontennya. Serius. Oke, itu dia tadi pembahasan kameranya Samsung Galaxy S26. Menurut kami masih ada PR yang sekiranya perlu dibenahi lagi agar ke depannya Galaxy Solos ini makin bisa bersaing nih kelasnya nih. Poin paling penting menurut kami adalah S series yang basic ini sudah waktunya mendapatkan upgrade dari sisi hardware ya untuk semua kameranya. Untuk kondisi terang sih hasilnya memang gak ada masalah, tapi kondisi low light di kelas harga segini kompetitornya sudah pada level up loh. Overall kameranya Samsung Galaxy S26 ini memang bukan yang paling superior di kelas harganya, tapi cenderung aman aja untuk mayoritas pengguna serta konsistensi software-nya masih sulit dilawan sih sebetulnya sampai saat ini. Hasil fotonya juga kita enggak bisa bilang burik di sini. Bukan yang terbaik, tapi sudah cukup bagus. Hasil videonya juga masih oke, terutama dynamic rac yang konsisten. Lalu untuk fitur kamera ini masih jadi salah satu yang paling banyak untuk kelas harganya. Apalagi kalau udah bahas kamera assistant. Harapan kami semoga Samsung bisa kasih upgrade hardware kamera yang signifikan untuk generasi berikutnya. Sekian tes kameranya Samsung Galaxy S26. Kita lanjut lagi ke pembahasan berikutnya. Lanjut untuk pengujian baterainya dengan YouTube offline video playback 1080p. Baterai smartphone ini baru habis setelah sekitar 25 jam, tepatnya 24 jam 58 menit. Ini hasil yang terbilang sangat baik ya. mengingat baterai smartphone ini cuma 4300 mAh. Hasil ini bahkan bisa bersaing dengan banyak smartphone lain yang pakai baterai 5.000 sampai 6000 mAh. Lalu untuk YouTube streaming 1080p 30 fps, baterai berkurang hanya 4% selama 1 jam. Mainan TikTok selama 1 jam baterai hanya berkurang 5% saja. Ini efisien banget sih sebetulnya. Lalu untuk Gen Impact dan setting highs 60, baterai berkurang sekitar 12% dalam 30 menit. Jadi jangan dilihat 4.300-nya ya. Ini sayangannya 5.000 sama 6.000 sebetulnya. Lanjut untuk charging. Untuk mencapai 50% butuh waktu 25 menit. Sementara dari kosong sampai penuh butuh waktu 1 jam 20 menit. Ini hasil yang umum kita temukan di smartphone Samsung kalau dipasangkan dengan charger 25 watt-nya sendiri. Walaupun rasanya itu Samsung sedikit menahan di kecepatan chargingnya di sini ya di seri ultra kecepatan charging dengan charger 25 watt dan baterai 5.000 itu bisa lebih cepat daripada ini. Oke, lanjut lagi untuk Netflix. Ah, white fan L1 dan support streaming sampai full HD. Ada dukungan untuk HDR1 dan kodex HFC dan HDR10 Plus dengan kodex AV1. Untuk YouTube dia streamingnya bisa lancar sampai 4K60 lengkap dengan HDR-nya. Untuk Happtic feedback ini khas smartphone premiumnya Samsung ya. Getarannya kuat dan presisi. Udah mantaplah ini. Untuk WiFi sharing tentunya bisa lewat fitur mobile hotspot seperti biasa. Nah, Galaxy S26 ini ditawarkan dalam dua varian RAM dan storage. Harga resminya adalah 12256 itu di Rp16.499.000 dan 12512 itu ada di Rp19.499.000. Tapi biasanya sih harga rilnya bisa beberapa juta di bawah harga resminya. Jadi sebaiknya cek dulu aja secara online berapa sih harga yang bisa diperoleh. Oke, masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, charging-nya hanya support sampai 25 watt. Terasa agak tertinggal ya dari smartphone premium yang lain ya. Kami sedikit berharap dia bisa nyampai paling enggak 45 watt lah ya atau pakai 25 tapi charging-nya dikencangin aja gitu ya dekat-dekat 1 jam. Ini kan cuma 4.300 mAh bukan 5.000. Lalu konfigurasi kamera utamanya secara hardware ini masih mirip dengan pendahulunya. Lagi-lagi peningkatan kemampuan kameranya ini dari tahun ke tahun untuk seri S2 sekian ini ya, yang polos ini didapatkan lebih dari sisi processing dan optimalisasi. Jadi apakah berubah? Iya, berubah. Apakah jadi lebih baik? Iya, jadi lebih baik. Tapi memang hardware-nya enggak berubah. Lalu dukungan IPV enggak ada di smartphone ini ya. IPV itu baru ada di S26 Ultra aja. Lalu untuk paket penjualan ya seperti biasa ini minim ya. Lalu mungkin ada yang komplain, kok pakai Exos 2600 bukan Snapdragon kayak S26 Ultra. Menurut kami ini ternyata kayaknya enggak masalah sih performa ditawarkan oleh Xnos 2600 ini menarik ya enggak jauh ketinggalan dibandingkan stand 8 elite Gen 5. Selain itu, fabrikasi 2 nanom sepertinya juga membuat SOC ini bisa lebih efisien dalam penggunaan daya. Ini kelihatan ya daya tahan untuk video playback itu bisa terbilang sangat baik untuk baterai yang hanya 4.300 mAh. Bahkan bisa bersaing sama yang 5.000 sampai 6000 mAh. Dari kelebihannya ini adalah smartphone yang ringkas, ringan tapi kencang dengan fitur yang melimpah. Performa untuk gaming juga mumpuni jauh lebih baik dari pendahulunya. Untuk baterai 4300 mAh ini daya tahannya bagus banget ya, bahkan bersaing dengan yang atas-atas ya. Lalu One UI 8.5 ini menawarkan banyak fitur update-nya juga panjang sampai 7 tahun. Kemudian fitur kamera ini sudah ditingkatkan dari pendahulunya. Layarnya juga mantap ya dynamic LTPO AMOLED 2X. Lalu speaker stereonya ini kualitas suaranya bagus ya. Rating IP68 udah ada di sini. Desainnya juga mirip seperti Galaxy S26 Ultra ya. ya. Jadi, bodinya tuh terasa mantap aja kalau kita pegang dan penampilan dari luarnya tuh agak-agak mirip lah gitu ya. Nah, lalu kemudian dia support isim bahkan bisa dual ISIM. Kontivitas juga lengkap. Ada Wii 7 triple band, ada juga USB 3.2 type C yang support display out lengkap dengan dexdex-nya juga ada di sini. Untuk sensor ya enggak usah dibahaslah, ini lengkap banget. Lalu kemudian dia juga di-support oleh ekosistem Samsung yang udah relatif lengkap dan matang ya. Dan kelebihan lain ya aksesoris pendukung untuk Samsung Galaxy itu biasanya terutama buat seri S ya itu bisa didapatkan dengan mudah dan variasinya banyak. Enggak cuma dari Samsung doang ya, dari yang non Samsung itu juga udah banyak ya. Lagi-lagi Samsung ini menawarkan smartphone flagship ringkas yang menarik lewat Galaxy S26. Smartphone ini memang bukannya mengusung banyak peningkatan dibandingkan pendahulunya tapi apa yang ditawarkannya menurut kami tetap saja bisa menghadirkan daya tarik tersendiri. Performanya sudah jauh lebih baik, lebih terjaga dibandingkan Galaxy S25. daya tahan baterai juga mumpuni lebih baik dari yang kami bayangkan dan saya rasa dibanding yang kalian bayangkan juga kan untuk fitur tentunya melimpah bahkan Horizon lock juga ada di sini ya. Nah, pertanyaannya apakah pengguna Samsung Galaxy S25 layak untuk upgrade ke S26? Secara umum menurut kami sih S25 masih mumpuni banget ya. Tapi kalau terasanya ada fitur baru yang menarik yang belum tersedia di Galaxy S25 dan adanya cuma di S26 ya bisa jadi ini akan jadi pilihan yang baik ya. Ya, secara umum Samsung Galaxy S26 ini bisa dikatakan sebagai smartphone flagship yang sangat layak dipertimbangkan. khususnya untuk yang mencari smartphone ringkas, powerful dengan kemampuan yang allrounder.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

HP Android 32 Juta...
Oleh GadgetIn
15m 11s

Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...

Brand Terkait

Samsung Galaxy S26 Ultra

Samsung Galaxy S26 Ultra hadir sebagai smartphone flagship yang menggabungkan teknologi kamera resolusi tinggi dengan performa kelas atas dalam satu perangkat. Perangkat ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan fotografi, produktivitas, dan penggunaan harian dalam satu ekosistem yang terintegrasi. Samsung menghadirkan kombinasi spesifikasi yang kuat untuk mendukung berbagai skenario penggunaan.Perangkat ini menggunakan...

Samsung Galaxy S26+

Samsung Galaxy S26+ hadir sebagai smartphone flagship yang menggabungkan performa tinggi, layar berkualitas, dan kemampuan kamera yang dirancang untuk kebutuhan modern. Perangkat ini menjadi pilihan bagi pengguna yang menginginkan keseimbangan antara desain premium dan fitur lengkap dalam satu perangkat. Samsung menghadirkan pendekatan yang fokus pada pengalaman penggunaan yang konsisten dan...

Samsung Galaxy S26

Samsung Galaxy S26 hadir sebagai smartphone flagship yang dirancang untuk memberikan keseimbangan antara performa, kamera, dan kenyamanan penggunaan dalam ukuran yang lebih ringkas. Perangkat ini menggabungkan berbagai fitur penting untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Pendekatan yang digunakan berfokus pada kemudahan penggunaan tanpa mengorbankan pengalaman utama.Flagship Ringkas dengan Performa Andal untuk Setiap...

Samsung

Samsung menghadirkan smartphone Galaxy, tablet, wearable, TV, dan perangkat rumah tangga dalam satu ekosistem terintegrasi. Samsung dikenal dengan teknologi layar terbaik, performa tinggi, dan inovasi global untuk kebutuhan modern.

Samsung Galaxy S25

Samsung Galaxy S25 merupakan smartphone flagship Samsung yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman premium dalam bodi yang ringkas dan nyaman digunakan sehari-hari. Sebagai model standar dari lini Galaxy S25 Series, perangkat ini ditujukan bagi pengguna Indonesia yang menginginkan performa tinggi, kamera canggih, serta fitur AI terbaru tanpa harus menggunakan ponsel berukuran...

Samsung Galaxy S25+

Samsung Galaxy S25+ merupakan varian flagship yang dirancang untuk pengguna Indonesia yang menginginkan layar lebih besar, performa kelas atas, serta daya tahan baterai lebih lama dibanding model standar. Posisi Galaxy S25+ berada di tengah lini Galaxy S25 Series, menawarkan keseimbangan ideal antara ukuran layar, kekuatan performa, dan fitur premium tanpa...