Jungkat

Review Samsung S25 Edge | Lebih Bagus dari S25 Ultra?! (YouTube Video)

  • 03/06/2025

Halo, apa kabar semuanya? Kembali di Project Review dan ini dia Samsung Galaxy S25 H. Untuk opini soal harga dan lain-lainnya entar bakal saya sebutin di belakang sekaligus kesimpulan ya. Bnya nonton dulu sedikit penjelasan sama experience saya selama menggunakan smartphone ini. Tapi kalau emang enggak sabaran bisa langsung cek aja stim-stamp yang ada di bawah. Sekalian boleh juga di-share, di-like, di-subscribe channel ini. Makasih banyak sudah nonton videonya. Oke, jadi smartphone ini kan punya hype yang bisa dibilang cukup gak cukup sih tinggi banget pas pertama kali dimunculin sama Samsung di unpack Januari kemarin. Sekarang yang penasaran juga banyak rame deh opini netizen. Apalagi setelah tahu spek-spekcnya. Wih, rame seru pokoknya. Nah, biar lebih dapat feel-nya nge-review Galaxy S25H, saya memutuskan dalam seminggu terakhir saya sengaja memindahkan daily driver atau HP utama saya dari S25 Ultra ke S25H. Saya pakai sehari-hari dengan koneksi seluler dan Wii juga tentunya pemakaian tetap sama, tetap gaming, tetap sosial media dan segala macam enggak saya kurang-kurangin. Nah, sebelum ngebahas soal experience, saya ngerasa perlu untuk sedikit ngebahas positioning nih dari si Galaxy S25H karena saya ngelihat masih banyak banget yang kurang tepat gitu dan malah ngebandingin dia head to head dengan S25 Ultra. Soalnya emang kedua smartphone ini ultra dan edge ini dibuat tidak untuk saling berkompetisi gitu. Jadi di kondisi sekarang kita bisa lihat bahwa Samsung S series ya itu ada empat, ada yang base model, terus ada yang plus, ada H yang baru, sama ada ultra. Total ada empat. S25H ini sebenarnya hadir kayak yang lihatnya untuk alternatif. Dia emang enggak sampai di level ultra, tapi ada di atas S25 yang base model yang biasa. Jadi posisinya tuh mirip sekali dengan S25 Plus. Inilah kenapa kalau mungkin sempat lihat berita ada isu-isu bahwa katanya seri ini bakal nantinya ngegantiin seri plus. Jadi lineup Samsung series S tuh bakal tetap tiga. Tapi ya itu dia jadi yang base, H, dan Ultra aja. By the way, ini infonya belum official ya, bukan info official dari orang Samsung. Cuma gosip aja. Jadi jangan dianggap serius-serius. Kita lihat aja nanti ke depannya kayak gimana. Tapi poin utamanya itu S25H bukan saingannya S25 Ultra. Jangan diaduin karena beda. Saya akan bilang sekarang nih ya, dengan mengabaikan soal harga kalau yang dicari adalah smartphone Samsung dengan SPC terbaik, terlengkap rajanya, pilihannya cuma satu S25 Ultra. Titik enggak berubah ya. S25H ini dia cuma pilihan aja dan sebuah smartphone yang menurut saya bakal dipilih dibeli atas dasar suka dan kecocokan. Udah itu aja. Nah, sekarang baru saya akan ngebahas si S25H. Salah satu pertanyaan dari Jen soal HP ini tuh enggak lain enggak bukan penamaan H ya. Samsung H dulunya ini kan kayak penanda SH itu punya lengkungan di pojok layar kayak ada Not Age, ada S6 H itu salah satu yang benar-benar bikin saya suka Samsung. Habis itu ada S7H. Itu semuanya layar lengkung. S25H layar rata semua. Layarnya rata semua. Bisa kita lihat seperti ini. Terus H-nya di mana gitu kan? Mungkin banyak-banyak sih nanya. Well, kalau katanya Samsung H di sini maknanya ada pergeseran. Jadi kayak boundaries atau batasan teknologi. Pernah dengar istilah cutting age teknologi? Nah, mungkin kurang lebih kayak gitulah kalau kata Samsung. Nah, ini dia. Makanya Samsung dikatakan mereka bilang mendorong teknologi mereka mengemas spec-Spc tinggi dalam bentuk S25H yang tipis begini. Kurang lebih begitu. Nah, ngomong-ngomong soal tipis itu emang poin utama banget sih dari S25H. ke sampingkan dulu soal SPEX. Emang jualan utamanya Samsung di sini adalah tipisnya. Udah gitu kalau kita ganti POV ya ini seperti Samsung ngejual Samsung Galaxy ZFlip lah gitu. Di situ yang dijual Samsung bukan specet tapi adalah konsep sebuah smartphone lipat baru dilanjutin atau diiringi sama spek-sepec-nya. Smartphone ini emang bukan produk yang dipilih atas pertimbangan spek doang. Orang-orang yang kepikiran beli handphone ini, hal pertama yang pasti jadi pertimbangan itu tipisnya gitu. Bedanya udah suka baru yang lainnya nyusul. Cara pandangnya, perspektif calon konsumennya itu udah beda banget. Jadi emang enggak bisa dimeningin. Mungkin mirip kayak orang beli kaos atau sepatu yang kadang pilihannya tuh enggak cuma dijustifikasi dari spesifikasi bahan, tapi juga bisa dari merek, bisa dari desain dan segala macam. S25H ini hadir dengan 5,8 mm. Ini adalah sebuah smartphone nonfoldable Samsung yang paling tipis saat ini. Kalau dilihat di video sekarang emang tipis begini kayak oh ya udah tipis gitu. Oke. Cuma pas pegang langsung beda banget feelnya. Saya yang dari sebelum pakai S25 Ultra yang lebih tebal apalagi casingnya pakai castify gitu yang makin bikin tebal. Wah ini kayak wow tipis banget gitu. Surprisingly enak dipegang tipis dan nyaman. Plus handphone-nya itu juga ringan dengan atau tanpa casing. Emang kalau dipakaiin casing bakal berasa sedikit lebih tebal dari AC, tapi tetap lebih tipis kok dibandingkan S25 Ultra yang udah pakai casing. Enak buat dipegang, enak buat dinavigasikan lama-lama. Entah lagi browsing, lagi scrolling timel atau push rank kayak saya main Pokemon TCG yang sekali main enggak pernah. Bentar itu enak banget megangnya. Tipis begini, Samsung juga tidak mengorbankan build quality ya dari mereka frame-nya udah pakai bahan titanium yang kuat. Back cover dengan Gorelal Grass Fictus Plus. Dan di bagian depan itu pakai Gorilla Glass Ceramic 2 ya. Jadi udah kuat semua. Sejauh ini saya belum ada lihat berita HP-nya tuh patah atau bengkok. Jadi harusnya enggak perlu dikhawatirkan ya sesuatu yang belum terjadi gitu. IP rating juga masih ada, enggak dikecualikan Samsung. IP68, IP68 cukup banget untuk perlindungan mendasar dari air dan debu. Sekarang kamera setup-nya kita bisa lihat dua kamera aja. Lensa utama. Jadi, highlight-nya Samsung di sini karena nilai jualnya ditawarkan adalah Samsung dengan lensa utama 200 megapel resolusi dan sensor yang sama seperti yang mereka gunakan di versi ultra ISO HP2. Jadi, kalau ada yang bilang, "Bang, kan sensornya beda, enggak sama." Eh, dicek aja bisa langsung dibrowsing dicek di Google artikel online luar negeri, dalam negeri isinya sama. ISO HP2. Terus kalau buat Tensa Ultrawide dia tuh kayak S25 dan S25 plus 12 megapel aja. Jadi emang enggak bisa dikatakan spesial. Jadi masih bagus. Tapi memang tidak sampai ke level ultra. Untuk kamera depan resolusinya 12 megapel aja. Tapi ada yang cukup menarik nih, khususnya pas ngerekam video. Jadi Galaxy S25H ini selain bisa ngerekam 4K atau 8K di kamera belakang, dia juga menyediakan mode lock. Locknya ini juga enggak cuma di kamera belakang, tapi bisa dipakai di kamera depannya juga. Ini menurut saya agak ajaib sih, soalnya S25 Ultra aja locknya itu cuma bisa di kamera belakang, kamera depannya enggak bisa lock. Ini tiba-tiba ada model lock di kamera depan ya. Resolusi 4K lock. Mungkin Samsung mikir, "Wah, yang belakang udah lock." Masa depannya enggak bisa. Jadi mungkin takutnya orang ngerekam jomplang gitu, enggak sama kualitasnya disamain. Dan ini menurut saya adalah perubahan yang welcome banget. Mode foto lain semuanya sama seperti versi ultra. Jadi, ya balik lagi saya tidak merasakan ada kehilangan apa-apa kecuali lensa telefoto. Udah itu aja sisanya sih aman. Untuk hasil foto mungkin singkat karena hasilnya si Galaxy S25H ini sama dengan Galaxy S25 Ultra. Saya udah coba ambil foto-foto sampel-sampel ya terang atau lolet pas di sebelahin ya. Ini mirip banget atau bahkan bisa kita bilang identik sama gitu. detailnya, tuningan, warnanya, dynamic range-nya, skin tone-nya konsisten kayak sampel-sampel berikut ini. Kalau untuk lensa ultra white karena sensornya ini beda, hasilnya juga memang berbeda. Namun, apakah beda jauh signifikan? Sebenarnya kalau kita lihat mungkin buat postingan sosial media aja itu enggak signifikan. Ya, bisa langsung lihatlah dari sampel-sampel berikut ini. Oke, sekarang kita cobain untuk perekaman video kedua smartphone Samsung ini. Sama-sama S series yang mantap, S25H, S25 Ultra stabilisasi sambil jalan handeld. Ini kita ke atas untuk dynamic range ada pohon, ada langit, warna daun, shadow-shadow-nya bisa dilihat. Sekarang kita coba pindah lensa ultra white-nya. Nah, ini ultrawide sama-sama beda ya kayaknya sih. Nah, terus kita balikin lagi ke satu. Nah, ini 1 X kita turun. Nah, sekarang ada subjek orangnya. Ini matahari lagi kencang-kencangnya siang-siang lagi trik-triknya warna. Bisa lihat skin ton kalau saya pindah ke sebelah sini. Ini saya enggak ada matahari ya. Warnanya bisa langsung lihat kayak gimana. Kita pindah ke sebelah sini juga bisa. Nah, ini membelakangi pastinya. Oke, gimana sekarang kita juga bisa pindah ke lensa ultra wide untuk dapetin yang lebih lebar. Gimana menurut kalian? Sama enggak sih kedua smartphone ini S25H sama S25 Ultra? Habis ini kita pindah ke kamera depan. Habis itu kita cobain juga di kondisi low lightnya. Nah, ini sekarang buat kamera depan dari kedua smartphone yang sama ya. Nah, itu warnanya kalau ada dynamic range warna daun-daun, warna langit sedikit di bagian belakang. Istilah seperti ini saya putar-putar. Kalau diangkat kayak gini, nah itu langitnya di belakang sebelah situ juga. Nah, birunya langsung bisa dilihat S25H, S25 Ultra kamera depannya kalau di bawah jalan mungkin penasaran stabilisasinya gimana. Nah, kayak gini nih dari kedua smartphone Samsung ini. Oke, amanah menurut kalian silakan dikomen aja bisa kita pindah ke kondisi low light. Oke, kita lanjut sekarang komparasi lagi dari si S25 H dan S25 Ultra di 4K30. Sama-sama di lansa utama aja ya. Karena edge kan tidak ada lensa telefoto, tapi ya cukup menggambarkan. Ini tadi ada satu lampu cahaya di situ ya. Sekarang kita membelakangi stabilisasi. Misalnya di bawa sambil jalan ini handheld dengan satu tangan saja pegangnya. Kita jalan jalan semakin gelap semakin gelap semakin gelap. Pindah ke ultrawet keduanya bisa tapi tidak direkomendasikan. Tetap gelap banget. Yuk, kita balik aja. Kalau satu Edge tidak ada telefoto. Jadi, ya sudah kita coba lagi ke sini. Lebih terang, lebih terang, lebih terang. Nah, ya udah lebih terang karena ada lampu satu di sebelah situ. Menurut kalian gimana untuk reak videonya? Oke atau enggak, silakan dikomentarin aja. Kita habis ini pindah ke kondisi lollet lagi tapi di dalam ruangan. Dan ya, satu sampel juga nih. Dan by the way, satu sampel sebelum saya masuk untuk sampel dalam ruangan ini, saya pengin ngasih tunjuk sedikit untuk S25H dengan S25 Ultra dalam kondisi outdoor ya. Outdoor, low light seperti ini hasilnya. Langsung bisa dilihat perbedaannya. Yang saya lihat beda sih. Menurut K gimana? Beda enggak nih hasilnya antara kedua smartphone ini? Ini sekarang saya ada cahaya, ada lampu jalan. yang cukup terang. Kalau saya pindah ke tempat yang sedikit lebih gelap, ya. Jadi, cahayanya ketutupan daun-daun. Hasilnya seperti ini. Sekarang kita baru ngomongin soal specs dari S25H. Poin ini akan menjadi penting karena banyak sekali specs high-end yang dikemas Samsung di HP setipis ini. Contoh dari layar. Dia udah pakai Dynamic Al 2X LTPO 120 Hz, HDR 10 Plus juga mendukung. Baselnya tipis, simetris, cakep banget. Visualnya juga udah mantap, enggak tidak gok lagi. Pokoknya ini udah layar yang top tier flagship, enggak pakai tapi-tapi. Habis itu dari segi chipset, ini juga udah mantap. Snapdragon 8 Elite 4 Galaxy masih specs terbaik yang dimiliki smartphone Samsung saat ini. RAM gede, storage juga lega dengan opsi hingga 512 gig. Dari segi angka performa, Antutunya kalau kita lihat dicek emang beda sama yang ultra. Di age saya dapat sekitar 2,2-an. Di ultra itu dapat 2,5 jutaan. Akan tetapi saya pindah dari Ultra ke H itu enggak berasa signifikan bedanya. Masih sebuah smartphone yang powerful, sangat nyaman untuk digunakan, smooth, lancar, cepat, enggak masalah untuk makaian lebih intensif pun masih jalan banget. Seperti misalnya saya pakai gaming, masih bisa banget bisa diladanin tanpa masalah. Average FPS-nya juga masih bagus di game-game yang saya mainkan sehari-hari. S25H emang kelihatan bukan handphone ya gaming gitu, tapi kalau saya pengin nyamain pemakaiannya karena lagi ng-review gitu ya saya cobain buat gaming bisa-bisa aja. Habis itu kalau kita ngomongin soal panas ini juga sempat satu hal yang saya apa ya bikin saya penasaran di awal-awal bagaimana Samsung bisa membuat smartphone yang setipis ini dengan chipset sekencang itu bisa menjadi lebih adem. Ternyata setelah pemakaian ya kekhawatiran saya juga tidak terbukti gitu. Karena untuk pemakaian intensif pun ini suhunya tergolong terjaga ya. Enggak yang sampai panas banget ya 40-an mungkin sampai tapi tidak sampai bikin smartphone-nya overheat sampai handphone-nya muncul tulisan overheat enggak bisa dipakai itu enggak ada. Semuanya masih dalam batas yang bisa di-handle sama smartphone-nya. Jadi ya oke-oke aja gitu karena Samsung pun sempat bilang bahwa vaper chamber di sini itu dibuat lebih besar. memang tidak sampai kayak yang versi ultra, tapi tetap lebih besar bahkan dibandingkan dengan Galaxy S25 Plus. Jadi untuk soal suhu enggak masalah. Nah, yang lebih penting dan jadi pertanyaan sama orang-orang itu sebenarnya adalah di baterainya. Kapasitasnya tuh dengan standar 2025 mungkin kelihatan kecil ya, cuma 3.900 mAh. Angka yang bahkan lebih kecil dibandingkan Galaxy S25 basic ya yang layarnya lebih kecil juga. Ini salah satu bagian yang bisa kita bilang dikorbankan Samsung demi mengejar desain tipis. Sesuatu yang sebenarnya atau seharusnya bisa dihindari sama Samsung kalau mereka sudah mau pakai teknologi silikon carbon. Dengan bodisi tipis ini mungkin emang baterainya juga enggak bakalan bisa gede-gede banget tapi 4.500, 4.700 atau mungkin maksimal 5.000 lah itu masih dapat kalau pakai silikon karbon. Jadi semoga Samsung bisa segera beralih gitu ya. ikutlah gitu dengan silekan karbon karena kalau kejadian itu bakal bikin menarik banget ya. Enggak cuma smartphone yang tipis tapi yang lain. Tapi ya utamanya untuk smartphone setipis begini dengan baterai yang mungkin bisa lebih besar itu pastinya bakal menjadi daya tarik tersendiri. Itu bakal oke banget ke depannya. Oke, sekarang kita langsung aja ngomongin gimana sih daya tahan pemakaiannya dari si Samsung ini yang katanya dibuat lebih optimize ya. Mereka bikin lebih optimize katanya jadi bisa lebih awet ternyata. Saya bisa bilang bahwa ini tidak seperti bayangan saya. Saya enggak nyangka akan ngomong seperti ini karena ekspektasi saya sebenarnya udah rendah ya. Saya sudah menurunkan ekspektasi tapi ternyata saya bisa bilang not bad. Emang cukuplah untuk pemakaian standar harian ya. Standby bisalah di atas 12 jam dari berangkat kerja sampai pulang lagi itu masih dapat dengan syarat pemakaiannya tidak intensif. Ini pun saya cobain dengan koneksi full celluler 4G tanpa koneksi Wii sama sekali. Ini ya mungkin angkanya enggak yang tinggi-tinggi banget, tapi tidak seperti yang saya bayangkan. Saya bayanginnya tuh bahkan lebih pendek dari itu, tapi ternyata bisa dapat koneksi full seluler dan itu pun saya ada sempat pakai main game. Nah, kalau saya pakai dengan koneksi yang mic saya campur dengan Wi-Fi, ternyata saya bisa dapetin angka yang lebih tinggi ya di atas 6 jam screen on time dengan standby pemakaian 16,5 jam. Lagi-lagi mungkin angkanya sebagian orang ngelihat ya biasa aja. Tapi itu dia di luar ekspektasi saya gitu. Bahkan ternyata lebih baik padahal untuk sebuah smartphone yang baterainya bisa kita bilang enggak gede gitu. Apalagi ya balik lagi kita lihat di sini nih dari pemakaian saya itu enggak saya irit-irit ya. Ada pakai main game, ada pakai kamera, ada Zoom meeting ya segala macam. YouTube, TikTok semua jalan dan hasilnya segitu. Jadi not bad. Saya juga coba breakdown lebih lanjut mungkin buat yang penasaran gitu angka-angkanya. Mulai dari yang ringan saya cobain di sini pakai scrolling Instagram reels atau TikTok scrolling-srolling gitu dengan Wii itu sejam 12% sedangkan pakai seluler 16%. Jadi seluler memang sedikit lebih memakan baterai. Kemudian buat Netflix, dia kan resolusi full HD, tapi HDR saya beratasa fullin 1 jam itu 5% dengan Wii. YouTube 4K HDR bright 50% itu 8% dengan sejam. Zoom video call dengan 4G 15 menit itu butuh sekitar 7 sampai 8% ya, maksimal 10% waktu saya coba. My Mobile Legends itu 14% dalam waktu 1 jam. Kemudian kalau untuk game dengan grafis yang lebih intensif ini sebenarnya gak rekomen balik lagi ya untuk versi begini tapi saya cobain aja. Saya grinding di Zen Zone Zero. Sejamnya itu 26%. Ini turunannya lumayan banyak tapi balik lagi emang ya itu satu skenario yang cukup intensif untuk baterai sekecil ini. Satu lagi buat yang penasaran untuk ngerekam video saya cobain juga ini saya rekam outdoor 4K 30 fps format standar dan hasilnya ngerekam 30 menit itu butuh sekitar 21%. Habis soal daya tahan baterai dari segi pemakaian. Sekarang kita lanjut ke soal ngecas. Jadi si S25H ini masih dengan 25 watt aja. belum ikut tren 45 watt kayak Samsung ya 2025 ini kan udah bola banyak yang pakai 45 watt. Hasilnya oke juga sih karena dengan kapasitas yang lebih kecil enggak butuh terlalu lama ya. 15 menit itu dia bisa ngecas dari 1 ke 32%. 1/2 jam dia sampai di 60% 1 jamnya di 98%. Kalau saya lihat di history datanya itu dari 70% ke atas dia memang dia sudah mulai melambat. Jadi 70 ke 80% itu dia butuh 8 menit. 80 ke 90 dia butuh 10 menit. Begitu pula dengan 90 ke 100%. Jadi kalau dari percobaan singkat saya ngomongin soal baterai ya, sekitar semingguan pakai S25 ini sebenarnya masih cocok untuk mereka yang pakai HP-nya tidak intensif. HP-nya buat chatting ya, buat sosial media, foto-foto, video pas lagi nongkrong ya, browsing-browsing masih bisa banget ya. Masih oke kok kalau pemakaian tidak intensif. Intinya tidak seperti yang saya bayangkan di awal gitu. lebih baiklah. Tapi tetap kalau buat power user pakainya lebih intensif seperti saya setiap hari enggak bisa gitu enggak mainin game di HP ya itu sebenarnya bakal berasa kurang cocok. Mau yang lebih tahan lama, mau kapasitas lebih besar jawaban cuma satu ya pakai S25 Ultra gitu. Oke sekarang kita lanjut deh sekarang ke soal software. Ini juga penting juga tapi mungkin tidak terlalu panjang karena udah bagus, udah mantap, tidak dikurangi sama sekali oleh Samsung. Update panjang hingga 7 tahun aman ya. fitur Galaxy AI lengkap terupdate seperti S25 series lainnya. Now brief, now bar yang jadi ciri khasnya OneUI7 itu ada semua. Terus untuk fitur A terbaru, let's say kayak audio Eraser juga bisa digunakan dengan baik di sini. Jadi overall experience software yang dikasih sama Samsung udah flagship banget di sini. Dan buat saya yang Switch dari Ultra enggak berasa kehilangan apa-apa. Oke, jadi setelah semingguan dengan Galaxy S25H sebagai seorang yang mencoba pindah ya nyobainnya pindah dari S25 Ultra ke betul memang ada perbedaan utamanya di soal baterai ya. S25H memang dioptimiz sama Samsung bahkan lebih awet dari yang saya perkirakan. Habis itu dari segi performa ya S25H saya juga enggak bilang jelek, tetap kencang Snapdragon 8 Elite gitu ya. Suhu juga relatif aman ya, lebih bagus dari perkiraan saya. Jadi saya yakin mayoritas orang yang memilih Sent 5H ini harusnya bakal happy-happy aja dengan pemakaian karena smooth, lancar, enak-enak aja. Mau main game pun juga bisa tetap tapi emang bukan peruntukannya. Balik lagi enggak ada satuun orang. Saya yakin gua pengin beli S25H karena buat main game enggak bakal jadi prioritas. Tapi ya kalau mau dipakai bisa. Terus buat software singkatnya mantap ya. Enggak ditinggal sama Samsung. Kamera juga sudah selevel ultra paling tidak untuk lensa utamanya. Kalau enggak pernah ngerasa perlu punya lensa tel smartphone, sebenarnya enggak berasa ada yang missing di sini. Enggak ada yang hilang. Tapi kalau buat saya telefoto periscope itu penting ya. Bisa buat foto-foto harian, buat traveling, atau buat konser pastinya ya yang jauh-jauh itu menurut saya tetap kepakai banget yang membedakan. Makanya Ultra tuh buat saya lebih cocok. Balik lagi tapi ini kan buat pemakaian saya cocok-cocokan gitu. Jadi bukan cuma pertimbangan specs, tapi juga bagaimana fungsinya, cocok sama keseharian saya. S25H ini smartphone tetap punya pangsa pasaran sendiri. harga yang dipasang juga menurut saya udah enggak ngaruh sih buat keputusan target market mereka untuk ngebeli smartphone ini. Soal simpel buat mereka yang udah kepikiran beli HP ya udah nyediain atau mungkin mereka punya budget lebih di atas 15 bahkan Rp2 juta. umumnya udah enggak masuk kan kategori menang mending dan keputusan mereka beli itu udah enggak cuma dikisaran soal specs doang udah suka ada duitnya mereka beli gitu dirasa mahal kita balik lagi ke kata-kata sakti mungkin kita bukan target market deh jadi ke depannya bakal lanjut atau enggak tentu kita bakal lihat dari pertimbangan Samsung dari perjualan mereka segala macam kalau misalnya kita melihat sederhananya nih ya ke depannya misalnya nih seri gagal 2 tahun 3 tahun ke depan pasti ini bakal hilang ya tapi kalau Kalau masih ada berarti aman. Berarti ada yang beli. Kalau prediksi saya sih seri tipis begini bakalan aman-aman aja. Dia punya masa depan yang cerah apalagi Samsung dengan segala macam optimiz ya. Dengan syarat satu sih satu poin krusial aja yang menurut saya bisa di-upgrade Samsung. Cukup baterainya aja. Kalau mereka bisa pasang kapasitas yang lebih besar, pasang silikon karbon di sini saya yakin akan lebih banyak orang yang memilih smartphone ini. Ini oke banget. cuman baterainya aja yang mungkin tidak cocok untuk banyak orang itu aja. Jadi, ya kalau dibilang jelek SH enggak. Ini smartphone yang bagus. Cuma memang cocok-cocokan dengan ya kita penginnya selernya kayak gimana, kebutuhan seperti apa. Kalau emang cocok, silakan dibeli. Ya, kurang lebih itu dia videonya buat si review Galaxy S25H setelah semingguan pakai. Semoga bisa memberi pencerahan bagi yang mungkin masih bingung ya, suka compare-kompare, mendeng-mending ya. Semoga bisa cukup menjelaskan. Makasih banyak non sampai habis. Putra Z pamit. Sampai ketemu lagi di video berikutnya dan seperti biasa have a nice day.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

HP Android 32 Juta...
Oleh GadgetIn
15m 11s

Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...

Brand Terkait

Samsung Galaxy S25

Samsung Galaxy S25 merupakan smartphone flagship Samsung yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman premium dalam bodi yang ringkas dan nyaman digunakan sehari-hari. Sebagai model standar dari lini Galaxy S25 Series, perangkat ini ditujukan bagi pengguna Indonesia yang menginginkan performa tinggi, kamera canggih, serta fitur AI terbaru tanpa harus menggunakan ponsel berukuran...

Samsung

Samsung menghadirkan smartphone Galaxy, tablet, wearable, TV, dan perangkat rumah tangga dalam satu ekosistem terintegrasi. Samsung dikenal dengan teknologi layar terbaik, performa tinggi, dan inovasi global untuk kebutuhan modern.

Samsung Galaxy S25+

Samsung Galaxy S25+ merupakan varian flagship yang dirancang untuk pengguna Indonesia yang menginginkan layar lebih besar, performa kelas atas, serta daya tahan baterai lebih lama dibanding model standar. Posisi Galaxy S25+ berada di tengah lini Galaxy S25 Series, menawarkan keseimbangan ideal antara ukuran layar, kekuatan performa, dan fitur premium tanpa...

Samsung Galaxy S25 Edge

Samsung Galaxy S25 Edge merupakan salah satu seri premium dalam lini Galaxy S25 yang resmi diperkenalkan oleh Samsung. Perangkat ini menonjolkan form factor slimmest dan ringan di antara seri Galaxy S25, namun tetap membawa banyak fitur kelas atas yang identik dengan flagship modern. Spesifikasi dan desainnya dirancang untuk pengguna Indonesia...