Review Xiaomi 17T Pro Setelah 3 Bulan Rilis (YouTube Video)
[musik] Halo, apa kabar semua? Bagon di Project Review. Dan setelah kemarin kita ngebahas brand sebelah ya sebagai HP baru. Nah, di video [mendengus] kali ini saya pengin ngebahas satu handphone yang sudah rilis beberapa bulan yang lalu tapi tetap menarik karena dia punya banyak fitur-fitur bagus dan harga yang juga cukup kompetitif di kelasnya. Ini dia Xiaomi 17T Pro ya. Ini smartphone Xiaomi seri T paling mahal yang pernah mereka rilis di Indonesia. Jadi, di tengah gempuran kenaikan harga komponen yang makin menggila di tahun ini, Xiaomi yang dulu sering jadi penyelamat dengan handphone harga menarik spek super itu udah enggak bisa juga nahan harga dan harus ikut tren untuk menaikkan harga supaya bisnis mereka bisa tetap jalan. Nah, buat sedikit flashback aja di 2024 Xiaomi 14T Pro itu yang versi 512 gig harganya masih 899 waktu pertama kali rilis ya. Jadi harga retailnya. Tahun 2025 Xiaomi 15 T Pro yang 512 itu juga masih 999 ya. R juta kurang dikit pas baru rilis. Nah, sekarang retail awal jualnya aja untuk Xiaomi 17T Pro ini itu adalah 1299 13 juta untuk versi 512 gig. Tapi itu retail-nya ya. Nah, untuk unit yang saya cobain sekarang ini saya dapetin di studio ponsel dan uniknya sudah layan nih turunnya. Jadi apakah jadi berasa lebih worthed untuk beli HP yang satu ini? Sebenar ya tiap orang pasti punya standarnya sendiri ya. Tapi salah satu yang hampir selalu penting itu adalah kameranya. Di bagian ini Xiaomi 17T Pro tentu menarik banget colabnya mereka dengan Laika ya. Udah gitu pakai setup triple kamera yang komplit dengan spesifikasi yang bagus. Hasilnya jadi kamera yang sangat bisa diandelin untuk foto-foto. Nilai jual tone ala Laika dengan Leica utentiknya emang masih sulit dicari pembanding kayak berkarakter. Dan buat para penyuka foto yang enggak harus selalu fotonya tuh punya warna yang genjreng atau detail yang super tajam, pasti bakal suka. Kalau mau ganti pun tetap ada opsi fibr yang lebih umum dan mungkin lebih diterima oleh kebanyakan orang. Jadi emang tinggal kita sesuaikan aja sama selera masing-masing. Sebenarnya kalau secara hasil ini udah setara lah untuk flagship tahun-tahun lalu tentunya detailnya bagus cukup tajam juga untuk foto objek atau orang. Saya suka sih dengan hasil foto-fotonya dengan dynamic range yang enggak terlihat maksa dan kontras yang terlihat pas. Untuk lensa telinnya juga secara hasil masih mencukupi banget dan salah satu yang terbaiklah di kelas HP yang bukan flagship. Jarak optikalnya ada di 5X ya. Mungkin bukan yang paling jauh, tapi tetap bisa menghadirkan kompresi background yang cukup padat. Jadi, kalau pengin dapetin background yang kelihatan lebih gede, lebih dekat, nah ini masih bisa. Mau didorong lebih jauh pun lensa telenya ini masih bisa sebenarnya. Tapi menurut saya paling oke itu mentok di 10X lah. Emang bukannya tajam-tajam banget, tapi masih bagus. Lebih dari itu misal sampai 20x. Nah, ini AI-nya udah mulai main nih lebih kelihatan. Buat sebagian mungkin enggak oke, tapi yang oke-oke aja saya yakin pasti banyak. Hal yang sama juga di kondisi kita pakai lensa ultra wide. Oke sekali dengan kondisi cahaya yang mendukung, detailnya emang bukan yang paling tajam karena resolusinya juga lebih rendah apalagi di kondisi low light. Cukup lihat fotonya secara penuh aja tanpa berharap detail yang macam-macam. Kalau untuk lensa utama dan telefoto, keduanya bisa menghasilkan foto yang bagus di kondisi light selama bukan dalam kondisi yang gelap berlebihan. Satu lagi buat kamera depan di sini emang ya enggak ada leka-lekaan. Jadi, ya udah hasilnya bisa langsung dilihat aja. Sekarang di bagian video kapabilitasnya itu bisa sampai 8K 30 fps, ada opsi 4K sampai 60 fps juga. Yang mungkin lebih ke notice itu adalah soal jater yang masih suka kelihatan pada perekaman. Sesuatu yang kalau menurut saya memang sulit dihilangkan apalagi dalam kondisi low light di kebanyakan handphone yang saya coba. Oke, sekarang kita cobain buat rekam video pakai Xiaomi 7T ProK fps. Seperti yang bisa lihat sekarang hasilnya kalau handheld sambil jangan mundur sedikit pelan-pelan ya. Skin tone e audio suara emang lagi agak serin agak sedikit beda. Tapi kita cobain zoom-nya juga ke bunga-bunga di situ. Nah, ini kan masih 1 X. Kita coba langsung kelima aja kali ya. Ini kelima. Nah, itu detailnya bisa dilihat. daun-daunnya warnanya kita coba 10. 10nya kayak gini ya. Masih ada L detailnya lumayan. Tapi kalau mau kita tambahin lagi ya detailnya. Nah, ini bisa sampai 15 cuman emang sudah berkurang. Nah, langsung kita coba pindah ke 0,6 aja. Nah, ini langsung set jauh. Nah, ini 0,6 kalau ada orangnya. Hasilnya kayak gini. Oke atau enggak silakan dikomen aja. Habis kita pindah kamera depan dan kondisi low light-nya juga. Oke, sekarang ini dia buat kamera depannya dari Xiaomi 7T Pro tempat yang tadi juga. Nah, itu dynamic range-nya di bagian belakang bisa dilihat langitnya emang enggak biru sih, tapi ada biru-birunya sedikit. Bisa dilihat tuh ya. Ada bias-bias birunya lumayan oke. E highlight shadow di pohon-pohon, di daun juga kelihatan. Kalau di bawah sambil jalan hasilnya kayak gini. Stabilisasi, jiter-jiter ya mungkin ada. Tapi ya menurut saya sih masih oke. Menurut kalian gimana? Oke atau enggak? Oh ya. By the way, sama seperti HP-HP kekinian zaman sekarang ya, fitur dual video, dual recording juga L di Xiaomi 17T Pro bisa kalian pakai. Cuman dalam modif seperti ini kita tidak bisa pindah-pindah lensa ya. Jadi pakai lensa 1X doang kita enggak bisa nge-zoom pakai telefotonya atau pindah ke ultrawide enggak bisa. Tapi kalau emang kalian butuh mendokumentasikan sesuatu yang butuh dual recording seperti ini bisa digunain. Oke, kita testing-testing. Ini dia 4K 30 fps dengan Xiaomi 17T Pro. Eh, suara saya masih agak bindeng, jadi mohon maaf. Kita coba untuk di sini kalau ke arah ya calonan komplek bisa lihat kalau mau coba zoom ke arah gedung yang di sana. Nah, ini dia kayak gini nih. Ah, mau dikoreng banget ya. Rasanya juga gelap. [berdehem] Kita balik satu aja. Mungkin kita nge-zoom yang di atas sini aja kali ya. Kan ada kena sumber cahaya. Kita coba zoom. Nah, ini 5X. Kalau terang sih dapat ya. Masih bagus 10 ya berkurang tapi masih oke. Nah, sekarang kita coba pindah kamera depan. Ini dia kamera depannya. Ini kena lampu jalan jadi terang dan hasilnya oke. Tapi kalau saya geser ee menutupi lampu jalan dengan pohon-pohon. Ah, kalau agak gelap dikit. Nah, seperti ini hasilnya. Habis ini kita coba bawa ke indoor kali ya. Ke indoor dalam rumah. Dan ini dia hasilnya kalau indoor di dalam rumah. Ini ada satu lampu lantai samping saya. [berdehem][batuk] Dan hasilnya seperti yang bisa lihat dari Xiaomi 17T Pro. Jadi kalau dalam kondisi yang tidak terlalu gelap yang masih ada cahaya, hasilnya sih oke-oke aja. Menurut kalian gimana? Oke atau enggak? Untuk smartphone bukan flagship tapi harganya lumayan ini silakan komentar aja di bawah. Overall walaupun harga HP ini naik dari tahun lalu, tapi kalau soal kamera, Xiaomi 17T Pro ini menurut saya masih jago. Jadi, ya kalau mau kita compare sama saudaranya Xiaomi 17T ya yang enggak pro yang tahun ini dapat lensa telefoto juga hasilnya. Kita bisa lihat foto-fotonya enggak cuma lensa tele doang, tapi lensa utama dan ultrawide. hasilnya itu berbeda, punya karakter berbeda dari pemprosesannya juga berbeda. Jadi langsung bisa di-compare aja sekarang kalau dibandingin sama Xiaomi 17T. Kita lanjut lagi ke bagian segi spesifikasi dan performanya. Kita mulai dari layar deh. Udah standar yang bagus sebenarnya dengan panel OLED resolusi 1.5K atau refresh rate hingga 144 Hz. Dan segameng spek lainnya yang kalau dilihat diet Xiaomi itu panjang banget. Seperti biasa warna dalam settingan default-nya HP Xiaomi si original Color Pro ini mungkin akan kelihatan kusem bagi sebagian orang. Solusi kita cuma bisa ganti ke vivit aja seperti biasa entah di HP Foco atau Xiaomi ya sama seperti ini. Kualitas visual saya enggak ada problem untuk multimedia. Speakernya juga cukup baik ya untuk pemakaian harian. Buat yang cuma buat nonton dengar musik mungkin enggak akan terlalu masalah. Tapi kalau mau lebih sedikit nit picking, saya dengarnya nih ya yang speaker bagian earpiece ini suaranya kedengaran agak cukup dominan lebih kecil dibandingkan speaker yang ada di bawah ya. Enggak bakal banyak orang yang terlalu peduli sih sebenarnya, cuma buat yang perlu ya itu mungkin satu hal yang perlu saya infoin. Kemudian masih ngomongin soal speks. Nah, di sini juga ada dua upgrade yang menurut saya cukup menarik dibandingkan sama versi Xiaomi T sebelumnya. Pertama adalah di bagian chipset yang sekarang pakai Dem City 9.500. Ini adalah chipset yang kencang fabrikasi 3 nanm. Terus habis itu ada juga peningkatan dari segi baterai yang sudah jadi 7.000 mAh. Kedua upgrade ini menurut saya menyenangkan sekali karena siapa juga yang nolak HP jadi lebih kencang dan baterainya lebih gede. Secara performa kalau dicobain di aplikasi kayak benchmark hasilnya oke banget ya. Indikator angka yang udah nyentuh juta-jutaan kayak gini ya. Jaminan lancarlah sebenarnya untuk dipakai macam-macam. Levelnya kan udah performa flagship gitu. Seb pemakaian saya, HP ini tuh enak karena dia lancar dan mulus sesuai dengan ekspektasi dari speks yang di bawah udah sangat bisa danelin lah harusnya untuk apapun jenis pemakaian yang emang dibutuhkan. Kalau untuk standar yang biasa kita mungkin enggak perlu terlalu pusingin lah ya karena jangan harga HP segini gitu, yang lebih murah pun sekarang sudah pada lancar. Yang lebih bisa bedain sebenarnya adalah untuk aktivitas yang sedikit lebih demendik. Contoh edit video kita pakai CapC di resolusi 4K atau 1080p ternyata bisa perform ya edit dan rendernya cukup cepat. Habis itu untuk gaming, nah ini juga masih bisa pastinya lancar. Tapi berhubung mungkin game saya enggak terlalu banyak, jadi kalau buat yang butuh referensi game lebih lengkap bisa cek di channel teman-teman reviewer lainnya. Nah, di sini saya cobain untuk Mobile Legends setting terbaik yang ada di HP ini. Dia bisa berjalan dengan lancar meskipun tetap dengan karakteristik [tertawa] HP Xiaomi. Jadi, kalau kita enggak pakai Wild Boost, FPS-nya tuh bakal drop di tengah sesi. Dia bisa naik lagi, tapi nanti bakal turun lagi. Pas main sih emang enggak berasa karena masih di atas 60. Jadi ya ini cuman akan terlihat angkanya kalau kita pakai ya untuk monitoring. Tapi kalau misalnya orang yang main biasa mungkin enggak akan notice. Nah, kalau pengin dia tinggi terus kita bisa aktifin Wild Boost di mana ini ya emang kelihatan lebih konsisten cuman memang konsekuensinya HP tuh bakal terasa lebih cepat anget. Satu lagi Xenal Zone Zero. Ini lebih intens beban grafis dan experience-nya ternyata masih nyaman dengan setting medium aja. Kalau lebih dari itu ya kayak high, tidak semulus yang diinginkan dan HP-nya bakal berasa lebih cepat hanget juga. By the way, kalau dibilang anget doang sih sebenarnya enggak cukup ya. Karena kalau dipakai dalam jangka waktu yang berkepanjangan, bahkan di ruang AC sekalipun, ini bisa bikin handphone-nya jadi berasa cepat panas. Suhunya pun lumayan banget. Bisa langsung lihat aja di layar sekarang. Jadi mungkin bakal ada orang yang ngasa keganggu sama hal kayak gini. Kalau menurut kalian gimana? masih oke atau udah kelebihan nih suhunya. Di bagian charging dia naik sampai 100 watt pakai kabel dan charger bawaan. Hanya saja seperti HP yang lain dari Xiaomi juga kalau pengin dapetin kecepatan maksimal dari ngecasnya harus diaktifin dulu di menu setting. Nah, ngomongin soal HP Xiaomi udah di harga segini pasti ada juga yang penasaran gimana iklannya masih ada atau enggak. So far aman banget. Saya belum menemukan iklan yang mengganggu selama pakai HP-nya. buka aplikasi apapun lancar-lancar aja, clean-klean aja dan tidak ada tiba-tiba muncul iklan ya. So, semoga ke depannya ini bisa ditap dijaga sama Xiaomi dan ya semoga enggak ada nanti tiba-tiba software update terus iklannya muncul ya. Semoga tetap clean supaya experience-nya berasa lebih flagship seperti yang udah ada. Kalau menurut saya masih belum jadi interface terbaik ya si Hyper OS cuman dia memang sudah semakin baik dan lebih nyaman dibandingkan sebelumnya. animasi, transisi itu berjalan lebih smooth. Terus untuk update-nya juga udah dikasih jaminan cukup panjang oleh Xiaomi. Paling bloodware-nya ada sih yang masih suka lumayan ya, ada beberapa tapi tetap bisa kita uninstall. Jadi ya udah cukup sampai di situ. Jangan sampai ditambahin iklan lagi ke depannya. Nah, kalau kita lihat perbandingannya sama versi T sebelumnya Xiaomi 15 T Pro. Kalau dari segi spesifikasi emang enggak kelihatan ada sesuatu yang meningkat secara signifikan. sesuatu yang wajar sih sebenarnya. Karena buat kebanyakan orang HP kan bukan barang yang harus diganti setiap tahun. Makanya emang HP ini lebih cocok buat mereka yang sudah lebih lama pakai HP-nya kayak Xiaomi 14T kan udah 2 tahun. Nah, bisa tuh ganti ke sini atau yang lebih lama lagi. Mungkin kalau yang pakai Xiaomi 15T tahun lalu bukan yang Pro bisa juga beralih ke sini karena pengin upgrade yang ke Pro. meskipun kalau menurut saya mungkin bakal agak sulit karena ada opsi Xiaomi 17T yang sekarang juga sudah ada lensa telefotonya. Jadi enggak bisa bilang kalau ini punya lensa telefoto yang satunya enggak ya. Keduanya punya lensa telefoto. Cuma memang secara karakteristik itu berbeda. So, tinggal timbang-timbang aja cocok budgetnya sama yang mana, cocok kebutuhannya sama yang mana. Tinggal dibeli aja. Saya coba taruh linknya untuk di kolom deskripsi. So, itu dia untuk sedikit ngomong-ngomong dari Xiaomi 17T Pro di tahun 2026 ini setelah dia rilis beberapa bulan. Ada yang udah punya? Boleh share pengalamannya di kolom komentar di bawah. Reza pamit. Sampai ketemu lagi di video berikutnya. Seperti biasa have a nice day. [musik]
Video Lainnya
Menelusuri performa kelas atas di kisaran harga sembilan jutaan, ponsel ini menawarkan kamera Leica dan lensa periskop yang memikat. Simak ulasan mendalam Sebulan...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Penasaran apakah Xiaomi 17T Pro benar-benar layak disebut sebagai perangkat flagship dengan harga belasan juta? Kreator akan mengajak penonton membongkar langsung...
Xiaomi 17T Pro hadir sebagai upaya Xiaomi untuk mempertahankan tahta "flagship killer" di tengah pasar tahun 2026 yang kian kompetitif. Kreator mengulas tuntas...
Ingin tahu apakah Xiaomi 17T masih pantas menyandang predikat "HP menang banyak" di tengah tren harga yang makin meroket sepanjang tahun 2026? Kreator mengajak kita...
DHIARCOM mengupas tuntas kehadiran Xiaomi 17T Pro yang mendobrak pasar lewat kombinasi performa kelas wahid dan baterai jumbo 7000 mAh. Penonton akan diajak melihat...
Siapakah rajanya midrange tahun ini? DKID Media mengupas tuntas Xiaomi 17T yang hadir dengan kemampuan zoom optik 5x, baterai jumbo 6.500 mAh, serta desain compact...
Xiaomi kembali menggebrak pasar lewat lini 17T yang membawa lompatan besar pada sektor fotografi mobile. Di tengah fluktuasi harga yang memicu perdebatan, perangkat...
Xiaomi kembali menggebrak pasar smartphone lewat lini terbarunya yang kali ini mencoba mendobrak batasan kelas menengah demi mendekati standar flagship sejati....
Peningkatan spesifikasi pada sektor kamera, baterai, hingga performa komputasi tampaknya menjadi senjata utama Xiaomi dalam meracik lini gawai terbarunya kali ini....













