Samsung Galaxy Tab S11: Bikin Betah! (YouTube Video)
Karena banyak yang penasaran, di tangan gua udah ada Galaxy Tab S11 regular dan setelah pakai wah menarik juga ya. Enggak cuman soal spek, tapi pengalaman multitasking, interaksi sama device Samsung lainnya sampai Galaxy AI yang seru buat dipakai sehari-hari. Tapi dari semua itu, apa aja komand gua? Enggak ada Bluetooth SP-nya ganggu enggak? Yuk kita bahas. Oke, impresi gua sama tablet ini tiga kata. komp, tipis, dan enteng. Masih muat banget buat dimasukin ke tas kecil gua ini. Bahkan tas selempang yang lebih kecil juga masih masuk. Habis itu untuk tipisnya mirip ya kayak S25 Edge, bahkan lebih tipis 0,3 mili dengan berat yang enggak sampai 1/2 kilo. Ditaruh di samping meja kerja gua gini juga enggak makan tempat sih. Apalagi ukuran layarnya pas di 11 inch. Terus garis panjang buat ngecas S Pen di seri sebelumnya udah enggak ada. Sekarang cuma bisa nempel di sisi atas dekat kamera selfie. Kalau di bawah sini masih bisa nempel ya, tapi lemah. Jadi mending jangan. Dan ngomong-ngomong S Pen sekarang doi berpenampilan baru. Sisinya sekarang heksagonal. Jadi benar-benar kayak pensil biasa buat nulis di buku. Cengkeraman jari lebih mantap dan paling penting enggak gampang kabur pas taruh di meja. Tapi sayangnya Bluetooth di Sen-nya ini hilang ya, Guys. Jadi enggak cuma di S25 Ultra, tablet ini pun join to the club no BTBT. Bluetooth maksudnya yang artinya bye by air action sama jepret jarak jauh. Jadi mungkin ini kali ya alasan garis charge s tadi hilang karena enggak ada Bluetooth jadi enggak perlu dicharge lagi. Cuman tenang Samsung enggak tinggal diam nih. Mereka punya fitur baru dan beberapa gester lainnya yang bakal gua jelasin habis ini. BT S Pen ini cuman kompatibel di S11 series aja dan udah include dalam paket penjualan yang isinya cuman ada tabletnya itu sendiri, S Pen, kotak lagi yang diselipin ejector buat micro SD. Terus kertas yang jarang dibaca sama kabel type C ke type C. Selain itu, tablet ini juga punya aksesoris case yang dijual terpisah. Cuma mungkin karena ukurannya lebih kecil di 11 inch di S11 ini jadi enggak ada trackpad-nya ya. Terus enggak ada tempat taruh s pen juga yang sebelumnya diselipin di belakang tuh. Nah, kalau tadi ngomongin bentuk fisik, sekarang kita ke fitur barunya yang enggak kalah menarik. Namanya Quick Tools. Jadi, semacam toolbar mini buat ngatur keperluan tulis atau gambar. Cara pakainya tinggal dekatin ke layar, klik tombol di sini kita bisa pilih jenis pensil, tingkat ketebalan dan transparansi, terus warna juga. Kalau mau lakuin fungsi AI juga ada ya di sini. Dan tools-nya itu bisa dengan fleksibel dipindah-pindahin atau kalau mau disetp taruh pojok juga enggak masalah. Selain itu yang gua suka ya writing gesture-nya sih. Misalnya gua lagi di WhatsApp malas ngetik ya tinggal tulis aja nanti berubah jadi teks. Kalau mau hapus tinggal coret segaris. Kalau mau hapus beberapa huruf juga bisa. Terus coret ke bawah buat kasih spasi atau sebaliknya kalau mau disatuin bisa coret lagi. Selalu messe sih sama gester-jser kayak gini. Keren. Dan ini baru sebagian yang bisa dilakuin di OneUI di tablet ini, Guys. Jadi sebelum kita bahas software dan Galaxy AI yang menurut gua jadi daya tarik utama, mari kenalan bentar sama spesifikasinya. Yang singkat aja untuk layar punya ukuran 11 inch Dynamic AMOLED 2X. dengan Pig Bright-nya sih 1600 nitz yang kualitas layarnya bagus tuh cukup terang warnanya hidup terus hitamnya benar-benar ketat ketat pekat cuman emang kalau kalian suka bawa outdoor refleksi cahayanya bakal berasa sih karena enggak ada anti reflective coating yang mana fitur ini cuman ada di varian ultranya doang habis itu dari sisi performance pakai chipset diamond city 9400 plus yang bulan lalu masih jadi chipset terkuat MediaTek tapi sekarang udah nongol yang baru ya diamond city 900 Untuk skor AnTutunya buat yang kepo dapat nih 2,5 juta untuk AnTuTu versi 11 nih. BT gua belum sempat tes pakai FPS Tools, tapi sejauh ini game berat kayak Gen Sheet Impact jalan lancar dan wajar sih karena area pembuangan panasnya lebih luas ya dibanding HP yang terbatas tuh. Habis itu punya RAM 12 gig dengan storage 256, baterai 8400 mAh dengan charging 45 wat. Buat daya tahan baterainya kemarin sempat pakai seharian dan dapat SOT di hampir 8 jam ya. Dan itu pun masih sisa 15%. Mungkin kalau pakai full sekitar 9 sampai 10 jam kali. Dengan pemakaian paling lama ada YouTube 2 jam. Terus buat Galaxy Store ini waktu bocil kemarin nge-game ya sekitar sejam pakai fitur instant play. Habis itu bocil sama emaknya juga coret-coret di Samsung Notes, Instagram, sempat Gensin juga dan lain sebagainya. Untuk kameranya punya 13 megapel lensa utama yang hasilnya udah cukup lah ya buat foto-foto dokumen atau video buat kasih lihat sesuatu. Lebih ke kamera buat kerja, bukan pamer di IG. Sedangkan selfie-nya punya jarak panjang yang luas banget dengan kualitas video yang udah cukup ya buat video call tapi dengan pencahayaan yang pas ya di mana kalau emang agak redup dia bakal jadi lebih soft gambarnya. Dan terakhir buat spek lainnya teman-teman bisa langsung lihat aja di layar biar cepat karena gua udah enggak sabar pengen bahas bagian serunya software dan Galaxy AI. Eh, tapi sebelumnya walaupun video bahas tablet gini biasanya gak seramai HP, tapi buat kalian yang suka dan pengen lebih seringin, boleh kasih tahu gua dengan like video ini ya. Thank you. Oke, kalau ngomongin tablet bagian yang penting itu bukan cuman spek tapi software yang ada di dalamnya. Misalnya untuk multitasking di OneUI ini sangat fleksibel. Kita bisa speed screen sampai 3 app sekaligus plus ditambah popup window juga. Dan surprisingly, mulus-mulus aja sih, gak berasa nge-lag. Selain itu, kita juga bisa split screen tiga kolom brented gitu loh. Buka IG, TikTok, sama YouTube short. Jadi nge-brand road-nya lebih maksimal nih. Habis itu interaksi dengan sesama device Samsung tentu bakal mulus. Misalnya kalau mau transfer file ada quick share. Terus kalau gua lagi baca artikel di HP pas di luar sampai rumah buka tablet bisa langsung lanjut di halaman yang sama. Simless banget. Sampai kalau lagi video call di tablet gini dan butuh tunjukin sesuatu, enggak perlu angkat-angkat tabletnya muter-muter. Ya, tinggal ke control center terus pilih kamera share. Mana yang warnanya merah-merah itu yang do? Oh, itu dia itu tuh tuh tuh yang ada warna merah. Nah, iya gesture kecil kayak sile beberapa files terus pindahin semuanya ke app lain dengan segampang ini juga patut diapresiasi. terlihat sepele. Tapi hal ini yang bikin pengalaman pakainya terasa lebih mulus dan nyaman. Makanya software itu juga penting. Terus entah kenapa akhir-akhir ini gua malah lebih sering suka pakai Samsung Dex-nya deh. Yang sekarang lebih canggih tuh. Pertama, saat pindah ke mode Dex sekarang lebih cepat ya, enggak perlu tunggu loading lagi. Jadi buat yang enggak tahu, Samsung Dex ini fitur yang kasih kita tampilan kayak di laptop. Kalian bisa lihat nih pas buka app tampilannya jadi kayak window di laptop. Di kanan sini kita bisa minimize window-nya tuh, gedein sampai bikin full screen juga. Jestur-nya juga tentu enggak ketinggalan. Misalnya kita bisa drag ke samping buat split window atau double tap di bagian atas ini buat gedein layar. Terakhir sama kayak di laptop, di sini juga ada yang namanya workspace. Total ada empat yang bisa kita atur. Misalnya workspace pertama buat kerja. Kalau sebelahnya itu workspace buat menundah pekerjaan alias hiburan. Sama bisa juga buat berkreasi. Nah, ini enggak kalah seru Galaxy AI. Jadi, enggak cuman di HP, tapi tablet juga. Cuma enggak usah gua jelasin lebih lanjut lah, ya. Paling yang beda karena ada S Pen saat kita select objek ataupun pindahin bakal lebih presisi ya dibanding pakai jari. Habis itu sketch to image yang jujur gua hampir enggak pernah pakai. Tapi bocil doyan banget dah. Soalnya tiap kali coret-coret hasilnya langsung bikin dia ngerasa udah kayak seniman profesional. Padahal cuman lingkaran sama garis doang sih. Nah, buat gua sendiri yang otaknya baru bekerja tengah malam dan butuh teman ngobrol, fitur Gemini Live plus screen sharing cukup membantu. Misalnya kalau kalian lagi browsing-browsing berita terus tanpa butuh baca isinya bisa langsung tanya ke Gemini aja. Ini kalau dari artikel EI Times Asia yang gua smartphone shipment. Kalau kamu lihat ini Samsung pertumbuhannya di ranking ke berapa? Dari artikel yang saya baca, Samsung berada di peringkat pertama dengan pangsa pasar sebesar 20% diikuti oleh Apple dengan 16% dan Xiaomi dengan 14%. E lain juga tetap ada ya kayak circle to search interpreter buat ngobrol lintas bahasa. Halo, Guys. Kalau kalian suka sama video-video kayak gini jangan lupa subscribe ya biar bisa cepat-cepat 1 juta subscriber dan writing assist yang bantu penulisan kayak buat ringkasan, cek grammer, sama gaya penulisan. Oh ya, selama pakai ini gua baru ngeh ya kalau tabletnya gak bergetar sama sekali. Tadinya gua mikir ini nge-bug tapi ternyata emang gak dikasih modul heptik. Pas gua ke menu juga bagian vibration-nya enggak ada ya. Yang biasa menu ini punya tulisan sound and vibration. Selain S11 reguler, Samsung juga keluarin varian ultra yang sekilas aja gua jabarin bedanya ya. Ada di ukuran layar 14,6 inch, segede laptop tipis dan udah punya anti reflection. Terus chipset sama kamera belakang yang ketambahan ultra wide, baterai lebih gede, dan udah Wii 7. Dan kalau secara ukuran pun malah lebih tipis 0,4 mili di 5,1 dengan harga mencapai 23 juta. Yang menurut gua kalau kalian enggak butuh layar sama baterai yang lebih gede, plus mau lebih hemat juga, versi regular ini bakal lebih cocok sih. Dan dia ada dua model. yang Wi-Fi on di seharga Rp15 juta dan satu lagi bisa sellular 5G dip 16,5 juta dengan satu konfigurasi 12 plus 256 gig yang emang harganya tetap di kelas premium ya, cuman kalau lihat kombinasi performance, software matang, ekosistem kuat, dan Galaxy AI, tablet ini salah satu opsi menarik buat yang lagi cari tablet Android premium tuh. Walaupun entire reflection di varian ultranya sih bikin ngiler, apalagi buat yang sering pakai di luar ruangan. Terus buat sebagian orang hilangnya Bluetooth di S Pen sama absennya vibration bisa ganggu. Walaupun buat gua sendiri sebenarnya enggak terlalu ngaruh, tapi selebihnya ini tablet bisa dipakai buat macam-macam. Mau buat produktivitas siap, berkreasi hayo, dan hiburan juga bisa banget. Yeah.
Video Lainnya
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Memulai bisnis laundry sering kali terlihat sebagai ladang uang yang mudah dan menjanjikan, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara sebaliknya. Berangkat...
Pasar perangkat audio nirkabel premium bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini Soundcore Liberty 5 Pro Series. Di tengah dominasi merek-merek mapan...
Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Memilih ponsel kelas menengah terbaru sering kali berujung pada dilema antara performa gaming yang buas atau kenyamanan ekosistem perangkat yang matang. Samsung...
Sistem operasi robot hijau kembali membawa lompatan besar lewat kehadiran Android 17 yang kali ini tidak sekadar bersolek di sektor visual. Google tampak sangat...
Langkah berani Samsung dalam merombak lini audio nirkabelnya lewat Galaxy Buds 4 Pro berhasil mencetak standar baru yang belum pernah dicapai generasi sebelumnya....
Bagi kaum mendang-mending yang enggan melirik jenama asal Tiongkok, bursa ponsel pintar sering kali terasa sempit dan penuh kompromi. Namun, episode terbaru Kotek...


















