Sebuah Hape yg Rumit | Xiaomi 17T Pro (YouTube Video)
Ini adalah Xiaomi 17T Pro. Dan setelah 3 bulan rilis, pas video ini dibikin, pertanyaannya, mendingan beli 17T Pro yang varian 5 12 GB atau 15T Pro tapi udah varian 1 TB atau 17T yang base model aja sekalian? Pusing kan? Mending yang mana? Yuk kita bahas. Karena kalau untuk gue jawabannya still masih simpel, 17 Pro aja. Bismillah. Alhamdulillahiabbil alamin. Wassalatu wasalam ala rasulillah barengan sama UBO. Walaupun emang mungkin peningkatan Xiaomi 17T Pro dibandingkan generasi sebelumnya bukan yang jauh secara lip dari chipset, kamera dan segala macamnya. Tetap kalau gua pribadi masih lebih suka Xiaomi 17T Pro. Jawabannya simpel, yaitu baterai. Kita tuh senang banget kalau ngomongin baterai itu hanya dari numbers mamp daya tahan hariannya. Padahal handphone yang satu ini itu udah menyenangkan banget. Bisa loh gua ngedapetin total daya tahan baterai itu 36 jam dengan sisa baterai 41%. Tapi ya benar ini kalau penggunaannya moderat ya enggak terlalu sering-sering banget dan kebanyakan di area streaming tentu ya ini masih aman. Cuman kalau penggunaannya banyak di kamera ya pastilah baterainya akan lebih gampang habis dan balik juga tergantung dengan koneksi lebih banyak di Wii atau di GSM. Kalau dari sisi benchmarking baterai main Call of Duty Mobile menggunakan sinyal GSM itu gua mengalami pengurangan daya 4%. Mobile Legends 15 menit pakai GSM penurunan daya 3%. Untuk nonton YouTube full brightness 100% 30 menit sinyal WiFi dan juga TikTok ini memakan daya hanya 3% aja. Untuk nge-charge-nya sendiri, gua perlu waktu kurang lebih 55 menit untuk ngisi daya dari 4% ke 100% menggunakan charger 100 watt-nya. Agak lumayan makan waktu sebenarnya, tapi masih cepat karena di bawah 1 jam. Dan ingat untuk daya baterainya sendiri udah 7.000 mAh. Jadi emang wajar jika memerlukan waktu nge-charge sedikit lebih lama dibandingkan generasi sebelumnya. Tapi emang gua akan akui nambah daya tahan baterai itu berarti nambah juga bobotnya dan juga nambah tebal dimensinya. sekitar 9 gr untuk bobotnya dan juga 0,3 mili aja ya. Lo yang dengar penambahannya mungkin kayaknya biasa aja. Enggak terlalu istimewa-istimewa banget, enggak tebal-tebal banget, enggak gede-gede atau enggak banyak-banyak banget. Tapi percayalah ini di tangan berasa dan akhirnya emang gua memutuskan kalau e Xiaomi 17T ini emang bukan one handphone dan enggak berhenti di situ. Untuk urusan layarnya juga dia lumayan gede yaitu 6,83 inci. Jadi ya udah tepatlah ini dibilang handphone dua tangan. Tapi kalau kita ngomongin kualitas layar ini secara pewarnaan udah oke menggunakan panel AMOLED juga. Content HDR dilihatnya masih enak. Tapi untuk bagian suara, nah ini harus diakuin ya. Speakernya emang kurang panci di bagian bas. Harapannya untuk handphone-handphone dari China ini peningkatan di bagian speaker yang sampai sekarang ternyata memang ini masih menjadi harapan semata belum kejadian punya panci di bagian bass yang nyaman. Tapi ya kalau pengguna load speaker itu untuk nonton yang penting ada suara gede terus juga main game aja ya enggak masalah cuman ya tadilah harapannya kan suaranya bisa berkualitas enggak cuman modal besar aja. Oh, by the way, buat yang pengen main game menggunakan Xiaomi 17T Pro, ngerti ini bukan handphone yang jatuhnya adalah handphone buat main game, tapi dipakai main game masih nyaman karena performanya tinggi sebenarnya. Catatannya mungkin pengen ganti deh e si anti gores bawaannya karena yang punya gua ini yang gua pegang agak-agak keset ya. Manuver-manuver terutama kalau game-game kayak Call of Duty itu berasa agak-agak gimana gitu. Kalau main MLBB aja masih aman. Tapi kalau game-game yang ada critical-critical movement, nah baiknya ganti antigoresnya. Lanjut ya, kita ngomongin gaming itu dari bagian performanya. Kalau kita ukur frame by frame-nya ini berjalan dengan sangat baik. Dia bisa mentok sampai 120 FPS baik di Call of Duty ataupun juga di MLBB. Dan kalau kita lihat average FPS-nya juga tinggi. Ini di atas 115 FPS. Jadi hitungannya masih bagus. Dan kalau kita lihat grafik permainannya, dia juga bisa dibilang masuk kategori lurus-lurus aja. Ini oke sebenarnya enggak ada masalah untuk di sini. secara benchmark numbers-nya juga udah oke untuk AnTuTu eh untuk Geekbench 6 dan 3D Mark sebenarnya secara total stabilitasnya masih asik sih di 60% ya mengingat ini menggunakan chipset flagship jadi sebenarnya enggak aneh tapi kalau kita coba lihat dari grafik ada penurunan ee yang berasa banget di loop ke-11 dan juga loop ke-16 berarti ini menandakan ada kemungkinan kalau kita pakai push rank agak geter nih kalau udah lebih lama mainnya gitu ya cuman ini masih azas praduga tidak bersalah yang masih harus gua confirm konfirmasi lagi. Cuman untuk saat ini belum bisa gua confirm lewat OJ coba main game ekstensif lebih lama. Kalau kita coba menterjemahkan performa handphone ini ke aplikasi hari-hari kayak cuman swiping, e, sosial media, dan segala macam, ini aman. Bahkan gua cukup kaget gua nyoba beberapa aplikasi gua buka gitu ya, gua buka gaming, terus gua buka sosial media, gua buka messages, kemudian masuk ke Chrome dan gua buka 10 tab di Chrome. Balik lagi ke game, tidak ada refresh yang terjadi di sana. Jadi, dia bisa nahan di background lebih baik dibandingkan dengan Xiaomi 15T sebelumnya. Dan juga yang menarik adalah kalau gua coba untuk mengedit menggunakan aplikasi edits lancar. Enggak ada masalah sama sekali baik di timeline ataupun juga export time. Bahkan export time-nya bisa gua klasifikasikan sebagai cepat. So, have to say optimalisasi dari Diamond City 95.500 500. Terus juga RAM LPDR 5X plus storage UFS 4.1 yang dipakai sama Xiaomi 17T Pro ini bisa dioptimalkan dengan baik lewat si Hyper OS yang baru. Waktunya kita masuk ke bagian kamera. E satu buah fitur yang sangat dibanggakan oleh Xiaomi 17T Pro. Lepas dari hardware-nya yang sebenarnya tidak ada peningkatan luar biasa dibandingkan dengan 15T Pro, gua bisa dibilang eh happy dengan hasil foto yang gua punya. Karena gini, yang pertama ISP-nya berbeda dan yang kedua gua cukup yakin ini ada perubahan lewat update-an firmware atau software yang dipunya. Sampai someamh gua bisa melihat hasil foto Leik autentic yang dipunya oleh Xiaomi 17T Pro ini lebih menarik dibandingkan menggunakan foto Leutentic yang dipakai sama Xiaomi 15T Pro. Hasilnya lebih pleasing. Benar. Secara teori mungkin kalau 15T Pro menggunakan firmware yang sama dengan 17T Pro itu harusnya secara hasil bisa lebih dekat. Tapi tadi gua sempat bilang ada ASP yang bermain di sini. Jadi harusnya pun tetap masih ada perbedaan tipis-tipis gitu ya. Sementara untuk video tentu ya udah ok lah ya. Enggak gua enggak bisa berkomentar terlalu gimana-gimana tentang kamera Xiaomi 17T Pro karena emang udah paham bahwa hasil yang diambil itu bisa menarik tergantung udah benar-benar gimana kita yang ngambilnya aja. Nah, Merefer ke pertanyaan di awal gitu ya. Kalau dibandingin dengan 17T, dibandingin dengan 15T Pro. 17T Pro ini positioningnya gimana? Kalau dibandingin sama 17T gue yakin emang banyak yang tertarik ke sana karena secara harga lebih terjangkau. Sama-sama kamera telennya sudah lima kali. Tapi kita harus ingat untuk main kameranya dan juga chipsetnya masih tidak sepowerful handphone ini. Sementara kalau dibandingin dengan 15T Pro. Nah, ini agak rumit ya, karena secara hardware emang mirip-mirip. Jadi sangat dimengerti kalau kalian memilih yang storage-nya lebih besar yaitu 15T Pro dengan harga yang kurang lebih sama itu storage-nya 1 TB. Tapi pertanyaannya sekarang adalah apakah kalian butuh 1 TB atau kalian lebih butuh satu buah handphone yang bisa di-update lebih lama? Karena 17T Pro kalian beli sekarang update-annya itu lebih lama 1 tahun dibandingkan dengan 15T Pro. Kalau gue pribadi mencukupkan diri dengan 512 terus sikat update-an lebih lama dibandingkan dengan besaran storage yang sampai 1 TB. Tapi kan balik lagi itu preferensi masing-masing. Preferensi gue masih di 17T Pro. Tinggal kalian pilihnya yang mana antara 17T atau 15T Pro. Tulis di kolom komentar kita ngobrol kita diskusi buat sekarang Taufik buuh diri. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Right.
Video Lainnya
Menelusuri performa kelas atas di kisaran harga sembilan jutaan, ponsel ini menawarkan kamera Leica dan lensa periskop yang memikat. Simak ulasan mendalam Sebulan...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Penasaran apakah Xiaomi 17T Pro benar-benar layak disebut sebagai perangkat flagship dengan harga belasan juta? Kreator akan mengajak penonton membongkar langsung...
Xiaomi 17T Pro hadir sebagai upaya Xiaomi untuk mempertahankan tahta "flagship killer" di tengah pasar tahun 2026 yang kian kompetitif. Kreator mengulas tuntas...
Ingin tahu apakah Xiaomi 17T masih pantas menyandang predikat "HP menang banyak" di tengah tren harga yang makin meroket sepanjang tahun 2026? Kreator mengajak kita...
DHIARCOM mengupas tuntas kehadiran Xiaomi 17T Pro yang mendobrak pasar lewat kombinasi performa kelas wahid dan baterai jumbo 7000 mAh. Penonton akan diajak melihat...
Siapakah rajanya midrange tahun ini? DKID Media mengupas tuntas Xiaomi 17T yang hadir dengan kemampuan zoom optik 5x, baterai jumbo 6.500 mAh, serta desain compact...
Xiaomi kembali menggebrak pasar lewat lini 17T yang membawa lompatan besar pada sektor fotografi mobile. Di tengah fluktuasi harga yang memicu perdebatan, perangkat...
Xiaomi kembali menggebrak pasar smartphone lewat lini terbarunya yang kali ini mencoba mendobrak batasan kelas menengah demi mendekati standar flagship sejati....
Peningkatan spesifikasi pada sektor kamera, baterai, hingga performa komputasi tampaknya menjadi senjata utama Xiaomi dalam meracik lini gawai terbarunya kali ini....












