SIAP BIKIN SAMSUNG KETAR-KETIR | Review vivo X Fold5 Indonesia (YouTube Video)
Kalau dua belum cukup, tambah satu lagi nih dari Vivo. [Musik] Bismillah. Alhamdulillah kita ketemu lagi bareng gua Romi. Ini adalah Vivo Xol 5 yang mana kehadirannya mengganjilkan jumlah HP layar lipat tipis resmi di Indonesia. Jadi ada tiga. Yang pertama kemarin kan Oppo, terus Samsung. Nah, sekarang Vivo. Tapi walaupun ya paling belakangan nongolnya, tetap enggak boleh dikip karena yang ini harganya katanya paling miring. Kalau soal tipis-tipisan secara angka kayaknya udah kurang relevan diadu karena bedanya itu cuma 0, sekian mm. Intinya tipis banget di angka 4,3 mm buat varian warna grey dan 4,55 mm untuk varian yang feather white. Lucu ya, beda warna bisa, beda size dan beda bobot gitu. FY biar tetap berasa tipis. Vivo ngasih casing gratisan yang cuma belakangnya doang. Sekarang trennya memang kayak gini ya, semua ya enggak ada casing depannya, belakangnya aja. Materialnya premium terus juga feel-nya enak, lembut di tangan. Overall grand design-nya ini masih turunan dari Xolt 3 terdahulu, tapi sekarang lebih kuat. Udah ngantongin rating IPX8, IPX9, dan IP5X. Tahan semprotan waterjet dan tahan debu juga. Terus engselnya udah lolos tes buka tutup sampai 1000 kali di dalam air. F buka tutup angselnya ini terasa cukup lues ya. Dia bisa bertahan dengan cukup firm sampai angle kurang lebih 45 derajat. Dan ini bakal kepakai buat fitur flex mode. Tapi kita bahas fitur ini nanti belakangan. Nah, untuk cris pastinya masih ada, tapi hitungannya udah aman, seless enggak ngeganggu. Btw di XF 5 fingerprint-nya sekarang ada di tombol power bukan di layar lagi. Di kanan ada tombol shortcut bisa di-custom. Cara pakainya ada dua, bisa di-dble tap atau ditekan lama. Fungsinya bisa kita pilih buat apps yang sering kita pakai. Untuk slot kartu SIM bisa dual, tapi dia enggak punya slot untuk micro SD. Nah, sekarang kita bahas flex mode ya. Kita bisa pakai tiga cara. Pertama, mode kayak laptop pakai layar dalamnya. Kedua, mode tenda pakai layar luarnya. Ini asik buat nonton. Taruh di atas meja sambil ngemil. Ketiga, layar kebuka kayak gini buat nonton sambil dipegang atau bisa taruh di atas meja juga. Mantap. Yang juga perlu diapresiasi adalah mode multitasking-nya. Yang paling basic kita bisa buka dua apps secara split screen dan beberapa apps lagi dengan tampilan pop up Windows. Jos enggak tuh? Kalau mau langsung buka app secara pop up juga bisa. E kita swipe sidebar dari sisi kanan. Terus pilih deh aplikasi yang mau dibuka. Ini kita juga bisa buka banyak apps sekaligus. Ibaratnya ini kayak lagi pakai PC atau laptop. Dan satu lagi yang beda dari yang lain adalah origin workbench. Buka apps apapun tap garis kecil di sisi atas pilih launch workbench atau swipe up dari pojok kanan bawah. Tampilan bakal langsung berubah jadi satu apps dengan size window yang besar. Dan ada empat apps lain dengan window kecil di sebelah kiri. Dan kita bisa switch antar aplikasi dengan super cepat dan seless. Ini jadi cara bermultitasking yang baru dan juga menyenangkan di sebuah HP layar lipat. Di luar kemampuan multitasking-nya barusan, mungkin yang juga perlu di-highlight adalah AI-nya, khususnya AI yang ada di foto editor karena dikasih cukup banyak. Yang baru ada AI image Expander. Misal kita e nge-resize foto area yang kosong itu bisa diisi otomatis by AI. Terus ada AI magic move. Tinggal tap subject foto bakal ke seleksi otomatis. Terus bisa kita ubah posisi dan ukurannya. Fitur AI foto editor lain yang juga enggak kalah menarik ada AI reflection Eest, AI foto enhance, dan AI Eras 3.0. Bukan cuma sekedar ada, tapi ini benar-benar kepakai karena hasil editingnya ini rapi banget. In terms of spec, nah ini salah satu yang bikin harga Vivo X 5 lebih miring dari kompetitor. Dia pakai chipset Qualcom Snapdragon Gen 3 yang jadi otaknya. Jadi, gua gak tahu persis apa alasannya, tapi secara performa harusnya ini gak akan jadi deal breaker juga sih. Karena skor benchmark-nya ya kita tahu ini tinggi juga, masih bisa compete dengan Aden Elite. Opsi kapasitasnya yang dibawa ke Indonesia itu cuma ada satu aja ya, RAM 16 gig LPDD R5X ultra dan storage 512 gig UFS 4.1. Dan baterainya enggak tanggung-tanggung ya, dikasih 6000 mAh blue bater support flash charge 80 wat bikin si X ini jadi HP foldable resmi dengan baterai yang paling gede. Dulu di Xolter 3 aja dengan baterai 5700 mAh udah irit banget. Nah, ini naik ke 6000 mAh. Gua juga udah tes ya konsumsi baterainya buat main game berat sejam dan juga buat streaming. Teman-teman bisa lihat sendiri main game atau streaming itu sama enaknya mau di layar luar ataupun dalam ya. No complain sama sekali secara spek layarnya ini sama-sama jos, sama-sama terasa lega luar dalam. Yang luar 6,53 inci, yang dalam 8,03 inci. Sama-sama LTPO AMOLED 120 Hz. Resolusi sama-sama tinggi, brightness sama-sama 4500 unit. Support HDR10 Plus. dan Dolby Atmos juga. So, kita langsung lompat ke kamera aja ya. HP-HP barunya Vivo, jangankan yang flagship X series, yang midrange aja setup-nya cakep kayak V60 kemarin kan di Xolt 5 juga begitu kita dikasih triple 50 MP di belakang dan dual 20 MP buat kamera depan dan juga kamera dalamnya. Kebetulan HP ini kemarin dibawa Fahmi ke China, dia sempat foto-foto di sana. Hasil fotonya ini cukup menonjol ya. Cara main kameranya dia pakai sensor Sony IMX 921. Dan seperti biasa untuk vokaleng di HP Vivo ini banyak ya dikasih opsinya. Jadi motret mulai dari lensa ultra wide sampai ke white sampai ke zoom itu kita bisa dapat kualitas yang enggak jomplang. Dan seperti biasa juga yang paling nonjol di sini adalah mode potret dan telennya. di portret. Selain tetap ada mode-mode khas lensa Zeis juga ada yang baru. Kita bisa tap mode AI for seasons portrate. Ada empat opsi musim yang bisa kita pilih. Nah, ini bisa bikin foto jadi lebih dramatis. Foto di dekat rumah aja ini bisa dikira lagi jalan-jalan di luar negeri. Dan untuk motor telennya ketika nyentuh 20 kali zoom atau lebih bakal aktif AI-nya buat simulasiin gambar biar kelihatan lebih tajam dan jelas. Terutama kalau ada teks atau tulisan. Buat yang hobi nonton konser bisa pakai mode stage. Ini optimal buat jarak antara 10 sampai 20 m. Hasilnya mantap. Semua lensa belakangnya ini sama-sama bisa dipakai rekam video up to 4K 60 FPS yang hasilnya smooth dan stable. Bisa pindah-pindah lensa on the fly pas ngerekam dengan transisi perpindahan lensa yang lebih smooth dibanding kebanyakan HP Android biasanya. Terus bisa subject tracking juga kepakai kalau lagi ngerekam anak-anak ataupun scene olahraga yang gerakannya cepat. Cuma sayangnya untuk kamera depan ataupun kamera dalam perekaman videonya ini mentok cuma full HD 30 fps aja. Jujur gua gak habis fikri ya kenapa mentoknya cuma segini. Jadi kalau mau nge-vlog enakan pakai rear HD selfie alias buka layarnya terus pakai kamera utamanya. Oke, jadi satu hal yang paling keren dari Vivo X5 adalah dia bisa merekam video dalam format yang menggunakan kamera belakangnya dengan bantuan cover screen sebagai preview-nya. Jadi ngerekamnya itu bisa pakai kamera belakang dan ketiga lensanya dia bisa ya. Nih gua pindah ke satu kali. Nah, ini satu kalinya tadi 0,6 ultra wide-nya. Ini perawannya tuh jadi enak dan lebih bagus juga dan bisa 4K 4K 60 FPS juga. Ini gua lagi ada di kota Sunzen untuk ngetes daripada kamera Vivo X5. So, dengan nongolnya si Vivo X45 ini pastinya bikin yang mau beli HP foldable tahun ini makin nambah bingung karena HP ini tipis bangetnya iya, kuatnya iya, spek juga gahar, baterai paling awet multitasking enak nyaman kamera juga banyak fitur AI-nya dan satu lagi ya ini kan harganya yang paling terjangkau Ah.







