Jungkat

Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu? Review "Singkat" Samsung Galaxy S25 Edge (YouTube Video)

  • 18/06/2025

Ini smartphone yang memicu pro kontra. Samsung Galaxy S25. Super tipis, 5,8 mm, super ringan, 163 gr aja. Tapi tetap pakai Snapdragon 8 Elite yang kencang tapi enggak punya tele dan baterai cuma 3.900 mAh. Harganya di atas S25 Plus. Banyak orang bahkan kami pun tidak yakin dengan HP ini saat pertama kali spesifikasinya diumumkan. Asumsi awalnya adalah ini HP yang speknya dipangkas, boros, performanya rendah, dan kemahalan. Cuma modal penampilan aja nih ya. Nah, ini yang membuat terjadinya pro kontra antara yang udah beneran pakai versus yang hanya bahas spek atau yang cuma pegang-pegang sebentar aja. Saya dan beberapa reviewer bahkan sempat takut sendiri nih ya saat lihat hasil pengujiannya karena jauh dari perkiraan awal. kami takut dikira terlalu pro ke HP yang satu ini. Itu sebabnya pengujian kali ini akan agak berbeda. Kami akan berusaha menguji asumsi awal kami terhadap Samsung Galaxy S25. Apakah lemot, apakah panas, sebaik apa kameranya, apakah harganya pantas, dan tentunya HP ini buat siapa sebenarnya. Oke, sebelum mulai saya harus ingatin dulu ya, sebelum komentar sebaiknya nonton dulu review ini sepenuhnya dengan tenang. Sebenarnya kan tujuan kami di sini bukan untuk maksa siapapun untuk membeli, tapi lebih kepada memberikan gambaran tentang apa yang bisa kalian dapatkan dari teknologi terkini. Semua informasi yang kami bagikan semoga bisa membantu kalian yang mungkin sedang mempertimbangkan pilihan smartphone di kelas harga ini untuk lebih yakin apakah produk ini sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup kalian atau tidak. Ya, selain itu kita juga mempelajari apa yang bisa dicapai dengan teknologi terkini. Apabila ada yang ingin memproduksi sebuah smartphone yang unik seperti ini, jadinya seperti apa? Nah, sebagian besar pengujian ekstra di HP ini hadir karena kalian juga sebenarnya nih ya. Terima kasih nih untuk masukan yang kalian berikan. Oke, langsung aja kita mulai mempelajari smartphone yang satu ini. Samsung memang menyebutkan kalau Samsung Galaxy S25s ini didesain sebagai smartphone premium yang ultra sleek. Ya, ukuran layarnya sama dengan Samsung Galaxy S25 Plus, tapi buat-buatnya lebih mirip dengan Galaxy S25 polos yang layarnya lebih kecil. Ketebalannya bahkan jauh lebih tipis daripada smartphone Samsung manapun saat ini ya. Nah, ini membuatnya jadi smartphone Galaxy Sies yang unik. Nah, sekarang kita akan bahas mulai dari paket penjualannya ya. Tentunya paket penjualan Galaxy S25s ini akan khas Samsung ya untuk paket penjualannya ya. Seperti biasa minimalis. Di sini ada unit smartphone-nya, ada kabel USB C2C, SIM tray ejector, dan ada paket dokumen. Jadi emang enggak ada charger, tidak ada case, dan tidak ada screen protektor di sini. Samalah dengan yang S25 Ultra, S25 Plus, dan lain-lain. Nah, kalau kita bicara soal desain, Galaxy S25s ini memang terlihat agak beda ya dari Galaxy S25 series lainnya, khususnya di area kamera. Smartphone punya kamera bump di sekitar sistem kamera utamanya. Kemungkinan besar ini untuk mengakomodasi ruang ekstra yang dibutuhkan komponen-komponen kamera di smartphone ini. Tapi di luar kamera bum tersebut secara umum desainnya masih terlihat Samsung sekali. Smartphone juga masih pakai desain serba flat seperti ini. Tapi sebentar, kalau kita bicara kamera bum memang agak beda sama teman-temannya ya, sama-sama S25. Tapi perhatikan ya desainnya ya. Perhatikan desain dan bandingkan dengan Samsung Fol 4. Coba buang satu kameranya ya. Jadinya seperti kamera S25 kan. Iya iya iya seperti diambil dari situ ya. Oke. Nah untuk frame ini pakai metal tepatnya dia pakai titanium ya. Saya ulang pakai titanium karena titanium terkenal sebagai logam yang sangat keras dan kaku. Ini bahan yang serupain dipakai di seri S Ultra tapi ini bukan bahan yang digunakan di S25 dan S25 Plus ya. Beda. Nah kalau nanya stipis itu mudah dipatahkan dong. Nah ternyata Jerry Rick Everything juga sudah gagal mematahkan yang satu ini. Jadi dia tidak mudah bengkok apalagi patah. Oke, kalau kita lanjut ke si belakang ini pakai Gorilla Glass Victus 2. Jadi secara umum smartphone ini feel-nya memang premium. Untuk opsi warna yang kita pakai ini adalah yang titanium silver. Ada juga yang lain ya, ada titanium blue, ada titanium jet black juga. Untuk dimensinya tinggi 158,2 mm, lebar 75,6 mm, dan ketebalan di 5,8 mm. Sementara bawah buatnya adalah 163 gr. Jadi ini memang smartphone yang tipis dan ringan. Bahkan bisa dikatakan sangat ringan terutama kalau lihat layarnya yang terbilang cukup besar. Sementara untuk rating ketahanan ada IP68. Jadi dia kedap debu dan tahan kecemplung dalam air. Sekali lagi ini hanya untuk jaga-jaga, bukan untuk disengajakan dibawa berenang atau snorkeling dalam laut gitu ya atau main-main di air. Bukan. Ini hanya untuk jaga-jaga kalauk-kalau kecemplung enggak sengaja gitu kehujanan gitu misalnya, ketumpahan air misalnya ya. Oke, lanjut. Di sisi kanan di sini ada tombol power dan tombol volume up and down. Di atas ada mikrofon dan ada speaker. Kiri ini kosong. Lalu di bawah ada SIM tray. Ini isinya untuk dua nano SIMnya. Lalu ada mikrofon, USBC, dan speaker. Nah, kalau soal kualitas suaranya ini masih khas Samsung class premium. Rapi, dengan detail yang terjaga. Separasi suara juga bagus di sini ya. Volume suara mungkin bukan yang benar-benar lantang, tapi sudah sangat mencukupi untuk penggunaan pribadi. Nah, meskipun sudah terhitung baik, tapi kami merasa bahwa sisi bass-nya tidak akan sedalam S22 Ultra, S23 Ultra, S24 Ultra, dan S25 Ultra. Wajar ya, karena bodinya emang lebih tipis jauh. Nah, beralih ke sisi depan. Ini adalah layar 6,7 inci Dynamic AMOLED 2X. Resolusinya 3120 * 1440 piksel atau WQ HD Plus. Tapi tentunya ada opsi juga di sini untuk menurunkan resolusi ke Full HD plus. Lagi-lagi ini adalah fitur yang sama dengan seri S Ultra ya. Tidak ada di S25 dan S25 Plus. Untuk refresh setet dia up to 120 Hz dan ini adaptif ya. Jadi bisa turun sampai 10 Hz saat tidak ada aktivitas di layar. Jadi ini bukan yang cuma bisa sampai 60 gitu ya atau cuma 60 dan 120 bukan. Untuk bedindung layarnya pakai Gorilla Glassamic 2. Ini menjadikan kekerasan yang ekstra. Seharusnya ini lebih baik daripada S25 dan S25 Plus. Tapi pantulan cahayanya belum bisa diram seperti S24 Ultra dan S25 Ultra. Nah, untuk brightness untuk penggunaan dalam ruangan dia bisa mencapai 450 nit dalam kondisi standar. Dan saat opsi ekstra berat kami aktifkan, gratis indoornya aja bisa mencapai 770 nits. Sementara untuk simulasi penggunaan di luar ruangan, dia bisa mencapai 1300 nits. Ini pengukuran seluruh layar, bukan satu titik doang ya. Jadi bukan pak satu titik doang. Oke, untuk color gambut seperti biasa ada opsi natural dan vivfit dengan slider pengaturan vfitness untuk opsi vivfit. Saat kami coba di mode natural ini menawarkan gamut coverage sekitar 98,2% SRGB dengan gambut volume di 107,1% SRGB. Jadi kalau mau ngedit warna di foto atau video sebaiknya pakai mode yang satu ini. Sementara untuk mode Vivfit kita coba kondisi vivitnya standar alias paling rendah. Gambat covers ada di 83,7% di CP3 dengan gambut volume di 85,2% di CP3. Kalau vfitness kita geser ke tingkat paling tinggi, gamut covers ada di 97,9% DCI IP3 dengan gambut volume di 109,6% DCI IP3. Oke, lanjut untuk beza layar ya. ini terbilang tipis ya dan terbilang rata untuk keempat sisi layar ini udah terasa modern sekali dan ada fingerprint scanner di layar yang satu ini. Lalu ada earpiece di beasel atas layar ada kamera selfie 12 megapel F2.2 2 autofokus. Ingat ini autofokus ini ditempatkan di punch hole di area tengah atas layar. Perekaman video sama dengan 4K60 lengkap dengan stabilisasinya. Dan oh ya di sini ada satu fitur yang tidak ada di S25 Ultra bahkan nanti kita bahas belakangan ya. Oke kita beralih ke SI belakang. Untuk kamera utama ini setupnya adalah dual kamera. Yang pertama adalah 200 megapel main kamera F1.8 8 PDAF Optical Image Stabilizer ini seperti kamera yang digunakan oleh Galaxy S25 Ultra ya, bukan yang di S25 atau S25 Plus. Walaupun saya tahu memang sensornya beda, tapi paling enggak resolusinya sama di sini. Nanti kita lihat kemampuannya apakah mirip-mirip juga. Nah, untuk berkaman video sampai 8K 30 fps ini udah ada videonya juga. Kita udah pernah share juga video 8K 30 fps-nya ya. Laud juga bisa 4K 60 dan semuanya dengan stabilisasi. Kemudian ada kamera ultrawide-nya 12 megapel F2.2 B 2 PDHF dengan perekaman video sampai dengan 4K60 dengan stabilisasi dan ini autofokus dan ini bisa sampai makro juga ya. Jadi ini lebih mirip ke S ultra di sini. Nah, kemudian ada LED flash yang ditempatkan di dalam kamera bump di bawah kedua kamera tadi. Nah, yang berbeda dengan seri S Ultra adalah tidak adanya laser autofokus. Ini biasanya membantu memfokus dalam kondisi gelap atau untuk benda yang jaraknya dekat. Nanti kita lihat apa efeknya dalam pengujian. Lanjut untuk fitur-fitur. Aduh, ini segudang nih dibaca aja ya. Dibaca aja. Ini ada banyak banget di sini. Lanjut untuk spesifikasi internalnya. SOCnya pakai stapan 8 Elite for Galaxy. Ingat ini 4 galaxy. Jadi clocknya agak beda di sini ya. Ini salah satu SOC premium terkencang saat ini sama seperti yang digunakan di Samsung Galaxy S25 series. Jadi untuk jumlah core ini tidak dikurangi kan pernah ada gosip katanya jadi 7. Tidak. Ternyata tidak dikurangi dan clocknya memang lebih tinggi untuk core-nya. Oke, untuk RAM dan storage ada opsi yang RAM-nya 12 GB dengan storage 256 GB seperti yang kami uji ini. Sementara ada juga yang 12512. Untuk RAM-nya tentunya pakai LPDDR 5X dan storage pakai UFS 4. Ada fitur RAM plus dengan opsi sampai dengan nambahin 8 GB lagi. Dan tentunya di sini tidak ada dukungan penggunaan micr SD sama seperti S25 series lainnya. Untuk baterai 3.900 mAh dengan dukungan charging 25 wat. Jadi memang belum mendukung 45 watt seperti yang ada di S25 Plus dan S25 Ultra. Nah, mengenai daya tahannya nanti kita lihat di hasil pengujian ya. Jangan protes dulu, kita lihat dulu kan yang penting bukan ukurannya tapi daya tahannya ya. Untuk sensor-sensor tentunya lengkap banget ada banyak sekali di sini hardware gyro dan barometer tuh tentunya ada juga di sini ya. Untuk aktivitas udah 5G, 2G, 3G, 4G, 5G bisa semuanya dan mendukung penggunaan eim juga. Perhatikan aja bahwa kita hanya bisa mengaktifkan dua SIM sekaligus. Kita bisa pilih dua nano SIM. Nano SIM plus eSIM atau 2 e SIM ya bisa ya. Nah, untuk Wii dia udah WiFi 7, Bluetooth versi 5.4 dan support Bluetooth audio Codex yang lumayan banyak ya termasuk yang SSC tentunya juga diupport NFC ada ultra wide band juga ada di sini. USB-nya 3.2 gen 2 sudah support display output dan ini ada yang nanya apakah support mode Samsung Dex ya di-support juga Dex-nya di sini untuk keamanan dia punya inisplay fingerprint scanner dan bisa face unlock juga. Untuk paket keamanan. Nah, ini lengkap banget. Ada Samsung Nox, ini lengkap dengan Nox Fult, Nox Matrix, ada Secure Folder, ada Autocker juga. Secure folder di sini bisa digunakan untuk mengamankan file atau aplikasi, jadi enggak bisa dibuka oleh sembarang orang. Ini cocok kalau mengamankan aplikasi e-banking atau e-commerce atau file-file penting lainnya. Auto blocker. Nah, ini bisa diaktifkan untuk menjaga smartphone dari ancaman keamanan. Misalnya kita bisa blokir instalasi aplikasi yang ee lewat APK itu yang di WA-WA itu ya atau blokir akses lewat USB juga nih. Kalau misalnya kita nyolok nge-charge di tempat yang tidak dikenal, ah bisa diblokir tuh akses ke USB-nya tuh hanya ngecas doang jadinya. Kemudian ada color ID dan spam protection juga nih ya tersedia di sini untuk menyaring panggilan telepon yang masuk. Lalu private share juga tersedia untuk sharing file yang lebih aman dengan perlindungan agar file-nya tuh tidak dibagikan ulang lagi nih. Bisa bisa diset seperti itu. Serta ada juga pengaturan batas waktu sharing. Untuk OS dia pakai One UI 7 dengan basis Android 15. Update Android serta security-nya dijanjikan sampai 7 tahun sama dengan S25 series lainnya. Untuk always on display atau AUD tersedia dan ini bisa diatur agar terus-terusan tampil. Beneran always on yang satu ini. Kalau bicara Galaxy AI aduh ada banyak banget lah di sini ya. ya kan Galaxy Sies. Jadi tentu saja lengkap sekali fiturnya. AI-nya itu punya total sekitar 29 fitur AI ya kalau enggak salah ngitung itu juga ya. Ada fitur seperti call assist, writing assist, node assist, interpreter, transkript Assist, browsing Assist, foto assist, drawing Assist, audio eraser, dan banyak lagi. Circle to search tentunya tersedia juga. Berbagai fitur generatif edit juga tersedia di galeri seperti untuk object eraser dan sebagainya. Dan oh ya, spesial buat object erasernya ini udah yang canggih ya. Bisa dilihat sini ya, nutup muka sebagian. Nah, dierase, digenerate. Nah, hasilnya mukanya bisa digenerate semuanya. Mantap kan yang satu ini ya? Oke, lanjut. Untuk asisten digital juga tersedia di smartphone ini. Kita bisa pakai e Google Gemini maupun Bixby juga. Ada beberapa aplikasi dari Samsung dan aplikasi pihak ketiga yang juga diinstal ya di sini. Dan untuk aplikasi pihak ketiga tentunya bisa kita hapus kalau dirasakan tidak dibutuhkan. Nah, untuk fitur khas One7 tentunya juga tersedia termasuk nowbar ada di sini ya. ini bisa kita manfaatkan untuk nampilin notifikasi dan beberapa aplikasi tertentu di lock screen dalam bentuk seperti ini. Nih buat Google Maps ini bisa untuk informasi navigasi. Jadi kita tetap bisa dapat petunjuk arah sekalipun masih dalam lock screen. Nah, untuk clock ini bisa dibuat tampilan waktu kalau kita pakai fitur timer atau stopwatch. Sementara kalau kita lagi pakai media player ya ini juga bisa jadi tombol pengendali media player dari lock screen langsung. Fitur-fitur OneUI laine juga masih tersedia seperti ada modes and routines ya yang kalau dibahas panjang banget. edge panel, separate app sound, dan masih banyak lagi. Oh ya, pause USB power delivery charging when gaming itu juga tersedia di sini. Iya, ya. Bypass charging ya. Kalau main game dia ada bypass charging-nya. Walaupun ini bukan dirancang buat HP gaming, tapi fitur itu ada. Nah, untuk hasil benchmark kita lihat AnTut 10. Tanpa pendingin tambahan skornya ada di kisaran 2,1 jutaan. Kalau kita tambahin pendingin tambahan dia bisa lompat ke 2,6 jutaan. Nah, Samsung itu menyediakan mode performa light di smartphone ini dan semuanya juga yang lain sih yang seri S juga ada. Ya, kita akan coba lihat efek dari penggunaan mode ini. Kalau kita benchmark dengan Aut 10 kalau tanpa pendingin tambahan di mode yang satu ini jadinya turun ke kisaran R,8 jutaan. Kalau kita pakai pendingin tambahan dia masih bisa sampai ke 2,2 jutaan di sini. Menarik ya skornya masih sekitar-sekitar 2 jutaan juga ya. Oke, lanjut untuk Geigbandch 6. Kita coba dulu tanpa mode light ya, tanpa pendingin tambahan. Single core di 3.070, multiore di 9.971. Kalau kita pakai pendingin tambahan single core di 3.213 dengan multiore di 10.000 ya 10.139 ini kencang banget sih. Sementara kalau kita pakai mode light tanpa pening tambahan, single core ada di 2494, multiore di 8.695. Kalau pakai pendingin tambahan di model light kita dapatkan single core 2787 dengan multiore di 9.231. Wah, ini mode light-nya aja udah mirip seperti elite yang lain ya. Lanjut untuk trim Slingshot Extreme Unlimited Open Gel. Grafic skornya ada di 41.212. 3DMark Solar Bay ini rate racing ya kita dapat 11.963 atau 45,49 FPS. Sekarang kita lihat kestabilan kalau kita pakai 3MAX Wildlife Stress Test Unlimited tanpa pendingin tambahan dulu. Best loop skor-nya ada di 27.684. Lowest scor-nya ada di 11.847. [Musik] Jadi stability-nya di sini 42,8%. sebuah hasil yang wajar untuk e HP yang kencang rata-rata emang akan turun ya. Nah, sementara kalau kita pakai pendingin di sini best loop skor-nya ada di 26.910 sementara low scor-nya ada di 21.831 dan ternyata stability bisa naik lumayan signifikan sampai ke 81,1%. Ini pendinginnannya cuman angin aja ya, bukan yang sampai 0 derajat celcius itu. Bukan. Bukan. Oke, mungkin akan ada yang tanya bagaimana kalau benchmark yang stress tes tapi jalankan di ruangan yang lebih panas dibandingkan lab-nya Jaget Review yang biasanya jalan di 25 derajat Celcius. Oke, kita coba kita coba ini permintaan kalian ya. Terima quat life stress test unlimited tanpa pendingin kita taruh di ruangan yang panas. Suhu itu sekitar 29 sampai 30 derajat Celcius suhu ruangannya ya. Untuk base loop skor-nya ada di 26.835, lowest skor-nya ada di 8.564. Jadi, stability-nya ada di 31,9%. Jadi saat benchmark dijalankan di ruangan yang panas, benchmark-nya enggak crash atau stop working. Itu yang ditanyakan. Mental-mental enggak tuh kepanasan? Tidak. Dia tidak mental-mental. Nanti kita cek lagi kalau kita pakai aplikasi beneran. Nah, kalau ditanya suhu permukaannya berapa pada saat dites kayak gitu? Nah, mendekati akhir stresses, suhu permukaan depan smartphone ada di dekat 43 derajat Celcius untuk titik paling panasnya. Memang kita mendapatkan penurunan angka, tapi ini lagi-lagi masih cukup wajar yang penting kan enggak mental ya. Oke, lanjut untuk JFX Carse offsreen 1080p kita dapat 188 FPS dan sekarang kita masuk ke gaming. Nah, untuk pengujian gaming kami hanya melakukan pengaturan di overlay yang muncul saat pertama kali ada game yang dijalankan. Kita atur game computomization ke performance dan motion smoothness-nya ke 120 Hz. Langsung masuk supply server. Entah kenapa untuk pertama kali Samsung kita menemukan game ini mentok di 60 fps. Jadi mungkin dia belum kenal smartphone-nya atau bagaimana kita enggak jelas. Tapi ini nyangkut di sini di 60 fps. Mungkin karena layarnya kesangkut juga di 60 Hz di sini. Lanjut untuk Mobile Legends. Setting frame rate yang terbuka itu sampai super atau 90 FPS. Kami coba untuk appeal dan kami tetap belum bisa mendapatkan ultra atau 120 fps ya. belum bisa walaupun dipil. Nah, saat kami coba dan setting kualitas mentok di kanan ya, kami tetap bisa dapetin rata 90 fps. Mau rame pun frame rate-nya masih rata di 90 fps. Terlalu enteng game ini di 90 fps. Kalau dia bisa dapat setting 120 fps, harusnya bakal rata 120 fps juga. Sayangnya belum ada settingannya. Lanjut ke botering waves. Kita langsung coba dengan setting di quality 60 fps. Hasilnya game relatif mulus, lancar, dekat sekali dengan 60 fps. Saat ada battle dengan banyak musuh, tidak terasa terjadi frame drop atau penurunan frame rate. Dan ini masih terbilang stabil di dekat 60 fps terus-terusan. Setelah sekitar setengah jam, kami coba ukur suhu permukaan smartphone ini. Untuk sisi depan ada titik dengan suhu tertinggi yang berada di kisaran 44 sampai 45 derajat celcius. Ingat titik bukan seluruh body, bukan. Panas juga terlihat menyebar cukup luas di sini. depan dengan area tengah lahir suhunya di 42 derajat Celcius. Sementara untuk sisi belakang area dengan suhu tertinggi lagi-lagi di 45 derajat Celcius juga. Sementara area tengah sisi belakang itu suhunya ada di kisaran 40 derajat Celcius. Jadi secara umum ini memang sudah mulai memanas untuk titik-titik tertentu. Tapi ya bodinya yang lain masih bisa dipertahankan di bawah suhu yang bisa dibilang panas masih ada di 40 42 gitu ya. Ini di luar harapan kami karena harusnya kita berharap udah dekat-dekat 50 sih ya. Oke, lanjut untuk Gensin Impact. Kita coba dengan setting highest 60 fps dulu. Pertama kita coba tanpa kipas dulu. Dengan skenario pengujian kami, kami bisa dapat hampir rata 60 fps. Saat ada battle pun frame rate masih dipertahankan di dekat-dekat 60 fps. Kalaupun ada frame drop ini tidak sampai turun di bawah 55 fps. Sangat stabil di sini. Rata-rata frame rate selama setengah jam ada di kisaran 59,9 FPS. Nah, setelah setengah jam kita coba ukur suhu permukaan smartphone di depan. SU tertinggi mencapai 42 sampai 43 derajat Celcius. Sementara untuk bagian belakang suhunya sekitar 43 sampai 44 derajat Celcius dan sekitar 38 derajat Celcius di area tengah. Ini belum yang luar biasa panas juga. Baru di titik-titik tertentu saja panasnya ya. Dan itu pun masih di bawah 45. Ini lumayan lebih dingin dibandingkan watering waves tadi. Sekarang kita coba pakai kipas pendingin. Tadi belum pakai kipas? Belum. Ya, kita sudah lihat tadi ya. frame rate tanpa kipas aja udah cukup rata dekat dengan 60 fps ya. Kalau pakai kipas ya tetap aja rata juga enggak bisa tembus juga. Nah, kita coba lihat di menit 20 sampai 30 frame rate masih stabil banget dan nyaman banget dipakai buat main Gensin Impact. Nah, mungkin kalau ada yang tanya bagaimana kalau kita main di tempat yang agak panas, setidaknya lebih panas dari suhu di label. Oke, kita coba ya. Kita coba di ruangan yang AC tidak dihidupkan dengan suhu sekitar 29 sampai 30 derajat celcius tanpa kipas. Kita coba cek frame rate-nya di menit 20 sampai ke 30 ya. Hasilnya sesekali frame rate bisa turun ke kisaran 51 sampai 56 fps. Tapi dalam sebagian besar pengujian frame rate-nya itu lebih banyak dar kisaran 58 sampai 60 fps atau masih cukup dekat dengan 60 fps lah ya. Nah, saat dimainkan game ini masih terbilang berjalan mulus dan lancar. Tapi suhu permukaan smartphone setelah 15 menit udah mulai tersaga kurang nyaman. Memang di layar suhu bisa mencapai 44 derajat sampai sedikit di atas 45 derajat celcius. Sementara di body belakang suhunya ada di kisaran 43 sampai 45 derajat celcius. Jadi body smartphone memang sudah terbilang lebih panas dari tadi. Sedikit lebih panas dibandingkan saat main Gensin Impact di ruangan berasi yang 25 derajat Celcius. Tapi menariknya tetap dia tidak tembus dari kisaran 45 derajat celcius untuk titik terpanasnya. Nah, bagaimana dengan ranking? Ya, kalau begini caranya sih kita bisa kasih ranking S plus ya, baik saat pakai kipas maupun tanpa kipas di ruangan yang suunya terjaga. Sementara kalau ruangannya itu panas 29 sampai 30 derajat celcius masih layak untuk dapat ranking S lah ini. Padahal ini bukan HP gaming ya. Oke untuk kesimpulannya performa S25S ternyata bisa dipertahankan cukup baik ya. Uniknya Samsung seakan membuat limit skin temperature atau suhu permukaan HP untuk tidak mencapai lebih dari 45 derajat Celcius. Tapi ini tidak berefek unjloknya performa gaming secara berlebihan. Nah, sesuai dengan permintaan kami juga melakukan pengujian suhu tambahan lagi. Ini hasil pengujian saat melakukan exporting video 4K60 dengan CapCut. Iya, 4K 60 fps. Jadi direkam dengan 4K 60 fps, diedit di 4K 60 fps, dieksport di 4K 60 fps. Kita ekspor nih video beberapa belas menit ini ya. Dan ini sudah pernah kita tayangkan videonya ya. Hasilnya saat kami ukur saat rendering mencapai sekitar 90-an ternyata suri titik terpanas akhirnya bisa mencapai 46 derajat celcius. Hanya di titik terpanas. Lokasinya dekat dengan kamera ya. Sementara di sisi layar itu berada di kisaran 43 sampai 44 derajat Celcius untuk titik terpanas. Sisi lainnya berkisar di 39 sampai 41 derajat celcius. Ini hasil yang cukup baik. Mengingat kami sebenarnya curiga bahwa suhunya itu harusnya ya udah dekat-dekat 50 derajat celcius harusnya, tapi ternyata tidak. Ya itu semua pengujian ekstrem ya. Sebagai catatan kita juga mencatatlah dalam penggunaan sehari-hari. Dan untuk unit kami ini dalam pengujian sehari-hari dalam penggunaan sebagai HP utama tidak terasa ada panas yang berlebihan di tangan kami. Perlu diketahui ya kalau mau ngukur suhu itu jangan di hari-hari awal saat baru instalasi-instalasi aplikasi. Karena setelah beberapa hari HP ini akan mengetahui software mana yang boleh bekerja di background dan mana yang tidak secara otomatis. Lalu dia akan beradaptasi. Jadi daya tahan baterai dan suhu permukaan biasanya akan jadi normal setelah masa tersebut. Ini berlaku untuk semua smartphone Samsung dan sebagian besar smartphone brand lain juga ya. Jadi dicatat. Jangan ada yang cuman baru beli satu hari pertama. Terserah brand apapun itu. Panas, jual. Bukan begitu caranya ya. Karena memang masih dalam masa adaptasi. Oke, sekarang mari kita lanjut ke pengujian kameranya. Oke, berhubung Mas Dedi sudah bikin konten khusus S25 kemarin, jadi buat kalian yang mau lihat kemampuan dasar kameranya bisa cek video yang itu aja. Mas Dedi udah bahas banyak dari stabilizer, dynamic range, kemampuan mikrofon. Jadi untuk saat ini saya lanjut bahas yang belum sempat dibahas aja ya. Tapi yang jelas menurut kami untuk foto dan video secara mendasar S25 Edge ini mirip banget sama S24 Ultra tanpa telefoto. Kita mulai bahas dari fotonya dulu deh. Hasil fotonya itu mantap baik untuk kamera utama, ultrawide, maupun selfie-nya. Zoom in dengan kamera utama masih bisa menggantikan ketiadaan tele dua kali pada umumnya. Dua kali sampai empat kali akan masih mantap hasilnya. 8 sampai 10 kali masih lumayan, tapi memang terasa sekali proses AI membantu hasil akhir. Kamera ultrawide tergolong mantap dan cukup detail untuk foto dan bisa fokus dekat sekali jadi bisa makro juga. Semua kamera bisa menjalankan HDR dengan baik. Flare terlihat minim foto untuk semua kamera. Di malam hari, kamera utama dan ultrawide masih menampilkan performa yang cukup baik. Sedangkan untuk kamera selfie, menurut kami ini terasa agak kurang ya kualitasnya di kondisi gelap seperti ini. Nah, untuk videonya gimana? Kamera utama itu terasa sangat mirip dengan seri Sultra lah. Intinya autofokus tidak terasa lamban, cenderung cepat, dan akurat di kondisi terang. Untuk perekaman video 4K 60 fps masih stabil bahkan dengan HDR. Untuk perekaman video AK 30 fps bisa stabil juga meski memang tanpa tadbit HDR ya. Tapi meskipun begitu dari migration-nya tetap luar biasa kok. Nah, yang kami suka kamera ultrawide-nya terasa sama berkelasnya. Tidak terasa penurunan kualitas yang jauh jika dibandingkan dengan kamera utamanya. 4K 60 fps-nya pun bisa stabil. Lalu kamera selfie dalam kondisi terang itu hasilnya udah mantap banget. Autofokus bisa bekerja dengan cepat. Ini agak kelangka ya, ada kamera selfie bisa autofokus dengan baik. Enggak semua flagship bahkan punya autofokus loh untuk kamera selfie-nya. Dalam kondisi gelap, kamera utama tetap menghasilkan video yang mantap. Jiter enggak terlalu berasa di sini, bahkan tergolong rapi videonya. AK30 fps sekalipun bukan masalah. Lalu untuk video ultrawide-nya itu performanya cukup bisa mengimbangi kamera utamanya di kondisi gelap. Meski memang ini bukan saingannya kamera ultrawide-nya S25 Ultra ya, ini lebih mirip S24 Ultra. Nah, yang asik smartphone ini tuh bisa dengan mudah melakukan perpindahan kamera antara kamera white, ultra wide, selfie, dan 4K 60 fps. Ini masih jarang nih bisa seperti ini. Oh ya, untuk upload ke sosial media seperti ke Instagram itu sama karakternya. Upload 60 fps akan menghasilkan video 60 fps juga. Tapi tentunya seperti yang pernah dibahas tim Instagram, kualitas tampilan akan bergantung pada akun dan views juga. Untuk fitur ekstra juga sudah banyak di sini ya. Ada fitur lock baik untuk kamera belakang maupun kamera depan. Caranya juga praktis ya. Di mode lock tinggal pindah ke kamera selfie langsung aja. Ini menarik banget ya fitur lock untuk kamera selfie. Kayaknya baru ada di Galaxy S25 ini doang deh. Kami belum lihat ini tersedia di seri S25 lainnya. Lalu ada mode pro video atau manual video yang berlaku untuk semua kamera, termasuk kamera selfie-nya. Ini juga masih jarang ada yang bisa. Dan menariknya lagi di mode Pro kita bisa memilih suara mau direkam melalui mikrofon yang mana. Bahkan bisa pilih via Bluetooth juga. Lalu menariknya juga proses zoom in dan zoom out itu bisa dilakukan dengan smooth menggunakan slider yang ini. Mau lamban atau cepat bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Jadi bisa dilihat ya fitur-fiturnya terasa tidak jauh berbeda dengan S25 Ultra. Bahkan fitur lock yang selfie itu baru ada di sini doang. Kalaupun ada yang masih perlu ditingkatkan sama Samsung ya sebetulnya mirip juga sih dengan apa yang saya protes di S24 Ultra dan S25 Ultra yaitu kamera selfie-nya terutama untuk video low light ya. Autofokus sih masih fine lah tapi noise mulai terasa dan detailnya juga udah berkurang. Ini menurut saya sih Samsung memang sudah harus ganti sensor kamera selfie-nya. Secara keseluruhan ya kami merasa S25S ini terasa seperti S ultra tanpa kamera tele. Kalau memang kalian hobi konser atau ngonten jarak jauh, sebaiknya memang ambil yang ultra. Tapi kalau kalian enggak terlalu sering konser atau enggak terlalu butuh zooming, menurut kami kalian tidak akan terasa kehilangan banyak kok dengan mengambil S25H yang ini. Sekian pengujian kameranya Samsung Galaxy S25H. Kita lanjut lagi ke pembahasan berikutnya. Oke, lanjut lagi. Sekarang kita tes daya tahan baterainya. Untuk YouTube offline video playback 1080p, ingat baterainya 3.900 mAh saja. Dia bisa bertahan muar terus videonya sampai 23 jam 36 menit. Nah, ini hasil yang terbilang sangat baik mengingat baterai smartphone ini cuma 3.900 mAh. Oh ya, eh pengujian tadi dijalankan di performance profile diatur ke standar. Kalau kita pakai light bagaimana? Sayangnya e ternyata tidak ada efeknya. Kalau kita pakai untuk YouTube offline video playback tidak terasa ada efeknya dan kami juga mendapatkan hasil mendekati 24 jam saja. Tampaknya pengujian ini mencerminkan hasil terbaik untuk penghematan daya yang bisa dilakukan oleh sistem dalam kondisi apapun ya. Oke, mungkin ada yang gak ngerti maksudnya apa sih? Hampir 24 jam tadi muter video nonstop. Meskipun hujian tadi bisa dibandingkan dengan video-video lain kami ya. Bisa dicek aja yang baterai 5.000 dapatnya berapa. Tapi banyak yang nanya screen on time-nya berapa? Oke, kalau ada tanya SOT-nya berapa kali ini kami ladenin deh. Kami coba juga pakai smartphone ini untuk aktivitas sehari-hari full dengan konektivitas selular 4G atau 5G ya. Jadi dia lompat-lompat antara 4G dan 5G full selular sesuai permintaan kalian. Hasilnya kita bisa dapat SOT di kisaran 6 sampai 6,5 jam saat sisa baterai sekitar 5%. Ini udah dipakai macam-macam ya, bisa dilihat ya, ada WhatsApp, Netflix sampai ada edit video pakai CapCut juga ada di sini. Kemudian kalau saya aktifkan performance profile-nya ke light, ternyata sot-nya bisa naik sedikit kisaran 8 jam saat sisa baterainya adalah 5%. Jadi ternyata untuk keseharian ada efeknya ini performance profile yang light ini. Oke, lanjut ya pengunjanjian standar kita lagi untuk TikTok ya. Swipe-swipe selama setengah jam, baterainya turun 3%. Ini menarik sebetulnya. Biasanya turunnya 4% dan 4%nya dengan baterai 5.000. Ini 3% dengan baterai 3.900. Lanjut untuk Gensin Impact dengan setting high 60 fps, baterai berkurang sekitar 14% dalam setengah jam. Ini terlihat normal ya sebetulnya ya 14%. Karena yang lain juga yang baterai 5.000 biasanya normalnya di 14%. Tapi karena baterai cuma 3.900 sebenarnya ini tergolong irit. Karena normalnya kan 12 sampai 14% dengan baterai 5000 mAh. Oke, jadi sini terlihat ya hasil yang membingungkan bagi kami di sini. Coba deh cek hasil pengujian beberapa HP lain yang pakai baterai 5000 mAh. Enggak banyak yang bisa mencapai kisaran 24 jam. Enggak banyak ya. Tampaknya di sini Samsung benar-benar berusaha untuk melakukan penghematan daya pada S25 dan dengan Snapdagan 8 Elite for Galaxy kelihatannya dia cukup sukses di sini. Oke, lanjut untuk charging. Kita coba pakai charger Samsung 45 watt. Kita tahu ya smartphone ini cuma sampai 25 watt saja. Jadi chargingnya cuma akan jalan 25 watt tentunya walaupun kita pasang charger 45 watt ya. Nah, untuk dari 0 sampai 50% butuh waktu 29 menit. Sementara dari kosong sampai penuh butuh waktu 1 jam 26 menit. Nah, charging seperti ini memang terbilang standarnya Samsung sekitar 1 jam 15 menitan ya atau 1 jam 30 menit dengan charging 25 wat. Ini standarnya Samsung itu mau baterai seberap pun akan standarnya kurang lebih sekitar segitu. Itu udah settingan dari mereka kayaknya konstantanya mereka adalah lama pengisiannya. Sebetulnya kami sedikit berharap dengan baterai yang kecil di 3900 mAh chargingnya itu bisa selesai dibuat 1 jam dengan charger 25 watt. Apa mungkin dia tidak mau HP ini terasa hanget? Bisa jadi. Ya, lanjut untuk Netflix. dia sudah white channel 1 dan tentunya udah bisa streaming full HD, codec juga udah support AV1 dan HDR10 juga tersedia dengan kodex HFVC. Untuk YouTube streaming terbuka sampai 4K60 dengan HDR dan ini lancar ya, tidak masalah mau streaming video resolusi tinggi. Tapi ya jangan lupa koneksi internetnya harus kencang dan stabil plus kalau bisa jangan pakai internet yang kuota-kuotaan ya bisa cepat habis entar kuotanya. Lanjut untuk HTC feedback ini nyaman sekali ya. Gitarannya kuat, akurat, presisinya juga mantap ya. khas smartphone seri premiumnya Samsung lah. Untuk Wii sharing tentunya dia juga bisa ya lewat fitur mobile hotspot seperti biasa ya. Nah, Wii sharing secara standar sudah diaktifkan. Jadi kita tidak perlu aktifkan lagi secara manual di sini. Nah, untuk harga Samsung Galaxy S25 ini sudah resmi tersedia dan bisa dibeli online maupun offline ya dengan harga mulai dari Rp19.499.000 untuk varian 12256 dan Rp21.499.000 untuk varian yang 12512. Menariknya setelah masa launching kemarin itu ada promo gratis memory upgrade di mana kita bisa dapatin versi 12512 dengan membayar harga untuk varian yang 12256. Selain itu, ada juga bonus berupa gratis langganan Gemini Advance dengan online storage 2 TB selama 6 bulan. Ada juga potongan harga dan voucher untuk pilihan aksesoris Samsung dan ada beberapa bonus-bonus lainnya lagi. Untuk info lengkapnya langsung cek aja di deskripsi video ini. Kita langsung masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Ya, hal yang perlu diperhatikan. Jangan ada yang bilang kita tidak memperhatikan potensi kelemahan S25. Ya, nih kita bahas ya. Jangan sampai dengan komentar. Enggak dibahas tuh kelemahannya. Ini kita bahas. Kita bahas. Pertama, chargingnya hanya super 25 watt. Terasa kurang kencang karena butuh 1 jam lebih untuk ngisi ulang baterai yang 3.900 mAh. Kemudian mungkin ada yang butuh kamera teleoptical di smartphone kelas premium. Tidak ada di sini ya. Lalu diingatnya juga HDR 10 bit itu akan otomatis diaktifkan di kamera smartphone ini. Jadi kalau berencana mau ngedit video ini ya, video dari HP ini di aplikasi di luar ini HP ya, ada baiknya ini dimatikan untuk mencegah kerumitan saat editing video. Kecuali kalau kalian sudah ngerti banget cara makainya. Tapi kalau memang kalian ngedit misalnya pakai Capcad ya di HP ini atau upload ke Instagram dan sasm lainnya, kita sudah nyobain dan tidak ada masalah dengan format HDR yang standar diaktifkan di sini. Kemudian body smartphone-nya bisa agak panas saat dipakai untuk main game berat. Meskipun memang ditahan sampai 45 derajat celcius untuk sit panasnya. Jadi bukan yang bisa dipertahankan di bawah 40 tapi tidak tembus sampai 47, 48 bahkan sampai 50 tidak enggak tembus. Ada limit dia seperti ada limiternya. Lalu untuk paket penjualan ya itu minim. Udah tahu ya semuanya itu minim ya. Lalu baterainya cuma 3.900 mAh. Untungnya dia udah bisa bersaing dengan sebagian smartphone dengan baterai 5000 mAh yang pernah kita uji. Entah kenapa. Oke, dari si yang kami suka pertama ini adalah smartphone premium dengan body tipis dan ringan. Memang bobotnya masih mirip S25 yang polos, tapi layarnya jauh lebih besar yang satu ini. Jadi buat yang butuh layar besar aman di sini ya. Lalu, performanya masih tetap kencang, tidak terlihat dikorbankan terlalu jauh untuk mengejar body yang tipis. dia masih bisa bersaing dengan Samsung Galaxy S25 yang lainnya. Lalu layarnya ada merek AMOLED 2X. Kualitas tampilannya mantap. Refreshnya juga bisa sampai 120 Hz adaptif di sini. One UI 7 ini nyaman digunakan dan tentunya fiturnya melimpah. Termasuk fitur-fitur baru juga ada semua di sini. Galaxy Ai itu banyak dan lengkap di sini. Lalu kameranya ini mumpuni banget ya, mirip dengan Galaxy S seri Ultra. Jadi kelasnya itu ada di atas S25 dan S25 Plus untuk kameranya. perekaman video bisa sampai 4K60 dan 8K 30 FPS-nya juga stabil ya, lengkap dengan HDR walaupun bukan HDR yang e 10 bit ya. Bahkan kamera selfie-nya bisa rekam format lock juga ya. Ini bahkan enggak ada di S Ultra. Lalu untuk speaker stereonya ini berkualitas walaupun memang masih belum semendentum atau sebesar suaranya S yang seri ultra. Kemudian punya IP rating IP68 di sini. Lalu konektivitas juga lengkap termasuk USB 3.2 type C yang sudah support display out dan sudah support isiim juga ya di sini sensor-sensor juga enggak usah dibahas lah lengkap banget lah. Update OS juga panjang banget sampai 7 tahun dan ada ekosistem Samsung yang mendukung dia. Jadi udah relatif lengkap dan matang juga itu ekosistem. Kemudian aksesoris pendukungnya untuk Samsung Galaxy itu biasanya bisa didapatkan dengan mudah. Variasinya juga umumnya banyak. Oke, sekarang mari kita menjawab beberapa pertanyaan yang mungkin belum terjawab ya. Pertama, kenapa saya harus beli HP yang super tipis dan ringan kalau akhirnya dipasangin casing juga? Jadinya sama aja kan? Pada kenyataannya tidak. Cash HP yang cukup ringan akan punya bobot sekitar 30 40 gr mungkin. Kalau dipasangkan ke HP ini bobotnya akan nambah tapi masih di bawah 200 gr. Ini contohnya ya. 199 gr saja ditambahin casing loh itu ya. Yang keras pula itu ya. Kalau pakai HP yang 220, 230 gr ini akan naik lumayan jauh. Jadi 250, 260, bahkan mungkin ada yang 270, 280 gr itu membuat S25 akan tetap terasa jauh lebih ringan bahkan dengan casing. Hal yang sama juga dengan ketebalannya ditambah dengan case S25S akan tetap terlihat lebih tipis dan terasa lebih tipis di tangan. Lalu pertanyaan berikutnya, kenapa belum pakai baterai silikon carbon? Ini kami setuju nih kalau yang satunya ini kami setuju nih. Kalau pakai baterai 3900 mAh aja udah cukup baik seperti ini daya tahan baterainya. Apa jadinya kalau dia bisa pakai baterai silikon karbon 4500 mAh deh misalnya. Enggak usah jauh-jauh ya. Bakalan mantap banget itu. Ayo Samsung bisa kali tahun depan pakai baterai dengan density yang tinggi itu. Kalau yang ini udah enggak bisa diganti kan baterainya. Tahun depan lah ya bisa dong. Nah pertanyaannya apakah smartphone ini adalah smartphone yang worth? Nah, kalau lihat dari material bodinya ya pakai titanium ya seperti S ultra daya tahan baterainya mirip seperti S25 yang basic, kemampuan kamera yang lebih mirip sama S Ultra tanpa tele dan kenyamanan pakainya karena bobot yang ringan dan tipis itu membuat smartphone ini harusnya memang layak untuk harganya. Kalau ditanya smartphone ini untuk siapa? Menurut kami smartphone ini cocok untuk mereka yang lagi cari performa kamera dan fitur premium tapi tetap maunya tipis dan ringan dengan layar yang besar. Enggak perlu teleekstra panjang atau stelus. Bisa dilihat juga dari brand ambassadornya tuh yang di IG-nya Samsung Indonesia tuh ada Mahalini, Aril Tatum, AG Hanafi gitu ya. Pakai HP tipis, ringan, bisa dikantongin, gampang diselipin dalam tas. Kameranya bisa diandelin buat jepret-jepret sana sini siang malam. Locknya bisa dipakai bahkan buat selfie juga dan baterainya aman buat dipakai seharian ternyata. Nah, pertanyaannya apakah ini pasar yang kecil? Mengingat jumlah orang Indonesia rasanya enggak kecil-kecil amat ya. Meski memang rasanya kebutuhan seperti ini baru akan timbul setelah sudah puas merasakan flagship yang rata-rata besar dan berat. Nah, kalau dari pengguna Samsung, pemakai Samsung S20-an series, S20-an plus series itu mungkin akan bisa tertarik ke S25 Edge. Selain itu, pengguna S21, S22, S23 Ultra series yang ternyata merasa lebih butuh yang ringan ketimbang tele dan S P-nya, ada kemungkinan akan cocok juga dengan S25 Edge kalau memang butuh tipis dan ringannya ya. Jadi kalau kalian tidak sedang mencari apa yang ditawarkan oleh S25 secara spesifik, mungkin kalian bukan target pasarnya dan akan merasa kurang cocok. Tapi kalau kalian memang membutuhkan smartphone yang tipis, ringan, ingat ringan dan tipis ya. Ringan dan tipis, elegan, berperforma tinggi dengan fitur selengkap dan sebaik si S25S ini rasanya ini memang adalah pilihan langka yang layak sekali untuk dipertimbangkan. Saya Did Irfan Jaka TP TV.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

HP Android 32 Juta...
Oleh GadgetIn
15m 11s

Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...

Brand Terkait

Samsung Galaxy S25 Edge

Samsung Galaxy S25 Edge merupakan salah satu seri premium dalam lini Galaxy S25 yang resmi diperkenalkan oleh Samsung. Perangkat ini menonjolkan form factor slimmest dan ringan di antara seri Galaxy S25, namun tetap membawa banyak fitur kelas atas yang identik dengan flagship modern. Spesifikasi dan desainnya dirancang untuk pengguna Indonesia...

Samsung

Samsung menghadirkan smartphone Galaxy, tablet, wearable, TV, dan perangkat rumah tangga dalam satu ekosistem terintegrasi. Samsung dikenal dengan teknologi layar terbaik, performa tinggi, dan inovasi global untuk kebutuhan modern.

Samsung Galaxy S25+

Samsung Galaxy S25+ merupakan varian flagship yang dirancang untuk pengguna Indonesia yang menginginkan layar lebih besar, performa kelas atas, serta daya tahan baterai lebih lama dibanding model standar. Posisi Galaxy S25+ berada di tengah lini Galaxy S25 Series, menawarkan keseimbangan ideal antara ukuran layar, kekuatan performa, dan fitur premium tanpa...

Samsung Galaxy S25

Samsung Galaxy S25 merupakan smartphone flagship Samsung yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman premium dalam bodi yang ringkas dan nyaman digunakan sehari-hari. Sebagai model standar dari lini Galaxy S25 Series, perangkat ini ditujukan bagi pengguna Indonesia yang menginginkan performa tinggi, kamera canggih, serta fitur AI terbaru tanpa harus menggunakan ponsel berukuran...