Sony LYT-700C + batre 6.150 mAh! | Tecno Camon 50 vs iPhone 17 Pro Max (YouTube Video)
Bismillah. Alhamdulillah kita ketemu lagi bareng gua Romi. Di video kali ini di tangan gua ini ada HP baru dari Tekno yaitu Kemon 50. Yes, ini yang best model ya suksesor dari Kemon 40 yang maknyos banget tahun lalu. Nah, terus apakah tahun ini si penerusnya ini ya bakal ikutan maknyos juga? Yuk, mari kita bahas. [musik] Hal pertama yang pengen gua infoin adalah harganya Kemon 50 dijual mulai dari Rp3,5 juta yang artinya harganya naik R jutaan ya dibanding versi yang sebelumnya. Well, tahun ini harga HP itu memang semuanya pada naik, entry level naik, mid range naik, apalagi flagship itu juga lumayan naik. Tapi nah ini tekno ini kan selalu ngasih fitur yang all out di semua lineup-nya. Dari hardware oke, software yang tentu makin lebih baik, AI yang lengkap buat harga entry point. Menurut gua Tech Docon 50 ini masih e terasa worth it ya di harga Rp,5 jutaan. Nah, pertama kita mulai dari desainnya. Kalau gua perhatiin ini desainnya cantik. E memang bahasa desain sebelumnya itu masih ada di frame kameranya. Ada garis lengkungan khas banget ya kayak di seri sebelumnya. Bedanya dia itu sekarang udah flat ya. Keren sih ini ya. Mana frame bodnya ini juga warna hitam dove gitu. Frame kameranya juga mirip HP flagship yang harganya Rp jutaan dan indikator LED-nya ini masih ada ya. Balik ke bagian depan layarnya ini juga flat yang menambah kesan mahalnya semakin dapat lagi. Jujur ya zaman sekarang ini ngelihat HP dengan layar curve itu malah kelihatan lebih kayak gimana ya? Kayak e lebih murah dibanding yang layarnya flat. Jadi, gua lebih suka dengan layar yang flat seperti ini. Sekarang kita body tour dulu ya sedikit ya. Secara body ketebalannya ini lumayan tipis 7,53 mm. Ke bagian kanan ini yang cukup solid. Tombolnya juga clicky enak. Bagian atas dia ada speaker dan juga mikrofon. Ke bagian kiri ada one tap button. Desain button-nya agak beda ya, ada pattern-nya gitu. Kalau pencet sekali itu bisa one tap flash memo dan kalau kita long press itu buat manggil AI assistant Ella. Nah, ke bagian bawah ini ada slot SIM card dual SIM 4G [musik] port USB C, ada mikrofon dan speaker. Dan HP ini udah ngantongin IP 6869 military standar 810 yang artinya lengkap dong. Mau direndam, disemprot ini juga kuat. Oke, cukup bahasan desainnya jangan banyak-banyak ya. Gua pengin langsung ke bagian kameranya. Secara spek dari sensor kameranya ini masih dengan setup yang sama. Ada dua kamera belakang di mana main kameranya dia punya sensor yang cukup gede. Sony LT700C dengan resolusi 50 megap. Bukaannya gede 1,8 juga dilengkapi dengan optical image stabilizer. Nah, untuk ultrawide-nya masih pakai 8 megap focaleng 15 mm dan di depan ada kamera 32 megap. Dari hardware ini udah ngasih gambaran kalau main kameranya bakal jadi andelan buat motret dan tekno melalui camon series ini dia selalu wangi ya namanya dengan kemampuan fotografi di kameranya dan kita enggak boleh ngeremehin kamera midrange Android zaman now ya karena udah pada naik kelas dan sekedar buat gambaran aja gua ada sedikit ya compare tipis-tipis lawan HP flagship keluaran zaman sekarang langsung sama iPhone 17 Pro Max gua bandingin tapi ada tapinya nih kita fokusnya ke kamera utamanya nya aja. Karena untuk sensor ultrawide Tchdock kan cuma pakai 8 megapel lumayan jauh dibanding 17 Pro Max yang 50 megapel. Untuk telefoto tekno juga enggak ada jadi kita bakal compare side by side satu kali dan dua kali zoom aja. Yuk kita lihat hasil fotonya. Dengan HP flagship yang harganya itu bedanya hampir R jutaan ya. Hasil fotonya sepressingly masih bisa kejar-kejaran di kondisi yang daylight ini beneran ya dengan detail di posisi yang mirip. Bedanya kalau di techno dia punya sedikit aja grain yang artinya mereka minim noise reduction. Masuk ke kondisi yang indoor kemon 50 dia masih juga bisa ngelawan di beberapa foto ini ya. Detail dynamic range color masih sama-sama mirip. Untuk iPhone seperti biasa dia karakternya cenderung agak sedikit warm. Masuk ke low light dari sini baru kelihatan lumayan perbedaannya. Untuk portret foto dengan dua kali zoom itu masih oke. Separasinya bagus. Foto-foto berikut ini juga lumayan mirip dan kalau masuk ke foto yang low light banget baru ada perbedaan ini dari noise level-nya. Gue juga ada foto pakai promote versus night mode di iPhone. Hasilnya seperti ini. Nah, untuk perekaman video gua rasa enggak perlu kita compare dengan flagship ya karena tentu bakalan beda lumayan jauh ya karena keterbatasan dari kemampuan processing juga tentunya. Intinya kalau mau video bagus ini udah rananya HP kelas flagship FYI Teag Document 50 dia bisa rekam video up to 2K 30 FPS di kamera utama ultrawide dan juga kamera depannya. Oke, jadi ini sampel perekaman video dari Techno Cemon 50. Ini resolusinya 2K 30 fps. Ini resolusi yang paling tingginya dan harusnya dia udah ada stabilizernya. Coba sambil jalan, Mang. Coba jalan. Uh, panas banget. Cw lari ya pelan-pelan aja larinya. Sat dah cukup haus mi? Nah, yang sekarang ini adalah kamera ultra wide-nya. Jadi lebih lebar ya 15 mm fokalengnya. 2K juga pakai 30 fps dan ada stabilizernya juga ya. Coba kita tesari. Huh, panas-panasan, lari-larian tes kamera. Bayar berapa sih lu, Mang? S buah aja. S buah. Untuk portret video juga ada, tapi resolusinya dibatasin ya. Dia cuma 720p aja. Nah, yang sekarang kalian lihat adalah sampel dari potrait videonya. Potret videonya itu bisa di 720p aja 30 fps. Kira-kira seperti ini separasi bokehnya. Ini F10 ya, F1.0 ya settingannya. Terus dia juga punya perekaman dual video dengan resolusi maksimalnya bisa di 1080p. Nah, sekarang ini perekaman dual videonya. Jadi bisa rekam sekaligus ya kamera depan sama kamera belakangnya. Tapi resolusinya di 1080 30 fps tuh, Mang. Dan untuk mode pro, dia support shutter speed up to 30 detik. Tapi sayangnya enggak ada shot dalam format rawnya. Overall hasil kameranya menurut gua ini udah masuk kategori yang bagus. Hasil detailnya keren. Lawan flagship sekelas iPhone itu juga masih bisa ngelawan. Paling yang kurang adalah processing-nya yang cenderung agak lambat dan UI kameranya yang enggak terlalu cekatan kayak level flagship. Tapi overall ini masih aman. [musik] Dan ini udah bisa ngasih gambaran sih gimana main kamera midrange Android zaman now. Sekali lagi enggak terlalu keteteran bangetlah untuk lawan kamera utama seri tertinggi ya. Oke, sekarang kita masuk ke spesifikasi hardware-nya. Karena ini segmentasinya kelas midrange ya. Dia pakainya juga chipset Helio G200 Ultimate yang peningkatan sedikit aja dari versi yang sebelumnya dia pakai G100 Ultimate. Setup lainnya pakai RAM 8 GB dan storage-nya ada 128 dan 256 GB. buat dipakai harian menurut gua ya udah pasti cukup aja. Buat aplikasi messaging, game casual, nikmatin konten YouTube, short video itu juga enggak ada masalah. Display juga oke dengan panelnya AMOLED 144 Hz. Fingerprint udah di layar. Ditambah lagi speakernya udah stereo ini. Jadi makin terasa mantap buat kelasan segmen ini. Dan buat sekedar tambahan data aja ini gua juga ada tes benchmark ada AnTutu 3D Mark dan juga Geekbench di Tchno Canon 50 ini ya. bisa dapetin skor segini, Teman-teman bisa lihat sendiri, pause aja videonya. Yang harus digaris bawahi adalah pemendahan UI dari iOS versi 16 ini yang makin hari makin terlihat cantik aja udah berbasis Android 16 yang security patch-nya ada di Februari 2026. Tampilannya bagus, UI-nya clean, customizasinya banyak dan gua sendiri enggak nemuin adanya iklan yang ngeganggu yang jadi overall itu bikin gua suka. Oh ya, HP ini dia bakal dapat update OS 3 tahun dan juga dapat 5 tahun untuk security patch. Fair enough ya. AI-nya juga termasuk banyak ya. Ada yang basic AI di galery, terus ada AI note, writing, recording, translation sampai ke AI call assistant juga ada. Gua rasa ini adalah HP Rp3 jutaan yang AI-nya itu banyak banget, udah kayak HP flagship. Dan terakhir sebagai segmen HP yang seru banget lawan-lawannya ya. Si Techno Canon 50 ini punya baterai berkapasitas gede 6 mAh dengan chargingnya 45 watt. Menurut gua ini bagus banget peningkatannya. Baterai tentu bakalan awet dan ngecasnya juga ngebut apalagi mengingat nih body HP-nya juga enggak gede-gede banget ya. Dan kesimpulannya tekno ke150 yang dibanrol R,5 jutaan menurut keyakinan gua ini masih dalam kategori yang worth di tahun 2026 ini mengingat hampir semua HP itu memang harganya naik ya. Ya intinya memang agak sulit untuk mengulangi kejayaan tahun kemarin melalui 40 series-nya. Tapi di 50 series ini pendapat gua tekno masih cukup solid. Oke, guys. Segitu aja untuk review Techno Canon 50 dari gua. Jadi buat teman-teman yang nyari HP kelas menengah, kelas midrange yang performanya oke dan kameranya masih bisa ngelawan flagship iPhone bisa mempertimbangkan yang satu ini.

















