Sudah Pasti Terbaik di 2024! - Impresi Pertama vivo X200 Pro (YouTube Video)
Halo sob, ketemu lagi dengan Irwan disini. Dan sekarang, saya lagi ada di Beijing. Kayaknya nyebutnya Beijing, bukan Beijing ya. Saya ada di China, Beijing. Saya hari ini disini karena ada undangan dari Vivo untuk menghadiri launching Global Vivo X200 Series. Di mana tahun ini, varian dari X200 ini lebih bervariasi. Karena ada varian yang lebih mini dan lebih mungil. Nah, tapi di video ini saya akan membahas khusus untuk X200 Pro. Karena ini unit yang kita pegang sejak kita tiba di Beijing pertama kali. Dan kita mulai dari desainnya. Desain adalah salah satu yang berubah dari seri ini dibandingkan seri sebelumnya. Karena kalau kita perhatikan memang desainnya lebih mengotak, terutama di bagian frame dibandingkan versi sebelumnya. Jadi terasa lebih solid. Menurut saya pribadi lebih enak di-grip, karena lebih banyak kasih ruang buat nge-grip di tangan dibandingkan versi sebelumnya yang terasa lebih mewah menurut saya. Karena feelingnya lebih tipis. Karena bagian pinggirnya itu kan melengkung gitu ya. Tapi yang ini menurut saya lebih nyaman aja dipegang. Nah, kita lanjut ke bagian layar. Layarnya juga sebenarnya ada upgrade, tapi tidak begitu signifikan menurut saya. Kalau kalian sadar sebenarnya background dari footage ini berbeda dari yang kemarin, karena sebenarnya diambil di hari yang berbeda. Kalau kemarin kita di Olympic Stadium. Sekarang kita menuju ke Forbidden City. Oke, kita bahas soal layar. Layarnya ini sebenarnya mirip dengan X100. Tapi yang spesial adalah layarnya dikembangkan oleh Zeiss sendiri. Namanya Zeiss True Color Display. Jadi ada andil Zeiss dalam mengembangkan layar di X200 Pro ini. Itu yang bikin HP ini terasa lebih wow. Lebih spesial dibandingkan seri X100 Pro. Seperti yang kalian lihat sekarang. Lain layar, lain pula dengan spesifikasi. Karena untuk spesifikasi, si X200 Pro ini mengalami upgrade yang sangat sangat signifikan. Karena versi ini sekarang menggunakan Mediatek Dimensity 9400, yang dibangun dengan proses fabrikasi 3nm. Semakin kecil, semakin banyak microprocessor yang bisa dimasukkan di dalam prosesornya. Dan ini SoC ngebut banget, Sob. Karena angka-angka yang ditangkap atau didapat dari aplikasi benchmark sintetis itu tinggi banget. Contohnya adalah AnTuTu Benchmark. Di mana dia tembus di angka 2,7 juta. Ada dua kata sakti di handphone ini. Mediatek, 2,7 juta. Benchmark AnTuTu. *ketawa* Gila! Yang spesial dari SoC-nya adalah SoC Mediatek Dimensity 9400 ini, dia kolaborasi dari 3 brand. Pertama adalah Vivo sendiri, yang kedua adalah Mediatek, yang ketiga adalah ARM. Itulah kenapa SoC ini pertama hadir di hape ini. Sedangkan untuk GPU-nya, dia pakai Immortalis-G925, kalau nggak salah. Saya lupa. Tapi yang pasti, SoC ini juga SoC. GPU ini ngebut karena dia juga mendukung ray tracing soalnya. Ray tracing maksimal di 90 fps. Dan nggak banyak GPU di mobile yang support ray tracing. Dan salah satunya adalah Dimensity 9400 dengan GPU Immortalis. Oke, sekarang saya mau bahas soal software. Yang mana sebenarnya ini agak berbeda dengan Indonesia. Unit yang saya terima di China ini adalah unit yang menggunakan Origin OS. Dan kemarin pada saat launching, sempat dipresentasikan begitu banyak fitur dari Origin OS yang benar-benar kayak... Wah, jauh lebih appealing dibandingkan Funtouch OS. Jadi... Bentar dulu, saya lagi ngomong. Maaf ada yang ganggu. Jadi Origin OS sebenarnya besar harapan saya untuk pada akhirnya Vivo Indonesia masukin sistem operasi ini ke Indonesia. Kenapa? Karena saya pribadi nggak terlalu suka sama Funtouch OS karena ya masalah selera aja. Tapi kalau Origin OS kayak lebih appealing, lebih smooth, lebih kayak simpel aja gitu loh. Ada wartawan sini. Ini... Jadi sebenarnya besar harapan saya untuk Vivo pada akhirnya bawa si Origin OS 5 ke sini. Nah, sekarang kita bahas soal baterai. Baterai di hape ini punya ukuran sebesar 6000 mAh. Yang jujur pribadi saya pertama nggak percaya kalau hape ini punya baterai 6000 mAh. Mengingat bodinya juga nggak terlalu tebal banget. Bahkan tergolong tipis. Tapi yang bikin ini spesial adalah dia punya teknologi yang namanya BlueVolt. Di mana dia bisa masukin baterai berukuran besar ke baterai dengan dimensi yang kecil. Gimana ya jelasinnya? Sama-sama ukuran soalnya. Yang pasti adalah bodinya kecil tapi dia punya baterai yang besar. Itulah kenapa hape ini punya baterai 6000 mAh. Dan yang bikin saya kaget adalah versi Pro Mini-nya, bodi sekecil itu punya baterai 5700 mAh. Yang mana itu goks banget coy! 5700 mAh itu punya ukuran yang kecil. Hape-hape mid-range itu... [Kumar]: 6000 mAh gimana sih? [Reza]: Ngapain sih syuting video? Emang di-upload? [Kumar]: Nggak-nggak, ini basicnya tuh lensanya aja kotor kayak begini. Nggak melambangkan hasil video aslinya lah. [Reza]: Video dibikin doang nggak di-upload buat apa? [Irwan]: Saya mau nge-review Vivo tapi saya kena roasting sama mereka nih. Emang kurang ajar mereka ini... Intinya begitu. Bahwa teknologi baterai si BlueVolt ini bener-bener kayaknya bakal jadi standar baru. Mungkin brand lain punya teknologi yang sama tapi dengan nama yang berbeda. Tapi yang pasti Vivo sudah memulai duluan dengan si BlueVolt-nya. Gokil menurutku ini. Dan satu hal, satu bagian yang paling berasa upgrade-nya dibandingkan seri X100 adalah dari sektor fotografi atau kamera. Di mana kamera di hape ini. Aduh, saya tuh bingung ya bagaimana menceritakan betapa keknya kamera dari Vivo X200 Pro ini. Mungkin yang belum tau ya, beberapa bulan terakhir daily driver saya adalah Vivo X3 Pro. Dan saya sudah berbulan-bulan menggunakan handphone itu sebagai daily driver. Dan menggunakannya sebagai alat untuk dokumentasi sehari-hari. Baik itu untuk merekam video atau foto. Bahkan untuk materi-materi di story-story. Dan sejauh ini selama saya pakai Vivo X3 Pro. Benchmark atau standar saya terhadap kamera handphone itu jadi naik. Pada akhirnya semua handphone yang saya coba, saya pakai, saya review. Kameranya itu selalu ada di bawah Vivo X3 Pro itu. Jadi standar saya sudah tinggi tuh. Terus saya dipinjemin handphone ini. Tau nggak? Satu kata yang keluar pada saat saya mencoba mengambil foto di kondisi low light, dengan foto ini adalah. Anj**ng. Tapi pasti disensor kan? Aman dong. Itu kata yang keluar karena emang sekeren itu. Oke lah. Ini bukan karena saya diajak ke Beijing sama mereka. Jadi saya harus menjilat membagus-bagusin. Ya, nggak ada urusan. Mau nggak diajak, mau nggak diapa pun. Kalau saya lihat hasil foto ini, saya akan berreaksi yang sama. Saya akan bilang kata yang sama mungkin. karena memang bagus coy kameranya. Dan upgrade yang juga nggak kalah wow di handphone ini adalah kemampuannya merekam video. Di mana di hape ini bisa merekam video 4K60 dengan format HDR. Dengan hasil yang... Ya, for your information, semua footage, semua video di video ini, mereka menggunakan handphone yang sama yaitu Vivo X200 Pro. Saya tuh mau bercerita banyak sebenarnya. Tapi kayak ada perasaan yang begitu senang. Karena pada akhirnya saya menemukan sebuah hape Android dengan kemampuan merekam video yang menurut saya bisa diandalkan. Dan saya harus... Harus... Bukan harus sih. Akhirnya bisa mulai lepas dari ketergantungan dengan iPhone. Karena selama ini, selama ini saya merekam video selalu pakai iPhone. Karena HDR di handphone itu menurut saya salah satu yang paling bagus atau mungkin paling bagus dibandingkan handphone-handphone Android mana pun. Nah, untuk di Vivo X200 Pro ini, saya merasakan sedikit perbedaan yang mana menurut saya video di iPhone... Ini agak sedikit bias ya, karena saya lama pakai iPhone. Di mana menurut saya hasil video dari iPhone itu sedikit lebih bagus, sedikit untuk HDR-nya. Terutama beberapa hal seperti kemampuannya nge-highlight bagian-bagian tertentu. Terus saya lebih suka warnanya. Terus iPhone tidak berusaha untuk menghaluskan wajah, seperti wajah saya sekarang. Tapi itu cuma hal-hal kecil yang bisa dimaklumi gitu. Hal-hal lainnya justru menurut saya... Ini menurut saya keren coy, keren. Kamera depan di hape ini adalah menurut saya satu-satunya kamera depan dari Android yang bisa merekam video 4K di 60p dan sudah mendukung HDR. Sekali lagi, HDR. Karena tidak semua handphone Android atau flagship-handphone Android yang bisa merekam 4K 60 fps dengan format HDR. Dolby Vision. Gokil emang. Oke, jadi itu saja video kali ini. Di mana menurut saya Vivo X200 Pro ini jadi salah satu handphone yang harus diperhitungkan di tahun 2024 ini. Karena ini adalah... Menurut saya ya, ini menurut saya agak bias. Menurut saya ini adalah salah satu flagship yang nyaris sempurna. Tentunya dengan beberapa kekurangan yang bisa kita notice dari awal. Misalnya penggunaan Mediatek, yang sebenarnya MediaTek gak jelek. Bagus banget. Bahkan mungkin bisa mengalahkan Snapdragon 8 Gen 3 atau mungkin Gen 4 yang yang belum keluar. Tapi yang pasti bukan soal itu yang saya mau bahas tapi lebih kepada secara branding. Secara market, nama Mediatek masih di bawah Snapdragon. Yang mana orang masih sebagus apapun Mediatek orang masih akan berpikir dua kali. Aduh, ambil ya? Ambil gak ya? Tapi ini kan Mediatek kayak gitu loh. Hal-hal kecil yang harusnya sih gak perlu dipusingin gitu. Tapi selalu menjadi concern utama saat orang mau beli smartphone. Terutama flagship. Itu aja paling. Selebihnya menurut saya ini adalah smartphone yang nyaris sempurna. Dan sekali lagi saya bilang ini mungkin salah satu flagship terbaik yang ada di 2024. Saya gak tau kapan handphone ini akan keluar di Indonesia. bukan yang pasti ya. Menurut gossip yang saya dengar katanya gak akan tahun ini tapi mungkin tahun depan. Mungkin awal tahun depan. Karena gosipnya udah gak ada handphone vivo yang keluar di akhir tahun ini. Tapi yang pasti kalau masih awal tahun depan masih gak terlalu lama lah ya dari launching globalnya. Dan saya tetap punya harapan yang sama bahwa semoga handphone ini dibanderol dengan harganya gak jauh dari X100. Yang mana menurut saya X100 harganya cakep banget vivo. Ah gila sih vivo abis makan apa sih jadi keren banget di 2024? Mengalahkan banyak sekali kompetitornya. Terutama untuk saudara kandungnya. Yang blunder mulu. Tapi yang pasti inilah adalah handphone bagus. Jika kelak nanti masuk ke Indonesia saya berani jamin ini adalah salah satu flagship yang sangat layak buat dibeli. Karena dia hampir bagus di semua hal. Keren. Oke kita ketemu lagi di video berikutnya. Irwan pamit dan adios. Closed Caption by @subbox.id
Video Lainnya
Mendobrak smartphone kelas menengah, vivo Y500 tampil memukau dengan baterai monster 8100mAh. Visual AMOLED simetris dipadukan algoritma foto ala X300 juga...
Bursa ponsel 2026 memanas oleh inovasi brutal. Persaingan kini berpusat pada pesona lensa periskop, monster baterai ekstrem, dan cip pendingin cair. Panduan taktis...
Langkah tidak biasa diambil oleh Jagat Review saat mendadak menunda ulasan mendalam untuk vivo X300 Ultra, kasta tertinggi ponsel flagship di tahun 2026. Di balik...
Kehadiran bocoran seputar iPhone 18 Pro di tengah riuhnya pasar smartphone tahun ini memicu perdebatan sengit mengenai urgensi melakukan upgrade. Lewat pendekatan...
Kabar mengejutkan datang dari jagat media teknologi tanah air seiring keputusan DKID Media untuk menyudahi KOTEK (Komedi Teknologi) tepat di episode kesepuluhnya....
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Rumor mengenai lonjakan harga ekstrem pada lini Reno terbaru sukses memicu perdebatan hangat di kalangan pencinta gawai. Pasalnya, seri yang biasanya menyasar kelas...
Kabar kurang menyenangkan datang bagi para pencinta ekosistem Apple, menyusul rumor kuat mengenai lonjakan harga perangkat masa depan mereka akibat ketergantungan...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Pasar ponsel murah kembali diguncang oleh kehadiran perangkat sejutaan yang sekilas membawa visual mewah layaknya lini premium masa depan. Di balik desainnya yang...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sederet perangkat antimainstream yang siap mengubah total kenyamanan setup harian Anda. Mulai dari inovasi TWS dengan konsep...


















