Suka Duka Pake POCO F7 Pro (YouTube Video)
Oke, setelah gua bikin video bandingin Poco F7 Pro dengan varian Ultranya kemarin, entah kenapa gua lebih penasaran sama daya tahan baterai versi Pro-nya buat temenin gua beraktivitas dari pagi sampai malam. Apakah awet? Terus kalau dibandingin sama Poco X7 Pro lebih mending mana dari si kamera ataupun SOT? Atau mending Xiaomi 14D Pro aja sesuai sama komen kalian yang banyak banget itu? Yuk, kita bahas. Good morning, Guys. Kali ini kita sehari bersama lagi. [Musik] Bareng. Oke, Guys. Jadi, impresi gua sama HP ini sebenarnya lebih ke netral aja sih. Terutama buat kamera modulnya yang sekarang membulat di samping gitu. Banyak yang bilang mirip Techno Spark 20 Pro Plus. Dan emang benar juga sih, cuman pas digenggam feel HP premiumnya sih berasa banget ya dengan back kaca dan frame aluminium. Baselnya juga termakud tipis nih dan hampir mendekati simetris. Cuman sayangnya punya gua yang warna hitem jadi warna frame-nya juga ikutan gelap yang bikin baselnya kelihatan lebih tebal karena nyaru gitu. Lagi asyik foto bocil tiba-tiba ada orang lain mau ikutan. Enggak akan kubiarkan. Mari kita hilangin aja dari foto ini pakai AI Eraser. Tuh mbak-mbak tadi jadi enggak ada kan? Oh. Terus karena desain Poco F7 Pro ini sama dengan F7 Ultra, ada yang kepo juga. Kira-kira cas-nya sama enggak, Bang? [Tepuk tangan] Jadi ini CAS F7 Ultra dan kalau gua pakaiin agak nyangkut gitu ya di kamera modulnya. Terus dari sisi samping juga agak rapat gitu. Karena emang perbedaan antara F7 Ultra dan Pro version ini adalah di ultranya backnya itu ada lengkungan tipis dan kamera modulnya emang lebih tebal dia. Nah, kalau pakai case bawaannya kan baru pas nih. Oke, guys. Tadi sebenarnya cuman keluar sebentar doang. Keluar lamanya nanti nih habis ini. Dan update dulu ya sekarang jam .30 11 baterai ada di 94% ya. Kelihatan enggak? Kelihatan gak? Habis itu gua sempat main Mobile Legends yang tampilan settingannya kok berubah ya dan gua langsung ke kananin semua aja di sini. Oh ya, buat yang kelewatan di video kemarin, jadi gua sempat tes Gin Impact HS 60 FPS. Eh, dapat FPS rata-rata di 57,6 FPS ya yang termasuk tinggi sih. Terus untuk baterainya berkurang 9% dan suhunya ada di sekitar 42an derajat. Terus gua juga sempat tes buing wave selama 20 menit juga dan dapat FPS rata-rata sedikit lebih rendah di 54,8 dengan suhu yang lebih tinggi 44,7 dengan baterai berkurang 11%. Total gua main sekitar 26 menit dan baterai berkurang 7% ya dengan suhu yang lumayan anget menuju panas dikit di sekitar 40 derajat. Sekarang gua mau siap-siap dulu dan let's go. Habis itu kita jus pergi. Oh ya dan update dulu sekarang jam 11.40 baterai ada di 84% ya. Untung Maya pakai case, Guys. Jadi aman. Yang enggak aman adalah kemaluan. R. Wah, gila, rame banget, guys. Why Singapore so crowded on Sunday? Ini nih, Guys, jawabannya nomor tiga. Oke, Guys. Kalau ngomongin spesifikasi, kalian langsung lihat aja di layar, ya. Gua gak bakal sebutin lagi nih. Paling ya gua bingung kenapa banyak yang minta bandingin sama Xiaomi 14T Pro, ya. Padahal secara harga beda loh, selisih sekitar sejuta dengan asumsi kalau mengacu ke harga Poco Global dia itu ada di harga R7,6 juta ya. Sedangkan Xiaomi 14T Pro R8,5 juta dengan storage 256. Jadi kira-kira beda speknya ada di mana aja? Jadi pertama itu ada di chipset yang secara untutup. Sebenarnya enggak beda jauh ya, selisih hampir Rp100.000. Poco F7 Pro lebih tinggi dikit. Habis itu secara baterai lebih kecil 1000 mAh tapi charging-nya lebih ngebutuh. Terus di 14T Pro wirance charging punya kamera yang jauh lebih baik. ada telefoto dan colab sama la. Terus buat fingerprint justru Poco lebih baik ya yang udah ultrasonic. Dan terakhir yang enggak dipunyain Poco itu dia enggak support di SIM-nya. Kayaknya nambah sejuta buat dapetin Xiaomi 14 TC menurut gua masih masuk akal sih dengan catatan kalian emang intu banget sama kamera. Belum lagi bisa wireless charging dan support isin. Wah gila makanannya enak. Wih, kayaknya masih di-review di channel sebelah nih. Tapi kalau ditanya gua, balik lagi ke yang tadi, kalau dibandingin lebih cocok sama 14T enggak sih? Buat speknya perbandingan, kalian langsung lihat di sini aja ya, gua enggak bakal jelasin lagi. Terus kalau perbandingan HP ini sama F7 Ultra gua udah bikin di video ini ya. Kalian langsung tonton aja. Di sana gua compare dari berbagai sisi sih. Jadi kalian cus aja nonton kalau belum. Eh, tapi kalau si F7 Pro ini dibandingin sama X7 Pro gua lihat speknya gak jauh beda-beda banget ya. Nanti kita bahas ini ya. Sekarang kita mau jalan dulu ke tempat selanjutnya. Ke mana kita, Bu? Museum. Museum sama bocil yah. Hujan guys. Peranakan museum. Ih. Oke, guys. Revisi dikit. Ternyata bukan cindok, tapi cendol. By the way, Guys, kalau kalian suka sama konsep video sehari bersama kayak gini, jangan bosan-bosan bantuin gua buat like video ini, ya. Bakal berarti banget. Thank you. Wuh. Kalau kalian suka foto objek yang ada di dalam etalase kaca dan keganggu sama refleksinya, bisa cobain fitur remove reflection deh. Hasilnya lumayan ngebantu loh, bisa buat hilangin bayangan-bayangan gini. Excuse me. Jadi, guys, selain Poco F7 Ultra dan F7 Pro, banyak juga yang kepoin tentang F7 regular. Yang mana dari Poco Global sendiri juga belum ada statement official tentang HP ini. Ya, masih enggak jelas tuh. Cuman kalau gua boleh disuruh jadi detektif-detektifan, menurut gua HP ini bakal nongol ya. Tapi tanggal launchingnya bakal ikutan sama tanggal launching Poco F6 global tahun lalu, yaitu di sekitar akhir Mei. Gua bisa ngomong gini karena ada rumor HP baru di Cina sana yang mau launching, yaitu Redmi Turbo 4 Pro dengan chipset Snapdragon 8S Gen 4 yang merupakan penerus dari Snapdragon 8S Gen 3 yang dipakai sama Poco F6 tuh. Dan perlu diingat, Poco F6 juga merupakan HP hasil rebranding dari Redmi Turbo series tahun lalu. Cuma ya analisa cupu gua ini bisa salah ya. Tapi semoga benar, kita lihat aja nanti. Terus mau next ke tempat selanjutnya tapi hujan. Jadi kita update dulu. Baterai ada di 65% jam .00 ya, Guys. Eh, kirin orang. Tapi bohong. Hujan ya. Hujan gede. Bilang hujan gede. Iya. Sow dulu, Guys. Beli makanan di situ. Oke, Guys. Mari sekarang kita ngomongin perbandingan antara Poco F7 Pro kalau dibandingin sama X7 Pro ya, yang mana punya harga lebih dari Rp3 juta kalau mengacu ke varian 512 gig-nya. Dan menurut gua ini patut dipertanyakan sih karena beda spesifikasinya enggak terlalu jauh juga. Pertama dari sisi chipset yang satu Diamond City, yang satu pakai Snapdragon dan emang secara untutu emang skornya cukup jauh sih selisih Rp700.000-an tapi selebihnya mirip-mirip aja mulai dari kapasitas baterai charging, terus sama-sama punya dua lensa belakang 50 megap min dan 8 megap ultrawide. Paling beda di resolusi video aja sih. Sama satu lagi tuh teknologi fingerprint-nya beda tuh. Mudah itu aja kalau secara spek. Cuman kalau di luar itu yang paling kelihatan lebih ke build quality-nya di mana F7 Pro ini backnya dari gelas dengan frame aluminium. Beda sama X7 Pro yang dari plastik untuk beg dan frame-nya. Cuma ini perbandingan di atas kertas ya. Enak nih tehnya terasa orangen. Tolong dong dicek mereknya. Oke, sorry sempat keinterupsi tadi. Cuman ini perbandingan yang ada di atas kertas ya. Kita enggak tahu deh untuk ril-nya nanti kayak gimana. Kayaknya mesti kita lakuin tes langsung sih kayak biasa misalnya performance, gaming, kamera, AI, dan lainnya. Kalau emang butuh diduelin khusus, kalian kasih tahu di komen ya. Dan kalaupun jadi mungkin gua bakal lakuin setelah harga resmi si Poco F7 Pro-nya keluar di Indonesia kali ya. Nanti baru kita bikin. Oke, guys. Kelar nyemil-nyemil. Sekarang kita lanjut ke museum selanjutnya. Dan update dulu sekarang jam .00 baterai ada di 58% ya. Kita cek SOT-nya berapa. Oh, dapat di 3 jam. Hmm, sampai akhir dapatnya berapa ya sot-nya ya? Penasaran juga nih gua. Ini buat keringin payung, Guys. Jadi, Guys, enggak cuman bisa hapus objek, tapi fitur di HP ini bisa nge-generate objek. L bayangin aja foto bocil yang tangan sama kakinya kepotong gini bisa digenerate dong sama fitur AI ini. Di foto ini juga sampai dibikinin tangan dan kakinya yang pakai sepatu juga. Gimana, Guys? Menurut kalian fitur AI expansion-nya keren atau menyeramkan nih? Bisa digenerate gitu tangan sama kakinya? Sadis. Bt untuk video pakai lensa ultrawide di HP ini menurut gua udah cukup oke sih dengan kondisi cahaya yang cukup, jarak pandang luas juga dengan warna yang mendekati natural. Walaupun secara detail gambar enggak sebaik kalau kita pakai lensa utamanya ya yang hasilnya kalian bisa lihat di sini bokenya juga cukup berasa cuman entah kenapa terlalu tajam enggak sih gambarnya. Kalau dibikin halusan dikit kayak ultra white-nya bakal pas deh. Setuju enggak? Sedangkan buat selfie-nya udah termakud baik dengan dynamic range ya lumayan aja cuma ini dengan pencahayaan yang bisa gua bilang pas sih kalau emang terlalu terik misalnya kayak gini nih nah agak putih ya eh tapi dia bisa bikin muka gua tetap tkspos dengan baik sihukung terus gua juga sempat bandingin sama kamera X7 Pro dan ada beberapa hal menarik yang gua dapat di antaranya untuk selfie dynamic range-nya masih lebih baik di X7 Pro ya Dan skin tone gua pun terlalu coklat di F7 Pro. X7 Pro ini lebih mendekati asli walaupun cenderung pucet juga. Kalau buat jarak pandang, F7 Pro lebih fleksibel nih, bisa 0,8 kali. Sedangkan X7 enggak ada pilihannya walaupun kalau dibandingin jarak pandangnya hampir sama luasnya enggak sih? Habis itu dari sisi zoom, walaupun kedua HP ini enggak punya lensa tele, tapi digital zoom di F7 Pro itu bisa lebih jauh. Misalnya buat video F7 mentok di 15 kali, sedangkan X7 Pro 6 kali. Untuk fotonya 20 kali berbanding 10. Waduh, bisa gitu ya? selebihnya gua belum analisa lebih lanjut ya, cuman kalau kalian tertarik boleh kasih tahu di komen dan jangan lupa subscribe kalau belum biar enggak ketinggalan video selanjutnya. Thank you. Oke, guys. Jadi gua tadi habis ngetes kamera bandingin sama X7 Pro. Cukup lama pakainya dan agak hanget nih HP-nya. Dan update dulu, sekarang udah mau jam . Baterai ada di 42% ya. Oke, kalau ngomongin HP Poco F7 Pro ini sebenarnya ada tiga hal yang benar-benar gua sayangkan banget. Enggak ada ya. Yang pertama itu dia enggak ada bypass charging, kedua itu dia enggak ada ng-support isim, dan ketiga itu USBC-nya yang masih lambat ya buat transfer ke data. Dan sebenarnya buat para fans itu kalau enggak ada si eim sama USBC yang masih 2.0 itu enggak ada enggak apa-apa ya. Cuma yang masalahnya itu di bypass charging-nya karena di HP 2 jutaan aja udah pada bisa bypass charging. Ini malah HP pro di harga berapa 78 jutaan aja enggak ada. Dan sekarang pertanyaan gua sebenarnya untuk menghadirkan fitur bypass charging ini sebenarnya dia butuh komponen khusus enggak sih? Atau sebenarnya cuma permainan software doang? Coba deh yang tahu kasih tahu gua di komen deh. Finish ya. Finish ya. Thank you. Sleepy boy ngot. Habis itu kita sempat ngecill bentar di pinggir kali sambil lihatin orang teriak. Oke, Guys. Sebelum balik gua mau bandingin sekilas aja kamera antara si F7 Pro dengan X7 Pro. Untuk kondisi low light, gua cukup suka hasil foto dari F7 Pro sih. Film malamnya lebih berasa aja dibanding X7 Pro yang cenderung lebih diterangin. Dan terkadang bagian lampu yang terang itu jadi over expose. Cuma ini kebalikan sama selfie-nya yang entah kenapa dynamic R F7 Pro kayak enggak jalan gitu. Semua lampu di belakang jadi over expose. X7 Pro lebih baik di sini. Dan setelah gua cek lebih lanjut, mode HDR di F7 Pro itu jarang nyala loh. Enggak sesering di X7 Pro. Cuma beberapa kali aja ketangkap baru nyala dia. Habis itu gua balik sambil sos metan dan sampai rumah baterai masih ada di 20% di jam 0.30 lewat. Lanjut nonton YouTube dulu sampai akhirnya di jam 11.00 baterai sisa 3%. Dan kalau gua cek SOT-nya termaksud awet ya dapat sampai 8 jam dengan pemakaian paling lama ada di YouTube 2 seteng jam lebih terus IG 1,5 jam dan kamera juga cukup lama pakainya sampai 1 seteng jam sendiri dan sempat nge-game juga tadi 26 menit. Terus kalau gua bandingin sama ST Poco X7 Pro di video sehari bersama kemarin hasilnya mirip ya dapat sot di 8 jam juga. Yang paling lama itu sama nge-YouTube 2 jaman lebih, terus IG sama Mobile Legends dan kamera di sekitar 1 jam. Oh ya, untuk settingan layar gua pakainya refresher 120 Hz ya dengan resolusi full HD plus dan pakai data selluler terus seharian ini. Oke, terakhir buat yang tanya ada iklan atau enggak jawabannya ada ya. Tapi dari yang gua cobain iklannya lebih ke nyelip-nyelip gitu. Kayak misalnya pas gua lagi buka Mi Video, di antara video-video kita bakal diselipin add atau Mi Music bakal nongol iklan sebaris. Terus kalau mau pilih wallpaper juga bakal nongol tuh. Cuma kalau kalian enggak pakai app FF tadi harusnya aman sih. Apalagi kalau dengan adanya iklan bisa menekan harga dan kasih spek yang maksimal. Menurut gua tutup mata aja sih. Itu bisa diakalin juga. Paling yang sekarang bikin gua penasaran sama harganya si HP ini di global sana R,6 juta buat 256 gig yang menurut gua kalau dibandingin sama X7 Pro kurang greget. 51 gig di harga R5 juta. Dan kalau beneran harganya segitu lebih recomend X7 Pro enggak sih? Setuju enggak? Anyway, buat harga resminya nanti gua bakal cantumin di deskripsi ya kalau udah keluar. Sekalian produknya gua taruh di video biar bisa diklik langsung. Yeah.
Video Lainnya
Di tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, menemukan perangkat pendukung produktivitas yang andal tanpa menguras kantong menjadi tantangan tersendiri bagi para...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Membuat konten video berkualitas tinggi sering kali terbentur oleh rumitnya proses produksi dan beratnya peralatan yang harus dibawa. Lewat ulasan terbaru dari...
Menghadirkan layar raksasa 98 inci di ruang keluarga kini bukan lagi sekadar mimpi mahal kaum sultan yang menguras kantong hingga ratusan juta rupiah. Lewat...
Penasaran apakah Xiaomi 17T Pro benar-benar layak disebut sebagai perangkat flagship dengan harga belasan juta? Kreator akan mengajak penonton membongkar langsung...
Xiaomi 17T Pro hadir sebagai upaya Xiaomi untuk mempertahankan tahta "flagship killer" di tengah pasar tahun 2026 yang kian kompetitif. Kreator mengulas tuntas...
Pasar tablet murah kembali bergeliat dengan hadirnya sebuah perangkat metal yang mendefinisikan ulang standar gadget ramah kantong. Di harga dua jutaan, perangkat...
Ingin tahu apakah Xiaomi 17T masih pantas menyandang predikat "HP menang banyak" di tengah tren harga yang makin meroket sepanjang tahun 2026? Kreator mengajak kita...
DHIARCOM mengupas tuntas kehadiran Xiaomi 17T Pro yang mendobrak pasar lewat kombinasi performa kelas wahid dan baterai jumbo 7000 mAh. Penonton akan diajak melihat...
Siapakah rajanya midrange tahun ini? DKID Media mengupas tuntas Xiaomi 17T yang hadir dengan kemampuan zoom optik 5x, baterai jumbo 6.500 mAh, serta desain compact...
Pasar smartphone kelas premium midrange kembali memanas lewat kehadiran Xiaomi 17T yang membawa kejutan besar di angka Rp 7.999.000. Dengan harga seseksi itu,...
Xiaomi kembali menggebrak pasar lewat lini 17T yang membawa lompatan besar pada sektor fotografi mobile. Di tengah fluktuasi harga yang memicu perdebatan, perangkat...
Redmi Pad 2 9.7 hadir di tengah ketatnya persaingan pasar tablet terjangkau dengan membawa sejumlah perubahan desain dan spesifikasi yang cukup berani. Namun, di...
Xiaomi kembali menggebrak pasar smartphone lewat lini terbarunya yang kali ini mencoba mendobrak batasan kelas menengah demi mendekati standar flagship sejati....

















