Jungkat

Tablet MURAH Xiaomi BISA Apa? Redmi Pad 2 (YouTube Video)

  • 02/07/2025

Tablet R jutaan Redmi ini cukup menarik perhatian. Selain harganya yang terjangkau, punya fitur-fitur kayak support pensil, baterai jumbo, bisa miril display sampai adanya dukungan ekosistem buat berinteraksi dengan device Xiaomi lainnya. Dari segudang fitur tadi, apakah ada yang dikorbankan? Yuk, kita bahas. Eh, tapi sebelumnya kita unbox dulu, yuk. Yang mana di sini ada pensilnya juga. Untuk boxnya standar ya, ada tampilan layar tabletnya dengan tulisan Redmi Pad 2, Hyper OS, dan Dolby Atmos. Terus di samping sini dikasih tahu spek layar, baterai, chipset, sama speaker yang ada empat. Di belakangnya juga sama ya. Plus varian gua ini yang warna hijau dengan RAM 4 gig storage 128. Dan untuk ketiga kalinya kita diingetin lagi spek tablet ini sampai entar malam kayaknya bisa kebawa mimpi spek tablet ini dah gua. Habis ini di dalamnya ada kabel type A ke type C dan kepala charger. Oh, 15 watt. Dan terakhir kayak biasa kartu ucapan beserta kertas-kertas yang jarang dibaca dan ejector yang bukan buat SIM tapi SD card. Nanti gua tunjukin lebih lanjut. Terus buat yang cari cash emang enggak dapat ya, jadi mesti beli terpisah. Dan infonya Xiaomi Indonesia enggak keluarin casing resmi buat pet ini sih. Jadi mesti beli di toko third party. Pas sinyalnya langsung disambut sama Xiaomi Hyper OS2 berbasis Android 15. yang selanjutnya gua setup-setup dulu. Sama persis sih tampilannya kayak setup HP dan pas kelar storage-nya kemakan enggak terlalu banyak di 20,7 gig. Terus kalau gua cek gini, blotware-nya enggak terlalu banyak ya. Paling di sini kebanyakan app-f bawaan dari Google terus ada Tools juga. Udah sih itu aja. Lanjut kita unbox pensilnya yang mana punya nama Redmi Smart Pen yang boknya cukup simpel. Terus di dalamnya ada kotak lagi yang isinya kertas-kertas yang sering ditelantarkan dan wah dapat cadangan ujung pensilnya euy. Habis itu baru deh ini dia pensilnya yang ada tulisan Redmi terus hitam-hitam ini port type C buat ngecas. Dan terakhir dua tombol di bagian bawah yang gua belum tahu buat apa. Nanti bareng-bareng kita cari tahu. Dan karena ini pertama kali gua nge-review tablet entry level yang support stylus, gua bingung dong ini pensil nempelnya di mana ya? Gua dekatin di sisi-sisi tablet gak bisa juga. Udah hampir mau komplain dapat produk cacat. Tapi ternyata mohon maaf emang gak bisa nempel ya. Jadi harusnya bakal terpisah gitu taruh di case. Terus gua punya masalah kedua ini pensilnya kenapa gak bisa connect? Udah gua dekat-dekatin tapi enggak keluar pop up buat connect. Padahal Bluetooth-nya udah nyala. Terus gua sempat Google suruh pencet salah satu tombol di sini tapi enggak ngaruh. sempat pengen komplain lagi, tapi karena gua gak gegaba, gua coba nge-charge dulu pensilnya dan akhirnya keluarlah pop up yang gua cari dari tadi. Tinggal klik connect dan kelihatan juga tuh baterainya di 81%. Oke, impresi gua sama tablet ini desainnya cakep ya, minimalis. Kamera modulnya juga simpel, enggak aneh-aneh. Tipis juga sih bumnya jadi kalau ditidurin gini enggak goyang. Terus untuk begnya cukup solid ya, bermaterial aluminium. Untuk warna sih dibilang min green, tapi mata gua lebih ngelihat kayak biru gak sih? Di sebelah kanan tablet ini ada volume button, mic, terus ini SD card slot bukan SIM card karena tablet ini Wii only. Terus di kiri kosong, di atas ada lubang speaker, tulisan Dolby Atmos dan power button. Dan di bawah speaker lagi, port C dan lubang kebahagiaan yang dicari banyak netizen, yaitu headphone jack. Lanjut ke bagian depan yang punya layar 11 inch dengan beza cukup simetris dan tebal. Agak kurang estetik sih emang, tapi ada alasannya. Karena untuk ukuran segede tablet ini kita butuh area buat dipegang sama jari ya. Jadi enggak kesentuh layarnya. Jadi enggak bisa terlalu komplain juga untuk tablet yang punya berat 510 gr dengan tebal 7,36 mili. Lanjut kita ke spek. Tapi yang penting-penting aja punya layar 11 inch 2,5K dengan panel IPS. Jadi gambarnya emang enggak setajam AMOLED, tapi menurut gua masih wajar sih di kelasnya. Untuk refresh rate sendiri bisa sampai 90 Hz, tapi pas gua cek angkanya di 60. Terus entah refresh rate counter gua ini yang ngacau atau emang butuh app-fus buat naikin ke 90. Habis itu dari sisi chipset pakai Helio G100 Ultra yang skor antutunya dapat di Rp420.000-an. Untuk performance udah termakud oke sih. Buka tutup app nunggu sepekian detik. Tapi gua rasa masih wajar enggak bisa disamain dengan pengalaman pakai tablet atau HP mid to high. Kalau buat baterai 9000 mAh yang support charging 18 watt, tapi chargernya yang didapat tadi 15. Oke, lanjut kita ke kamera yang punya 8 megapel kamera belakang ya dan depannya itu 5 megapel kayak yang sekarang kalian lagi lihat nih yang hasilnya cukup aja. Sekarang kalian bisa dengar gimana kualitas mic-nya. Jadi bisa ada gambaran kalau misalnya kalian lagi video call kayak gimana. Dan ini video kamera belakang yang punya resolusi mentok di 1080p30. Sama kayak selfie-nya tadi. Kalau buat foto-foto misalnya shoot dokumen sih udah cukup banget. Kalau buat foto orang pastiin aja pencahayaannya cukup ya. Karena kalau agak low light kualitasnya pasti berkurang. Untuk spek lainnya, HP ini Wii only. Terus punya empat speaker yang mantap buat dengerin musik atau nonton film. [Musik] Karena udah support Dolb Atmos juga. Habis itu kalau storage-nya dirasa kurang gede bisa dicolok SD card sampai 2 tera. Terus tablet ini enggak support unlock fingerprint ya mau di layar ataupun tombol power. Tapi dia ada face unlock pakai kamera depan tadi. By way, Guys, kalau kalian suka gua ngebahas tablet-tablet kayak gini, boleh kasih tahu gua dengan like video ini, ya. Kalau rame bakal dirutinin. Thank you. Oke, jadi pensilnya ini connect pakai Bluetooth dan ada port charger warna hitam pakai USBC. Cukup ringan dan pensilnya ini enggak benar-benar bulat loh. Ada beberapa sudut tipis yang cukup penting. Jadi, pensilnya bisa ngrem dikit kalau lagi goler gini enggak bablas jatuh. Terus dia ada dua tombol yang dekat ujung itu. Kalau kita pencet dan tahan bakal keluar pop up dan kalau kita tap bakal kebuka Mi kanvas buat nulis atau gambar. Sedangkan tombol satu lagi di belakang kalau ditahan bakal buat screenshot. Habis itu buat coret-coret atau gambar sih cukup responsif ya. Cuman ini gua sebagai orang awam mungkin beda kalau kalian artis yang suka gambar dan butuh tingkat presisi tertentu. Terus kalau jempol atau tangan kita nempel di layar gini, tabletnya bisa cuekin dan cuma terima input dari pensil kita aja. Cocok banget sih buat temenin bocil belajar tulis kayak gini sampai ngegambar juga. Nah, salah satu yang cukup bikin gua impress sama tablet ini adalah kedapatan fitur interconnectivity-nya. beberapa hal yang bisa dilakuin. Misalnya saat kalian copy sesuatu dari HP, terus kalian bisa paste di tablet dong dan kebalikannya. Terus kalau dapat telepon nanti tablet kita bisa kasih tahu dan enggak usah sentuh sama sekali HP-nya bisa langsung terima dari tablet. Sama satu lagi kalau tablet kita butuh taptering dari HP. Gampang banget. Sesimpel ke bagian Wii nanti list HP gua bakal nongol di sana. Tinggal pilih dan bakal otomatis langsung connect. Ya, itulah kenikmatan ada di ekosistem yang sama dan gua butuh kasih jempol ke Xiaomi yang perhatiin ini khususnya untuk tablet entry level. Oh ya, perlu diingat supaya fitur ini bisa jalan, kita mesti login di Xiaomi account yang sama ya dan fitur interconnectivity-nya dinyalain. Terakhir enggak berhubungan sama interconnectivity sih, tapi koneksi dengan device lain yang namanya wireless display extension. Jadi, Redmi Padre mirroring dari laptop, mau Windows ataupun Mac kalau terhubung dengan koneksi wireless yang sama. Di Redmi kita tinggal ke more connectivity terus wireless display extension-nya aktifin. Nanti di Mac gua tinggal screen mirroring dan pilih Redmi Pad 2. Beres. Terus pas mirror gini kita gak bisa touch apa-apa di layar ya yang lagi di mirror. Tapi koreksi kalau salah untuk Windows bisa kasih inputan deh. Terakhir karena mungkin koneksinya pakai wireless kalau gua perhatiin ada berasa delay misalnya waktu gerakin kursor atau pindahin window. Saran gua kalau kalian pakai ini bisa mirror ke app yang enggak banyak pergerakan aja. Oke, tablet ini punya tiga warna ya, ada grey, purple, sama green. Terus buat harga di Indonesia sendiri gua belum dapat info. Tapi sebagai gambaran di Singapura untuk varian 4+18 gig ada di sekitar 219 Singaporea Dolar yang dapat covernya juga dan kalau dirupiahin 2,8 juta. Sedangkan buat Redmi Smartp-nya ada di 49 Singapura Dollar atau sekitar Rp600.000-an. Biasa sih harga di Indonesia bakal lebih murah dari itu ya, tapi sejauh apa? Kalian bisa pantengin aja sosmate-nya mereka. Overall tablet ini cocok banget buat lakuin aktivitas-aktivitas ringan kayak misalnya streaming, baca ebook, coret-coret santai, sampai temenin bocil buat belajar dan main. Yeah.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Redmi Pad

Redmi Pad resmi dipasarkan di Indonesia sebagai tablet serbaguna yang difokuskan pada hiburan, pembelajaran, dan penggunaan harian berbasis Wi-Fi. Tablet ini dirancang untuk pengguna yang membutuhkan layar besar dengan pengalaman multimedia yang nyaman. Redmi Pad menempatkan keseimbangan antara performa, layar, dan audio sebagai kekuatan utamanya. Perangkat ini cocok digunakan di...

Xiaomi

Xiaomi adalah brand elektronik inovatif dengan produk smartphone, AIoT, dan smart home berteknologi canggih. Xiaomi menghadirkan perangkat berkualitas dengan harga kompetitif, mulai dari HP, tablet, wearable, hingga perangkat rumah pintar.

Redmi Pad

Redmi Pad adalah tablet terjangkau dengan layar luas dan performa andal untuk belajar serta hiburan. Redmi Pad menghadirkan baterai tahan lama, desain modern, dan pengalaman multimedia nyaman untuk penggunaan sehari-hari.

Redmi Pad 2

Redmi Pad 2 resmi dipasarkan di Indonesia sebagai tablet yang menonjolkan layar 11 inci beresolusi 2.5K, baterai besar, dan pengalaman multimedia yang fokus pada hiburan harian. Perangkat ini menjalankan Xiaomi HyperOS 2, sehingga ekosistem dan fitur perangkat lunak mengikuti arah terbaru dari Xiaomi untuk lini tablet. Redmi Pad 2 juga...