Ternyata SENYAMAN INI !! Unboxing Samsung Fold8 Resmi !! (YouTube Video)
Hai Andika, Guys. Di sini ini adalah Samsung Galaxy Zfold 8 [musik] yang harganya itu sama kayak launchingnya si Samsung Galaxy Fold 7 tahun lalu. Tapi bedanya sekarang dia layarnya lebih pendek [musik] tapi lebih lebar. Jadi kalau ada yang bilang, "Wah, full 8 kan harganya enggak naik." Iya enggak naik cuman secara dimensi dia [musik] lebih kecil. Jadi ini upgrade atau Samsung lagi melakukan efisiensi. Jadi langsung aja kita unboxing si Galaxy Z yang baru aja datang. Nanti kita juga bandingkan dengan Fold 7 karena saya enggak punya Fold 8 Ultra dan tahun ini saya memutuskan untuk enggak upgrade dari Fold 7 ke Fold 8 Ultra ke Fold 8 aja karena form ve vornya kemarin pas saya hand ons diundang sama [musik] Samsung itu menyenangkan banget. Oke, kalau dari boksnya ya Samsung bangetlah ya dengan box yang tipis karena dia gak ada chargernya. Ini saya beli yang varian 12256. Kenapa enggak 512 atau 1 tera? Karena ya ini bakalan jadi HP produktivitas saya sih. Kalau misalkan saya butuh video, saya pakai HP yang lain. Dan untuk warnanya ini saya pilih yang grapit [musik] 12256. Jadi dia ada beberapa varian warna ya, ada yang pistaio, ada yang warna putih, dan ada yang warna lavender. Cuman lavendernya menurut saya lebih [musik] bagus di Violetnya Ultra kayak ungunya itu ungu lebih ungu lebih macu gitu. Dan langsung aja kalau produknya Samsung itu kita enggak perlu cutter, langsung aja dua-duanya kita sikat green peel-nya. Dan di dalam paket pembeliannya seperti biasa ada kabelnya Samsung, terus juga buku panduan dan udah ya enggak ada apa-apa lagi tuh. Nah, ini nih yang warna grafit. Kenapa saya pilih grafit? Karena ya dia cowok banget ya. Ini kita lepas dulu layarnya. Kita lepas juga. Set we kita coba apakah ada anti effective-nya. Mm kok kayak enggak ada ya? Coba yang sini. Nah. Nah, kalau yang ini lebih reflektif nih, Guys. Lebih anti reflectif nih. Nih, kalau yang secondary screen kan dia masih [musik] ada ya. Walaupun enggak terlalu yang mencolok ke mata gitu, tapi kalau udah bagian dalamnya langsung jadi kayak keserep gitu lighting-nya. [musik] Dan sekarang kita bandingin dulu dengan fold 7 ya. Kenapa tahun ini saya memutuskan untuk ya saya fold-nya pakai fold aja? [musik] Karena nih coba kalian lihat ya kalau misalkan secara dimensi saya itu adalah tipikal orang yang suka ngetik dengan dua ibu jari. Jadi kalau misalkan ini kayak terlalu sempit buat saya pribadi ya, mungkin ini saya aja [musik] atau mungkin kalian pakai full juga merasa kayak gitu. Tapi kalau pakai ini wah ini sih nyaman banget. Bentar kita coba nyalain juga sambil kita instalasi beberapa aplikasi ya untuk hands on nanti. Tapi sebelum itu kita coba lihat. Wih, bukanya aja udah effortless banget. Coba lihat. Wih, kan kayak langsung wih. Kalau si Vol 7 bukanya kayak agak susah gitu tuh. [musik] Ya kan? kelihatan gak ya geter-geter tangan saya tuh dan dia gak langsung nge-stretch. Nah, kalau full ultra itu feel bukanya udah sama kayak full 8 ya, udah effortless dan dia langsung kayak ng-stretch gitu. Dan kalau kita mauin angelnya di full kan belum bisa kebuka [musik] sampai 180 derajat ya. Ini kelihatan enggak? Kayak masih melengkung sedikit gitu. Plus grisnya juga masih cukup [musik] kelihatan tuh ya kan. Nah, di fold 8 sebenarnya Fold 8 Ultra juga kayak gitu ya karena kemarin saya juga udah hands on. Nah, di Fold 8 tipis [musik] banget. Ini tuh bedain sama Volote 7. Tipis kan ya? Wah, maaf guys ini kotor karena memang kepakai ya fot-nya ya. Tuh kalau kalian lihat beda banget kan ya lipatannya. Dan untuk area ini, hingch-nya yang sini [musik] dia udah bisa kebuka sampai 180 derajat. Jadi lurus dan hasilnya kalau dibuka dia itu lebih effortless gitu. Kalau misalkan saya buka dengan satu jari aja harusnya bisa nih. Tuh, coba ya. Kalau misalkan tangan saya itu lagi kopi, terus saya pengin buka. Wih. Ye, mudah banget. Coba kalau yang ini ya, kalau [musik] ini agak effortless sih, Guys. Coba ya. Ah, agak berat. Nah, jadi kenapa akhirnya saya mutuskan untuk pakai full Aid? Karena kalau misalkan saya lagi meeting itu kan biasanya saya pakai kemeja atau pakai jaket-jaget [musik] yang formal kasual gitulah. Jadi, saya tinggal masukin aja ke kantong dan [musik] itu feel-nya pas banget. Kalau ini masih terlalu panjang jadi masih metungul ke atas. Oke, jadi ini si Samsung Galaxy F-nya ketika tertutup ya beda banget [musik] dimensinya, Guys. Nih, kalau kita sandingin aja anggap aja si Fold 7 ini Fold Ultra ya. Karena secara dimensi enggak berupa banyak, cuman selisih [musik] 0,1 mili lebih tipis dan 0,1 mili lebih ringan. Nah, dia lebih pendek tapi dia lebar. Lebarnya itu 158,4 mili. Terus bobotnya jadi lebih tipis sekarang. Coba ya kita lihat ya untuk bobotnya di 204 [musik] gr ya. Sementara F 7 itu di 216,4 gr. Nah, yang menarik Samsung tahun ini mereka pakai silicon [musik] baterai. Jadi walaupun dia lebih tipis, lebih pendek, tapi ngomongin soal baterai ini kan 4.00 [musik] mamp ya. Sementara full 8 itu di 4.800 m. [musik] Jadi ya karena angkanya lebih gede, baterainya harusnya lebih awet ya. Tapi nanti kita tes di video review-nya apakah dia bisa bertahan seharian. Bisa ngecas 2 hari sekali. [musik] Nanti kita coba. Oke, sekarang kita coba kalau kita pakai layar ketika tertutup. Saya mau coba ngetik. Coba ya. Hai handika guys. Di sini uh feel-nya enak banget sih ya. Dan karena dia saya terbiasa dengan dua ibu jari jadi ngetik [musik] itu kayak mudah banget. Dan suaranya coba kalian dengarin tttailnya itu mantap [mendengus] banget sih. Nah, kelihatan cakep. Ini saran saya buat yang jualan case. Kalian bisa jualan case dengan paspor Indonesia gitu karena bisa menunjukkan price Indonesianya. Eh, enggak usah deh pemerintahnya lagi kayak gitu. Enggak usah deh. Oke, sekarang kita coba dengan rasio segini ya. Ini rasionya 4 bing 3. Kalau misalkan kita buka TikTok apakah lebih nyaman? Karena kan dia lebih pendek ya kalau pakai si F atau Full 8 Ultra itu kan di 21: 9. Jadi kayak nonton kayak terlalu panjang gitu. Nah, kalau untuk TikTok kira-kira seperti [musik] ini nih, Guys. Kalau digunain untuk nonton TikTok ya ada barnya kecil dikit sih ya. Enggak terlalu mengganggu sih ya kalau untuk TikTok. Coba kalau misalkan kita pakai yang ini nih ya. Kayak gini. Wah, kalau ini sih harusnya kayak gini. Bentar. Set vertikal. Wah, langsung lebih lebar ya buat tiktokan ya. Atau kita buka YouTube. YouTube. Coba kita lihat timnas. Eh, jangan copyright, Guys. Nanti langsung [musik] di-take down sama YouTube nih. Spider-Man aja deh. Nah, ini kalau misalkan kita nonton di posisi seperti ini. Entar volumenya di sini. Uh, jadi tetap aspek rasionya kita bisa zoom di sini asli original. Uh, jadi kira-kira seperti ini. Tetap ada barnya ya. Kalau kita full screen coba. Full screen-nya seperti ini. Masih ada barnya, tapi kita bisa zoom lagi kayak enggak enak ya kalau dizoom lagi ya. Tuh, jadi enaknya sih tetap ada barnya kayak gini kalau misalkan nonton konten. Karena kan sininematik itu di 21 bing 9 ya untuk Spider-Man ya. Jadi kalau misalkan kita nonton konten lain misalnya ini coba ya. Ini berapa nih? Nah, ini lebih lebih dikit nih barnya nih kalau kita zoom. Wah, kira-kira seperti ini. Uh, oke. Karena dia aspek rasionya 4 bing 3 dan 10 bing 16, sebenarnya dia itu lebih enak kalau misalkan kita gunain untuk baca-baca [musik] PDF. Oke, saya coba mau nonton agen Kim ini yang lagi rame banget ya. Nah, kira-kira seperti ini, [musik] Guys. Uh, ini enak banget sih ya. Jadi kita bisa langsung lihat. Hoh enak banget si kita juga bisa langsung loncat ke episode yang mana dan gambarnya jadi lebih lega gitu. Coba kalau posisi [musik] seperti ini, mm enggak enak sih. Enaknya yang gini ya. Jadi kalau misalkan kalian mau buka eh kita coba buka tiga aplikasi sekaligus [musik] ya. Karena kemarin saya coba itu bisa. Jadi misalkan kita buka galeri. Galeri terus galerinya itu kita taruh di bentar kita coba di sini terus kita buka Google Chrome di sini satu ya kan. Terus kita buka lagi misal YouTube di sini. Wah bisa langsung tiga kayak gini guys. Tuh tiga aplikasi jalan sekaligus. dan masih visibilitasnya itu masih oke, tulisannya enggak terlalu kecil. Misal nonton webtun-nya tuh masih bisa. Jadi kalau misalkan kalian tiga gini, misal mau trading lah, misal mau buka [musik] satunya buka game, satunya buka cheat bisa ya tergantung kebutuhan kalian aja. Dan ini cukup responsif ya, tiga-tiganya aman. Terus kalau untuk performanya tadi sempat saya tes juga di Antu. Mana [musik] AnTutu-nya? Tapi ini video unboxing dulu ya. Nanti untuk tes game-nya dan lain-lainnya kayak My Fan Cam dan lain-lain. Kita coba nanti aja. Ini tuh skornya sama kayak Snapdragon 8 Gen 5 ya bukan yang elite. [musik] Jadi nanti ini harusnya enggak segini. Jadi kita coba lihat anomalinya di mana ya. Biasal lah ya HP baru itu biasanya memang kayak gini. Jadi masih ada anomali-anomali. Terus kalau untuk wild life stress-testnya ya performanya nanti aja deh. Sekarang kita coba ngomongin kameranya tipis-tipis aja. Jadi untuk kameranya ya dia ada dua. Jadi kamera ultrawide-nya 50 megapel, kamera min-nya 50 megapel, plus kamera depannya ada dua, jadi ada yang di bagian main screen. Kita coba foto ya. Nah, ini main screen-nya. Kalau kameranya yang pakai secondary screen selfie kameranya, coba kita [musik] lihat juga hasilnya. Weh, kotor, Guys. Entar kita coba. Nah, kira-kira kayak gini. Atau kalau mau pakai kamera belakangnya [musik] jadi kamera kedua, tinggal aktifin kayak gini aja. Tuh, selfie kamera belakang. Bentar kita lapin juga. Oke, hasilnya seperti ini. Oke, jadi mungkin itu aja first impressive dan juga unboxing hands on dari Samsung Galaxy Z Fold 8 ya. One UI 9-nya yang baru sih saya lihat adalah My Fan Cam dan lainnya nanti bakalan kita bahas di video review-nya. Nah, pertanyaannya apakah lebih baik Fold 8 dibandingkan Fold 8 Ultra? Sebenarnya tergantung kebutuhannya ya. Karena kalau saya itu butuh HP yang tipis, ringan, dan enak dibawa ke mana-mana. Dan saya enggak butuh kamera tele karena kamera tele saya itu ada di HP saya yang satunya. Jadi biasanya saya pakai daily driver itu 2 HP dan kalian pasti tahulah ya satunya yang mana. Jadi untuk video, foto, tele itu biasanya saya pakai yang itu. Cuman kalau untuk kerja saya pakai fold 7. Nah, Fold 8 ini bakalan menggantikan Ford 7 saya karena dia lebih ringkes, lebih mudah, dan ya menyenangkan untuk dibawa. Terus karena saya pakai dua ibu jari buat ngetik juga lebih nyaman dan ya kayak lebih fresh aja ya. Kayak trennya nanti ke depannya menurut saya bakalan HP lipat yang form ve vornya pendek kayak gini karena udah ada dua pemain besar yang nanti bakalan join di form ve vor kayak gini. Saya dikudi and see you on the next video.
Video Lainnya
Membawa ponsel lipat terbaru dalam perjalanan singkat ke London memberikan perspektif menarik mengenai kenyamanan bodi yang lebih ringkas sekaligus tantangan...
Bodi kian ramping dengan baterai jumbo serta kamera jempolan kini hadir menyapa lini ponsel lipat premium. Simak Hands On Samsung Z Fold Ultra! Akhirnya Sempurna ?!...
Menjajal langsung Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra resmi di Indonesia membuka tirai inovasi ponsel lipat dengan bodi super tipis dan varian warna Violet Shadows yang...
Generasi terbaru arloji pintar Samsung hadir membawa gebrakan performa hingga fitur selam profesional. Penasaran apa saja peningkatan signifikan yang disematkan?...
Sebagai pengguna setia generasi sebelumnya, memegang ponsel lipat terbaru ini langsung memunculkan dilema tersendiri. Simak ulasan mendalam perbandingan fisik...
Eksplorasi wujud baru ponsel lipat Samsung lewat desain yang lebih compact ala paspor dan bobot teringan. Simak Gw kira HP Lipat ini cuma gimmick.. untuk ulasan...
Menjajal Samsung Galaxy Z Fold8 membuka perspektif baru soal ponsel lipat dengan bodi lebih lebar ala paspor yang nyaman digenggam, baterai lebih awet, serta...
Inovasi layar lipat Samsung kembali memikat lewat kehadiran seri Fold8 Ultra dan Z Flip8. Mulai dari peningkatan material engsel hingga performa tangguh, simak...
Peluncuran lini ponsel lipat terbaru dari Samsung membawa angin segar sekaligus kejutan besar bagi para penikmat gadget tanah air. Simak ulasan lengkapnya di...

















