Jungkat

Triple IP Rating di IP66, IP68, IP69 serta Military Grade Shock Resistance! Review OPPO A5 Pro 5G (YouTube Video)

  • 17/03/2025

Mau kena hujan, mau kejemplung ke dalam air, atau bahkan disemprot dengan air bertekanan tinggi. Smartphone yang satu ini punya tiga IP rating sekaligus aman ya. Lalu dia udah punya military grade shock resistance jadi dia semakin tangguh juga ya. Ini adalah Oppo A5 Pro 5G, smartphone baru dari Oppo yang katanya cocok banget dipakai di berbagai kondisi. Enggak cuma itu aja yang jadi andalannya. Baterainya juga jadi besar di 5800 mAh tapi bodinya tetap tipis dan relatif ringan. Selain itu, fitur-fitur AI juga sudah ada di sini. Nah, penasaran kan? Mari kita bahas yang satu ini. Ya, Oppo A series terbaru akhir datang juga ke Indonesia ya. Dan kali ini yang kita review adalah yang versi A5 Pro 5G. Katanya sih smartphone ini menawarkan banyak hal menarik seperti yang tadi kita bahas ya, triple IP rating, military standar 810H, lalu ada fitur AI dan masih banyak lagi. Nah, kalau penasaran kita enggak usah panjang lebar ya. Kita langsung aja mulai bahas dari paket penjualannya. Nah, di dalam tentunya ada unit Oppo A5 Pro 5G dengan screen protektor yang langsung terpasang dan tentunya ada chargernya, ada chargernya, ada chargernya. Ini adalah charger 45 watt Superfook ya. Lalu ada kabel USBC, ada case juga, ada sim tray ejector dan paket dokumen. Jadi masih lengkap ini isinya. Nah, untuk desain smartphone disebut oleh Oppo menggunakan slim and slick desain yang membuat smartphone ini terlihat minimalis tapi tetap elegan. Dan untuk opsi warna ada dua ya, yang coklat moka dan merah muda seperti yang kami pegang yang satu ini. Kalau diperhatikan bagian back cover varian merah muda ini punya gradasi dari tiga warna yang berbeda yaitu pink, ungu, dan biru muda. Dan di sini ada corak seperti bunga ya yang ketika dilihat dari sudut peran tertentu yang membuatnya enggak terlihat polos-polos amat gitu. Nah, untuk materinya bagian back cover serta frame-nya itu menggunakan bahan polikarbonat ya. Oh ya, smartphone ini juga sudah punya triple IP rating. Tepatnya dia punya IP6, IP68, dan IP69 untuk perlindungan terhadap air dan debu. Nah, angka 6 yang di depan ya, semua angka 6 dari IP6, 68, 69 itu artinya smartphone ini punya proteksi yang maksimum terhadap debu dan partikel kecil. Jadi harusnya debu tidak bisa masuk ke dalam. Nah, tapi kenapa sampai tiga sertifikasi? Nah, karena ketiganya itu punya arti yang agak berbeda sebetulnya. Kalau belakangnya enam itu menunjukkan kalau smartphone ini tahan terhadap percikan air dari segala arah. Misalnya kalau kehujanan yang cukup deras nih dan HP-nya e lupa kita taruh di tempat yang aman. Jadi dia ikut kena hujan juga. Nah, itu enggak apa-apa karena udah IP 66 belakangnya ya. Nah, kalau yang 68annya menunjukkan kalau dia kecemplung air selama kurung waktu tertentu itu aman. Misalnya nih, kita lagi ngecek bak air atau akuarium sambil megang HP nih, terus HP-nya enggak sengaja lepas dari tangan atau jatuh dari kantong masuk dalam bak air misalnya. Nah, ini juga harusnya masih aman karena dia punya IP68 selama cepat-cepat diangkat ya. Sementara itu, IP69 menunjukkan ketahanan terhadap semprotan air bertekanan tinggi dengan suhu sekitar 80 derajat Celcius maksimum. Ya, misalnya nih kalau misalnya suhu ya misalnya lagi minum-minum hangat terus gelasnya kesenggol dan airnya e enggak sengaja tumpah ke sini. Nah, itu harusnya aman ya. K punya IP69 atau kesemprot gitu ya. Ya, masih aman. Misalnya lagi nyemprot motor atau nyemprot mobil ini enggak sengaja kesemprot masih aman enggak apa-apa karena air bertekanan tinggi. Masih aman di sini. Tapi tetap aja ya diingat ya walaupun dia punya tiga IP rating sekaligus itu bukan berarti smartphone ini dirancang untuk diajak berenang atau mungkin snorkeling. Bukan ya. Bukan. Nah, IP rating di sini hanya untuk jaga-jaga kalau terjadi kecelakaan-kecelakaan atau ketidaksengajaan-ketidaksengajaan yang lumayan ekstrem tadi. Nah, selain triple IP rating tadi, smartphone ini juga dikatakan memiliki military grade shock resistance. Nah, menurut OPPO daya tahan ekstra di smartphone ini berhasil mereka ciptakan berkat beberapa rancangan khusus. Di antaranya dia pakai unib mid frame atau bagian mid frame-nya dirancang lebih tebal dan menyatu seutuhnya. Jadi bukan pasang-pasangan gitu ya, emang jadi satu semua mid body-nya. Lalu ada sehial key component ya. Ini merupakan komponen berwarna merah nih ya di sini ya. Kelihatan ya sehial-nya ya yang berfungsi untuk memastikan beberapa bagian penting di smartphone ini tetap aman. Enggak kemasukan debu dan enggak kemasukan air. Jadi ada sealnya yang spesial di sini. Kemudian dia punya Microporus PET Filter yang merupakan membran mikrofon khusus yang diklaim ini tahan air. Lalu ada lagi nih AM4 High Strength Aluminium alloy yang merupakan lapisan aluminium tambahan pada bagian penutup motherboard. Jadi harusnya lebih tangguh. Terakhir ada Sponge Bionic Cussioning Design. Nah, ini berisikan sponge silicon patch serta material pelindung lain untuk melindungi beberapa komponen penting dari getaran atau efek dari shock gitu ya. Jadi memang niat banget sih yang satu ini. Oke, kita lanjut ke dimensinya. Tingginya 164,82 mm, lebarnya 75,53 mm, ketebalan di 7,66 mm. Sementara untuk bobotnya ada di 194 gr. Jadi untuk sebuah smartphone dengan baterai 5800 mAh ini masih tergolong tipis dan ringan sebetulnya udah hampir 6.000 nih baterainya. Oke, sekarang kita lihat di sisi kanan ini ada tombol power yang menyatu dengan fingerprint scanner dan tombol volume up and down. Di atas ini kosong ya. Lalu di sisi kiri ada SIM tray hybrid. Jadi dia bisa dual nano SIM atau satu nano SIM plus micro SD card ya. Lalu di bawah ada mikrofon, port USBC, dan speaker ya. Cuma single speaker nih. Wah, enggak. Tenang, nanti kita bahas ya. Oke, kita beralih dulu ke sisi depan. Layarnya ini layar 6,7 inci panel IPS dengan resolusi 1604 * 720 piksel atau HD plus ya. Refresh rate-nya 120 Hz. Ini adaptif ya. Jadi kalau tidak ada aktivitas dia akan turun ke 60 Hz dan kalau ada aktivitas dia bisa naik otomatis ke 120 Hz. Untuk brightness dia diklaim punya brightness atau kecerahan hingga 1000 nits. Nah waktu kita coba di dalam ruang dia bisa mencapai 684 nits. Sementara untuk outdoor ya kita simulasikan untuk outdoor dia bisa mencapai 830 nitz. Memang sih belum nyampai 1000 banget gitu ya, tapi ini terbilang terang dan aman, mudah dibaca pada saat kita pakai di kondisi terang di luar ruangan. Oke, kita lanjut ke mode warna. Di sini ada dua mode warna ya, ada natural dan ada vivit. Untuk hasil tes kelar gambutnya kurang lebih seperti ini. Secara umum mode natural menawarkan gambut coverage dan volume di kisaran 100% sRGB. Jadi kalau mau ngedit-ngedit foto atau video, pilih mode yang satu ini. Sementara kalau mau saturasinya lebih tinggi bisa pakai vivit karena kalau di sini gamut volume-nya naik ke 124% sRGB. Nah, untuk basel ini memang belum bisa dibilang tipis ya di sini ya, terutama di basel atas dan bawahnya ya dan tidak sinkron atas dan bawahnya juga ya. Tapi layar ini sudah pakai Corning Gorilla Glass 7i untuk proteksi yang ekstra. Mantap kan tuh ya. Oh ya, Oppo juga mengklaim telah membekali smartphone ini dengan teknologi splash touch yang katanya membuat layar ini bisa dengan mudah dioperasikan dengan baik walaupun tangan kita masih basah gitu. Jadi kalau musim hujan itu mau ngoperasin handphone enggak masalah bisa ya basa-basa tangannya operasiin aja. Kemudian untuk earpace-nya ada di basel atas layar dan ini juga otomatis menjadi speaker kedua dari smartphone ini. Jadi udah dua speakernya enggak cuma single speaker kok di sini. Untuk kualitas warnya sendiri sudah mencukupi lah ya dengan volume yang cukup lantang juga di sini. Lalu kemudian kamera selfie-nya pakai model punch hole ya. Ini kamera 8 megap F2.0 fix focus. Perekaman videonya sampai dengan 1080p 30 fps. Nah, untuk sisi belakang kita lihat di sini ada kamera utamanya ini 50 megap F1.8 autofokus. Perekaman video sampai dengan 1080p 60 fps. Lalu ada kamera portret 2 megapel ya. Anggaplah ini sebuah kamera bonus lah ya di situ ya. Ada LED flash juga dan ada fitur-fitur kamera lainnya di sini ya. Tinggal dibaca aja nih lumayan lengkap ya. Namanya juga Oppo ya. Banyak nih fitur-fitur kameranya. Oke, sekarang mari kita bahas e spesifikasi internalnya ya. Untuk SOC-nya dia pakai Mediatek Dimensity 6300. Jadi otomatis ini sudah lumayan baru ya untuk RAM 8 GB LPDR 4X dan terdapat fitur RAM expansion hingga 8 GB. Untuk storage 256 GB, UFS 2.2. Eh, Ses jangan ada yang protes, kenapa ini UFS 2.2? Bukan karena Oppo tidak memasang UFS yang lebih tinggi, tapi karena SOC-nya memang pasangannya UFS 2.2. Ini jangan salah tangkap nih ya. Banyak yang berpikir, "Wah, brandnya tidak mau ngasih yang lebih tinggi." Bukan, ini pasangan SOC. Kalau SOC-nya misalnya 2.2 ya pakai 2.2. Paling enggak ini bukan IMMC dong. Dan hanya ada satu varian di sini ya untuk RAM dannya itu yang 8256 aja. Untuk baterai 5800 mAh dengan dukungan 45 watt Superb flash charging. Nah, kalau bicara soal baterainya, Oppo mengklaim kalau kapasitasnya itu bisa bertahan sekitar 80% setelah 1600 charge cycle atau kisaran 4 tahun pemakaian. ya, baterai akan turun kalau seiring dengan pemakaian. Tapi untuk turun hanya sampai 80% setelah 4 tahun pemakaian itu udah bagus banget. Nah, untuk sistem pendingin SOC-nya, smartphone ini menggunakan e vaper chamber dengan ukuran 1100 mm². Untuk sensor-sensor ini lumayan ya, ada banyak tapi catatannya untuk gyroskop-nya dia pakai virtual gyroivitas tentunya dong dimensi 6300 jadi 7, 3G, 4G, 5G bisa semuanya. Lalu Wii-nya itu bisa Wii 5. Bluetooth-nya versi 5.3. Untuk Bluetooth kodex-nya dibaca nih. Ada banyak deh. Lumayan banyak di sini ya. Lumayan lumayan. FX bisa juga kok ya. NFC tentunya ada, USB tentunya bisa OTG. Nah, kalau bicara soal konektivitas smartphone ini juga dibekali dengan AI link boost. Ini diklaim Oppo bisa meningkatkan daya tangkap sinyal di smartphone berkat penggunaan algoritma khusus dan juga 360 degrees antena. Selain itu, smartphone ini juga dibekali dengan fitur beacon link yang dikatakan bisa membuat kita melakukan panggilan suara tanpa memerlukan sinyal selular atau koneksi internet. Dengan catatan ini bisa dijalankan kalau kita pakai dua smartphone Oppo yang sama-sama sudah mendukung fitur beacon link ini. Fitur ini sendiri sebenarnya memanfaatkan teknologi Bluetooth dan bisa menjangkau pengguna lain dengan jarak hingga 200 m. Jadi kalau tetangga ada yang punya Oppo juga bisa tuh enggak usah pakai internet, kontak-kontakan selama jaraknya maksimum 200 m. Lanjut untuk keamanan dia punya fingerprint scanner dan face unlock juga untuk OS dia pakai Color OS15 berbasis Android 15 tentunya. OS ini dikatakan sudah dibekali dengan Trinity Engine yang diklaim Oppo bisa menghadirkan pengalaman pakai yang lancar hingga 4 tahun penggunaan. Nah, ini nih yang penting ya dijanji tetap lancar. UFSUFS apapun kalau enggak dijanjikan tetap lancar ya. Kalau melambat juga ya percuma. Nah, ini ada janji tetap lancar sampai 4 tahun. Nah, untuk update-nya Oppo menjanjikan 2 Android update dan 3 tahun security patch. Nah, untuk bladware sih ya masih ada di sini ya ekstra-ekstra software itu ya. Tapi untungnya tidak ada aplikasi yang aneh-aneh selama kami uji. Kemudian untuk fitur AI ada di sini. Di sini ada AI editor yang isinya adalah AI unblur untuk menghilangkan blur di foto. Lalu ada AI reflection remover untuk menghilangkan refleksi atau pantulan bayangan di kaca ya. Kemudian ada AI ER 2.0. Nah, ini bisa untuk menghapus objek yang tidak kita inginkan dalam foto. Kemudian ada juga AI assistant for documents yang isinya AI documen summary untuk merangkum isi dokumen. Nah, kalau ribet tuh ngerangkum isi dokumen, nah taruh aja ke situ ya dirangkumin entar. Lalu ada AI documen translate untuk menerjemahkan seluruh isi dokumen. Lalu ada AI rewrite. Ini fungsinya untuk menulis ulang dokumen ke gaya bahasa yang berbeda, ya. Kemudian ada juga assistant for notes yang isinya berbagai tools untuk membantu membuat catatan-catatan dan ada juga fitur AI Studio. Nah, ini bisa bikin kita menggenerate gambar avatar berdasarkan wajah seseorang dengan template gaya yang sudah kita pilih. Mau pakai Gemini atau Gemini bisa juga dong. Tinggal tahan aja tombol power muncul tuh Gemininya tuh tinggal ngobrol deh sama dia. Ya, jadi fitur AI-nya ada lumayan banyak di sini. Selain itu, di sini juga ada fitur outdoor mode yang diklaim Oppo bisa mengatur beberapa fungsi sekaligus untuk mempermudah penggunaan smartphone ini di luar ruangan seperti menyalakan atau menambahkan durasi screen time, menyalakan glove mode, dan lain-lain. Dan kata pihak Oppo, ini sudah ada kerja sama dengan berbagai aplikasi lokal seperti untuk ojol dan lain-lain. Jadi ini akan bisa mempermudah para pekerja outdoor. Oke, sekarang kita masuk ke pengujian performa. Untuk Antutu 10 ternyata seperti biasa kita tidak bisa pakai yang versi biasa ya. Kita harus pakai yang versi 3D L. Jadi hasilnya hanya bisa dibandingkan dengan pengujian-pengujian kami yang pakai 3D Lite juga ya. Nah, untuk Antutu 10 dengan 3D Lite skornya adalah 425.000-an. Sementara untuk Geekb 6 core 785 dengan multior di 1996. Untuk 3x sling shot Extreme open GLS 3.1 grafic skornya ada di 2.547. Trmark wildlife stress test. Nah, kita coba nih untuk tes stresnya gimana. Best scor-nya di 1387 sementara lowest score ada di 1380. Jadi stabilitynya ada di 99,5%. Aman sekali stabil yang satu ini. Lanjut dengan GFX Benz kita dapat untuk 1080p TX off screen di 57 fps. Sementara untuk 1080p men 3.1 offsreen kita dapat 25 fps. Sekarang kita masuk ke pengujian gaming tentunya agar performa gaming-nya maksimal, kita pakai opsi pro gamer mode yang bisa diakses lewat slider saat game dijalankan. Kita mulai dari subway server. Sayangnya di sini refresh set-nya langsung turun ke 60 Hz ya saat game dijalankan. Jadinya kita hanya bisa main di 60 fps aja. Walaupun demikian tetap aja game ini mulus dan lancar. 60 fps ya udah lumayan lah. Kemudian PUBG Mobile untuk game 1 ini setting frame rate-nya terbuka sampai ultra atau 40 fps. Saat dimainkan dengan setting yang smooth ultra tadi yang tentunya game ini berjalan dengan sangat mulus dekat dengan 40 fps tanpa ada masalah. Kita sedikit berharap ya ke depannya ini bisa di-update jadi bisa jalan di 60 fps biar lebih seru aja jadinya. Nah, untuk GO aing gimana? Sebetulnya bisa sih di sini, tapi karena dia pakai sensor gyro virtual jadi agak delay ya di sini ya. Belum yang benar-benar mulus dan responsif. Lanjut ke Mobile Legends. Setting frame rate-nya terbuka sampai high atau 60 fps dengan setting graf terbuka sampai ultra. Di sini saat kita mainkan dengan settingan tersebut game ini bisa berjalan cukup lancar di 60 fps. Jadi buat kami sih masih enak ini buat main Mobile Legends. Lanjut ke watering wave. setuju mainkan setting grafis paling rendahnya yaitu preset graphics di ultra performance tapi setting frame rate-nya di 60 fps hasilnya kalau lagi jalan-jalan frame rate-nya masih ada di sekitar 30an FPS tapi kalau ada battle dia sering drop ke bawah 30 fps. Jadi belum yang super nyaman lah untuk dimainkan walaupun ya kalau mau explore-eksplore sih masih bisa di sini lanjut ke Gensin Impact. Nah, kalau yang satu ini bakalan kita mainkan di lowest 60 fps. Scanner seperti biasa ya traveling keliling monst selama setengah jam. saat jalan-jalan frame rate ada di 35 sampai 45 fps. Sementara kalau ada battle frame rate-nya ada di kisaran 30 sampai 40 fps. Dan hasil seperti ini kita dapatkan sekitar setengah jam hasil pengujian tuh terus konsisten, stabil ya. Nah, untuk suhu titik terpanasnya itu di bagian depan smartphone ada di kisaran 41 derajat Celcius. Sementara di bagian belakang itu agak sedikit lebih tinggi di 42 sampai 43 derajat Celcius. Udah agak hanget di sini. Jadi bagaimana kalau kita kipasin? Nah, hasilnya ternyata iya kalau dari sisi performanya ya masih cenderung mirip-mirip aja dengan tanpa kipas. Saat jalan-jalan frame rate ada kisaran 35 sampai 45 fps. Sementara di battle juga sekitar 30 sampai 40 fps. Tapi tentunya case-nya jadi lebih enak buat dipegang ya. Jadi untuk ranking-rankingan dia masuk ranking C baik untuk kipas maupun tanpa kipas. Ini bukan hasil yang buruk ya. Ini hasil yang wajar untuk yang pakai SOC seperti ini. Oke kita lanjut ke pengujian kameranya. Kali ini bareng sama Noval ya. Di tangan saya kali ini udah ada smartphone Oppo A5 Pro. Dan untuk pengujian kamera kali ini bersama saya di sini saya enggak pakai mikrofon eksternal ya. Jadi ini langsung direkam menggunakan mikrofon dari smartphone-nya. Jadi kalau misalnya teman-teman mau pakai ini buat vlogging gitu misalnya, nah kemampuan mikrofonnya tuh kurang lebih kayak begini ya. Kita mulai pembahasannya dari video di kamera selfie-nya ya. Untuk resolusinya bisa sampai 1080p 30 fps saja. Dan kita cek stabilisasinya dulu. Sayangnya tidak ada stabilizer di sini. Jadi saat di bawah jalan kayak gini videonya terasa agak berguncang. Untuk kualitas gambarnya sendiri ini masih terbilang ok lah. Detailnya memang bukan yang super tinggi tapi ini masih terbilang mencukupi untuk kami. Lalu untuk kemampuan dynamic range-nya ini standar ya. Saat di kondisi pencahayaan yang sisi gelap dan terangnya kontras background terlihat agak over expos tapi area wajah masih bisa terlihat. Tapi kalau di kondisi yang cahayanya ideal ini hasilnya oke-oke aja kok. Lanjut ke kamera utamanya. Sayangnya di sini juga tidak ada stabilizer. Jadi saat dibawa kayak gini juga guncangannya masih terasa. Di sini terdapat opsi resolusi 1080p 60 fps. Tapi sayangnya yang ini juga enggak bisa pakai stabilizer. Jadi guncangannya masih terasa ketika di bawah jalan. Untuk kualitas gambarnya ini terbilang mencukupilah. Detail dan ketajaman memang bukan yang super tinggi tapi masih terasa pas aja lah untuk kami. Untuk dynamic range-nya juga standar. Di saat kondisi pencahayaan yang sulit, bagian wajah akan lebih diprioritaskan dan bagian background jadi agak over expose. Tapi itu di kondisi yang sulit ya. Kalau di kondisi yang pencahayanya lebih bagus ya hasilnya bagus-bagus aja juga. Lanjut ke low light. Untuk kamera selfie-nya menurut kami kualitasnya udah menurun lah ketimbang saat siang. Noise jadi muncul dan detail juga sudah menurun. Untuk jiter tentu minim ya karena stabilizernya emang enggak ada. Tapi untungnya ini frame rate-nya tetap stabil walau di kondisi low light. Lanjut ke kamera utamanya. Di sini juga sama kualitasnya udah menurun ketimbang saat siang hari. Noise juga sudah mulai muncul dan detail juga sudah menurun. Kalau di 1080p 60 fps gambarnya jadi lebih gelap. Tapi ini wajar karena 60 fps butuh banyak cahaya ketimbang 30 fps. Untungnya frame rate di sini masih bisa dijaga dengan cukup baik. Untuk jiter tentu minim ya karena stabilizernya juga enggak aktif di sini. Nah, untuk urusan autofokus langsung saja kita coba di low light. Dan hasilnya kayak gini nih, aman, enggak ada masalah meski di kondisi minim cahaya. Lanjut lagi ke urusan fotografi. Kalau untuk foto siang hasilnya udah terbilang oke lah ya. Mau kamera selfie, kamera utama sama-sama udah bisa menghasilkan foto yang mencukupi untuk mengabadikan momen. Potraight mode-nya juga sudah cukup oke dan hasilnya kurang lebih kayak gini. Nah, kalau low light-nya gimana? Baik di kamera utama atau kamera selfie, detail dan ketajamannya sudah menurun ya. Solusinya sih kalau kata kami ini tinggal pintar-pintar cari tempat yang pencahayaannya ideal ya. Lanjut bahas fitur ekstranya. Yang pertama ada live foto. Fitur ini bisa bikin 1 setengah detik sebelum dan setelah foto diambil ikut terekam juga. Jadinya ini bisa kita play sebagai video pendek. Berikutnya ada slow motion. Catatannya ini hanya bisa di kamera utama dengan resolusi 720p 120 fps. Untuk hasilnya kurang lebih kayak gini. Berikutnya ada dual view video. Fitur ini bisa bikin kita merekam menggunakan kamera selfie dan kamera belakangnya secara bersamaan. Untuk resolusinya ini hanya bisa untuk 720p 30 fps ya. Lanjut ke pro mode. Ini bisa digunakan untuk kamera utamanya ya. Untuk detail pengaturan ISO dan shutter speed silakan lihat di tabel berikut ini. Oke, itu dia pembahasan kamera dari Oppo A5 Pro 5G. Overall kemampuan kamera dari smartphone ini terbilang mencukupi saja lah untuk kelasnya. Dan tentunya ada beberapa hal yang kami rasa perlu ditingkatkan lagi ke depannya. Yang pertama yaitu kamera ultrawide. Jadi ke depannya kami berharap OPPO juga bisa menghadirkannya ke A series ini. Selanjutnya adalah stabilizer. Jadi ke depannya kami juga berharap yang satu ini ada di A series. Oke, sekian dulu pengujian untuk kamera Oppo A5 Pro 5G kali ini. Kita lanjut lagi ke pembahasan berikutnya ya. Lanjut lagi. Sekarang mari kita uji e ketahanan baterainya dengan YouTube lokal video playback 1080p non HDR ya. Biasanya kita download dulu ya pakai aplikasi YouTube terus kita putar sampai baterainya habis ya. Nah, di sini baterai baru habis setelah sekitar 24 jam atau tepatnya 23 jam 55 menit. Lumayan awet nih ya. Tapi mengingat ini 5.800 ya ini wajar aja. Ini wajar aja. Lalu untuk YouTube streaming. Nah, ini berarti pakai internet ya 1080p 30 fps non HDR. Baterai akan berkurang 3% selama jam. Lalu kalau kita mainan TikTok selama setengah jam, baterai turun 4%. Kalau kita main Gin Impact di lowest 60 fps, baterai akan berkurang 9% dalam 30 menit. Jadi secara overall ini daya tahan baterainya wajar-wajar aja. Nah, untuk charging kita pakai charger yang ada dalam paket penjualannya. Dari 0 sampai 50% butuh waktu 33 menit. Sementara kosong sampai penuh butuh waktu 1 jam 12 menit. Ya memang ini bukan hasil yang luar biasa cepat, tapi ini bukan yang lambat banget ya karena dia pakai 5.800 baterainya, jadi ini termasuk yang standar aja. Lanjut ke pengujian untuk Netflix tentunya udah Wi L1 yang artinya streaming bisa sampai resolusi full HD dan kalau untuk dukun HDR sayangnya ini masih belum. Nah, untuk YouTube streaming bisa sampai 2K 60 fps tapi belum ada dukungan untuk HDR. Streaming pun lancar di sini ya, enggak ada masalah sama sekali. Nah, untuk Haptic feedback getaran tuh masih belum terasa yang e halus-halus banget. Jadi masih agak kasar dan agak panjang belum yang super presisi. Untuk Wii sharing bagaimana? tentunya ada di sini dan ini bisa diaktifkan lewat fitur hotspot saat sedang terhubung ke Wii. Oh ya, by the way, e selain Oppo A5 Pro 5G, Oppo juga meluncurkan Oppo A5 Pro versi reguler atau versi 4G-nya. Nah, selain kontivitas, perbedaan utamanya dibandingkan yang versi 5G tentunya adalah SOC-nya. Kalau untuk yang satu itu dia pakai Snapdragon 6S 4G Gen One. Jadi 6S Gen One tapi versi 4G mungkin ya. Tapi selebihnya sih masih mirip banget. Dan yang satu ini juga pakai layar IPS 120 Hz. Baterai juga sama di 5800 mAh dengan dukungan charging 45 watt superf juga. Triple IP rating juga ada di sini. Military standar 810H juga ada di sini. Fitur-fitur AI-nya juga miriplah sama yang ada di versi 5G-nya. Pokoknya set ini bisa dijadikan opsi alternatif yang lebih terjangkau dibandingkan versi 5G yang sedang kita review sekarang. Oke, kembali ke versi 5G-nya. Nah, Oppo A5 Pro 5G ini akan dijual di kisaran harga Rp4.299.000. Sementara untuk Oppo A5 Pro versi reguler atau yang 4G itu dijual di harga kisaran Rp3.499.000 untuk varian yang 8256 dan Rp3.99.000 untuk varian yang 8128. Oh ya, jangan lupa akan ada promo bonus TWS Oppo NCD 3 Pro untuk pembelian Oppo A5 Pro series dan varian tertentu ya. Untuk detail dengan lebih lengkapnya cek di deskripsi aja langsung detailnya ada di situ. Kita masuk ke hal yang perlu diperhatikan. Pertama ini untuk versi 5G ya. Nah, pertama layarnya ini masih HD plus di harga sini. Tentunya kita berharap paling enggak sudah full HD plus di sini ya. Lalu untuk gyroskopnya ini walaupun masih bisa digunakan tapi ini virtual ini bukan yang hardware. Kemudian untuk basel ini masih terbilang tebal untuk kelas harganya. Lalu untuk setup kameranya ini masih pakai single kamera plus bonus. Jadi belum ada ultrawide-nya gitu ya. Belum ada dua kamera yang benar-benar fungsional e sebagai kamera utama. Kemudian di sini tidak ada stabilizer di semua kamera. Jadi hasil perekaman videonya belum stabil. tentunya ini salah satunya adalah efek tidak adanya gyro tadi ya. Giro hardware kan enggak ada. Dari si kelebihannya dia punya triple IP rating IP66, IP68 dan IP69. Punya military grade shock resistance dan fitur EI-nya banyak. Baterai besar di 5800 mAh tapi bodinya masih terbilang tipis dan ringan. NFC masih ada, dua speaker juga ada. Paket penjualan masih lengkap. Nah, kalau dilihat dari spesifikasi internal saja mungkin smartphone-nya akan terlihat biasa-biasa saja ya. Tapi perlindungannya yang IP rating sampai ada tiga, sertifikasi military standar juga ada. itu membat smartphone ini sebetulnya memiliki daya tarik tersendiri. Bisa jadi kan ada yang butuhnya bukan kencang tapi yang daya tahan bantingnya luar biasa. Daya tahan airnya juga udah oke. Kan beda-beda ya kebutuhan setiap orang ya. Dan pasti ada juga yang butuh mungkin dipakai buat daki gunung cuacanya ekstrem ya. Harusnya cocok-cocok aja yang satu ini. Buat yang kerja di fasilitas tambang mungkin mungkin cocok juga ya. atau yang e suka motoran atau touring mau taruh di depan aja jadi GPS bisa juga. Di situ masih banyak lagi ee skenario-skenario di mana smartphone satu ini bisa menguntungkan. Nah, kalau menurut kalian sendiri skenario seperti apa yang menguntungkan dan menurut kalian bagaimana kemampuan dari smartphone satu ini? Coba tulis di kolom komentar. Oke, saya Dedi Irfan Jaka TV.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

HP Android 32 Juta...
Oleh GadgetIn
15m 11s

Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...

Brand Terkait

Oppo

Oppo menghadirkan smartphone, tablet, earbuds, dan perangkat pintar dengan teknologi inovatif dan desain modern untuk hidup lebih mudah. Oppo dikenal dengan kamera canggih, fast charging cepat, dan performa andal untuk produktivitas serta hiburan digital.

Oppo A5 Pro 5G

OPPO A5 Pro 5G adalah ponsel 5G yang menonjolkan ketahanan bodi, baterai besar, dan konektivitas yang dirancang stabil untuk aktivitas harian. Perangkat ini membawa kombinasi sertifikasi ketahanan air dan debu tingkat tinggi, performa 5G, serta layar dengan refresh rate tinggi untuk pengalaman penggunaan yang terasa mulus. Fokusnya adalah menjadi ponsel...

Oppo A5 Pro

OPPO A5 Pro adalah ponsel 4G yang menonjolkan ketahanan bodi dan baterai besar untuk pemakaian harian. Ponsel ini membawa kombinasi layar 6.67 inci, pengisian cepat 45W, dan fitur konektivitas modern seperti NFC. Fokus utamanya adalah menjadi partner yang kuat untuk aktivitas padat, baik di dalam maupun di luar ruangan. SKU...

Oppo A5

OPPO A5 adalah smartphone seri A yang dirancang untuk penggunaan harian dengan fokus pada baterai awet, pengisian cepat, dan daya tahan perangkat. Smartphone ini cocok untuk pengguna yang membutuhkan ponsel andal untuk aktivitas sehari-hari tanpa perlu sering mencari charger. Dengan kombinasi baterai besar 6000 mAh dan teknologi pengisian cepat 45W,...