Jungkat

Unboxing HP Termahal & Terbaik POCO - F7 ULTRA INDONESIA! (YouTube Video)

  • 17/04/2025

Halo guys, David disini, dan kita bakal cobain Poco F7 Ultra. F7 Ultra, HP terbaik dan termahal dari Poco yang dijual resmi di Indonesia. Buat pertama kalinya, Poco berani jual HP yang harganya kurang lebih 10 juta. Tergantung varian RAM dan storage. Wow! Sekarang pertanyaannya, ngapain ya Poco repot-repot jualan HP mahal? Kan midrange mereka udah serem-serem. Atau justru kalau HP midrange aja udah monster, apalagi HP flagship? Dewa mungkin ya? Di video ini bakal kita cobain dah. Poco, Poco, nggak main di entry atau midrange lagi ya, tapi flagship juga disasar. Pilihan HP kita jadi tambah banyak, tapi kopi yang jadi andalan tetep selalu sama dong. Mau bahas HP entry, HP flagship, temen aktivitasnya tetep Kapal Api Special Mix dong. Baru ditaruh di sebelah kita pun, aroma spesialnya kopi kapal api udah naikin fokus. Apalagi pas diminum, semangat langsung maksimal lagi. Kopi sachet yang paduan rasa kopi dan gulanya, pas, terbuat dari 100% kopi asli. Selalu jadi favorit dari dulu. Buat yang pengen ngopi Kapal Api Special Mix, langsung sikat aja produknya di e-commerce langganan anda, pake link di deskripsi. Atau langsung mampir aja ke warung, pasar, minimarket, supermarket terdekat, pasti ready. Kapal Api Special Mix. Oke, sekarang mari kita mulai unboxingnya. Kalau kita lihat desain kotaknya, ini terlihat seperti kotak HP Poco pada umumnya ya. Dia nggak keliatan lebih mahal, nggak keliatan lebih premium, sama-sama aja mau Poco F7 Pro atau X6, dia masih tetep warna hitam, dengan tulisan kuning ada Poco F7 Ultra. Ada logo Poco juga di kiri atas, terus di sebelah kirinya ada tulisan Powered by Xiaomi HyperOS, seperti biasa, atas kosong, sebelah kanannya ada Poco F7 Ultra, bawahnya kosong juga. Terus di bagian belakangnya ada keterangan soal dibuat di Tiongkok. Ini dibikin di China ya, bukan dibuat di Indonesia seperti biasanya, padahal ini unit resmi. Jadi dia dirakit di China sana, tapi di bawahnya ada keterangan soal diinjeksi perangkat lunak oleh PT. Satnusa Persada. Jadi tetep ada elemen TKDN-nya, masih ada campur tangan lokalnya, oke. Ini varian Black, 16GB RAM-nya, dan memori internal 512GB. Ini varian yang lebih tinggi. Di atasnya sini ada keterangan soal prosesornya, flagship Snapdragon 8 Elite. Terus dia punya Visionboost D7 chipset. Ini chipset atau chip tambahan buat... ada interpolasi di game tertentu, nanti kita lihat bedanya. Ada cas 120W dan 50W wireless charging. Ini spek layarnya, terus di sini ada kameranya, dan di sini ada keterangan soal fitur IP68 dust and water resistant. Garansinya sendiri dia 15 bulan. Jadi sama seperti HP-HP Poco atau Xiaomi pada umumnya. Bukan 2 tahun kayak flagship-flagship Xiaomi yang garansinya lebih panjang ya. Jadi kalau dari packaging atau dari garansi, dia nggak berasa beda dari HP-HP Poco yang harganya lebih murah. Jadi dari luar kelihatan mirip-mirip saja. Nah, kalau kita lihat dalemnya, apakah ada bedanya? Poco F7 Ultra, oke. Di sini ada kotak buat aksesoris, Poco warna kuning, ada SIM Ejector, terus ini mirip-mirip aja sih, nggak berasal di premium, lebih mahal. Walaupun ini adalah Poco paling mahal, Poconya beraksi dah, oke. Poco, ada Poconya beraksi, oke. Di sini ada... apa ini, quick start guide, dan ada casing. Casing yang menunjukkan bentuk kamera bulatnya, oke. Di sini ada HP-nya, Poco F7 Ultra. Ini tulisan yang ada di belakang kotak tadi, dan di dalamnya kita bakal dapetin... charger 120 Watt! Ngebut sekali. Ini udah jarang ada charger kenceng ini, brand-brand sekarang walaupun dia flagship, udah mulai agak nurun ini ya, biasanya kasih 90 Watt, kasih 67 Watt, 120 Watt, 144 Watt, teknologinya udah nyampe, cuma mungkin brand-brand mikir ya udahlah, yang penting bisa, tapi nggak usah dikasih lah. Kalau ini dikasih 120 Watt, oke. Kalau kabel chargernya sendiri, ini masih USB A to USB C, belum C to C sayangnya. Di dalamnya udah nggak ada apa-apa lagi sih, jadi kotaknya lumayan simpel, tapi yang penting isinya lengkap, ada bonus sticker, ada kabel, ada charger, ada casing, mantul! Sekarang kita lihat HP-nya saja. Ini plastiknya juga seperti biasa, kayak plastik HP-HP Poco, pada umumnya seri di bawahnya juga kayak gini. Ya mending lah daripada makin mahal makin hilang aksesorisnya, mending sama ya. Kita lihat dulu desainnya, ini desainnya pake material kaca, dan framenya juga dari aluminium, dari metal, udah ada garis-garis antena. Cuma kalau kita lihat desainnya ini, mungkin agak menimbulkan perdebatan ya, ini kelihatan kayak HP mahal nggak sih? Materialnya emang boleh mahal, kaca, dari metal, cuma dari tampangnya apakah ini terlihat seperti HP mahal? Gimana kalau Iqbal? Kurang? Kita bandingkan sama Realme 11. Ya lumayan mirip ya, ini modul kameranya bulet-bulet, walaupun si Poco ada dual tone-nya. Ini bagian atas ada glossy, di bagian bawah ada matte. Ini bikin saya inget sama daily driver saya dulu, Pixel 2! Waduh, ini atasnya glossy, bawahnya matte. Jadi bisa dibilang ini fusion lah ya, jadi ini gabung, kawin sama ini jadinya si Poco. Ini perkawinan yang sangat unik, Pixel dan Realme jadinya Poco. Maksa, cuma desainnya lumayan mirip, dan di atasnya sini ada setup triple camera. Ini adalah Poco pertama kayaknya, yang kami tes, yang saya coba, yang pakai sistem triple camera. Kemarin Poco F7 Pro aja yang harganya 7.5 juta, dia masih 2 kamera. Dia 1 kamera utama, 1 ultra wide. Ini, pertama kalinya Poco pakai triple camera, mungkin itu arti dari ultranya, arti dari harganya yang mahal, bedanya di sana, di kameranya. Walaupun desain kameranya sendiri nggak terlalu meyakinkan ya, dia kecil aja, sederhana aja, nggak kayak HP-HP yang buletannya gede di tengah, yang pengen pamer banget. Dia kali ini kelihatan sederhana aja, dan ada 3 buletan sini, ada 1 lingkaran di dalam yang menyatukan, ini mirip kayak Mangekyou Sharingan, kalau anda nonton Naruto. Terus di pinggirnya ada lingkaran dengan aksen emas, ini lucu sih, asik sih, warna kuning-kuning gini. Ini ada elemen Poconya sedikit lah. Ada satu lagi sebenarnya, varian warna kuning, Poco Yellow, yang bakal lebih khas Poco lagi. Cuma ini varian yang kita dapet, warna yang hitam gini, mungkin berasa lebih biasa, kurang Poco ya daripada yang warna kuning. Spek kameranya sendiri, buat kamera utama dia 50MP, terus ada kamera telephoto 50MP, dan ada kamera ultrawide 32MP, dan di sini ada LED Flash, plus ada motif-motif garis-garis, plus ada curve-curve melingkar gini ya. Cuma dia kepotong sampe bagian glossy-nya aja. Di sebelah kanan, dia ada tombol power, tombol volume, di atas dia polosan aja, bukannya fiturnya ilang semua ya, tapi fiturnya kayak IR Blaster, dia dipindahin ke kameranya ini juga. Di sini nih, entah keliatan atau nggak, mungkin editor bisa zoom atau kasih tanda panah di sini, memang agak susah keliatan di bawah kamera ultrawidenya ini, ada 1 titik hitam itu IR Blasternya, terus speaker atas dia ditaruh di earpiece ini, jadi di atasnya bisa sebersih ini. Di sebelah kiri, dia polosan aja, ada garis antena doang, dan di bawah ada SIM tray dual nano SIM, nggak bisa tambahin microSD, jadi ada mikrofon, ada port type-C USB 2.0, dan ada speaker lagi, jadi dia stereo, dia udah IP68, dia udah NFC, Waduh! Tuh, barusan adalah tes banting sekejap, sangat gampang harusnya. Ada NFC, ada gyro, sensor-sensor pasti lengkap semua. Agak mengejutkan ya, ya kalau misalnya kita punya HP yang teksturnya matte gini, emang biasanya lebih licin daripada HP yang teksturnya glossy sih. Cuma kalau glossy, dia lebih gampang nyeplak sidik jari, kalau matte gini agak susah. Ada plus minusnya lah, kalau kita pakai casing sih langsung beres semua nih, langsung keset semua. Kayaknya lebih bagus kalau dibuka. Kayaknya biasa, biasa banget ini. Ya, biasa banget. Realme. Masuk nggak nih? Waduh! Masuk nih Realme. Ya, cuma agak longgar. Realme agak kecil dia, sedikit lebih longgar. Sip! Jadi ini adalah penampilan paling awal dari Poco F7 Ultra atau F7 Ultra. HP termahalnya Poco, cuma kalau dari UI dia sama aja. Pake Hyper OS 2, dengan Poco UI yang bulat-bulat seperti ini. UI yang udah mulai... berasa lumayan jadul ya, kalau dari icon-iconnya. Nggak ada penyegaran dari dulu yang disegarin, cuma di bagian... control centernya aja. Ya, animasinya lebih bagus sejak Hyper OS 2, jadi lebih fluid, lebih mulus, lebih ada prosesnya, lebih asik. Ini kalau kanan buat control center, kalau kiri buat notifikasi, kalau kita swipe ke atas dia bakal buka menunya. Cuma mirip-mirip aja sih, ada folder-folder gini, ada kategori Lifestyle Shopping gitu-gitu. Cuma saya nggak pernah pake kategori itu sih, mending langsung semuanya aja. Pertanyaannya... Walaupun dia Hyper OS 2, sama kayak HP Poco yang lain, apakah dia juga punya iklan seperti HP Poco yang lain? Soalnya ini kan Ultra nih, udah 10 juta nih, jadi kita pengen lihat dulu apakah ada bedanya kayak HP Xiaomi flagship. Kalau Xiaomi 15 kemarin, pas review, dia muncul iklan. Cuma setelah beberapa minggu kemudian, atau sebulan kemudian, saya dikabarin orang Xiaomi kalau iklannya udah nggak ada. Minta saya cek, ternyata beneran ilang. Itu baru namanya HP flagship. Kritikan kita didengar, iklannya diilangin. Apakah Poco yang harganya juga premium ini, 10 juta buat Poco itu termasuk tinggi, apakah ilang juga? Paling gampang kita cari di tema, kita coba liat multiple clock. Wah, nggak usah diaplai, langsung muncul nih. Selalu iklan ini ya, Quick Cash with apa ini? Ya nggak perlu tahulah juga. Ini yang pasti pinjol, nggak perlu pinjol yang resmi sih, ada OJK-nya cuma begitu lah. Kita coba yang... Oh, kalau ini ada juga Ling Animal. Ini mirip kayak... game apa ya? Kayak Mahjong gitu ya? Mirip-mirip ini. Kalau kita apply, harusnya bakal muncul sih abis itu. Nah, ada lagi nih. Jadi... Ya, di aplikasi bawaan Xiaomi, yang bakal kita pakai, kalau kita mau ganti wallpaper, ganti tema, nggak ada pilihan lain, kecuali pakai launcher yang agak ribet, ya kita bakal disuguhin iklan, dan semoga sih... Poco bakal ilangin ya, buat seri Ultra ini, karena harganya... nggak murah-murah banget lagi. Buat spek yang dia kasih juga masih ada minusnya. Misalnya, dari layarnya sendiri, dia udah 120Hz, tapi masih belum LTPO. Jadi, dia mentok di 120Hz, tapi paling rendahnya di 60Hz. Belum bisa turun ke 30Hz, atau bahkan turun ke 1Hz, kayak flagship-flagship yang layarnya beneran mentok LTPO, si Poco ini sayangnya belum ada. Kalau dari sisa speknya sih, udah mantep banget. Dia udah punya resolusi 2K, udah pake panel AMOLED, ukurannya 6.67", brightness-nya juga tinggi banget di High Brightness Mode. Atau kalau di Outdoor, dia bisa 1800 nits, itu terang. Kalau peaknya, dia 3200 kalau lagi muter konten HDR. Dia support HDR10+, Dolby Vision, kacanya juga pakai Poco Shield Glass, yang katanya dia lebih keras 10 kali dari Corning Gorilla Glass 7i. Itu lebih keras 10 kali dari Poco F7 Pro berarti. Layarnya ini kurangnya di LTPO aja, dan LTPO itu salah satu ciri khas HP flagship, yang beneran flagship yang paling tinggi, yang susah buat ditiru HP-HP lain yang... value yang ngaku-ngaku flagship. Harus beneran flagship sih, yang beneran mahal sih. Sayangnya Poco belum bisa ngasih itu. Sekarang kita cobain speaker-nya. Wuhh, bassnya mantep sih. Kencengnya enak sih. Ha-ha-ha. Wih, bassnya juga berisi. Ini saya kasih nilai 8 deh. Kencengnya emang nggak terlalu rame, tapi nggak bikin volumenya jadi pecah, terus bassnya ada berasa dentuman-dentuman ya. Bahkan kencengnya bisa lumayan nutupin suara omongan saya, jadi itu udah lumayan, dan detailnya juga lumayan tinggi. Ini tipe-nya lebih ke bright sih. Sekarang gimana dengan Antutu-nya? Snapdragon 8 Elite sudah tidak diragukan lagi, nggak pernah fail, dia dapet 2.5 juta poin! Mantul sekali. Ini... eh, chipset favorit saya lah. Kenceng, dingin, mahal juga. Siapa yang nggak suka chipset mahal ya? Mari kita main game. Nggak perlu pakai banyak strategi kalau misalnya... karakternya udah se-OP ini, pukul-pukul aja, damage nggak gede-gede banget tanpa main... elemen-elemen juga udah bisa ngurangin ya. Bener-bener nggak usah pakai mikir lagi. Lucu juga account yang satu ini. Tuh, tuh, tuh, tuh. Wah, udah deh. Hajar aja apapun yang bersinar, kita tekan, damagenya bakal gede rasanya. Waduh, waduh, waduh. Oke. Wah, udah. Oh, ya udah. Kalau misalnya anda punya... account yang sesultan ini, cocok lah buat beli HP yang performanya kenceng seperti ini. Buat performanya sendiri tentu udah 60 fps rata ya, udah aman banget lah main Genshin di Snapdragon 8 Elite, dan suhunya juga udah enak banget, cuma 44.1 derajat doang. Snapdragon 8 Elite sama sekali tidak perlu diragukan lagi. Sampai saya bingung sih, buat tahun ini, akhir tahun ini, Qualcomm mau keluarin chipset apa lagi, soalnya ini kayak udah nggak ada kurangnya ya, mungkin lebih efisien baterai, cuma baterai HP sekarang juga udah lebih tebel, lebih badak lagi, tapi nggak ada ruginya sih kalau lebih efisien lagi. Oh ya, Poco F7 Ultra ini juga punya satu fitur, yang namanya Visionboost D7 Chip, D7 Chip, itu buat kasih fitur interpolasi yang bikin gamenya, serasa bisa punya frame rate 120 ya, bukan 60 kayak bawaannya, kalau kita aktifin Smart Frame Rate. Jadi kalau kita aktifin ini, dia bakal kerasa lebih mulus sih janjinya gerakannya. Kalau dilihat pakai mata atau kamera gini mungkin nggak terlalu berasa ya, jadi kita harus minta bantuan kamera yang lebih banyak. Lihat nih, pakai kamera slo-mo. Nah sekarang kita lihat nih, lumayan berbeda ya, bukan lumayan lagi, jelas berbeda ya. Sebelum interpolasi dan setelah interpolasi. Cuma harus diingat kalau interpolasi adalah frame bohongan, yang diselip-selipin oleh software. Kalau misalnya mau sistemnya lebih real, harus yang 60 fps. Itu hanya ilusi saja, sebenarnya itu 40 fps yang dikali 3 ya, jadi 1 frame yang real, 2 frame yang bohongan. Kalau mau performanya maksimal, mending yang 60 fps aja, nggak usah pakai interpolasi-interpolasi. Ada satu lagi nih, yang bisa kita manfaatkan dari chip D7-nya. Entah kenapa langsung D7 ya, D1 aja belum, D2, D3, S1 ini langsung D7. D7, artinya D7. Sekarang kita gerakin ini adalah gambar yang... memakai super resolution yang harusnya lebih tajam. Waifunya jadi lebih crispy lagi. Kalau super resolusinya kita turunin, ya sih, lebih tajam yang tadi rasanya. Cuma yang ini rasanya lebih enak dilihat aja, kalau yang tadi rasanya di-sharpen-sharpen aja biar garisnya lebih tajam. Entah kerasa bedanya atau nggak kalau di kamera. Iya, buat saya lebih bagus kalau nggak di-sharpen sih. MiHoYo itu udah banyak lah researchnya, pasti visual udah paling oke, kalau kita tajemin malah berlebihan. Oke lah, usaha yang bagus pokoknya, lanjut. Fitur-fitur barusan, fitur buat ningkatin ketajeman, fitur buat nambahin interpolasi, itu lumayan mirip sama fitur saingannya ya, fitur iQOO 13, yang harganya lebih mahal 1 juta buat varian RAM yang sama, internal yang sama. Jadi Poco jelas ngincer si iQOO 13 itu, cuma beda keduanya lumayan jauh sih. Ada plus minus yang lumayan berasa sih. Misalnya kelemahan yang pertama dari Poco ini, dia belum punya layar LTPO, sementara iQOO ada. Dia juga pake USB tipe 2, bukan USB 3 kayak iQOO yang lebih kenceng. Dia ada iklannya, terus baterainya lebih kecil. Si Poco ini, walaupun baterainya lebih gede dari Samsung Ultra emang, dia 5300 mAh, tapi si iQOO 6110 mAh. Jadi baterainya lumayan jauh ya, hampir beda 1000. Tapi nilai plusnya, si Poco ini, dia lebih murah 1 juta buat varian yang sama, buat chipset yang sama, dia juga udah support wireless charging. Mari kita tes si iQOO, dia nggak ada wireless charging. Kalau kita tempel di sini, bakal ada lambangnya harusnya. Nah ini, ada wireless chargingnya. Dia lagi ngecas kalau kita tempel, ada wireless charging. Mantap! Dan kamera depannya juga stabil. Nanti kita lihat, itu keluhan yang sangat-sangat besar dari saya buat iQOO 13 kemarin. Rekaman kamera depannya, entah kenapa goyang gitu. Buat HP 10 jutaan, kamera depan 1080p pun goyang, itu sangat aneh sih. Itu iQOO, kalau si Poco udah stabil. Jadi ada plus minusnya. Sekarang mari kita foto-foto. Kita fotoin si Oppo Find X8. Kenapa ada di sini, nanti saya jelasin. Terus kita foto si Mi Bunny. Oke, terus kita foto Kapal Api... Special Mix. Ha! Buat hasil jepretannya sendiri, saya suka. Ini jauh banget sih, dari HP-HP Poco yang ada di bawahnya. Kemarin kita ada bahas Poco F7 Pro, yang lebih murah 2 juta, dia punya kelemahan yang jelas di kamera. Tapi tidak buat varian Ultra ini. Kamera utamanya bagus, mau kita pake foto di siang hari, mau malam hari, mau di segala situasi, udah bagus, udah ala-ala HP flagship yang kameranya bisa diandelin, tajemnya enak, nggak berlebihan, warnanya juga keluar semua. Kelemahan yang biasanya jadi karakter HP-nya Poco, yang selalu mentingin performa, di seri Ultra ini udah ketutup. Bahkan sekarang ada kamera telephoto, yang kualitasnya juga bagus-bagus aja sih, walaupun dia nggak bisa sebagus HP lain yang udah punya sistem periskop. Dia tetep bisa hasilin foto yang tajem, cuma kesannya emang beda sama HP flagship yang harganya lebih tinggi lagi, yang semua lensanya itu seimbang. Kalau di Poco Ultra ini, yang paling berasa bedanya itu ada di kamera ultrawidenya. Warnanya agak beda, detailnya juga udah jelas turun dibanding kamera utamanya. Buat kualitas perekaman kamera depan seperti ini, Poco F7 Ultra, 1080p, 60 fps, stabil ya! Lebih bagus dari iQOO 13, karena iQOO 13 sama sekali nggak ada stabilisasinya mau di resolusi berapapun. iQOO emang ada 4K, cuma nggak stabil, 1080p juga nggak stabil. Kayaknya kalau harus milih, prioritasnya lebih ke stabil daripada tajem dulu, karena kalau tajem goyeng-goyeng udah kurang enak dilihat ya. Cuma kalau Poco dia nggak ada 4K, jadi agak halus, walaupun mulus. Jalan-jalan juga, itu siapaan? Kesimpulan buat Poco F7 Ultra. HP mahal yang tetap punya karakter khas Poco. Harganya paling murah buat mesin, dan varian storage yang dikasih. Performa kenceng, pake chipset the best, storage luber-luber, RAMnya segudang, ada tambahan chip tadi yang bikin performanya lebih mulus pake interpolasi, dan tuning-tuning software. Kalau cari Snapdragon 8 Elite paling murah, HP ini emang jawabannya, nggak ada yang lebih murah dari HP ini. Spek lain juga bagus, nggak ada yang bikin males. Tapi apakah dia jadi yang paling worth it? No debat, ngasepin HP-HP lain kayak cerita di kelas midrange? Jelas nggak ya. Di harga 10 juta ke atas, semua brand udah ngasih pilihan HP yang the best, yang bagusnya itu, yang bersinarnya itu, nggak di bagian mesin aja. Brand yang biasanya ngasih spek bercanda di midrange kayak OPPO, udah full power loh disini. Bagus banget pilihannya. Mulai dari kamera terbaik, OS yang mateng, layar LTPO, Samsung, Vivo, IQOO, dan kawan-kawan, nggak ketinggalan sama Poco kalau udah ngomongin harga kayak gini. Kalau anda punya budget yang lebih 2-3 juta lebih banyak, udah ada beberapa HP lain yang bakal kerasa lebih menang banyak, dari Poco F7 Ultra ini. Poco F7 Ultra lebih ke ngasih pilihan yang lebih value aja. Pilihan bagus kalau anda tau apa yang dimau. HP jelas bukan satu-satunya buat harga kayak gini. Demikian unboxing GadgetIn buat Poco F7 Ultra. Like kalau anda suka dengan video ini, dislike kalau nggak suka, kita ketemu lagi di video selanjutnya. Yow! Closed caption by @subbox.id tinggi ya dari ini ya? Xiaomi Ultra, iya paling tinggi. Ya ini harusnya nggak ada yang lebih ultra dari ini sih.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Xiaomi

Xiaomi adalah brand elektronik inovatif dengan produk smartphone, AIoT, dan smart home berteknologi canggih. Xiaomi menghadirkan perangkat berkualitas dengan harga kompetitif, mulai dari HP, tablet, wearable, hingga perangkat rumah pintar.

Poco F7

POCO F7 adalah smartphone yang sudah dipasarkan resmi di Indonesia dan ditempatkan sebagai model yang menonjolkan performa tinggi. Perangkat ini memakai platform Snapdragon 8s Gen 4 dengan proses manufaktur TSMC 4 nm. Konfigurasi CPU-nya octa-core dengan kecepatan hingga 3.21 GHz, dan GPU yang digunakan adalah Adreno 825. Untuk kebutuhan AI,...

Poco F7 Ultra

POCO F7 Ultra adalah smartphone kelas flagship yang dipasarkan di Indonesia dengan performa tinggi sebagai fokus utamanya. Perangkat ini ditenagai oleh Qualcomm Snapdragon 8 Elite Mobile Platform, sebuah chipset unggulan yang dibuat dengan proses fabrikasi 3 nm untuk kombinasi performa tinggi dan efisiensi energi terbaik di kelasnya. Snapdragon 8 Elite...

Realme

Realme adalah brand teknologi dengan lini smartphone, tablet, wearable, dan AIoT berperforma tinggi. Realme menghadirkan perangkat stylish dengan harga terjangkau, baterai besar, dan fitur modern untuk gaming, hiburan, serta produktivitas harian.

Poco F7 Pro

POCO F7 Pro adalah smartphone yang dipasarkan resmi di Indonesia dan berada di kelas performa tinggi. Perangkat ini mengusung platform Snapdragon 8 Gen 3 dengan proses manufaktur 4 nm. CPU-nya memakai konfigurasi octa-core dengan prime core berbasis X4 hingga 3,3 GHz. GPU yang digunakan adalah Adreno, dan tersedia Qualcomm AI...