Jungkat

Unboxing iPhone yang Semenit PO aja SOLD OUT (YouTube Video)

  • 28/10/2026

Wih, kita udah pegang iPhone Duo di tangan sama case-nya nih. Ini adalah HP yang kemarin pas pre-order 1 menit aja sold out. Katanya perekonomian Indonesia buruk, IHSG terjun. Wah, giliran PO iPhone Duo, wah, semuanya beli semua, sold out. [musik] Dan sekarang kalau kalian beli ini, kalian bisa beli di thread harganya itu sekitar 70 juta ke atas. Saya aja sampai bela-belain ke Jakarta untuk beli dari tangan kedua ya. Ya, harganya lebih mahal. Ya, namanya teh reseller ya. Dan langsung aja deh kita unboxing. Ini saya lagi ada di kamar hotel, tapi biar videonya bisa cepat tayang ya. Siapa tahu bisa cepat balik modal dari AdSense. [tertawa] Tapi enggak mungkin balik modal sih. Kita unboxing. Oke, jadi kita unboxing dululah ya si iPhone Duo dulunya dululah untuk case-nya. Kita taruh di sini dulu. Kita buka pelan-pelan aja dan harganya yang 256 menurut saya sih ngicil banget ya. Kenapa? Karena harganya itu 4 5 6 7 8 9 10 gitu. Harga yang kayak diurutin gitu. Ya, kita aduh, sobek lagi. Kita angkat dulu. Ada kabel yang kabelnya ini sekarang udah braided ya. Wah, kita ambil dari sini aja guys. Oh, enggak bisa. Jadi harus di potong di sini. Uh. Dan ini nih si iPhone Duo-nya [berteriak] guys. Terabyte 512. Uh, kenapa saya bela-belain ke Jakarta iPhone Duo? Karena kalau kalian lihat ini sambil kita nyalain ya. iPhone Duo yang sekarang itu enggak ngotak ya. Jadi dia membentuk huruf D. Kelihatan enggak ya? Kelihatan membentuk huruf D. D itu stand for D K. Nice. Oh, tapi dia secara engsel dia ada kayak kekuatannya di situ loh. Jadi kalau misalkan di fold yang lain ya, ketika kita buka dia itu kayak cuman dua engsel gitu. Satu langsung kebuka gitu. Nah, jadi kalau misalkan kita buka di sini, tuh dia masih bisa ngelock terus ke sini, ke sini, tuh. Jadi kita bisa pakai mode ini di berbagai kondisi. Contohnya kayak misalkan kondisi mau pakai sistem kayak gini bisa terus gini bisa gini bisa. Eh. Tapi nah, baru lock-nya itu di derajat yang ya sekitar berapa nih? Ya seginianlah ya pokoknya ya. Tuh, dia langsung bakal ke bawah. Tapi kalau misal mau di-lock di sini itu masih bisa. Di sini pun masih bisa. Di sini masih bisa yang fungsinya ya kalau misalnya kita nonton film bakalan kayak gini kan. Dan dia ini layarnya punya nano tekstur dan juga kayak anti refleksi gitu ya. Ini saya syuting di jendela pas dan dia enggak ada kayak reflection-reflection yang gimana gitu. Sambil kita nunggu aktivasinya. Nah, untuk iPhone itu dia lebih tipis dibandingkan iPhone R ya ketika posisi terbuka sekitar 5,2 mili. Tapi kalau untuk bobotnya lumayan sih ya, dia masih di atas 200 [musik] gram dan permukaannya ini ini pakai ceramic shield ya di sini. Jadi feel premiumnya, feel mahalnya tetap ada dan enggak gampang nempel fingerprint ya untuk yang warna sterling net ini. Karena kan tangan saya cepat basah tapi ya ini enggak ada fingerprint-nya. Terus di bagian frame-frame-nya di sini dia juga pakai ceramic. Tapi bedanya kalau ini matte [musik] yang bagian sini tuh pakai glossy. Dan untuk speaker-nya dia diagonal ya. Speaker-nya itu di bagian sini dan juga di bagian sini. Yang jatuhnya kalau kita pakai di berbagai mode karena dia ada fitur spasialnya juga harusnya sih suaranya enggak bakalan enggak bakalan berubah gitu di berbagai mode [musik] duo-nya. Kita setting dulu untuk touch ID-nya dan yap, sayangnya di iPhone Duo ini dia enggak ada Face ID-nya ya. Wah, dan ini ketika sudah diaktifin guys. Jadi sekarang Dynamic [musik] Island-nya itu pindah di pojok sini ya. Tuh, di sini. Dibikin vertikal karena memang ya kayak senter, kamera, itu dibikin di sisi kanan. Kenapa? Karena biar gampang diakses ya. Karena kalau di sebelah sini kan agak susah ya. Cuman mungkin buat yang left handed ya harus menyesuaikan juga ya. Karena left handed-nya enggak bisa. Enggak ada enggak bisa diatur icon-nya di sebelah sini. Mungkin ke depan sama Apple bisa diatur sih. Terus kita coba buka dulu karena kan yang kemarin launching tuh animasinya ya yang keren ya. Wah, dia iya keren sih. Oke, tuh. Jadi kayak dia tuh ada apa ya? Animasinya tuh kayak gradasi gitu. Nah, dan untuk crease atau lipatannya emang enggak kelihatan tapi di channel-channel luar saya lihat ya, ada yang sudah buktiin dia di 10.000 kali kalau enggak salah 10.000 kali buka tutup dan crease-nya itu jadi lebih kelihatan yaitu penyakitnya HP fold sih. Semakin sering di-fold, unfold itu bakalan kayak ketarik gitu crease-nya ya. Jadi lebih kelihatan. Dan kalau misalnya kita taruh di sini apakah dia jungkat-jangkit? Enggak. Oh, ada ya. Jadi kalau misalnya di sini masih ada. Tapi kalau sebelah sini masih aman, enggak. Oke, terus kalau kita lihat kan oh, semuanya berubah ke kanan ya sekarang ya. Tuh, semuanya berpindah di sebelah kanan nih. Mulai dari icon-icon misalnya notes. Tuh, semuanya kayak bahkan ini kan sekarang saya lagi tethering ke iPhone saya yang satunya. Tuh, kelihatan di sini. Coba sekarang kalau misalkan kita saya penasaran Dynamic Island-nya ya. Nih, kan ada timer-nya nih. Terus saya slice [musik] gini. Uh, dia pindah di sini nih. Jadi kita bisa pencet timer-nya. Wah, animasinya keren sih. Coba ya kalian lihat. Dari timer ke sini wih, kayak mulus gitu. Ini da baru timer nih. Kalau misalkan timer-nya tadi kita buka di sini, terus kita giniin, wuh, gila, animasinya keren sih. Jujur harus diakui keren walaupun ya kalau kita lihat dari beberapa reviewer yang sudah ngebahas, memang masih ada beberapa aplikasi yang pihak ketiga kayak TikTok dan juga Instagram itu belum aspek rasionya belum benarlah. Tapi kalau yang bawaannya Apple dan yang sudah Apple collection-nya itu sudah benar-benar buat iPhone Duo, itu lebih ter-optimize dan lebih keren. Oke, kita coba lihat ya untuk case-nya, setipis ini. Kita coba aduh aduh aduh aduh, buka pelan-pelan saja. Jadi sistemnya magnet dia di kayak ditempel gini saja, apakah ada animasinya? Kok enggak ada? Entar. Ini kita close dulu. Kalau di iPhone iPhone yang seri sebelumnya misal kita lock terus kita tempel casing itu kan dia kayak ada animasinya gitu ya, tergantung warnanya gitu. Tapi untuk yang casing ini, ah itu. Ah, enggak ada ya? Terus kalau misal posisinya tertutup, oh, dia kayak narik gitu ya. Tuh. Keren sih. Jadi ini bagian sini nih kayak buku jadinya. Tuh, ketarik gini kan. Kalau magnet kayak gini apakah enggak berbahaya? Hmm, namanya juga magnet ya. Entar, kita coba saya juga agak eh, tuh kan. Nah, kalau yang ini sih warnanya sama ya kayak starry night gitu. Tuh, mirip sama back cover-nya yang tadi. Cuman kalau ini sistemnya bukan sistem kayak magnet tadi, jadi harusnya lebih aman. Kenapa? Uh, kalau ini uh, casing terpasang. Kalau yang tadi enggak ada kayak gitu Tuh, jadi kalau yang original ada notifnya casing terpasang agar dapat mengoptimalkan layar iPhone untuk casing ini nyalakan geser ke pinggir kiri, nah, itu bla bla bla. Terus kita pasang yang it di. Tuh, nih, jadi kira-kira seperti ini nih. Kalau pakai Duo case-nya yang varian hitam. Nih, ya, jadi pas kita slide itu animasinya kayak dia ada ada interaktifnya gitu loh, kayak ada mantul-mantulnya gitu loh. Tuh. Jadi ada stop-nya, wih. [musik] Terus untuk taskbar-nya sekarang itu dipindah ke kanan semua, cuman ya itu kalau misalkan untuk yang left-handed atau kidal, ya, mungkin harus nunggu update ya. Kalau untuk sekarang sih dia masih di sebelah kanan sini. Terus ini untuk action center-nya, tuh liquid glass-nya lebih kelihatan ya sekarang. Dan ini coba kalian lihat animasinya. Wih, langsung seamless ke sini. Tak. Oke, nah, untuk kameranya langsung aja sambil kita cobain ya. Ini benar-benar baru kita buka dari box. Nah, kualitasnya seperti ini. Jadi dia ada ultra wide dan juga wide 48 [musik] megapixel. Dia enggak punya tele. Terus karena dia ini fold ya, punya secondary screen, jadi kalau misalkan kita mau foto bisa pencet yang ini. Nah, Duo preview. Sekarang di bagian sini ada preview-nya juga. Nah, jadi ini adalah kualitas kameranya si iPhone Duo di mode ultra wide ya. Ini saya lagi ada di hotel Smart City namanya. Hotelnya sih menarik ya karena harganya berapa? Enggak sampai sejuta, tapi saya bisa lihat city view kota Jakarta. Cuman dia masih renovasi, jadi kamarnya doang yang bagus tapi area hotelnya enggak, jadi saran saya sih tunggu renovasinya kelar aja. Dan inilah kalau misalkan kita pakai di bisa dibilang ini kondisi backlight lah ya. Nah, ini kalau kondisi main kamera masih smooth, mulus ya. Cuman sayangnya memang dia enggak ada tele. Kalau mau tele bisa loncat ke 18 Pro Series karena selain tele dia juga punya banyak lah kayak Pro Control, Pro Row, banyak. Jadi dia lebih pro, makanya namanya iPhone 18 Pro. Kalau Duo dia enggak pro, tapi memang untuk productivity gitulah. Oke, Guys. Jadi mungkin ya segitu saja ya hands on sedikit dari iPhone Duo. Nanti kalau misalkan kalian punya pertanyaan tentang iPhone Duo review-nya, tulis saja di kolom komentar. Saya mau cobain dulu. Jadi saya mau keliling Jakarta, ambil-ambil sampel, sambil kita coba apps-apps apa saja sih yang sudah optimize di iPhone Duo ini. Karena kan kalau kita lihat di banyak orang yang sudah nge-review banyak juga yang belum optimize ya. Jadi kita cobain dulu. Saya Dicky Setiabudi and see you on the next video. Bye bye.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

iPhone

iPhone adalah smartphone premium dengan kamera pro dan performa tercepat berkat chip Apple Silicon. iPhone menghadirkan desain elegan, keamanan tinggi, dan ekosistem Apple terintegrasi untuk pengalaman terbaik.