Jungkat

VIVO X300 PRO Setelah 1000 Foto (+100 Video) | Kameranya Makin Jadi 😮 (YouTube Video)

  • 18/10/2025

[Musik] Yes, itu tadi hasil jepretan dari Vivo X300 Pro yang mana gua lagi di Shanghai ini dan gua udah testing HP ini kurang lebih selama 4 hari dan tadi gua udah ngambil lebih dari 1000 foto dan 100 video. Makanya gua udah lumayan kenal sama HP ini. So, gua pengen share experience-nya kayak gimana, apa aja yang perlu kalian ketahui. Jadi, langsung aja tanpa basa-basa lagi kita mulai videonya. Let's go. Oke, sedikit disclaimer unit yang gua pegang ini adalah unit Vivo China ya, jadi bukan yang bakal dirilis global atau yang versi Indonesia. Jadi memang ada beberapa perbedaan juga secara software memang, tapi secara hardware bakal kurang lebih sama. Makanya gua akan coba lebih detail bahas soal hardware, terutama di bagian kameranya. Yes, untuk yang Vivo X300 Pro ini yang gua pegang warnanya yang brown. Katanya ada total empat warna, cuma gua gak tahu yang masuk Indonesia bakalan berapa warna ya. Nah, varian storage-nya juga yang masuk Indonesia atau secara global gua tahunya itu cuma satu 16 12 GB. Perubahan utama pastinya yang baru daripada si Vivo X300 Pro ini adalah desainnya yang mana sekarang kalau kalian lihat ya, frame-nya udah serba flat ya. Kiri kanan, atas bawahnya semua udah flat. Cuma memang di siku-sikunya aja yang mana ya bikin genggaman jadi enak banget. e kerasa lebih apa ya premium ya dan lebih minimalis juga ya secara desain. Karena sebelumnya tuh kalau enggak salah Vivo X200 Pro, X100 Pro itu kan banyak lingkeran e frame kameranya yang gede-gede ya. Sekarang kayak lebih minimal dengan gerigi-gerigi yang mana mirip sama waktu itu X200 Ultra yang pernah kita cobain juga ya. Jadi overall gua suka banget sama desain ini. Berasa benar-benar kayak naik kelas ya dan lebih premium dibandingin sama sebelumnya. Dari segi desain juga ada satu tombol baru di bagian kiri, yaitu ini dia si button yang bisa kalian pakai buat ngatur-ngatur shortcut yang mana cukup familiar. Jadi kalian bisa atur. Kalau gua sendiri, gua pakai double tap itu untuk kamera. Jadi gua bisa langsung akses kamera dengan cepat atau bisa diatur juga satu kali tap itu untuk silent ya. Jadi bisa buat ada origin island di atasnya juga. Menarik-menarik tuh fiturnya. Oke, jadi itu tadi sama kalau dari segi build qt sih satu yang gua jadi highlight t dia udah IP6 dan 69 ya. Jadi bakalan lebih aman ee untuk segi durabilitas ee ketahanan airnya. So memang kalau ngomongin HP ini secara impresi awal setelah 3 hari gua megang, gua juga bawa si X200 Pro yang mana udah jadi HP kamera gua selama kurang lebih 1 tahun ini dan gua happy banget makainya ya. Makanya gua bisa bilang sih dari X200 Pro ke X300 Pro ini tuh kayak hardware update tapi software-nya upgrade jauh. Kenapa? Nah, kita bahas hardware update-nya. Itu pertama ada di bagian kamera di mana banyak memang update-update yang menarik nih, terutama di bagian selfie. Nah, kalau selfie ini sekarang secara sensor dia sama 50 megapel ya, tapi dia punya lensa yang lebih lebar dan ada autofokusnya juga. Nah, ini banyak ditunggu sama kalian ya. Pada nanyain pada dapat autofokus enggak? Yes, di X300 Pro itu dapat. Cuma memang dari segi hasil sendiri satu yang gua notice memang adalah angle-nya yang lebih lebar. Cuma memang ketika dipakai di waktu malam entah kenapa kayak ada lebih sedikit noise mungkin ya posisinya ya. Jadi ini gua sempat foto di Disneyland posisinya agak gelap dan ya kalian bisa nilai sendiri tapi sekali lagi tangkapannya lebih lebar hasilnya juga jadi ya lebih cocok mungkin untuk dipakai wifi sama-sama dan ya secara kualitas juga menurut gua mungkin lebih meningkat sedikit kayak gitu walaupun di kondisi gelap nih yang mungkin tuningan software aja. Dan untuk kamera belakangnya sendiri, kita mulai dari kamera ultrawide itu menggunakan sensor yang sama ya tadi dengan kamera selfie-nya 50 megapel Samsung JN1 itu juga kurang lebih digunakan juga di versi sebelumnya di Vivo X200 Pro. Kemudian untuk main kameranya juga dapat update di sore yaitu pakai Sony Lia 828, sebelumnya 818. Perbedaannya kalau gua ngerasa dari segi hasil juga lumayan. Nanti gua coba kasih kalian lihat detail-detail untuk hasil-hasilnya ya. Dan yang paling menarik sebenarnya ini nih di bagian telefotonya yang mana ini jadi kamera favorit gua dan gua ngerasa kamera inilah yang ngerubah pandangan gua soal kamera HP dan kamera mirrorless karena ya lensa dan sensornya segala macam bagus banget hasil-hasil jepretannya ya. Dia pakai 85 mm atau 3,7X. Sekarang di 3,5x ya. entah kenapa ya. Tapi sensornya tadi yang menarik ada dia pakai sare sare dan untuk telefotonya ini yang menurut gua paling menarik yaitu 200 megapel telefoto menggunakan sensor HPB namanya. Jadi sebenarnya ee sebelumnya itu dia tuh pakai sensor HP1 ya kalau enggak salah itu adalah kolaborasi antara Samsung ya sama Vivo. Dan sekarang sudah dialamin HP Blue yang mana Blue sendiri itu adalah kayak semacam ee brandingannya Vivo di seputar produk-produknya mereka. Kalau kayak Samsung dia ada Galaxy. Nah, kalau di Vivo ini namanya Vivo Blue. Jadi dia ada blue lm, ada HP blue tadi sensornya ada blu blue lainnya lah nanti kalau jadi mungkin kalian nanti akan lebih familiar kali sambil kita bahas ini ya. Cuma intinya memang 200 megapel di lensa telefotonya ini tuh hasilnya gila-gila banget ya. Untuk portrait bagus, untuk zoom juga ya. Ketika kalian zoom 10 kali, 100 kali itu ee karena dia pikelnya gede tadi ya, 200 megapel, dia menggunakan piksel-piksel tadi dengan maksimal gitu. Jadi hasil-hasilnya kalau kita zoom 10 kali, zoom 100 kali itu masih kayak berasa kita punya optical zoom gitu ya. Karena ketajamannya masih ada walaupun memang ya ada enhancement juga dari AI. Mungkin kalian bisa lihat di foto yang gua jepret ini ya di Disneyland kita sedikit compare sama X200 Pro itu memang ada sedikit perbedaan ternyata walaupun sama-sama 200 megapel tapi AI nih ya karena faktor AI tadi yang gua bilang bekerja di HPX300 Pro ini dia dapat detail yang lebih maksimal ya dan enhancementnya juga walaupun berasa tapi menurut gua tetap masih tergolong oke terutama untuk men-support hasil yang lebih bagus dan tadi kalau kalian pakai mode 200 megap-nya juga ya itu detailnya luar biasa banget mungkin cocok kalau kalian yang suka main game tebak bagian tubuh gitu ya. Karena kan kalau ada game yang bagian tubuh cuma mata doang kelihatan, cuma hidung doang terus disuruh tebak siapa? Nah, ini cocok nih HP yang bisa kalian pakai karena detailnya kalau kalian foto di 200 megapel mantap banget. Nah, satu yang menarik juga di bagian foto adalah si Vivo X300 Pro ini punya fotography kit. Fotography kit apa sebenarnya? Sama dari versi yang ultra tahun lalu. Dia ada case tambahan di mana ada lensa dan juga ada grip-nya. Dan gua udah sempat share ee secara detail di Instagram, di short video kita di YouTube, di TikTok, di Instagram ya dan lumayan ramai di Instagram. Thank you guys for watching dan ya itu tadi bakal dijual juga di Indonesia gosip-nya walaupun stoknya katanya dikit banget. So, kalau kalian memang tertarik harus cepat-cepat ya, jangan sampai kehabisan. So, itu tadi untuk bagian foto. Nah, untuk bagian video sendiri menurut gua juga lumayan banyak nih yang dapat improvement ya, terutama di bagian fiturnya yang gua sendiri kemarin sempat nyoba beberapa kali. Salah satunya adalah di bagian e 4K 120 FPS Dolby Vision yang hasilnya memang harus gua akuin wah banget ya. Kemarin kita itu ke Disneyland seharian e dan kita ngerekam fireworks-nya ya pas malam dan itu gua pakai mode 4K 120 gambar yang gua dapetin clean banget ya dan slow motion-nya e beneran emang slowmo gitu kan dan hasilnya memang dengan Dob Vision dengan HDR tadi berasa banget. Eh, bahkan Fahmi dari Droidl juga udah upload ini di Instagram Reels dia dan HDR-nya tuh keluar gitu ya. Jadi benar-benar memang mantap gitu secara result. Enggak bisa bohong. Dan gua sendiri kagum banget ya karena biasa 4Q 120 itu sangat challenging untuk di-capture terutama di kondisi gelap dan Vivo X300 Pro dengan enhancement software-nya, sensornya tadi bekerja dengan sangat baik untuk bisa ngedapetin gambar yang bagus. video bahkan gitu. Oke, so ini gua udah siapin beberapa foto ya. Kita coba bahas, kita lihat satu-satu nih ya. Gua banyak banget ternyata yang gua pilih itu lensa 85 mm. Karena kayak gua bilang tadi memang lensa atau kamera telefoto 85 mm-nya tuh sebagus itu ya. Kita bisa lihat nih dari yang pertama hasil nih gua foto makanan hasil breakfast hotel ya kayak apa sih ini? Croyan atau paint all chocolate ya. Detailnya ini foto pakai mode standar ya cuma capture straight out of camera enggak gua edit enggak gua apa-apa bukan mode portrait juga. Dan kalian bisa lihat ya detailnya, ketajamannya di atas kulit croisannya itu ya. Terus ada naturalnya pula gitu loh. Kayak gila sih ini benar-benar wah banget secara hasil dan bikin gua ngiler sih sejujurnya ya. Pencahayaan oke, warna pun juga ini seingat gua warna naturalnya juga seperti ini. Jadi shutternya kalian bisa dapat juga. Ini gua taruh semua ya metadatanya biar kalian bisa lihat ya. Tahu ini 85 mm tuh lensa telefotonya. 24 itu lensa utama dan 15 atau 16 itu lensa ultrawide-nya. Kedua, nah gua pengen aja kalian lihat foto bubble ini. Foto kesukaan gua nih ya. Yes, ini dia nih foto bubble-bubble yang mana gua jepret ini tuh di Disneyland kemarin ya. Posisinya tuh di Disney-nya kemarin mendung luar biasa, gelap-gelap dan akhirnya gua cari objek-objek menarik salah satunya ini bubble dan ini gua diajarin sama Kobenny Lims kredit juga buat dia. Jadi gua foto tight banget nih 215 mm which is zoom-nya berarti sekitar berapa tuh 8X mungkin ya. Dan kalian lihat detailnya yang didapetin. Ini gua pakai mode pro juga karena challenging fokusnya. Sebenarnya bisa fokus cuma gua pengen dapat fokus yang spesifiknya di tengah gitu kan. Dan gua dapat banget nih titik tengahnya. Kalian bisa lihat detail-detail, bubble-bubble-nya. Kita bisa capture dengan seper500 detik ya, shutter speed yang tinggi ya di lensa telefotonya yang menandakan sensornya gede. Hasil yang didapetin ini di mode pro itu gua kayaknya aktifin mode vivit ya. Jadi di mode vivit dia kayak ada grein greenin bisa dibilang noise tapi noise yang natural gitu ya. Bukan noise yang ngasih efek jelek ke fotonya. Bisa gua bilang ini malah ngasih efek artistik. Jadi gua lumayan suka dan itu cuma ada di mode pro. Dah, kenapa di mode otomatis dia noise-nya langsung otomatis kayak di-reduce itu ya, kayak otomatis noise reduction. Jadi mungkin gua kasih kalian lihat sampel beberapa yang gua pakai mode auto ya, itu juga noise-nya clear banget, bersih banget. Cuma memang kerasa sama kayak ada enhancement-enhancement AI-nya gitu. Jadi kalau kalian pengin dapat foto yang benar-benar kayak raw gitu ya, hasil originalnya bisa aktifin mode pro juga. Foto ketiga. Nah, biasa gua tuh suka kalau pakai HP ini tuh buat foto telemakro ya dan ya salah satunya ini nih gua foto bunga. Cakep banget bunganya ya. Dan di sini memang ketika gua aktifin mode super makro tuh somehow dia kayak ngidupin warnanya gitu ya. Kayak warnanya jadi lebih vivit, lebih vibrant gitu ya. Ungunya tuh enggak terlalu ungu seperti kalian misal nih gua selfie ya dengan bunganya ya. Nah, bunganya tuh sekecil itu guys. Tapi ketika kita foto pakai mode super makro ini itu berarti 10X ya di zoom-nya. dia tetap bisa dapat detail bunganya, detail bahkan di dalamnya yang kecil-kecil itu masih kelihatan loh di dalam si foto ini gitu. Si bunga yang itu bunganya kecil terus yang di dalamnya lebih kecil lagi bisa didapetin di sini. Nice banget. Oke, lanjut lensa ultra white. Nah, ini gua coba capture. E kemarin kita lagi ke arah West B ya namanya ya. Jadi ini lagi ada side bangunan yang banyak krin-k tinggi di atasnya dan pas langitnya juga lumayan cerah. Di sini secara warna gua ngerasa di lensa ultra white dia itu kayak agak sedikit e pucet ya gua ngerasa warnanya dan agak berbeda nih karakteristiknya dari lensa ultrawide ke lensa telefoto yang mana gua coba tunjukin tapi ya ini secara detail. Di sini juga kita bisa pakai mode 50 megapelnya kalau kalian pengin dapetin hasil yang lebih detail. Cuma memang hasil fotonya jadi gede banget nih gua dapat di 10 MB ya. Dan kalau kita bisa zoom nih ya, lumayan jauh bisa nge-crop dapat tulisan nih, misalnya si ekskavatornya cat, terus ya tulisan-tulisan Mandarinnya juga kelihatan jelas. Dan kalau kalian butuh detail ya bisa aktifin megapel-nya. Tapi kalau enggak pun juga menurut gua udah lumayan walau memang enggak bisa terlalu ng-zoom sampai jauh banget istilnya kalau kalian pengin lihat hal-hal detail-detail kecil. Nah, ini foto telefoto lagi 10X lagi ya. Foto-foto kapal yang lagi lewat di e sungai yang ada di Shanghai. Hasilnya again ya, zoom-nya ini sih yang gua kayak kalau kita pakai kamera gitu, Guys, istilahnya kita tuh mesti bawa lensa tele tuh biasa tuh gede-gede panjang-panjang gitu. Ini tuh kalian bisa ya kayak gini doang aja gitu loh, kayak how gitu kan. Oh gila, Guys. Ini gabungan software hardware-nya memang mantap banget. Lanjut. Nah, ini gua pengen nunjukin sekarang giliran foto-foto portrait nih. Ada teman kita Bung Fahmi dari Droid Lampe. Di sini 85 mm ya. Jadi emang gua entah kenapa gua sebelumnya pakai kamera Miroles enggak pernah pakai lensa 85. Cuma gua tahu banyak orang suka Lensa 85 dan gua ngerti mungkin kenapa karena kayak gini kita bisa dapatin detail yang e portrait yang bagus gitu ya. Ini gua juga coba foto sama eh Safira ya. Jadi kalian bisa lihat hasilnya ya, kulitnya. e detail-detail matanya gitu ya, seberapa refine gitu ya. Dan belakangnya edge detection-nya juga bagus banget. Enggak ada cerita ada e apa potongan-potongan yang aneh. Rambutnya semua ke-edefine. Mau rambut itu putih, rambutnya hitam ya bagus hasilnya. Jadi nice. Dan gua ini enggak sengaja pakai mode salah satunya gitu ya kalau enggak salah ada namanya. Nanti cuma ya itu sih menarik banget untuk potret-portet ini semua sangat bisa diandalkan dan gua ternyata banyak foto ya 85 tadi bisa kepakai di banyak hal ya. Bisa buat foto makanan, bisa buat foto ee yang jauh-jauh zoom jauh, bisa buat portrait terutama gitu. Paling terakhir gua pengen ngasih kalian lihat foto low light ya, di mana ini gua foto Disney. Jadi, jam 0 8 0 8.15 tuh udah ada show fireworks-nya yang mana ya ini gua coba foto-foto dan gua coba video. Dan ini kalian bisa lihat ya dapetin foto malam yang clear banget. Gua ada sedikit foreground ya bunga-bunga ini yang mana dia juga dapat nih blurnya nih ya dan ya istananya tajam gitu ya. Dapat kalian bisa nge-crop ya. Dan ya itu yang tadi gua juga suka adalah kalau kita foto landscape nih di Vivo X300 Pro, gua masih bisa nge-crop jadi vertikal fotonya dan hasilnya tetap tajam gitu ya. E mungkin ada faktor AI enhancement juga, tapi ya jadinya kayak dapat dua foto sekaligus gitu dalam satu kali jepret dan watermark-nya pun ikutan ng-resize gu jadi benar-benar efisien banget. Kalian cukup foto landscape bisa buat dua-duanya. Nah, untuk video nih sekarang menggunakan mode 4K 120 Hz. Dan di sini kalian bisa lihat ya, betapa clean bisa dibilang slow motion yang dihasilin sama kamera Vivo X300 Pro di mode video sekalipun di 4K 120 yang mana buat kamera biasa, kamera mirrorless mau yang full frame sekalipun untuk bisa mencapai 4K 120 itu shutternya tuh mesti tinggi, lensanya mesti bukaannya gede gitu untuk dapetin hasil gambar yang clean. lumayan geleng-geleng sih processing yang dilakukan sensor sama dia tuh ada chip juga khusus ya VS e Vivo untuk imaging chipnya itu juga amazing job banget bagus banget prosing gambar yang dilakuin mau di mode foto ataupun di mode video dan satu lagi juga yang suka ditanyain zoom-nya pun juga menurut gua cukup smooth gitu untuk e sebuah smartphone Android ya cuma memang yang gua notis adalah zoom-nya itu dia enggak lurus guys. Jadi kalau kita eh poin di lensa white misalnya di satu titik l kita zoom zoom zoom dia itu agak beda eh angle-nya kayak agak miring jadinya di mana di X200 Pro gua coba sebelumnya itu dia cukup lurus ya mungkin optimalisasi software balik lagi karena X200 Pro udah lama tapi ya kita lihatlah ya nanti apakah ke depan akan kayak gitu tapi untuk zoom-nya balik lagi dia udah tergolong kelas yang smooth. Oh ya, paling satu lagi untuk portrait ya, portrait video juga itu dia gak bisa di 4K 60 fps kamera depan belakang. So, dari tadi kita bahas HP ini gua belum bahas spesifikasinya tapi mungkin kalian semua udah tahu ya. Jadi gua taruh aja di sini ya. Yes, dia pakai chipset Mediatek Diamond City 9500 yang mana debut pertamanya memang di HP ini sama kayak X200 Pro kemarin yang debut 9.400-nya di HP dia. Dan so far harus gua bilang performance-nya oke banget. Antutu gua tes dapat Rp3 juta. Stability wise oke. Panasnya juga enggak terlalu berasa. Untuk baterainya ada peningkatan 500 mAh. Jadi 6510 yang menggunakan blue Fall Technology atau bahasa awamnya mungkin kalau sekarang tuh silikon carbon kali ya. Jadi dengan ketipisan yang lebih tipis katanya ya dibandingin sebelumnya dia bisa kapasitasnya baterainya lebih gede. So ya that's good. Dan so far gua pakai selama 3 4 hari. Gua enggak ngerasa ya deg-degan ya istilahnya buat gua foto-foto seharian. Ini capable banget. Dan sama halnya dengan Vivo X200 Pro yang gua pakai sebelumnya juga baterainya menurut gua mantap-mantap aja. Jadi dapat upgrade di sini even better. Dan software-nya sendiri ya udah pakai origin OS6. Walaupun ini memang unit Cina, tapi nanti yang di-ship secara global yang termasuk yang di Indonesia itu akan udah out of the box udah origin OS6. Dan kalau kita ngomong sedikit soal origin OS ya tampilannya sekarang semua lebih modern ya, lebih menarik. Fitur-fiturnya juga keren, visualnya juga lebih simpel, animasinya lebih smooth, dan memang tujuannya biar dipakai jangka panjang juga sama tim Vivo. Kemarin gua ikut juga acara launchingnya. Jadi di Shanghai ini tuh acara launching-nya enggak cuma si HP-nya aja, tapi Origin OS6 yang diunching secara global itu juga dirilis di sini. Makanya yang menarik untuk kita tunggu karena HP-HP yang bakal dapat itu lumayan banyak ya. Kalau enggak salah sampai Y series yang midrange-nya juga bakal dapat V series juga pastinya. Dan kalau untuk X series katanya itu sampai X90. Sayangnya X80 itu enggak dapat untuk update si origin OS-nya. Tapi yang fault ya, X90, X100 semua bakal dapat soon. Katanya starting di bulan November untuk yang eh unit-yunit ini, Desember untuk yang unit tahun lalu dan awal 2006 untuk yang lainnya. Jadi, bye bye untuk F Touch OS. Satu fitur yang paling menarik yang gua coba dari original S6 itu adalah konektivitasnya dengan Mac ya. Di mana kalian bisa drag and drop, kalian bisa mirroring HP-nya, kalian bisa pakai e si Vivo Office Site ya namanya ya kalau enggak salah ya, di mana kalian bisa kayak copy paste, kalian bisa ngetik-ngetik e pakai si kamera HP ini sebagai kamera untuk ngejepret dan ya nanti kita akan coba lebih lengkap. Gua pengin coba bahas lebih detail juga nanti ke depannya setelah nanti rilis resmi di Indonesia. Cuma kemarin memang gua sempat coba-cobain aja sedikit dan menurut gua menarik banget karena Vivo juga ngebuka ya si software-software atau aplikasi-aplikasi tadi buat semua Android. Jadi enggak cuma Vivo aja yang bisa pakai dan ya original OS sendiri memang cuma bukan Vivo doang yang pakai. Ada HP lain juga yang pakai yaitu IQ yang nanti bakal rilis dan ya coming soon ada IQ 15 juga. Oke kok gimana kalau dicompare sama HP-HP lain? Oke, kemarin gua sempat cobain memang compare-care sama HP lain salah satunya X200 Pro yang mungkin dari tadi kalian udah lihat berasa banget improvement-nya ya. Harus gua bilang semakin gua pakai gua semakin berasa tadi gua bilang ya AI enhancement atau ketajaman lensa terutama di zoom jarak jauh semakin bagus semakin kita enggak perlu lagi. Biasanya kalau di X200 Pro itu gua ngerasa setelah 10 atau 15X enhancement-nya kerasa dan kayak processing-nya sekarang semakin lama mungkin karena data yang diproses semakin banyak. Sedangkan di X300 Pro kayak lebih seamless aja ya, lebih smooth processing-nya juga udah lebih cepat dan juga secara hasil jepretan juga tadi hasil enhancement-nya juga lebih bagus, lebih detail. Kalau dibanding sama iPhone 17 Pro, nah ini sih yang menarik ya. Gua sempat foto-foto di beberapa skenario hampir setara ya di main sama di ultrawide. Tapi di telefotonya nih yang menurut gua quite challenging. Kenapa? Karena di iPhone itu tuh ketika kita cahayanya agak gelap ya, dia itu enggak mau pakai lensa telepoto 4X-nya. Yang mana sebenarnya telefotonya head to head banget nih ya. Si Vivo X300 kan 3,5X, sedangkan si iPhone itu 4X. Jadi kadang iPhone itu masih pakai kamera utamanya ketika kita foto portrait walaupun dia 4X terutama di kondisi yang mungkin cahayanya agak kurang. Jadi, gua pengen coba tes lebih lanjut lagi. Nanti mungkin akan ada blind test juga. So, kalian mesti stay tune. Cuma at this point menurut gua ini kamera X300 Pro udah sangat-sangat oke. Kalau kalian mau pakai buat liburan, gua kayak ya ini bisa dipakai lah udah pasti. Jadi hasil fotonya bagus-bagus dan ya gua so far happy banget pakai dan gua selalu bawa kalau gua liburan HP Vivo X yang 200 Pro kemarin. Satu lagi yang pengen gua bahas sebenarnya HP lain adalah si adiknya dari Vivo X300 Pro yaitu Vivo X300 reguler yang mana sebenarnya lumayan banyak juga improvementnya terutama dari bentuknya yang jadi kompact. Nah kalau tahun lalu tuh ada namanya Vivo X200 Mini ya. Jadi ada yang lebih versi kecil dari Vivo X eh 200 series-nya. Dan sekarang itu udah enggak ada lagi yang mini. Sekarang yang versi reguler itu yang versi kecilnya. Dan secara spec juga mirip chipsetnya sama eh storage segala macam. Baterainya aja lebih kecil sama layarnya lebih kecil. Dan kameranya memang ada sedikit perbedaan di mana si sensor gede tadi ya, si sensor eh HPB ya itu dipakai di kamera utama bukan di kamera telefotonya. Jadi memang secara teknis hasil-hasil kalau kalian suka kamera utama ya mungkin itu bakalan menarik, bakalan lebih tajam bisa 200 megapel. Cuma nanti gua akan pengen coba adu dan gua pengen nanti bahas lebih detail, lebih lengkap lagi next time karena ya kali ini gua kesempatannya cuma buat nyobain si versi Pro-nya aja. Last but not least soal harga. Pricing-nya sendiri memang ya udah dirilis di China dengan harga yang menurut gua wow tapi balik lagi harga di Cina tidak akan bisa sama di Indonesia ya. Nah, kalau kita cek tahun lalu harga X200 Pro di Indonesia itu sekitar 17999 ya. yang mana dapat sama 165 12 juga dan gua expect mungkin harganya akan kurang lebih sama tapi di harga segitu menurut gua ini no brainer banget sih kalau kalian yang suka foto, kalau kalian yang video ini bakalan benar-benar ngasih experience yang kalian enggak dapetin lah di HP lain sekarang mungkin ada ya kayak Huawei tapi ya ini Vivo udah ada Google segala macam kayak much easier to use. dengan origin OS juga menurut gua ini udah naikin kelasnya Vivo nih, udah menyetarai elite-elite yang lain nih ya. Jadi kayak gitu deh. So, ditunggu aja waktu tanggal rilisnya nanti gua juga akan update ke kalian pastinya. Jadi, follow aja ke media sosial kita Instagram, TikTok, eh YouTube. Jangan lupa diklik di bawah dan hidupin notifikasinya. Itu aja. Thank you semua yang sudah nonton. Semoga videonya bermanfaat dan kalau iya boleh bantu tombol jempol ke atas. Jangan lupa juga subscribe dan itu aja nama gua Marvin. Thank you so much for watching. I'll see you guys on the next video. Co ini enggak ada bunyi. Ada sih tapi kecil gitu dibandingin sama X200 Pro nih. Tuh ada bunyi sensornya. Kadang gua agak ngerecall ini tuh udah agak agak minim. Yeah.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Episode Terakhir.....
Oleh DKID Media
10m 24s

Kabar mengejutkan datang dari jagat media teknologi tanah air seiring keputusan DKID Media untuk menyudahi KOTEK (Komedi Teknologi) tepat di episode kesepuluhnya....

Brand Terkait

Vivo X300

Menyasar pengguna yang mendambakan smartphone premium tanpa kompromi, Vivo X300 resmi meluncur sebagai smartphone flagship andalan masa kini. Sebagai penerus kebanggaan lini X Series yang sangat tersohor akan inovasi fotografi mobile-nya, perangkat ini dirancang khusus untuk memenuhi standar tinggi para kreator konten digital. Vivo secara brilian memadukan ketajaman sensor kamera...

Vivo X300 Pro

Menggebrak pasar gadget Tanah Air, Vivo X300 Pro resmi meluncur dengan spesifikasi tanpa kompromi bagi para kreator konten maupun pencinta game. Ponsel premium ini mengedepankan kemampuan lensa beresolusi tinggi, fitur perekaman video kelas profesional, serta tenaga dapur pacu tingkat atas. Khusus untuk konsumen di Indonesia, perangkat ini dibekali konfigurasi memori...

Vivo

Vivo menghadirkan smartphone dan perangkat pintar dengan kamera canggih serta desain stylish. Vivo dikenal dengan teknologi fotografi inovatif, performa andal, dan fitur modern untuk kebutuhan komunikasi, hiburan, dan produktivitas.

Vivo X200

Vivo X200 hadir sebagai "Flagship dengan Kamera ZEISS Canggih dan Performa Tinggi untuk Fotografi, Videografi, dan Gaming" untuk pengguna yang mengutamakan kamera serbaguna dan kinerja kencang. Perangkat ini dipasarkan di Indonesia dalam dua pilihan warna, yaitu Hijau dan Hitam. Varian memori yang tersedia untuk pasar Indonesia adalah 12GB + 256GB....

iPhone

iPhone adalah smartphone premium dengan kamera pro dan performa tercepat berkat chip Apple Silicon. iPhone menghadirkan desain elegan, keamanan tinggi, dan ekosistem Apple terintegrasi untuk pengalaman terbaik.