Xiaomi Pad 7 Pro: Tablet Android di Bawah 10 Juta Paling Nyaman? (YouTube Video)
Buat gua kalau bicara soal tablet, entah kenapa iPad itu masih paling nyaman buat dipakai. Mainly karena yang pertama build quality-nya yang solid. Yang kedua aspect ratio yang menurut gua paling pas untuk sebuah tablet. Terus ketiga OS-nya yang berasa fluid, ada fitur-fitur ekosistem dan juga software supportnya yang panjang. Dan keempat, dia tuh punya aksesoris resmi kayak styless dan keyboard yang kualitasnya bagus. Terus kayaknya emang lebih banyak enggak sih aplikasi yang dibikin optimized buat tablet di iPad ketimbang di CC-nya Android? Walaupun gua enggak yakin juga ya apakah statement itu masih valid sampai sekarang. Anyway, hal-hal inilah yang bikin gua tuh tiap kali mau nyobain tablet Android itu selalu ngebandingin dengan menilai seberapa dekat mereka bisa ngasih experience kayak iPad. Dan di Xiaomi Pad 7 Pro ini menurut gua ada dua poin penting yang bikin tablet ini makin dekat buat jadi pilihan default buat orang-orang yang kepengen Android rasa iPad. Ayo gua jelasin sambil bahas overview tabletnya. Unboxing singkat aja, di dalam boknya kita bakalan dapat Xiaomi P 7 Pro, charger 67 watt, dan kabel USB type A to type C. Terus ada juga keyboard cover dan stylish-nya yang dinamain Focus Pen yang dijual terpisah. Oke, bahasa desain dari Xiaomi P 7 Pro ini masih sama ya sama pendahulunya. Dia pakai metal uni body. Jadi back dan frame-nya itu nyatu dan dia angle body-nya yang mengotak gitu ya dengan rounded corners di ujung-ujung layarnya. Build quality-nya ini benar-benar berasa mirip banget sama iPad Pro. Di bagian belakang ada modul kamera ngotak dengan kamera 50 megapel. Terus ada pin konektor di sini buat connect ke aksesoris keyboard cover-nya. Dari depan ada kamera 32 megapel yang posisinya di tengah gini kalau lagi orientasi landscape. Terus di sebelah atas ada volume button sama dog magnet buat nempel sama si focus pen-nya. Udah ada quad speaker di sebelah kiri dan kanan sama ada port USB type C 3.2 di kanan. Layarnya pakai IPS LCD berukuran 11 inci. Jadi belum OLED, tapi honestly di harga segini emang wajar IPS LCD dan kualitasnya itu juga bagus. Dia resolusi 3.2K 144 Hz 12 bit yang udah support Dolby Vision dan juga udah ada teknologi DCD diming yang bisa ngebantu buat ngurangin efek mata lelah. Tapi yang menurut gua signifikan dan ini poin penting gua yang pertama adalah aspek rasio layarnya kayak di iPad. Menurut gua, ini adalah aspek rasio yang paling ideal ya buat sebuah tablet. Karena kalau lagi di posisi landscape, dia tuh layarnya punya vertical space yang lebih tinggi dan pas buat dipakai kerja kayak ngetik-ngetik dokumen ataupun browsing. Dan juga kalau lagi dipegang di posisi portrait, dia itu feelingnya pas, enggak berasa kayak lagi megang device yang lonjong atas bawah gitu. Buat multimedia, tablet ini tuh menurut gua setara sama iPad Air latest gen dan dia lebih enak dibanding iPad Gen 11. Karena kalau kalian tahu di iPad Gen 11 itu layarnya belum laminated. Jadi ada air gap gitu antara panel sentuh dan layarnya. Dan Xiaomi P 7 ini speakernya juga quater. Kalau di iPad Air itu belum. Jadi lebih immersif dan suaranya tuh enggak gampang muffold kalau misalnya tangan gua enggak sengaja nutupin salah satu speakernya. Chipset Snapdragon 8S Genry juga termasuk kencang buat gaming dan daily task. Dan Hyper OS di Xiaomi P 7 ini itu juga punya fitur ekosistem yang menarik kalau misalnya kalian punya HP Xiaomi yang support buat pakai fitur interconnectivity misalnya home screen plus yang bisa kita pakai buat akses layar HP Xiaomi kita. Ini mirip kayak iPhone mirroring di Mac gitu ya. Dan ini juga gua cobain cukup seessless bisa buat drag and drop file dengan gampang. Terus juga bisa buat copy and paste. Dan juga di sini kita bisa jadiin layar tablet kita sebagai viewfinder pas kita lagi buka kameranya. Jadi ini poin yang ngasih ekstra insentif kalau misalnya kalian udah punya salah satu device di ekosistemnya Xiaomi. Dan ini dia perekaman dari kamera depannya Xiaomi Pad 7 Pro. Ini resolusinya 32 megapel. Terus dia bisa ngerekam up to ini 1080p 30. Dan suara mic-nya kayak gini. Kalau misalnya kalian lagi buat video conferencing ya gimana suara mic-nya. Aksesoris pendukungnya itu juga jadi nilai penting buat sebuah tablet. Dan di Xiaomi P 7 ini itu ada stylish yang dinamain Xiaomi Focus Pen. Nge-charge-nya tinggal ditempel di sisi tabletnya ini. Latency-nya rendah, terus ada pressure sensitivity, terus ada beberapa fitur juga dari tombol-tombolnya ini. Kayak kalau misalnya kalian tahan tombol yang ini, itu dia bisa jadi pointer dari jarak jauh. Terus tombol yang paling bawah ini kalau misalnya dipencet terus kita ketok layarnya, dia bakalan munculin aplikasi sketch buat scribble-scrible atau nyatetat-nyatetat gitu. Terus tombol atasnya itu kalau ditahan dan ketok layar itu bakal munculin selektor buat screen capture. Fitur-fitur yang nice to have dan cukup helpful buat user yang udah terbiasa pai focus pen di tablet ini. Lalu berikutnya ada keyboard covernya. Ini standar ya kayak keyboard cover yang cukup umum dan ada juga di versi sebelum-sebelumnya. Dia tuh nempel magnet dan connect lewat pin yang ada di belakang tabletnya ini. Jadi enggak ada latency kayak kalau misalnya kalian connect Bluetooth dan enggak perlu diicharge karena powernya ditenagain sama tabletnya. Keyboard-nya masih belum backlit. Satu-satunya lampu yang ada tuh di indikator caps lock-nya aja. Tapi layout-nya nyaman. Ukuran key cap dan spacing-nya tuh oke. Dan key travelnya juga nyaman buat ngetik-ngetik. Bahan dalam dan luarnya kayak soft touch gitu ya, bermotif lader yang feel-nya itu quite nice. Tapi yang menarik selain keyboard cover ini Xiaomi juga ngeluncurin keyboard cover ala-ala floating kayak di Apple Magic keyboard yang mereka namain focus keyboard. Dan ini poin gua yang nomor dua, akhirnya ada aksesoris resmi yang itu mirip banget sama apa yang selama ini cuma ada di Apple. Gua sempat nyobain keyboard-nya pas launching Xiaomi di Barcelona dan first impression gua itu rasanya benar-benar kayak Apple Magic Keyboard. Mulai dari touchpad-nya yang presisi, terus ada multi gesture, ngetik-ngetik keyboardnya juga enak dan mekanisme floatingnya itu benar-benar bikin experience Xiaomi P 7-nya itu makin mirip sama iPad yang pakai magic keyboard. Mungkin ini biasnya gua aja ya yang ngerasa kalau magic keyboard itu gold standard buat aksesoris iPad. Soalnya desain floating kayak gitu itu lebih make sense buat ngangkat iPad-nya dikit biar tingginya tuh lebih pas di mata. Angle-nya juga bisa diilt karena dia tuh enggak fix terpaku ke base-nya seperti keyboard cover yang lain. Dan yang paling penting posisinya lebih solid jadi enggak gampang goyang kalau misalnya lagi ngetik di sandaran paha misalnya. So, ya buat kalian yang ngerasain hal yang sama, sekarang ada tablet yang bisa ngasih experience yang mirip dari sisinya Android. Dan ini kompatibel bukan cuma buat varian Pro-nya aja ya, tapi juga Xiaomi P 7 yang reguler. Jadi menarik banget bisa dikomboin sama Xiaomi P 7 reguler yang harganya itu terjangkau tapi bisa punya aksesoris yang selama ini cuma bisa dipakai di iPad-iPad yang lebih mahal. Tapi ada tapinya nih, fokus keyboard itu enggak masuk resmi di Indonesia. Atau mungkin harapan gua itu cuma belum dimasukin aja nih ya. Yang bikin gua lebih miris gua cek-cek di website official Xiaomi Singapore itu mereka masukin fokus keyboard-nya. Bahkan di Singapura itu ada varian matte glass. Yang ini menurut gua juga menarik banget. Itu saat ini belum masuk di Indonesia. Jadi sayang banget gitu. Kalau masuk gua yakin bakal laku sih. Coba yang setuju bisa ramin kolom komentar biar dilihat juga nih sama Xiaomi Indonesia. Anyway, Xiaomi Pad 7 Pro ini dijual dengan harga R,5 juta dan yang Xiaomi pad biasa atau yang reguler itu R,5 juta. Ada warna blue, grey, green dengan satu varian storage aja. Dan perbedaan keduanya itu ada di kamera, terus ada di chipset, di charger, terus di yang Pet 7 Pro ini ada fingerprint sensor. Yang regular itu enggak ada sama yang regular itu WiFi 6e. Yang ini WiFi 7 dan juga storage ini 12512. Kalau yang reguler itu 8256. Di luar itu keduanya punya hardware yang sama yang berarti layarnya sama, bodinya sama, speakernya sama, dan compatibility dengan aksesoris yang sama. So, itu dia Xiaomi Pad. Kalau dari sudut pandang pecinta iPad, menurut gua dari segi build quality, layar, dan juga hardware mereka tuh udah onp lah ya. Softwarennya juga relatif fluid dan ada fitur-fitur yang neat buat ekosistem. Paling yang masih diraguin tuh cuma software support-nya yang relatif pendek dan gue cari-cari juga enggak ada statement yang firm gitu soal berapa tahun mereka bakal dapat software update. Dan ya di seri ini menurut gua ada dua hal tadi aspek rasio yang sweet spot banget dan juga aksesoris bagus yang menurut gua bikin Xiaomi P 7 series ini makin menarik dan makin mirip sama iPad yang menurut gua pribadi itu gold standard-nya experience pertabletan. Walaupun tergantung juga ekspektasi kalian buat sebuah tablet. Karena kalau buat gantiin komputer, iPad OS sendiri tuh masih terbatas banget buat bikin iPad bisa disebut sebagai true desktop replacement gitu. Tapi buat tablet sebagai media consumption dan juga ngelakuin hal-hal yang standar untuk kebanyakan tablet pada umumnya, menurut gua Xiaomi P 7 Pro ini pilihan yang paling cocok buat yang pengin punya tablet Android rasa iPad. Dan good news-nya kalau kalian enggak butuh-butuh banget sama upgrade yang ditawarin sama varian Pro, terutama di chipsetnya. Varian Xiaomi P 7 itu yang reguler menurut gua udah highly recommended kok di kelas harganya. Anyway, segitu dulu aja, Guys, pembahasan gua buat Xiaomi Pad 7 Series. Jangan lupa like-nya kalau misalnya kalian suka dan juga subscribe ke Binotch YouTube channel kalau misalnya kalian belum. Nama gua Edwin. Thank you guys for watching.
Video Lainnya
Di tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, menemukan perangkat pendukung produktivitas yang andal tanpa menguras kantong menjadi tantangan tersendiri bagi para...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Kabar mengejutkan datang bagi para pencinta ekosistem Apple karena raksasa teknologi ini dikabarkan siap merombak strategi harga mereka secara global. Kenaikan...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Kehadiran Huawei MatePad Mini sukses memberikan angin segar di tengah tren pasar yang dipenuhi tablet berukuran raksasa. Membawa dimensi super tipis dan panel...
Mencari gawai ringkas yang benar-benar bisa diandalkan untuk mobilitas ekstrem kini bukan lagi sekadar angan. Lewat gebrakan layar Flexible OLED PaperMatte yang...
Huawei kembali menggebrak pasar tablet lewat gebrakan yang membuat para kompetitornya, termasuk lini iPad Mini, harus waspada. Melalui dimensi super ringkas dan...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Membuat konten video berkualitas tinggi sering kali terbentur oleh rumitnya proses produksi dan beratnya peralatan yang harus dibawa. Lewat ulasan terbaru dari...
Menghadirkan layar raksasa 98 inci di ruang keluarga kini bukan lagi sekadar mimpi mahal kaum sultan yang menguras kantong hingga ratusan juta rupiah. Lewat...
Kehadiran HUAWEI MatePad Mini membawa kejutan tak terduga di segmen tablet ringkas yang selama ini nyaman dikuasai oleh iPad Mini. Bersembunyi di balik dimensi...
Kehadiran sistem operasi terbaru Apple selalu memicu rasa penasaran, namun menjajalnya lebih awal lewat versi developer BETA kerap kali menjadi buah simalakama bagi...
Penasaran apakah Xiaomi 17T Pro benar-benar layak disebut sebagai perangkat flagship dengan harga belasan juta? Kreator akan mengajak penonton membongkar langsung...

















