Jungkat

emang Tipis sih, tapi... | Unboxing & Hands on Samsung 25 Edge (YouTube Video)

  • 31/05/2025

Saya pakai Samsung Galaxy S25 Ultra dan kalau dipakai lama pas tiduran emang pegal sih. Apalagi ditambah casing UAG saya. Woh itu makin tebal dan makin berat. Dan kalau kita lihat dari tahun ke tahun Samsung selalu mencoba untuk mempertipis dan juga memperingan Samsung Galaxy S25 series-nya. Sampai puncaknya di tahun 2025 ini di event unpack, wah itu udah ada trailernya tentang Samsung Galaxy S25. It's yang kayak ada trailer terus dia kayak lewat seklibat setipis silet dan di tangan saya udah ada si Samsung Galaxy S25. Jadi bayangin aja si S25 Ultra tapi ditipisin. Tapi karena tipisnya ini saya sudah lihat beberapa channel review dan memang banyak banget yang di-trade off sih. Terutama di bagian harganya ikut tipis juga. Maksudnya dompet kita yang kalau kita beli ini ikut tipis karena harganya hampir Rp2 juta. Hah. Emang senyaman apa sih pakai HP tipis sampai harganya udah mirip-mirip sama Samsung Galaxy S25 Ultra? Langsung aja kita unboxing bareng-bareng. Di sini udah ada beberapa HP ya, ada HP dan juga Samsung yang nanti bakalan kita visualkan ketipisannya ini gimana. Boksnya aja udah tipis ya. Ya, ini bok ciri khasnya Samsung yang kalau unboxing paling ya 5 detik kelar karena ya boksnya cuman kayak gini aja. Nah, ini trilernya mirip-mirip kayak gini sih. Jadi dia kayak semacam seklebat aja yang dari sini udah kelihatan tipis. Cuman kalau kalian lihat di sini kan ada tulisannya Galaxy S25H ya. Nah, untuk pengguna Samsung yang lama-lama ada S4 H, S5 H, S6 H itu beda ya. Kalau yang dulu itu layarnya melengkung. Nah, di sini ini layarnya kalau saya lihat enggak melengkung sama sekali. Langsung aja lah ya, kita coba buka bareng-bareng. Set. Bah. Dan langsung kelihatan HP-nya. Coba kita lihat ketipisannya. Beh, ternyata memang kalau dipegang seringan ini ya. Bentar kita taruh di sini dulu sambil kita coba lihat. Harusnya sih kalau Samsung cuma dapat kabel sama beberapa buku panduan sih ya. Yap. Jadi kita cuma dapat kabel type C to type C terus buku panduan dan juga ada sim ejector enggak ada adapternya. Eh, kita copot dulu screen protektornya. Wuh, layarnya sih kalau dari basel-nya tipis tapi kayaknya enggak ada anti reflectif-nya deh. Tapi kita lihat nanti. Sekarang kita coba bandingkan dulu sebagai visual kalian karena tebalnya ini 5,8 mili. Nah, angka itu kan enggak bisa memvisualkan. Jadi, di sini udah ada beberapa HP. Mungkin kita sambungin atau kita coba compare sama S25 Ultra tanpa casing dulu ya. Nah, kira-kira segini nih. Woh, gila. S25 Ultra langsung terlihat HP jadul yang kayak kelihatan HP keluaran 2 tahun lalu gitu ya karena saking tobelnya. Nah, kalau kita bandingkan dengan iPhone 15 Pro Max nih kira-kira segini kalau sama iPhone 15 Pro Max dan coba kita bandingkan dengan S24 Plus karena secara dimensi layar seharusnya mirip sama S24 Plus ya. Woh, maaf S24 Plus-nya kotor karena memang dipakai dan dimensinya kira-kira seperti ini. Wah, S24 Plus menurutnya lumayan tipis loh, tapi langsung kelihatan tebal kalau disandingkan sama si S25 H. Terakhir kita cob bandingkan dengan A56. Nah, malah kelihatan tebal ya. Gila. Cuman banyak yang bilang kalau si S25H ini sebenarnya ya S25 Ultra yang ditipisin, tapi kalau saya lihat ada beberapa hal yang berbeda sih. Contohnya untuk ngebuat dia tipis. Kalau kalian lihat tombolnya itu bahkan sekarang lebih keramping ya dibandingkan S25 Ultra. Terus kalau di bagian atasnya sama sih ya, ada dua bawah mikrofon, ada Wii antena. Di kiri juga mirip di bagian bawah ya apa yang hilang kalian tahulah ya. S P. Cuman kalau saya pribadi, S Pen itu kayak tangga di rumah lah ya. Kalau misalkan lagi butuh dipakai tapi jarang banget buat dipakai. Nah, kalau kalian orangnya yang enggak suka pakai S Pen dan S25 Ultra ini kerasa berat, sebenarnya S25H ini bisa jadi pilihan sih. Karena dia memang enteng. Wah, gila sih ini entengnya yang kebangetan enteng. Nah, ini ada timbangan nih. Udah saya siapin timbangan. Coba kita timbang ya. Kita bandingkan dengan S25 Ultra. Kita coba lihat S25 Ultra dulu. Bobotnya dia ada di 217 gr dan si S25 H itu ada di 161 gr. Gila. Jadi enteng banget kalau dibandingkan dengan apaalagi? Contoh misalkan A56. A56 itu di 197 gr. Terus di S24 Plus itu di 197 gr juga dan iPhone 15 Pro Max itu ada di 22 ini paling berat nih. Paling berat ini ternyata dia ya. dibandingkan S25 Ultra yang secara dimensi seharusnya lebih kelihatan bulky S25 Ultra ini lihat lagi 161 gr yang secara F jauh sih. Nah, pertanyaannya HP tipis ini senyaman apa? Ini video unboxing-nya dulu ya. Jadi nanti saya coba sekitar 2 minggu lah. Dan saya coba karena ini selling point terutamanya ya di ketipisan dan keringanannya. Jadi harus dipakai daily dulu baru saya bisa ceritain gimana enaknya pakai S25. Tapi yang namanya barang tipis itu kan pasti ringkih ya. Logikanya kayak gitu. Dan saya belum menemukan videonya Om Jeri Rick Everything yang ngetes banding dari S258 ini. Jadi ya semoga aja ini jadi video DKID pertama lah yang tes bending si S25. Coba ya. Tapi saya enggak bisa seekstrem Om Jerry sih. Ah. Uh. Ada sedikit melengkung ya sebenarnya. Coba agak zoom dikit. Weh. Bentar kita coba tes bending. E. Wah. Tuh, kalau kalian lihat ada sedikit ee melengkung tapi huh kuat sih ya dia. Sekali lagi, sekali lagi coba ya. Ah. Eh, dari sini ee tuh ada kelihatan sedikit melengkung. Ah, melengkung enggak ya tadi ya? Coba kalian tulis di kolom komentar. Ada melengkung sih, tapi dia kuat banget sih. Dan ya ini HP-nya udah saya instal beberapa aplikasi dan dia masih enggak ada apa-apa. Aman dan cakep sih baselnya ya. Basilnya ini tipis. Walaupun sekarang dia enggak pakai yang melengkung-melengkung karena itu selera dan saya pribadi enggak suka yang melengkung-melengkung karena biasanya ghost touch atau kepencet-pencet. Tapi Samsung menurut saya okelah dengan meninggalkan AIDS yang dulu jadi AIDS yang sekarang. Ya, sebenarnya permainan kata aja sih. Kemarin saya di Komutex juga nge-review Acer Swift 14 AI. Ada kata-nya juga ya. Bukan berarti laptopnya itu melengkung, tapi laptopnya memang tipis dan ringan lah. Kayaknya Samsung juga ya permainan kata aja lah. Tapi buat orang yang udah ke brand Bos sama Samsung yang dulu, itu jadinya kayak yah pasti layarnya melengkung. Padahal ini enggak ya. Ini bukan layar yang melengkung. Kalau untuk kaca depannya ini dia pakai Corning Gorilla Glass Seramic 2 yang katanya didesain super tipis dan super kuat. Bagian belakangnya juga pakai Corning Gorilla Glass Fictus. Cuman dari sisi layar yang diad off itu adalah si anti reflectif-nya. Jadi benar-benar totalitas untuk bikin HP-nya super tipis si karena paling ukurannya berapa mikron lah ya untuk bikin layar yang antiflektif gitu. Tapi Samsung enggak mau. Dia enggak mau ketipisannya itu terganggu dengan anti reflectif. Jadi kalau dibandingkan dengan contohnya S25 Ultra ya ini coba saya sentry dulu. Nah ini kan kelihatan nih dia cukup mengurangi anti reflectif yang cukup lumayan. Sedangkan di S25H langsung kelihatan tuh. Bahkan kaca atau kamera overhead saya aja langsung kelihatan kalau dibandingkan dengan S25 redup. Jadi overhead kamera saya enggak begitu terlihat. Jadi anti silaunya lebih dapat ya. Trade off-nya dari bagian layar itu sih. Di bagian belakang ada trade off juga. Jadi kalau si S25 Ultra atau bahkan A56 atau S24 Plus kan dia punya konfigurasi tiga kamera ya. Nah, HP ini karena saking tipisnya jadi dia memutuskan untuk pakai dua kamera aja dan yang hilang adalah Lensa Telic yang sebenarnya secara desain dia mirip-mirip sama A56 ya. Jadi ada kayak semacam island-nya di bagian bingkai kameranya yang desainnya cakep sih sebenarnya jatuhnya cuman karena saking tipisnya dan jadi bumpy di bagian sini. Jadi kalau kalian tipikal orang yang suka HP di meja, contohnya kalau misalkan saya kalian lagi makan Padang terus kalian pengin mencet-mencet ya yang di meja kayak gini susah karena dia enggak rata sama permukaan. Bukannya susah sih keganggu aja. Kalau untuk layar depan secara dimensi dia sama dengan Samsung Galaxy S20 Plus ya. Tapi kalau kita ngomongin beasel ya secara ilusi kayak lebih tipis beaselnya S25H inch ya. Coba kalian perhatikan nih kayak lebih tipis S25H in tipis dikit banget. Terus di bagian ujung roundednya juga yang S24 Plus itu lebih melengkung. Sementara S25H enggak. Tapi kalau secara dimensi sama aja sih 6,7 inch dengan pick brightness yang diklaim sampai 2.600. Nantilah di video review-nya untuk color akurasinya kita coba ya. Dan yang saya suka dari Samsung OneUI-nya sih. One UI-nya ini benar-benar cakep banget. Kayak semua komponen itu menyatu, terutama dengan desain basel-nya, simpelnya ya. Memang harus diakui kalau OneUI 7 itu termasuk salah satu UI yang paling cakep sih. Wah, ini kalau diganti wallpaper yang 3D bakalan cakep banget sih. Kalau untuk kamera sebenarnya min kameranya dia pakai min kamera yang sama dengan S25 Ultra. Jadi sama-sama 200 megp cuman ketika saya research di videonya Mr. W the Boss katanya beda ya. Walaupun sama-sama 200 megapel tapi kualitasnya beda. Apakah beneran kayak gitu? Langsung aja kita coba deh. Dan hasilnya sekilas memang kayak enggak ada perbedaan ya antara S25 Ultra dan IS. Cuman kalau misalkan kita zoom baru kelihatan tuh ada perbedaan. Terutama di bagian skin tone. Kalau S25 Ultra itu natural. Jadi muka saya yang coklat memang terlihat coklat. Aslinya gini ya. Bukan yang kayak S25H bukan. Jadi S25H itu kayak lebih terang. Tapi jujur saya lebih suka S25H ya karena muka saya jadi langsung kelihatan lebih bersihlah ketimbang pakai S25 Ultra. Tapi kalau misalkan kita zoom lagi 200 megapel-nya ini lebih terlihat detail di S25 Ultra. Oke, jadi adalah kualitas kamera depan di resolusi 4K 60 fps. Keduanya bisa 4K 60 fps. Dan untuk dynamic range kita coba lihat kayak mirip-mirip aja sih ya. Bagus banget sih. Tapi ini kamera depannya bagus banget. Separasi antara langit dan juga fasad yang biasanya langsung jadi satu gitu, ini enggak langsung kelihatan cakep. Terus muka saya juga detailnya enggak terlalu hilang. Terus kalau untuk skin tone, hm ada perbedaan tapi tipis aja. Terutama di skin tone saya. Skin tone saya kalau di S25 Ultra itu lebih kecoklatan. Sementara di S25H lebih terang atau mungkin karena layarnya aja. Dan untuk kestabilannya kalau misalkan kita gunain untuk jalan kira-kira seperti ini. Wah, nah gini. Ini jalan agak kencengan dikit. Sama-sama stabil. Cuman POV-nya lebih lebar di S25H in. Tuh kalau kalian lihat sabulan di kaos saya itu lebih terlihat di S25H in dibanding S25 Ultra. Tapi kalau untuk dynamic range mirip-mirip aja keduanya. Terus kalau misalnya kita gunain untuk kayak gini ya sama-sama smooth ya karena bisa 60 fps. Sekarang kita cobain untuk kamera ultrawide dan juga min kameranya. Ini maaf ya kalau di sini banyak banget. Ini saya bukannya driftingan ya, tapi kita lagi habis laundry, jadi banyak yang dicuci. Dan sekarang kita cobain ultra weight-nya untuk tilting. Wah, smooth banget sih, enggak ada masalah. Terus efek distorsinya ada, tapi enggak yang terlalu gimana gitu. Smooth banget. Ultrawide-nya kita coba untuk zoom karena ultrawide-nya sekarang bisa buat makro ya untuk di S25. Karena di S24 Plus enggak bisa. Tapi ini sekaligus aja buat perbandingan sama S25 Ultra ini. Jadi kalau misalkan kita zoom di bagian sini tuh, tuh dia bisa sampai dekat banget tuh. Terus S25 Ultra juga sama sih tuh. Kalau untuk hasilnya video sih kayak mirip-mirip aja ya. Coba kalian tulis di kolom komentar deh apakah ada perbandingan. Untuk semutnya juga mirip-mirip aja. Ini kita coba rotary shot di sini untuk ultrawide. Untuk warnanya juga mirip-mirip. Zoom in, zoom out. Wah, gila smooth banget. Terus kalau misalkan kita mau nge-zoom satu kali, dua kali, wah mirip-mirip aja sih kalau untuk video ya. Warnanya yang agak beda ya kalau dua kali ya. Di ST5 Ultra kayak lebih kuning. Di sini lebih natural di HS. Tapi nanti kalau dipindah di PC, semoga aja ini cuman karena layar settingan layar saya aja ya. Karena sebenarnya harusnya mirip-mirip sih. Terus untuk autofokus coba ya. Weh, enggak ada masalah. Ultrawide-nya aman-aman aja autofokusnya tuh. Jadi sekarang kita cobain untuk langsung deh kita coba untuk main kameranya. Nah, ini main kamera di satu kali. Kita coba untuk fokusnya juga. Wah, cepat juga enggak ada masalah. Terus kalau misalkan kita pindah dari sini sekaligus kita bandingin dengan S25 ya. Nah, kita coba zoom driftingan ini, Guys. Terus kalau misalkan kita pindah fokusnya dari sini ke sini, wah enggak ada masalah. Cepat juga. Iya. Biasanya kalau laptop tipis, kalau dia powernya enggak dilimit, ya dia pakai chipset Rp. Nah, kalau HP tipis, apakah dia power-nya juga di limit? Ah, ini cuman sekedar untuk tes sintetisnya aja ya. Nanti untuk review lengkapnya kita coba di review-nya. Dan kita coba lihat untuk skor AnTu-nya. Tadi juga udah sempat saya tes. UnTTunya itu ada di sekitar nih R.31.000. Tapi kalian perhatikan versi AnTutunya ya. Kalau kalian lihat ada di channel lain yang lebih besar sampai hampir 2,7 juta itu biasanya pakai AnTuTu yang versi baru ya 10.5.7. Nah, kalau yang saya pakai ini 10.5.0. Terus untuk Geekb ya kalau untuk skornya ini sebenarnya dia mirip-mirip sama si Samsung Galaxy S25 Ultra ya. Karena ada loh HP full tipis yang dia pakai Snapdragon 8 Elite sama kayak si Samsung Galaxy S25 ini tapi bukan yang 8 core. Jadi dikurangi 1 core jumlahnya 7 core. Kenapa seperti itu? Biar enggak mengkonsumsi daya yang gede, biar baterainya awet dan karena tipis itu kan airflow-nya kurang maksimal ya. Tapi Samsung dia bisa bikin nih tetap 8 core. Jadi bukan yang 7 core. Dan untuk skor geekbench-nya itu ada di untuk single core di 2000-an dan multiore-nya di 9.000-an. Untuk skor GPU-nya juga masih kencang loh ya di hampir Rp2.000 untuk skor GPU Geekbench 6. Untuk tes game nanti aja L ya di video review-nya. Jadi kita coba gimana performanya kalau untuk main game di HP setipis ini. Walaupun saya enggak yakin untuk Galaxy S25H ini segmentasinya buat gamers ya. Karena menurut saya orang yang beli ini enggak mungkin ya jarang bangetlah nge-game-nya. Baterai juga jadi trade off di Samsung Galaxy S25 H ini yang ini yang menurut saya trade off-nya lumayan sih ya. Karena kapasitasnya kan standarnya itu 5.000 sekarang jadi 3.900 mamp dan sebenarnya kalau dibilang Samsung ini yang pertama kali bikin HP tipis enggak juga. Karena ketika saya di IFA kalau enggak salah atau MWC, Techno juga ngeluarin HP tipis 5, sekian mmm juga tapi baterainya itu ada di 5.200 mamp. Bedanya tekno itu masih konsep, sementara Samsung udah dijual di pasaran. Sebenarnya Samsung bisa sih kalau misalkan dia mungkin mau menurunkan egonya untuk ngikutin HP-HP Cina yang punya inovasi baterai silikon di mana baterai ya bisa gede tapi form fact vornya bisa tetap tipis. Karena kalau 3900 mAh hmm kita coba lihat nantilah ya daya dataan baterainya kayak gimana apalagi ini pakai Snapdragon 8 Elite. Kalau buat software Samsung saya baca-baca juga sama kayak S25 series ya itu 7 tahun ya. A56-nya aja 6 tahun kalau enggak salah midrange yang paling lama juga untuk software update. Jadi ini 7 tahun untuk S25 ya. Jadi mungkin cukup segitu aja lah ya first impress saya dari Samsung Galaxy S25. Saya enggak bisa ngasih kesimpulan banyak karena saya jujur baru pegang ya. Intinya kalau kita lihat dari harganya sih si Samsung Galaxy S25H ini benar-benar bukan untuk kaum mendang-mending. Walaupun orang yang punya duit untuk beli Samsung Galaxy S25 H ini kayaknya juga masih bakalan mikir-mikir deh bakalan orang yang punya duit dan orang yang terpilih untuk mau beli HP ini. Karena memang fokusnya itu benar-benar di inovasi. Kayak Samsung ini bilang ini loh, kita bisa bikin HP tipis dan juga seringan mungkin di seri flagship kita di series S bukan di seri A-nya loh ya dengan chipset yang paling kencang. Karena biasanya ya kayak laptop ataupun HP dia bisa bikin form factor tipis tapi chipsetnya itu chipset-chipset yang enggak kencang-kencang banget jadi biar enggak panas gitu. Tapi Samsung langsung ngasih Snapdragon 8 Elite yang enggak diilimit 8 core juga. Menurut saya ini sih langkah berani dari Samsung ya. Dan saya salut udah pasti HP ini bukan untuk semua orang sama kayak awal-awal HP full muncul. Paling enggak HP ini bisa bikin kayak semacam halo effect lah. Kalau misalkan Samsung bisa bikin inovasi ya seri-seri yang lain terutama seri S itu keangkat juga kayak karena kayak pembuktian aja nih kita enggak cuma bikin konsep, kita bikin HP tipis langsung dijual di pasaran. Yang suksesnya itu enggak cuma diukur dari angka penjualan aja, tapi gimana Samsung bisa ngebuktiin kalau dia bisa bikin HP tipis di seri S ya. Dan sekali lagi, orang yang bisa beli HP ini tuh orang yang punya duit pertama terus terpilih, terus juga udah punya izin dari istrinya. Enggak bisa nih ke beli HP ini kalau misalkan harus pakai akal dan pikiran dan logika enggak bisa. Benar-benar harus pakai perasaan. Kalian harus megang dulu HP-nya, kalian lempar-lempar. Kalau udah klik baru bisa beli. Karena benar-benar nih bukan buat mendang-mending. Saya di Budi and see you on the next video.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

HP Android 32 Juta...
Oleh GadgetIn
15m 11s

Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...

Brand Terkait

Samsung Galaxy S25+

Samsung Galaxy S25+ merupakan varian flagship yang dirancang untuk pengguna Indonesia yang menginginkan layar lebih besar, performa kelas atas, serta daya tahan baterai lebih lama dibanding model standar. Posisi Galaxy S25+ berada di tengah lini Galaxy S25 Series, menawarkan keseimbangan ideal antara ukuran layar, kekuatan performa, dan fitur premium tanpa...

Samsung

Samsung menghadirkan smartphone Galaxy, tablet, wearable, TV, dan perangkat rumah tangga dalam satu ekosistem terintegrasi. Samsung dikenal dengan teknologi layar terbaik, performa tinggi, dan inovasi global untuk kebutuhan modern.

Samsung Galaxy S25

Samsung Galaxy S25 merupakan smartphone flagship Samsung yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman premium dalam bodi yang ringkas dan nyaman digunakan sehari-hari. Sebagai model standar dari lini Galaxy S25 Series, perangkat ini ditujukan bagi pengguna Indonesia yang menginginkan performa tinggi, kamera canggih, serta fitur AI terbaru tanpa harus menggunakan ponsel berukuran...

Samsung Galaxy S25 Ultra

Samsung Galaxy S25 Ultra merupakan smartphone flagship tertinggi Samsung yang dirancang untuk pengguna Indonesia yang menginginkan performa tanpa kompromi, kamera profesional, serta fitur produktivitas dan kecerdasan buatan paling lengkap dalam satu perangkat. Sebagai model Ultra, perangkat ini memadukan kekuatan komputasi kelas atas, teknologi kamera mutakhir, serta dukungan S Pen untuk...