Panduan Belanja Smartphone Edisi Maret 2025 - #MANJA Episode 18 (YouTube Video)
Smartphone flexip ada yang banting harga jadi R juta doang. Jangan beli pokok grup transion menggila apaan? Selamat datang di Manjok, masukan belanja edisi Maret 2025. Disclaimer, semua rekomendasi smartphone yang masuk list manja ini adalah pilihan saya pribadi. Tidak ada iklan ataupun promote brand manapun. Saya bekerja untuk Anda. Dan karena kami bekerja untuk Anda dan saya juga mendengar masukan dari kalian yang enggak mau harganya tuh dari Erafon aja. Jadi sekarang harganya langsung dari Shopee. Ya udah langsung aja kita mulai dari rekomendasi smartphone foldable terlebih dahulu. Pasar foldable tiba-tiba ramai karena her dan membawa smartphone foldable-nya ke Indonesia. Cuman saran saya jangan beli smartphone foldable mana pun terlebih dahulu karena ada dua smartphone foldable yang akan launching dalam kurun waktu sebulan atau 2 bulan lagi yaitu foldable-nya Oppo dan Samsung. Untuk foldable Samsung belum ada bocoran ya, cuman foldable-nya Oppo itu yaitu Oppo Fine N5 itu tuh bagus banget, tipis pakai Snapdragon 8 Elite, baterainya gede dan kameranya tuh bagus. Menurut saya mending nunggu dulu baru memilih mending ambil foldable yang mana. Cuman kalau emang kebelet banget nih mau beli smartphone foldable, pilihan pertama saya masih di Vivo X 3 Pro. Kedua baru Huawei Mate X6. Iya, aplikasi Google memang gak langsung keinstal di HP ini, tapi kamu bisa instal via Huawei App Gallery dan Gbox. Experience-nya juga enggak ada beda ya, karena saya udah tes sendiri semua app Google, Banking, bahkan in App purchases itu tuh berjalan dengan lancar. Untuk harganya kalian bisa langsung cek aja di kotak kecil di bawah pojok itu ya yang YouTube shopping. Oke, saya udah masukin barangnya tapi kalau misalnya enggak ada ya cek aja di kolom deskripsi entar saya kasih linknya. Enggak tahu bisa masuk berapa barang soalnya di sana. Nah, alasan kenapa Huawei saya rekomendasikan karena kameranya ya ada variable aperture. Fitur mewah yang enggak ada di smartphone foldable lain. Color accuracy-nya juga bagus loh. Cuman memang agak enggak pas sih. Smartphone foldable kan identiknya buat multitasking ya, tapi ini kelebihannya ada di kamera. Kemudian kelebihan lainnya itu adalah ketika kamu beli, kamu tuh dapat tambahan garansi jadi 2 tahun dan dikasih smartwatch Huawei. Sebagai pengguna smartwatch Huawei dan udah hidup di ekosistemnya, saya sih ngerasa buat urusan wearbles Huawei ini tuh yang terbaik. Nah, untuk kekurangannya chipset yang dipakai itu enggak powerful powerful amat. Buat produktivitas sih masih cukup, tapi buat main game berat tentu agak kurang. So, pastikan kalau mau beli Huawei Mate X6, kamu tuh paham sama kekurangannya. Ya, itu aja rekomendasi saya buat foldable. Walau sekali lagi saya menyarankan untuk lebih baik enggak beli dulu buat bulan [Musik] ini. Kalau mau beli smartphone mahal mending ke kelas flagship aja karena smartphone flagship udah pada keluar semua. Pilihannya pun bagus-bagus. Rekomendasi saya yang pertama adalah Vivo X200 Pro. Kalau kamu emang nyari kemampuan kamera yang bisa bikin kamu terkagum-kagum, smartphone ini yang paling tepat. Telefoto 200 megapelnya bisa ngasih hasil foto potret yang bagus dan telemakro yang enggak ada lawannya. Pilihan kedua adalah Samsung S25 Ultra, smartphone yang reliable walau hasil kameranya tuh enggak sewu Vivo X200 Pro dan Xiaomi 15 Ultra ya. Saya sendiri pakai S25 Ultra karena user experience yang menyenangkan dan reliable buat dipakai ngonten. Kamera depan yang autofokus adalah barang mahal yang enggak dimiliki smartphone flagship lain. Pilihan ketiganya baru Xiaomi 15 Ultra. Hardware kameranya ini tuh paling royal dengan mengkombinasikan telefoto 200 megapel kayak di Vivo X200 Pro dan sensor kamera utama yang 1 inch kayak di Huawei Pura 70 Ultra. Bikin foto tuh tanpa harus pakai mode potret. Buat yang suka street fotografy, mending kamu pakai Xiaomi 15 Ultra aja. Pastikan kamu juga dapat fotography kit-nya ya. Jeprat-jepret sana sini tuh mudah dan menyenangkan banget. Untuk kategori smartphone flip saya juga menyarankan tahan aja dulu. Jangan beli smartphone flip dulu. Samsung ZFlip 7 akan hadir di beberapa bulan lagi. Pilihannya juga hah sayangnya enggak banyak ya untuk smartphone flip ya. Cuman Samsung ZFlip 6 aja yang paling up to date. Kayaknya kategori ini tuh enggak akan banyak di lirik pabrikan lain selain Samsung. Selanjutnya buat kategori smartphone gaming premium. Tahun ini hanya Asus yang ngisi segmen ini. Nubia udah enggak ikutan lagi, udah log out dia. Enggak tanggung-tanggung, Asus langsung bawa dua varian smartphone gaming barunya. Ada ROG Phone 9 Pro dan ROG Phone 9 FI. Keduanya punya harga yang berbeda. ROG Phone 9 Pro itu dijual dengan harga Rp16 jutaan hampir Rp7 juta. ROG Phone 9 F dijual mulai dari di bawah Rp10 juta. Ini karena keduanya tuh punya spesifikasi dan fitur yang berbeda. ROG Phone 9 Pro itu tuh pakai chipset Snapdragon 8 Elite dan semua fitur gaming khas ROG yang kini ditambah sama fitur AI. Kalau memang budgetnya ada dan nyari smartphone buat gaming paling benar, nah HP ini juaranya. Cuman ingat ya, kamu beli smartphone ini buat main game, bukan buat foto-foto. Karena kualitas fotonya ya setara sama smartphone Midrange lah. Nah, kalau ROG Phone 9 Pro saya rekomendasikan, otomatis ROG Phone 9 FI juga dong ee kan enggak ada lawannya. Memang ROG Phone 9 FI saat ini enggak ada lawannya. Cuman masalahnya ROG Phone 9 FI ini itu tuh pakai Snapdragon 8 gen3 chipset tahun lalu. Buset dia ee pas lagi kayak begini. Ang enggak tahu situasi dia, Om. Si ada kucing nyerok-nyerok ini. Nyerok-nyerok tempat ee kelihatan lagi om. Minggir lagi om kamu geser dikit. Nah. Heh. Enggak sopan kamu lah. Bokir dia. Bau lah. Engak. Hah? Emang dasar binatang. Bener dong. Tolong ya pencinta kucing jangan marah sama saya. Eh, balik lagi. Cuman masalahnya ROG Phone 9 FI ini itu tuh pakai Snapdragon 8 Gen 3 chipset tahun lalu. Sama kayak ROG Phone 8. Saya jujur kurang paham ya sama Asus ya, kenapa mereka keluarin varian FI dan harganya juga segini. Enggak lebih murah lagi gitu. Soalnya IQ13 di harga yang sama bisa ngasih Snapdragon 8 Elite dan setup kameranya lebih baik. Walau enggak punya label HP gaming, main game di IQ13 itu tuh enak, performanya kencang dan baterainya tuh tahan lama. Memang enggak ada air trigger kayak ROG Phone 9 FI ya, tapi overall IQ 13 itu tuh bisa kasih lebih. So menurut saya daripada beli ROG Phone 9S eh FI ambil IQ 13 aja. Nih gua ngomongnya si kayak iPhone. Nah, perlahan range harga smartphone-nya ini kita turunin ya. Sekarang untuk smartphone yang punya banrol harga Rp15 juta ke bawah. Beberapa smartphone ini tuh masih masuk ke kategori flagship, tapi ini adalah varian non pro atau non ultranya. Pilihan pertama untuk range harga segini adalah Xiaomi 15. Punya body compact, Snapdragon 8 Elite, kamera Lea, layar udah LTPO, bisa rekam 8K, dan harga yang menarik R2 juta buat yang 256 GB dan Rp3 juta buat yang 512 GB paling value for money dibandingkan sama smartphone lain di kelasnya. Keputusan buat enggak pilih Xiaomi 15 paling ya hanya di enggak suka sama UI-nya aja ya. Kalau memang kamu tuh enggak suka, pilihan keduanya adalah Oppo Find X. Sebenarnya pilihan ini karena masukan dari Om IR sih, dia tuh udah bandingin Oppo Findine X8 dengan Vivo X200. Hasilnya bagusan Oppo Find X8 kameranya. Padahal secara spek Oppo Findine X8 itu tuh sama Vivo X200 tuh hampir sama persis chipsetnya sama, setup kamera juga kurang lebih sama. Tapi tuningan Hassleblade bisa ngasih hasil kamera yang sedikit lebih baik. So, itu dia pilihan kedua saya. Pilihan ketiganya baru Vivo X200. Pilih salah satu dari ketiga HP ini menurut saya adalah keputusan yang tepat. Buat yang nanya kok S25 dan S25 Plus enggak jadi pilihan? Jawabannya adalah karena Samsung S25 dan S25 Plus udah kalah dari sisi kamera dibandingkan ketiga HP ini. Kecepatan ngecasnya juga kalah dan kapasitas baterainya juga kalah. Saya berharap di S26 tuh akan lebih baik ya karena si Samsung ini tuh kayak keras kepala banget untuk bagian kapasitas baterai dan kecepatan ngecasnya. Takut meledak lagi, Bang. Trauma dia. Takut salah salah brief. Disuruh meledak di pasaran malah meledak di konsumen. Selanjutnya adalah rekomendasi smartphone untuk range harga 8 sampai R10 juta. Pilihan utamanya tidak berubah. Xiaomi 14T Pro menurut saya adalah smartphone paling layak dibeli di range harga segini. Dengan harga Rp8 jutaan gede, kamu tuh dapat smartphone dengan material dan desain yang mirip kayak smartphone flagship. Chipset yang dipakai di Xiaomi 140T Pro ini juga sama kayak flagship tahun lalu, yaitu Medic di mat City 9300 Plus. Ditambah lagi dia tuh bawa sistem kamera Leica yang ngasih hasil foto mumpuni dan pengecasan super ngebut sampai 120 watt. Ini adalah smartphone premium rasa flagship. Makanya saya enggak heran ya kalau smartphone ini tuh banyak yang punya, terutama di kalangan Mi Fans yang suka sama produk yang value for money. Pilihan kedua adalah buat mereka yang mementingkan user experience ketimbang spesifikasi. Smartphone yang ngasih hal tersebut adalah Samsung S24 Fi. Walau dapat potongan spek dari Samsung S24 Plus, HP ini tuh bisa ngasih user experience yang hampir mirip kayak S24 Plus. Harga yang dibandrol di bawah R juta adalah alasan yang baik buat kamu yang pengen ngerasain user experience yang nyaman khas flagship-nya Samsung. Tapi dana yang kamu punya terbatas. Di range harga segini rekomendasi saya dua itu aja. Nah, buat yang punya budget Rp juta sampai Rp8 juta, rekomendasi saya yang pertama adalah smartphone barunya Vivo, yaitu Vivo V50. Versi pembaruan dari smartphone midrange terbaik versi sobat HP ini, yaitu si Vivo V40 ini tuh ngasih upgrade di bagian kapasitas baterai dan daya charging maksimalnya. Itu aja di atas kertas iya ya, karena spesifikasi lainnya tuh enggak berubah. chipsetnya sama, kameranya sama, bahkan resolusi layar malah berkurang nih. Jatuhnya downgrade enggak sih? Well, jujur ya, ketika kita cobain enggak kerasa kayak downgrade ya. Malah somehow kita ngerasain bahwa hasil fotonya tuh ada peningkatan. Kemungkinan besar ini karena Vivoto udah paham betul sama Snapdragon 7 gen3. Soalnya chipset ini udah Vivo pakai sejak Vivo V30. Udah tiga generasi seri V-nya Vivo nih. Chipsetnya sama semua. Terus usut punya usut juga kamera depan dari Vivo V50 ini juga pakai lensa Zize. Sebelumnya di Vivo V40 hanya kamera belakangnya aja yang pakai Zize. Ini nunjukin kalau seri V ini tuh makin fokus ke kamera. Kalau kamu butuh smartphone 6 sampai R jutaan yang nyaman untuk digunakan, baterainya tahan lama, kameranya bagus, Vivo V50 ini adalah pilihan utama saya dapat semua soalnya. Ada beberapa pilihan storage dan RAM juga. Paling murahnya yang 8256 ada di Rp6,5 juta dan varian tertingginya yang 12512 ada di Rp7,9 juta. Pilihan kedua ada Xiaomi 14T, chipset, kamera lebih mewah daripada Vivo V50. Kenapa saya rekomendasiin smartphone ini di nomor dua bukan di nomor satu? Alasannya adalah karena di user interface-nya HyperOS OSOS memang sudah ngasih improvement yang baik ketimbang e MIUI. Namun untuk merekomendasikannya ke orang lain, saya tuh lebih nyaman merekomendasikan Vivo V50 aja karena menurut saya lebih nyaman untuk digunakan. Tapi secara hardware Xiaomi 14T ini tuh ngasih lebih banyak ya. Sementara dua itu aja yang saya rekomendasikan untuk range harga segini. Namun untuk tambahan informasi kamu juga udah bisa untuk memilih Samsung Galaxy A56. Smartphone ini tuh baru aja nongol ya. Alasan saya belum masukin ke list rekomendasi adalah karena saya baru pegang smartphone-nya tuh dalam beberapa jam aja gitu. Jadi saya tuh masih belum nyaman untuk merekomendasikan. Sejauh ini sih Samsung Galaxy A56 ini tuh pakai desain yang lebih fresh, chipset Exessus 1580 yang lebih ngebut, Snapdragon 7 Gen 3-nya Vivo V50 aja kalah. Dan kamera depan yang kini tuh support HDR 4K. Sejauh yang saya lihat E56 ini tuh cukup menjanjikan. Buat yang udah mau Minang silakan mumpung lagi ada promo double storage atau RAM. Biasalah ya Samsung promonya kayak gitu. Beli yang mana aja dapat varian RAM storage yang di atasnya. Sebelum kita lanjut ke rekomendasi smartphone selanjutnya, saya ingin ngasih tahu sebuah informasi penting. Asus Zenfone 11 Ultra yang sebelumnya menjadi smartphone flagship-nya Asus, harga barunya dibanting di Erafone jadi R,5 juta doang. Sumpah ini kagak bohong. Memang sebelumnya kami tidak merekomendasikan smartphone ini ya. Karena ketika kami ngetes smartphone ini tuh bisa menghasilkan suhu yang cukup tinggi. Kayak thermal controlnya itu tuh di losost banget. Yang penting performance gitu. Gas. Oke gas lah pokoknya y. Oke gas. Oke gas. Tambah dua tang gas. Oh belum setahun keluar ya itu HP-nya ya? HP-nya kan? Iya kan HP-nya belum setahun. Iya sih. Nah, cuman melihat harganya sekarang, smartphone ini tuh jadi terlihat sangat layak untuk dimiliki. Buset, 7, juta lu dapat Snapdragon 8 gen3 layar udah LTP. Oh, baterainya 5.00 mAh. Asik sih ini. Jangan dipush main game berat aja nanti dia demam. So, itu aja rekomendasi saya untuk harga 6 sampai R jutaan. Oh, itulah kenapa dipromo di Erafon 7,5 kan, Bang? Ya, itu di Bleb sama BBY FA. Kalau demam ditempel di belakang. Sekarang mari kita bahas rekomendasi smartphone R jutaan. Pilihan pertama saya buat smartphone di harga segini adalah Xiaomi Redmi Note 14 Pro Plus 5G. Panjang amat ini nama Xiaomi. Terus, Bang, yah, mau gimana lagi? Xiaomi bisa ngasih hampir semuanya di harga segini. Bodinya cakep, kamera 200 megapel-nya bagus, chipsetnya pakai 7S Genry. Daya ngecasnya bisa sampai 120 watt, cukup allrounder. Dan di harga segini saya enggak melihat ada smartphone lain yang lebih baik atau menawarkan sesuatu yang berbeda. Makanya rekomendasi saya untuk smartphone R jutaan hanya Xiaomi Redmi Note 14 Pro Plus 5G. Ada yang 8256 dan ada yang 12512. Saran saya ambil yang 12512 aja cuman beda Rp500.000. Samsung Galaxy A36 sebenarnya baru aja keluar sih, cuman saya belum berani rekomendasikan untuk alasan yang sama kayak Samsung Galaxy A56. Saya belum nyoba HP-nya cukup lama. Mungkin di bulan depan saya bisa kasih tahu ya apakah smartphone itu layak dibeli atau enggak. Oh, satu lagi sama seperti di range harga sebelumnya ya, ada Asus Zenfone 11 Ultra yang diobral. Di segmen R jutaan ini juga ada smartphone kerennya yang kena obral. Smartphone itu adalah Poco F6. Varian 12512-nya dijual dengan harga R5 juta lebih dikit doang. Sebenarnya saya sih sangat tidak menyarankan untuk membeli smartphone ini karena Poco F7-nya itu tuh enggak lama lagi bakalan launching. Tapi buat para deal hunter pasti kalian suka sama informasi ini. R juta dapat Snapdragon 8s J3. Eh, I happy dah kalau kamu suka main game. Oke, lanjut ke rekomendasi smartphone 4 jutaan. Pilihan pertama adalah Poco X7 Pro. Pakai Mediatch Dimensity 8400 yang ngebut baterai besar 6000 mAh. Ngecasnya juga cepat maksimal di 90 watt. Dia juga bisa merekam di resolusi 4K 60 fps lagi. Di harga segini enggak banyak yang bisa rekam 4K 60 fps. Pilihan keduanya adalah buat yang lebih nyari smartphone dengan kamera yang oke. Smartphone yang cocok adalah Xiaomi Redmi Note 14 Pro 5G. punya harga yang sama kayak Poco X7 Pro, tapi dia tuh punya racikan spesifikasi yang berbeda. Chipsetnya pakai 7300 ultra. E masih snappy walau tentu di bawah 8.400 ultranya Poco X7 Pro ya. Baterainya juga lebih kecil di 5.110 mAh aja. Daya ngecas maksimalnya juga di 45 wat. Jadi bisa dibilang banyak yang dikurangin. Tapi di bagian kameranya dilebihin. Kameranya tuh pakai 200 megapel dengan OIS. Buat foto-foto tuh hasilnya cakep. Mau siang, mau malam bagus. Kamera depannya juga bisa buat rekam video beresolusi Full HD 60 FPS ya. Story-story tuh jadi lebih smooth lah. Pilihan terakhir buat yang punya budget R juta kecil tapi mau storage 512 GB, smartphone yang memfasilitasi hal ini adalah Poco X7 5G. Harganya sama kayak Redmi Note 14 Pro 5G ya yang varian 8256. Chipset yang dipakai juga sama yaitu MediaTek Dimensity 7300 Ultra. Cuman di bagian kamera ya akan terasa seadanya lah. Kalau kamu beli pastikan kamu tuh lagi nyari smartphone yang enggak nge-lag dan storage-nya gede. Poco X7 5G pilihannya. Rekomendasi saya di smartphone R jutaan hanya tiga itu aja ya. Cuman ada hal lain yang kalian harus tahu. Soop. Di segmen harga R jutaan ini, kamu tuh punya pilihan smartphone yang jualannya tuh dibanting-banting. Ada H9C dan Oppo A5 Pro. Mungkin karena saya orangnya apik ya sama smartphone, jadi enggak ngelihat gitu. Smartphone yang tahan banting tuh adalah suatu hal yang menarik. Saya enggak pernah banting-banting HP soalnya, beda sama Irwan. Buat kamu yang emang lagi nyari smartphone yang bisa dibanting-banting, saran saya ambil HER X9C aja. Spek lebih baik, desain lebih cantik, dan kamera lebih baik. Buat para value hunter cuman mau ngasih tahu aja nih kalau Poco X9 Pro 5G harganya tuh lebih rendah dari Poco X7 5G ya di R jutaan kecil dapat chipset yang lebih ngebut dan sama-sama 512 GB storage juga tapi diingat ya saya tuh enggak rekomendasiin. Saya sih lebih menyarankan untuk ambil Poco X7 5G karena dia tuh punya model yang lebih baru. Ini tuh cuman pemberitahuan aja lah buat para kaum mendang-mending ya. Masih kuat nontonnya? Enggak diskip-skip kan? Oh, Abang masih kuat ngomongnya. Lumayan sih capek. Tapi untungnya udah buka puasa. Jadi kalau capek tinggal minum. Aman aman. Oke ya, sekarang kita langsung aja bahas rekomendasi smartphone Rp3 jutaan. Pilihan pertama adalah Xiaomi Redmi Note 14 5G. Di harga Rp3 jutaan saya lihat smartphone ini tuh yang paling balance gitu. Kameranya masih oke, ada OIS dan chipset MediaT Dimensity 725-nya ini juga lumayan oke meski bukan chipset paling ngebut di harga Rp3 jutaan. Xiaomi Redmi Note 14 5G ini juga tersedia di dua pilihan RAM storage ya. 12512-nya ada di Rp3 jutaan gede dan yang 8256-nya di Rp3 jutaan kecil. Silakan dipilih sesuai kemampuan dan kebutuhan. Kalau mau chipset yang lebih gesit tapi masih cukup allrounder bisa ambil Poco X7 5G yang 8256. Pakai chipset 4 nanm MediaT di City 7300 Ultra dan masih pakai kamera utama dengan OIS. Pilihan terakhir di range harga Rp3 jutaan adalah pilihan aman anti ribet. Samsung Galaxy A16 5G menurut saya layak untuk dimiliki karena di smartphone yang satu ini Samsung tuh enggak maksa untuk pakai chipset Exessus. Mereka tuh pakai di Man City 6300. Jadi udah mah enak ya karena udah menggunakan Onei k Samsung ditambah chipset yang cukup gesit. Nyaman bukan? Cuman kurangnya ya kameranya ini kagak ada OIS-nya ya. Enggak kayak smartphone rekomendasi saya yang lain. Udah tiga itu aja. King Phoenix mana nih? King Phoenix. Wah parah nih King Phoenix kagak masuk. Fix Sobat HP hater King Phoenix. Sebelum ada yang komen gitu gua komen duluan lah ya. Enggak SO enggak gitu. Jadi gini, saya akui bahwa Infinix Note 50 Pro itu smartphone yang bagus, bodinya metal, kamera ada OIS, dan pakai Mediatch G100 yang masih enak buat dipakai main MOBA. Harganya juga murah, saya setuju. Cuman dengan nambah sekitar Rp200.000, kamu tuh bisa dapat Redmi Note 14 5G yang udah 5G, chipsetnya lebih gesit dan kameranya lebih bagus. Itu aja. So, mohon maaf ya kalau Infinix Note 50 Pro itu gak masuk rekomendasi kali ini. Khusus buat yang mau punya smartphone gaming di harga Rp3 jutaan, saya melihat Infinix GT20 Pro itu tuh masih bisa dijadikan pilihan. Cuman kalau melihat hitungan cycle smartphone, harusnya sebentar lagi tuh Infinix GT20 Pro ini tuh akan ada penerusnya. So, proceed with cution. Ini berisik amat nih Mia. Woi, budget masih belum sampai. Mau rekomendasi smartphone yang lebih murah lagi? I got you. So, sekarang kita bahas rekomendasi smartphone 2 jutaan. Nah, untuk smartphone 2 jutaan ini pilihannya banyak ya. Agak sulit untuk mencari yang allrounder. Smartphone-sartphone yang ada di range harga segini tuh kayak lebih terspesialisasi. Jadi, pilihlah sesuai kebutuhan, ya. Pilihan pertama saya adalah smartphone yang enak dipakai, gesit, dan cakep. Smartphone itu adalah Motorolla G45. Walau ini adalah smartphone yang baru nongol, kayaknya Motorola tuh cukup pintar ya dalam menempatkan smartphone ini. Resetnya bagus, dia desainnya menarik, speknya juga cukup gesit, dan dia tuh pakai Snapdragon 6S Gen 3. Udah 5G juga lagi. Dukungan software dan fiturnya juga seabrek. Jadi Motorola tuh enggak cuman jualan spek aja, tapi user experience secara keseluruhan. Kekurangan dari smartphone ini paling ada di kamera yang belum menggunakan OIS. Nah, buat yang nyari smartphone 2 jutaan dengan kamera bagus, pilihannya ada di Tchno Comon 4. Yes. Saya juga ggak expect ya kalau kamera dari smartphone ini tuh sebagus itu. Ada OIS-nya dan bisa menangkap gambar yang bergerak dengan cepat. Saya jamin smartphone 2 jutaan lain enggak ada yang bisa melakukan hal kayak kamera Techno Cemon 40 ini lakukan. Chipsetnya masih standar nyaman, yaitu pakai Helio G100 Ultimate. Butuh smartphone R jutaan dengan baterai besar. Nah, Vivo Y29 adalah pilihannya. Baterainya bagong 65.500 mAh. Dulu baterai dengan kapasitas segini adanya di tablet, Sok. Sekarang ada di HP. Chipsetnya juga ya gak bisa diajak ngebut sih. Snapdragon 685 cocoknya untuk penggunaan casual aja yang artinya baterainya bisa lebih tahan lama lagi. Dan si Snapdragon 685 itu enggak bisa dihajar game berat maupun kompetitif. Nah, bisa main sih tapi enggak kayak G99 atau G100 ya. Terus dia juga masih 4G. Jadi mohon diingat HP ini juga kuat dan tahan banting. Punya sertifikasi IP64 dan mil STD 810H. Jatuh-jatuhan harusnya kuat dan tahan kehujanan. Mau yang lebih tahan air lagi? Uh, ada Realme C75. Kalau yang satu ini bahkan bisa kecebur air karena punya sertifikasi IP68 dan IP69. Cuman speknya ya di bawah Vivo Y29. Nah, jadi ada berapa pilihan tuh? Empat ya. E bisa dipilih sesuai kebutuhan aja. Nah, untuk smartphone R jutaan karena udah tahun 2025 standar yang saya kasih ini agak meningkat ya. Dan dari puluhan smartphone, ada berapa 40 30 smartphone kali 30 sampai 40 smartphone sejutaan yang ada di pasar hanya dua yang menurut saya layak untuk dibeli. Yang pertama adalah smartphone sejutaan yang punya performa paling oke. Walau harganya murah, saya tuh enggak mau ngasih rekomendasi smartphone yang kalau dipakai itu nge-lag. Nah, pilihan pertama saya jatuh ke Itel P6 5G. Yap, HP sejutaan ini tuh udah 5G dan pakai Mediatch Dimensity 6080. Kebut loh. Asik kan? Sisanya mah ya udahlah ya. Tapi yang jelas dia tuh enggak nge-lag. So, itu dia pilihan pertama saya. Pilihan kedua adalah buat kamu yang mau HP sejutaan tapi baterainya gede. Smartphone itu adalah Nubia V70 Max. Smartphone ini tuh baru aja launching, dia tuh pakai baterai 6000 mAh, lebihnya di situ aja ya. Sebenarnya ada Itel Power 70 ya, Itel P70. Baterainya tuh 6000 mAh juga, tapi chipsetnya bagusan Nubia V70 Max ini. Karena alasan itulah saya tuh lebih memilih Nubia V70 Max. So, itu dia manj untuk bulan Ramadan kali ini. Video masukan belanja ini akan hadir di tiap bulan ya harusnya. Cuman saya mohon maaf karena di bulan Januari dan Februari kemarin tuh kelewat. Soalnya bulan Januari istri saya sakit dan bulan Februari gantian anak perempuan saya yang sakit. Jadi saya bolak-balik rumah sakit mulu. So, saya mohon maaf dan mohon pengertiannya ya, Soop. Semoga di bulan berikutnya enggak ada yang kelewat lagi skinya dari Moldi. Moldi out ya. Mungkin akan kelewat ya. Ada libur lebaran ya. Aduh, Bang harusnya kalau kemarin 2 bulan enggak adael dong Bang. Harus ini kan setengah jam nih. 1 seteng jam lah videonya. Capek ah. ini aja lu enggak tahu gua ngriset ini berapa lama? Seminggu. Kalian bisa lihat ya rekomendasi smartphone channel brand lain Channel lain enggak sedetail saya cuy. Anjay. Anjay. Karena semuanya saya masukin dan saya lisin tuh saya masukin linknya juga lagi biar Iqbal gampang ngeditnya dan kalian gampang belinya. Anjay. Jadi ya subscribe dong, share video ini kalau mau beli smartphone. Oke sekian aja dari Moldi. Mold out kan udah tadi, Bang. Oh gitu, Bang. Dua kali dong mall di outnya. Ee lebih baik dari channel mana emang kita, Bang? Oh, banyak Bang, yang keluarin rekomendasi Ramadan. Oh, siapa tuh, Bang? Satu aja banyak. Oh, Bang David bikin kayaknya. Malvin bikin juga dah. Oh, gitu. Jadi kita lebih baik dari mereka, Bang. Ee yang jelas lebih melelahkan. Percaya melelahkan. Dah closing closing.
Video Lainnya
Bursa ponsel 2026 memanas oleh inovasi brutal. Persaingan kini berpusat pada pesona lensa periskop, monster baterai ekstrem, dan cip pendingin cair. Panduan taktis...
Di tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, menemukan perangkat pendukung produktivitas yang andal tanpa menguras kantong menjadi tantangan tersendiri bagi para...
Pasar jam tangan pintar Android kedatangan penantang serius lewat kehadiran OPPO Watch X3 yang digadang-gadang sebagai upaya terbaik sang produsen sejauh ini....
Langkah tidak biasa diambil oleh Jagat Review saat mendadak menunda ulasan mendalam untuk vivo X300 Ultra, kasta tertinggi ponsel flagship di tahun 2026. Di balik...


















