Jungkat

SAMSUNG GALAXY Z FOLD7 BABAK-BELUR DIBANTING IRWAN! (YouTube Video)

  • 21/10/2025

Untuk 3 tahun terakhir saya punya alasan kenapa saya tuh malas banget pakai foldable phone atau smartphone yang bisa dilipat. Ya, salah satu alasan yang paling krusial menurut saya adalah masalah durability. Karena udah enggak kehitung berapa banyak berita yang ngasih tahu kalau HP lipat itu layarnya cepat rusak, gampang lecet, gampang matot kalau kebanting dan lain-lain. Atau bahkan ada yang enggak sengaja kesiram air terus dia mati juga. Intinya adalah untuk durability HP-HP lipat menurut saya enggak lebih baik dibandingkan HP non lipat. Tapi rasanya semua keluhan yang saya bilang tadi perlahan mulai diperbaiki oleh produsen smartphone lipat dan keluan saya akhirnya berhasil dijawab di Samsung melalui Samsung Galaxy Z Fult 7. [Musik] Jadi saya akan cerita bagaimana rasanya seorang Irwan the destroyer menggunakan Samsung lipat ini selama 1 bulan sebagai daily lever. Yang pertama yang mau saya ceritain tentunya soal durability seperti yang saya mention tadi ya. Karena memang ini konsern utama saya dan mungkin tujuan saya nyobain pakai HP ini selama sebulan. Tapi soal durability, Samsung itu jelas-jelas ngeklaim kalau HP ini tuh sekarang jadi jauh lebih kuat dibandingkan seri-seri sebelumnya. Ada beberapa alasan kenapa mereka bilang seperti itu. Salah satunya adalah desain dari frame atau struktur dari frame HP lipat ini dibuat lebih kuat dengan bahan yang mereka sebut sebagai advance armor aluminium. Anjay, kayak Iron Man, Bro. Udah ada advance, ada armor pula. Jadi seolah-olah memang ini kuat banget gitu. Saya sempat nonton videonya Om Jari Rick Everything yang ngetes atau nyoba untuk ngerusakin si Zfol 7. Dan doi bilang sih memang HP ini kuat ya dan lolos uji coba Om-om perusak itu. Walau udah dibaret-baret, dicongkel-congkel, diapa-apain aja tuh handphone, ternyata HP-nya masih bisa berfungsi. Enggak cuma Om Jerry aja yang ngetes durability dari HP ini. Dari pihak Samsung-nya sendiri juga ngeklaim kalau HP ini selamat dari percobaan 500.000 kali lipat. Jadi dilipat buka, lipat buka gitu. yang artinya HP ini lebih tahan 2 seteng kalinya dibandingkan ZF 6 yang lulus di percobaan 200.000 kali lipat. Dan kalau dihitung-hitung kayaknya 500.000 kali lipat itu bisa dipakai 10 tahunan mungkin ya. Saya jujur pengin banget nyobain buka tutup HP ini selama 500.000 kali. Tapi saya enggak bisa jamin kalau udah 500.000 kali channel ini masih ada ya. Karena enggak tahu akan butuh waktu berapa lama gitu. Kaca yang dipakai sama HP ini di bagian depan juga nambah tingkat durability dari Samsung Zfone 7 ya. karena kaca yang dipakainya itu gak lazim gitu. Terasa berbeda dibandingkan HP-Hap pada umumnya, yaitu dia pakai Corning Gorilla Glassamic 2. Dari namanya aja udah ketahuan bahwa mereka menggunakan material keramik yang memang udah teruji lebih tahan goresan dibandingkan kaca biasa. Jujur pertama kali saya pakai HP ini saya tuh agak ngerasa deg-degan ya karena dalam paket penjualannya HP ini sama sekali tidak punya anti gores bawaan entah memandangkan harga jual atau memang mereka sangat pede dengan durability smartphone mereka gitu. Walaupun begitu saya ngerasa kaca bagian dalamnya atau bagian lipatnya punya durability yang lebih rendah dibandingkan kaca bagian depannya. Dan menurut saya ini bukan menjadi sebuah masalah karena pada kondisi terlipat si layarnya bagian dalamnya tentu terlindungi oleh si bodinya. Dan dalam praktiknya selama sebulan saya pakai menggunakan HP ini tentu tambah tambahan antigores atau casing. Sebuah hal yang sangat beresiko mengingat skill pasif saya ini jatuhin HP gitu. Untuk informasi aja, saya udah jatuhin HP ini secara tidak sadar gitu. Maksudnya enggak sengaja, enggak sengaja beneran, enggak sengaja. Kayak li atau en kali gitu dengan ketinggian yang enggak terlalu tinggi kayak begini, kayak gitu. Dan terlihat kalau enggak ada lecet yang signifikan yang kasat mata bisa kelihatan ya. Masih soal durability. Selain punya body yang kuat, struktur yang kuat, layar yang strong, ada juga IP rating yang normalnya kalau kita pikirkan sebuah smartphone dengan moving parts itu akan sangat sulit dikasih IP rating mengingat ada beberapa part yang bergerak gitu. Tapi ternyata HP ini punya sertifikasi IP48 yang sesuai namanya untuk ketahanan debu ada level 4 dan ketan airnya ada di level 8. Level 8 itu si HP bisa diajak berenang atau nyelem ke dalam 1,5 m selama 30 menit. Sedangkan untuk anti debunya, level 4 itu ngasih tahu kalau HP ini tahan terlalu debu yang lebih besar dari 1 mm. Mungkin bukan debu kali ya, mungkin pasir kali. Kalau debu kayaknya tetap masuk sih. Dari ketiga hal tersebut yang saya bilang tadi, saya berkesimpulan kalau memang durability HP ini jauh lebih baik dibandingkan Galaxy Fol yang terakhir yang saya pakai, yaitu generasi kelima kalau enggak salah, ya. Dan harusnya soal durability udah bukan jadi masalah lagi kalau memang kalian berencana buat beli HP lipat seperti Samsung Galaxy Z47 ini. Tapi dari tadi tuh kita cuman ngomongin soal durability secara kelis di mulut aja gitu kayak kayak itulah gitu. Gimana kalau kita langsung buktikan apa jadinya kalau HP ini saya banting-banting? [Tepuk tangan] Selain durability, jujur saya suka banget sama HP ini. Desainnya cakep. Saya gak tahu kenapa garis desain yang dibawa oleh Samsung Galaxy Zone 7 ini sangat-sangat ngotak dan sangat-sangat solid waktu kita genggam. HP kotak itu ngasih feel yang beda waktu digenggam ya. Rasanya seperti megang Samsung Galaxy S25 Ultra tapi ini lebih tipis dan lebih tajam gitu. Tajam di sini konteksnya lebih nge-grip di tangan gitu ya karena tajamnya tidak menyakitkan gitu, tidak seperti mulut tetangga. Tentunya material frame-nya seperti yang saya bilang tadi berbahan metal aluminium dengan backover bagian belakang terbuat dari kaca. Nah, HP ini tuh adalah HP lipat tertipis yang pernah Samsung buat dengan ketebalan kondisi terlipat hanya 8,9 mm dan waktu dibuka tebalnya cuma 4,2 mm. Buset, tipis banget, coy. Saking tipisnya saya tuh sampai deg-degan setiap kali ngebuka HP ini ngipotek aja gitu. Berat HP ini bahkan cuma 215 gr, ya, yang mana ini lebih enteng dibandingkan Vol 6. Nah, untuk layar covernya dia berukuran 6,5 inch dengan aspek rasio 2 1 b 9 dan dia udah pakai layar berjenis dynamic AMOLED 2X yang tentunya varian AMOLED ini cuma Samsung yang punya gitu. Soal kualitas tidak ada sedikit pun keraguan saya tentang kemampuan Samsung dalam membuat layar yang sangat bagus terutama untuk APP flagship mereka. Di HP ini layar covernya beresolusi Full HD plus atau 2.520 * 1080 piksel dengan refresh rate yang adaptif 1 sampai 120 Hz dan beratnya sampai 2.600 nits. Saya suka layar bagian depan ya. karena warnanya enak dilihatnya, responsivitas layarnya juga bagus, pokoknya buat penggunaan casual layar di HP ini nyaman. Nah, kalau kalian memang butuh layar yang lebih besar untuk bekerja atau nonton film, kita tinggal buka aja. Ini rada susah nih buka si Samsung. Kita tinggal buka aja si foldvel-nya. Maka akan terbentang sebuah layar berukuran 8 inch dengan panel Dynamic AMOLED 2X. yang mana ini sama seperti layar cover-nya dengan resolusi yang lebih tinggi yaitu 2184 * 1968 piksel. Dan di versi ini lipatan atau kris di bagian tengah nih ini tuh lebih minim ya. Kalau dalam kondisi hidup malah enggak kelihatan tapi kalau layarnya mati ya sedikit kelihatan tuh ada kelihatan. Kualitas layarnya tentu aja bagus Samsung gitu loh. Ini layar segede gini mau dipakai buat ngapain aja juga enak buat nonton asik. Buat Netflixan juga nyaman. Apalagi buat kalian yang suka kerja ini nyaman banget karena workpace-nya jadi gede banget ya. Dan lebih enaknya lagi kita bisa split screen. Jadi menjalankan dua aplikasi sekaligus dalam satu layar itu sangat mudah. Misalnya saya bisa ngetik script sambil ngelihatin spesifikasi di HP-nya. Jadi ngetiknya sebelah kanan ngil spesifikasi atau GSM arena di sebelah kiri. Nyaman banget deh. Untuk performa tentu saja karena ini adalah HP flagship dari Samsung maka dia menggunakan SOC yang paling ngebut yang bisa digunakan saat dia launching. Samsung Galaxy Z47 ini pakai SOC Snapdragon 8 Elite for Galaxy. Jadi kalau ada SOC dengan emblem-embel 4 Galaxy artinya dia memang diracik atau didesain khusus untuk HP-HP Galaxy. Ngomongin soal kelabihan Samsung mungkin enggak melulu soal performa atau bahkan kamera ya. Apalagi ngomongin baterai yang mana kita semua tahu di antara banyak brand yang keluar sekarang, Samsung mungkin yang paling gak ke-highlight soal baterai. Tapi ada kelebihan lain yang tidak dimiliki brand lain yaitu software. Suka atau tidak, UI buatan Samsung yaitu One UI ini menurut saya sangat optimal dan sudah matang. Versi ke-elapan dari One UI di HP ini menurut saya cantik banget. So, selain secara visual dia sangat memanjakkan mata, secara fungsi dia juga sangat lengkap. Banyak banget fitur-fitur yang bisa kita gunakan. Integrasi dari Gemini Live juga memudahkan sekali. Kalau tiba-tiba muncul pertanyaan di benak saya yang saya enggak tahu harus tanya ke mana gitu. Ya udah tinggal tanya jemin aja. Intinya buat software saya suka. Enggak ada keluhan, enggak ada yang bisa dikomplain juga. Kalau ditanya apa yang saya enggak suka dari One UI? Eh, satu-satunya yang bisa saya katakan hanyalah manajemen shortcut-nya. Karena manajemen shortcut di One UI ini berbeda dari HP kebanyakan, terutama HP-HP dari Tiongkok. Kematangan dari OneU sendiri juga terlihat dari optimalnya si software dalam mengakomodasi layar lipat di HP ini. Jadi, experience multitasking di HP ini tuh menurut saya matang banget. Mulai dari fitur multiwindo yang bisa ngjalanin tiga aplikasi sekaligus dalam tampilan pop up gitu. Jadi untuk multitasking atau bekerja dengan beberapa aplikasi sekaligus ini sangat menyenangkan. Terus ada h panel dan terakhir ada juga fitur yang namanya flex mode yang mungkin jadi fitur killer di HP ini. Jadi waktu si HP kita lipat setengah gitu kayak begini. Aduh, susah banget nih bukanya nih HP. Nah, kita liat begini. Setengah bagian layar berfungsi sebagai layar utama dan setengah di bawahnya berubah menjadi control panel atau touchpad. Misalnya waktu kita nonton video di YouTube, begitu kita lipat kayak gini bagian atasnya nampilin video YouTube gitu dan bagian bawahnya itu control ya. Jadi kita bisa gunakan untuk next, pause atau preview track. Untuk baterainya mungkin ini bagian yang lumayan terasa biasa aja kalau dibandingkan sama kompetitornya. Baterai di HP lipat ini berukuran 4400 mAh dan ukurannya sama seperti Vol 6. Bedanya mungkin karena dia pakai yang terbaru, jadi harusnya bisa lebih efisien dan lebih optimal dalam menggunakan daya. Dalam skenario real life, saya merasa HP ini enggak terlalu boros, tapi juga enggak bisa dibilang terlalu awet ya. Karena untuk penggunaan seharian tanpa banyak menggunakan layar utama, HP ini menurut saya masih oke sih. Tapi saat saya coba tes menggunakan aplikasi PCM, dia bisa bertahan sampai 13 jam lebih. Dan menurut saya ini sudah lumayan oke untuk sebuah HP dengan layar sebesar ini. Sekarang kita akan bahas soal kameranya yang mungkin ini yang bikin HP ini terasa cukup spesial. Kamera utamanya beresolusi 200 megapel dan pakai sensor yang sama dengan yang ada di Samsung Galaxy S25 Ultra. Jadi kalau ngomongin soal upgrade ini tuh kerasa banget ya karena versi sebelumnya kameranya itu cuman 50 megapel aja. Sedangkan kamera keduanya adalah kamera telefoto beresolusi 10 megapel dengan kemampuan tiga kali optical zoom. Dan kamera ketiganya adalah kamera ultrawide beresolusi 12 megapel. Untuk kas kameranya jujur tentu saja HP ini hasil fotonya sangat flagship sekali terutama untuk foto-foto yang diambil dalam kondisi terang. Detailnya itu kaya banget. Warnanya juga menurut saya akurat, enggak terlalu terlihat seperti over processing. Jadi saturasi warnanya enggak berlebihan. Terus saya juga melihat dynamic range-nya juga oke. Masih gampang buat nge-highlight beberapa detail di bagian shadow. Dan kita juga bisa secara manual mengganti full resolution jadi 200 megapel. Kalau memang kita ingin mengambil banyak banget detail dari sebuah objek, misalnya kalau kalian ingin bikin billboard calek, kalian mungkin bisa menggunakan HP ini sebagai kameranya. Untuk konsistensi warnanya, saya juga melihat kedua lensa ini cukup konsisten. Warna yang ditangkap itu tidak terlihat berbeda secara signifikan dibandingkan lensa utamanya. Enggak cuma lensa telnya aja yang bikin saya heran ya, tapi lensa ultrawide-nya juga kerasa seperti pelengkap aja gitu. N ultrawide-nya dengan resolusi 12 megapel jujur bisa nangkap foto yang menurut saya lumayan bagus sih. Konsistensi warnanya juga masih terjaga. Hanya saja memang untuk detail saya merasa ini agak kebanting dengan kamera utamanya. Dan terakhir mungkin saya akan membuat sebuah kesimpulan. Saya akan kasih tahu ke teman-teman apa aja sih yang oke dari HP ini dan apa aja yang mungkin kurang oke. Menurut saya setelah saya pakai selama 1 bulan, pertama saya suka banget sama desainnya karena desainnya itu cakep banget menurut saya tipis banget. Terus warna birunya ini sumpah cakep banget. Terlihat berbeda dari semua HP yang udah ada ya. Pokoknya mewahnya itu sangat terasa gitu. Yang kedua dia punya durability seperti HP nonfoldable atau HP yang bukan lipat. Selain dia tahan banting bisa dicelup bahkan dia udah dites dan tahan terhadap 500.000 kali lipatan yang mana ini saya bingung gimana ngetesnya. Terus kelebihan ketiga layarnya bagus banget. Kalau Samsung sih enggak perlu dragin lagi lah ya. Emang dia salah satu yang terbaik kalau soal urusan layar. Terus yang keempat, performa juga menurut saya ngebut dia pakai Snapdragon Etite. Kelebihan kelima. Kameranya resolusinya gede eh 200 megapel dan ini enggak dimiliki oleh kompetitornya. Lalu menurut saya kelebihan lainnya adalah software-nya. Karena bagaimanapun juga OneUI adalah salah satu sistem antar muka yang paling matang yang bisa kalian coba untuk sekarang. Tapi namanya sebuah smartphone tentu tidak ada yang sempurna karena sempurna itu hanya milik Tuhan dan Underra and the Bbot. Yi. Saya juga melihat beberapa kekurangan di HP ini. Pertama yang paling saya rasakan adalah ukuran baterainya yang menurut saya pribadi terlalu mini gitu. Saya enggak tahu kenapa Samsung belum berani untuk beralih ke baterai berjenis silikon karbon. Jadi untuk ukurannya agak tertinggal dari kompetitornya gitu. Terus saya merasa kualitas kameranya terutama untuk lensa pendukungnya seperti lensa tele atau lensa ultrawide-nya yang maksimal resolusinya itu lumayan kecil menurut saya. Agak jomplang gitu dengan kamera utamanya. Ukuran ketiga mungkin sekarang udah gak support S Pen ya, jadi S P-nya udah gak bisa lagi digunakan di seri Fult. Itu yang agak disayangkan sebenarnya menurut saya. Tapi overall kalau saya harus berkesimpulan, saya merasa nyaman saat menggunakan HP ini. Cukup reliable untuk diandalkan di berbagai macam kondisi, terutama untuk kerja ya. Karena bikin script dia ini kerasa nyaman banget menurut saya. Berkat layar gedenya dan bisa split screen. Ya udah, mungkin itu aja sedikit cerita saya soal Samsung Galaxy Z47 ini yang sudah saya pakai selama sebulan dan sudah saya banting-banting saya jatuh-jatuhin dan belum rusak belum ya bukan enggak. Klik tombol like kalau kalian suka dengan video ini dan kita akan ketemu lagi di video berikutnya. Irwan pamit dan adios. Yeah.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

HP Android 32 Juta...
Oleh GadgetIn
15m 11s

Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...

Brand Terkait

Samsung

Samsung menghadirkan smartphone Galaxy, tablet, wearable, TV, dan perangkat rumah tangga dalam satu ekosistem terintegrasi. Samsung dikenal dengan teknologi layar terbaik, performa tinggi, dan inovasi global untuk kebutuhan modern.

Samsung Galaxy Z

Jelajahi dunia baru bersama Samsung. Nikmati inovasi HP lipat revolusioner dan teknologi flagship terbaru yang dirancang untuk dukung gaya hidup modern Anda.

Samsung Galaxy Z Fold 7

Samsung Galaxy Z Fold 7 merupakan perangkat smartphone lipat premium yang hadir untuk memenuhi kebutuhan pengguna Indonesia dalam produktivitas, hiburan, dan kreativitas. Perangkat ini menonjol sebagai gabungan antara smartphone dan tablet, serta dirancang untuk menggantikan banyak fungsi perangkat sekaligus. Samsung menyempurnakan teknologi foldable ini dengan desain yang lebih tipis, ringan,...

Samsung Galaxy S25

Samsung Galaxy S25 merupakan smartphone flagship Samsung yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman premium dalam bodi yang ringkas dan nyaman digunakan sehari-hari. Sebagai model standar dari lini Galaxy S25 Series, perangkat ini ditujukan bagi pengguna Indonesia yang menginginkan performa tinggi, kamera canggih, serta fitur AI terbaru tanpa harus menggunakan ponsel berukuran...

Samsung Galaxy S25+

Samsung Galaxy S25+ merupakan varian flagship yang dirancang untuk pengguna Indonesia yang menginginkan layar lebih besar, performa kelas atas, serta daya tahan baterai lebih lama dibanding model standar. Posisi Galaxy S25+ berada di tengah lini Galaxy S25 Series, menawarkan keseimbangan ideal antara ukuran layar, kekuatan performa, dan fitur premium tanpa...

Samsung Galaxy S25 Ultra

Samsung Galaxy S25 Ultra merupakan smartphone flagship tertinggi Samsung yang dirancang untuk pengguna Indonesia yang menginginkan performa tanpa kompromi, kamera profesional, serta fitur produktivitas dan kecerdasan buatan paling lengkap dalam satu perangkat. Sebagai model Ultra, perangkat ini memadukan kekuatan komputasi kelas atas, teknologi kamera mutakhir, serta dukungan S Pen untuk...