Tablet Android Terbaik dan Terkencang Tahun 2025! Review Samsung Galaxy Tab S11 Ultra (YouTube Video)
Ini adalah Samsung Galaxy Tab S11 Ultra, tablet Android terbaik dan terkencang hingga saat video ini dibuat di 2025. Layarnya super besar, ukurannya 14,6 inci. Panel dynamic AMOLED 2X yang tampilannya keren banget. Performanya juga enggak main-main nih ya. ESOC-nya pakai dimensi 9400 plus yang kencang banget. Baterainya besar di 11.600 mAh. Tapi bodinya tipis banget 5,1 mm doang. Walaupun tipis, bodinya pakai armor aluminium, jadi udah kuat banget ya, udah rigid banget. Fiturnya juga canggih-canggih. Mulai dari fitur AI dari Google sampai Galaxy A yang kekinian ada semua di sini. S P tentunya ada dan yang satu ini bisa kita pakai untuk memaksimalkan fitur AI-nya. Dukungan dua SIM juga ada, bahkan bisa pakai ISIM juga yang satu ini. Update OS-nya panjang sampai 7 tahun. Nah, penasaran sama kemampuan lengkapnya? Simak review kita kali ini. Samsung Galaxy Tab S11 series ini adalah seri tablet flagship Samsung untuk tahun 2025. Kali ini Samsung menghadirkan dua versi tab S11 series ke Indonesia. Ada tab S11 veris standar dan ada tab S11 Ultra. Nah, yang kita bahas adalah yang varian ultra alias varian paling tinggi dari Galaxy Tab S11 series. Kira-kira satu ini bisa apa aja? Langsung aja kita bahas dari paket penjualannya. Di dalamnya tentunya ada unit Galaxy Tab S11 Ultra. Ada S Pen-nya. Ini S Pen yang baru ya, yang kayak pensil ini ya. Lalu ada kabel USBC dan SIM tray ejector serta paket dokumen. Untuk charger dan keyboard cover itu sayangnya memang belum langsung disertakan dalam paket penjualan tablet ini. Tapi ada kabar dari Samsung bahwa akan ada promo bandling tablet dengan keyboard covernya. Tapi kalau Sen sih udah langsung udah langsung ada dalam paket penjualan. enggak usah dibeli-beli lagi ya. Nah, tablet ini memiliki gaya desain yang serba flat yang memang biasa digunakan untuk sebuah tablet. Untuk dimensinya lebar 326,3 mm, tinggi 208,5 mm, dan ketebalannya di 5,1 mm. Jadi bisa dikatakan tablet ini punya ukuran yang besar tapi bodinya super super tipis. Nah, untuk bobotnya tabletnya aja cuma di 695 gr. Tablet dengan S Pen itu jadi 704 gr. Nah, kalau dilengkapi dengan keyboard case-nya ya beserta span-spannya juga itu ada di 1,17 kg. Menariknya walaupun bodinya super tipis, Samsung menyebut kalau body tablet ini cukup kuat. Ini karena Galaxy Tab S11 Ultra ini pakai bahan armor aluminium untuk bagian bodinya, baik untuk frame atau body belakangnya. Nah, yang penting banget nih ya, tablet ini sudah punya rating IP68. Jadi dia tahan debu dan aman kalau kecemplung ke dalam air. Jadi ya kalau yang mau beraktivitas dekat-dekat air ini aman banget. Tapi bukan berarti ini dirancang untuk diajak berenang ya. Ya, bukan bukan bukan buat diajak berenang. Ini hadirnya IP rating IP68 ini hanya untuk jaga-jaga. Siapa tahu kecemplung, siapa tahu kecipratan air atau kesiram air mungkin ya. Untuk warnanya saat ini varian yang tersedia di Indonesia adalah greay ya atau abu-abu. Sekarang coba kita lihat ada apa saja di sekeliling body tablet ini. Kita lihat dengan posisi horizontal seperti ini ya. Di kanan ada dua speaker dan port USBC. Di atas ada tombol power, tombol volume, dua mikrofon, dan ada SIM tray non hybrid. Jadi bisa satu slot nano SIM dan bisa tambahin juga satu micr SD card di sini. Nah, untuk area kanan atas ini dilengkapi dengan magnet ya untuk menjadikannya jadi tempat untuk menempelkan S Pen ya. Jadi, posisi S P-nya beda dari yang sebelumnya ya. Kalau sebelumnya kan ditaruh di belakang sekaligus bisa dicharge. Kalau yang satu ini berhubung tidak perlu dicarge, jadi dia taruh di atas aja, enggak perlu taruh di belakang. Enggak ada sistem wireless charging di sini. Nah, beralih ke sisi kiri ada dua speaker dan mikrofon. Di bawah ada lubang mounting untuk keyboard cover di sini. Oke, jadi kelihatan ya tablet ini punya empat speaker. Kualitas suara speaker ini mantap banget ya. Khas tablet premium dari Samsung. Trble dan mid itu rapi banget. Bassnya juga lumayan besar di sini. Terasa sekali bassnya. Separas juga bagus. Sementara itu juga kita akan merasakan kalau nonton film-film action gitu ya, terasa lebar banget ya. Movie itu terasa lebar banget rasanya. Sementara untuk volume mungkin bukan yang super lantang banget tapi memang ini bukan sampai yang memekakkan telinga gitu. Nah, beralih ke sisi depan ini adalah layar 14,6 inci Dynamic AMOLED 2X. Nah, ini panel yang terkenal punya kualitas tampilan yang luar biasa tinggi ya. Dan sama seperti generasi sebelumnya, layar Galaxy T S11 Ultra ini juga sudah pakai lapisan anti reflection jadi lebih minim pantulan cahaya ketimbang layar-layar biasa. Resolusinya adalah 2960 * 1848 piksel. Refresh rate-nya up to 120 Hz. Adaptif. Kalau enggak ada aktivitas di layar, referate-nya bisa turun sampai 30 Hz. Sementara kalau ada aktivitas, dia bisa akan langsung naik secara otomatis ke 120 Hz. Nah, untuk tingkat kecerahannya Samsung menyebut kabel ini bisa punya peck brightness sampai 1600 nitz. Nah, saat kami coba secara standar brightness maksimalnya itu ada di kisaran 440-an nits di dalam ruangan. Tapi kalau kita pakai simulasi outdoor, dia bisa mencapai 1000an nits. Ini udah terang banget ya, apalagi untuk sebuah tablet dengan layar yang bisa mencapai 14,6 inci seperti ini. Nah, kalau kita uji untuk berantas di sebagian layar saja, nah memang bisa nyampai 1600 nitz. Ini mantap nih. Ini udah sesuai dengan klaim dari Samsung. Oke, untuk color gambutnya seperti biasa ada preset natural yang diceng mendekati 100% SRGB dan ada juga preset vivfit. Untuk preset Vivit di sini seperti biasa juga dilengkapi dengan slider pengaturan vfitness. Kalau slider v fitness-nya diatur ke posisi paling rendah, kamut coverage-nya dan volumenya itu diatur mendekati 90% dic IP3. Sementara di posisi paling tinggi ini dua-duanya mendekati 100% di CP3. Saran kami sih kalau mau ngedit foto dan video itu pakai mode yang natural supaya hasilnya itu jadinya punya warna yang sesuai kalau dilihat di layar lain yang mungkin tidak setinggi ini warnanya ya. Tapi kalau mau menikmati konten atau main game bisa pakai mode vivit aja biar warnanya gonjreng. Dan kalau mau ekstra lagi ya dipentokin aja slider sebelah kanan ya kalau mau ekstra banget. Oke untuk basel menurut kami ini udah cukup tipis dan lumayan pas ya. Kalau untuk tablet sih memang enggak bisa superer tipis seperti di smartphone karena kita butuhnya memang ada basel untuk megang si tablet ini tanpa menyentuh ke bagian layarnya. Kemudian dia punya in display fingerprint scanner ini terletak di area kanan layar atau area yang dekat dengan port USBC. Kemudian untuk kamera depannya ini kamera 12 megapel bukannya F2.2 dan ini adalah kamera fixed focus. perangkapan videonya nyampai 4K 30 fps. Ini agak beda dari kamera depan yang ada di generasi sebelumnya yang ada dua di Galaxy Tab S11 Ultra ini. Kamera depannya tuh hanya ada satu dan ditepatkan pada beel bagian atas dengan model yang infinity U. Ini lebih kecil ya dari yang sebelumnya ya. Nah, beralih ke si belakang ini adalah kamera belakangnya ya yang 13 megap bukan F2.0 autofokus. Perekaman videonya lagi-lagi nyampai 4K 30 fps. Lalu ada kamera ultrawide 8 megap bukan F2.2 Dua, fix focus. Di sini juga ada LED flash. Lalu kalau untuk fitur-fitor kamera ada prooto, Pro, single take, night, portrait video, hyperlabs, dan lain-lain. Nah, diisi belakang ini kita juga bisa melihat ada Pogo Pin connector untuk menghubungkan keyboard cover dengan tablet yang satu ini. Ini beda ya. Kalau dulu Pogo pin-nya ada di bawah, ini sekarang ada di belakang ya. Nah, untuk aksories tambahan, tablet ini juga punya duukan untuk S Pen dan keyboard cover seperti kita sudah bahas untuk S Pen yang ada dalam paket penjualan ini agak beda dengan S Pen dari Galaxy Tab S10 series. Kali ini S P-nya hadir tanpa konektivitas Bluetooth. Jadi mirip dengan S Pen di Galaxy S25 Ultra. Mungkin ini bisa membantu mengurangi konsumsi daya baterai dari tabletnya. Dan tentunya enggak ada sirkuit khusus gitu ya untuk wireless charging di tablet ini sendiri. Dan yang paling penting kali ini adalah bentuknya sudah berubah. Nah, sekarang Sennya itu bentuknya seperti pensil beneran dan ukurannya juga kayak pensil beneran jadi heksagon gitu ya segi enam dia. Saat kami coba Sen ini memang terasa nyaman saat digenggam dan penggunaannya juga jadi mulus dan lancar. Enggak terasa ada delay sama sekali di sini. Tapi ini ya standar lah untuk SEN-nya dari e Samsung. Yang paling penting sih dipegangnya enak banget karena bentuknya pensil banget. Yang satu ini palm rejection juga berfungsi dengan baik pada saat kita coba. Untuk pressure detection juga udah ada di sini aman. Aman saat dicoba ini jelas-jelas bisa mengendali tekanan yang berbeda saat kita gunakan. S Pnya juga dilengkapi dengan fitur quick tools. Ini adalah fitur untuk gant ganti jenis pena, ketebalan, dan warna supaya lebih cepat aja ganti-gantinya. Caranya tinggal tekan tombol di S Pen lalu ketuk layarnya satu kali. catatannya ini hanya bisa dipakai untuk aplikasi tertentu seperti Samsung Notes. Sama dengan tabletnya, Sen ini juga punya rating IP68. Jadi kalau dia barang kecemplung dalam air aman, enggak ada masalah. Kalau tablet dan S-nya kecemplung dalam air itu enggak ada masalah. Oke, lanjut ke keyboard covernya. Ini juga beda dibandingkan generasi sebelumnya. Kali ini keyboard covernya hadir dalam satu bagian aja, enggak terpisah jadi dua seperti yang sebelumnya. Sayangnya di versi yang baru ini udah enggak ada touchpad sekarang ya. Untuk aktivitasnya masih menggunakan pogo pin. Jadi e ini tidak pakai bluetoth sama sekali. Tombol di keyboard cover sudah punya travel distance yang lumayan dalam di sini ya. Dan jarak-jarak antar tombol juga terasa pas, enggak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat juga. Kemudian ee yang kami lihat di sini adalah antara posisi layar dengan ee tombol keyboard paling atas itu ada jarak. Jadi ini akan meminimalkan kemungkinan jari kita kesentuh ke layar pada saat kita ngetik, ya. Jadi ini nyaman banget digunakan untuk mengetik. Nah, dengan adanya dukungan aksesoris tambahan seperti S Pen dan keyboard cover ini harusnya ini bisa membantu kita menggunakan tablet ini sebagai alat kerja yang cukup mumpuni. Walaupun jujur sebagai pengguna tab S10 dan S9 dan S8 dan S7 sebelumnya saya agak kehilangan touchpad-nya ya. Oke, untuk SOC-nya dia pakai di Mercedes 9400 plus. Ini adalah SOC kelas flagship dari Mediatch yang performanya jelas kencang, terkenal kencang di sini ya. Untuk RAM dan storage itu hanya ada satu varian untuk saat ini ya. RAM-nya 12 GB dengan storage di 256 GB. RAM-nya pakai LPDDR 5T sementara storage-nya pakai UFS 4.0. Di sini ada fitur RAM plus dengan opsi yang bisa nambahin sampai 12 GB. Nah, untuk baterai 11.600 mAh dengan dukungan charging sampai 45 watt. Untuk sensor ada akselerometer, light sensor, magnetometer, dan gyroskop. Hardware tentunya ada. Untuk kivitas ya dia bisa 5G, 2G, 3G, 4G, 5G bisa semuanya. Kita bisa pakai nano SIM card dan kita juga bisa pakai eM di sini. Untuk wifi-nya udah langsung WiFi 7, Bluetooth versi 5.4, Bluetooth audio codnexnya SBC AAAC, APX LDAC, dan tentunya ada SSC khas Samsung. Port USB-nya itu adalah USB 3.2 gen One. Jadi, ini jelas jauh lebih kencang daripada USB 2.0. Dukungan display output dari USBC tentunya ada juga. Jadi, kita bisa menampilkan isinya ke layar yang lebih besar atau ke proyektor juga bisa. Untuk sistem keamanan dia punya indisplay fingerprint dan ada face unlock juga. Tentunya tablet ini juga hadir dengan perlindungan dari Samsung Nox termasuk Nox filt dan Nox matrix juga ada di sini. Fitur kamera lain seperti secure folder dan auto blocker juga tersedia di sini. Secure folder ini berguna untuk menyimpan file atau aplikasi pribadi dengan aman di dalam folder terpisah yang hanya bisa diakses pakai kunci keamanan kita. Sementara untuk auto blocker ini bisa membuat tablet ini jadi lebih aman dengan memblokir aplikasi dari sumber yang enggak jelas. nih dia bisa menonaktifkan USB debugging dan mendeteksi adanya file berbahaya yang dikirim lewat aplikasi chat misalnya. Jadi fitur keamanan di tablet ini udah kelas atas banget. Nah, untuk OS dia pakai One UI 8 berbasis Android 16 ya langsung ya Android 16 ya. Nah, janji update OS-nya itu sampai 7uh kali versi Android dan ada 7 tahun janji untuk security patch. Teoritis dia bisa mencapai Android 23. Lama banget ya 20 aja udah jauh ini sampai 23 karena startnya dari 16 bukan start dari 15. Nah, kalau bicara soal fitur-fiturnya ini aduh ada banyak banget di sini fitur khas OneUI seperti edge panel, test bar, mode and routines dan lain-lain itu tentunya sudah ada di sini dan kalau kita bahas kayaknya kepanjangan ya. Nah, kalau mau dipakai untuk multitasking di sini ada fitur floating views. Ini bisa membuat aplikasi tampil dalam bentuk jendela kecil yang melayang. Jadi, kita bisa buka beberapa aplikasi sekaligus tanpa harus ada aplikasi yang ditutup. Kemudian kalau mau diperlakukan seperti laptop ya yang pakai mode desktop, tenang, ada Samsung Dex kan di sini ya. Nah, kita bisa pakai mode desktop khas dari Samsung ini. Nah, cara masuk ke dexnya seperti ini ya. Dan ini bisa dipakai secara langsung dari tabletnya tanpa monitor eksternal. Tapi kalau mau pakai monitor eksternal juga bisa. dia akan berperan sebagai layar tambahan jadinya nanti. Nah, jadi ini bakal mempermudah kita untuk melakukan berbagai kegiatan multitasking seperti drag and drop, antar aplikasi atau antar layar juga bisa. Presentasi sambil buka dokumen yang lain sampai jalan dua aplikasi berbarengan dengan tampilan side by side gitu ya. Bisa juga. Selain itu kita juga bisa buka sampai empat workspace. Jadi kita bisa simpan kombinasi aplikasi yang terbuka. Nah, kalau butuh beralih di antar kombinasi tersebut itu bisa dilakukan dengan cepat. Misalnya dari aplikasi-aplikasi untuk pekerjaan, kita bisa langsung pindah ke aplikasi hiburan. Nah, seperti ini nih ya. Bisa. Atau mungkin juga e workspace yang isinya kombinasi aplikasi pekerjaan dan aplikasi hiburan itu bisa dibuat ya. Bisa juga seperti ini. Hm. Makin mantap jadinya ya. Penggunaan alat desktopnya jadi makin maksimal. Mau dipakai untuk ngetik, menggambar sambil bikin slide presentasi ini udah mantap banget. Udah bisalah pokoknya ya. Bahkan kalau mau ngedit video ini juga udah mantap ya. Kalau pakai aplikasi seperti CapC misalnya, ini lancar banget di sini. Mau geser timeline 4K dengan beol di 4K masih sanggup yang satu ini. Ini kalau ngedit videonya panjang ya nyaman di sini karena layarnya besar gitu ya. Di handphone kan bisa ya 4K60 di handphone kita sudah buktikan berulang-ulang kali bahwa itu bisa. Tapi kalau layarnya sebesar ini dengan performa yang serupa ya atau bahkan lebih kencang ya tentunya jauh lebih nyaman. Oke, untuk fitur AI tablet ini punya banyak sekali fitur AI. Mulai dari fitur AI yang dari Google sampai Galaxy AI-nya Samsung sendiri. Untuk fitur A dari Google tentunya di sini udah ada Circle to Search dan ada Gemini. Untuk Circle to Search udah pada tahulah ya mau dipakai buat apa ya. Ini bisa bantu kita cari informasi tentang suatu yang hanya dengan melingkari objek yang tampil di layar. Nah, kalau Gemini ini adalah AI assistant yang kemampuannya semakin banyak sekarang. Bisa kita panggil dengan menahan tombol power aja. Mau merancang iteri saat liburan bisa. Buat bantu bikin catatan saat belajar bisa. Buat bantu jelasin materi presentasi bisa juga. Caranya tinggal aktifin Gemini Live lalu pilih screen share dan buka aja slide presentasinya. Habis itu tinggal kasih perintah suara ke Gemini untuk bantu jelasin materinya. Hasil penyelesaian juga bisa langsung disimpan ke Samsung Notes atau mungkin mau bikin game yang sederhana bisa juga tinggal buka Gemini Kanvas dan kasih aja prom-nya di situ. Nah, kita coba bikin game Snake contohnya ya. Nah, bisa kan jadi seperti ini. Gemini bakal bikin coding untuk game-nya dalam waktu yang cukup singkat nih. Kalau udah jadi tinggal dimainin aja. Keren kan? Atau mau bikin gambar-gambar pakai Gemini bisa juga di sini ya. Kan sudah ada itu ya fitur yang nano banananya udah ada di sini kan. Nah, kemudian mau bikin video bisa juga VO3 udah nempel di sini ya. Tapi perlu diingat penggunaan Gemini ini sangat bergantung dengan kreativitas kita sebagai penggunanya ya. belajar prompting lah ya. Kalau mau hasil maksimum kita memang harus ngasih prom yang kreatif dan perintahnya harus jelas dan rinci. Oke, lalu untuk fitur Galaxy AI-nya ini juga ada banyak. Salah satunya adalah drawing assist. Ini bisa bantu kita kalau mau buat menggambar sesuatu ya. Nah, sini kita perlu menggambar sketsa dasar dari hal yang ingin kita gambar terlebih dahulu. Ya, kita tahulah enggak semua orang bisa menggambar dengan bagus gitu, tapi paling enggak bikin sketsa bisa dong. Kemudian masukin aja prom-nya mau dibuat gambarnya jadi seperti apa. Berikut tinggal klik generate dan pilih gaya gambarnya mau jadi yang seperti apa. Lumayan nih buat yang kemampuan gambarnya enggak jago-jaga amat ya. Gambarnya udah oke. Dan tentunya hasil gambarnya bisa kita simpan juga. Lalu buat bantu nulis ada writing assist. Ini bisa bantu kita menulis sesuat dengan kalimat yang rapi dan sesuai dengan gaya bahasa yang diinginkan. Ya, tentunya hasilnya juga bisa kita simpan juga. Nah, untuk mencatat ada note assist yang dalamnya ada beberapa fungsi. Ada transkript voice into text yang bisa bikin transkrip dari apa saja yang kita rekam di voice recorder. Ini akan berguna sekali ya kalau mau ikutan meeting gitu rekam aja pakai voice recorder ya. Yaah nanti udah kelar meetingnya tinggal di transkrip dia tahu oh begini kemarin ya eh meetingnya isinya seperti ini ya kayak not to land lah dia. Lalu ada summarize untuk membuat ringkasan dari tulisan di suatu dokumen. Lalu kemudian ada juga PDF overlay translation. ini bisa mendapatkan overlay terjemahan dari teks yang ada dalam file PDF yang kita buka. Jadi, kita bisa mendapatkan ee versi bahasa lain dari PDF yang mungkin enggak pakai bahasa Indonesia. Jadi, biar lebih mudah aja bacanya. Mungkin semua fitur yang disebutkan tadi sudah mendukung bahasa Indonesia, ya. Jadi, memang lebih mudah dipakainya karena memang Samsung fokus banget juga ke bahasa Indonesia, terutama untuk di Indonesia. Oh ya, S Pen dan keyboard cover tablet ini juga mendukung untuk Galaxy AI. Contohnya seperti Air Command saat kita menggunakan S Pen. Ini akan munculkan pop up menu untuk shortcut ke beberapa fitur Galaxy AI seperti drawing assist, AI select, AI translate dan lain-lain. Lalu untuk keyboard cover-nya ini dilengkapi dengan AI key. Ini akan membuka chatboot Bixby atau Gemini. Ini tergantung bagaimana kita mengaturnya aja. Nah, kalau kita lagi buka aplikasi lain, tampilan chatboot-nya akan side by side seperti ini. Jadi, kalau sedang bikin tulisan, laporan atau apapun itu ya dan dirasa butuh tanya satu ke AI, tinggal tekan aja tombol AIQ-nya. Enggak perlu buka tutup aplikasi yang sedang berjalan. Dan masih banyak lagilah fitur Galaxy AI di sini mulai dari call Assist, browsing Assist, foto Asis, now brief, dan lain-lain. Pokoknya kalau untuk urusan fitur AI, tablet ini udah lengkap banget. Oke, sekarang mari kita lihat hasil benchmarknya. Untuk Antut 10 dia dapat 2,4 jutaan dan untuk Antutu 11 dia dapat 2,7 jutaan. Untuk Geigbench 6 single core dapat 2.674 multioree di 8.717. Untuk TMX Sling Shot Extreme Unlimited Open GL ES 3.1 grafik skornya 36.352. Untuk 3marx solar Bay dia dapat 44,33 FPS. Untuk 3x wildlife stress test tanpa kipas best scor-nya ada di 20.721 721. Lowest scor-nya ada di 14.033. Jadi stability-nya ada di 67,7%. Nah, kalau kita kipasin base scor-nya ada di 2.899 dengan lowest score di 19.353. Stability-nya naik lumayan jauh ke 92,6% ya. Lalu untuk GFX Benz Manhattan 3.1 1080p off screen dia dapat 346 FPS. Carse 1080p off screen 173 FPS. Nah, kalau dilihat dari hasil benchmark-nya, performa tablet ini emang kencang banget. Harusnya sih kalau buat gaming juga kencang. Oke, langsung kita coba aja. Oke, kita coba dulu Subway server. Game ini jalan di layar 120 Hz ya. Jadi frame rate-nya bisa nyampai 120 fps. Mulus lancar banget tentunya ya. Masa ya tablet sekelas ini enggak mulus lancar main saf server. Lanjut untuk PUBG Mobile. Nah, setting frame rate-nya ada di ultra extreme alias 120 FPS kebuka di sini. Sayangnya saat kami coba dengan setting smooth ultra extreme, refresh rate layarnya turun ke 96 Hz dengan gameennya hanya bisa jalan di frame rate maksimum 90 fps. Tentunya ini dia mulus lancar kalau cuma 90 fps ya masih nyaman bangetlah untuk dimainkan. Seenggaknya dia enggak nyangkut di 60 fps ya. Nah, untuk gying juga di sini masih aman banget enggak ada masalah karena ya gyoscop-nya udah hardware. Lanjut untuk Mobile Legends. Frame rate-nya ultra atau 120 FPS itu ah langsung kebuka di sini. Jadi langsung kita cobain dengan setting grafik rata kanan. Hasilnya game ini bisa lancar jaya di 120 FPS tanpa ada masalah. Mau lagi ramai atau mau lagi rame banget karena lagi battle tetap aja dia stabil di 120 fps. Jangan nanya kalau speed kayak gimana ya. Enggak bisa jadi 150 juga karena refresh rate-nya mentak di 120 kan. Nah untuk dimainkan tiga kali match berturut-turut hasilnya tetap lancar 120 fps. Jadi untuk main Mobile Legends ini udah mulus banget. Lanjut untuk watering wave. Kita mainkan di setting mentok kanan 60 fps. Kalau lagi jalan-jalan frame rate-nya di kisaran 55 sampai 60 fps. Kalau lagi ada battle frame rate-nya ada kisaran 45 sampai 50 fps. Emang belum 100% e di 60 fps, tapi menurut kami udah enak banget untuk main water remove di tablet yang satu ini. Lanjut untuk Gin Impact. Game Sat ini kita langsung aja setting di highest 60 ya. Nah, highest di sini membuat setting visual effect diatur ke otomatis ke high juga ternyata. Jadi ini udah pakai setting yang mentok kanan. banget baik dari resolusi maupun dari kualitas. Nah, dimainkan selama setengah jam dengan skenario seperti biasa frame rate-nya stabil di 60 fps tanpa ada masalah. Mau lagi sepi atau mau lagi battle, frame rate-nya tetap konsisten di 60 fps. Nah, setelah dimainkan selama 30 menit, titik terpanas untuk bagian layar ada di kisaran hanya 38 derajat celcius. Sementara untuk sisi punggungnya itu titik terpanasnya hanya di sekitar 37 derajat Celcius. Ini hasil yang sangat-sangat baik menurut kami. Dengan body seperti ini, performanya tetap konsisten dan kencang dan suhunya juga terjaga dengan baik. Kalau mau dikasih ranking-ranking kan ya jelaslah yang satu ini langsung masuk S plus ya. Kita bahkan enggak perlu nambah pengujian pakai kipas di sini karena enggak ada S+ ya. Lanjut untuk kesimpulan gaming. Overall untuk performa gaming tablet ini enggak ada masalah sama sekali ya rasanya ya. Ukuran layar super besar bikin kita mungkin agak sedikit canggung kalau kita pencet tombol navigasi sambil pegang tabletnya seperti ini ya. Solusinya adalah mungkin pakai controller tambahan kalau mau main game. Tapi catatannya memang belum semua game mendukung penggunaan controller. Ya, ini tergantung dari developer game-nya mau kasih dukungan atau tidak ya. Karena kalau diangkat ya bisa jadi agak berat rasanya ya. Oke, sekarang kita lanjut ke pengujian kameranya. Oke, untuk pengujian kamera dari Galaxy Tab S11 Ultra ini bareng sama saya dan hasil yang teman-teman lihat ini, ini direkam menggunakan kamera depan dari si tabletnya. dan suaranya juga direkam menggunakan mikrofon langsung dari tabletnya. Untuk resolusinya di sini ini 4K 30 FPS ya maksimalnya. Dan ini yang kita pakai sekarang. Dan kalau teman-teman perhatiin ini tuh bukaannya tuh ee lebar banget gitu. Jadi kayak kamera ultra wide gitu rasanya. ini kalau buat dipakai bareng beberapa orang gitu, ini harusnya bisa banget sih. Dan oh ya dari tadi yang kalian lihat itu ee adalah ee kondisi di mana pencahayaannya itu cukup ideal. Kita nyalain lampu studio di sini. Nah, ini adalah contoh kalau misalkan lampu studionya dimatikan. Jadi, ini ee lebih gelap dibanding kondisi yang sebelumnya. Di sini bisa kelihatan ya, muka saya itu masih kelihatan jelas. Terus detailnya juga masih oke. Padahal pencahayaannya sudah menurun. Jadi untuk kamera depannya tablet ini sih udah mantap banget nih perekaman videonya ya. Kalau yang sekarang ini adalah ee kamera belakangnya. Ini kamera utamanya resolusinya 4K 30 fps juga. Dan ini adalah contoh kalau misalkan lampu studio dinyalakan. Jadi ini kondisinya lumayan ideal pencahayaannya. Sealnya sih ini pasti bagus ya, detailnya lumayan oke dan muka saya kelihatan jelas. Nah, ini adalah contohnya kalau misalkan lampu studio kita matikan. Jadi, ini adalah kalau misalnya kondisi pencahayaannya kurang ideal. Hasilnya sih kurang lebih kayak begini ya. Kali ini adalah kamera belakangnya juga, tapi ini yang kamera ultrawide-nya. Di sini resolusi perekamannya cuman bisa sampai FHD 30 aja. 1080p 30 fps. Jadi resolusinya sedikit di bawah kamera depan dan kamera utamanya tadi. Untuk hasilnya kayak gini ya. Kalau dipakai di ruangan yang kondisi pencahayaannya oke. Ini lampu studionya kita nyalakan. Nah, kalau ini kita coba di ruangan yang pencahayaannya kurang ideal. Lampu studionya kita matikan. Hasilnya ini sudah pasti menurun ya dibanding saat pencahayaannya ideal tadi. Oke, sekarang kita cobain juga kalau misalkan tablet ini mau dipakai untuk meeting online. Di sini kita pakainya Google Meet ya. Kita coba-coba di sini misalnya kita mau pakai background blur. Tuh kelihatan ya di sisi sini tadi kan ada lampu. Ini kita aplikasikan background blur-nya dan dia bisa ngeblur beneran. Lalu kita coba-coba juga misalkan pakai virtual-virtual background kayak gini lancar ya, enggak ada masalah. Terus kalau misalkan mau pakai filter gitu yang lucu-lucu misalkan mau jadi burung hantu, nah tuh bisa tuh saya berubah jadi burung hantu dan ini lancar banget ya. Enggak ng-elag-ngelag sama sekali. Ngedip-ngedip juga bisa tuh. Tuh enggak ada masalah sama sekali. Pokoknya ini mah kalau buat meeting online udah enggak ada lawan sih, udah bagus bangetlah ini bisa lancar jaya meetingnya kalian. Oke, itu dia tadi pengujian kamera dari si Samsung Galaxy Tab S11 Ultra atau Tab S11 Ultra. Ini tablet kelas premium. Jadi, kemampuan kameranya sih ini menurut kami udah oke banget. ini buat dipakai meeting online, buat apapun itu udah lancar banget. Dan sekian dulu pengujian kali ini, lanjut lagi ke pengujian berikutnya. Oke, lanjut untuk pengujian baterai. Untuk YouTube offline video playback 1080p, baterai bisa bertahan 18 jam 2 menit. Ini bukan hasil yang buruk ya untuk sebuah tablet. Memang kita berharap dia bisa nyampai 20 jam. Tapi dengan layar sebesar ini dan performa sebesar ini sebetulnya memang untuk mencapai 18 jam aja udah hebat banget. Yang jelas ini peningkatan dibandingkan pendahulunya ya. Lanjut untuk YouTube 1080p 30 fps non HDR streaming ya pakai internet. Baterainya berkurang 2% dalam setengah jam. Lalu untuk mainan TikTok, wah sedap nih mainan TikTok di layar sebesar ini ya. Baterai berkurang 4% selama setengah jam swipe-swipe. Kemudian untuk Gensin Impact, baterai berkurang 7% dengan setting highest 60 fps dalam pengujian selama 30 menit. Ini juga tergolong irit ya, biasanya di belasan pers sih turunnya. Lanjut untuk charging dengan charger Samsung 25 watt untuk mencapai 50% itu butuh waktu 1 jam 5 menit. Sementara untuk dari kosong sampai penuh butuh waktu 2 jam 21 menit. Kalau kita pakai charger Samsung yang 45 watt, untuk mencapai 50% hanya butuh waktu 40 menit dan dari kosong sampai penuh butuh waktu 1 jam 36 menit. Jadi kalau kita pakai charger Samsung 45 watt hasilnya bisa 1,5 jam lah, kurang lebih. Nah, di sini baru berasa nih charger 25 sama charger 45-nya Samsung ada bedanya dan cukup signifikan. Ini agak beda kalau kita bandingkan dengan pengujian charger 45 watt di handphone-nya Samsung yang biasanya enggak terlalu jauh beda dibandingkan charger 25 watt-nya. Oke, kita lanjut lagi. Untuk Netflix tentunya sudah white fan L1, jadi bisa streaming sampai resolusi full HD dengan dukungan HDR yang tentunya udah ada juga di sini. Dan kodeknya juga lengkap bisa VIP9an, AVC, HFVC dan AV1 juga bisa. YouTube-nya udah support streaming sampai 4K60 dan sudah support HDR. Udah lancarlah semuanya. Haptic feedback sayangnya enggak ada, tapi ya wajar ini kan sebuah tablet dan keyboard kan udah ada juga tersedia di sini. Lalu untuk Wii sharing itu ada caranya tinggal aktifkan aja fitur hotspot ketika kita sedang terhubung ke Wii dan kita langsung bisa nge-share konektivitas Wii yang diperoleh oleh tablet ini ke device-device lainnya. Nah, kalau tanyain adalah layar itu bisa nerima input sampai berapa jari? Ya, ini bisa multitou sampai 10 jari. Saya enggak tahu kalau minta 12 jari itu yang dua jari lagi dari mana ya. Tapi 10 jari sudah bisa. Dan ketika kami coba hasilnya aman. Ini enggak ada masalah sama sekali ya. Nah, bisa pakai keyboard dan mouse pilihan ketiga enggak? Bisa dong. Tinggal hubungkan aja lewat Bluetooth atau kita juga bisa pakai USB hub untuk keyboard dan mouse yang pakai USB. Mungkin ini salah satu penyebab kenapa Samsung enggak nyediain touchpad di sini ya biar lebih ringkas juga dan ya kita toh bisa pakai mouse juga. Nah, untuk harga Galaxy Tab S11 Ultra ini hanya hadir dalam satu konfigurasi saat ini yaitu versi 5G RAM 12 dan storage-nya 256 GB. Harganya ada di Rp22.999.000. Nah, di sini ada promo launch over ya dari periode 3 sampai 17 Oktober di mana kita bisa dapatin Galaxy Tab S11 Ultra dengan bundle cover keyboard yang nilainya sekitar Rp3 juta. Untuk link pembelian serta info promo lainnya langsung cek aja di dalam kolom deskripsi. Oke, kita langsung masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, total bobot tablet plus Sen plus keyboard covernya memang sudah nyampai 1 kg, tapi ini tetap mudah dibawa dan ini mirip sih sebetulnya dengan bobotnya laptop tipis dan ringan. Bahkan sebetulnya sedikit di bawah ya kalau menghitung yang punya touch screen seperti ini. Karena kalau convertibel 1,1 kg itu udah enteng banget ya. Convertibel itu rata-rata ada di 1,3 kg atau 1,4 bahkan. Kemudian yang kedua, dia belum mendukung perekaman video 60 fps. Tapi memang jarang sih ya ada yang butuh rekam video buat ngonten tapi pakai tablet terutama yang sebesar ini. Mungkin lebih pasnya pakai smartphone sebetulnya. Kemudian di sini enggak ada hptic feedback tapi udah wajar untuk sebuah tablet. Lalu untuk saat ini enggak ada opsi storage di atas 256 GB. Tapi ya kita masih bisa pakai micro SD sampai 2 TB di tablet ini kalah untuk nyimpan file-file. Lalu tablet ini udah support USB 3.2 Gen one. Sayangnya kabel USB bawaannya cuma support USB 2.0. Jadi kalau mau merasakan USB kencang, kalian harus cari kabel USB yang memang ratingnya lebih tinggi daripada kabel bawaannya. Lalu di sini tidak ada charger dalam paket penjualan seperti biasa ya. Kemudian navigasi saat gaming mungkin akan sedikit terasa sulit karena ukuran layarnya yang besar. solusinya bisa pakai controller tambahan kalau memang game-nya udah support controller. Selain itu perlu diingat ya, tablet ini memang bisa mendukung produktivitas tapi untuk yang biasa pakai Windows ya mungkin akan butuh waktu untuk beradapasi dengan aplikasi yang tersedia untuk Android saat ini. Kemudian kalau mau menjadikan tablet ini sebagai alat kerja, perhatikan ekosistem alat kerja kalian. Kalau pakainya ekosistem tertutup seperti dari yang buah-buahan itu ya udah terbiasa pakai yang satu itu mungkin akan kurang cocok pakai tablet ini ya. Tapi kalau sudah terbiasa dengan ekosistem yang terbuka ya harusnya ini masih oke banget kok. Kami sih masih bisa pakai sampai ngedit video sekalipun masih bisa. Menggambar-menggambar juga bisa banget ya. Nah dari si menariknya layarnya besar 14,6 inci dengan panel dynamic AMOLED 2X yang tampilannya keren banget. Refresh rate-nya adaptif 120 Hz ya. Ada lapisan anti reflektif di layarnya. Ini bisa mengurangi pantulan cahaya secara signifikan. Lalu SOC-nya udah dimensi 9400 plus yang performanya udah kencang. RAM 12 GB, storage yang digunakan juga UFS 4.0 udah lumayan kencang. Nah, quad speakernya ini kuatnya premium. Mantap. Volumenya juga cukup lantang di sini ya. Ini udah mantap bangetlah speakernya. Bodinya ini tipis tapi kuat dengan material armor aluminium. Jadi masih rigid. Ada rating IP68 untuk protensi dari debu dan air termasuk untuk s Pen-nya juga. Lalu langsung pakai One UI8. Basisnya mulai dari Android 16. enggak usah nunggu-nunggu update lagi. Dan jatah update OS-nya panjang tujuh kali update OS starting dari OS yang 16 ini. Nah, kemudian dia punya fitur keamanan Samsung Nox ini canggih banget dan sangat berguna dan perlu nih diulik nih buat siapapun yang pakai Samsung harus pernah makai nih Samsung Nox-nya. Penting banget nih. Lalu ada in display fingerprint scanner juga di sini. Ada fitur DEX untuk penggunaan ala desktop. Yang ini bukan untuk pertama kalinya, ini udah lama banget ada di Samsung. Jadi ini udah matang sekali di sini. Fitur AI-nya juga melimpah, ada yang dari Google dan ada yang dari Galaxy AI. Kemudian ada dukungan S Pen dan langsung tersedia dalam paket penjualan SEN-nya. Bentuknya juga sudah baru, sudah lebih nyaman secara ergonomis. Nah, lalu ada juga duan untuk keyboard cover dan kalau dibeli di masa promo itu langsung bandling dapat keyboard cover-nya. Lalu dia juga ada support konektivitas cellular 5G ya dan dia bisa pakai eim atau pakai SIM card biasa juga bisa dan dia masih mendukung penggunaan micro SD buat nyimpan-nyimpan data. Lalu port USB-nya pakai USB C 3.2 gen one. Jadi kalau mau buat transfer file juga lebih cepat. Mau nampilin e layar ini ke layar yang lebih besar lagi enggak ada masalah. Jadi buat presentasi segala macam bisa. Kemudian kalau dia mau cari device dengan layar besar dan e beratnya tuh enggak berat-berat amat dan terhitung mungkin bisa dibandingkan dengan sebuah laptop convertibel. Yang satu ini tergolong ringan sebetulnya 1,1 kg kurang lebih ya itu udah enteng ya. Jelas sekali kalau Samsung Galaxy Tab S11 Ultra ini adalah salah satu tablet Android terbaik atau mungkin ini adalah yang terbaik dan terkencang untuk tahun 2025 ini. Segala hal yang ditawarkan tablet ini membuatnya cocok untuk berbagi aktivitas. Mulai untuk bekerja, berkreasi, menikmati konten, bahkan untuk main game. Fiturnya juga udah sangat-sangat lengkap. Mulai dari fitur keamanan sampai AI udah banyak banget dalam tablet ini. Dukun aksesoris tersers dia juga membuat tablet ini jadi semakin menarik. Adanya dukungan konektivitas seluar membuatnya jadi semakin fleksibel untuk digunakan di mana saja. Rasanya sangat layak sih kalau tablet Galaxy Tab S11 Ultra ini disebut sebagai tablet Android premium yang allrounder dan cocok untuk banyak orang. Tapi apakah ini bisa menggantikan peran laptop? Menurut kami itu tergantung kebutuhan dan kebisaan kalian ya. Kalau memang aplikasi yang dibutuhkan itu bisa jalan di OS Android dan ee sekarang sudah makin banyak aplikasinya sebetulnya ya kami rasa yang satu ini cocok-cocok aja untuk menggantikan peran sebuah laptop. Apalagi yang satu ini kan Android beneran ya, full Android. Jadi Google Play Store masih ada di sini ya. Sistem-sistemnya eh GMS ya, Google Mobile Services itu lengkap tersedia di sini. Mau dipakaiin buat anak bahkan siapa tahu mau dipakai buat anak itu masih bisa ada parental control langsung dari Google-nya sendiri. Jadi fiturnya emang super super lengkap ya. Mohon maaf kalau kita tidak bisa membahas semua fiturnya. Ini bisa jadi 2 jam mungkin videonya ya. Ya, pada akhirnya kalau dicari adalah sebuah tablet Android premium yang banyak bisanya dan cocok untuk berbagai kebutuhan. Samsung Galaxy Tab S11 Ultra ini adalah pilihan yang sangat-sangat layak untuk dipertimbangkan. Saya Didi Irfan Jaga TV. [Musik]
Video Lainnya
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Memulai bisnis laundry sering kali terlihat sebagai ladang uang yang mudah dan menjanjikan, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara sebaliknya. Berangkat...
Pasar perangkat audio nirkabel premium bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini Soundcore Liberty 5 Pro Series. Di tengah dominasi merek-merek mapan...
Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Memilih ponsel kelas menengah terbaru sering kali berujung pada dilema antara performa gaming yang buas atau kenyamanan ekosistem perangkat yang matang. Samsung...
Sistem operasi robot hijau kembali membawa lompatan besar lewat kehadiran Android 17 yang kali ini tidak sekadar bersolek di sektor visual. Google tampak sangat...
Langkah berani Samsung dalam merombak lini audio nirkabelnya lewat Galaxy Buds 4 Pro berhasil mencetak standar baru yang belum pernah dicapai generasi sebelumnya....
Bagi kaum mendang-mending yang enggan melirik jenama asal Tiongkok, bursa ponsel pintar sering kali terasa sempit dan penuh kompromi. Namun, episode terbaru Kotek...


















